Thumbnail
1 year ago
Cerdas Parenting, Goodbye Stunting : Mahasiswa KKM UIN Malang Gelar Seminar Parenting Cegah Stunting di Desa Srigading

TIARA ARYA PUTRI BIMAJATI

Lawang, Malang, 16 Januari 2025 -- Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya peran orang tua dalam pencegahan stunting, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Mandiri (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang menggelar seminar bertajuk "Cerdas Parenting, Goodbye Stunting". Acara ini berlangsung di Balai Desa Srigading, Kabupaten Malang, pada Kamis, 16 Januari 2025. Seminar ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman masyarakat tentang pentingnya peran orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak dan mencegah stunting sebagai upaya menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas. Kegiatan ini dihadiri oleh kader posyandu Dusun Krajan, Desa Srigading, perangkat desa, serta Dosen Pembimbing Lapangan. Mahasiswa KKM UIN Malang bekerja sama dengan Pondok Kesehatan Desa (PONKESDES) Srigading untuk memberikan edukasi mengenai pola asuh yang tepat dan pentingnya gizi seimbang dalam mendukung pertumbuhan anak. Narasumber dalam seminar ini adalah Ibu Retno Sulistiyaningsih, S.Pd.I., M.Si., dosen dari Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang. Ibu Retno menekankan pentingnya pengasuhan yang baik untuk mengoptimalkan perkembangan anak. "Pengasuhan yang tepat adalah fondasi yang kuat untuk perkembangan anak, baik fisik maupun psikologis. Pengasuhan yang penuh kasih sayang membantu anak membangun kepercayaan diri, rasa aman, dan ketahanan emosional," ujar Ibu Retno. Seminar juga membahas peran orang tua dalam memenuhi kebutuhan anak. Ibu Retno menekankan bahwa orang tua harus memastikan kebutuhan dasar anak, seperti makanan, pakaian, tempat tinggal, dan kesehatan, terpenuhi. Selain itu, orang tua juga perlu memberikan kasih sayang, perhatian, dan waktu berkualitas untuk membangun ikatan emosional yang erat dan mendorong anak untuk belajar serta mengembangkan potensi mereka melalui kegiatan sekolah dan ekstrakurikuler. Untuk meningkatkan partisipasi dan pemahaman peserta, seminar ini juga menyelenggarakan sesi tanya jawab dan diskusi. Peserta diberikan kesempatan untuk bertanya langsung kepada narasumber dan berbagi pengalaman mereka terkait pola asuh dan tantangan dalam menjaga kesehatan anak. Perwakilan KKM UIN Malang, Nabila Rachman, menyampaikan harapannya agar seminar ini membawa dampak positif bagi masyarakat Desa Srigading. "Kami berharap seminar ini dapat memberikan manfaat besar bagi kita semua dan menjadi langkah awal untuk menciptakan keluarga yang lebih peduli terhadap kesehatan anak serta menerapkan pola hidup sehat dalam keluarga," ujar Nabila Rachman. Dengan diselenggarakannya seminar ini, mahasiswa KKM UIN Malang berharap dapat berkontribusi dalam menciptakan pola asuh yang lebih baik dan membantu menurunkan angka stunting di Indonesia, khususnya di Desa Srigading. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari komitmen UIN Malang dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui program KKM.        

Thumbnail
1 year ago
KKM UIN Malang: Guna Meningkatkan Literasi Hadirkan Perpustakaan Keliling

TIKA HIKMAWATI PUTRI

Pada hari Kamis (23/1/2025) SDN 05 Turirejo menyambut kedatangan Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malang. Siswa-siswi tampak senang membaca dan melihat koleksi buku yang tersedia, mereka menyambut kegiatan ini dengan sangat antusias. Hampir seluruh siswa-siswi di SDN 05 Turirejo sudah bisa membaca dan mereka tidak sabar untuk mengeksplorasi berbagai koleksi buku yang dibawa oleh perpustakaan keliling. Sumber: Dokumentasi Pribadi. Kehadiran mobil perpustakaan keliling ini membawa suasana belajar baru dan semangat membaca bagi 144 siswa SDN 05 turirejo. Siswa-siswi tampak terlibat secara aktif dalam mengikuti kegiatan seperti membaca bersama dan berdiskusi tentang buku apa yang dipilih. Kegiatan ini merupakan hasil dari kolaborasi antara mahasiswa kelompok 123 kuliah kerja mahasiswa UIN Malang dengan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malang dalam rangka meningkatkan minat baca siswa-siswi dan memperkaya wawasan mereka di luar mata pelajaran. Dengan semangat dan rasa ingin tahu, siswa-siswi berebutan untuk memilih buku-buku yang disediakan, seperti buku cerita anak, komik, hingga buku pengetahuan umum seperti sains dan teknologi. Perbesar Sumber: Dokumentasi Pribadi. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan literasi anak-anak tetapi juga menumbuhkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis mereka. Anak-anak diajak berbicara tentang buku yang mereka sukai selama sesi diskusi setelah sesi membaca. Hal ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mereka untuk berbicara di depan umum, tetapi juga untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka saat berbicara tentang ide-ide mereka. "Saya sangat senang karena kakak-kakak mahasiswa telah mendatangkan perpustakaan keliling di sekolah kami, ujar Aisyah". Dalam suasana tersebut terlihat siswa-siswi sangat senang dan antusias mendapatkan hal yang baru dari aktivitas belajarnya di sekolah. Mereka juga mendapatkan banyak pengetahuan dari buku-buku yang disediakan. Sumber: Dokumentasi Pribadi. Siswi kelas 6, Safira berbagi cerita tentang bukunya yang dibaca yang berjudul Butet dan Orang Rimba. Buku tersebut menceritakan tentang aktivitas sehari-hari butet sebagai orang Rimba, seperti berburu, meramu, dan Bertani yang mencerminkan kearifan local dan hubungan harmonis dengan alam. Buku ini menyoroti tradisi dan budaya orang Rimba, termasuk ritual, lagu, dan cerita rakyat yang diwariskan dari generasi ke generasi. Penjelasan yang jelas dalam buku membuat Safira semakin tertarik untuk membaca buku tersebut.   Sumber: Dokumentasi Pribadi. Bagi mahasiswa KKM UIN Malang, dengan menghadirkan mobil perpustakaan keliling, merupakan bukti penting dari peningkatan budaya membaca bagi siswa-siswi di sekolah SDN 05 Turirejo. Melalui program ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Malang terus berkomitmen untuk mendorong semangat literasi di seluruh elemen masyarakat khususnya di SDN 05 Turirejo. Mahasiswa KKM UIN Malang berharap dengan adanya kegiatan seperti ini dapat berlanjut dan membawa efek positif yang berkelanjutan.

Thumbnail
1 year ago
Revitalisasi Gubuk Baca: Menyalakan Semangat Literasi Anak di Desa Ngadirejo

LAILATUL KHOIRIYAH

Mahasiswa Jagaddhita Najandra dari kelompok 23 Kuliah Kerja Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang melakukan renovasi Gubuk Baca di Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, pada hari Jumat, 24 Januari 2025. Ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan minat baca anak-anak di desa dengan memberikan mereka fasilitas yang lebih baik. Mahasiswa KKM menyumbangkan berbagai buku bacaan untuk anak-anak, termasuk buku yang dirancang khusus untuk membaca, menggambar, dan mewarnai, dalam kegiatan ini. Mereka juga menyediakan alat tulis, pewarna, dan atlas untuk membantu anak-anak berkreasi dan belajar. Pembaruan Gubuk Baca ini tidak hanya menambah buku baru, tetapi juga memperbaiki lingkungan secara fisik. Untuk menarik perhatian anak-anak dan masyarakat sekitar, mahasiswa KKM memperbarui banner yang ada di Gubuk Baca. Selain itu, mereka membeli tikar baru untuk gubuk baca agar anak-anak yang ingin membaca merasa lebih nyaman di sana. Diharapkan dengan adanya tikar baru ini, anak-anak dapat duduk dengan nyaman dan lebih betah membaca berbagai buku yang tersedia.Masyarakat setempat sangat menyambut kegiatan ini. Ketika anak-anak menerima buku dan alat tulis baru yang disumbangkan, mereka terlihat senang. Beberapa orang tua datang untuk membantu anak-anak mereka membaca. Mahasiswa KKM memberi tahu anak-anak tentang pentingnya membaca dan bagaimana buku dapat menambah wawasan mereka. Mereka juga membuat kegiatan ini lebih menyenangkan dengan mengajak anak-anak untuk menggambar dan mewarnai dalam sesi interaktif.Mahasiswa KKM berharap dapat menumbuhkan minat baca di kalangan anak-anak Desa Ngadirejo melalui kegiatan pembaruan Gubuk Baca ini. Mereka berharap dapat menciptakan lingkungan yang mendukung pembelajaran dan kreativitas dengan memberikan akses yang lebih baik terhadap buku bacaan dan fasilitas yang nyaman. Selain itu, melalui kerja sama untuk meningkatkan pendidikan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat hubungan mahasiswa dengan masyarakat setempat. Mahasiswa UIN Malang telah melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan kegiatan ini. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis di kampus tetapi juga dapat menerapkan pengetahuan tersebut di lapangan dengan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui program KKM. Dalam upaya meningkatkan literasi dan pendidikan di daerah pedesaan, pembaruan Gubuk Baca adalah salah satu langkah kecil tetapi penting. Pemerintah desa dan masyarakat setempat, yang sangat mendukung inisiatif tersebut, memainkan peran penting dalam keberhasilan kegiatan ini. Diharapkan ada lebih banyak program serupa yang akan membantu anak-anak di daerah terpencil mendapatkan pendidikan dan literasi yang lebih baik. Dengan kebiasaan membaca yang baik, generasi muda Desa Ngadirejo dapat tumbuh menjadi orang yang cerdas dan berpengetahuan luas. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya nyata untuk meningkatkan minat baca anak-anak di desa dengan memberikan fasilitas yang lebih layak dan nyaman. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM tidak hanya melakukan revitalisasi fisik terhadap Gubuk Baca, tetapi juga menambahkan koleksi buku bacaan yang lebih bervariasi. Mereka menyumbangkan berbagai jenis buku yang dirancang khusus untuk anak-anak, termasuk buku membaca, menggambar, mewarnai, serta buku pengetahuan dasar yang dapat memperluas wawasan mereka. Selain itu, mahasiswa juga menyediakan alat tulis, pewarna, dan atlas, yang dapat membantu anak-anak dalam mengekspresikan kreativitas mereka sekaligus mendukung proses belajar dengan lebih menyenangkan. Revitalisasi ini tidak hanya sekadar menambah buku baru, tetapi juga melakukan perbaikan fisik pada Gubuk Baca agar semakin nyaman digunakan oleh anak-anak desa. Salah satu bentuk pembaruan yang dilakukan adalah penggantian banner lama dengan desain yang lebih menarik agar lebih mencuri perhatian masyarakat sekitar. Selain itu, mahasiswa KKM juga membeli tikar baru untuk digunakan di dalam gubuk baca, sehingga anak-anak yang ingin membaca dapat duduk lebih nyaman dan betah menikmati buku-buku yang tersedia. Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Anak-anak terlihat sangat antusias dan gembira ketika menerima buku dan alat tulis baru yang disumbangkan oleh mahasiswa KKM. Beberapa orang tua bahkan turut hadir untuk menemani anak-anak mereka membaca, menunjukkan dukungan penuh terhadap program literasi ini. Untuk membuat kegiatan semakin interaktif dan menyenangkan, mahasiswa KKM juga mengajak anak-anak untuk mengikuti sesi menggambar dan mewarnai, sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya membaca dan bagaimana buku dapat menjadi jendela ilmu pengetahuan yang luas. Dengan adanya pembaruan Gubuk Baca ini, mahasiswa KKM berharap dapat menumbuhkan kebiasaan membaca di kalangan anak-anak Desa Ngadirejo. Selain menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pembelajaran, kegiatan ini juga bertujuan untuk membangun kreativitas anak-anak dengan memberikan akses yang lebih baik terhadap buku bacaan serta fasilitas yang lebih nyaman. Lebih dari itu, kegiatan ini juga memperkuat hubungan mahasiswa dengan masyarakat setempat melalui kerja sama dalam meningkatkan pendidikan di daerah tersebut. Mahasiswa UIN Malang melalui program KKM ini telah melakukan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat. Mereka tidak hanya memperoleh ilmu teoritis di bangku kuliah, tetapi juga dapat menerapkannya langsung di lapangan dengan memberikan kontribusi positif melalui program literasi dan pendidikan. Kegiatan ini juga menegaskan bahwa peran mahasiswa dalam membangun bangsa tidak hanya sebatas akademik, tetapi juga mencakup kepedulian sosial yang nyata dan berdampak bagi masyarakat. Dalam upaya meningkatkan literasi dan kualitas pendidikan di daerah pedesaan, pembaruan Gubuk Baca ini adalah langkah kecil namun sangat berarti. Dengan dukungan dari pemerintah desa dan masyarakat setempat, diharapkan program serupa dapat terus berkembang, sehingga anak-anak di daerah terpencil juga memiliki akses lebih luas terhadap pendidikan dan literasi yang lebih baik. Dengan menumbuhkan kebiasaan membaca sejak dini, generasi muda Desa Ngadirejo diharapkan dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, kritis, dan berwawasan luas, yang nantinya akan menjadi bagian dari kemajuan bangsa di masa depan.

Thumbnail
1 year ago
KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Mengadakan Sosialisasi Parenting dan Pencegahan Stunting di Desa Sumbersuko

HARYU RIDHO MUKTI

Sumbersuko, 5 Januari 2025 - Balai Desa Sumbersuko menjadi tempat kegiatan sosialisasi parenting dan pencegahan stunting yang digelar hari ini. Acara yang dibuat oleh KKM UIN Malang ini menghadirkan dua narasumber yaitu Sigita Aredlia Fista, S.Tr Gz dengan materi "Cegah Stunting pada Anak: Anak Sehat, Generasi Hebat", dan Dr. Hj. Rofiqah, M.Pd, C.Ht dengan materi "Peran Keluarga dalam Mewujudkan Anak Tumbuh-kembang Optimal". Acara ini dihadiri oleh warga dari tiga dusun yaitu Ngemplak, Glogohombo dan Kenongo khususnya para orang tua yang memiliki anak dalam masa tumbuh kembang termasuk yang dapat indikasi stunting dari Posyandu desa. Kegiatan dimulai dengan sambutan dari Kepala Desa, Bapak Subekhan. Dalam sambutannya beliau menyampaikan terima kasih atas diadakannya kegiatan ini dalam memastikan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak. "Kegiatan ini menjadi langkah penting untuk bersama-sama menciptakan generasi yang sehat dan cerdas di Desa Sumbersuko," ujar beliau Sesi pertama dimulai oleh Kak Sigita mengenai langkah-langkah pencegahan stunting seperti pentingnya inisiasi menyusui dini (IMD), pemberian ASI eksklusif selama enam bulan, serta pemenuhan gizi melalui MPASI. Narasumber juga menekankan pentingnya imunisasi dasar lengkap, menjaga kebersihan lingkungan serta mengenali gejala stunting sejak dini. Sesi kedua dilanjutkan dengan materi parenting oleh Ibu Rofiqah yang menjelaskan peran penting keluarga dalam mendukung tumbuh kembang optimal anak. Beliau mengupas tuntas bagaimana keluarga menjadi pendidik pertama, memberikan dukungan emosional dan mengembangkan potensi anak. Selain itu, beliau juga menyoroti sikap-sikap yang harus dihindari oleh orang tua seperti membandingkan anak dan menunjukkan konflik di depan mereka. Pada tiap sesi materi disampaikan setelahanya sesi tanya jawab berlangsung. Para warga dengan antusias mengajukan berbagai pertanyaan mulai dari cara mengatasi anak yang sulit makan, sikap ke suami, hingga strategi mendidik anak dengan cara yang efektif. Diskusi ini memperlihatkan semangat para peserta dalam memahami dan menerapkan ilmu yang diberikan. Adapun, ketika acara berlangsung anak-anak yang ikut bersama orangtuanya diajak bermain oleh teman-teman KKM disini. Anak-anak diajak mengambar, mewarnai dan diajak bermain serta diajak mengobrol. Anak-anak ini diajak bermain oleh teman-teman KKM sendiri bertujuan agar acara lebih kondusif. Acara diakhiri dengan penyerahan sertifikat kepada para narasumber sebagai bentuk terima kasih karena sudah memberikan materi penting pada orang tua. Momen kebersamaan ini ditutup dengan sesi foto bersama. Harapannya kegiatan ini dapat memberikan pemahaman mendalam kepada para orang tua di Desa Sumbersuko untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal dan mencegah stunting sehingga tercipta generasi yang sehat, kuat, dan cerdas di masa depan.    

Thumbnail
1 year ago
Semangat Mahasiswa KKM Kelompok 15: Bantu Petani Dusun Robyong Menanam Tomat

AULIA AISY NURWASITA

Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil menunjukkan keakraban dan kepedulian terhadap masyarakat Dusun Robyong, Desa Wonomulyo. Melalui program pengabdian masyarakat, mereka tidak hanya aktif dalam bidang pendidikan saja tetapi juga turut serta membantu warga dalam kegiatan sehari-hari, termasuk mendukung sektor pertanian dengan membantu petani menanam tomat. Pada hari Jum'at, 27 Desember 2024, para mahasiswa KKM dari Kelompok 15 terjun langsung ke ladang tomat milik petani setempat. Kegiatan ini menjadi momen yang istimewa, penuh kehangatan dan antusiasme. Meskipun sebagian besar mahasiswa berasal dari latar belakang perkotaan dan belum pernah terjun ke dunia pertanian, mereka terlihat sangat bersemangat mempelajari proses menanam tomat. Para petani dengan sabar membimbing mahasiswa tentang teknik menanam tomat yang benar, mulai dari cara menyiapkan tanah, menanam bibit, hingga memastikan tanaman tumbuh dengan baik. Kegiatan ini tidak hanya berdampak pada fisik tetapi juga menjadi momen refleksi bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya ketahanan pangan dan peran besar para petani dalam menopang kebutuhan masyarakat. Dengan penuh semangat, para mahasiswa bekerja bersama petani, menciptakan suasana kerja sama yang harmonis di tengah ladang. Gelak tawa dan obrolan hangat antara mahasiswa dan petani membuat kegiatan ini terasa lebih bermakna. Program KKM ini tidak hanya menjadi ajang pengabdian masyarakat tetapi juga menjadi pengalaman berharga yang akan terus dikenang oleh mahasiswa dan warga. Keakraban yang terjalin di tengah ladang tomat menjadi bukti nyata bahwa kerja sama dan gotong royong adalah kunci untuk membangun masyarakat yang lebih harmonis dan sejahtera. Warga Dusun Robyong juga menyambut baik inisiatif para mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Kelompok 15 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tidak hanya belajar bahwa dengan semangat kerja sama, mereka berharap dapat meninggalkan kesan positif dan memberikan inspirasi bagi masyarakat, terutama generasi muda, untuk terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih baik.  

Thumbnail
1 year ago
Kegiatan Pentas dan Pameran Karya P5 SDN 4 SUKOMULYO

NUR CHOLISA FAJRIN

SD Negeri 4 Sukomulyo adalah sebuah lembaga sekolah Sekolah Dasar Negeri yang berlokasi di Rt. 34 Rw. 8 Dusun Gumul, Kab. Malang SD negeri ini pertama kali berdiri pada tahun 2017. Sekarang SD Negeri 4 Sukomulyo menggunakan kurikulum belajar SD 2013. SD Negeri 4 Sukomulyo merupakan salah satu sekolah penggerak di Sukomulyo, Pujon.  SD penggerak : Kreatif dan inovatif Sekolah penggerak adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan profil pelajar pancasila yang mencangkup kompetensidan karakter yang diawali dengan SDM yang unggul (Kepala sekolah dan Guru). Program ini tidak hanya fokus pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, sekolah penggerak bertujuan untuk menciptakan profil pelajar Pancasila yang mencakup penguasaan kompetensi dasar serta pembentukan karakter unggul seperti gotong royong, kemandirian, dan kreativitas. Program ini diawali dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah, terutama kepala sekolah dan guru, yang dianggap sebagai motor penggerak utama dalam menciptakan perubahan. Kepala sekolah dan guru dilatih untuk memiliki kompetensi unggul sehingga mampu menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, serta menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu, untuk menciptakan SDM yang dapat menunjang suksesnya Sekolah Penggerak ini, SD Negeri 4 Sukomulyo ini mengadakan Kegiatan Pentas dan Pameran Karya P5 yang diikuti oleh seluruh warga sekolah serta mahasiswa ikut menyemarakkan acara yaitu ikut membantu mengkoordinasikan siswa-siswi. Kepala sekolah dan Guru memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menampilkan berbagai bakat yang mereka miliki antara lain seperti tarian salam kerrong, menyanyi, dan sebagainya. Adapun bazar yang diikut sertakan untuk memeriahkan acara ini yaitu makanan, minuman, serta karya seni. Untuk penjualan makanan dan minuman yang mana penjualnya anak-anak sendiri dengan adanya bazarini anak-anak bisa belajar jual-beli dan mengelola uang dengan baik. Sedangkan Untuk Karya seni ini dibuat secara langsung oleh siswa-siswi kelas 5 dan 6 yang mana mereka telah membuat dan mempraktekan hasil karyanya. nah pada karya seni ada yang menarik salah satunya pembuatan sabun dari eco enzim yang mereka olah namun dapat digunakan hanya untuk cuci tangan,  Eco enzim ini terbuat dari limbah sisa sayuran, yang mana di daerah pujon ini pusatnya penghasil sayuran karena mayoritas penduduk disini adalah petani sayuran.  Dengan adanya kegiatan ini anak-anak dapat memiliki rasa ingin tahu lebih tinggi, kreatif, serta inovatif dan membangun adanya rasa percaya diri. Pada akhir program, mahasiswa KKM berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan. Mereka juga berdiskusi tentang berbagai bentuk bantuan dan inovasi yang dapat dikembangkan bersama. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi sekolah sebagai institusi penggerak pendidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM tidak hanya memberikan kontribusi bagi masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga dalam dunia pendidikan. Sinergi antara mahasiswa dan sekolah penggerak menjadi bukti bahwa kerja sama lintas institusi dapat membawa perubahan positif yang nyata.