Thumbnail
1 year ago
UIN Malang Berkarya Di Desa Plaosan : Implementasi Ilmu Pengetahuan Untuk Masyarakat

FATIHA ADHA ADZKIYA

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Malang resmi melepas mahasiswanya sejumlah 2.571 di lapangan utama pada pagi hari Kamis, 19 Desember 2024. Beberapa wilayah di malang raya menjadi fokus pengabdian bagi mahasiswa UIN Malang dalam rangka Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tahun 2024. Khususnya di Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, dikirim dua kelompok untuk melangsungkan kegiatan tersebut. Dua kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Tahun 2024 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yaitu kelompok 67, dan 137, secara resmi memulai program Kuliah Kerja Mahasiswa dalam acara pembukaan yang diadakan pada Jumat pagi (20/12/2024) dibalai Desa.   Kegiatan ini dimulai pukul 10.00 WIB, dipandu dengan penuh semangat oleh Amallisna Hidayati dan Muhammad Jad Maula, mahasiswa yang bertugas sebagai Master of Ceremony. Acara pembukaan yang meriah ini dihadiri oleh dosen pembimbing lapangan (DPL), perangkat desa, dan seluruh mahasiswa dari kelompok 67, dan 137.   Rangkaian acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Dinda Farahdifa Adinareta dari kelompok 67. Seluruh hadirin melantunkan lagu kebangsaan dengan penuh penghayatan, memancarkan semangat nasionalisme yang kuat. Dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh M. Fadlillah Ahnaf dari kelompok 137. Lantunan ayat suci yang menyentuh hati tersebut memberikan suasana sakral dan menjadi doa awal bagi kesuksesan kegiatan.  

Thumbnail
1 year ago
Sosialisasi Stunting dan Parenting di Desa Sumbersuko: Langkah Nyata Cegah Stunting

FAIRUZ AINUR SYAFA` MUSTOFA

Sumbersuko, 5 Januari 2025 – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting dan peran parenting, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang mengadakan kegiatan sosialisasi bertema "Stunting dan Parenting." Acara ini berlangsung di Balai Desa Sumbersuko pada Minggu pagi, dihadiri oleh warga sekitar yang sangat antusias. Kepala Desa Sumbersuko memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UIN Malang atas inisiatif mereka dalam menyelenggarakan sosialisasi ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu menciptakan generasi yang sehat dan cerdas.   Acara ini melibatkan kolaborasi antara mahasiswa dan narasumber ahli, Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd, C.Ht, seorang ahli parenting, menyampaikan materi berjudul "Peran Keluarga Dalam Mewujudkan Anak Tumbuh Kembang Optimal". Beliau menjelaskan pentingnya pola asuh yang tepat, serta memberikan tips praktis untuk menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak secara maksimal.   Pemateri kedua ialah Sigita Ardelia Fista, S.Tr.Gz, seorang ahli gizi, membahas tema "Cegah Stunting Pada Anak". Dalam paparannya, ia menjelaskan faktor-faktor penyebab stunting, dampaknya pada perkembangan anak, serta cara-cara mencegahnya melalui pemenuhan gizi yang cukup dan pola hidup sehat.      Acara ini dihadiri oleh lebih dari 20 warga Desa Sumbersuko, yang sebagian besar adalah orang tua dan kader kesehatan desa. Mereka sangat antusias mengikuti setiap sesi, khususnya sesi diskusi dan tanya jawab. Salah satu peserta bertanya tentang cara mengelola pola makan anak di tengah keterbatasan ekonomi, yang dijawab oleh narasumber dengan saran pemanfaatan sumber pangan lokal bernutrisi tinggi.      Ketua pelaksana kegiatan ini menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat. "Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga tanggung jawab kita bersama. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memberikan bekal kepada masyarakat untuk mencegah stunting melalui pola asuh yang baik dan pemenuhan gizi yang cukup," jelasnya.    Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk berkomitmen dalam mencegah stunting di lingkungannya masing-masing. Mahasiswa KKN UIN Malang berharap, melalui kolaborasi antara pemerintah desa, warga, dan akademisi, Desa Sumbersuko dapat menjadi desa yang bebas stunting dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di sekitarnya

Thumbnail
1 year ago
Kontribusi Mahasiswa KKM SINERGI UIN Malang di TPQ Darul Ulum Dengan Penerapan Metode Ummi Sebagai Acuan Pembelajaran

ANNISA ZAHIDATUR RAHMAH

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2024 mengusung tema kemiskinan ekstrim, moderasi beragama, stunting dan parenting. Tidak hanya fokus pada empat aspek tersebut, KKM UIN Malang juga memperhatikan aspek pendidikan seperti kegiatan belajar mengajar di TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an). KKM Sinergi UIN Malang melakukan kegiatan belajar mengajar di TPQ Darul Ulum Dusun Luring, Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang mulai tanggal 24 Desember 2024. Dalam rangka memberikan kontribusi nyata terhadap pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat. TPQ Darul Ulum menerapkan metode Ummi di mana metode ini cukup popular digunakan dalam proses pembelajaran di berbagai TPQ. Kegiatan belajar mengajar di TPQ Darul Ulum dilakukan pada hari Senin sampai Sabtu, pada waktu sore hari ba'da ashar. TPQ Darul Ulum menerapkan metode Ummi sebagai acuan pembelajaran, selain itu terdapat hafalan surat-surat serta do'a-do'a harian yang rutin dilakukan setiap harinya. Santri terdiri dari tingkatan jilid pra TK sampai Al-Qur'an, masing-masing tingkatan diisi oleh anak-anak dari berbagai usia. Tak jarang, anak usia dini sudah memasuki tingkatan yang cukup tinggi. Metode Ummi dipilih  karena kesederhanaan dalam penyampaiannya yang memungkinkan anak-anak dengan mudah memahami dan menghafal Al-Qur'an, khususnya di kalangan anak-anak yang baru mulai belajar. Dengan penerapan metode ini, TPQ Darul Ulum berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efektif bagi para santri. Metode Ummi secara sederhana diartikan sebagai metode belajar Al-Qur'an yang dilakuokan dengan pendekatan secara langsung dan berulang-ulang. Penggunaan alat peraga disesuaikan dengan jilid di tingkatan kelas masing-masing. Mahasiswa KKM Sinergi UIN Malang berkontribusi membantu mengajar dan menyimak bacaan serta hafalan para santri. Menurut salah satu ustadzah yang mengajar di kelas jilid 5, metode Ummi saat ini banyak diterapkan diberbagai TPQ. Pengulangan yang dilakukan setiap hari menjadikan santri memiliki pemahaman yang baik terkaita cara membaca atau tajwidnya. "Selain belajar cara membaca Al-Qur'an anak-anak juga menghafal surat-surat pendek dan do'a-do'a harian, jadi anak-anak bisa menerapkan untuk sehari-hari," kata ustadzah pengajar di kelas jilid 5. Keberadaan mahasiswa KKM dalam membantu kegiatan belajar mengajar tidak hanya disambut baik oleh pihak pengurus TPQ melainkan juga oleh para santri. Antusias mereka saat belajar bersama mahasiswa KKM menciptakan suasana baru yang tentunya dapat mendukung proses belajar, sehingga dapat berjalan lebih efektif dan menyenangkan. "Anak-anak itu senang sekali mba, kalua kedatangan kakak-kakak mahasiswa untuk mengajar. Kalau sama ustadzahnya mungkin tidak mau nurut, tapi sama kakak-kakak KKM dia pasti nurut" ujar salah satu ustadzah. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Kontribusi Mahasiswa KKM SINERGI UIN Malang di TPQ Darul Ulum Dengan Penerapan Metode Ummi Sebagai Acuan Pembelajaran", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/deaputri1205/678b3da6c925c46eff7ff014/kontribusi-mahasiswa-kkm-sinergi-uin-malang-di-tpq-darul-ulum-dengan-penerapan-metode-ummi-sebagai-acuan-pembelajaran?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile Kreator: Dea Putri    

Thumbnail
1 year ago
Kegiatan Pentas dan Pameran Karya P5 SDN 4 SUKOMULYO

MUHAMMAD NAFIS IRFANSYAH

  SD Negeri 4 Sukomulyo adalah sebuah lembaga sekolah Sekolah Dasar Negeri yang berlokasi di Rt. 34 Rw. 8 Dusun Gumul, Kab. Malang SD negeri ini pertama kali berdiri pada tahun 2017. Sekarang SD Negeri 4 Sukomulyo menggunakan kurikulum belajar SD 2013. SD Negeri 4 Sukomulyo merupakan salah satu sekolah penggerak di Sukomulyo, Pujon.    SD penggerak : Kreatif dan inovatif       Sekolah penggerak adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan profil pelajar pancasila yang mencangkup kompetensidan karakter yang diawali dengan SDM yang unggul (Kepala sekolah dan Guru). Program ini tidak hanya fokus pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, sekolah penggerak bertujuan untuk menciptakan profil pelajar Pancasila yang mencakup penguasaan kompetensi dasar serta pembentukan karakter unggul seperti gotong royong, kemandirian, dan kreativitas. Program ini diawali dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah, terutama kepala sekolah dan guru, yang dianggap sebagai motor penggerak utama dalam menciptakan perubahan. Kepala sekolah dan guru dilatih untuk memiliki kompetensi unggul sehingga mampu menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, serta menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.   Oleh karena itu, untuk menciptakan SDM yang dapat menunjang suksesnya Sekolah Penggerak ini, SD Negeri 4 Sukomulyo ini mengadakan Kegiatan Pentas dan Pameran Karya P5 yang diikuti oleh seluruh warga sekolah serta mahasiswa ikut menyemarakkan acara yaitu ikut membantu mengkoordinasikan siswa-siswi.   Kepala sekolah dan Guru memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menampilkan berbagai bakat yang mereka miliki antara lain seperti tarian salam kerrong, menyanyi, dan sebagainya. Adapun bazar yang diikut sertakan untuk memeriahkan acara ini yaitu makanan, minuman, serta karya seni.   Untuk penjualan makanan dan minuman yang mana penjualnya anak-anak sendiri dengan adanya bazarini anak-anak bisa belajar jual-beli dan mengelola uang dengan baik. Sedangkan Untuk Karya seni ini dibuat secara langsung oleh siswa-siswi kelas 5 dan 6 yang mana mereka telah membuat dan mempraktekan hasil karyanya. nah pada karya seni ada yang menarik salah satunya pembuatan sabun dari eco enzim yang mereka olah namun dapat digunakan hanya untuk cuci tangan,  Eco enzim ini terbuat dari limbah sisa sayuran, yang mana di daerah pujon ini pusatnya penghasil sayuran karena mayoritas penduduk disini adalah petani sayuran.  Dengan adanya kegiatan ini anak-anak dapat memiliki rasa ingin tahu lebih tinggi, kreatif, serta inovatif dan membangun adanya rasa percaya diri. Pada akhir program, mahasiswa KKM berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan. Mereka juga berdiskusi tentang berbagai bentuk bantuan dan inovasi yang dapat dikembangkan bersama. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi sekolah sebagai institusi penggerak pendidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM tidak hanya memberikan kontribusi bagi masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga dalam dunia pendidikan. Sinergi antara mahasiswa dan sekolah penggerak menjadi bukti bahwa kerja sama lintas institusi dapat membawa perubahan positif yang nyata.  

Thumbnail
1 year ago
Parenting Qur’ani: Mencetak Generasi Cerdas Berlandaskan Al-Qur’an

SABRINA NASHWA NATANIA

Dalam upaya menciptakan generasi Qur’ani yang cerdas dan berakhlak mulia, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 67 menggelar kegiatan Kajian dan Sosialisasi Parenting Qur’ani. Acara ini dilaksanakan di Musholla Yayasan Nurul Muttaqin, Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, pada Sabtu (11/01). Kegiatan yang bertema “Parenting Qur’ani sebagai Pedoman Mencerdaskan Generasi Qur’ani” ini dihadiri oleh 30 wali santri serta 25 santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Nurul Muttaqin. Acara berlangsung selama 40 menit untuk penyampaian materi dan 20 menit untuk diskusi interaktif.  Dipandu oleh Mohammad Kharis, mahasiswa Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Fakultas Syariah, kegiatan ini bertujuan memberikan wawasan kepada wali santri tentang pola asuh berbasis nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah. Dalam pemaparannya, Mohammad Kharis menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter anak. Ia menyebutkan bahwa pola asuh yang diterapkan orang tua sangat menentukan masa depan anak. “Bagaimana pola asuh yang diterapkan orang tua akan sangat menentukan masa depan anak. Al-Qur’an menegaskan bahwa anak adalah amanah sekaligus ujian yang perlu diarahkan dengan baik agar tumbuh menjadi pribadi yang baik,” ujarnya. Kharis juga mengutip Tafsir Al-Ibriz sebagai referensi dalam membahas parenting Qur’ani. Dalam sosialisasi ini, beberapa metode pengasuhan Qur’ani turut diperkenalkan, di antaranya Qashas (Kisah) yang memberikan pelajaran melalui cerita-cerita inspiratif, Amtsal (Perumpamaan) yang menggunakan analogi untuk menanamkan nilai-nilai positif, Uswah (Keteladanan) yang memberikan contoh nyata untuk ditiru, Targhib wa At-Tarhib (Motivasi) yang memberikan dorongan dan peringatan secara seimbang, ’Addah (Pembiasaan) yang membiasakan anak melakukan kebaikan, serta Mauidzoh (Nasihat) yang memberikan arahan bijak berdasarkan agama. Selain itu, materi utama dalam parenting Qur’ani meliputi Aqidah, Ibadah, Akhlak, Aqliyah, dan Jasmani. Kelima aspek ini menjadi landasan penting dalam membentuk anak yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki jiwa Qur’ani yang kuat. Kegiatan ini disambut antusias oleh para wali santri yang aktif bertanya dalam sesi diskusi, menunjukkan minat besar untuk menerapkan pola asuh sesuai nilai-nilai Islam. Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Mohammad Kharis, sebagai simbol harapan terbentuknya generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi bangsa. “Kami berharap kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru bagi para orang tua, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membentuk generasi Qur’ani yang unggul di masa depan,” tutup Kharis. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 67 menunjukkan peran aktif mereka dalam memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat. Mereka tidak hanya mengedukasi, tetapi juga menjadi penghubung antara nilai-nilai keislaman dan kehidupan sehari-hari. Dengan adanya program ini, diharapkan pola asuh Qur’ani dapat menjadi pedoman yang diterapkan secara berkesinambungan, sehingga generasi mendatang mampu menjadi penerus bangsa yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Thumbnail
1 year ago
Membangun Generasi Emas 2025 : Mahasiswa KKM UIN Malang Bersinergi Bersama Posyandu Plaosan Cegah Stunting Pada Anak

INTAN SUKMA MAHSUNI

Mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 67 yang sedang melakukan pengabdian di Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang tengah melakukan berbagai sumbangsih yang berdampak kepada masyarakat. Dalam menjalankan Tri Darma Perguruan Tinggi yang menjadi kewajiban mahasiswa, mahasiswa melakukan sosialisai pencegahan stunting bersamaan dengan jadwal posyandu di Desa Plaosan. Kegiatan ini selaras dengan salah satu tema yang diusung oleh LP2M. Kegiatan sosialisasi pencegahan stunting yang dibuat oleh Mahasiswa KKM kelompok 67 Arunavira bertema "Datang Posyandu Itu Penting, Bukan Yang Penting Datang Posyandu". Walaupun dalam keterbatasan, kegiatan ini tetap dilaksanakan dengan sesuai rencana yang telah dikoordinasikan dengan Bidan setempat selaku tangan panjang dari Puskesmas Kecematan Wonosari. Sosialisasi ini menggunakan media brosur stunting untuk memaparkan materi yang ada. Brosur tersebut berisikan materi yang ringkas dan padat akan isi tentang pencegahan stunting. Materi yang dibuat mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 67 ini telah dikoordinasikan dengan Bu Bidan Rinata Dinarsi A.Md.Keb untuk dikoreksi dan disesuaikan dengan masyarakat sekitar. Selain memberikan penyuluhan cegah stunting, mahasiswa juga melakukan kerjasama dengan posyandu dalam rutinan posyandu di Dusun Lobangan. Mulai dari pemantauan tumbuh tinggi, berat badan balita, lingkar lengan dan kepala. Tidak lupa pula pemeriksaan kesehatan bagi ibu hamil. Karena pencegahan stunting sebenarnya dimulai sejak bayi dalam kandungan. Penyebab utama stunting adalah kurangnya gizi kronis yang terjadi secara ekstrem. Artinya kurangnya gizi ini berlangsung secara lama dan bahkan berturut-turut. Selain itu stunting juga dapat disebabkan oleh gaya hidup. Gaya hidup yang kurang sehat dan bersih dapat mempengaruhi tumbuh kembang dan kesehatan ibu dan bayinya. Pemerintah memiliki perhatian khusus terhadap permasalahan ini. Oleh karena itu harapannya program makan siang gratis yang dicanangkan oleh pemerintah dapat menjadi solusi tambahan dalam mengurangi jumlah stunting di indonesia.  Pencegahan stunting sendiri bisa dari berbagai hal, antara lain yaitu pemberian ASI eksklusif, pemberian MP-ASI dan batas umurnya, pemberian makanan yang bergizi dan sehat untuk bayi dan ibu hamil, menjaga gaya hidup sehat dan bersih. Materi yang disampaikan oleh mahasiswa sendiri ini didengarkan dengan antusias oleh ibu-ibu hamil dan Ibu-ibu menyusui di Dusun Lobangan. Sosialisasi disampaikan secara ringkas dan jelas agar mudah dipahami oleh masyarakat Lobangan. Mahasiswa juga menyampaikan gejala dan dampak yang disebabkan apabila anak terkena stunting. Gejalanya terlihat jelas melalui fisik anak, yaitu tinggi badan anak. Tinggi anak yang tidak sama dengan rerata anak seusianya bisa menjadi salah satu ciri anak terkena stunting. Dampak yang disebabkan dari stunting adalah pertumbuhan fisik dan kognitif pada anak. Fisik anak yang terkena stunting akan berbeda dengan anak yang sehat mulai dari tinggi badan, berat badan dan perkembangan motorik anak. Tidak hanya brosur materi, mahasiswa UIN Malang juga memberikan buah tangan berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa telur puyuh, jeruk dan bernutrisi tinggi. Pemberian PMT ini didukung oleh Bidan setempat untuk mendampingi PMT yang telah disiapkan dari puskesmas. Mahasiswa pemateri pada kesempatan ini adalah anggota KKM UIN Malang kelompok 67 Arunavira, Muhammad Jad Maula dan Intan Sukma Mahsuni sebagai pemateri, keduanya memberikan arahan dan penyuluhan kepada masyarakat untuk mencegah stunting. "pencegahan stunting ini perlu diedukasikan kepada masyarakat untuk mendukung gagasan pemerintah yaitu Indonesia emas 2045. Kalau tidak sejak dini dan dimulai dari sini, gagasan tersebut hanya akan menjadi slogan politik semata" tutur Jad Maula. Intan juga memberikan rumus praktis yang dapat mencegah stunting, "rumus ABCDE ini antara lain Aktif minum tablet tambah darah untuk ibu hamil. Bumil teratur periksa kehamilan setiap 6 bulan sekali. Cukupi konsumsi protein hewani. Datang ke posyandu setiap bulan. Dan Eksklusif ASI selama 6 bulan pertama usia bayi".