SYAFRI MAULANA ALFATIH
Penanaman 500 Pohon Bersama Warga dan Perangkat Desa Pandanrejo Pandanrejo, [23 Desember 2024] – Dalam upaya melestarikan lingkungan dan menjaga keseimbangan ekosistem, perangkat Desa Pandanrejo bersama masyarakat setempat mengadakan kegiatan penanaman 500 pohon. Acara ini berlangsung pada [tanggal kegiatan] dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perangkat desa, kelompok pemuda, serta organisasi peduli lingkungan. 1. Membangun Kesadaran akan Pentingnya Penghijauan Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya penghijauan dan pelestarian lingkungan. Kepala Desa Pandanrejo, [Nama Kepala Desa], menyampaikan bahwa inisiatif ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan kehidupan masyarakat sekitar. Penanaman pohon ini bukan hanya untuk keindahan, tetapi juga untuk meningkatkan kualitas udara, mencegah erosi, dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang, [Kades Pandanrejo]. 2. Jenis Pohon yang Ditanam Sebanyak 500 pohon yang ditanam terdiri dari berbagai jenis, seperti: a. Pohon Mahoni– untuk penghijauan dan penyediaan oksigen. b. Pohon Trembesi – dikenal mampu menyerap polusi udara dalam jumlah besar. c. Pohon Buah (Mangga, Alpukat, Durian) – memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat. 3. Antusiasme Masyarakat Kegiatan ini mendapatkan respons positif dari masyarakat Pandanrejo. Banyak warga yang secara sukarela ikut serta dalam penanaman pohon dan berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu peserta, [Muhammad Fadhil], menyampaikan bahwa ia merasa bangga bisa berpartisipasi. “Saya senang bisa ikut serta dalam kegiatan ini. Semoga pohon-pohon ini tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi kita semua,” ujarnya. 4. Harapan ke Depan Dengan adanya kegiatan penanaman 500 pohon ini, Desa Pandanrejo berharap bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam menjaga kelestarian lingkungan. Perangkat desa juga berencana untuk mengadakan program perawatan dan monitoring pohon agar pertumbuhannya optimal. Kegiatan ini merupakan langkah kecil dengan dampak besar. Mari kita jaga lingkungan bersama demi masa depan yang lebih hijau dan sehat!
MELISA WULANDARI
KKM Kelompok 87 UIN Malang telah melaksanakan berbagai langkah strategis dalam rangka mengatasi stunting di Desa Wringinanom sebagai bagian dari program kerja mereka. Langkah-langkah yang diambil mencakup partisipasi aktif dalam pelaksanaan Posyandu di setiap dusun desa serta penanaman tanaman obat keluarga (TOGA) di balai desa. Kegiatan Posyandu dilakukan pada tanggal 7 hingga 11 Januari 2025 di Dusun Simpar, Kunci, dan Besuki. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memantau dan mengatasi kasus stunting di desa tersebut. Kelompok 87 KKM UIN Malang turut membantu pelaksanaan Posyandu dengan memberikan edukasi dan bantuan teknis kepada masyarakat, terutama ibu-ibu yang memiliki anak balita. Selain itu, untuk pencegahan stunting, kelompok ini juga melakukan penanaman tanaman TOGA di balai desa. Enam jenis tanaman TOGA yang ditanam meliputi kunyit, lengkuas, pegagan, temulawak, jahe, dan kencur. Masing-masing jenis tanaman ditanam sebanyak 15 biji. Tanaman TOGA ini secara resmi diserahkan kepada balai desa pada tanggal 30 Januari 2025, dan mendapat sambutan positif dari kepala desa serta perangkat desa setempat. Penanaman TOGA ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, terutama dalam pencegahan stunting. Dengan memanfaatkan tanaman obat tradisional, masyarakat dapat memperoleh alternatif alami dalam menjaga kesehatan anak-anak mereka. Kepala Desa Wringinanom menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif ini, "Kami sangat berterima kasih atas bantuan dan perhatian dari KKM Kelompok 87 UIN Malang. Program ini sangat membantu desa kami dalam mengatasi masalah kesehatan, khususnya stunting, dan mendukung program kesehatan desa." Melalui program kerja ini, KKM Kelompok 87 UIN Malang berharap dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Wringinanom. Dengan pendekatan yang holistik dan berkelanjutan, diharapkan angka stunting di desa ini dapat menurun dan masyarakat dapat hidup lebih sehat.
UMI KULSUM
Kalipare, 30 Januari 2025 – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) "Ambil Peran" 125 resmi mengakhiri masa pengabdian mereka di Desa Kalipare setelah menjalani kegiatan selama 43 hari. Selama periode tersebut, mahasiswa telah berpartisipasi aktif dalam berbagai program kerja yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Berbagai bidang telah menjadi fokus utama dalam pelaksanaan program kerja KKM ini. Dalam bidang pendidikan, siswa melaksanakan kegiatan mengajar di SDN 1 Kalipare, mengadakan bimbingan belajar gratis untuk mata pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika, merevitalisasi perpustakaan desa, serta mengadakan sosialisasi pencegahan judi online. Di bidang keagamaan, mahasiswa ikut serta dalam berbagai kegiatan, termasuk kajian moderasi beragama, mengajar di TPQ Bainturrohim, serta aktif mengikuti kegiatan keagamaan masyarakat seperti muslimatan, diba'an, dan tahlilan. Sementara itu, di bidang kesehatan, mahasiswa melaksanakan sosialisasi parenting dan pencegahan stunting serta berpartisipasi dalam kegiatan posyandu guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan ibu dan anak.
AS`AD FUADI
kkmsaradhasatya Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim Malang - Universitas Islam Negri Maulana Malik Ibrahim Malang Gunungjati, Jabung -- Kelompok 20 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang tengah melaksanakan program KKM di Desa Gunungjati, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Dalam rangka menggali potensi lokal, kelompok ini melakukan kunjungan ke peternakan sapi perah milik warga setempat yang menjadi sumber utama produksi susu segar dan yogurt asli Jabung, produk unggulan yang telah dipasarkan. Kunjungan ini memberikan banyak wawasan mengenai pengelolaan sapi perah. Para mahasiswa mendapatkan informasi langsung dari pemilik sapi mengenai proses pemeliharaan hingga produksi susu. Setiap sapi perah diperah sebanyak dua kali sehari, dengan hasil produksi yang cukup mengesankan satu ekor sapi mampu menghasilkan hingga 15 liter susu per hari. Namun, terdapat fakta menarik yang ditemukan selama kunjungan tersebut. Saat sapi memasuki masa kehamilan, terutama mendekati waktu melahirkan, produksi susu menurun drastis. Hal ini disebabkan oleh perubahan fisiologis pada sapi yang membuat hasil perahan tidak optimal. Selain itu, beberapa sapi di peternakan tersebut memiliki usia cukup panjang, yaitu mencapai 6 hingga 7 tahun. Susu segar hasil perahan ini tidak hanya dikonsumsi langsung oleh masyarakat, tetapi juga dikirim ke Koperasi Unit Desa (KUD) untuk diproses lebih lanjut menjadi berbagai produk olahan, termasuk yogurt yang kini menjadi salah satu ikon produk unggulan Desa Jabung. Produk-produk ini telah merambah pasar yang lebih luas dan bisa ditemukan di swalayan seperti "Jab Mart". Melalui kegiatan ini, kelompok 20 KKM UIN Malang tidak hanya belajar tentang potensi ekonomi lokal tetapi juga menyadari pentingnya peran peternakan sapi perah dalam mendukung perekonomian desa. Harapannya, kunjungan ini tidak hanya memberikan edukasi bagi mahasiswa, tetapi juga mendorong masyarakat desa untuk terus mengembangkan inovasi dalam pengelolaan peternakan sapi perah. Dengan memanfaatkan teknologi dan inovasi dalam pengelolaan susu, produk unggulan dari Desa Gunungjati berpotensi menjadi salah satu produk susu berkualitas yang dikenal luas di Kabupaten Malang.
SINTYA SAMSIATI NABILA
Poncokusumo, Kab. Malang, 19 Januari 2024 -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Vikasa Veera 153 dari UIN Malang mengadakan kegiatan reboisasi di area sekitar Pondok Ashitameru, sebuah destinasi wisata alam yang terletak di Desa Poncokusumo, Kab. Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya penghijauan dan pelestarian lingkungan. Kegiatan ini melibatkan masyarakat setempat serta didukung oleh pemerintah desa dan berbagai organisasi lingkungan, salah satunya adalah POKDARWIS Poncokusumo. Dalam kegiatan ini, mahasiswa bersama warga menanam bibit pohon sengon yang diharapkan dapat membantu mengatasi masalah erosi tanah, meningkatkan kualitas udara, serta menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sejuk. Kegiatan ini dilakukan pada hari Minggu, 19 Januari 2024 mulai pukul 09.00. Ketua kelompok KKM, Ahmad Nurisshofa, menyampaikan bahwa kegiatan reboisasi ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam menjaga ekosistem. “Kami ingin memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Reboisasi ini diharapkan tidak hanya dilakukan sekali saja, tetapi menjadi kebiasaan yang terus berlanjut,” ujarnya. Ketua POKDARWIS, Pak Purna juga mengapresiasi inisiatif mahasiswa dalam kegiatan ini. “Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKM yang telah peduli terhadap lingkungan desa kami. Semoga ini menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk terus menjaga kelestarian alam,” ujarnya. Selain menanam pohon, mahasiswa juga mendapatkan sosialisasi mengenai pentingnya penghijauan dan cara merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Diberikan pemahaman tentang manfaat jangka panjang dari reboisasi serta bagaimana mereka dapat berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam. Setelah kegiatan reboisasi, mahasiswa mendapatkan sosialisasi mengenai teh Ashitaba, sebuah produk buatan dan hasil penanaman asli dari Pondok Ashitameru. Teh ini dikenal memiliki banyak manfaat kesehatan, di antaranya: Melindungi hati dan ginjal Mengatasi nyeri ulu hati Mengatasi tekanan darah tinggi Mengatasi sembelit Mengatasi obesitas Mengatasi diabetes Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan reboisasi dapat terus berlanjut dan menjadi kebiasaan yang melekat di masyarakat, sehingga lingkungan yang hijau dan asri dapat terwujud demi kelangsungan hidup generasi mendatang. Selain itu, sosialisasi tentang teh Ashitaba diharapkan dapat menambah wawasan pelajar dan masyarakat tentang manfaat tanaman herbal bagi kesehatan.
UTIA ALFI RAHMATIKA
Pada hari Rabu (25/2/2025), kelompok KKM 126 UIN Malang berkunjung ke kediaman Pak Yunus untuk menyaksikan secara langsung pengolahan tahu gembos miliknya. Pak Yunus tampak sedang mendidihkan air sambil menggiling sisa-sisa kacang kedelai menunjukkan kegiatan tersebut sudah dimulai dari beberapa saat yang lalu. Setelah penggilingan kacang kedelai selesai, Pak Yunus dengan telaten menumpahkan hasil penggilingan ke dalam air di gentong yang sudah mendidih. Alat-alat yang digunakan terlihat merupakan rakitan dan buatan sang empunya. Sambil menunggu sari kedelai mendidih merata, Pak Yunus bercerita bahwa ia sempat bekerja di sebuah pabrik tahu besar di Kota Malang. Pengalaman itulah yang kemudian membekalinya keahlian memproduksi tahu sampai saat ini. Walaupun begitu, pada alat-alat yang ia gunakan sekarang sangat jauh berbeda dibandingkan dengan mesin-mesin canggih khas pabrik. Hal ini lah yang menjadi tantangan utama saat Pak Yunus mulai merintis produksi tahu miliknya sendiri. "Awal-awal mencoba itu gagal terus dan berakhir jadi pakan kambing lah itu bahan-bahannya. Sampai suatu saat, saya berhasil dan sampai sekarang sudah lihai dengan tekniknya," ujar Pak Yunus penuh bangga. Usaha rumahan ini sudah berjalan lebih dari 10 tahun lamanya. Pak Yunus bersyukur tak ada rintangan ataupun kesulitan yang melanda bisnisnya. Modal minim yang dikeluarkan berhasil meraup keuntungan yang cukup besar baginya. "Kalau rintangan ya syukurnya tidak ada, hanya saja saat pandemi covid-19 melanda itu usaha ini sedikit vakum," ungkap pemilik produksi tahu gembos rumahan tersebut saat ditanya mengenai rintangan dalam menjalankan produksinya. Dalam menjalankan usahanya, Pak Yunus ditemani sang istri, Bu Warsini, yang bertugas menggorengkan hasil dari olahan kacang kedelai Pak Yunus. Selain itu, keduanya bersama-sama mendistribusikan hasil produksinya di pasar-pasar sekitar desa. "Karena saya tidak paham teknik olahnya, jadi saya membantu menggorengkan hasilnya saja," ucap Bu Warsini mengakui batas kemampuannya Produksi tahu gembos yang hampir memakan waktu lebih dari 5 jam tersebut menjadi keseharian Pak Yunus dan istri. Kelompok KKM 126 UIN malang sangat senang dapat berkesempatan mengunjungi tempat pengolahan tahu secara langsung. Selain mendapatkan wawasan pengetahuan, Teman-teman KKM juga termotivasi oleh kegigihan diri Pak Yunus selama merintis produk miliknya