CINDY ALLIYAH FITRI
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian masyarakat yang menjadi bagian dari tri dharma perguruan tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian. KKM bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah ke dalam kehidupan masyarakat. Program ini dirancang agar mahasiswa dapat memahami secara langsung berbagai dinamika sosial, budaya, dan ekonomi yang ada di masyarakat, sekaligus berkontribusi dalam menciptakan solusi bagi permasalahan yang dihadapi masyarakat desa. Selain itu, KKM juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan sosial. Pada Selasa, 24 Desember 2024, kegiatan pembukaan resmi KKM di Desa Gubugklakah diselenggarakan dengan meriah di Balai Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk perangkat desa, tokoh masyarakat, mahasiswa peserta KKM, dan dosen pembimbing lapangan. Kehadiran Sekretaris Desa dan sejumlah tokoh masyarakat memberikan kesan penting pada acara ini, menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program KKM. Suasana hangat, penuh keakraban, dan antusiasme yang tinggi mewarnai pembukaan ini, mencerminkan harapan besar semua pihak terhadap keberhasilan program yang akan berlangsung selama 40 hari. Beberapa program KKM yang akan dilaksanakan di Desa Gubugklakah untuk mendukung pembangunan desa melalui kegiatan-kegiatan yang bersifat edukatif, inovatif, dan berbasis partisipasi masyarakat. Mahasiswa akan terlibat langsung dalam pemberdayaan masyarakat, seperti pengembangan potensi lokal, peningkatan kualitas pendidikan, dan pelestarian lingkungan. Selain itu, program ini juga difokuskan pada pendampingan usaha kecil dan menengah (UMKM) lokal, yang diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian desa. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, KKM di Desa Gubugklakah diharapkan tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat tetapi juga menjadi pengalaman yang membentuk karakter dan kemampuan mahasiswa sebagai generasi muda yang peduli terhadap pembangunan bangsa.
FAUZAL AKBAR WIRAJAYA SATRIYO
Malang – Selasa (28/01/2024), mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menutup program mereka di TPQ Babul Fatah, Desa Karanganyar, Dusun Pancuran, Kecamatan Poncokusumo. Meskipun kebersamaan ini tidak berlangsung selama satu bulan penuh, mahasiswa KKM tetap meninggalkan kesan mendalam bagi para santri dan jajaran asatidz TPQ. Acara penutupan ini dihadiri oleh sekitar 40 orang, terdiri dari jajaran asatidz/asatidzah TPQ, para santri, serta tamu undangan. Kegiatan dimulai dengan pembacaan sholawat yang dipimpin oleh salah satu santri senior TPQ. Suasana khidmat terasa sejak awal, diiringi lantunan sholawat yang menggema di musholla TPQ Babul Fatah. Setelah pembacaan sholawat, acara berlanjut dengan sambutan dari beberapa perwakilan, salah satunya Ustaz Rouf selaku Ketua TPQ Babul Fatah. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada mahasiswa KKM UIN Malang atas dedikasi mereka dalam membimbing santri dan membantu kegiatan di TPQ selama program berlangsung. "Meskipun kebersamaan kita tidak berlangsung lama, tetapi kehadiran teman-teman KKM sangat berarti bagi kami. Selama beberapa waktu ini, kita telah berbagi ilmu, cerita, dan kebersamaan. Tentu ini menjadi kenangan yang sulit untuk dilupakan," ujar Ustaz Rouf dengan penuh kehangatan. Ia juga menambahkan bahwa program yang telah berjalan ini memberikan dampak positif bagi santri TPQ, terutama dalam semangat belajar dan memahami nilai-nilai keislaman dengan lebih baik. Beliau berharap kerja sama antara TPQ Babul Fatah dan mahasiswa UIN Malang dapat terus berlanjut di masa yang akan datang. Pembagian Hadiah Lomba: Momen yang Ditunggu Para Santri Setelah sesi sambutan, acara dilanjutkan dengan pembagian hadiah lomba yang telah dilaksanakan pada hari Jumat dan Sabtu sebelumnya. Berbagai perlombaan menarik telah digelar untuk meningkatkan semangat belajar santri, di antaranya Ranking 1, Lomba Hafalan Al-Qur’an, Lomba Mewarnai, Lomba Makan Biskuit, dan Lomba Tahan Tawa. Antusiasme santri terlihat jelas saat nama-nama pemenang mulai diumumkan satu per satu. Sorak sorai dan tepuk tangan menggema saat para pemenang maju ke depan untuk menerima hadiah mereka. Beberapa santri tampak sangat bahagia, bahkan ada yang langsung memeluk hadiah yang mereka terima. "Senang sekali bisa ikut lomba, apalagi dapat hadiah. Terima kasih kakak-kakak KKM," ujar salah satu santri dengan wajah ceria. Tidak hanya pemenang yang bergembira, tetapi seluruh santri TPQ Babul Fatah juga turut menikmati momen kebersamaan ini. Bagi mereka, pengalaman mengikuti lomba dan berinteraksi dengan mahasiswa KKM adalah sesuatu yang berharga. Pelepasan Simbolis dan Penyerahan Cinderamata Sebagai bagian dari prosesi perpisahan, dilakukan pelepasan simbolis mahasiswa KKM UIN Malang yang diwakili oleh Ketua Kelompok KKM 06 dan dilepas secara resmi oleh Ketua RT setempat. Dalam kesempatan ini, Ketua RT menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM dalam membimbing santri TPQ dan mendukung kegiatan keagamaan di lingkungan mereka. Selain itu, sebagai bentuk penghargaan dan kenang-kenangan, mahasiswa KKM juga menyerahkan cinderamata kepada pihak TPQ Babul Fatah. Penyerahan ini menjadi simbol dari jalinan ukhuwah yang telah terjalin selama program berlangsung. "Kami berharap meskipun program ini berakhir, silaturahmi kita tetap terjaga. Apa yang sudah teman-teman lakukan di sini sangat berarti bagi kami, dan semoga menjadi amal jariyah yang bermanfaat," kata salah satu asatidz TPQ dengan penuh haru. Momen Foto Bersama: Kenangan yang Tak Terlupakan Sebagai penutup acara, dilakukan sesi foto bersama antara mahasiswa KKM, para santri, dan jajaran asatidz TPQ. Momen ini menjadi kesempatan bagi semua pihak untuk mengabadikan kenangan yang telah terjalin selama program berlangsung. Senyum bahagia dan haru terpancar dari wajah para santri yang telah menjalin kedekatan dengan mahasiswa KKM. Bahkan, beberapa santri kecil tampak enggan berpisah, dengan berulang kali meminta untuk berfoto bersama kakak-kakak KKM yang telah mereka anggap sebagai kakak sendiri. Dengan berakhirnya program ini, mahasiswa KKM UIN Malang tidak hanya memberikan kontribusi dalam bidang pendidikan keagamaan, tetapi juga membangun jalinan ukhuwah dan kebersamaan dengan masyarakat sekitar. Harapannya, ilmu yang telah dibagikan dapat terus bermanfaat dan menjadi inspirasi bagi para santri dalam perjalanan belajar mereka ke depan. Perpisahan ini bukanlah akhir, tetapi awal dari hubungan yang lebih erat antara TPQ Babul Fatah dan mahasiswa UIN Malang. Semoga kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang, memberikan manfaat bagi lebih banyak orang dan menanamkan semangat belajar Islam yang lebih kuat di kalangan santri.
NAHDYA ZAHARA ARROHMA
Desa Sidoluhur, 31 Januari 2025 -- Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kelompok 190 yang tengah melakukan pengabdian di Desa Sidoluhur mengadakan kegiatan sosialisasi mengenai pencegahan stunting pada acara Posyandu yang digelar pada Sabtu, 18 Januari 2025 yang bertempat di posyandu Dusun Blendongan. Selain memberikan edukasi tentang pentingnya gizi seimbang, mahasiswa KKM juga mengadakan sesi praktik memasak camilan bergizi, yaitu pompom kentang, untuk ibu-ibu di dusun tersebut. Sebelum dilaksanakan sosialisasi, mahasiswa KKM terlebih dahulu membantu pelayanan posyandu seperti, menimbang, mengukur tinggi badan, dan mencatat hasil pemeriksaan. Kegiatan posyandu selesai pada pukul 09.30 WIB kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi. Salah satu anggota KKM menjadi pemateri pada kegiatan ini yakni, Nahdya Zahara dari program studi biologi. Selain itu, terdapar juga moderator yang memandu berjalannya acara yakni Firna dari program studi Teknik Informatika. Sosialisasi yang dihadiri oleh para ibu dengan balita ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi yang cukup bagi anak-anak, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan. Materi yang disampaikan mencakup pengertian stunting, dampaknya bagi perkembangan anak, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan di rumah, seperti pemberian ASI eksklusif dan makanan bergizi. Kegiatan sosialisasi ditutup dengan pembagian doorprize bagi ibu-ibu yang dapat menjawab pertanyaan yang telah disampaikan oleh pemateri. Setelah sosialisasi, acara dilanjutkan dengan sesi praktik pembuatan camilan bergizi yang mudah dibuat, yaitu pompom kentang. Camilan ini dipilih karena bahan-bahannya mudah ditemukan di sekitar rumah, dan dapat dijadikan alternatif makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi untuk anak-anak. Dalam sesi ini, mahasiswa KKM menjelaskan cara mengolah kentang yang kaya akan karbohidrat dan nutrisi lainnya, kemudian dipadukan dengan bahan seperti wortel untuk menambah kandungan gizi. "Praktik pembuatan camilan ini bertujuan untuk memberikan ibu-ibu alternatif camilan sehat yang bisa mereka buat di rumah untuk anak-anak mereka. Pompom kentang ini mengandung protein, serat, dan vitamin yang baik untuk tumbuh kembang anak," kata salah satu mahasiswa KKM yang menjadi fasilitator. Antusiasme ibu-ibu sangat tinggi saat praktik pembuatan camilan dimulai. Mereka mengikuti langkah demi langkah cara membuat pompom kentang dengan seksama. Salah seorang peserta, merasa terbantu dengan kegiatan ini. "Saya tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang stunting, tetapi juga bisa belajar membuat camilan sehat untuk anak-anak. Ini sangat bermanfaat untuk keluarga kami," ungkapnya. Setelah sesi praktik, para ibu-ibu mendapatkan kesempatan untuk mencicipi hasil camilan yang telah mereka buat. Selain itu, mereka juga diberikan informasi tambahan tentang cara mengolah makanan bergizi lainnya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak. Sosialisasi pencegahan stunting dan praktik pembuatan camilan bergizi ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para ibu di Dusun Blendongan mengenai pentingnya pemenuhan gizi yang baik untuk anak-anak mereka, serta memberikan mereka keterampilan praktis dalam menyiapkan makanan sehat yang mudah dan terjangkau.
AURELIA PUTRI FAREZA
Pada hari Senin, tanggal 23 Desember 2024, Desa Ngadirejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, menjadi saksi dari pelaksanaan acara kesenian tradisional Bantengan yang bertujuan untuk melestarikan budaya lokal dan mempererat hubungan sosial antarwarga. Acara ini dimulai pada pukul 21.00 WIB dan berlangsung hingga pukul 03.00 WIB, dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap pertunjukan ini. Kesenian Bantengan merupakan warisan budaya yang kaya akan sejarah dan makna mendalam bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya di Kabupaten Malang. Dalam pertunjukan ini, seniman lokal menampilkan pertunjukan tradisional yang menggambarkan keberanian, spiritualitas, dan keharmonisan antara manusia dan alam. Setiap kompetisi diikuti oleh musik gamelan tradisional yang semakin memperkuat suasana sakral dan estetika pertunjukan.Kesenian Bantengan memiliki akar sejarah yang dalam, diperkirakan sudah ada sejak zaman Kerajaan Singhasari. Pada masa itu, kesenian ini berfungsi keagamaan dan digunakan dalam upacara-upacara tertentu serta ritual adat. Selama masa kolonial Belanda, kesenian ini mulai berkembang dengan adanya tokoh seperti Mbah Siran yang menciptakan topeng bantengan dari tanduk banteng. Kini Bantengan telah menyebar luas ke berbagai daerah di Jawa Timur seperti Mojokerto, Malang, Batu, Lumajang, Kediri, dan Pasuruan. Pertunjukan Bantengan melibatkan dua orang pemain yang mengenakan kostum banteng besar lengkap dengan hiasan kepala tanduk. Mereka diiringi oleh kelompok musik tradisional yang memainkan alat-alat seperti kendang, gong, dan saron. Setiap pertunjukan biasanya diawali dengan ritual atau doa untuk memohon perlindungan dari roh jahat dan agar para pemain terpengaruh. Pementasan Bantengan terdiri dari tiga tahap utama: ritual nyuguh atau sandangan, pementasan (karak'an) hingga kesurupan (ndadi), dan nyuwuk yang merupakan proses memulangkan arwah leluhur ke tempat asalnya. Melalui tahapan-tahapan ini, penonton tidak hanya disuguhkan hiburan tetapi juga diajak untuk mentransmisikan makna yang terkandung dalam setiap gerakan dan lagu yang dinyanyikan. Kesenian Bantengan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan tetapi juga sebagai sarana edukasi bagi generasi muda tentang pentingnya melestarikan warisan budaya. Dalam setiap pertunjukannya, Bantengan menyampaikan pesan moral tentang persatuan, keberanian, serta pengorbanan untuk kepentingan bersama.Acara ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Selain sebagai hiburan malam hari, kesenian Bantengan juga menjadi wadah bagi warga untuk berkumpul dan mempererat silaturahmi. Masyarakat merasa bangga dapat menyaksikan pertunjukan yang melibatkan unsur-unsur budaya mereka sendiri. Melalui kegiatan ini, generasi muda diajak untuk lebih mengenal dan menghargai budaya lokal mereka serta memahami pentingnya menjaga warisan tersebut agar tetap hidup di tengah arus modernisasi yang semakin kuat.Dengan demikian, acara kesenian Bantengan di Desa Ngadirejo bukan hanya sekedar pertunjukan seni tetapi juga merupakan upaya kolektif masyarakat untuk menjaga identitas budaya mereka dan meneruskan nilai-nilai luhur kepada generasi mendatang. Dokumentasi resmi dari kegiatan ini akan menjadi dasar dalam pelaporan kegiatan serta upaya pelestarian budaya di masa mendatang. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin agar kesenian tradisional seperti Bantengan tetap hidup dan berkembang dalam masyarakat serta dapat dinikmati oleh generasi-generasi berikutnya.
HIDAYATUL FAIQ
Usia pencarian jati diri tiap orang terjadi di masa remaja. Tahap ingin mengenal diri sendiri dan keinginan untuk mencoba berbagai hal. Remaja yang dimaksud berusia 10-19 tahun. Di usia ini terdapat berbagai macam gejolak emosi dan permasalahan yang timbul. Jika tidak disikapi dengan bijak maka hal tersebut akan merugikan baik diri sendiri bahkan orang lain. Oleh karenanya, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkesempatan untuk menyelenggarakan program kerja sosialisasi pencegahan kenakalan remaja sebagai bentuk perhatian serta imbauan untuk para adik-adik sehingga mengenal dan perbuatan kenakalan tersebut bisa dihindari. Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja dilaksanakan pada hari Kamis, 23 Januari 2025. Acara tersebut merupakan bentuk progam kerja gabungan dari 3 kelompok KKM yang ada di Desa Wonorejo. Sosialisasi dihadiri oleh siswa-siswi kelas 8 SMPN 4 Singosari Satu Atap dengan total 29 siswa yang hadir, dengan mengusung tema "Mewujudkan Generasi Emas Anti Kenakalan Remaja, Siap Berkontribusi Untuk Negeri". Pemateri yang didatangkan untuk mengisi acara tersebut yakni Dicky Wicaksono yang merupakan Duta Genre Kabupaten Malang 2021. Acara sosialisasi dimulai pukul 10.00 WIB diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Sesi selanjutnya yakni sambutan-sambutan oleh ketua panitia, Dosen Pembimbing Lapangan, serta perwakilan guru kelas 8 SMPN 4 Singosari Satu Atap. Memasuki acara inti yakni penyampaian materi berupa pengenalan kenakalan remaja, faktor penyebab, hingga cara mengatasi kenakalan tersebut. Kenakalan remaja merupakan tindakan dan perilaku yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dan dilakukan oleh remaja. Contoh dari kenakalan remaja tesebut berupa tawuran, pergi tanpa pamit, berkelahi, bolos sekolah, mencuri, menonton video porno, mabuk-mabukan, bahkan lebih parahya jika sudah ditahap mengonsumsi obat-obatan terlarang. Perbuatan tersebut terjadi dikarenakan beberapa alasan yang mendasari, diantaranya berasal dari pribadi karena tidak bisa mengendalikan diri untuk menghindari perilaku nakal, kemudian terdapat pengaruh pola asuh orang tua, hingga lingkungan sekitar atau pergaulan. Cara mengatasi kenakalan remaja yang juga menjawab pertanyaan dari siswa-siswi sehingga dapat disimpulkan beberapa cara yang dapat dilakukan yakni berupa ajakan diskusi mengenai aturan dan konsekuensi, mengetahui alasan penyebab mereka melakukan hal tersebut bukan sebaliknya menghakimi, serta luangkan waktu untuk mendengarkan cerita karena terkadang di masa usia remaja membutuhkan tempat cerita, bukan solusi ataupun penilaian sepihak dari permasalahan yang dialami. Terakhir, tidak kalah pentingnya yakni menghindari pertemanan ataupun lingkungan yang memberikan pengaruh tidak baik. Diharapkan dari acara sosialisasi tersebut dapat memberikan pembelajaran penting berupa wawasan baru yang mampu memahamkan mereka terkait kenakalan remaja sehingga tidak hanya dari siswa-siswi SMPN 4 Singosari Satu Atap namun juga memberikan pengaruh positif untuk teman sebaya lainnya.
NADILA RACHMALIA KHOIRUMMAZIDA
Arjowilangun, 23 Januari 2025 — Puskesmas Kecamatan kembali mengadakan program Sosialisasi & Check-up Kesehatan Bulanan di Desa Arjowilangun pada Kamis, 23 Januari 2025. Program ini merupakan kegiatan rutin yang diadakan setiap bulan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan pencegahan penyakit. Pada kegiatan kali ini, warga mendapatkan sosialisasi tentang pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai alternatif pengobatan alami. Peserta diberikan informasi mengenai berbagai jenis tanaman herbal yang dapat digunakan untuk menjaga kesehatan serta mengobati penyakit ringan. Selain sosialisasi, dilakukan pula pemeriksaan kesehatan yang mencakup: - Pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk memantau status gizi. - Pengukuran lingkar pinggang guna mendeteksi risiko penyakit metabolik seperti diabetes dan hipertensi. - Tes gula darah untuk mengetahui potensi diabetes atau kondisi pradiabetes. - Tes kolesterol guna memantau kadar lemak dalam darah. - Tes asam urat untuk mendeteksi kemungkinan gangguan sendi akibat kadar asam urat tinggi. - Pemeriksaan penyakit lain, seperti gatal-gatal, katarak, dan keluhan kesehatan lainnya. Warga Arjowilangun menyambut baik kegiatan ini, terutama para lansia yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Salah seorang peserta mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu, terutama bagi mereka yang kesulitan mengakses layanan kesehatan. “Kami sangat terbantu dengan adanya pemeriksaan ini. Tidak perlu jauh-jauh ke puskesmas, cukup datang ke balai desa dan langsung bisa cek kesehatan,” ujar seorang warga. Tim medis dari Puskesmas Kecamatan berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin. Dengan adanya program ini, diharapkan berbagai penyakit dapat dideteksi lebih awal dan segera mendapatkan penanganan yang tepat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui layanan kesehatan yang lebih mudah diakses.