RAUDATUL NURUL INSAN
Sabtu, 25 Januari 2025,SDN 03 Gunung Jati-Mahasiswa KKM Atma Abhinaya mengadakan kegiatan mewarnai bersama siswa kelas 4 SDN 03 Gunung Jati. Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka menggantikan jam pelajaran prakarya dengan tujuan untuk menggantikan jam bimbel yang seharusnya dilaksanakan pada jam 11.00 setelah pulang sekolah, sebagai salah satu program kerja dari divisi pendidikan di kelompok tersebut. Dalam kegiatan tersebut, beberapa alat dan bahan yang dibutuhkan antara lain kain putih, cat warna, sikat gigi, kuas, daun-daunan dan kelopak bunga. Jenis-jenis dedaunan yang dibawa pada saat itu antara lain daun singkong, daun pepaya, dan daun bunga liar lainnya yang memiliki bentuk yang unik. Adapun warna yang dibawa yaitu warna kuning, merah, hijau, hitam, ungu, dan hitam. Disisi lain, penggunaan kain putih bertujuan agar warna yang digunakan dapat terlihat dan membentuk pola yang jelas. Semua alat dan bahan telah disiapkan dan dibawa oleh anggota KKM Athma Abhinaya. Adapun siswa kelas 4 hanya diminta untuk membawa dedaunan dengan bentuk yang unik dan berbeda. Proses pelaksanaan kegiatan mewarnai ini dimulai dari meletakan kain putih diatas lantai agar semua siswa kelas 4 maupun anggota KKM dapat menjangkau dan ikut serta dalam kegiatan. Setelah itu, dedaunan yang telah dibawa dari rumah masing-masing diletakkan diatas kain putih tersebut sesuai dengan bentuk yang diinginkan. Setelah semua daun diletakan, setiap siswa dan anggota KKN menorehkan warna keatas kain tersebut dengan cara meneruskan warna menggunakan kuas atau sikat gigi. Warna yang akan ditimbulkan akan membentuk titik titik kecil (bercak) di atas kain tersebut. Selain sikat gig dan kuas, para siswa juga menggunakan tangan dan denaunan yang tersisa untuk mmercikan warna ke atas kain. Hal itu dilakukan karena alat yang tersedia terbatas, sehingga siswa menggunaka cara lain untuk menorehkan warna yang sekiranya dapat menciptakan titik-titik kecil. Setelah semua area kain sudah di penuhi oleh titik-ttik warna, tahap selanjutnya yaitu mengangkat dedaunan dan kelopak bunga di atas kain tersebut. Setelah itu, kain tersebut dikeringkan dibawah sinar matahari agar warnanya tidak mudah luntur. Kain putih yang telah diwarnai ini akan digunakaan untuk menutupi lemari buku yang terletak di pojok belakang kelas. Tujuan utama dari kegiatan mewarnai ini yaitu untuk mendorong siswa agar lebih kreatif dengan menggunakan bahan dan alat sederhana yang dapat mereka temui di lingkungan sekitar mereka. Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat hubungan antara siswa-siswa SDN 03 Gunung Jati, khusunya kelas 4, dengan anggota KKM Atma Abhinaya. Hasil dari kegiatan tersebut menunjukkan bahwa semua pihak, baik dari siswa kelas 4 maupun anggota KKM merasa senang dengan adanya kegiatan tersebut. Kegiatan tersebut juga berjalan lancar dan menyenangkan.
HANIF NURKHOLIS
TPQ Al- Islami adalah salah satu Lembaga Pendidikan keagamaan di dusun Pitrang, Lembaga ini tidak hanya mengajarkan tentang baca tulis Al- Qur'an tetapi juga mendalami ilmu keagamaan lainnya seperti Nahwu, Shorof, Akhlak dan juga keilmuan lainnya. TPQ ini berdiri sejak tahun 1998 dengan jumlah 15 santri. Pada tahun 1999 jumlah santri meningkat menjadi 110 santri, Ustadz Munif selaku pimpinan TPQ mengatakan "Lembaga ini bukan hanya sekedar tempat mengajar dan belajar akan tetapi Lembaga ini juga diharapkan untuk menjadi wasilah dan perantara keberkahan dari seorang guru dalam mendidik anak-anak yang ada disekitaran dusun Pitrang". Pada tanggal 19 Januari 2025 TPQ Al-Islami mengadakan acara pentas seni dalam memeriahkan peringatan Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang dilaksanakan ba'da Maghrib. Acara tersebut menampilkan bebrapa Tarian, Puisi, Drama Musikal dan jenis Seni Lainnya. Penampilan ini diikuti oleh semua santri Al-Islami yang berkisaran 70 santriwan dan santriwati. Mahasiswa KKM Kelompok 55 UIN Malang ikut andil dalam menyukseskan acara Gebyar Pentas Seni tersebut baik dari segi proses Latihan, pembuatan konsep acara, hingga ikut dalam kepanitiaan. Gambar 2 :Dewan Guru TPQ Al-Islami Puncak acara dilaksanakan pada tanggal 20 Januari 2025 , yang diawali dengan wisuda tahunan santri TPQ. Prosesi wisuda ini merupakan bentuk apresiasi terhadap perjuangan dan ketekunan santri dalam menuntut ilmu agama. Dalam prosesi ini, para santri menerima sertifikat sebagai tanda kelulusan mereka, dan momen ini menjadi kesempatan untuk memberikan penghargaan kepada santri berprestasi yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam belajar Al-Qur'an dan ilmu agama. Setelah prosesi wisuda, acara dilanjutkan dengan peringatan Isra Miraj, sebuah momen bersejarah yang menjadi refleksi perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW. Dalam kegiatan ini, dua ulama terkemuka hadir untuk memberikan Mauidhoh Hasanah. Sebelum penyampaian Mauidhoh Hasanah, acara diawali dengan beberapa sambutan dari tokoh-tokoh penting: Sambutan pertama disampaikan Ustadz Sholeh Munir sebagai perwakilan panitia, yang memberikan ucapan selamat kepada para santri serta apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam acara ini. Kemudian dilanjutkan oleh Pak Hasan Kamituo sebagai Kepala Dusun, yang menyampaikan pesan mengenai pentingnya pendidikan agama bagi generasi muda dan peran masyarakat dalam mendukung perkembangan santri. Gambar 3 : Penyampaian Sambutan dari Dosen Pembimbing, Dr. Sutrisno, M.Pd Dr. Sutrisno, M.Pd, Dosen Pembimbing Lapangan, memeberikan sambutan yang menegaskan bahwa "tidak semua hal harus dirasionalisasikan atau dipikir secara ilmiah, tetapi banyak hal yang harus diterima dengan keyakinan dan keimanan sebagai bagian dari ajaran Islam." Setelah penyampaian sambutan-sambutan dilanjutkan dengan acara inti yaitu Mauidhoh Hasanah oleh: K.H. Ghozin Ali Wafa, yang menyampaikan materi tentang pentingnya mengambil ridho dan berkah kedua orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menekankan bahwa kesuksesan seseorang di dunia dan akhirat tidak terlepas dari doa dan restu orang tua. Gambar 4 : Penyampaian Mauidhoh oleh Ustadz Mahfudin Penyampaian Mauidhoh selanjutnya disampaikan oleh Ustadz Mahfudin dari Pagelaran Malang, yang membahas perjalanan Nabi Muhammad SAW dalam Isra Miraj serta hikmah di balik peristiwa tersebut. Ceramah ini menggali lebih dalam tentang bagaimana peristiwa tersebut menjadi landasan kewajiban shalat lima waktu bagi umat Islam. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Gebyar Pentas Seni, Wisuda TPQ Al-Islami dan Kajian Keagamaan dalam Rangka Memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkmabhiyasa2911/6797ae91c925c44ad6437292/gebyar-pentas-seni-wisuda-tpq-al-islami-dan-kajian-keagamaan-dalam-rangka-memperingati-isra-mi-raj-nabi-muhammad-saw?page=all#goog_rewarded Kreator: Kkmabhiyasa
FARROS ASADUDIN MILZAM
Pada tanggal 24 Desember 2024, tim KKM kami berkesempatan mengunjungi Wonosantri, sebuah perkumpulan berbasis di Dusun Bodean Krajan, Desa Toyomarto, Singosari, Kabupaten Malang. Kunjungan ini memberikan wawasan yang mendalam tentang kiprah Wonosantri sebagai motor penggerak pemberdayaan masyarakat di bidang sosial, lingkungan, dan ekonomi. Di sana, kami bertemu dengan Bapak M. Ali Machrus, Sekretaris Umum Wonosantri, yang berbagi cerita tentang sejarah, visi, dan program-program yang telah dan sedang dijalankan. Wonosantri berasal dari kata "Wono" yang berarti hutan, dan "Santri" yang menggambarkan individu dengan semangat belajar dan keikhlasan untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Didirikan dengan legalitas formal sejak tahun 2020 melalui Keputusan Kementerian Hukum dan HAM RI, Wonosantri kini memiliki anggota aktif sebanyak 153 keluarga dengan luas lahan garapan mencapai 133 hektare. Fokus utamanya meliputi kegiatan pertanian, konservasi alam, edukasi, hingga pengembangan pariwisata berbasis masyarakat. Motto mereka, "Ikhtiar sebagai Doa Lahiriyah dan Doa sebagai Ikhtiar Batiniah," menjadi landasan setiap langkah yang diambil. Wonosantri tidak hanya menjadi wadah untuk kolaborasi lokal tetapi juga membuka diri terhadap kemitraan dengan institusi nasional dan internasional untuk mendukung kemajuan komunitas. Wonosantri menjalankan berbagai program inovatif yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat. Salah satu fokus utamanya adalah pengelolaan kopi, mulai dari budidaya, pascapanen, hingga pengolahan dan pemasaran. Produk unggulan mereka adalah Kopi Arabika Specialty dengan merek "Le Mar" (Lembah Arjuno), yang telah mendapatkan pengakuan di tingkat nasional. Selain itu, mereka juga memproduksi kopi robusta dan arabika untuk pasar lokal. Program "Edukopi" menjadi salah satu inisiatif unggulan Wonosantri. Program ini dirancang untuk memberikan edukasi tentang kopi dari hulu ke hilir, termasuk pelatihan, praktik, dan wisata edukasi. "Edukopi" telah menarik perhatian akademisi, mahasiswa magang, serta pelaku industri dari dalam dan luar negeri, termasuk negara seperti Jerman, Australia, dan Malaysia. Selain itu, Wonosantri juga aktif dalam kegiatan konservasi lingkungan, seperti penanaman pohon untuk menjaga kelestarian alam di sekitar Desa Toyomarto. Kolaborasi dengan komunitas pemuda setempat, seperti PAC GP Ansor Singosari dan Remaja Masjid Jami' Toyomarto, turut memperkuat program-program lingkungan yang mereka jalankan. Kunjungan kami mengungkap bagaimana Wonosantri menjadi penggerak utama dalam mengembangkan potensi lokal. Salah satu daya tarik utama adalah keberhasilan mereka mengintegrasikan pengelolaan sumber daya alam dengan pemberdayaan masyarakat. Program "Edukopi" misalnya, tidak hanya berfungsi sebagai media pembelajaran tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan pendapatan komunitas melalui sektor pariwisata. Namun, Wonosantri juga menghadapi tantangan, seperti keterbatasan infrastruktur untuk mendukung pengolahan kopi skala besar dan perlunya perluasan jaringan pemasaran. Kendati demikian, semangat kolaborasi mereka dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa dan lembaga akademik, menjadi kekuatan yang membantu mengatasi hambatan tersebut. Rencana mereka untuk membentuk koperasi menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan usaha dan meningkatkan skala produksi. Dengan koperasi, Wonosantri berharap dapat lebih terorganisasi dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Wonosantri telah mengukir berbagai prestasi yang membanggakan. Di antaranya adalah: Juara 1 Lomba Wana Lestari Tingkat Nasional Kategori Kelompok Tani Hutan (2023). Juara 1 Lomba Kinerja Kelompok Tani Hutan Terbaik Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur (2023). Nilai cupping tertinggi nasional pada acara William Edition X SUJI (2021). Juara ke-3 lelang kopi tertinggi nasional kategori Arabika Specialty oleh Specialty Coffee Association of Indonesia (2018). Prestasi ini menjadi bukti nyata komitmen Wonosantri dalam menjaga kualitas produk dan keberlanjutan lingkungan. Wonosantri mengajarkan bahwa pemberdayaan masyarakat tidak hanya tentang memberikan bantuan tetapi juga menciptakan ekosistem yang mendukung kemandirian. Dengan memanfaatkan potensi lokal, Wonosantri berhasil membangun komunitas yang tidak hanya mandiri secara ekonomi tetapi juga peduli terhadap lingkungan dan pendidikan. Kunjungan ini memberikan pelajaran penting bagi kami sebagai mahasiswa. Kami menyadari bahwa perubahan besar dapat dimulai dari langkah kecil, seperti yang dilakukan oleh Wonosantri. Kami berharap, semangat dan dedikasi mereka dapat menjadi inspirasi bagi UMKM lain di Indonesia untuk terus berinovasi dan memberdayakan masyarakat sekitar.
NAILIS SYIFA NURIS SALMA
Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali melaksanakan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) untuk tahun akademik 2024/2025, yang dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Seperti tahun sebelumnya, tema KKM kali ini mencakup “Moderasi Beragama, Pencegahan Stunting, Kemiskinan Ekstrim, dan Parenting.” Dalam program ini, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat desa serta mengoptimalkan potensi lokal. Kelompok KKM 75 Ditempatkan di Desa Jambesari, khususnya di Dusun Pabrikan, yang terdiri dari 13 anggota. Mereka mengikuti upacara pelepasan KKM Reguler, Mandiri Integritas, dan Internasional di lapangan utama UIN Malang pada 19 Desember 2024. Acara peluncuran tersebut dihadiri lebih dari 4.000 mahasiswa dan Dosen Pendamping Lapangan (DPL), dimulai pukul 07.00 hingga 09.00 WIB. Rangkaian acara meliputi nyanyian Kebangsaan Indonesia Raya dan Padamu Negeri, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serta berbagai pimpinan kampus. Penyematan atribut oleh perwakilan dari masing-masing kecamatan menandakan kesiapan siswa untuk melaksanakan pengabdian. Acara ditutup dengan doa dan pelepasan balon ke udara sebagai simbol resmi dimulainya kegiatan KKM UIN Malang dalam pengabdian kepada masyarakat.
AMALIATUL KHASANAH
Mengukir Kisah Kebersamaan di TPQ Al-Hidayah: Peringatan Isra Mi'raj dan Perpisahan yang Penuh Makna oleh KKM 186 Pada tanggal 25 Januari 2025, kelompok KKM 186 mengadakan acara puncak yang menggabungkan peringatan Isra Mi'raj, pembagian hadiah lomba, serta acara perpisahan di TPQ Al-Hidayah. Kegiatan ini dirancang untuk memperingati salah satu peristiwa besar dalam sejarah Islam, memberikan apresiasi kepada santri TPQ atas prestasi mereka, dan menjadi ungkapan rasa terima kasih atas kebersamaan kami selama lebih dari satu bulan mengajar di TPQ tersebut. Acara dimulai dengan istighotsah bersama yang dipimpin oleh Bapak Khairul Anam, selaku pengasuh TPQ. Suasana sore itu sangat khidmat, dengan lantunan zikir dan doa yang diikuti oleh para santri, pengurus TPQ, orang tua, dan anggota kelompok KKM 186. Istighotsah ini menjadi pembuka yang penuh makna, mengingatkan semua yang hadir untuk bersyukur atas nikmat Allah SWT dan memohon keberkahan dalam acara yang akan dilangsungkan. Pembukaan oleh mc Setelah istighotsah, acara dilanjutkan dengan pembukaan oleh MC dari kelompok KKM 186. MC memberikan pengantar mengenai rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan untuk memperingati Isra Mi'raj. Suasana semakin khusyuk ketika salah satu anggota kelompok kami, Khusnul Amalia, membacakan ayat suci Al-Qur'an. Lantunan ayat suci yang merdu tersebut memenuhi ruangan, memberikan ketenangan dan keberkahan bagi semua yang hadir. Berikutnya, sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Yayasan Al-Hidayah, Bapak Khairul Anam, S.Pd.I, M.M. Dalam sambutannya, beliau mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kontribusi kelompok KKM 186 yang telah memberikan dampak positif bagi pendidikan di TPQ. Beliau juga menyampaikan harapan agar kebersamaan ini dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak untuk terus memajukan TPQ Al-Hidayah. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua KKM 186, Zam Zam Nur Jaman. Dalam pidatonya, Zam Zam mengungkapkan kebanggaan dan rasa syukur karena telah diberi kesempatan untuk menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di TPQ ini. Ia juga menyampaikan harapan agar apa yang telah dilakukan oleh kelompok kami dapat membawa manfaat jangka panjang bagi para santri. Proses potong tumpeng oleh bapak pengasuh dengan ketua kelompok 186 Momen yang paling ditunggu oleh para santri adalah pembagian hadiah lomba. Sebelumnya, berbagai lomba telah diadakan, seperti lomba mewarnai untuk kelas Isti'dad dan Jilid 1, lomba doa harian dan surat-surat pendek untuk kelas Jilid 2, serta lomba fashohah untuk kelas Jilid 3. Nama-nama pemenang diumumkan dengan penuh semangat, dan para santri yang menang maju ke depan untuk menerima hadiah. Melihat wajah ceria para santri saat menerima penghargaan, kami merasa semua usaha dalam menyiapkan lomba ini terbayar lunas. Kami berharap hadiah ini tidak hanya menjadi apresiasi, tetapi juga motivasi bagi mereka untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan. Pembagian Hadiah Pemenang lomba Setelah pembagian hadiah, acara berlanjut dengan prosesi penyerahan sertifikat penghargaan dari TPQ Al-Hidayah kepada kelompok KKM 186. Penyerahan ini menjadi simbol apresiasi dari pihak TPQ atas dedikasi yang telah kami berikan selama lebih dari satu bulan mengajar di TPQ. Prosesi ini mengingatkan kami bahwa sekecil apa pun kontribusi yang diberikan, dapat memberikan dampak yang berarti bagi orang lain. Acara dilanjutkan dengan prosesi potong tumpeng yang dilakukan oleh Bapak Khairul Anam sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas keberkahan yang telah diberikan selama kebersamaan kami. Potong tumpeng ini juga menjadi simbol perpisahan yang penuh haru, menandai akhir dari masa bakti kami di TPQ Al-Hidayah. Sebagai penutup, acara diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Bapak Khairul Anam. Doa ini menjadi penutup yang penuh makna, mengiringi harapan agar segala kegiatan yang telah dilakukan membawa manfaat dan keberkahan bagi semua pihak, terutama bagi santri dan pengurus TPQ. Pembagian piala oleh bapak pengasuh Acara ini tidak hanya menjadi momen perpisahan, tetapi juga pembelajaran berharga bagi kami. Selama lebih dari satu bulan, kami belajar tentang pentingnya pengabdian, kerja sama, dan dedikasi dalam dunia pendidikan. Para santri mengajarkan kami tentang semangat belajar, sementara para pengurus TPQ memberikan teladan tentang pentingnya keikhlasan dalam mendidik generasi muda. Kelompok KKM 186 merasa bangga telah menjadi bagian dari perjalanan pendidikan di TPQ Al-Hidayah. Kami berharap hubungan baik yang telah terjalin dapat terus terjaga, dan semoga apa yang telah kami lakukan dapat memberikan manfaat besar bagi para santri dan lingkungan TPQ. Acara ini menjadi penutup yang indah, sekaligus awal dari harapan untuk masa depan yang lebih baik. https://www.kompasiana.com/farrosasadudinmilzam7063/679733faed641502dc70f132/mengukir-kisah-kebersamaan-di-tpq-al-hidayah-peringatan-isra-mi-raj-dan-perpisahan-yang-penuh-makna-oleh-kkm-186
RAMA KSATRIANING SUKMA
Program "Sahabat Bumi" yang diadakan di ​​​​MI Mambaul Hidayah, Dusun Dumpul, Desa Sidorejo, Jabung, merupakan sebuah kegiatan yang dilaksanakan dengan memberikan sosialisasi kepada adik-adik MI khusunya kelas 4 dan 5 mengenai daur ulang sampah dan cara membedakan sampah organik dan anorganik. Kegiatan ini juga mengadakan lomba menghias media tanam dari pot sekreatif mungkin. Adik-adik dari MI Mambaul Hidayah sangat menyukai kegiatan ini karena mereka bisa mengecat sesuka mereka dan menanam bibit tanaman yang mereka suka di pot dari botol bekas tersebut. Kegiatan ini diadakan selama dua hari dan berjalan dengan lancar serta kondusif berkat bantuan para guru dan kerja sama dari adik-adik MI Mambaul Hidayah.