Thumbnail
2 years ago
Perayaan Tahun Baru Bersama Warga Dusun Wates Rayon III Desa Wonomulyo : Harmoni Kemeriahan dan Kebersamaan

MUHAMMAD AFANDI NUR RAHMAN

Malam pergantian tahun kali ini terasa begitu istimewa karena kami lakukan di Dusun Wates, Desa Wonomulyo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 85 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi momen yang membawa keceriaan sekaligus mempererat hubungan antara warga dan para teman teman mahasiswa.  Bertempat di sebuah waduk irigasi sekaligus tempat pemancingan yang dikelilingi persawahan dan rumah rumah warga yang asri, perayaan dimulai dengan persiapan sederhana namun sangatlah penuh makna. Tenda-tenda kecil didirikan, dan warga berkumpul bersama mahasiswa, berbagi cerita sambil menikmati suasana malam.   Beberapa ibu menyiapkan jamuan makanan tradisional dan temen temen mahasiswa menyiapkan sajian jagung bakar juga bermacam macam aneka makanan dalam bentuk grill. Salah satu highlight malam itu adalah sesi karaoke yang diikuti oleh warga dari berbagai usia. Dengan iringan musik yang sederhana, warga bergantian menyumbangkan suara mereka. Tawa dan tepuk tangan meriah terdengar setiap kali seseorang selesai bernyanyi. Tidak hanya hiburan, momen ini juga menjadi sarana untuk menjalin keakraban antarwarga dan mahasiswa kelompok 85. Sebagai penutup acara, warga dan teman teman mahasiswa mengadakan doa bersama. Dipimpin oleh sesepuh desa, doa tersebut menjadi simbol harapan akan tahun yang lebih baik, penuh berkah, dan kebahagiaan untuk semua. Kemudian di akhir i dengan menyalakan kembang api besar secara bersamaan tepat di waktu malam pergantian tahun 2024 menuju tahun 2025.  

Thumbnail
2 years ago
Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa UIN Malang di Desa Arjowilangun

IKA SHINTA RAHMAWATI

Dalam rangka pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) menempatkan 2 kelompok KKM di Desa Arjowilangun Kecamatan Kalipare. Pembukaan KKM UIN dilaksanakan pada hari jumat 20 Desember 2024 di Balai Desa Arjowilangun. Kegiatan pembukaan dihadiri langsung oleh Kepala Desa dan Perangkat Desa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), dan 24 mahasiswa KKM yang terdiri dari kelompok 131 dan Kelompok 61. Abdul Aziz, M.HI selaku DPL KKM Kelompok 131 Dalam Berbagainya menyampaikan mohon bimbingan kepada bapak kades dan jajaran untuk kelompok KKM UIN, mereka terlihat sempurna secara fisik namun masih butuh belajar bermasyarakat melalui program KKM. Ini adalah KKM yang sebenarnya karena jauh dari kampus. Silakan laksanakan KKM sebaik mungkin sapa warga dan buktikan teori di kampus karena masyarakat adalah lab yang sebenarnya, ungkap Dr. Fakhruddin, M.HI dari DPL KKM Kelompok 131. Kuswianto Kepala Desa Arjowilangun dalam Berbagai macam menyampaikan Terimakasih karena melakukan KKM di Desa Arjowilangun, KKM disini dari berbagai macam jurusan, dengan berbagai macam jurusan maka adaptasinya akan macam-macam. Dengan perbedaan itu akan menemukan titik keindahan. Karena KKM selama 40 hari semoga doa-doanya bisa seperti wali. Mudah-mudahan krasan dan tidak ada yang sakit selama KKM di Desa Arjowilangun, tetap jaga norma kesopanan selama KKN di Desa Arjowilangun. KKM UIN akan berlangsung mulai dari tanggal 20 Desember 2024 sampai dengan 31 Januari 2025 di tempatkan di 2 dusun yaitu di Dusun Pangganglele dan Dusun Lodalem. KKM UIN reguler ini mengusung tema stunting, parenting, kemiskinan ekstrem dan moderasi beragama. Pembukaan KKM UIN diresmikan dengan penyematan jas almamater kepada perwakilan kelompok KKM.

Thumbnail
2 years ago
Sosialisasi Parenting dan Cegah Stunting Di Desa Sumberpetung: Program Kolaborasi Kelompok KKM 126 dan 56 UIN Malang

ALIF VIVIANA

Kelompok KKM 126 dan 56 UIN Malang sukses menggelar sosialisasi dengan tema Parenting dan Stunting di Balai Dusun Banduarjo, Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare. Sosialisasi tersebut berlangsung tepat setelah agenda rutinan PKK berupa pelayanan posyandu. Tidak hanya dihadiri oleh para ibu di desa Sumberpetung, namun kegiatan sosialisasi tersebut juga turut dihadiri langsung oleh kepala desa Sumberpetung, Bapak Hamim Achmad, beserta perangkat desa lainnya. Kegaitan sosialisasi dibuka dengan hangat oleh sambutan dari Kepala Desa selaku tamu undangan. Dalam sambutannya, Hamim memaparkan terkait urgensi dari diadakannya sosialisasi tersebut di Desa Sumberpetung, khususnya. Walaupun fenomena stunting tidak banyak terjadi di desa tersebut, namun pencegahan dini tetap diperlukan. Sosialisasi tersebut juga mengundang dua pemateri yang menguasai bidang pola asuh dan pola makan anak. Materi terkait pola asuh anak atau parenting disampaikan oleh Yully Astutik sebagai pemateri pertama. Penyampaiannya yang interaktif berhasil membangunkan antusias audiens. Melalui sosialisasi tersebut, Yully menegaskan pentingnya pola asuh seorang ibu sebagai sekolah pertama bagi anak. Tak berhenti disitu, materi cegah stunting selanjutnya disampaikan oleh ahli gizi Ayu C. Hermawati sebagai pemateri kedua. Materi ini cukup unik dikarenakan pemateri tidak hanya berbagi ilmu terkait stunting saja, namun juga berbagi menu-menu makanan untuk anak yang bervariasi tapi tetap sehat. Lebih dari itu, Ayu langsung mempraktikan proses dan cara memasak beberapa menu dengan bahan yang sama. Ayu juga tak sungkan untuk mempersilakan siapapun diantara para ibu yang ingin mencoba memasaknya secara langsung di hadapan para audiens lainnya. Hal tersebut pun tentu memantik semangat mereka yang tertarik untuk mencobanya. Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan lancar sampai waktu menjelang tengah hari. Pembawa acara berinisiatif untuk mengakhiri acara dengan sesi tanya jawab berhadiah. Untuk kesekian kalinya, para audiens tergugah untuk menyimak sisa kegiatan tersebut. Tak disangka, banyak diantara audiens yang berhasil menjawab pertanyaan dari pembawa acara dengan cepat dan tepat. Hal ini menunjukkan bahwa para ibu yang hadir di dalam sosialisasi telah menyimak materi yang disampaikan dengan baik. Melalui kegiatan sosialisasi Parenting dan Stunting yang diadakan oleh kelompok KKM 126 dan 56 di Desa Sumberpetung, diharapkan adanya penurunan angka stunting dan krisis parenting pada anak-anak bangsa ini. Karena bangsa yang hebat dimulai dari generasi yang sehat dan kuat.    

Thumbnail
2 years ago
Bakti Sosial Santunan Anak Yatim dan Piatu di Dusun Robyong oleh Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 15 dan 155

HANA JAZILATUN NAFISAH

Bakti Sosial Santunan Anak Yatim dan Piatu di Dusun Robyong oleh Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 15 dan 155 Malang, 27 Januari 2025 -- Suasana haru dan kebahagiaan menyelimuti acara bakti sosial santunan anak yatim dan piatu yang diselenggarakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang Kelompok 15 dan 155. Kegiatan ini berlangsung pada Senin sore di Aula Masjid Bitussalam setempat dengan dihadiri oleh warga, tokoh masyarakat, serta puluhan anak yatim dan piatu. Acara yang mengusung tema "Bersama Kita Berbagi, Bersama Kita Peduli" ini bertujuan untuk memberikan santunan berupa snack dan uang tunai kepada 24 anak yatim dan piatu yang berasal dari Dusun Robyong. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wujud kepedulian sosial mahasiswa KKM UIN Malang terhadap masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan dukungan. Acara dimulai dengan pembacaan istighosah yang dipimpin oleh warga setempat kemudian dilanjut sambutan dari Ketua Lembaga Yatim Piatu Dusun Robyong, Bapak Didik Hariyanto, yang menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi. "Kami sangat bersyukur atas terselenggaranya acara ini. Semoga bantuan yang diberikan dapat meringankan beban adik-adik kita yang membutuhkan dan menjadi ladang pahala bagi semua pihak yang terlibat. Lembaga ini berdiri sekitar 12 tahun. Awal berdirinya Lembaga ini secara tidak sengaja saya dirikan bersama teman-teman saya saat semester akhir. Saya mengira acara ini hanya acara bulanan saja, tapi alhamdulillah acara ini menjadi acara rutinan yang selalu di adakan di dusun Robyong ini" Kata Bapak Didik Dilanjutkan dengan sambutan dari Koordinator Mahasiswa KKM Kelompok 15 dan 155, Mukti Ferdiansyah Faqih, yang mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. "Kami berharap kegiatan ini bisa membawa kebahagiaan untuk anak-anak yatim dan piatu. Selain itu, ini juga menjadi pengalaman berharga bagi kami dalam belajar memberikan manfaat kepada sesama," kata Mukti Sebelum acara berakhir, santunan diserahkan kepada anak yatim dan piatu diiringi dengan lantunan mahalul qiyam. Doa bersama menjadi penutup kegiatan, diiringi harapan agar acara serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi momen berbagi kebahagiaan, tetapi juga mempererat hubungan antara lembaga masyarakat, mahasiswa, dan warga Dusun Robyong. Semoga semangat gotong-royong ini dapat menginspirasi banyak pihak untuk terus peduli dan berbagi kepada mereka yang membutuhkan.

Thumbnail
2 years ago
Kelompok 184 KKM UIN Malang Gelar Sosialisasi Parenting bersama Wali Murid KB At-Taqwa dengan Tema "Optimalisasi Peran Orang Tua di Masa Golden Age"

SALMA SALIMATUL AQIDAH

Malang, 26 Januari 2025 - Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 184 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar sosialisasi parenting bersama wali murid KB At-Taqwa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua tentang peran mereka dalam mendukung perkembangan anak di masa emas, yakni usia 0-12 tahun. Acara yang berlangsung di Balai Desa Langlang ini menghadirkan pemateri dari dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) UIN Malang, Ibu Ratna Nulinnaja, M.Pd.I. Dalam paparannya, beliau menekankan bahwa masa keemasan merupakan masa emas dalam perkembangan anak yang sangat mempengaruhi kecerdasan, emosi, dan kepribadian mereka di masa depan. Menurut Ibu Ratna, perkembangan otak anak pada usia 0-6 tahun mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Oleh karena itu, orang tua harus berperan aktif dalam menstimulasi anak melalui interaksi yang berkualitas. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan kasih sayang, mendukung eksplorasi anak, serta menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembangnya. Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa masa keemasan terbagi dalam beberapa tahap perkembangan: • Masa Bayi (0-3 tahun): Anak mulai mengenali lingkungan sekitarnya, membutuhkan perhatian penuh dari orang tua, serta diberikan stimulasi sensorik dan motorik. • Masa Prasekolah (4-6 tahun): Anak mulai mengembangkan kemampuan berpikir, daya ingat, dan interaksi sosial. • Masa Sekolah Dasar (7-12 tahun): Fokus utama pada pengembangan intelektual, kontrol emosi, dan kemandirian. Dalam sosialisasi ini, Ibu Ratna juga membagikan berbagai strategi bagi orang tua agar dapat mendukung perkembangan anak secara optimal. Beberapa di antaranya adalah: 1. Komunikasi yang Efektif - Orang tua perlu mendengarkan dan memahami kebutuhan anak serta membangun hubungan positif melalui komunikasi terbuka. 2. Edukasi dan Stimulasi - Menggunakan metode pembelajaran yang menyenangkan seperti membaca buku, bermain edukatif, serta mengajarkan disiplin dan tanggung jawab sejak dini. 3. Dukungan Emosional - Memberikan pujian yang tulus, mengajarkan anak mengelola emosi, serta menciptakan lingkungan yang penuh kasih sayang. 4. Pembatasan Teknologi - Membatasi penggunaan gawai dan lebih banyak melibatkan anak dalam aktivitas fisik maupun interaksi sosial langsung. 5. Menjadi Teladan - Orang tua harus menjadi contoh dalam menunjukkan nilai-nilai positif, seperti kejujuran, empati, dan kerja keras. Sosialisasi ini mendapat respon positif dari para wali murid yang hadir. Mereka mengapresiasi materi yang disampaikan serta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan untuk mendukung pendidikan dan perkembangan anak sejak usia dini. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para orang tua dapat lebih memahami pentingnya peran mereka dalam membentuk karakter dan potensi anak sejak dini, sehingga dapat mencetak generasi yang cerdas, berakhlak, dan mandiri.

Thumbnail
2 years ago
Pelepasan KKM UIN Malang Tahun 2024/2025 KKM 75 : "Dari Penyematan Hingga Balon Terbang, Siap Mengabdi Di Desa" Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Pelepasan KKM UIN Malang Tahun 2024/2025 KKM 75 : "Dari Penyematan Hingga Balon Ter

M. DWI RIZKI ADITYA

Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali melaksanakan program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) untuk tahun akademik 2024/2025, yang dikoordinasikan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M). Seperti tahun sebelumnya, tema KKM kali ini mencakup “Moderasi Beragama, Pencegahan Stunting, Kemiskinan Ekstrim, dan Parenting.” Dalam program ini, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat desa serta mengoptimalkan potensi lokal.    Kelompok KKM 75 Ditempatkan di Desa Jambesari, khususnya di Dusun Pabrikan, yang terdiri dari 13 anggota. Mereka mengikuti upacara pelepasan KKM Reguler, Mandiri Integritas, dan Internasional di lapangan utama UIN Malang pada 19 Desember 2024.    Acara peluncuran tersebut melibatkan lebih dari 4.000 mahasiswa dan Dosen Pendamping Lapangan (DPL), dimulai pukul 07.00 hingga 09.00 WIB. Rangkaian acara meliputi nyanyian Kebangsaan Indonesia Raya dan Padamu Negeri, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, serta berbagai pimpinan kampus. Penyematan atribut oleh perwakilan dari masing-masing kecamatan menandakan kesiapan siswa untuk melaksanakan pengabdian. Acara ditutup dengan doa dan pelepasan balon ke udara sebagai simbol resmi dimulainya kegiatan KKM UIN Malang dalam pengabdian kepada masyarakat.