SYAHDA ANZILA IN`AMIL MAULA
Ditulis oleh: Syahda Anzila In’amil Maula Sarana kemasyarakatan merupakan salah satu program kerja yang diadakan oleh KKM 127 Shankara UIN Malang di Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare. Program ini berfokus pada pengembangan infrastruktur desa guna menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertata, dan aman bagi masyarakat. Dengan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kesadaran akan pentingnya fasilitas umum, program ini melibatkan berbagai elemen masyarakat untuk turut serta dalam pembangunannya. Program sarana kemasyarakatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan di Desa Sukowilangun melalui penyediaan fasilitas yang mendukung kebersihan, estetika, dan keselamatan masyarakat. Tiga program utama yang dijalankan dalam proyek ini meliputi: 1. Pembuatan Tong Sampah Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat mencemari lingkungan dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan. Oleh karena itu, KKM 127 Shankara menginisiasi program pembuatan dan distribusi tong sampah di beberapa titik strategis desa. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan masyarakat lebih disiplin dalam membuang sampah pada tempatnya serta meningkatkan budaya kebersihan. 2. Pembangunan Gapura Desa Gapura merupakan simbol identitas dan kebanggaan suatu desa. Dengan adanya gapura yang layak dan menarik, Desa Sukowilangun dapat memiliki wajah baru yang lebih estetik dan menyambut siapa pun yang berkunjung ke desa ini. Pembangunan gapura ini melibatkan tenaga kerja dari masyarakat setempat guna meningkatkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum desa mereka. 3. Pemasangan Plang Titik Kumpul Keamanan masyarakat menjadi prioritas dalam program ini. Oleh karena itu, pemasangan plang titik kumpul di beberapa lokasi penting bertujuan untuk memberikan petunjuk evakuasi bagi warga dalam situasi darurat seperti bencana alam atau kebakaran. Dengan adanya plang ini, masyarakat dapat lebih mudah mengetahui tempat berkumpul yang aman sehingga dapat mengurangi risiko kecelakaan saat evakuasi. Program sarana kemasyarakatan ini memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat Desa Sukowilangun, antara lain: Meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Memperindah wajah desa dengan adanya gapura yang estetis. Meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi keadaan darurat. Mempererat kebersamaan dan gotong royong dalam pembangunan desa. Keberhasilan program ini tidak lepas dari peran aktif masyarakat Desa Sukowilangun. Dengan melibatkan warga dalam setiap tahap pelaksanaan, mulai dari perencanaan hingga eksekusi, program ini dapat berjalan dengan lancar dan memberikan dampak jangka panjang bagi desa. Semangat gotong royong yang terjalin dalam kegiatan ini juga semakin mempererat hubungan antarwarga. Kesimpulan Sarana kemasyarakatan adalah langkah nyata KKM 127 Shankara dalam berkontribusi untuk kemajuan Desa Sukowilangun. Dengan adanya tong sampah, gapura desa, dan plang titik kumpul, masyarakat mendapatkan fasilitas yang mendukung kehidupan sehari-hari. Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat dapat menciptakan perubahan positif bagi lingkungan sekitar. Mari terus menjaga dan memanfaatkan fasilitas yang telah dibangun demi kesejahteraan bersama!
SITI NOER AFIFAH
Ditulis oleh: Siti Noer Afifah Program Penyuluhan UMKM merupakan salah satu program kerja yang diinisiasi oleh mahasiswa dalam rangka mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare. Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing UMKM dengan memberikan edukasi mengenai strategi branding, penentuan harga jual yang tepat, serta penerapan transaksi digital melalui QRIS. Penyuluhan ini menghadirkan tiga pemateri yang merupakan mahasiswa UIN Malang dengan keahlian di bidangnya masing-masing, yaitu: 1. Habib Rizik Shihab: Branding Produk 2. Siti Noer Afifah: Penentuan Harga Jual 3. Amalia Rochmatul Iza: Penyuluhan QRIS Materi yang Disampaikan yaitu: Branding Produk (Habib Rizik Shihab)Branding produk menjadi aspek penting dalam meningkatkan daya tarik dan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM. Dalam penyuluhan ini, peserta dibekali dengan pemahaman mengenai: - Identitas merek dan cara membangun citra yang kuat - Strategi pemasaran melalui media sosial - Pentingnya kemasan dan desain logo yang menarik Penentuan Harga Jual (Siti Noer Afifah)Menentukan harga jual yang tepat adalah faktor kunci dalam keberlanjutan usaha. Beberapa poin penting yang disampaikan dalam sesi ini meliputi: - Cara menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) - Penentuan margin keuntungan yang ideal - Strategi penetapan harga jual Penyuluhan QRIS (Amalia Rochmatul Iza)Di era digital, transaksi nontunai semakin diminati oleh masyarakat. Oleh karena itu, penggunaan QRIS menjadi solusi yang efektif bagi pelaku UMKM. Dalam sesi ini, peserta diberikan pemahaman mengenai: - Pengertian dan manfaat QRIS bagi UMKM - Cara mendaftar dan menggunakan QRIS - Keamanan dan keunggulan transaksi digital Melalui program ini, diharapkan para pelaku UMKM di Desa Sukowilangun dapat mengembangkan usaha mereka dengan lebih baik, meningkatkan daya saing di pasar, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital. Dengan adanya branding yang kuat, strategi harga yang tepat, dan kemudahan transaksi melalui QRIS, UMKM dapat lebih berkembang dan berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian desa. Program ini mendapat respons positif dari para peserta yang merasa lebih siap dalam menghadapi tantangan bisnis. Ke depan, diharapkan adanya pendampingan lanjutan agar ilmu yang telah diberikan dapat diimplementasikan dengan optimal dalam usaha mereka.
JANGGI DUSAT HADI ABDUL WADUD
Pada Kamis, 23 Januari 2025, pukul 15.00 WIB, bertempat di Kopi Taji, Desa Taji, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang kelompok 29 menggelar pelatihan affiliate marketing. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi pemuda desa, khususnya yang berada di RT 3, RT 4, dan RT 5. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada para pemuda Desa Taji dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital melalui affiliate marketing. Dalam era digital saat ini, affiliate marketing menjadi salah satu strategi bisnis yang efektif untuk meningkatkan pendapatan tanpa memerlukan modal besar. Mahasiswa KKM kelompok 29 berinisiatif menyelenggarakan program ini untuk mendorong kemandirian ekonomi di kalangan pemuda desa. cara ini diawali dengan pembukaan oleh Janggi Dusat H.A.W, yang bertindak sebagai MC sekaligus moderator. Dengan penuh semangat, Janggi menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran pemuda Desa Taji yang begitu antusias dalam mengikuti pelatihan ini. "Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal bagi pemuda Desa Taji untuk lebih mandiri secara ekonomi melalui teknologi digital," ujarnya. Pemateri utama dalam pelatihan ini adalah Moh. Nasukhin Asrori, salah satu mahasiswa UIN Malang yang juga tergabung dalam kelompok 29. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, Nasukhin memaparkan materi secara runtut dan mudah dipahami. Ia menjelaskan konsep dasar affiliate marketing, bagaimana cara kerja sistem ini, serta potensi penghasilan yang bisa diraih jika dilakukan dengan konsisten. Setelah penyampaian materi, peserta diajak langsung untuk mempraktikkan apa yang telah dipelajari. Mereka diajarkan cara membuat akun di platform affiliate, memahami langkah-langkah awal promosi, serta tips dan trik untuk mengimplementasikan strategi pemasaran digital yang efektif. Suasana pelatihan semakin hidup ketika peserta mulai mencoba membuat akun mereka sendiri dengan bimbingan langsung dari pemateri. Antusiasme pemuda Desa Taji terlihat jelas sepanjang acara. Banyak dari mereka yang aktif bertanya dan berdiskusi tentang cara mengoptimalkan pemasaran melalui media sosial. Salah satu peserta dari RT 4 mengungkapkan, "Saya sangat tertarik dengan peluang ini karena bisa dikerjakan di mana saja. Terima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa UIN Malang yang telah berbagi ilmu." Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan pemuda Desa Taji tentang potensi besar dalam dunia digital marketing, khususnya melalui sistem afiliasi. Dengan pelatihan ini, mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 29 berharap pemuda Desa Taji dapat lebih mandiri secara ekonomi dan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan atas kolaborasi yang telah terjalin. Mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 29 berharap pelatihan ini menjadi awal dari langkah besar para pemuda Desa Taji dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif.
SHIELA PUTRI MAULIDYA
Gubukklakah, Poncokusumo -- Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) menggelar acara sosialisasi bertajuk "Muda Mendunia, Tanpa Narkoba" pada Jumat (10/1/2025) di Balai Desa Gubukklakah. Acara yang dimulai pukul 14.00 WIB ini dihadiri berbagai elemen masyarakat, termasuk perangkat desa, perwakilan organisasi pemuda, dan pelajar setempat. Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, serta sambutan dari panitia dan perwakilan perangkat desa. Inti acara adalah sesi sosialisasi yang menghadirkan Dr. Fathul Lubabin Nuqul, M.Si., dosen Psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai narasumber. Dengan dimoderatori oleh Hida Amalia, anggota KKM, sesi berlangsung interaktif dan informatif. Dalam sosialisasi, Dr. Fathul memaparkan dampak negatif narkoba terhadap kesehatan fisik, psikologis, dan sosial. Selain itu, peserta diberikan pemahaman tentang cara pencegahan dan penanganan jika menemukan penyalahgunaan narkoba di lingkungan sekitar. Acara ini diikuti dengan diskusi santai yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk bertanya langsung kepada narasumber. Antusiasme tampak dari berbagai kalangan peserta, termasuk perwakilan IPNU IPPNU, guru dan siswa MTs, karang taruna, Pokdarwis, BPD, kader desa, serta pemerintah desa. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Sosialisasi Pencegahan Narkoba: Generasi Muda Tanpa Narkoba", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm04dharmamchara1469/67a5c510c925c46354120a22/sosialisasi-pencegahan-narkoba-generasi-muda-tanpa-narkoba Kreator: KKM 04 Dharmam Chara Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
M. IQBAL NABIL RAJAB
Kreatif KKM UIN Malang Membuat Media Pembelajaran: Ajak Siswa SD Belajar Bangun Ruang dengan Jaring-jaring Kuliah Kerja Nyata (KKM) UIN Malang bukan sekedar program wajib bagi mahasiswa, namun juga merupakan kesempatan emas untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Salah satu contoh inspiratif datang dari salah satu mahasiswa KKM angkatan 142, Abdinda Firdausi Nuzula dan Achmad Fairuz. Mereka berinisiatif membuat media pembelajaran berupa jaring-jaring bangun ruang untuk siswa SDN 1 Belung, Poncokusumo. Inisiatif mereka disambut dengan sangat baik oleh kepala sekolah dan dewan guru. Kenapa Jaring-jaring Bangun Ruang? Materi bangun ruang seringkali dianggap sulit oleh siswa SD. Dengan adanya media pembelajaran berupa jaring-jaring, siswa dapat lebih mudah memahami konsep bangun ruang tiga dimensi. Mereka bisa melihat langsung bagaimana sebuah bangun ruang terbentuk dari jaring-jaringnya, membuatnya menjadi lebih menyenangkan dan interaktif. Manfaat Media Pembelajaran Jaring-jaring: 1. Visualisasi yang Lebih Baik: Siswa dapat melihat langsung bentuk tiga dimensi dari bangun ruang yang awalnya hanya berupa gambar dua dimensi. 2. Belajar Sambil Bermain: Proses pembuatan dan merakit jaring-jaring menjadi sebuah bangun ruang bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan tidak membosankan. 3. Meningkatkan Pemahaman Konsep: Dengan melihat dan meraba langsung, siswa akan lebih mudah mengingat bentuk dan sifat-sifat bangun ruang. Proses Pembuatan dan Penerapan Mahasiswa KKM dan para siswa akan melakukan beberapa langkah dalam pembuatan media pembelajaran ini: 1. Desain Jaring-jaring: Membuat desain jaring-jaring yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa. 2. Pemilihan Bahan: Memilih bahan yang aman dan mudah didapat, seperti kertas Asturo dan kertas Origami 3. Pembuatan: Memotong dan merakit jaring-jaring sesuai desain. 4. Sosialisasi: Menjelaskan cara penggunaan jaring-jaring kepada guru dan siswa. 5. Pendampingan: Membimbing siswa dalam merakit dan mempelajari jaring-jaring. Dampak Positif Dengan adanya media pembelajaran ini, diharapkan dapat: 1. Meningkatkan minat belajar matematika: Siswa menjadi lebih tertarik pada pelajaran matematika, terutama materi bangun ruang. 2. Mempermudah pemahaman konsep: Siswa dapat memahami konsep bangun ruang dengan lebih baik dan mendalam. 3. Menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan: Proses belajar menjadi lebih interaktif dan tidak membosankan. 4. Meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah: Media pembelajaran ini dapat menjadi salah satu alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Mari Apresiasi Inovasi Mahasiswa KKM! Tindakan kreatif mahasiswa KKM ini patut diapresiasi. Mereka telah menunjukkan bahwa dengan sedikit kreativitas dan kepedulian, kita dapat memberikan kontribusi positif bagi pendidikan anak-anak. Semoga inisiatif seperti ini dapat terus berkembang dan menginspirasi mahasiswa lainnya. Kontributor Abdinda Firdausi Nuzula
MOH. NASUKHIN ASRORI
Pada Kamis, 23 Januari 2025, pukul 15.00 WIB, bertempat di Kopi Taji, Desa Taji, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang kelompok 29 menggelar pelatihan affiliate marketing. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi pemuda desa, khususnya yang berada di RT 3, RT 4, dan RT 5. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada para pemuda Desa Taji dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital melalui affiliate marketing. Dalam era digital saat ini, affiliate marketing menjadi salah satu strategi bisnis yang efektif untuk meningkatkan pendapatan tanpa memerlukan modal besar. Mahasiswa KKM kelompok 29 berinisiatif menyelenggarakan program ini untuk mendorong kemandirian ekonomi di kalangan pemuda desa. cara ini diawali dengan pembukaan oleh Janggi Dusat H.A.W, yang bertindak sebagai MC sekaligus moderator. Dengan penuh semangat, Janggi menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran pemuda Desa Taji yang begitu antusias dalam mengikuti pelatihan ini. "Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal bagi pemuda Desa Taji untuk lebih mandiri secara ekonomi melalui teknologi digital," ujarnya. Pemateri utama dalam pelatihan ini adalah Moh. Nasukhin Asrori, salah satu mahasiswa UIN Malang yang juga tergabung dalam kelompok 29. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, Nasukhin memaparkan materi secara runtut dan mudah dipahami. Ia menjelaskan konsep dasar affiliate marketing, bagaimana cara kerja sistem ini, serta potensi penghasilan yang bisa diraih jika dilakukan dengan konsisten. Setelah penyampaian materi, peserta diajak langsung untuk mempraktikkan apa yang telah dipelajari. Mereka diajarkan cara membuat akun di platform affiliate, memahami langkah-langkah awal promosi, serta tips dan trik untuk mengimplementasikan strategi pemasaran digital yang efektif. Suasana pelatihan semakin hidup ketika peserta mulai mencoba membuat akun mereka sendiri dengan bimbingan langsung dari pemateri. Antusiasme pemuda Desa Taji terlihat jelas sepanjang acara. Banyak dari mereka yang aktif bertanya dan berdiskusi tentang cara mengoptimalkan pemasaran melalui media sosial. Salah satu peserta dari RT 4 mengungkapkan, "Saya sangat tertarik dengan peluang ini karena bisa dikerjakan di mana saja. Terima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa UIN Malang yang telah berbagi ilmu." Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan pemuda Desa Taji tentang potensi besar dalam dunia digital marketing, khususnya melalui sistem afiliasi. Dengan pelatihan ini, mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 29 berharap pemuda Desa Taji dapat lebih mandiri secara ekonomi dan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan atas kolaborasi yang telah terjalin. Mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 29 berharap pelatihan ini menjadi awal dari langkah besar para pemuda Desa Taji dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif.