Thumbnail
2 years ago
Kreatif KKM UIN Malang Membuat Media Pembelajaran: Ajak Siswa SD Belajar Bangun Ruang Dengan Jaring-jaring

M. IQBAL NABIL RAJAB

Kreatif KKM UIN Malang Membuat Media Pembelajaran: Ajak Siswa SD Belajar Bangun Ruang dengan Jaring-jaring   Kuliah Kerja Nyata (KKM) UIN Malang bukan sekedar program wajib bagi mahasiswa, namun juga merupakan kesempatan emas untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Salah satu contoh inspiratif datang dari salah satu mahasiswa KKM angkatan 142, Abdinda Firdausi Nuzula dan Achmad Fairuz.  Mereka berinisiatif membuat media pembelajaran berupa jaring-jaring bangun ruang untuk siswa SDN 1 Belung, Poncokusumo. Inisiatif mereka disambut dengan sangat baik oleh kepala sekolah dan dewan guru.  Kenapa Jaring-jaring Bangun Ruang? Materi bangun ruang seringkali dianggap sulit oleh siswa SD. Dengan adanya media pembelajaran berupa jaring-jaring, siswa dapat lebih mudah memahami konsep bangun ruang tiga dimensi. Mereka bisa melihat langsung bagaimana sebuah bangun ruang terbentuk dari jaring-jaringnya, membuatnya menjadi lebih menyenangkan dan interaktif. Manfaat Media Pembelajaran Jaring-jaring:  1. Visualisasi yang Lebih Baik: Siswa dapat melihat langsung bentuk tiga dimensi dari bangun ruang yang awalnya hanya berupa gambar dua dimensi.  2. Belajar Sambil Bermain: Proses pembuatan dan merakit jaring-jaring menjadi sebuah bangun ruang bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan dan tidak membosankan.  3. Meningkatkan Pemahaman Konsep: Dengan melihat dan meraba langsung, siswa akan lebih mudah mengingat bentuk dan sifat-sifat bangun ruang. Proses Pembuatan dan Penerapan Mahasiswa KKM dan para siswa akan melakukan beberapa langkah dalam pembuatan media pembelajaran ini:  1. Desain Jaring-jaring: Membuat desain jaring-jaring yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa.  2. Pemilihan Bahan: Memilih bahan yang aman dan mudah didapat, seperti kertas Asturo dan kertas Origami  3. Pembuatan: Memotong dan merakit jaring-jaring sesuai desain.  4. Sosialisasi: Menjelaskan cara penggunaan jaring-jaring kepada guru dan siswa.  5. Pendampingan: Membimbing siswa dalam merakit dan mempelajari jaring-jaring. Dampak Positif Dengan adanya media pembelajaran ini, diharapkan dapat:  1. Meningkatkan minat belajar matematika: Siswa menjadi lebih tertarik pada pelajaran matematika, terutama materi bangun ruang.  2. Mempermudah pemahaman konsep: Siswa dapat memahami konsep bangun ruang dengan lebih baik dan mendalam.  3. Menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan: Proses belajar menjadi lebih interaktif dan tidak membosankan.  4. Meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah: Media pembelajaran ini dapat menjadi salah satu alternatif yang efektif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Mari Apresiasi Inovasi Mahasiswa KKM! Tindakan kreatif mahasiswa KKM ini patut diapresiasi. Mereka telah menunjukkan bahwa dengan sedikit kreativitas dan kepedulian, kita dapat memberikan kontribusi positif bagi pendidikan anak-anak. Semoga inisiatif seperti ini dapat terus berkembang dan menginspirasi mahasiswa lainnya.    Kontributor Abdinda Firdausi Nuzula

Thumbnail
2 years ago
Dorong Kemandirian Ekonomi, Pemuda Desa Taji Dibekali Pelatihan Affiliate Marketing Oleh Mahasiswa KKM Uin Malang Kelompok 29

MOH. NASUKHIN ASRORI

Pada Kamis, 23 Januari 2025, pukul 15.00 WIB, bertempat di Kopi Taji, Desa Taji, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang kelompok 29 menggelar pelatihan affiliate marketing. Kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kemandirian ekonomi pemuda desa, khususnya yang berada di RT 3, RT 4, dan RT 5.  Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan keterampilan kepada para pemuda Desa Taji dalam memanfaatkan peluang ekonomi digital melalui affiliate marketing. Dalam era digital saat ini, affiliate marketing menjadi salah satu strategi bisnis yang efektif untuk meningkatkan pendapatan tanpa memerlukan modal besar. Mahasiswa KKM kelompok 29 berinisiatif menyelenggarakan program ini untuk mendorong kemandirian ekonomi di kalangan pemuda desa. cara ini diawali dengan pembukaan oleh Janggi Dusat H.A.W, yang bertindak sebagai MC sekaligus moderator. Dengan penuh semangat, Janggi menyampaikan apresiasinya terhadap kehadiran pemuda Desa Taji yang begitu antusias dalam mengikuti pelatihan ini. "Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi langkah awal bagi pemuda Desa Taji untuk lebih mandiri secara ekonomi melalui teknologi digital," ujarnya. Pemateri utama dalam pelatihan ini adalah Moh. Nasukhin Asrori, salah satu mahasiswa UIN Malang yang juga tergabung dalam kelompok 29. Dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, Nasukhin memaparkan materi secara runtut dan mudah dipahami. Ia menjelaskan konsep dasar affiliate marketing, bagaimana cara kerja sistem ini, serta potensi penghasilan yang bisa diraih jika dilakukan dengan konsisten. Setelah penyampaian materi, peserta diajak langsung untuk mempraktikkan apa yang telah dipelajari. Mereka diajarkan cara membuat akun di platform affiliate, memahami langkah-langkah awal promosi, serta tips dan trik untuk mengimplementasikan strategi pemasaran digital yang efektif. Suasana pelatihan semakin hidup ketika peserta mulai mencoba membuat akun mereka sendiri dengan bimbingan langsung dari pemateri. Antusiasme pemuda Desa Taji terlihat jelas sepanjang acara. Banyak dari mereka yang aktif bertanya dan berdiskusi tentang cara mengoptimalkan pemasaran melalui media sosial. Salah satu peserta dari RT 4 mengungkapkan, "Saya sangat tertarik dengan peluang ini karena bisa dikerjakan di mana saja. Terima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa UIN Malang yang telah berbagi ilmu." Kegiatan ini diharapkan dapat membuka wawasan pemuda Desa Taji tentang potensi besar dalam dunia digital marketing, khususnya melalui sistem afiliasi. Dengan pelatihan ini, mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 29 berharap pemuda Desa Taji dapat lebih mandiri secara ekonomi dan mampu memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan taraf hidup mereka. Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenang-kenangan atas kolaborasi yang telah terjalin. Mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 29 berharap pelatihan ini menjadi awal dari langkah besar para pemuda Desa Taji dalam memanfaatkan teknologi digital secara produktif.  

Thumbnail
2 years ago
Desa Ngadas: Toleransi Antar Agama yang Dipersatukan oleh Adat

NAJWA ALBAAR

Desa Ngadas, Poncokucumo Kabupaten Malang yang terletak pada area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menjadi salah satu daerah yang menjadi tempat tinggal warga pribumi Suku Tengger Ngadas, Poncokusumo -- Desa ini dikenal sebagai salah satu wilayah yang unik karena dihuni oleh Suku Tengger yang memiliki keberagaman agama, yaitu Budha, Islam, dan Hindu, namun tetap harmonis berkat adat istiadat yang menjadi pemersatu. Dalam rangka menjalankan kewajiban akademik melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dengan membawa misi Moderasi Beragama dengan program silaturahmi kepada 3 pemuka agama serta tokoh adat setempat yang dijuluki sebagai Dukun Adat untuk mengetahui toleransi antar umat beragama di Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Agenda silaturrahmi yang dilaksanakan selama 4 hari terhitung dari hari Rabu (25/12/2024) hingga hari Sabtu (28/12/2024) dengan pemuka agama Islam, Dukun Adat, pemuka agam Hindu, dan pemuka agama Budha yang bertempat di kediaman tokoh agama dan tokoh adat masing-masing. Program KKM kali ini mengangkat tema "Moderasi Beragama" yang bertujuan untuk memperkuat nilai-nilai toleransi dan keberagaman di tengah masyarakat. Dalam implementasi program kerja, para mahasiswa mengadakan silaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh adat setempat untuk menggali informasi lebih dalam tentang kehidupan sosial dan keagamaan di Desa Ngadas. Hal ini disebabkan karena isu-isu maupun konflik antar umat beragama yang sering kali terdengar dan terjadi di beberapa tempat di Indonesia tidak terjadi di Desa Ngadas, bahkan topik pembicaraan yang menyinggung perihal agama masing-masing sudah tidak dianggap sebagai hal yang tabu lagi untuk dibicarakan.       Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa berkesempatan berdiskusi dengan dukun adat yang menjadi pemimpin tradisional Suku Tengger. Mereka juga bertemu dengan pemuka agama dari berbagai kepercayaan yang ada di desa tersebut. Dari hasil diskusi, terungkap bahwa adat istiadat Tengger memiliki peran signifikan dalam menjaga harmoni antar umat beragama di desa ini. Ritual dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun menjadi sarana untuk memperkuat persatuan, tanpa memandang perbedaan agama yang dianut oleh warganya. "Masyarakat Desa Ngadas memiliki prinsip gotong royong dan rasa saling menghormati yang kuat. Tradisi adat menjadi landasan penting dalam membangun toleransi di sini," ujar salah satu tokoh adat.       Program ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru kepada mahasiswa tentang pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan bermasyarakat. Melalui program kerja ini, mahasiswa tidak hanya belajar dari masyarakat, tetapi juga berkontribusi untuk memperkuat nilai-nilai kebhinekaan yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mendokumentasikan praktik-praktik toleransi yang bisa dijadikan contoh bagi daerah lain. Kedepannya, para mahasiswa berencana untuk menyusun rekomendasi berbasis hasil silaturahmi ini yang akan dipresentasikan kepada masyarakat desa dan universitas sebagai bagian dari laporan KKM.

Thumbnail
2 years ago
KKM UIN Malang Akhiri Pengabdian Bermakna di SDN Ngadas

MAULIYA NAYLA SA`IDAH

HUMAS UIN MALANG – Penutupan kegiatan mengajar oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) berlangsung di lapangan SDN 1 Ngadas pada Senin, (20/1). Acara ini dihadiri oleh para guru, siswa, serta anggota kelompok 8 KKM UIN Malang, yang sekaligus menandai berakhirnya program pengabdian selama dua minggu. Momen ini diharapkan menjadi langkah awal kolaborasi yang berkelanjutan antara UIN Malang dan SDN 1 Ngadas.   Acara dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan serta pemberian kenang-kenangan simbolis dari mahasiswa KKM kepada pihak sekolah. Sambutan pertama disampaikan oleh Akhmad Sulton Khakim, ketua kelompok 8 KKM UIN Malang. Dalam sambutannya, Khakim mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah atas sambutan hangat yang diterima selama proses pembelajaran. Ia juga menceritakan pengalaman berharga yang dirasakan mahasiswa selama kegiatan mengajar. "Kami sangat berterima kasih atas bimbingan para guru selama kami berada di sini. Pengalaman ini menjadi ajang untuk mengaplikasikan ilmu dari bangku kuliah sekaligus menghadapi tantangan dan belajar lebih banyak," ungkap Khakim. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Bapak Haris, Kepala Sekolah SDN 1 Ngadas. Ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi mahasiswa KKM dalam mendukung kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Ia juga berharap kolaborasi ini dapat terus terjalin dan memberi dampak positif bagi perkembangan pendidikan di Desa Ngadas. "Kami sangat menghargai semangat dan dedikasi para mahasiswa KKM. Semoga siswa-siswi kami terinspirasi untuk melanjutkan pendidikan hingga ke jenjang perkuliahan, mengikuti jejak kakak-kakak mahasiswa," ujar beliau. Acara dilanjutkan dengan pemberian kenang-kenangan secara simbolis dari perwakilan mahasiswa kepada kepala sekolah sebagai bentuk apresiasi. Sebelum penutupan, mahasiswa dan guru berfoto bersama serta mengadakan sesi ramah tamah dengan siswa dari kelas 1 hingga kelas 6. Momen ini menjadi penutup yang penuh kehangatan, sekaligus mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dan komunitas SDN 1 Ngadas Sebelum meninggalkan sekolah, para mahasiswa berpamitan dengan para guru di kantor sebagai tanda penghormatan. Penutupan ini menandai berakhirnya kegiatan pengabdian yang diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi SDN 1 Ngadas.

Thumbnail
2 years ago
Keceriaan Akhir Tahun untuk Generasi Muda Desa Tawangsari

ALTHOF HUSSEIN QADHAFI

*Keceriaan Akhir Tahun untuk Generasi Muda Desa Tawangsari* Tawangsari, 28 Desember 2024 -- Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang mengadakan acara menarik di Desa Tawangsari pada 28 Desember 2024. Acara ini dimaksudkan untuk menghibur anak-anak dan remaja desa dan juga untuk memperkuat hubungan sosial mereka. Kegiatan ini berhasil menarik banyak peserta dan warga sekitar dengan tema "Keceriaan Akhir Tahun untuk Generasi Muda Desa Tawangsari." Acara dimulai pagi hari dengan senam bersama yang dipandu oleh salah satu anggota tim KKM. Semua peserta, mulai dari anak-anak hingga remaja, sangat antusias mengikuti setiap gerakan senam yang penuh energi. Musik ceria mengiringi senam, menciptakan suasana yang akrab dan menyenangkan. Setelah senam, peserta dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan jenis kelamin untuk mengikuti berbagai permainan yang telah disiapkan. Untuk anak-anak dan remaja laki-laki, permainan yang dipilih adalah sepak bola, yang sangat digemari di kalangan mereka. Suasana di lapangan sangat seru, dengan peserta berlari, menggiring bola, dan mencoba mencetak gol. Di sisi lain, untuk anak-anak dan remaja perempuan, terdapat lomba-lomba seperti Estafet Karet dan Ambil Bola Pakai Tali. Permainan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga melatih kerja sama dan strategi, serta menciptakan banyak momen lucu. Anak-anak dan remaja Desa Tawangsari memiliki semangat yang luar biasa selama acara. Mereka sangat antusias mengikuti setiap acara, dan tawa riang mereka membuat suasana semakin hidup. Acara permainan menyenangkan ini tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk mengajarkan nilai-nilai seperti kerja sama tim dan sportivitas. Diharapkan dengan kegiatan seperti ini, generasi muda Desa Tawangsari dapat mempertahankan semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak dan remaja Desa Tawangsari memiliki semangat yang luar biasa selama acara. Mereka sangat antusias mengikuti setiap acara, dan tawa riang mereka membuat suasana semakin hidup. Acara permainan menyenangkan ini tidak hanya memberikan hiburan tetapi juga berfungsi sebagai alat untuk mengajarkan nilai-nilai seperti kerja sama tim dan sportivitas. Diharapkan dengan kegiatan seperti ini, generasi muda Desa Tawangsari dapat mempertahankan semangat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.

Thumbnail
2 years ago
Penerapan Bank Sampah Sebagai Wujud Edukasi Dasar Lingkungan di SDN 4 Gunung Jati

AYU PUTRI RAHMADANI

Gunungjati, 10 Januari 2025 -- Dalam rangka meningkatkan kesadaran lingkungan, kelompok KKM Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program kerja yang bertujuan mengedukasi generasi muda tentang pentingnya pemilahan sampah sejak dini . Program ini diadakan di SDN 4 Gunungjati dengan melibatkan seluruh murid dari sekolah tersebut yang berjumlah 37 orang. Kegiatan dimulai dengan aktivitas senam  bersama, dilanjutan dengan mengecat tempat sampah bagi masing-masing kelas yang bertujuan untuk menambah semangat para siswa dalam menjaga kebersihan. Tempat sampah yang dihias ini nantinya digunakan untuk memisahkan sampah organik dan anorganik di lingkungan sekolah. Setelah aktivitas mengecat dan menghias tempat sampah selesai, acara dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai pemilahan sampah yang disampaikan oleh Friska Amelia  selaku mahasiswa Biologi UIN Maulana Malik Ibrahim Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam sesi ini, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya memilah sampah dan dampak positif yang bisa dihasilkan dari kegiatan tersebut, baik untuk lingkungan maupun untuk proses daur ulang sampah. Mereka juga diajarkan untuk mengenal perbedaan antara sampah organik yang mudah terurai dan sampah anorganik yang membutuhkan waktu lama untuk hancur. Sebagai bagian dari sosialisasi, kelompok KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga melakukan praktik langsung tentang cara pemilahan sampah yang benar. Para siswa diajak untuk langsung terlibat dalam kegiatan tersebut dengan mempraktekkan pemilahan sampah yang telah dipelajari. Selain itu, terdapat acara pemberian quis untuk peserta sosialisasi untuk menguji pemahaman mereka secara teori dan pengimplementasian secara praktek. "Melalui kegiatan ini, kami berharap adik-adik SD dapat mendapatkan ilmu dasar lingungan yang dapat memberikan dampak yang cukup signifikan bagi lingkungan sekitar mereka. Kami juga berharap agar penerapan pemilahan sampah ini tidak hanya dilakukan sampai di sekolah saja tetapi juga hingga ke lingkungan tempat tinggal mereka masing-masing" ujar salah satu guru SDN 4 Gunung Jati.  Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan juga para murid. Diharapkan, dengan adanya program seperti ini, kesadaran tentang kebersihan dan pengelolaan sampah dapat tertanam sejak dini, serta membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat di masa depan (Fr).