Thumbnail
1 year ago
Keripik Tempe: Camilan Murah Meriah Pembawa Rezeki Warga Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kota Bogor

RIJAL ARIF ARIYADI

Bogor, 28 Desember 2024_ Keripik tempe yang selalu menjadi camilan favorit sebagian orang ternyata memberikan dampak positif bagi perekonomian warga Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Usaha UMKM yang didirikan oleh Pak Arga menjadi sumber rezeki baru bagi masyarakat sekitar, berkat inovasi dan niat tulusnya menciptakan lapangan pekerjaan. Mulanya beliau berprofesi sebagai reseller di salah satu market place hingga akhirnya memberanikan diri memulai usaha keripik tempe setelah terinspirasi video-video Youtube yang ia tonton. "Saya banyak belajar dari video-video yang saya tonton. Mulai dari coba-coba dan berhasil, akhirnya terciptalah pabrik keripik tempe ini hehehe" ujarnya. Dengan tekad dan semangat, Pak Arga pun mulai memproduksi keripik tempe yang kini dikenal luas di desa dan sekitarnya. Keripik tempe hasil produksi Pak Arga memiliki dua varian, keripik tempe sagu dan keripik tempe crispy. Dinamakan keripik tempe sagu karena menggunakan campuran tepung sagu, yang memberikan tekstur lebih renyah serta tampilan putih yang sangat menggiurkan. Sementara keripik tempe crispy memiliki rasa yang gurih dengan teksturnya yang sedikit lumayan tebal. Kedua varian ini menjadi pilihan yang disukai berbagai kalangan, karena selain rasanya enak, harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau. Meski usaha ini terus berkembang, cuaca menjadi faktor yang sangat memengaruhi proses pengolahan keripik tempe. Proses peragian tempe, yang menjadi tahap penting pembuatan keripik terkadang terhambat oleh cuaca yang sering berubah. "Kalau sekarang kan lagi musim hujan toh, nah itu bisa nunggu sampai 3 harian hingga akhirnya tempe bisa diolah menjadi keripik” jelas bapak berperawakan tegap itu. Selain sebagai usaha pribadi, motivasi Pak Arga mendirikan UMKM juga perlu diapresiasi. Beliau ingin memberikan kontribusi bagi masyarakat desa dengan membuka lapangan pekerjaan. "Melalui usaha ini, saya harap dapat membantu warga sekitar yang membutuhkan pekerjaan. Banyak warga Desa Situ Ilir yang kini bekerja bersama saya dalam proses produksi, terkhususnya para Ibu Rumah Tangga yang ingin menambah pemasukan membantu para suaminya" ujar Pak Arga. Kini, usaha keripik tempe yang didirikan oleh Pak Arga berkembang pesat dan memberikan manfaat ekonomi bagi banyak orang. Selain membuka lapangan kerja, produk keripik tempe ini juga semakin dikenal oleh masyarakat luar desa, sehingga memberikan potensi pasar yang lebih luas. Dengan usaha yang dimulai dari menonton video, modal pribadi, dan semangat membantu sesama, Pak Arga telah berhasil menunjukkan bahwa usaha kecil seperti keripik tempe bisa menjadi sumber rezeki yang membawa manfaat besar bagi masyarakat Desa Situ Ilir, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor.

Thumbnail
1 year ago
Kontribusi Mahasiswa KKM Kelompok 52 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dalam mengajar Di TPQ Desa Sumberngepoh Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Kontribusi Mahasiswa KKM Kelompok 52 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Dalam mengajar D

FIKI LABIBATUS SA`ADAH

Pendahuluan Mahasiswa yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Sumberngepoh, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, menunjukkan peran aktif mereka dalam mendukung pendidikan masyarakat. Salah satu kegiatan utama yang mereka lakukan adalah mengajar di tiga Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) yang ada di desa Sumberngepoh, yakni TPQ Thoriqul Huda, TPQ Nurul Hikmah, dan TPQ Darussalam. Kegiatan ini berlangsung dari 8 Januari hingga 25 Januari 2025 dengan tujuan memperkuat pembelajaran agama bagi generasi muda di desa tersebut. Pembukaan Pengajaran TPQ  Sebelum memulai Mengajar TPQ mahasiswa KKM kelompok 52 melakukan sowan terlebih dahulu ke kepala TPQ masing-masing untuk mendiskusikan mengenai metode pengajaran yang digunakan. Tidak hanya itu, kegiatan sowan ini juga untuk menyambung tali silaturrahmi dan cara untuk mengenal lebih dekat pengasuh atau kepala TPQ. Sowan dilakukan sesuai dengan pembagian penempatan mahasiswa KKM 52 di masing-masing TPQ Sumberngepoh. Pengajaran di TPQ Thoriqul Huda Mahasiswa KKM kelompok 52 memulai aktivitas mereka di TPQ Thoriqul Huda, di mana mereka mendampingi para santri dalam belajar membaca Al-Qur'an, memahami tajwid, menulis pegon, dan menghafal surah pendek. Tidak hanya itu, mereka juga memberikan bimbingan dalam praktek shalat. Para santri, yang sebagian besar berusia 6 hingga 12 tahun, tampak sangat bersemangat belajar mengaji bersama kakak-kakak KKM. Hal ini bisa dilihat ketika mereka rebutan mengantre barisan untuk segera mengaji. "Kami sangat senang dapat membantu anak-anak di sini agar lebih memahami Al-Qur'an. Kami juga mencoba menggunakan metode yang interaktif agar mereka tidak merasa jenuh," kata Izzul Haq salah seorang mahasiswa KKM. Salah satu pengurus TPQ yaitu pengurus TPQ Thoriqul Huda sangat mengapresiasi dukungan dari mahasiswa, terutama karena kehadiran mereka memberikan warna baru dalam proses pengajaran. Selain itu, kegiatan ini juga membantu mahasiswa dalam mempererat hubungan dengan masyarakat sekitar. Pengajaran di tpq nurul hikmah Di TPQ Nurul Hikmah, mahasiswa KKM berfokus pada pembelajaran membaca Al-Qur'an menggunakan metode Iqra'. Selain itu, mereka mengadakan sesi cerita islami yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai akhlak mulia kepada para santri. Sekitar 30 anak secara aktif mengikuti program ini. "Kami berharap kehadiran mahasiswa dapat memotivasi anak-anak untuk semakin giat belajar Al-Qur'an. Mereka memberikan semangat baru bagi kami," ungkap Ustazah Icha, salah satu pengajar di TPQ ini. Kegiatan tambahan seperti lomba hafalan surah pendek dan kuis islami juga diadakan untuk menambah keceriaan anak-anak. Pendekatan kreatif ini berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan menyenangkan bagi para santri. Pengajaran di TPQ Darussalam Selain mengajar mengaji, Mahasiswa KKM di TPQ Darussalam berperan dalam mengajarkan doa sehari-hari, menulis pegon, dan menyampaikan kisah-kisah para nabi. Fokus mereka adalah memberikan pemahaman agama yang lebih menyeluruh kepada anak-anak. Para santri sangat antusias, terbukti dari keaktifan mereka dalam bertanya dan menjawab selama sesi berlangsung. Mereka juga berebut maju kedepan ketika disuruh untuk mempraktekkan sholat dan menghafal doa sehari-hari. "Kami sangat kagum dengan semangat anak-anak di sini. Mereka cepat memahami apa yang kami ajarkan, dan itu menjadi motivasi besar bagi kami," ujar Ismawatul salah seorang mahasiswa KKM 52. Meskipun TPQ ini masih tergolong baru yaitu hanya memiliki 9 santri, namun santri-santri di TPQ ini tidak kalah juga memiliki segudang prestasi. Santri bernama Albi berhasil mendapat juara 1 lomba Adzan se-TPQ Dusun Barek dan Gapuk. Kemudian Nabila mendapat juara 1 lomba hafalan surat pendek di ajang perlombaan yang sama. Pengelola TPQ Darussalam mengungkapkan harapan agar kegiatan serupa dapat terus dilakukan di masa mendatang. Mereka melihat potensi besar dari kerja sama ini dalam mencetak generasi muda yang berakhlak mulia. Perpisahan dan Penutupan Kegiatan Pengajaran TPQ Kegiatan ini dilaksakan pada tanggal 25 Januari 2025 yang mana dalam penutupan ini, mahasiswa KKM 52 pamit undur diri dan menyampaikan kesan pesan selama pengajaran di TPQ. Tidal hanya itu, di TPQ Thoriqul Huda kegiatan penutupan juga diadakan acara nobar kisah Isra' Mi'raj, hal ini juga untuk memperingati peristiwa Isra' Mi'raj. Kemudian acara ditutup dengan makan dan foto bersama. Lain halnya penutupan yang ada di TPQ Darussalam, penutupan dilakukan bersamaan dengan pembacaan juara perlombaan antar TPQ di Dusun Barek dan Gapuk. Penutup Kegiatan mengajar yang dilakukan mahasiswa KKM di tiga TPQ Desa Sumberngepoh ini merupakan salah satu program unggulan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan dedikasi untuk mendukung pendidikan agama, mahasiswa tidak hanya membantu proses belajar mengajar, tetapi juga membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat. Selama hampir tiga minggu, program ini berhasil memperlihatkan hasil yang signifikan, baik bagi para santri maupun lembaga pendidikan di desa tersebut. Kontribusi mahasiswa ini diharapkan dapat terus berlanjut demi mendukung perkembangan generasi muda yang religius dan berkarakter.  

Thumbnail
1 year ago
SDN 2 Wonorejo Raih Prestasi pada Pentas PAI Poncokusumo 2025

RIZKY BINTANG ISTIFAR

HUMAS UIN MALANG - Pentas Pendidikan Agama Islam (PAI) 2025 yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Guru Pendidikan Agama Islam (KKG-PAI) Kabupaten Malang telah berlangsung meriah (25/1). SDN 2 Wonorejo berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan dua siswanya meraih juara. Hamka, siswa SDN 2 Wonorejo, meraih Juara 2 dalam kategori Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ), sedangkan Ulil memperoleh Juara Harapan 1 pada kategori Musabaqah Hifzhil Qur'an (MHQ). Prestasi ini tidak lepas dari bimbingan intensif yang diberikan oleh kakak-kakak Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 156 yang menjalankan program kerja di SDN 2 Wonorejo. Keberhasilan siswa SDN 2 Wonorejo ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas mereka dan meningkatkan minat siswa untuk mengeluarkan potensi bakat dan minat mereka. Selain itu, keberhasilan ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi generasi muda di Poncokusumo untuk terus mengembangkan potensi dan menjunjung tinggi nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari. Prestasi ini juga menjadi bukti bahwa kerja sama antara sekolah dan masyarakat dapat membawa hasil yang positif. KKM 156 UIN Malang dan SDN 2 Wonorejo telah menunjukkan contoh kerja sama yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan mengembangkan potensi siswa. Kontributor: KKM 156 UIN Malang

Thumbnail
1 year ago
Mengangkat Pekerja Kreatif Lokal Selobekiti: Harapan Baru dari Adhikari Dwidasa

MAULIDA NUR FADHLIYAH

Selobekiti, sebuah dusun kecil dengan potensi besar pada kerajinan anyaman bambu, kini menjadi sorotan berkat upaya Adhikari Dwidasa yang berkomitmen mengangkat nama para pekerja kreatif lokal. Dengan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun, para pengrajin di desa ini menawarkan berbagai produk unik berbasis kearifan lokal yang khas. Pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal 4 dan 5 Januari 2025, Adhikari Dwidasa berkesampatan untuk mengunjungi dua pengrajin lokal yang terkenal dan telah sukses di pasaran, bu Malika dan pak Win. Dalam kunjungan tersebut, para peserta diajak untuk melihat langsung proses produksi kerajinan bambu, berbagi ilmu dan tips, serta berdiskusi dengan para pengrajin mengenai tantangan dan peluang bisnis yang ada. Bu Malika merupakan salah satu pengrajin senior yang telah meneruskan usaha kerajinan ini selama beberapa keturunan. Beliau memproduksi berbagai macam kerajinan tangan berbahan bambu, seperti tempe, tedok, piring, topi, dan kipas. Semua proses pengerjaan dilakukan secara manual dengan metode tradisional. Bahan baku utama kerajinan Bu Malika adalah bambu jenis pring apus yang dibeli dari Jatisari, Kecamatan Ngajum, dengan kisaran harga Rp15.000 per batang. Dari satu batang bambu, dapat dihasilkan 30-40 produk kerajinan. Pembuatan kerajinan bambu dilakukan dalam berbagai tahapan seperti pemotongan bambu, pemotongan, penghalusan, pengeringan, penganyaman, dan yang terakhir finishing. Untuk pembuatan 1 kerajinan tangan, hanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua hari, tergantung jenis kerajinan tangan yang diproduksi. Sementara itu, untuk proses pengeringan sendiri memerlukan waktu selama satu hari saat cuaca cerah, namun jika hujan, pengeringan dilakukan dengan memanggang. Produk Bu Malika sering menjadi favorit pelanggan terutama tempe, tedok, dan capil. Selain itu, ia kerap mengikuti lomba kerajinan dan pernah meraih juara pertama tingkat kabupaten. Untuk saat ini, bu Malika hanya memanfaatkan pemasaran secara offline dan dipromosikan dari mulut ke mulut. “Kami memasarkan produk secara langsung ke berbagai daerah, seperti ke pesarean Gunung Kawi, Malang, Cirebon, hingga Kalimantan.”, ujarnya. “Banyak pelanggan datang langsung ke sini,” ujar Bu Malika. Dengan produk yang dihargai antara tiga ribu rupiah hingga dua puluh lima ribu rupiah, bu Malika bisa mencapai omset hingga empat juta rupiah per bulannya. Sementara itu, pengrajin kedua, Pak Win, merupakan salah satu pengrajin yang cukup sukses dan terkenal di dusun Selobekiti. Beliau memulai usahanya pada tahun 2021 yang mana, beliau hanya memfokuskan usaha kerajinan tangan pada pembuatan besek. Berbeda dengan Bu Malika, Pak Win memanfaatkan platform digital, yaitu Shopee yang telah dirintisnya selama kurang lebih tiga tahun, untuk memasarkan produknya. Dengan akun bernama abidzar083, toko onlinenya telah meraih rating 4.7 dari para pelanggannya. Ia telah mengembangkan sistem penjualan berbasis pre-order karena kerajinan besek cukup rentan jika diamkan dalam waktu yang lama. “Minimal pembelian empat produk dan maksimal dua puluh produk per pesanan. Penjualan kami meningkat terutama dalam dua tahun terakhir,” jelas Pak Win. Besek produksi Pak Win dapat dipesan dengan berbagai ukuran dan warna sesuai permintaan pelanggan. Proses pembuatan kerajinan besek pak Win juga memiliki langkah yang hampir sama dengan kerjinan bu Malika. Hanya saja, sebelum tahap finishing, terdapat tahap pewarnaan pada produk apa pun. Proses pewarnaan ini dilakukan dengan mencelupkan produk secara menyeluruh ke dalam panci yang berisi air panas dan telah dicampur dengan pewarna Wantex. Jenis pewarnaan ini aman digunakan untuk menjamin makanan sudah benar-benar kering. Proses pengeringan pada pewarnaan itu sendiri hanya memerlukan waktu sekitar 1-2 jam di musim panas, namun saat musim hujan memakan waktu hingga dua hari. Untuk memenuhi pesanan yang masuk, pak Win juga bekerja sama dengan pengrajin lain, seperti Ibu Ida dengan pembagian keuntungan dengan perhitungan persen yang telah ditentukan oleh pak Win. Selama usaha ini berjalan, Pak Win telah melayani beberapa klien besar, seperti Ms. Glow dan Djoragan 99, bahkan produknya dikirim hingga ke Luar Kota seperti Jakarta, Lumajang, dan Nganjuk. Beliau juga telah melayani bebrapa konsumen luar negeri dari Selangor, Malaysia. Dengan harga besek yang dipatok mulai lima ribu rupiah hingga lima belas ribu rupiah, beliau pernah mencapai omset sebesar Rp9 juta per tahun, dengan sistem pembagian keuntungan berdasarkan tahap produksi: 40% untuk produk yang masih perlu pembersihan serabut dan 25% untuk produk yang sudah bersih. Upaya Adhikari Dwidasa untuk mempromosikan kerajinan lokal Selobekiti berhasil membuka peluang ekonomi bagi para pengrajin. Dengan kombinasi pemasaran tradisional dan digital, produk mereka mampu bersaing di pasar yang lebih luas. “Kami ingin produk Selobekiti dikenal lebih luas, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan semangat inovasi, kami yakin dusun ini dapat menjadi pusat kerajinan yang mendunia,” ujar ketua Adhikari Dwidasa, Rizqi Diana Putra.

Thumbnail
1 year ago
Mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Gelar Sosialisasi "Stop Bullying" di SDN 04 Bangelan

MUHAMMAD ROYHAN `ULUMUDDIN SUYANTO

Rabu, 22 Januari 2025 -- Mahasiswa KKM 133 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan sosialisasi dengan tema "Stop Bullying" di SDN 04 Bangelan, Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Sosialisasi ini merupakan salah satu program kerja mereka yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa-siswi tentang bahaya bullying serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan damai. Kegiatan ini secara khusus ditujukan untuk siswa-siswi kelas 6 sebagai bekal sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya, seperti SMP atau MTs. Dengan menghadapi masa transisi tersebut, penting bagi siswa memiliki pemahaman yang baik tentang dampak buruk bullying agar mereka dapat menciptakan hubungan yang positif dengan teman-temannya. Bullying, sebagaimana dipaparkan dalam sosialisasi, mencakup segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan secara sengaja. Hal ini meliputi tindakan mengejek, menjambak, memukul, memberikan julukan yang tidak pantas, hingga menampilkan ekspresi atau tatapan merendahkan yang dapat melukai perasaan korban. Perilaku ini tidak hanya berdampak pada korban secara psikologis, tetapi juga dapat merusak suasana belajar yang kondusif di sekolah. Dalam kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM 133 menyampaikan materi secara interaktif dan menarik. Materi yang dibahas meliputi: Jenis-jenis bullying, baik verbal, fisik, maupun sosial. Dampak hukum yang bisa dihadapi oleh pelaku bullying. Bahaya bullying terhadap korban, termasuk dampak psikologis dan emosional Pengaruh bullying terhadap lingkungan sosial secara umum. Cara mencegah bullying dan membangun pertemanan yang sehat di sekolah. Para mahasiswa memanfaatkan berbagai media untuk menyampaikan materi agar lebih mudah dipahami oleh siswa. Media yang digunakan antara lain poster, presentasi PowerPoint, serta video pendek yang menarik dan edukatif. Dengan pendekatan ini, siswa terlihat antusias dan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Sosialisasi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini berjalan dengan lancar dan tertib. Siswa-siswi kelas 6 mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Hal ini terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi tanya jawab yang diadakan setelah penyampaian materi. Para peserta menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi yang disampaikan, dengan banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang diberikan. Sebagai bagian dari sosialisasi, diadakan pula sesi kuis untuk menguji pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipaparkan. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi. Selain itu, panitia juga membagikan snack untuk seluruh peserta guna menambah semangat mereka selama kegiatan berlangsung. Pak Huda, wali kelas 6 SDN 04 Bangelan, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa KKM UIN Malang atas inisiatif ini. "Saya sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan ini. Semoga ke depannya tidak ada lagi bullying atau tindakan buruk lainnya di sekolah ini. Dengan adanya sosialisasi seperti ini, siswa-siswi kami mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga sikap terhadap teman-temannya," ungkapnya. Sebagai penutup, kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKM, guru, dan seluruh siswa kelas 6. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi siswa, tetapi juga meninggalkan kesan positif yang mendalam bagi mereka. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan siswa-siswi SDN 04 Bangelan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari perilaku bullying. Melalui program kerja ini, mahasiswa KKM 133 UIN Malang membuktikan perannya sebagai agen perubahan yang tidak hanya berkontribusi pada pendidikan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda. Semoga kegiatan serupa dapat terus diadakan di sekolah-sekolah lain, sehingga semakin banyak siswa yang teredukasi mengenai pentingnya menghentikan bullying.    

Thumbnail
1 year ago
Mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Gelar Sosialisasi "Stop Bullying" di SDN 04 Bangelan

IKE DWI RAHMANIA

Rabu, 22 Januari 2025 -- Mahasiswa KKM 133 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan sosialisasi dengan tema "Stop Bullying" di SDN 04 Bangelan, Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Sosialisasi ini merupakan salah satu program kerja mereka yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa-siswi tentang bahaya bullying serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan damai. Kegiatan ini secara khusus ditujukan untuk siswa-siswi kelas 6 sebagai bekal sebelum melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya, seperti SMP atau MTs. Dengan menghadapi masa transisi tersebut, penting bagi siswa memiliki pemahaman yang baik tentang dampak buruk bullying agar mereka dapat menciptakan hubungan yang positif dengan teman-temannya. Bullying, sebagaimana dipaparkan dalam sosialisasi, mencakup segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan secara sengaja. Hal ini meliputi tindakan mengejek, menjambak, memukul, memberikan julukan yang tidak pantas, hingga menampilkan ekspresi atau tatapan merendahkan yang dapat melukai perasaan korban. Perilaku ini tidak hanya berdampak pada korban secara psikologis, tetapi juga dapat merusak suasana belajar yang kondusif di sekolah. Dalam kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM 133 menyampaikan materi secara interaktif dan menarik. Materi yang dibahas meliputi: Jenis-jenis bullying, baik verbal, fisik, maupun sosial. Dampak hukum yang bisa dihadapi oleh pelaku bullying. Bahaya bullying terhadap korban, termasuk dampak psikologis dan emosional Pengaruh bullying terhadap lingkungan sosial secara umum. Cara mencegah bullying dan membangun pertemanan yang sehat di sekolah. Para mahasiswa memanfaatkan berbagai media untuk menyampaikan materi agar lebih mudah dipahami oleh siswa. Media yang digunakan antara lain poster, presentasi PowerPoint, serta video pendek yang menarik dan edukatif. Dengan pendekatan ini, siswa terlihat antusias dan aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Sosialisasi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini berjalan dengan lancar dan tertib. Siswa-siswi kelas 6 mengikuti kegiatan dengan penuh semangat. Hal ini terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi tanya jawab yang diadakan setelah penyampaian materi. Para peserta menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi yang disampaikan, dengan banyaknya pertanyaan dan tanggapan yang diberikan. Sebagai bagian dari sosialisasi, diadakan pula sesi kuis untuk menguji pemahaman siswa terhadap materi yang telah dipaparkan. Siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi. Selain itu, panitia juga membagikan snack untuk seluruh peserta guna menambah semangat mereka selama kegiatan berlangsung. Pak Huda, wali kelas 6 SDN 04 Bangelan, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa KKM UIN Malang atas inisiatif ini. "Saya sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan ini. Semoga ke depannya tidak ada lagi bullying atau tindakan buruk lainnya di sekolah ini. Dengan adanya sosialisasi seperti ini, siswa-siswi kami mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya menjaga sikap terhadap teman-temannya," ungkapnya. Sebagai penutup, kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KKM, guru, dan seluruh siswa kelas 6. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi siswa, tetapi juga meninggalkan kesan positif yang mendalam bagi mereka. Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan siswa-siswi SDN 04 Bangelan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan bebas dari perilaku bullying. Melalui program kerja ini, mahasiswa KKM 133 UIN Malang membuktikan perannya sebagai agen perubahan yang tidak hanya berkontribusi pada pendidikan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda. Semoga kegiatan serupa dapat terus diadakan di sekolah-sekolah lain, sehingga semakin banyak siswa yang teredukasi mengenai pentingnya menghentikan bullying.