Thumbnail
1 year ago
Cegah Narkoba, Raih Prestasi di SDN 2 Argosari!

FIRDA DINDA PUTRI OKTA YUANA

HUMAS UIN MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) berhasil menggelar penyuluhan edukatif bertajuk “Bahaya Narkoba dan Merokok” di SDN 2 Argosari, Desa Argosari, Kecamatan Jabung, pada Jumat, (10/1). Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa-siswi sejak dini tentang pentingnya menjaga diri dari bahaya narkoba dan kebiasaan merokok. Penyuluhan ini dihadiri oleh siswa-siswi dari kelas 1 hingga kelas 6, para guru, Kepala Sekolah SDN 2 Argosari, serta siswa KKM UIN Malang. Dengan pendekatan yang kreatif dan sesuai tingkat pemahaman anak-anak, kegiatan ini berlangsung interaktif dan penuh semangat. Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa KKM memulai dengan menjelaskan dasar-dasar tentang narkoba dan rokok, termasuk definisi dan dampak buruknya. Agar siswa lebih mudah memahami, materi disampaikan melalui metode visual berupa video animasi edukatif. Video tersebut dirancang menarik sehingga mampu memikat perhatian siswa sekaligus menyampaikan pesan moral dengan jelas dan relevan. Selain itu, untuk menciptakan suasana interaktif, siswa KKM menyisipkan sesi tanya-jawab di setiap akhir penyampaian materi. Pendekatan ini bertujuan melibatkan siswa secara aktif, membangun rasa ingin tahu, dan memperkuat pemahaman mereka tentang bahaya narkoba dan merokok. Jargon Inspiratif: Narkoba No, Rokok No, Prestasi Ya!  Salah satu momen paling berkesan dalam penyuluhan ini adalah pengenalan jargon khusus yang menjadi ciri khas acara. Pemateri terdekat, “SDN 2 Argosari!”, yang langsung disambut siswa dengan semangat, “Narkoba, no! Rokok, tidak! Prestasi ya!” lengkap dengan gerakan khas. Jargon Pengulangan ini tidak hanya menciptakan suasana ceria, tetapi juga memperkuat pesan edukasi kepada siswa. Sebagai penutup acara, Ibu Khoiriyatul, Kepala Sekolah SDN 2 Argosari, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif siswa KKM UIN Malang. Dalam Perayaannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi siswa selama satu minggu pendampingan di sekolah. “Kami sangat berterima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa KKM UIN Malang atas kehadiran dan pendampingannya. Penyuluhan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Kakak-kakak tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman berharga yang akan dikenang oleh siswa-siswi kami. Semoga pengalaman ini menjadi bekal penting bagi kakak-kakak dalam pengabdian masyarakat lainnya,” ujar Ibu Khoiriyatul. Dengan berakhirnya ini, rangkaian kegiatan penyuluhan sekaligus pendampingan siswa KKM UIN Malang di SDN 2 Argosari resmi berakhir. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam dan energi positif bagi seluruh peserta. Mahasiswa KKM UIN Malang berharap, melalui penyuluhan ini, siswa SDN 2 Argosari mampu memahami bahaya narkoba dan rokok serta memiliki semangat untuk terus berprestasi di masa depan. link berita : https://uin-malang.ac.id/blog/post/read/25010100374619857

Thumbnail
1 year ago
Melestarikan Budaya Setempat : Mahasiswa KKM UIN Malang Ikut Serta dalam Kegiatan Bumi Wekasan di Punden Dusun Busu

NAUFAL AL FARIZI MAS`UD

Dusun Busu, Desa Slamparejo, kembali menjadi pusat perhatian dengan diadakannya kegiatan bertema lingkungan dan budaya yang melibatkan masyarakat setempat dan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Dalam rangkaian giat bertajuk Bumi Wekasan, mahasiswa KKM bersama warga bekerja sama untuk menjaga dan melestarikan Punden Dusun Busu, sebuah situs budaya yang kaya akan nilai sejarah dan spiritual.   Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembersihan punden sebagai simbol sakralitas masyarakat lokal, tetapi juga mencakup berbagai aksi peduli lingkungan seperti penanaman bibit pohon dan pembersihan mata air. Tujuan utamanya adalah memastikan kelestarian alam di sekitar punden sekaligus memperkuat keberlanjutan sumber daya air bagi masa depan.   Pembersihan Punden: Merawat Warisan Budaya   Punden Dusun Busu memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Desa Slamparejo. Sebagai situs sakral yang mengandung nilai historis, punden ini sering dijadikan tempat ritual budaya dan sarana untuk merekatkan hubungan sosial warga. Oleh karena itu, kegiatan Bumi Wekasan dimulai dengan pembersihan area punden.   Mahasiswa KKM UIN Malang bersama warga setempat membersihkan dedaunan kering, sampah, dan kotoran yang menumpuk di sekitar punden. Aktivitas ini tidak hanya mengembalikan estetika tempat, tetapi juga mencerminkan rasa hormat terhadap warisan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat lokal.   Penanaman Bibit Pohon: Menjaga Ekosistem dan Mata Air Salah satu kegiatan utama dalam giat ini adalah penanaman bibit pohon di sekitar area punden dan mata air. Penanaman pohon bukan hanya sekadar penghijauan, tetapi memiliki tujuan yang lebih besar. Pohon-pohon yang ditanam berfungsi untuk memperkuat aliran mata air yang ada dan diharapkan dapat memunculkan sumber mata air baru di masa mendatang.   Pohon berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Akar pohon membantu menahan tanah dan mencegah erosi, sekaligus menyerap air hujan untuk disimpan dalam lapisan tanah. Dengan menanam pohon, mahasiswa dan masyarakat Dusun Busu menunjukkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan yang berdampak langsung pada kualitas hidup generasi mendatang.   Pembersihan Mata Air: Sumber Kehidupan yang Harus Dijaga   Selain menanam pohon, kegiatan Bumi Wekasan juga mencakup pembersihan mata air di sekitar Dusun Busu. Mata air adalah sumber kehidupan bagi masyarakat setempat, baik untuk keperluan sehari-hari maupun kegiatan pertanian. Sayangnya, aliran mata air sering terhambat oleh sampah dan material alami seperti dedaunan dan ranting.   Mahasiswa KKM bersama warga bekerja bahu-membahu membersihkan area mata air untuk memastikan aliran air tetap lancar. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas air, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya air di wilayah tersebut.   Kolaborasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik   Kegiatan Bumi Wekasan ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam melestarikan budaya dan lingkungan. Mahasiswa KKM UIN Malang tidak hanya berkontribusi dengan tenaga dan pengetahuan, tetapi juga membawa semangat baru bagi warga untuk terus menjaga warisan leluhur sekaligus menghadapi tantangan lingkungan di era modern.   Keberhasilan giat ini menjadi bukti bahwa upaya menjaga budaya dan lingkungan tidak dapat dipisahkan. Punden Dusun Busu, sebagai simbol sakral dan identitas lokal, kini semakin kuat posisinya sebagai pusat pelestarian budaya dan ekologi. Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terus menjaga kekayaan budaya dan lingkungan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka.   Melalui inisiatif ini, generasi muda, baik mahasiswa maupun masyarakat setempat, telah menunjukkan bahwa mereka siap menjadi penjaga kelestarian alam dan budaya demi masa depan yang lebih baik. Kegiatan seperti Bumi Wekasan patut menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam melestarikan kekayaan budaya dan lingkungan lokal.

Thumbnail
1 year ago
Kegiatan Pentas dan Pameran Karya P5 SDN 4 SUKOMULYO

RIMA AULA MADANI

  SD Negeri 4 Sukomulyo adalah sebuah lembaga sekolah Sekolah Dasar Negeri yang berlokasi di Rt. 34 Rw. 8 Dusun Gumul, Kab. Malang SD negeri ini pertama kali berdiri pada tahun 2017. Sekarang SD Negeri 4 Sukomulyo menggunakan kurikulum belajar SD 2013. SD Negeri 4 Sukomulyo merupakan salah satu sekolah penggerak di Sukomulyo, Pujon.    SD penggerak : Kreatif dan inovatif       Sekolah penggerak adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan profil pelajar pancasila yang mencangkup kompetensidan karakter yang diawali dengan SDM yang unggul (Kepala sekolah dan Guru). Program ini tidak hanya fokus pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, sekolah penggerak bertujuan untuk menciptakan profil pelajar Pancasila yang mencakup penguasaan kompetensi dasar serta pembentukan karakter unggul seperti gotong royong, kemandirian, dan kreativitas. Program ini diawali dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah, terutama kepala sekolah dan guru, yang dianggap sebagai motor penggerak utama dalam menciptakan perubahan. Kepala sekolah dan guru dilatih untuk memiliki kompetensi unggul sehingga mampu menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, serta menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.   Oleh karena itu, untuk menciptakan SDM yang dapat menunjang suksesnya Sekolah Penggerak ini, SD Negeri 4 Sukomulyo ini mengadakan Kegiatan Pentas dan Pameran Karya P5 yang diikuti oleh seluruh warga sekolah serta mahasiswa ikut menyemarakkan acara yaitu ikut membantu mengkoordinasikan siswa-siswi.   Kepala sekolah dan Guru memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menampilkan berbagai bakat yang mereka miliki antara lain seperti tarian salam kerrong, menyanyi, dan sebagainya. Adapun bazar yang diikut sertakan untuk memeriahkan acara ini yaitu makanan, minuman, serta karya seni.   Untuk penjualan makanan dan minuman yang mana penjualnya anak-anak sendiri dengan adanya bazarini anak-anak bisa belajar jual-beli dan mengelola uang dengan baik. Sedangkan Untuk Karya seni ini dibuat secara langsung oleh siswa-siswi kelas 5 dan 6 yang mana mereka telah membuat dan mempraktekan hasil karyanya. nah pada karya seni ada yang menarik salah satunya pembuatan sabun dari eco enzim yang mereka olah namun dapat digunakan hanya untuk cuci tangan,  Eco enzim ini terbuat dari limbah sisa sayuran, yang mana di daerah pujon ini pusatnya penghasil sayuran karena mayoritas penduduk disini adalah petani sayuran.  Dengan adanya kegiatan ini anak-anak dapat memiliki rasa ingin tahu lebih tinggi, kreatif, serta inovatif dan membangun adanya rasa percaya diri. Pada akhir program, mahasiswa KKM berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan. Mereka juga berdiskusi tentang berbagai bentuk bantuan dan inovasi yang dapat dikembangkan bersama. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi sekolah sebagai institusi penggerak pendidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM tidak hanya memberikan kontribusi bagi masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga dalam dunia pendidikan. Sinergi antara mahasiswa dan sekolah penggerak menjadi bukti bahwa kerja sama lintas institusi dapat membawa perubahan positif yang nyata.  

Thumbnail
1 year ago
Cegah Narkoba, Raih Prestasi di SDN 2 Argosari!

ALFITO ZAKARIA

HUMAS UIN MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) berhasil menggelar penyuluhan edukatif bertajuk “Bahaya Narkoba dan Merokok” di SDN 2 Argosari, Desa Argosari, Kecamatan Jabung, pada Jumat, (10/1). Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa-siswi sejak dini tentang pentingnya menjaga diri dari bahaya narkoba dan kebiasaan merokok. Penyuluhan ini dihadiri oleh siswa-siswi dari kelas 1 hingga kelas 6, para guru, Kepala Sekolah SDN 2 Argosari, serta siswa KKM UIN Malang. Dengan pendekatan yang kreatif dan sesuai tingkat pemahaman anak-anak, kegiatan ini berlangsung interaktif dan penuh semangat. Dalam sesi penyuluhan, mahasiswa KKM memulai dengan menjelaskan dasar-dasar tentang narkoba dan rokok, termasuk definisi dan dampak buruknya. Agar siswa lebih mudah memahami, materi disampaikan melalui metode visual berupa video animasi edukatif. Video tersebut dirancang menarik sehingga mampu memikat perhatian siswa sekaligus menyampaikan pesan moral dengan jelas dan relevan. Selain itu, untuk menciptakan suasana interaktif, siswa KKM menyisipkan sesi tanya-jawab di setiap akhir penyampaian materi. Pendekatan ini bertujuan melibatkan siswa secara aktif, membangun rasa ingin tahu, dan memperkuat pemahaman mereka tentang bahaya narkoba dan merokok. Jargon Inspiratif: Narkoba No, Rokok No, Prestasi Ya!  Salah satu momen paling berkesan dalam penyuluhan ini adalah pengenalan jargon khusus yang menjadi ciri khas acara. Pemateri terdekat, “SDN 2 Argosari!”, yang langsung disambut siswa dengan semangat, “Narkoba, no! Rokok, tidak! Prestasi ya!” lengkap dengan gerakan khas. Jargon Pengulangan ini tidak hanya menciptakan suasana ceria, tetapi juga memperkuat pesan edukasi kepada siswa. Sebagai penutup acara, Ibu Khoiriyatul, Kepala Sekolah SDN 2 Argosari, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif siswa KKM UIN Malang. Dalam Perayaannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi siswa selama satu minggu pendampingan di sekolah. “Kami sangat berterima kasih kepada kakak-kakak mahasiswa KKM UIN Malang atas kehadiran dan pendampingannya. Penyuluhan ini sangat bermanfaat bagi anak-anak kami. Kakak-kakak tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman berharga yang akan dikenang oleh siswa-siswi kami. Semoga pengalaman ini menjadi bekal penting bagi kakak-kakak dalam pengabdian masyarakat lainnya,” ujar Ibu Khoiriyatul. Dengan berakhirnya ini, rangkaian kegiatan penyuluhan sekaligus pendampingan siswa KKM UIN Malang di SDN 2 Argosari resmi berakhir. Kegiatan tersebut tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam dan energi positif bagi seluruh peserta. Mahasiswa KKM UIN Malang berharap, melalui penyuluhan ini, siswa SDN 2 Argosari mampu memahami bahaya narkoba dan rokok serta memiliki semangat untuk terus berprestasi di masa depan. link berita : https://uin-malang.ac.id/blog/post/read/25010100374619857

Thumbnail
1 year ago
Seminar Moderasi Beragama: Penutup Bermakna KKM UIN Malang di Ponpes Hidayatullah

YAZID SHIDQI RABBANI

Pada tanggal 22 Januari 2025, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 103 dan 173 dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Seminar Moderasi Beragama di Pondok Pesantren Hidayatullah, Desa Tawangsari. Acara ini dimulai pada pukul 18.30 hingga 20.00 WIB dan berhasil menarik perhatian peserta dari berbagai kalangan, termasuk santri, kepala pengurus, dan pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah, serta mahasiswa KKM UIN Malang, terutama dari kelompok 103 dan 173. Seminar ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang pentingnya moderasi beragama kepada para santri. Moderasi beragama merupakan salah satu pilar utama dalam membangun kehidupan yang harmonis, terutama di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Dengan memahami nilai-nilai moderasi, diharapkan para santri dapat menjadi agen perubahan yang mampu menjaga kerukunan di tengah perbedaan. Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua KKM Kelompok 173. Dalam sambutannya, Ketua Kelompok 173 menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya seminar ini. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Gus Nizar, salah satu tokoh penting di Ponpes Hidayatullah, yang menekankan pentingnya membangun toleransi dan harmoni sebagai wujud pengamalan ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Setelah sambutan, acara utama seminar dimulai dengan menghadirkan dua pemateri dari Kelompok KKM 103, yaitu Althof Hussein dan Salma Inayah. Keduanya membawakan materi  dengan membahas berbagai aspek moderasi beragama. Materi yang disampaikan mencakup pentingnya toleransi dalam menjaga keharmonisan masyarakat, visi moderasi beragama sebagai langkah menuju perdamaian, serta bagaimana interaksi lintas agama dapat mencerminkan nilai-nilai Islam yang penuh kasih. Selain itu, Althof dan Salma juga menyampaikan nilai-nilai moderasi yang terdapat dalam Al-Qur’an, dilengkapi dengan dalil-dalil yang relevan untuk memperkuat pemahaman para peserta. Antusiasme peserta, terutama para santri, terlihat jelas selama sesi seminar berlangsung. Mereka mendengarkan dengan seksama dan aktif mengajukan pertanyaan pada sesi diskusi dan tanya jawab. Suasana yang hangat dan penuh semangat ini menciptakan lingkungan yang kondusif untuk berbagi pandangan dan memperdalam pemahaman tentang pentingnya moderasi beragama. Setelah sesi materi dan diskusi selesai, acara ditutup dengan doa bersama. Sebelum meninggalkan lokasi, para anggota KKM UIN Malang berpamitan dengan santri dan pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah, diikuti dengan sesi foto bersama sebagai kenang-kenangan. Seminar ini bukan hanya menjadi penutup kegiatan KKM di Pondok Pesantren Hidayatullah, tetapi juga menjadi momen penting dalam menyebarkan nilai-nilai moderasi beragama kepada masyarakat. Dengan kesuksesan acara ini, diharapkan para santri mampu menerapkan pemahaman yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi penggerak harmoni di tengah keberagaman masyarakat.  

Thumbnail
1 year ago
Inovasi Ramah Lingkungan dengan Memanfaatkan Minyak Jelatah Menjadi Lilin

FAZA LAYALIA BILQIS

Pada tanggal 19 Januari 2025, KKM Sidomulyo 165 menyelenggarakan kegiatan penyuluhan bertajuk "Ubah Minyak Jelantah Jadi Rupiah." Acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan limbah minyak jelantah yang sering kali dibuang sembarangan. Kegiatan tersebut menyoroti cara mengubah minyak bekas menjadi produk bernilai ekonomi, seperti lilin ramah lingkungan, yang juga membantu mengurangi dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang sering kali dianggap remeh. Dalam penyuluhan ini, narasumber menjelaskan bahwa minyak jelantah memiliki banyak risiko jika tidak dikelola dengan baik. Minyak yang dibuang sembarangan dapat mencemari tanah dan air, menyebabkan kerusakan lingkungan yang signifikan. Selain itu, jika digunakan berulang kali melebihi batas wajar, minyak ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan, seperti risiko penyakit jantung, obesitas, gangguan pencernaan, hingga kanker. Faktor yang mempengaruhi kualitas minyak goreng juga dijelaskan, termasuk jenis minyak, suhu pemanasan, dan kondisi penyimpanan. Masyarakat diberi pemahaman bahwa minyak goreng sebaiknya digunakan maksimal tiga kali pemanasan, dengan sisa makanan yang disaring untuk memperpanjang penggunaannya. Namun, setelah batas penggunaan tersebut tercapai, minyak bekas tidak boleh dibuang begitu saja. Di sinilah konsep daur ulang memainkan peran penting. Salah satu poin utama dari kegiatan ini adalah memperkenalkan potensi ekonomi dari minyak jelantah. Minyak bekas dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tinggi, seperti biodiesel, sabun, dan lilin. Di antara semua produk tersebut, lilin dari minyak jelantah menjadi topik utama dalam penyuluhan. Narasumber menjelaskan bahwa bahan baku minyak jelantah sangat melimpah, terutama dari rumah tangga, restoran, dan usaha kuliner kecil. Dengan modal kecil, siapa pun bisa memulai usaha pembuatan lilin dari minyak bekas ini. Selain mengurangi limbah, usaha ini juga memiliki pasar yang cukup luas. Lilin dari minyak jelantah banyak diminati karena ramah lingkungan dan memiliki harga jual yang kompetitif. Dengan harga minyak jelantah sekitar Rp2.000 hingga Rp5.000 per liter, produk lilin bisa dijual dengan harga mulai dari Rp15.000 hingga Rp50.000 per unit, tergantung pada desain dan kualitasnya. Hal ini menjadi peluang menarik bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan tambahan sambil berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Dalam sesi praktik, peserta diajak untuk langsung mencoba membuat lilin dari minyak jelantah. Prosesnya cukup sederhana, dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar rumah. Berikut adalah langkah-langkahnya: 1. Penyaringan Minyak Jelantah: Minyak bekas disaring untuk menghilangkan sisa-sisa makanan atau kotoran. 2. Pencampuran dengan Lilin Parafin atau Bahan Pengikat: Minyak jelantah dicampur dengan lilin parafin atau bahan lain yang dapat mengikat minyak agar menghasilkan tekstur yang solid. 3. Penambahan Pewarna dan Pewangi: Pewarna dan aroma tambahan diberikan untuk membuat lilin lebih menarik. 4. Penuangan ke Cetakan: Campuran minyak dituangkan ke dalam cetakan sesuai bentuk yang diinginkan. 5. Pendinginan dan Pemadatan: Lilin dibiarkan dingin hingga mengeras, lalu dilepaskan dari cetakan. Peserta terlihat antusias mengikuti setiap langkahnya. Banyak dari mereka yang merasa proses ini cukup mudah dan dapat diterapkan di rumah dengan peralatan sederhana. Selain ramah lingkungan, lilin dari minyak jelantah memiliki banyak manfaat. Lilin ini dapat digunakan untuk penerangan alternatif, dekorasi, atau bahkan sebagai aromaterapi jika ditambahkan pewangi. Dengan demikian, produk ini tidak hanya fungsional tetapi juga memiliki nilai estetika yang tinggi. Dalam skala usaha, lilin dari minyak jelantah juga membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya daur ulang limbah Kegiatan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin ini menjadi salah satu langkah kecil yang membawa dampak besar bagi lingkungan dan ekonomi masyarakat. Edukasi yang diberikan tidak hanya meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya minyak jelantah jika tidak dikelola, tetapi juga membuka peluang baru untuk menciptakan produk bernilai ekonomi. Dengan modal kecil dan proses yang sederhana, siapa pun dapat memulai usaha ini sambil berkontribusi dalam menjaga kelestarian lingkungan. Melalui kegiatan ini, KKM Sidomulyo 165 mengajak seluruh masyarakat untuk memandang limbah sebagai peluang, bukan masalah. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin adalah salah satu contoh konkret bagaimana kreativitas dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan. Dengan langkah ini, diharapkan semakin banyak orang yang terinspirasi untuk mengolah limbah menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan. https://www.kompasiana.com/arthasamasta0418/67984057ed64152941272ae7/inovasi-ramah-li ngkungan-dengan-memanfaatkan-minyak-jelatah-menjadi-lilin