SEKAR AYU DWIRUNIA
Dusun Sebaluh pernah menjadi pusat kerajinan perak yang berkembang pesat. Kerajinan perak di Dusun Sebaluh masih mempertahankan teknik manual dalam proses pembuatannya. Bahan utama yang digunakan adalah perak dan emas, yang dibentuk melalui proses penempaan, pengikiran, dan pengerjaan detail menggunakan alat-alat sederhana. Tidak seperti produksi massal yang menggunakan cetakan, para pengrajin di sini tetap menggunakan metode tradisional untuk menghasilkan produk dengan nilai estetika tinggi. Setiap cincin yang dibuat memerlukan waktu sekitar satu hari, tergantung pada tingkat kerumitannya. Model cincin yang paling banyak diproduksi adalah bentuk tangan, dengan desain yang disesuaikan berdasarkan permintaan pelanggan. Batu hias yang digunakan pun berasal langsung dari pelanggan yang ingin memberikan sentuhan personal pada perhiasannya. Salah satu hal unik dari produksi di Dusun Sebaluh adalah penggunaan perak dalam bentuk butiran yang kemudian dilebur tanpa melalui cetakan. Teknik ini memungkinkan para pengrajin untuk menciptakan bentuk-bentuk unik dengan sentuhan artistik yang berbeda dari produksi massal di pabrik. Sejak tahun 1993, para pengrajin perak di daerah ini telah menciptakan berbagai perhiasan dan aksesori bernilai seni tinggi. Dahulu, industri ini didukung oleh sekitar 15 pengrajin yang bekerja secara aktif, bahkan mencapai puncaknya dengan 8 orang pengrajin tetap. Salah satu tokoh utama dalam industri ini adalah Bapak Binardi, seorang pengusaha yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mempertahankan warisan seni perak tradisional. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pengrajin yang bertahan hanya tinggal 2 hingga 3 orang. Salah satu pengrajin yang masih bertahan adalah Pak Subur, yang sejak awal telah mengabdikan dirinya dalam dunia seni kerajinan perak. Menurut Pak Subur, keterampilan membuat perhiasan perak tidaklah sulit jika seseorang memiliki kemauan dan ketekunan. Namun, berkurangnya tenaga kerja disebabkan oleh menurunnya minat generasi muda serta berkurangnya permintaan pasar. Kesulitan dalam regenerasi pengrajin ini menjadi tantangan besar dalam mempertahankan tradisi kerajinan perak di Dusun Sebaluh. Selain cincin, berbagai jenis perhiasan lain juga dibuat di Dusun Sebaluh, termasuk anting, gelang, dan kalung. Modelnya menyesuaikan keinginan pelanggan, dengan beberapa desain yang sangat detail dan membutuhkan waktu pengerjaan hingga tiga hari, terutama untuk perhiasan dengan ukiran khusus. Pada masa kejayaannya, produk-produk perak dari Dusun Sebaluh dikirim hingga ke Bali dan Yogyakarta selama kurang lebih 10 tahun. Namun, dalam satu dekade terakhir, pemasaran lebih banyak terfokus pada pasar lokal. Daya beli masyarakat mengalami penurunan akibat kondisi ekonomi, meskipun peminat dari kalangan menengah ke atas masih tetap ada. Harga produk perak ini bervariasi, dengan harga mulai dari Rp800.000 per item, tergantung pada desain dan kompleksitasnya. Produk terbesar yang pernah dibuat adalah timangan sabuk (kuncian sabuk), yang menunjukkan keahlian tinggi dalam seni kerajinan logam mulia. Saat ini, produk kerajinan perak ini lebih banyak dikirim ke toko-toko perhiasan yang memesan secara kondisional. Produk-produk ini biasanya dikirim melalui paket untuk pelanggan di luar kota yang berikutnya, produk-produk ini dijual kembali dengan surat resmi. Dengan kondisi pasar yang semakin berubah, para pengrajin harus menyesuaikan diri dengan permintaan yang ada. Kini, pemasaran lebih bergantung pada pesanan langsung dari pelanggan maupun suplai ke toko-toko emas tertentu. Upaya promosi melalui media sosial juga mulai diterapkan oleh beberapa pengrajin untuk menjangkau pelanggan baru dan mempertahankan eksistensi industri kerajinan perak di tengah era digital. Tantangan terbesar yang dihadapi pengrajin perak saat ini adalah menurunnya daya beli serta kurangnya tenaga kerja terampil. Dulu, masyarakat begitu antusias hingga rela mengantri untuk mendapatkan produk perak dari Dusun Sebaluh. Kini, hanya pelanggan setia dan kolektor yang masih aktif melakukan pemesanan, bahkan ada yang memesan hingga 200 buah untuk koleksi pribadi. Beberapa pengrajin berupaya meningkatkan daya tarik produknya dengan inovasi desain dan kombinasi material yang lebih modern. Ada juga rencana untuk memberikan pelatihan kepada generasi muda agar keterampilan ini tidak hilang begitu saja. Jika lebih banyak pemuda tertarik untuk belajar dan mewarisi keterampilan ini, maka harapan untuk menghidupkan kembali kejayaan industri perak di daerah ini masih terbuka lebar. Hal ini pulalah yang menjadi motivasi pak Subur tetap bertahan sebagai pengrajin perak. Baginya, kesulitan hanya tumbuh karena rasa malas, sementara kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Seni kerajinan perak Dusun Sebaluh bukan sekadar bisnis, tetapi juga warisan budaya yang berharga. Dengan tetap mempertahankan teknik tradisional dan beradaptasi dengan tren pasar, kerajinan perak dari Dusun Sebaluh dapat terus bersinar di masa depan. Pemerintah daerah dan komunitas seni juga diharapkan dapat memberikan dukungan, baik dari segi promosi maupun pelatihan, agar industri ini dapat kembali berkembang dan membawa kesejahteraan bagi para pengrajinnya.
RIFKY ASTRIANSYAH
Peristiwa Isra Mi'raj merupakan perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsa di Yerusalem dan dilanjutkan dengan perjalanan ke Sidratul Muntaha, dan kemudian ke langit untuk menerima wahyu shalat lima waktu. Momentum ini menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam, yang menggambarkan kebesaran dan kekuasaan Allah SWT, menguatkan iman umat Islam terhadap ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW serta memberikan kesempatan bagi umat untuk memikirkan nilai-nilai keimanan dan memperkuat ikatan spiritual dengan Allah SWT melalui kegiatan pengajian (pembacaan Ratibul Al Haddad, sholawatan dan tausiyah) bersama Majelis Rosho. Acara istimewa Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW ini dilaksanakan pada hari Rabu malam Kamis, Tanggal 22 Januari 2025, yang bertempatan Di Masjid Baitul Mu'in Dusun Bangelan Tepatnya di Desa Bangelan Kecamatan Wonosari Kabupaten Malang yang berkolaborasi dengan KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 63 dan 133, yang bertemakan "Mewujudkan pribadi yang moderat melalui momentum Isra' Mi'raj" yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang makna Isra' Mi'raj. Selain itu, peringatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi antar umat beragama khususnya warga Desa Bangelan serta sekitarnya dengan tujuan memperkuat toleransi dan saling pengertian di tengah kesejahteraan masyarakat. Acara Ini di buka oleh Master of Ceremony, Saudara Muhammad Hendra Saputra dan Saudari Tsabitah Naurah Fithriyah selaku perwakilan mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an dan Saritilawah yang dilantunkan oleh Ustadz Abdul Muiz Fauzi. Dan acara umum ini dihadiri oleh masyarakat khususnya warga Desa Bangelan yang antusias nya sangat luar biasa, Tokoh Masyarakat , Majelis Rosho, dan Mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sambutan ketua takmir masjid Baitul Mu'in oleh bapak Abdul Muhid menyampaikan bahwasanya "jama'ah Muslimin Muslimat Majelis Rosho diharapkan mengamalkan dan semoga mendapatkan barokah dari acara peringatan isra' mi'raj dan mendapatkan pertolongan dari Allah SWT" Pak Sukirno selaku ketua panitia menyampaikan "pemberitahuan terkait persiapan acara, dana pemasukan dan pengeluaran agar supaya mengetahui dana yang masuk, dan beliau juga mengucapkan terima kasih kepada bapak - bapak, ibu - ibu panitia dan adik adik KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang telah membantu menyukseskan acara ini dan semoga kegiatan yang berkaitan dengan masjid kedepannya diharapkan bisa bergotong royong bersama-sama". Ujarnya. Bapak Budiono memberikan Berbagai " moderat itu harus ditengah - tengah, harus imbang , jadi kita didalam hidup bermasyarakat itu harus menjaga kerukunannya, dalam moderat kita tidak boleh membedakan, kita harus sama, dan dengan diadakan acara ini semoga memiliki keteladan, kesabaran, ketangguhan dan memiliki sifat nya rasulullah dalam kehidupan masyarakat". Tuturnya. Dan dalam tausiyah inti yang disampaikan oleh ustad Faisol Nur Muchlis, S.Pd.I “Dalam acara ini mengambil tema mewujudkan pribadi yang moderat , dimana moderat itu harus imbang, waktunya solat ya solat, waktunya tahlil ya tahlil. Kita Harus tawassut tidak boleh fanatik, Didalam mewujudkan moderat (tengah - tengah), dan dia juga berdawuh bahwa kita harus solat tidak boleh memberikan komitmen sholat. serta dia berdawuh bahwa syarat mencari ilmu itu ada 6 yaitu harus cerdas( akal sehat), semangat, bersungguh-sungguh, biaya yang cukup, harus ada guru,waktu yang panjang" dawuh beliau. Peringatan Isra' Mi'raj ini tidak hanya sekedar seremonial, namun juga menjadi momen refleksi dan peningkatan spiritualitas umat Islam. Salah satu pesan utama yang dapat diambil dari peristiwa ini adalah pentingnya menjaga hubungan dengan Allah melalui ibadah, serta pentingnya shalat yang diwajibkan dalam peristiwa tersebut. Melalui peringatan Isra Mi'raj, diharapkan umat Islam semakin memperkuat tekad untuk hidup sesuai dengan ajaran agama, serta menjadikan peristiwa tersebut sebagai pengingat akan pentingnya menjalankan ibadah dengan penuh kesungguhan dan ketakwaan kepada Allah SWT. https://www.kompasiana.com/rifky88158/6791ab2b34777c30e7703be2/memperingati-isra-mi-raj-nabi-muhammad-saw-1446-h-tahun-2025-meningkatkan-kualitas-ibadah-dan-toleransi
PUTRI MUJDALIPAH
Pada Selasa, 21 Januari 2025, kelompok KKM Lokakalyana 82 mengadakan kegiatan pembuatan lilin aromaterapi di kediaman salah satu anggota PKK di Dusun Wonosari, Desa Pandansari, Kecamatan Poncokusumo. Kegiatan ini menjadi ajang yang menyenangkan untuk belajar membuat lilin dengan aroma yang menenangkan, yang tidak hanya memperindah ruangan tetapi juga memberikan efek relaksasi. Alat dan Bahan yang Diperlukan #Alat: - Kompor - Panci - Gelas stainless - Gelas kaca #Bahan: - Soy Wax (lilin berbahan dasar kedelai yang lebih ramah lingkungan) - Tali berbahan katun (sebagai sumbu lilin) - Pewarna (opsional, untuk memberikan sentuhan estetika) - Essential oil (minyak aromaterapi tanpa alkohol) #Langkah-Langkah Pembuatan 1. Mempersiapkan Peralatan Siapkan kompor dan panci. Panaskan air dalam panci hingga mencapai suhu semi mendidih. 2. Melelehkan Soy Wax Sambil menunggu air panas, masukkan Soy Wax ke dalam gelas stainless. Setelah air dalam panci cukup panas, tim Soy Wax di atas air mendidih hingga meleleh sempurna. 3. Menambahkan Aroma dan Warna Setelah Soy Wax meleleh, diamkan selama sekitar 2 menit. Kemudian, tambahkan beberapa tetes essential oil sesuai selera untuk menciptakan aroma yang diinginkan. Jika ingin mempercantik lilin, tambahkan pewarna sesuai preferensi. 4. Menuangkan ke Dalam Gelas Kaca Siapkan gelas kaca yang sudah dipasangi sumbu dari tali katun. Tuangkan Soy Wax yang sudah dicampur dengan essential oil dan pewarna ke dalam gelas kaca. 5. Menyelesaikan Lilin Aromaterapi Tunggu beberapa saat hingga lilin mulai mengeras. Sebagai sentuhan akhir, tambahkan hiasan berupa bunga kering di atas permukaan lilin. Setelah mengeras sempurna, lilin aromaterapi siap digunakan! #Kesimpulan Membuat lilin aromaterapi ternyata cukup mudah dan menyenangkan. Selain bisa digunakan sendiri untuk menciptakan suasana yang lebih tenang, lilin ini juga bisa menjadi hadiah unik dan bernilai estetika tinggi. Dengan menggunakan bahan-bahan alami seperti Soy Wax dan essential oil, lilin ini lebih ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan. Bagaimana? tertarik mencoba? Yuk, buat lilin aromaterapi versimu sendiri!?
SYARIFATUNNISA` EKA APSARINI
Pada hari Jumat, 24 Januari 2025, MTS Miftahul Ulum, Desa Tawangsari Kec. Pujon menjadi saksi pentingnya sosialisasi koperasi yang diadakan oleh mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 103 dan 173 Tawangsari dan dihadiri oleh murid-muri, guru MTS beserta guru MI Miftahul Ulum. Acara sosialisasi koperasi tersebut mengangkat tema "Koperasi Sebagai Sarana Pengentasan Kemiskinan: Solusi Ekonomi Berkelanjutan" dipilih untuk menyoroti peran strategis koperasi dalam menciptakan peluang usaha, memperkuat kapasitas ekonomi masyarakat berpenghasilan rendah, serta memberikan akses yang lebih luas terhadap sumber daya dan pembiayaan. Acara sosialisasi koperasi dibuka oleh MC dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an beserta sambutan ketua pelaksana, kemudian materi koperasi disampaikan oleh narasumber yang sangat luar biasa yaitu bapak Muhammad Sulton Aminudin, S.Kom, M.M sebagai ahli pertama UPT pelatihan koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur. Bapak Sulton menjelaskan prinsip-prinsip dasar koperasi, jenis-jenis koperasi yang ada, dan manfaat yang bisa diperoleh dari berpartisipasi dalam koperasi. Narasumber menjelaskan dengan bahasa yang mudah dipahami, sehingga murid-murid tampak antusias mengikuti setiap penjelasan. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan partisipasi masyarakat dalam mengoptimalkan manfaat koperasi, sekaligus memperkuat sinergi antara koperasi, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan. Setelah penyampaian materi, diadakan sesi tanya jawab. Murid-murid diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Beberapa dari mereka tertarik untuk mengetahui bagaimana cara mendirikan koperasi di sekolah dan apa saja yang perlu dipersiapkan. Diskusi ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membangun kepercayaan diri para siswa dalam berbicara di depan umum. Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat kepada narasumber dan reward kepada beberapa murid yang sudah berani bertanya. Dilanjutkan dengan sesi dokumentasi dan pembuatan konten bersama. Kami mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 103 dan 173 berharap partisipan lebih memahami bahwa koperasi bukan hanya sekadar wadah ekonomi, tetapi juga sebagai alat transformasi sosial untuk menciptakan kesejahteraan bersama. Dengan demikian, koperasi dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengentasan kemiskinan dan upaya membangun kemandirian ekonomi nasional.
UMAROTUL MAHDY
Pada Ahad, 19 Januari 2025 Karang Taruna Tunas Harapan Desa Putukrejo menggelar acara resuffle pembentukan pengurus Karang Taruna periode 2024-2027 dengan mengangkat tema "Membentuk Pemuda yang Kreatif, Inovatif, dan Partisipatif untuk desa yang lebih maju, kuat dan mandiri". Acara ini berlangsung di Balai Desa Putukrejo dan dihadiri oleh kepala desa Putukrejo, beberapa tokoh masyarakat, serta pemuda setempat. Pelantikan ini menunjukkan semangat baru dalam pemberdayaan pemudayaan pemuda dan pengembangan potensi desa Putukrejo. Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 124 Apurana turut berperan aktif dalam mensukseskan acara tersebut. Mereka berkolaborasi dengan panitia setempat dalam persiapan dan pelaksanaan acara, termasuk menjadi pengisi acara dan dokumentasi. Keterlibatan ini menunjukkan sinergi kebersamaan antara mahasiswa KKM Kelompok 124 Apurana dengan Masyarakat setempat. Acara dimulai dengan sambutan hangat dari Kepala Desa Putukrejo, Bapak Heri Wibisono, Ketua Karang Taruna yang baru, Bapak Suhendri, serta Bapak Mahdi selaku pembina dan penasihat Karang Taruna. Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap partisipasi aktif mahasiswa KKM 124 Apurana dalam berbagai kegiatan desa, termasuk dalam acara ini. Beliau juga menekankan bahwa Karang Taruna memiliki peran strategis dalam memajukan Desa Putukrejo. Karang Taruna tidak hanya berfungsi sebagai wadah pengembangan generasi muda, tetapi juga sebagai penggerak kemajuan desa melalui berbagai inovasi dan program yang bermanfaat. Dengan adanya penyegaran dalam kepengurusan ini, diharapkan Karang Taruna dapat semakin aktif dalam membentuk pemuda yang kreatif, inovatif, dan partisipatif. Hal ini sejalan dengan visi desa untuk menjadi lebih maju, kuat, dan mandiri, sebagaimana yang tercermin dalam tema acara ini. Selanjutnya, Bapak Mahdi selaku pembina Karang Taruna menambahkan bahwa Karang Taruna harus memiliki jiwa kreatif dan proaktif. Ia menekankan pentingnya inisiatif dalam berkontribusi bagi kemajuan desa, bukan sekadar menunggu perintah, tetapi berusaha mencari peluang dan menciptakan perubahan positif bagi masyarakat, ujarnya. Sementara itu, Ketua Karang Taruna yang baru, Bapak Suhendri, dalam sambutannya mengajak seluruh anggota untuk bekerja sama dalam membangun dan mewujudkan visi serta misi yang telah disusun. Ia berharap dengan adanya semangat kebersamaan dan gotong royong, Karang Taruna dapat menjadi pilar penting dalam pembangunan desa. Acara kemudian dilanjutkan dengan pelantikan Ketua Karang Taruna yang baru serta pembentukan struktur kepengurusan Karang Taruna yang baru, yang diharapkan dapat membawa semangat baru dalam menjalankan berbagai program kerja yang telah direncanakan. Diharapkan dengan berlangsungnya acara ini dan dukungan dari Kelompok KKM 124 Apurana dapat menjadikan Karang Taruna Tunas Harapan yang lebih baik lagi kedepannya baik bagi perkembangan dan pemberdayaan Desa Putukrejo maupun pemuda-pemudi Karang Taruna Tunas Harapan.
MOCHAMMAD IRSYAT QOLBANA
Dusun Busu, Desa Slamparejo, kembali menjadi pusat perhatian dengan diadakannya kegiatan bertema lingkungan dan budaya yang melibatkan masyarakat setempat dan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri (UIN) Malang. Dalam rangkaian giat bertajuk Bumi Wekasan, mahasiswa KKM bersama warga bekerja sama untuk menjaga dan melestarikan Punden Dusun Busu, sebuah situs budaya yang kaya akan nilai sejarah dan spiritual. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pembersihan punden sebagai simbol sakralitas masyarakat lokal, tetapi juga mencakup berbagai aksi peduli lingkungan seperti penanaman bibit pohon dan pembersihan mata air. Tujuan utamanya adalah memastikan kelestarian alam di sekitar punden sekaligus memperkuat keberlanjutan sumber daya air bagi masa depan. Pembersihan Punden: Merawat Warisan Budaya Punden Dusun Busu memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Desa Slamparejo. Sebagai situs sakral yang mengandung nilai historis, punden ini sering dijadikan tempat ritual budaya dan sarana untuk merekatkan hubungan sosial warga. Oleh karena itu, kegiatan Bumi Wekasan dimulai dengan pembersihan area punden. Mahasiswa KKM UIN Malang bersama warga setempat membersihkan dedaunan kering, sampah, dan kotoran yang menumpuk di sekitar punden. Aktivitas ini tidak hanya mengembalikan estetika tempat, tetapi juga mencerminkan rasa hormat terhadap warisan budaya yang telah menjadi bagian dari identitas masyarakat lokal. Penanaman Bibit Pohon: Menjaga Ekosistem dan Mata Air Salah satu kegiatan utama dalam giat ini adalah penanaman bibit pohon di sekitar area punden dan mata air. Penanaman pohon bukan hanya sekadar penghijauan, tetapi memiliki tujuan yang lebih besar. Pohon-pohon yang ditanam berfungsi untuk memperkuat aliran mata air yang ada dan diharapkan dapat memunculkan sumber mata air baru di masa mendatang. Pohon berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Akar pohon membantu menahan tanah dan mencegah erosi, sekaligus menyerap air hujan untuk disimpan dalam lapisan tanah. Dengan menanam pohon, mahasiswa dan masyarakat Dusun Busu menunjukkan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan yang berdampak langsung pada kualitas hidup generasi mendatang. Pembersihan Mata Air: Sumber Kehidupan yang Harus Dijaga Selain menanam pohon, kegiatan Bumi Wekasan juga mencakup pembersihan mata air di sekitar Dusun Busu. Mata air adalah sumber kehidupan bagi masyarakat setempat, baik untuk keperluan sehari-hari maupun kegiatan pertanian. Sayangnya, aliran mata air sering terhambat oleh sampah dan material alami seperti dedaunan dan ranting. Mahasiswa KKM bersama warga bekerja bahu-membahu membersihkan area mata air untuk memastikan aliran air tetap lancar. Langkah ini tidak hanya meningkatkan kualitas air, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya air di wilayah tersebut. Kolaborasi untuk Masa Depan yang Lebih Baik Kegiatan Bumi Wekasan ini menjadi contoh nyata kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam melestarikan budaya dan lingkungan. Mahasiswa KKM UIN Malang tidak hanya berkontribusi dengan tenaga dan pengetahuan, tetapi juga membawa semangat baru bagi warga untuk terus menjaga warisan leluhur sekaligus menghadapi tantangan lingkungan di era modern. Keberhasilan giat ini menjadi bukti bahwa upaya menjaga budaya dan lingkungan tidak dapat dipisahkan. Punden Dusun Busu, sebagai simbol sakral dan identitas lokal, kini semakin kuat posisinya sebagai pusat pelestarian budaya dan ekologi. Dengan kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat terus menjaga kekayaan budaya dan lingkungan yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Melalui inisiatif ini, generasi muda, baik mahasiswa maupun masyarakat setempat, telah menunjukkan bahwa mereka siap menjadi penjaga kelestarian alam dan budaya demi masa depan yang lebih baik. Kegiatan seperti Bumi Wekasan patut menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam melestarikan kekayaan budaya dan lingkungan lokal.