Thumbnail
2 years ago
Sosialisasi Parenting dan Cegah Stunting Di Desa Sumberpetung: Program Kolaborasi Kelompok KKM 126 dan 56 UIN Malang

UMMU KULTSUM NAVIZA

Kelompok KKM 126 dan 56 UIN Malang sukses menggelar sosialisasi dengan tema Parenting dan Stunting di Balai Dusun Banduarjo, Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare. Sosialisasi tersebut berlangsung tepat setelah agenda rutinan PKK berupa pelayanan posyandu. Tidak hanya dihadiri oleh para ibu di desa Sumberpetung, namun kegiatan sosialisasi tersebut juga turut dihadiri langsung oleh kepala desa Sumberpetung, Bapak Hamim Achmad, beserta perangkat desa lainnya. Kegaitan sosialisasi dibuka dengan hangat oleh sambutan dari Kepala Desa selaku tamu undangan. Dalam sambutannya, Hamim memaparkan terkait urgensi dari diadakannya sosialisasi tersebut di Desa Sumberpetung, khususnya. Walaupun fenomena stunting tidak banyak terjadi di desa tersebut, namun pencegahan dini tetap diperlukan. Sosialisasi tersebut juga mengundang dua pemateri yang menguasai bidang pola asuh dan pola makan anak. Materi terkait pola asuh anak atau parenting disampaikan oleh Yully Astutik sebagai pemateri pertama. Penyampaiannya yang interaktif berhasil membangunkan antusias audiens. Melalui sosialisasi tersebut, Yully menegaskan pentingnya pola asuh seorang ibu sebagai sekolah pertama bagi anak. Tak berhenti disitu, materi cegah stunting selanjutnya disampaikan oleh ahli gizi Ayu C. Hermawati sebagai pemateri kedua. Materi ini cukup unik dikarenakan pemateri tidak hanya berbagi ilmu terkait stunting saja, namun juga berbagi menu-menu makanan untuk anak yang bervariasi tapi tetap sehat. Lebih dari itu, Ayu langsung mempraktikan proses dan cara memasak beberapa menu dengan bahan yang sama. Ayu juga tak sungkan untuk mempersilakan siapapun diantara para ibu yang ingin mencoba memasaknya secara langsung di hadapan para audiens lainnya. Hal tersebut pun tentu memantik semangat mereka yang tertarik untuk mencobanya. Kegiatan sosialisasi berlangsung dengan lancar sampai waktu menjelang tengah hari. Pembawa acara berinisiatif untuk mengakhiri acara dengan sesi tanya jawab berhadiah. Untuk kesekian kalinya, para audiens tergugah untuk menyimak sisa kegiatan tersebut. Tak disangka, banyak diantara audiens yang berhasil menjawab pertanyaan dari pembawa acara dengan cepat dan tepat. Hal ini menunjukkan bahwa para ibu yang hadir di dalam sosialisasi telah menyimak materi yang disampaikan dengan baik. Melalui kegiatan sosialisasi Parenting dan Stunting yang diadakan oleh kelompok KKM 126 dan 56 di Desa Sumberpetung, diharapkan adanya penurunan angka stunting dan krisis parenting pada anak-anak bangsa ini. Karena bangsa yang hebat dimulai dari generasi yang sehat dan kuat.    

Thumbnail
2 years ago
Ajak Warga Basmi Jentik-Jentik, Mahasiswa KKM "Sahityabhavana" UIN Malang Bagikan Abate Larvasida Di Dusun Jamuran

MUHAMAD HILMI ALBI MAULANA

Setelah sehari sebelumnya sudah mengenalkan Abate atau Larvasida lewat sosialisasi, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok Sahityabhavana dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang membagikan Abate yang berbentuk bubuk atau butiran kecil yang digunakan untuk membunuh larva nyamuk, terutama jenis Aedes aegypti. Pembagian yang berlangsung Minggu (5/1/2025) kemarin, ditujukan sebagai langkah pencegahan virus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang ada di Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Sebagai informasi, Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti. Salah satu anggota kelompok Sahityabhavana, Dira, menjelaskan cara penggunaan Abate ini cukup sederhana. Yaitu, abate cukup ditaburkan di bak mandi atau di tempat-tempat yang berisi udara untuk membasmi jentik-jentik yang mana bisa berpotensi menjadi nyamuk atau jentik-jentik.  Menurut Dira, jenis nyamuk yang membedakan antara nyamuk DBD dengan nyamuk biasanya adalah pola belang putih ini menyerupai bentuk huruf "lyra" pada bagian punggung, dan biasanya nyamuk DBD berukuran kecil dibandingkan nyamuk biasa. Edukasi yang telah disampaikan sebelumnya untuk mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan pencegahan penyakit demam berdarah dengan menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan abate yang disebarkan, serta memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang cara penggunaan abate yang benar dan aman dalam memberantas jentik nyamuk di lingkungan rumah dan sekitarnya. Seperti informasi yang dihimpun, Abate mempunyai kandungan utama, yaitu bahan kimia bernama Temepos. Andika selaku ketua kelompok menuturkan, Temepos ini zat aktif yang bekerja dengan cara menghambat sistem enzim pada larva nyamuk, sehingga mereka tidak dapat berkembang menjadi nyamuk dewasa, temepos juga dianggap efektif dalam membunuh jentik nyamuk tanpa mencemari lingkungan. Ibu Kepala Dusun Jamuran, menerima ide teman-teman mahasiswa KKM dengan sangat baik serta mendukung program sosialisasi dan penggunaan Abate ini. Menurutnya, memang di Dusun Jamuran ini saat musim hujam marak pertumbuhan nyamuk. “Saya dan para warga sangat berterimakasih dengan menyebarkannya Abate untuk mengurangi serta mencegah penyebaran penyakit demam berdarah di kampung ini,” ujarnya senang. Terakhir, ia berharap kegiatan ini bisa menggugah masyarakat agar sadar pentingnya pencegahan penyakit demam berdarah melalui langkah-langkah pemberantasan sarang nyamuk dan semoga abate yang meninggal dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat untuk mengurangi populasi jentik nyamuk di lingkungan mereka. (sd/sf) Penerjemah: Shandyka Redaksi : Sulthan Fathani Elsyam (Ajay)

Thumbnail
2 years ago
UIN Malang Berkarya Di Desa Plaosan : Implementasi Ilmu Pengetahuan Untuk Masyarakat

FATIHA ADHA ADZKIYA

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Malang resmi melepas mahasiswanya sejumlah 2.571 di lapangan utama pada pagi hari Kamis, 19 Desember 2024. Beberapa wilayah di malang raya menjadi fokus pengabdian bagi mahasiswa UIN Malang dalam rangka Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tahun 2024. Khususnya di Desa Plaosan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang, dikirim dua kelompok untuk melangsungkan kegiatan tersebut. Dua kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Tahun 2024 dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yaitu kelompok 67, dan 137, secara resmi memulai program Kuliah Kerja Mahasiswa dalam acara pembukaan yang diadakan pada Jumat pagi (20/12/2024) dibalai Desa.   Kegiatan ini dimulai pukul 10.00 WIB, dipandu dengan penuh semangat oleh Amallisna Hidayati dan Muhammad Jad Maula, mahasiswa yang bertugas sebagai Master of Ceremony. Acara pembukaan yang meriah ini dihadiri oleh dosen pembimbing lapangan (DPL), perangkat desa, dan seluruh mahasiswa dari kelompok 67, dan 137.   Rangkaian acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Dinda Farahdifa Adinareta dari kelompok 67. Seluruh hadirin melantunkan lagu kebangsaan dengan penuh penghayatan, memancarkan semangat nasionalisme yang kuat. Dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh M. Fadlillah Ahnaf dari kelompok 137. Lantunan ayat suci yang menyentuh hati tersebut memberikan suasana sakral dan menjadi doa awal bagi kesuksesan kegiatan.  

Thumbnail
2 years ago
Sosialisasi Stunting dan Parenting di Desa Sumbersuko: Langkah Nyata Cegah Stunting

FAIRUZ AINUR SYAFA` MUSTOFA

Sumbersuko, 5 Januari 2025 – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pencegahan stunting dan peran parenting, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang mengadakan kegiatan sosialisasi bertema "Stunting dan Parenting." Acara ini berlangsung di Balai Desa Sumbersuko pada Minggu pagi, dihadiri oleh warga sekitar yang sangat antusias. Kepala Desa Sumbersuko memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKN UIN Malang atas inisiatif mereka dalam menyelenggarakan sosialisasi ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk membantu menciptakan generasi yang sehat dan cerdas.   Acara ini melibatkan kolaborasi antara mahasiswa dan narasumber ahli, Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang kompeten di bidangnya. Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd, C.Ht, seorang ahli parenting, menyampaikan materi berjudul "Peran Keluarga Dalam Mewujudkan Anak Tumbuh Kembang Optimal". Beliau menjelaskan pentingnya pola asuh yang tepat, serta memberikan tips praktis untuk menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung tumbuh kembang anak secara maksimal.   Pemateri kedua ialah Sigita Ardelia Fista, S.Tr.Gz, seorang ahli gizi, membahas tema "Cegah Stunting Pada Anak". Dalam paparannya, ia menjelaskan faktor-faktor penyebab stunting, dampaknya pada perkembangan anak, serta cara-cara mencegahnya melalui pemenuhan gizi yang cukup dan pola hidup sehat.      Acara ini dihadiri oleh lebih dari 20 warga Desa Sumbersuko, yang sebagian besar adalah orang tua dan kader kesehatan desa. Mereka sangat antusias mengikuti setiap sesi, khususnya sesi diskusi dan tanya jawab. Salah satu peserta bertanya tentang cara mengelola pola makan anak di tengah keterbatasan ekonomi, yang dijawab oleh narasumber dengan saran pemanfaatan sumber pangan lokal bernutrisi tinggi.      Ketua pelaksana kegiatan ini menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi praktis yang dapat langsung diterapkan oleh masyarakat. "Stunting bukan hanya masalah kesehatan, tetapi juga tanggung jawab kita bersama. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memberikan bekal kepada masyarakat untuk mencegah stunting melalui pola asuh yang baik dan pemenuhan gizi yang cukup," jelasnya.    Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan ajakan kepada seluruh peserta untuk berkomitmen dalam mencegah stunting di lingkungannya masing-masing. Mahasiswa KKN UIN Malang berharap, melalui kolaborasi antara pemerintah desa, warga, dan akademisi, Desa Sumbersuko dapat menjadi desa yang bebas stunting dan menjadi contoh bagi desa-desa lain di sekitarnya

Thumbnail
2 years ago
Kontribusi Mahasiswa KKM SINERGI UIN Malang di TPQ Darul Ulum Dengan Penerapan Metode Ummi Sebagai Acuan Pembelajaran

ANNISA ZAHIDATUR RAHMAH

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tahun 2024 mengusung tema kemiskinan ekstrim, moderasi beragama, stunting dan parenting. Tidak hanya fokus pada empat aspek tersebut, KKM UIN Malang juga memperhatikan aspek pendidikan seperti kegiatan belajar mengajar di TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an). KKM Sinergi UIN Malang melakukan kegiatan belajar mengajar di TPQ Darul Ulum Dusun Luring, Desa Sukopuro, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang mulai tanggal 24 Desember 2024. Dalam rangka memberikan kontribusi nyata terhadap pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat. TPQ Darul Ulum menerapkan metode Ummi di mana metode ini cukup popular digunakan dalam proses pembelajaran di berbagai TPQ. Kegiatan belajar mengajar di TPQ Darul Ulum dilakukan pada hari Senin sampai Sabtu, pada waktu sore hari ba'da ashar. TPQ Darul Ulum menerapkan metode Ummi sebagai acuan pembelajaran, selain itu terdapat hafalan surat-surat serta do'a-do'a harian yang rutin dilakukan setiap harinya. Santri terdiri dari tingkatan jilid pra TK sampai Al-Qur'an, masing-masing tingkatan diisi oleh anak-anak dari berbagai usia. Tak jarang, anak usia dini sudah memasuki tingkatan yang cukup tinggi. Metode Ummi dipilih  karena kesederhanaan dalam penyampaiannya yang memungkinkan anak-anak dengan mudah memahami dan menghafal Al-Qur'an, khususnya di kalangan anak-anak yang baru mulai belajar. Dengan penerapan metode ini, TPQ Darul Ulum berhasil menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efektif bagi para santri. Metode Ummi secara sederhana diartikan sebagai metode belajar Al-Qur'an yang dilakuokan dengan pendekatan secara langsung dan berulang-ulang. Penggunaan alat peraga disesuaikan dengan jilid di tingkatan kelas masing-masing. Mahasiswa KKM Sinergi UIN Malang berkontribusi membantu mengajar dan menyimak bacaan serta hafalan para santri. Menurut salah satu ustadzah yang mengajar di kelas jilid 5, metode Ummi saat ini banyak diterapkan diberbagai TPQ. Pengulangan yang dilakukan setiap hari menjadikan santri memiliki pemahaman yang baik terkaita cara membaca atau tajwidnya. "Selain belajar cara membaca Al-Qur'an anak-anak juga menghafal surat-surat pendek dan do'a-do'a harian, jadi anak-anak bisa menerapkan untuk sehari-hari," kata ustadzah pengajar di kelas jilid 5. Keberadaan mahasiswa KKM dalam membantu kegiatan belajar mengajar tidak hanya disambut baik oleh pihak pengurus TPQ melainkan juga oleh para santri. Antusias mereka saat belajar bersama mahasiswa KKM menciptakan suasana baru yang tentunya dapat mendukung proses belajar, sehingga dapat berjalan lebih efektif dan menyenangkan. "Anak-anak itu senang sekali mba, kalua kedatangan kakak-kakak mahasiswa untuk mengajar. Kalau sama ustadzahnya mungkin tidak mau nurut, tapi sama kakak-kakak KKM dia pasti nurut" ujar salah satu ustadzah. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Kontribusi Mahasiswa KKM SINERGI UIN Malang di TPQ Darul Ulum Dengan Penerapan Metode Ummi Sebagai Acuan Pembelajaran", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/deaputri1205/678b3da6c925c46eff7ff014/kontribusi-mahasiswa-kkm-sinergi-uin-malang-di-tpq-darul-ulum-dengan-penerapan-metode-ummi-sebagai-acuan-pembelajaran?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile Kreator: Dea Putri    

Thumbnail
2 years ago
Kegiatan Pentas dan Pameran Karya P5 SDN 4 SUKOMULYO

MUHAMMAD NAFIS IRFANSYAH

  SD Negeri 4 Sukomulyo adalah sebuah lembaga sekolah Sekolah Dasar Negeri yang berlokasi di Rt. 34 Rw. 8 Dusun Gumul, Kab. Malang SD negeri ini pertama kali berdiri pada tahun 2017. Sekarang SD Negeri 4 Sukomulyo menggunakan kurikulum belajar SD 2013. SD Negeri 4 Sukomulyo merupakan salah satu sekolah penggerak di Sukomulyo, Pujon.    SD penggerak : Kreatif dan inovatif       Sekolah penggerak adalah sekolah yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik dengan mewujudkan profil pelajar pancasila yang mencangkup kompetensidan karakter yang diawali dengan SDM yang unggul (Kepala sekolah dan Guru). Program ini tidak hanya fokus pada pencapaian kompetensi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter siswa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Dengan demikian, sekolah penggerak bertujuan untuk menciptakan profil pelajar Pancasila yang mencakup penguasaan kompetensi dasar serta pembentukan karakter unggul seperti gotong royong, kemandirian, dan kreativitas. Program ini diawali dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan sekolah, terutama kepala sekolah dan guru, yang dianggap sebagai motor penggerak utama dalam menciptakan perubahan. Kepala sekolah dan guru dilatih untuk memiliki kompetensi unggul sehingga mampu menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa, menciptakan lingkungan belajar yang inklusif, serta menanamkan nilai-nilai moral dan etika yang sesuai dengan tujuan pendidikan nasional.   Oleh karena itu, untuk menciptakan SDM yang dapat menunjang suksesnya Sekolah Penggerak ini, SD Negeri 4 Sukomulyo ini mengadakan Kegiatan Pentas dan Pameran Karya P5 yang diikuti oleh seluruh warga sekolah serta mahasiswa ikut menyemarakkan acara yaitu ikut membantu mengkoordinasikan siswa-siswi.   Kepala sekolah dan Guru memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menampilkan berbagai bakat yang mereka miliki antara lain seperti tarian salam kerrong, menyanyi, dan sebagainya. Adapun bazar yang diikut sertakan untuk memeriahkan acara ini yaitu makanan, minuman, serta karya seni.   Untuk penjualan makanan dan minuman yang mana penjualnya anak-anak sendiri dengan adanya bazarini anak-anak bisa belajar jual-beli dan mengelola uang dengan baik. Sedangkan Untuk Karya seni ini dibuat secara langsung oleh siswa-siswi kelas 5 dan 6 yang mana mereka telah membuat dan mempraktekan hasil karyanya. nah pada karya seni ada yang menarik salah satunya pembuatan sabun dari eco enzim yang mereka olah namun dapat digunakan hanya untuk cuci tangan,  Eco enzim ini terbuat dari limbah sisa sayuran, yang mana di daerah pujon ini pusatnya penghasil sayuran karena mayoritas penduduk disini adalah petani sayuran.  Dengan adanya kegiatan ini anak-anak dapat memiliki rasa ingin tahu lebih tinggi, kreatif, serta inovatif dan membangun adanya rasa percaya diri. Pada akhir program, mahasiswa KKM berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mengevaluasi kegiatan yang telah dilakukan. Mereka juga berdiskusi tentang berbagai bentuk bantuan dan inovasi yang dapat dikembangkan bersama. Kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi sekolah sebagai institusi penggerak pendidikan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM tidak hanya memberikan kontribusi bagi masyarakat, tetapi juga memperoleh pengalaman berharga dalam dunia pendidikan. Sinergi antara mahasiswa dan sekolah penggerak menjadi bukti bahwa kerja sama lintas institusi dapat membawa perubahan positif yang nyata.