DIEVA RULLYEZA CHELSEALIA PUTRI
Kemiren, 13–17 Januari 2026 - Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelana 173 dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu yang dilaksanakan di empat lokasi di Desa Kemiren. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung pelayanan kesehatan desa. Posyandu tersebut dilaksanakan di empat titik yang tersebar di wilayah Desa Kemiren, yaitu Posyandu Mawar di Pustu Kemiren, Posyandu Seruni di Mushola Baitul Mukmin Dusun Kedaleman, Posyandu Anggrek di Kantor PNPM, dan Posyandu Melati di Balai Desa Kemiren. Pelaksanaan di beberapa lokasi ini bertujuan agar pelayanan kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata dan mudah diakses oleh warga dari berbagai dusun. Dalam kegiatan ini, sebanyak 20 mahasiswa KKM Kelana 173 diterjunkan dan dibagi menjadi dua kelompok kecil. Setiap kelompok beranggotakan 10 mahasiswa yang ditugaskan membantu di lokasi posyandu yang telah ditentukan. Para mahasiswa berperan aktif dalam berbagai tahapan kegiatan, mulai dari proses pendaftaran peserta, pengukuran, pencatatan data, hingga mendampingi jalannya pelayanan kesehatan. Pelayanan posyandu kali ini difokuskan pada dua kelompok sasaran utama, yaitu balita dan lansia. Untuk balita, dilakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemeriksaan kesehatan umum. Sementara itu, bagi lansia dilakukan pengecekan tekanan darah dan konsultasi kesehatan ringan. Selama kegiatan berlangsung, para kader posyandu setempat turut bekerja sama dengan mahasiswa KKM demi memastikan pelayanan berjalan dengan lancar. Selain membantu pelayanan kesehatan, mahasiswa juga mengisi kegiatan dengan sosialisasi tentang stunting dan parenting. Materi stunting membahas bahaya kekurangan gizi pada anak serta upaya pencegahannya sejak dini. Adapun sosialisasi parenting berfokus pada pola asuh anak yang baik dan sesuai dengan tahapan usia perkembangan. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah wawasan orang tua dalam merawat dan membesarkan anak secara optimal. Untuk mengisi waktu tunggu sebelum sosialisasi, mahasiswa mengadakan kegiatan senam bersama para lansia. Senam dipandu langsung oleh mahasiswa dan diikuti dengan antusias oleh ibu-ibu serta lansia yang hadir. Suasana kegiatan menjadi lebih ceria dan semangat, sekaligus memberikan manfaat kesehatan melalui aktivitas fisik ringan yang baik bagi kebugaran tubuh, khususnya bagi lansia. Setelah selesai mengikuti seluruh rangkaian pelayanan posyandu, para peserta mendapatkan buah segar dan camilan sebagai bentuk apresiasi. Pemberian konsumsi ini tidak hanya menjadi tanda terima kasih, tetapi juga bertujuan untuk memastikan peserta memperoleh asupan gizi yang cukup setelah mengikuti kegiatan. Antusiasme warga Desa Kemiren terhadap kegiatan posyandu ini terlihat sangat tinggi. Banyak warga yang datang sejak pagi hari agar mendapatkan giliran lebih awal. Para lansia juga tampak bersemangat mengikuti senam dan merasa senang dapat berinteraksi serta berbincang dengan para mahasiswa. Warga berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang karena dinilai sangat membantu dalam memantau kesehatan keluarga. Secara keseluruhan, kegiatan posyandu ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan masyarakat Desa Kemiren. Melalui program KKM ini, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar langsung di tengah masyarakat sekaligus memberikan manfaat nyata sesuai dengan kebutuhan warga setempat. Pewarta M. Kavin Ikmalil Hayat
ADITYA FIRMANSYAH
Desa Balesari merupakan desa yang memiliki kekayaan nilai kebersamaan, kearifan lokal, serta semangat gotong royong yang masih terjaga dalam kehidupan masyarakatnya. Kondisi sosial yang partisipatif serta kuatnya ikatan sosial antarwarga menjadikan Desa Balesari sebagai lokasi yang relevan bagi pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan kewajiban akademik, melainkan sebagai bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi dalam menjalin sinergi dengan masyarakat desa melalui pendekatan yang edukatif, partisipatif, dan kontekstual. Pelaksanaan KKM Reguler di Desa Balesari melibatkan Kelompok 114 dan Kelompok 115 yang ditempatkan di dua wilayah dusun berbeda. Kelompok 114 melaksanakan kegiatan pengabdian di Dusun Segelan, Sidomulyo, sementara Kelompok 115 ditempatkan di Dusun Krajan. Penempatan ini bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa dengan realitas sosial masyarakat secara langsung, sehingga program yang dirancang dapat disesuaikan dengan potensi, kebutuhan, serta permasalahan di masing-masing wilayah. Dalam konteks ini, mahasiswa hadir sebagai mitra masyarakat yang belajar bersama, mendengarkan aspirasi warga, serta berperan aktif dalam proses pemberdayaan, bukan sebagai pihak yang bersifat instruktif. Secara konseptual, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dirancang sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan dengan realitas kehidupan sosial masyarakat. Melalui KKM Reguler, mahasiswa didorong untuk mengaktualisasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki agar memberikan manfaat nyata, sekaligus mengembangkan kepekaan sosial, empati, kemampuan komunikasi, serta kerja sama lintas disiplin. Selaras dengan tujuan tersebut, pelaksanaan KKM Reguler di Desa Balesari diarahkan pada upaya pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dengan menekankan partisipasi aktif warga dalam setiap tahapan kegiatan. Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berperan sebagai agen perubahan sosial yang berupaya mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam bidang pendidikan, ketahanan keluarga, kesehatan, serta penguatan nilai sosial dan keagamaan yang moderat. Pengabdian yang dilakukan tidak bersifat satu arah, melainkan mengedepankan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat sebagai subjek utama pembangunan sosial. Dengan demikian, KKM Reguler menjadi ruang pembelajaran dua arah yang mempertemukan ilmu dari kampus dengan kearifan lokal masyarakat Desa Balesari. Melalui pendekatan partisipatif dan pemberdayaan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna bagi mahasiswa dalam membangun tanggung jawab sosial, kepemimpinan, serta komitmen terhadap pembangunan masyarakat desa secara berkelanjutan. Kegiatan pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Balesari dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025 bertempat di Balai Desa Balesari. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan persiapan acara yang dilakukan oleh seluruh anggota kelompok KKM, meliputi penataan tempat, perlengkapan acara, serta koordinasi panitia guna memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Balesari, perangkat desa, dosen pembimbing lapangan, tokoh masyarakat serta mahasiswa KKM Reguler Kelompok 114 dan 115, sebagai penanda resmi dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa di Desa Balesari. Acara resmi dimulai pada pukul 09.30 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara, Mahardika Putra Sumarsono dan Karina Aning Ramadani. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Muhammad Zaqi T, yang menghadirkan suasana khidmat, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Nazaluna Sania Zahro sebagai wujud nasionalisme dan kebersamaan seluruh peserta yang hadir. Memasuki sesi sambutan, acara diawali oleh Ketua KKM Reguler Kelompok 114, Muhamad Taufik Hidayat, dan dilanjutkan oleh Ketua KKM Reguler Kelompok 115, Padil Hasyim Ali. Keduanya menyampaikan kesiapan mahasiswa untuk melaksanakan program pengabdian serta harapan terjalinnya kerja sama yang baik dengan masyarakat Desa Balesari. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yakni Bapak Dr. Musleh Harry, S.H., M.Hum., yang menekankan pentingnya etika, tanggung jawab, dan peran mahasiswa sebagai pendamping masyarakat selama pelaksanaan KKM. Dalam sambutannya, Dr. Musleh Harry menyampaikan harapannya agar masyarakat Desa Balesari dapat menerima kehadiran mahasiswa KKM dengan terbuka. Ia juga berpesan agar masyarakat tidak segan untuk memberikan teguran dan masukan apabila terdapat kekeliruan selama mahasiswa melaksanakan kegiatan. "Mahasiswa kami datang dengan bekal ilmu yang terbatas dan juga untuk belajar bersama masyarakat. Apabila dalam pelaksanaannya terdapat kekurangan, jangan sepenuhnya menyalahkan mahasiswa, melainkan menjadi tanggung jawab kami sebagai pembimbing. Insyaallah, kami berkomitmen bahwa mahasiswa KKM Reguler ini tidak akan mengecewakan," ujarnya. Puncak sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Balesari yang diwakilkan oleh Bapak Muhibullah, S.Pd.I. selaku Sekretaris Desa Balesari, yang secara resmi menerima mahasiswa KKM Reguler Kelompok 114 dan 115. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang serta harapan agar mahasiswa dapat berkontribusi secara aktif melalui program-program yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Balesari. Ia juga menegaskan dukungan penuh dari pemerintah desa terhadap pelaksanaan KKM Reguler. "Kami dari pihak desa siap membantu dan mendukung keberlangsungan kegiatan KKM ini apabila mahasiswa membutuhkan bantuan. Kami juga berharap kehadiran mahasiswa dapat menjadi inspirasi bagi para remaja di Desa Balesari untuk terus melanjutkan pendidikan dan menuntut ilmu setinggi-tingginya," ujarnya. Pada kesempatan tersebut, dilakukan penyematan kartu identitas (ID Card) kepada perwakilan peserta KKM yang diwakili oleh masing-masing ketua kelompok, sebagai simbol diterimanya mahasiswa KKM Reguler oleh pemerintah desa. Sebagai tanda resmi dimulainya kegiatan KKM Reguler, dilakukan simbolis pembukaan melalui pemotongan pita dan serah terima peserta KKM oleh perwakilan pemerintah desa bersama Dosen Pembimbing Lapangan. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ulil Albab Abdilla, sebagai harapan agar seluruh kegiatan KKM dapat berjalan dengan lancar serta membawa keberkahan bagi mahasiswa dan masyarakat Desa Balesari. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pembukaan tersebut, nuansa kebersamaan semakin terasa dalam keseluruhan proses pelaksanaan KKM Reguler. Momen ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi titik awal terbangunnya kepercayaan dan kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat Desa Balesari. Kehadiran mahasiswa KKM Reguler Kelompok 114 dan 115 dimaknai sebagai proses pendampingan yang mengedepankan prinsip kebersamaan, dialog, dan saling menghargai antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM Reguler berperan sebagai mitra masyarakat yang berupaya memahami kondisi sosial, budaya, serta kebutuhan lokal. Pendekatan partisipatif menjadi landasan utama dalam setiap kegiatan, sehingga program yang dijalankan tidak bersifat satu arah, melainkan tumbuh dari komunikasi dan kesepakatan bersama. Masyarakat Desa Balesari pun berperan aktif sebagai subjek pengabdian yang terlibat dalam mendukung dan menyukseskan berbagai agenda KKM. Secara keseluruhan, Kuliah Kerja Mahasiswa Reguler di Desa Balesari menjadi ruang tumbuh bersama bagi mahasiswa dan masyarakat dalam membangun harmoni melalui pengabdian. Kegiatan ini menegaskan bahwa pengabdian bukan sekadar pelaksanaan program, melainkan proses manusiawi yang menumbuhkan empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Melalui kolaborasi yang dilandasi kepercayaan dan kebersamaan, KKM Reguler diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna bagi mahasiswa.
DIMAS ATHA PUTRA
Sepakek, 28 Januari 2026 – Semangat kebersamaan dan toleransi menyelimuti Desa Sepakek selama tiga hari berturut-turut. Mahasiswa KKM Mandiri Kelompok 156 "Patibrata" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar ajang kompetisi anak bertajuk SIGMA (Semarak Islam dan Generasi Maju). Digelar dari tanggal 25 hingga 27 Januari 2026, acara ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga simbol persatuan antar-dusun dari total 11 dusun. Sebanyak 165 peserta berusia 5-13 tahun memadati lokasi lomba, mewakili dusun masing-masing dengan penuh kebanggaan. Menembus Sekat Perbedaan Yang membuat SIGMA tahun ini istimewa bukan hanya jumlah pesertanya yang membludak, melainkan semangat inklusivitasnya. Meski acara ini diinisiasi oleh mahasiswa kampus Islam, pintu kompetisi terbuka lebar untuk semua. Hal ini terbukti dengan kehadiran adik-adik dari Dusun Taman Bali yang beragama Hindu. Mereka turut berkompetisi dengan antusias dalam kategori umum seperti Lomba Mewarnai dan Fashion Show. Kehadiran mereka membuktikan bahwa kreativitas dan semangat generasi maju tidak memandang latar belakang agama. "Kami sangat senang melihat adik-adik dari Taman Bali berbaur tanpa canggung dengan teman-temannya dari dusun lain. Ini adalah wajah asli Sepakek yang harmonis," ujar salah satu perwakilan KKM 156 Patibrata. Tiga Hari Pesta Kreativitas Rangkaian acara SIGMA berlangsung meriah dengan pembagian agenda sebagai berikut: Hari Pertama (25/1): Lomba Mewarnai yang diikuti oleh 107 peserta. Jumlah yang fantastis ini membuat arena lomba penuh warna. Hari Kedua (26/1): Uji mental dan intelektual lewat Lomba Adzan (13 peserta) dan Ranking 1 (11 peserta). Hari Terakhir (27/1): Ditutup dengan gemerlap Lomba Fashion Show yang diikuti 34 peserta, di mana anak-anak tampil percaya diri dengan busana terbaik mereka. Dominasi Juara dan Momen Apresiasi Puncak acara ditandai dengan penyerahan hadiah yang dilakukan langsung oleh jajaran Perangkat Desa dan para Kepala Dusun (Kadus) Sepakek. Momen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para orang tua dan pendamping. Berdasarkan akumulasi perolehan piala, Dusun Sepakek resmi dinobatkan sebagai Juara Umum karena berhasil menyabet gelar juara terbanyak di berbagai kategori. Namun, kejutan manis datang dari kategori Mewarnai dan Fashion Show, di mana talenta dari Dusun Taman Bali berhasil mencuri perhatian juri dan menyabet podium tertinggi. Berikut adalah daftar lengkap pemenang Lomba SIGMA KKM 156 Patibrata: ? Kategori Lomba Mewarnai Juara 1: Rara Ulun Anggita (Dusun Taman Bali) Juara 2: Farendra Nugraha (Dusun Sepakek) Juara 3: Adelia (Dusun Sepakek Utara) Harapan 1: Aliya Ainun (Dusun Penjangka) Harapan 2: Husna Ningsih (Dusun Sepakek) Harapan 3: Raisya Farhana (Dusun Sepakek Utara) ? Kategori Lomba Adzan Juara 1: Saka (Dusun Sepakek Utara) Juara 2: Arbani Devin (Dusun Sepakek) Juara 3: Pangeran Ozil (Dusun Sepakek) ? Kategori Ranking 1 Juara 1: Didi Amirul Hakim (Dusun Peresak) Juara 2: Ahmad Yasa (Dusun Kelana) Juara 3: Zaidi T. (Dusun Sepakek Selatan) ? Kategori Fashion Show Juara 1: Ayu Intan (Dusun Taman Bali) Juara 2: I Gusti Ayu Intan (Dusun Taman Bali) Juara 3: Diva Syahira Zafali (Dusun Sepakek) Kelompok 156 "Patibrata" berharap kegiatan SIGMA ini dapat menjadi kenangan manis dan pemantik semangat bagi anak-anak Desa Sepakek untuk terus berprestasi, menjaga kerukunan, dan menjadi generasi yang maju di masa depan.
M. RAYHAN NURSYAMSI
Sepakek, 31 Januari 2026 – Sebulan rasanya berlalu begitu cepat. Tawa anak-anak TPQ, hangatnya sapaan warga saat berpapasan di jalan, hingga lelah yang nikmat usai menjalankan proker kini harus berubah menjadi tumpukan rindu. Hari ini, perjalanan pengabdian KKM Mandiri Kelompok 156 "Patibrata" UIN Malang di Desa Sepakek resmi berakhir. Kami menggelar acara penutupan sekaligus perpisahan secara sederhana namun penuh kehangatan di Kantor Desa Sepakek. Kehadiran yang Penuh Makna Meskipun Bapak Kepala Desa dan beberapa perangkat desa lainnya berhalangan hadir karena adanya agenda yang tak bisa ditinggalkan, hal tersebut sama sekali tidak mengurangi kekhidmatan acara. Pemerintah Desa Sepakek diwakili langsung oleh Bapak Sekretaris Desa (Sekdes), yang selama ini juga banyak membantu urusan administratif kami. Yang membuat momen ini semakin berkesan adalah kehadiran para Bapak Kepala Dusun (Kadus) se-Desa Sepakek. Merekalah "orang tua asuh" kami di lapangan; sosok-sosok yang selalu membukakan pintu, memberikan izin, dan mendampingi kami saat blusukan dari satu surau ke surau lainnya. Menitipkan Jejak, Membawa Kenangan Dalam sambutannya, Bapak Sekdes mewakili pihak desa menyampaikan apresiasi atas program-program yang telah berjalan, mulai dari Lomba SIGMA, mengajar ngaji, hingga sosialisasi lingkungan. Sebagai simbol purna tugas, Ketua Kelompok 156 menyerahkan plakat kenang-kenangan dan secara resmi menyerahkan dokumen Policy Brief terkait pengelolaan sampah terintegrasi kepada Bapak Sekdes. Harapan kami, risalah kecil tersebut bisa menjadi sumbangsih pemikiran yang bermanfaat bagi kemajuan Desa Sepakek ke depannya. Terima Kasih, Sepakek! Di hadapan Bapak Sekdes dan para Kadus, kami menghaturkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Kami sadar, sebagai mahasiswa yang masih dalam tahap belajar, tentu ada tutur kata, tingkah laku, atau program kerja yang kurang sempurna di hati masyarakat Sepakek. Kini, atribut almamater telah kami lepas dari tempat ini, namun ikatan kekeluargaan yang terjalin tidak akan pernah putus. Terima kasih atas segala bimbingan, ruang belajar, dan senyuman tulus yang selalu menyambut kami di setiap sudut dusun. Sepakek bukan sekadar tempat kami mengabdi, tapi rumah tempat kami menemukan keluarga baru. Sampai jumpa di lain waktu, semoga Sepakek semakin asri, mandiri, dan sejahtera!
MUHAMMAD IRKHAM MAJID
KKM Unggulan Halal Center Mahasiswa KKM UIN Malang Turut Hadir dalam Kegiatan Rutinan Ishari di Musholla Babussalam Desa Bendo pada tanggal Januari 14, 2026 Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut diajak berpartisipasi dalam kegiatan rutinan Ishari yang diselenggarakan di Musholla Babussalam, Desa Bendo, Dusun Jabung. Kegiatan keagamaan ini dihadiri oleh para jamaah laki-laki dari masyarakat setempat dan berlangsung dengan penuh khidmat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM laki-laki ikut hadir dan mengikuti rangkaian rutinan Ishari bersama jamaah. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa, mencerminkan eratnya hubungan antara mahasiswa KKM dengan masyarakat Desa Bendo selama masa pengabdian. Sementara itu, mahasiswa KKM perempuan turut berperan aktif dengan membantu warga dalam menyiapkan suguhan untuk para jamaah. Mulai dari menata makanan ringan hingga minuman, para mahasiswi bekerja sama dengan ibu-ibu setempat sebagai bentuk partisipasi dan kebersamaan dalam kegiatan sosial keagamaan. Kegiatan rutinan Ishari ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi antara mahasiswa KKM UIN Malang dan masyarakat Desa Bendo. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan keagamaan desa, mahasiswa dapat lebih mengenal nilai-nilai religius dan budaya yang hidup di tengah masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hubungan baik antara mahasiswa KKM UIN Malang dan warga Desa Bendo semakin erat, serta mampu menciptakan suasana pengabdian yang harmonis dan penuh makna selama pelaksanaan KKM.
MUHAMMAD IBNU MUALIFIN
Sepakek, 28 Januari 2026 – Semangat kebersamaan dan toleransi menyelimuti Desa Sepakek selama tiga hari berturut-turut. Mahasiswa KKM Mandiri Kelompok 156 "Patibrata" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar ajang kompetisi anak bertajuk SIGMA (Semarak Islam dan Generasi Maju). Digelar dari tanggal 25 hingga 27 Januari 2026, acara ini tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga simbol persatuan antar-dusun dari total 11 dusun. Sebanyak 165 peserta berusia 5-13 tahun memadati lokasi lomba, mewakili dusun masing-masing dengan penuh kebanggaan. Menembus Sekat Perbedaan Yang membuat SIGMA tahun ini istimewa bukan hanya jumlah pesertanya yang membludak, melainkan semangat inklusivitasnya. Meski acara ini diinisiasi oleh mahasiswa kampus Islam, pintu kompetisi terbuka lebar untuk semua. Hal ini terbukti dengan kehadiran adik-adik dari Dusun Taman Bali yang beragama Hindu. Mereka turut berkompetisi dengan antusias dalam kategori umum seperti Lomba Mewarnai dan Fashion Show. Kehadiran mereka membuktikan bahwa kreativitas dan semangat generasi maju tidak memandang latar belakang agama. "Kami sangat senang melihat adik-adik dari Taman Bali berbaur tanpa canggung dengan teman-temannya dari dusun lain. Ini adalah wajah asli Sepakek yang harmonis," ujar salah satu perwakilan KKM 156 Patibrata. Tiga Hari Pesta Kreativitas Rangkaian acara SIGMA berlangsung meriah dengan pembagian agenda sebagai berikut: Hari Pertama (25/1): Lomba Mewarnai yang diikuti oleh 107 peserta. Jumlah yang fantastis ini membuat arena lomba penuh warna. Hari Kedua (26/1): Uji mental dan intelektual lewat Lomba Adzan (13 peserta) dan Ranking 1 (11 peserta). Hari Terakhir (27/1): Ditutup dengan gemerlap Lomba Fashion Show yang diikuti 34 peserta, di mana anak-anak tampil percaya diri dengan busana terbaik mereka. Dominasi Juara dan Momen Apresiasi Puncak acara ditandai dengan penyerahan hadiah yang dilakukan langsung oleh jajaran Perangkat Desa dan para Kepala Dusun (Kadus) Sepakek. Momen ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi para orang tua dan pendamping. Berdasarkan akumulasi perolehan piala, Dusun Sepakek resmi dinobatkan sebagai Juara Umum karena berhasil menyabet gelar juara terbanyak di berbagai kategori. Namun, kejutan manis datang dari kategori Mewarnai dan Fashion Show, di mana talenta dari Dusun Taman Bali berhasil mencuri perhatian juri dan menyabet podium tertinggi. Berikut adalah daftar lengkap pemenang Lomba SIGMA KKM 156 Patibrata: ? Kategori Lomba Mewarnai Juara 1: Rara Ulun Anggita (Dusun Taman Bali) Juara 2: Farendra Nugraha (Dusun Sepakek) Juara 3: Adelia (Dusun Sepakek Utara) Harapan 1: Aliya Ainun (Dusun Penjangka) Harapan 2: Husna Ningsih (Dusun Sepakek) Harapan 3: Raisya Farhana (Dusun Sepakek Utara) ? Kategori Lomba Adzan Juara 1: Saka (Dusun Sepakek Utara) Juara 2: Arbani Devin (Dusun Sepakek) Juara 3: Pangeran Ozil (Dusun Sepakek) ? Kategori Ranking 1 Juara 1: Didi Amirul Hakim (Dusun Peresak) Juara 2: Ahmad Yasa (Dusun Kelana) Juara 3: Zaidi T. (Dusun Sepakek Selatan) ? Kategori Fashion Show Juara 1: Ayu Intan (Dusun Taman Bali) Juara 2: I Gusti Ayu Intan (Dusun Taman Bali) Juara 3: Diva Syahira Zafali (Dusun Sepakek) Kelompok 156 "Patibrata" berharap kegiatan SIGMA ini dapat menjadi kenangan manis dan pemantik semangat bagi anak-anak Desa Sepakek untuk terus berprestasi, menjaga kerukunan, dan menjadi generasi yang maju di masa depan.