Thumbnail
2 months ago
Bangkitkan Semangat Gotong Royong, Mahasiswa KKM Kedung Asem dan Warga RW 08 Revitalisasi Area IPAL

ENDANG LUWI RIMANDA WITALOKA

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelurahan Kedung Asem menunjukkan kepeduliannya terhadap kesehatan lingkungan dengan melaksanakan kerja bakti di area Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Minggu pagi (04/01/2026). Kegiatan ini merupakan hasil koordinasi matang antara mahasiswa dengan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan pengurus RW 08 beberapa hari sebelumnya. Kondisi area IPAL yang sebelumnya banyak ditumbuhi rumput liar kini berubah menjadi lebih bersih dan rapi. Selain untuk estetika, pembersihan ini bertujuan memastikan fasilitas sanitasi warga tersebut dapat diakses dan berfungsi dengan optimal. Ibu RW 08, yang memimpin langsung jalannya koordinasi, mengungkapkan bahwa kehadiran mahasiswa menjadi pemicu semangat baru bagi warga. Beliau mengakui bahwa meski agenda kerja bakti rutin dijadwalkan setiap bulan, partisipasi masyarakat belakangan ini cenderung menurun. "Kerja bakti ini sebenarnya agenda rutin bulanan, tapi belakangan sedikit sekali warga yang berpartisipasi. Dengan kedatangan adik-adik mahasiswa KKM, saya ingin mengajak masyarakat kembali aktif dan peduli terhadap lingkungan kita sendiri," ujar Ibu RW 08 dalam arahannya. Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini berlangsung dengan suasana akrab. Sambil mencabuti rumput liar, mahasiswa dan warga saling bercanda dan berdiskusi mengenai pentingnya kegunaan IPAL bagi kesehatan pemukiman. Perwakilan mahasiswa KKM menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan ini adalah memastikan sanitasi lingkungan tetap terjaga. "Kami ingin memastikan sanitasi warga terjaga agar lingkungan tetap sehat. Kami sangat berharap ke depannya warga tidak lagi membuang sampah plastik ke dalam saluran agar tidak mampet, dan yang terpenting adalah konsisten dalam menjaga lingkungan bersama meskipun masa KKM kami nanti sudah berakhir," ungkap salah satu perwakilan mahasiswa. Melalui sinergi ini, area IPAL yang sebelumnya tertutup semak kini kembali bersih. Harapannya, kegiatan ini menjadi momentum bagi warga RW 08 untuk terus melestarikan budaya gotong royong demi kualitas hidup yang lebih baik di Kelurahan Kedung Asem.

Thumbnail
2 months ago
# Menyusuri Jalan Cinta Sasak: KKM 156 "Patibrata" Larut dalam Kemeriahan Tradisi Nyongkolan Warga Sepakek

BAIQ DANYA SYAVIRA S.

Lombok Tengah, 26 Januari 2026 – Jalanan desa mendadak berubah menjadi lautan manusia yang penuh warna pada Minggu (25/1) kemarin. Di tengah hiruk-pikuk suara gamelan dan kecimol yang menghentak, terlihat pemandangan yang tak biasa: sekelompok mahasiswa berjaket almamater UIN Malang berbaur akrab dengan barisan pengiring pengantin. Ya, Mahasiswa KKM Mandiri Kelompok 156 "Patibrata" baru saja merasakan pengalaman budaya yang tak terlupakan. Di sela-sela kesibukan menggelar lomba SIGMA, mereka menyempatkan diri untuk memenuhi undangan warga: mengikuti tradisi Nyongkolan. Mengiringi Hingga ke Desa Darek Nyongkolan bukan sekadar arak-arakan. Ini adalah tradisi sakral masyarakat Sasak untuk memperkenalkan pasangan pengantin kepada khalayak ramai, terutama kepada keluarga dan warga di tempat tinggal mempelai wanita. Siang itu, rombongan KKM 156 turut serta berjalan kaki mengiringi pasangan pengantin warga Sepakek menuju desa tetangga, Desa Darek. Jarak tempuh dan terik matahari Lombok tak menyurutkan semangat para mahasiswa. Sebaliknya, mereka tampak antusias menjadi bagian dari "pagar betis" budaya ini. "Biasanya kami hanya melihat Nyongkolan dari pinggir jalan atau lewat YouTube. Tapi hari ini, kami berjalan langsung di dalamnya, merasakan energinya, dan melihat betapa kompaknya warga Sepakek mendukung satu sama lain," ungkap salah satu anggota Kelompok 156. Belajar Nilai Solidaritas Bagi Kelompok "Patibrata", partisipasi dalam acara Nyongkolan ini memiliki makna mendalam yang selaras dengan nama kelompok mereka yang bermakna keteguhan dan pengabdian. Dalam tradisi ini, mereka belajar bahwa Nyongkolan adalah simbol solidaritas komunal. Ketika satu warga memiliki hajatan, warga sekampung turun ke jalan untuk memeriahkan dan memberi doa restu. Tidak ada sekat antara pendatang dan warga asli; semuanya melebur dalam satu barisan kegembiraan. Jeda Sejenak yang Berkesan Kegiatan budaya ini menjadi refreshing yang bermakna bagi kelompok KKM 156 di tengah padatnya jadwal proker lomba anak-anak. Berjalan beriringan menuju Desa Darek, menyapa warga di sepanjang jalan, dan menikmati alunan musik tradisional Sasak menjadi momen bonding yang mempererat hubungan emosional antara mahasiswa dan masyarakat Desa Sepakek. Kini, setelah "mengantar" warga menunaikan tradisi, KKM 156 Patibrata kembali siap menuntaskan sisa program kerja mereka dengan semangat kekeluargaan yang baru saja di- recharge di jalanan aspal menuju Darek.

Thumbnail
2 months ago

MUHAMMAD MUDZAKKIR MAULANA

Thumbnail
2 months ago

MUHAMMAD SULTHON NURROKHIM

Thumbnail
2 months ago
Botol Bekas, Ide Nggak Bekas: RTH KKM GANISWARA 64 Di Sekolah

MIFTAHUL HIDAYAH

Program kerja RTH (Rumah Taman Hijau) jadi salah satu aksi seru yang digarap oleh KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di lingkungan sekolah. Lewat program ini, mahasiswa KKM ingin bikin sekolah nggak cuma jadi tempat belajar, tapi juga ruang yang hijau, adem, dan enak dipandang. RTH hadir sebagai bukti kalau peduli lingkungan itu bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Proses pengerjaan RTH dikerjakan langsung oleh seluruh anggota KKM Ganiswara 64. Dari nyusun konsep taman, milih spot yang pas di sekolah, sampai eksekusi di lapangan, semuanya dilakukan bareng-bareng. Kerja tim dan semangat gotong royong jadi kunci utama biar RTH ini bisa terwujud dengan maksimal. Yang bikin RTH ini beda dari yang lain adalah pemanfaatan botol bekas sebagai media tanam. Botol plastik yang biasanya cuma jadi sampah, di tangan mahasiswa KKM disulap jadi pot tanaman yang estetik. Selain ramah lingkungan, cara ini juga jadi pesan kuat tentang pentingnya daur ulang. Botol-botol bekas tersebut dibersihkan, dipotong, lalu dihias biar tampilannya makin kece. Setelah itu, botol diisi tanah dan ditanami berbagai tanaman hias serta tanaman hijau. Hasilnya, sudut sekolah jadi lebih hidup dan punya nilai seni yang unik. Keberadaan RTH bikin suasana sekolah jadi lebih fresh dan nyaman. Area yang sebelumnya biasa saja kini berubah jadi ruang hijau yang bisa dinikmati warga sekolah. Nggak cuma buat dipandang, RTH juga bisa jadi spot belajar santai atau media pembelajaran luar kelas. Lewat RTH ini, siswa diajak buat lebih peduli sama lingkungan sekitar. Mereka bisa belajar langsung cara merawat tanaman dan memahami bahwa barang bekas masih punya nilai guna. Edukasi lingkungan jadi terasa lebih dekat dan nggak membosankan. Dengan hadirnya RTH di sekolah, KKM Ganiswara Kelompok 64 berharap bisa ninggalin jejak positif yang berkelanjutan. Program ini jadi bukti kalau kreativitas, kepedulian, dan kerja bareng bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Dari botol bekas, lahir taman hijau yang penuh makna ?✨

Thumbnail
2 months ago
Dukung UMKM Lokal, KKM Kelompok 84 UIN Malang Lakukan Digitalisasi GMaps dan Pembuatan QRIS di Dampit

ABID ABIYYU ABDUL HAKIM

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 84 UIN Malang mengadakan kegiatan digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Dampit melalui pembuatan Google Maps (GMaps) serta fasilitasi pembuatan QRIS. Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya membantu pelaku UMKM agar lebih mudah diakses dan mengikuti perkembangan sistem pembayaran digital.  Program diigitalisasi ini menyasar beberapa UMKM di sekitar Dampit, di antaranya Warung Nasi Bu Mariyati, Warung Tahu Kocek dan Tempura Kocek, serta Kedai Supernova Fresh Fruit Juice. UMKM tersebut dipilih karena memiliki potensi usaha yang baik namun masih memerlukan dukungan dalam aspek promosi dan digitalisasi layanan. Melalui pembuatan GMaps, UMKM diharapkan lebih mudah ditemukan oleh pelanggan, baik dari masyarakat sekitar maupun pendatang. Sementara itu, pembuatan QRIS bertujuan untuk mempermudah transaksi non-tunai sehingga proses pembayaran menjadi lebih praktis dan aman. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM memndampingi langsung para pelaku UMKM mulai dari proses pendaftaran, penginputan data usaha, hingga memastikan lokasi usaha muncul dan dapat diakses melalui Google Maps. Para pelaku UMKM menyambut baik kegiatan ini karena dinilai membantu meningkatkan daya saing usaha di era digital. Melalui kegiatan digitalisasi UMKM ini, KKM Kelompok 84 UIN Malang berharap pelaku usaha di Dampit dapat semakin berkembang, adaptif terhadap teknologi, serta mampu meningkatkan pelayanan dan pendapatan usaha secara berkelanjutan. https://www.kompasiana.com/alifiakurnia/698ad3eac925c40cd02d9412/dukung-umkm-lokal-kkm-kelompok-84-uin-malang-lakukan-digitalisasi-gmaps-dan-pembuatan-qris-di-dampit