Thumbnail
2 months ago
Psikoedukasi Sumbersari Menguatkan Pemuda untuk Mimpi Masa Depan

KHOTIMATUL HASANAH

Program psikoedukasi yang diprakarsai KKM Mandiri Integrasi Kelompok 154 berlangsung pada Jum'at malam, 9 Januari 2026, pukul 19.00 WIB, menghadirkan pemuda Karang Taruna Desa Sumbersari, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini menjadi sarana berbagi ilmu dan penguatan mental bagi generasi muda desa.   Acara dimulai dengan sambutan dari ketua pelaksana, sebagai pembuka sekaligus pengantar tujuan kegiatan. Selanjutnya, sesi psikoedukasi diisi oleh Bapak Ali Syahidin Mubarok, M.Si, yang menyampaikan materi berjudul Kenali Diri untuk Raih Masa Depan. Pemaparan materi dipandu oleh moderator Alifiya Hafizha Adzra.   Selama berlangsungnya sesi, atmosfer terasa santai dan interaktif. Di tengah penyampaian materi, peserta diajak mengikuti tantangan pertanyaan berhadiah. Tiga pemuda, dua laki-laki dan satu perempuan, berani tampil ke depan untuk menjawab dan memenangkan hadiah yang telah disiapkan.   Sesudah materi dipaparkan, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking yang dipimpin oleh Iqbal dan Rafly, yang berhasil meningkatkan semangat dan energi ruangan melalui permainan kelompok yang seru. Dan pengisian Pohon Impian oleh peserta Karang Taruna. Sebagai bentuk penghargaan, panitia memberikan sertifikat apresiasi kepada Bapak Ali Syahidin Mubarok sebagai pemateri, serta kepada ketua Karang Taruna, Mas Wahyu, atas dukungan dalam menyukseskan acara. Agenda ditutup oleh pembawa acara, kemudian dilanjutkan dengan pengambilan dokumentasi dan pembuatan konten, sebagai rangkaian akhir kegiatan. Melalui acara ini, mahasiswa dan pemuda desa semakin terhubung dalam semangat belajar, mengembangkan diri, dan mempersiapkan masa depan bersama.

Thumbnail
2 months ago
Awal Perjalanan Dimulai KKM Mandiri Intgritas Kelompok 188 di Dusun Jagil Pasuruan

ALFILA KURNIA LISTI DESTI ANGGI

Kuliah kerja Masyarakat (KKM) program wajib yang diadakan disetiap kampus untuk mahasiswa semester 5. kalini kampus UIN Malang melepaskan mahasiswa untuk terjun dan berbaur ke masyarakat. memberikan perubahan dalam fokus "Membangun Desa Berkelanjutan Berbasis Penguatan Moderasi Beragama dan Potensi Lokal". Seperti mahasiswa dari kelompok 188 yang melakukan KKM Mandiri Integritas di Desa Gambiran, Dusun Jagil, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur.  Pelaksaaan KKM Mandiri Intgritas, di Dusun Jagil diawali dengan semangat koloboratif antara mahasiswa kelompok 188 UIN Malang dengan masyarakat setempat. berbagai elemen warga juga dilibatkan dalam menjalankan program kerja yang ada. harapannya semua programa dapat memberikan dampak positif untuk berbagai bidang, seperti pembangunan desa berkelanjutan, moderasi beragama, serta membangun potensi lokal yang ada di desa setempat. kegiatan ini resmi berjalan dengan dilakukannya acara pembukaan. Acara pembukaan KKM Mandiri Intgritas, yang dilaksanakan di kantor posyandu dusun jagil dengan penuh rasa semangat dan hikmat. Dan dihadiri oleh segenap elemen masyarakat mulai dari kepala dusun hingga ketua RT, serta dosen pemdamping Lapangan (DPL) yang mendukung kelancaran acaran pembukaan KKM Mandiri Intgritas (25 Desember 2025).  Rangkaian acara yang berlangsung dengan hikmat. diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC). setelah itu dilanjutkan dengan sambutan - sambutan, Mulai dari ketua kelompok 188 KKM Mandiri Integritas Bima Raka Laksamana Putra dengan tujuan kkm "memperluas publikasi branding dusun dengan potensi lokal yang ada" ujar ketua kelompok 188. Serta dilajutkan dengan sambutan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Whida Rositama M.Hum dalam sambutannya ia menyampaikan terimakasi kepada masyarakat  yang mau menerima dan mengijinkan mahasiswa dampingannya untuk menjalankan pengabdiaan selama satu bulan kedepan, dan ia berharap agar dengan adanya kegiatan inj dapat membantu masrakat setempat. "saya menyerahkan anak - anak kelompok 188 ini untuk dibina dan bimbing agar dapat bermanfaat untuk kemajuan dusun ini." ujar Whida Rositama M.Hum Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). lalu sambutan dilanjutkan dengan kepala Dusun Jagil, Pipit Subroto dalam sambutanya ia sangat senang dengan kedatangan mahasiswa UIN Malang dalam kegiatan KKM Mandiri. Ia juga berharap agar dengan adanya mahasiswa ini dapat memberikan terobosan dan perubahan yang baik keduapannya selama satu bulan pengabdian ini. "terimakasih sudah berkenan untuk memilih dusun ini untuk jadi tempat KKM kalian semoga ini menjadi langkah baik untuk dusun ini." ujar Pipit Subroto Kepala Dusun jagil. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pemaparan program kerja oleh sekertaris. program kerja yang sudah dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan dusun setempat dengan memadukan dengan nilai-nilai keagamaan. seperti perogram pendidikan karakter anak dengan menanamkan nilai - nilai islami hingga membantu potensi - potensi yang ada di masyarakat setempat. Acara dilanjutkan dengan pembacaan do'a agar kegiatan KKM Mandiri Intgritas selama satu bulan ini bisa dapat berjalan dengan baik.  Link: https://www.kompasiana.com/ridwanone/694e3875ed64157c9c2b1522/awal-perjalanan-dimulai-kkm-mandiri-intgritas-kelompok-188-di-dusun-jagil-pasuruan?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Desktop   

Thumbnail
2 months ago
Pelatihan Ecoenzym dan Kompos Bersama Perangkat Desa dan Ibu PKK

AHMAD FAHRI ABDUL WAHAB

Desa Dengkol, 29 Januari 2026 - Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 42 Narakarya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan pelatihan/workshop pembuatan ecoenzym serta seminar mengenai pembuatan kompos yang bertempat di aula balai desa Dengkol yang dihadiri oleh perangkat desa dan ibu-ibu PKK Desa Dengkol. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKM dalam mendorong pengelolaan lingkungan yang lebih ramah dan berkelanjutan. Dua program kerja tersebut dipilih berdasarkan kondisi lingkungan di sekitar wilayah desa, khususnya kawasan Bumdes. Pelatihan diawali dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh anggota KKM 42 Narakarya mengenai pengertian dan manfaat ecoenzym, serta penjelasan tentang kompos sebagai alternatif pengelolaan sampah organik. Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa selama ini pupuk yang digunakan di Bumdes masih berbasis kimia, sehingga ecoenzym dan kompos diharapkan dapat menjadi alternatif pupuk alami yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, mahasiswa juga menyoroti permasalahan lingkungan lainnya, yaitu kebiasaan pembakaran sampah daun kering di sekitar kawasan Bumdes. Melalui seminar kompos ini, mahasiswa menginisiasi solusi dengan mengolah daun-daun kering tersebut menjadi kompos, sehingga dapat mengurangi pembakaran sampah sekaligus menghasilkan produk yang bermanfaat bagi pertanian dan lingkungan desa. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan demo pembuatan ecoenzym. Perwakilan dari mahasiswa KKM terlebih dahulu menjelaskan dan memperagakan langkah-langkah pembuatan ecoenzym secara langsung di hadapan peserta. Suasana kegiatan berlangsung interaktif, di mana peserta aktif bertanya dan terlibat dalam setiap tahapan praktik. Melalui pelatihan dan seminar ini, diharapkan perangkat desa dan ibu-ibu PKK dapat memperoleh pengetahuan baru mengenai pengelolaan sampah organik serta pemanfaatannya menjadi produk yang bernilai guna. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KKM 42 Narakarya dalam mendukung kepedulian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat Desa Dengkol.

Thumbnail
2 months ago
KKM Unggulan Fakultatif UIN Malang Gelar Konseling Sebaya di Pondok Pesantren An-Najiyah 2

RESA RISMAYANTI

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Fakultatif Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang telah melaksanakan program konseling sebaya di Pondok Pesantren An-Najiyah 2 dan Pondok Pesantren Putri Ummu Zainab An-Najiyah 2, Tambakberas, Jombang. Program kerja ini menjadi salah satu bentuk penerapan keilmuan psikologi secara langsung di lingkungan pesantren. Mahasiswa KKM berupaya menghadirkan layanan konseling sebaya yang menjadi ruang aman dan mudah diakses bagi para santri yang ingin berbagi cerita. Program konseling sebaya sendiri merupakan layanan pendampingan psikologis yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai konselor sebaya. Layanan ini memberikan kesempatan kepada para santri untuk berbagai cerita, keluh kesah, dan permasalahan pribadi lainnya secara terbuka. Mahasiswa KKM sebagai konselor berusaha memberikan ruang aman bagi para santri (klien) tanpa menghakimi selama proses konseling berlangsung. Hal ini sebagai upaya agar santri merasa aman, nyaman, dan merasa bahwa mereka dipahami. Pelaksanaan konseling sebaya mendapatkan respons positif di para santri. Hal ini terlihat dari antusiasme minat yang tinggi santri untuk mengakses layanan konseling sebaik-baiknya. Banyak santri yang secara sukarela mengikuti sesi konseling dan berusaha terbuka saat berbagi cerita dan permasalahan. Hal ini menunjukkan bahwa program konseling sebaya mampu menjawab kebutuhan santri akan ruang untuk mereka berbagi cerita. Program konseling sebaya dilatarbelakangi oleh kebutuhan santri untuk memperoleh dukungan emosional dalam berbagi cerita atau permasalahan. Santri seringkali menghadapi berbagai tekanan, baik tekanan akademik, sosial, maupun personal, namun mereka tidak selalu memiliki tempat yang memadai untuk mengekspresikan perasaan dan kebingungan yang dialami.  Selain itu, latar belakang pelaksanaan konseling sebaya juga diperkuat oleh hasil program kerja sebelumnya, yaitu Sharing Session. Dari kegiatan tersebut, ditemukan bahwa banyak santri yang mengalami kebingungan terkait masa depan, seperti perencanaan pendidikan selanjutnya, perkuliahan, pilihan karir, serta permasalahan pertemanan. Temuan ini menunjukkan adanya urgensi untuk menghadirkan layanan pendampingan yang pada hal ini telah mahasiswa KKM realisasikan dalam bentuk konseling sebaya.  Program konseling sebaya dilaksanakan selama tiga pekan, yakni mulai tanggal 8 hingga 26 Januari 2026. Program ini dilaksanakan di lingkungan Pondok Pesantren An-Najiyah 2 untuk santri putra dan Pondok Pesantren Putri Ummu Zainab An-Najiyah 2 untuk santri putri. Pembagian lokasi tersebut dilakukan agar seluruh santri memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan konseling. Menyesuaikan dengan padatnya jadwal kegiatan pesantren, layanan konseling dilaksanakan secara terjadwal sebanyak dua kali dalam satu minggu, yaitu pada Senin malam dan Kamis malam. Jadwal konseling untuk santri putra dijadwalkan pada 21.00 - 23.00, sedangkan untuk santri putri dijadwalkan pada pukul 20.00 - 22.00. Setiap jadwal konseling dilayani oleh tiga konselor, baik untuk santri putra maupun santri putri. Dalam pelaksanaannya, setiap sesi konseling berlangsung dengan durasi maksimal 60 menit untuk setiap klien. Apabila sesi konseling selesai sebelum batas waktu tersebut, konselor dapat melanjutkan sesi dengan klien berikutnya. Pengaturan durasi yang fleksibel ini memungkinkan layanan konseling menjangkau lebih banyak santri tanpa mengurangi kualitas konseling, sekaligus memastikan bahwa proses konseling tetap berlangsung secara efektif. Pelaksanaan program konseling sebaya menunjukkan adanya berbagai permasalahan yang dialami santri. Selama periode pelaksanaan program, tercatat kurang lebih 70 santri yang sudah mengakses layanan konseling sebaya dan secara aktif memanfaatkan sesi konseling yang disediakan. Berdasarkan hasil pendampingan selama proses konseling, permasalahan yang paling banyak muncul berkaitan dengan aspek akademik dan perencanaan karir masa depan. Dalam banyak kasus, permasalahan ini juga berkaitan dengan dinamika keluarga. Sejumlah santri mengungkapkan kebingungan dalam menentukan arah pendidikan selanjutnya, seperti pilihan jurusan dan rencana melanjutkan pendidikan. Sementara di sisi lain mereka juga menghadapi tuntutan atau harapan tertentu dari keluarga yang tidak selalu sejalan dengan keinginan pribadi. Selain permasalahan yang berkaitan dengan aspek akademik dan dinamika keluarga, konflik pertemanan serta proses pencarian jati diri juga menjadi permasalahan yang cukup sering muncul dalam sesi konseling sebaya. Permasalahan-permasalahan tersebut menunjukkan bahwa santri menghadapi berbagai tekanan dalam proses perkembangan diri mereka dan membutuhkan dukungan untuk mengelola masalah yang dihadapi. Melalui konseling sebaya, santri mendapatkan ruang untuk memahami permasalahan yang dialami, mengekspresikan perasaan, serta mempertimbangkan langkah-langkah yang lebih tepat dalam menyikapi berbagai permasalahan tersebut.  Melalui pelaksanaan program konseling sebaya ini, mahasiswa KKM Unggulan Fakultatif Psikologi UIN Malang berharap layanan konseling serupa dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan di lingkungan pesantren. Konseling sebaya diharapkan dapat berkelanjutan menjadi ruang bagi santri untuk berbagi cerita dan mengelola permasalahan yang dihadapi, khususnya terkait aspek akademik, perencanaan masa depan, serta dinamika sosial dan keluarga. Selain itu, mahasiswa KKM juga berharap kerjasama ini bisa terus berlanjut antara pihak pesantren dan perguruan tinggi, terutama untuk menghadirkan program-program yang lebih fokus pada kesehatan mental santri. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak dan keberlanjutan program konseling sebaya, kegiatan ini diharapkan tidak hanya berhenti saat masa KKM berlangsung., tetapi dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pesantren yang lebih peduli terhadap kesejahteraan psikologis santri. Kehadiran konseling sebaya ini menjadi langkah awal dalam menghadirkan ruang yang aman dan suportif bagi santri untuk didengarkan serta didampingi dalam menghadapi berbagai permasalahan yang mereka alami.  

Thumbnail
2 months ago
Rekap Kegiatan Pengabdian Kelompok 98 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Mulyoarjo, Kecamatan Lawang

DANISH FAIZA ALIYAH PUTRI

https://drive.google.com/drive/folders/1HP1trPzJlLbGDxMv7reDL4kGFf_2APyt

Thumbnail
2 months ago
Anak-anak Desa Dengkol Antusias Peringati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H di Masjid Darul Muttaqin

DHEA ALFA DILLA

Desa Dengkol, 18 Januari 2026 - Dalam memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 42 Narakarya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan sejumlah perlombaan yang berlangsung dengan meriah di Masjid Darul Muttaqin. Acara ini diikuti oleh anak-anak, terutama santri TPQ yang selama ini mendapatkan bimbingan dari mahasiswa KKM. Peserta lomba dihadkan untuk tingkat TK sampai SD, agar kegiatan dapat berlangsung dengan tertib dan sesuai dengan usia peserta yang mengikuti perlombaan. Perlombaan yang diadakan terdiri dari lomba adzan, lomba mewarnai kaligrafi, dan lomba menyambung ayat Juz 30. Setiap acara lomba ini ditujukan tidak hanya untuk bersaing, tetapi juga untuk mendidik dan menanamkan rasa cinta anak-anak terhadap nilai-nilai islam sejak dini. Rangkaian acara perlombaan dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB. Anak-anak mengikuti perlombaan dengan sangat antusias pada setiap cabang lomba yang mereka ikuti sehingga memberi rasa semangat pada panitia yang bertugas. Untuk panitia lombanya sendiri tiada lain adalah para Mahasiswa KKM, mulai dari pendampingan peserta lomba, penilaian tiap-tiap lomba, dan dokumentasi guna menangkap tiap momen menyenangkan di hari tersebut. Setelah seluruh rangkaian lomba selesai, Panitia lantas melakukan penilaian pada tiap-tiap peserta lomba, dilanjutkan dengan pengumuman para pemenang lomba pada sore harinya, tepatnya ba'da sholat ashar di mesjid. Momen ini menjadi puncak acara yang paling ditunggu-tunggu oleh anak-anak yang turut serta memeriahkan acara melalui perlombaan yang mereka ikuti. Mengajak serta anak-anak desa Dengkol dalam memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW melalui perlombaan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai bentuk pembelajaran kepada anak-anak untuk lebih mengenal Nabi Muhammad SAW dan perjalanan Isra' Mi'raj yang beliau lakukan. Harapannya, anak-anak semakin termotivasi untuk lebih mengenal Sosok Baginda Nabi dan akhlaq mulianya, memperdalam pembelajaran dan ilmu pengetahuan dalam menekuni Al-Qur'an, dan kebersamaan yang terjalin antara anak-anak walau mereka datang dari TPQ yang berbeda. Perayaan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KKM 42 Narakarya dalam mendukung kegiatan keagamaan di Desa Dengkol sekaligus wadah untuk mempererat tali silahturami mahasiswa KKM dengan anak-anak dari masyarakat tempat mereka mengabdi dalam program KKM ini.