Thumbnail
7 days ago
Mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Malang Gelar Seminar Saring Sebelum Sharing Modernisasi Beragama di MAN 3 Kediri

ROJA FADLA MOH JAUHAR

Kediri — Mahasiswa program Asistensi Mengajar dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan sharing awal mengenai moderasi beragama bersama siswa MAN 3 Kediri pada Jumat (8/5/2026) di aula Ma’had Putri MAN 3 Kediri.   Kegiatan ini dilakukan sebagai persiapan sebelum pelaksanaan sosialisasi utama tentang moderasi beragama. Mahasiswa memberikan pemahaman dasar kepada siswa agar pembahasan yang dilakukan nantinya tetap sesuai konteks dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.   Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mengajak siswa berdiskusi mengenai keberagaman di Indonesia, pentingnya menghargai perbedaan, serta penerapan sikap moderasi beragama di lingkungan sekolah. Siswa juga diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka saat berinteraksi dengan teman yang memiliki latar belakang berbeda.   Salah satu mahasiswa menyampaikan bahwa moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, melainkan sikap adil, seimbang, dan tidak berlebihan dalam menyikapi perbedaan.   Kegiatan berlangsung secara interaktif dan mendapat antusias dari para siswa. Mereka aktif bertanya dan memberikan tanggapan selama sesi diskusi berlangsung.   Pihak madrasah mengapresiasi kegiatan yang dilakukan mahasiswa UIN Malang tersebut karena dinilai mampu memberikan pemahaman awal kepada siswa mengenai pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.   Melalui kegiatan ini, mahasiswa dan pihak madrasah berharap siswa dapat memahami nilai toleransi, saling menghormati, serta menjaga sikap kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Thumbnail
7 days ago
Mahasiswa Asistensi Mengajar UIN Malang Gelar Seminar Saring Sebelum Sharing Modernisasi Beragama di MAN 3 Kediri

ABD. ADIEM RADIF ALI

Kediri -- Dalam rangka mempersiapkan kegiatan sosialisasi moderasi beragama agar berjalan terarah dan tidak menimbulkan kesalahpahaman, mahasiswa program Asistensi Mengajar dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan sharing awal bersama siswa di MAN 3 Kediri. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar mengenai konsep moderasi beragama sebelum memasuki sesi utama. Mahasiswa menilai bahwa penting untuk meluruskan persepsi sejak awal agar diskusi yang berlangsung nantinya tidak keluar dari konteks serta tetap berlandaskan nilai toleransi, saling menghormati, dan cinta tanah air. Dalam sesi sharing tersebut, mahasiswa memulai dengan diskusi ringan seputar keberagaman di Indonesia, pentingnya sikap saling menghargai perbedaan, serta contoh konkret penerapan moderasi beragama di lingkungan sekolah. Siswa diajak menyampaikan pendapat dan pengalaman mereka dalam berinteraksi dengan teman yang berbeda latar belakang. Salah satu mahasiswa menyampaikan bahwa moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan ajaran agama, melainkan bersikap adil, seimbang, dan tidak berlebihan dalam menyikapi perbedaan. Penjelasan ini diberikan agar siswa memiliki pemahaman yang tepat sebelum mengikuti materi lanjutan. Suasana diskusi berlangsung interaktif dan penuh antusias. Siswa terlihat aktif bertanya dan memberikan tanggapan. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi fondasi yang kuat sebelum pelaksanaan sharing utama tentang moderasi beragama. Pihak madrasah mengapresiasi inisiatif mahasiswa UIN Malang yang mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa MAN 3 Kediri dapat memahami nilai moderasi beragama secara utuh serta mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi antara mahasiswa dan madrasah ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan sikap kebangsaan yang harmonis.

Thumbnail
7 days ago
MENEBAR KEPEDULIAN UNTUK LANSIA: KOLABORASI MAHASISWA KKM DAN RUMAH SAKIT DALAM PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS

SADATUL `AINA`

Kesehatan masyarakat merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan kualitas hidup yang baik, terutama bagi kalangan lansia yang rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan. Berangkat dari kepedulian tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang turut terlibat dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit GRHA Husada Gresik di Desa Manyar Sidorukun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026 ini bertempat di Gedung Serbaguna Desa Manyar Sidorukun mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan kesehatan masyarakat yang difokuskan bagi kalangan lansia sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yaitu pendekatan pemberdayaan masyarakat yang menitikberatkan pada potensi dan aset yang dimiliki masyarakat. Tahap awal dimulai melalui proses discovery, di mana mahasiswa KKM melakukan observasi dan komunikasi bersama perangkat desa terkait kondisi kesehatan masyarakat lansia. Dari hasil pengamatan tersebut diketahui bahwa masyarakat memiliki antusiasme yang cukup tinggi terhadap kegiatan pelayanan kesehatan gratis. Selanjutnya, pada tahap dream, muncul harapan bersama agar masyarakat lansia memiliki kesadaran yang lebih baik dalam menjaga kesehatan serta memperoleh akses pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau. Harapan tersebut kemudian diwujudkan melalui proses design dengan membangun kerja sama antara Rumah Sakit GRHA Husada Gresik, perangkat desa, dan mahasiswa KKM dalam merancang pelaksanaan kegiatan. Dalam proses define, mahasiswa KKM turut mengambil peran aktif selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa membantu proses registrasi peserta, mengatur alur pelayanan kesehatan, mendampingi peserta lansia selama pemeriksaan, membantu tenaga medis, melakukan dokumentasi kegiatan, hingga membantu publikasi melalui media sosial. Tahap destiny diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang berjalan tertib dan lancar. Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, konsultasi kesehatan, pemberian obat, serta pelayanan kesehatan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini diikuti sekitar 70 hingga 80 peserta lansia dari Desa Manyar Sidorukun. Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan dimulai. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka secara gratis dan memperoleh edukasi kesehatan secara langsung dari tenaga medis. Keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara pihak Rumah Sakit GRHA Husada Gresik, perangkat desa, mahasiswa KKM, dan masyarakat setempat. Selain memberikan manfaat dalam bidang kesehatan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat Desa Manyar Sidorukun. Melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin guna mencegah risiko penyakit yang lebih serius. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pola hidup sehat serta mempererat hubungan sosial antara masyarakat, tenaga kesehatan, dan mahasiswa dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan di lingkungan desa.

Thumbnail
7 days ago
Berakhir di Malam Nuzulul Qur’an, KKM UIN Malang Tinggalkan Jejak Pengabdian di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal

FATIKA ANISA ZAIN

Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 16.00 WIB menjadi saksi berakhirnya rangkaian Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Berdampak Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebanyak 7 mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang tergabung dalam kelompok 54 Sapta Cakrawijaya menutup kegiatan pengabdian mereka. Acara ini dihadiri oleh 25 peserta yakni santri, tenaga pendidik, serta pengasuh madrasah diniyah Tarbiyatul Athfal. Momen penutupan terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an, sehingga suasana berlangsung khidmat, tenang, dan sarat makna spiritual. Kehadiran momen ini memberi nuansa reflektif seolah mengingatkan bahwa ilmu yang dipelajari dan diajarkan memiliki nilai ibadah ketika diniatkan dengan ketulusan. Acara diawali dengan sambutan perwakilan ketua kelompok KKM yang menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak Madrasah Tarbiyatul Athfal atas kesempatan belajar dan mengabdi yang telah diberikan. Dalam sambutannya, tersirat rasa terima kasih dan apresiasi besar kepada pihak madrasah atas penerimaan, bimbingan, serta ruang belajar yang telah diberikan selama pelaksanaan kegiatan. Ia menegaskan bahwa pengalaman selama KKM bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang belajar memaknai kesabaran, kebersamaan, dan ketulusan dalam proses pendidikan. Ungkapan tersebut disambut baik pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal, Ustadz Endik Hariyono menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya. Pemutaran video dokumenter di tengah acara, menampilkan berbagai aktivitas mahasiswa selama berada di madrasah mulai dari proses pembelajaran hingga keseruan bersama para santri. Tayangan tersebut menghadirkan kembali momen kebersamaan yang sederhana namun bermakna. Di tengah suasana Nuzulul Qur’an, video tersebut dimaknai sebagai pengingat bahwa setiap proses kecil dalam pendidikan dapat menjadi bagian dari perjalanan kebaikan yang bernilai besar. Selanjutnya, mau’idhoh hasanah yang disampaikan pengasuh madrasah memberikan penguatan tentang pentingnya keikhlasan dalam menuntut dan mengajarkan ilmu selaras dengan makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk dan rahmat bagi umat manusia. Menurut beliau, kehadiran mahasiswa memberikan warna baru bagi para santri sehingga suasana belajar menjadi lebih aktif dan menyenangkan. Beliau juga berharap hubungan silaturahmi yang telah terjalin dapat terus terjaga meskipun masa KKM telah berakhir. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi salam perpisahan antara mahasiswa dan para santri. Meskipun sederhana, kegiatan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir. Para santri tampak antusias memberikan ucapan perpisahan kepada mahasiswa KKM yang selama ini telah mendampingi mereka dalam kegiatan belajar keagamaan. Suasana haru pun tidak dapat dihindari ketika mahasiswa dan santri saling bersalaman serta mengabadikan momen terakhir bersama. Menanggapi kegiatan tersebut, dosen pembimbing lapangan Dr. Alam Aji Putra, M.Pd menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat pengabdian mahasiswa selama melaksanakan KKM di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal. Beliau menuturkan bahwa kegiatan pengabdian bukan sekadar pelaksanaan program akademik, melainkan proses pembentukan karakter calon pendidik yang mampu hadir, berbaur, dan memberi manfaat nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, suasana penutupan yang bertepatan dengan malam Nuzulul Qur’an menjadi simbol bahwa ilmu pengetahuan dan pengabdian harus berjalan beriringan dengan nilai spiritualitas dan keikhlasan.  Beliau juga berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama KKM dapat menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik maupun kehidupan sosial mereka di masa depan.

Thumbnail
7 days ago
MENEBAR KEPEDULIAN UNTUK LANSIA: KOLABORASI MAHASISWA KKM DAN RUMAH SAKIT DALAM PEMERIKSAAN KESEHATAN GRATIS

FARADILA NUR AZIZAH

Kesehatan masyarakat merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan kualitas hidup yang baik, terutama bagi kalangan lansia yang rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan. Berangkat dari kepedulian tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang turut terlibat dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit GRHA Husada Gresik di Desa Manyar Sidorukun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026 ini bertempat di Gedung Serbaguna Desa Manyar Sidorukun mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan kesehatan masyarakat yang difokuskan bagi kalangan lansia sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yaitu pendekatan pemberdayaan masyarakat yang menitikberatkan pada potensi dan aset yang dimiliki masyarakat. Tahap awal dimulai melalui proses discovery, di mana mahasiswa KKM melakukan observasi dan komunikasi bersama perangkat desa terkait kondisi kesehatan masyarakat lansia. Dari hasil pengamatan tersebut diketahui bahwa masyarakat memiliki antusiasme yang cukup tinggi terhadap kegiatan pelayanan kesehatan gratis. Selanjutnya, pada tahap dream, muncul harapan bersama agar masyarakat lansia memiliki kesadaran yang lebih baik dalam menjaga kesehatan serta memperoleh akses pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau. Harapan tersebut kemudian diwujudkan melalui proses design dengan membangun kerja sama antara Rumah Sakit GRHA Husada Gresik, perangkat desa, dan mahasiswa KKM dalam merancang pelaksanaan kegiatan. Dalam proses define, mahasiswa KKM turut mengambil peran aktif selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa membantu proses registrasi peserta, mengatur alur pelayanan kesehatan, mendampingi peserta lansia selama pemeriksaan, membantu tenaga medis, melakukan dokumentasi kegiatan, hingga membantu publikasi melalui media sosial. Tahap destiny diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang berjalan tertib dan lancar. Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, konsultasi kesehatan, pemberian obat, serta pelayanan kesehatan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat.  

Thumbnail
7 days ago
Dari Observasi ke Kolaborasi: Awal Perjalanan Asistensi Mengajar di MINU Trate Putri Gresik

KAMILIYATUL FITRIYANI KHUZAIMAH

    Sebagai tahapan awal Program Asistensi Mengajar (AM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, mahasiswa melaksanakan kegiatan observasi di MINU Trate Putri Gresik pada Senin, 12 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung pukul 09.30--10.15 WIB dan menjadi momen penting untuk mengenal lebih dekat lingkungan sekolah, sistem pembelajaran, serta budaya akademik dan religius yang diterapkan di madrasah.      Observasi diawali dengan peninjauan lingkungan fisik sekolah. Mahasiswa diajak berkeliling area madrasah untuk melihat ruang-ruang kelas dan berbagai fasilitas penunjang pembelajaran. Dari kegiatan ini, mahasiswa memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi sekolah yang akan menjadi tempat berproses selama pelaksanaan Asistensi Mengajar.      Hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas pembelajaran di MINU Trate Putri Gresik dimulai sejak pagi hari dan diperkuat dengan pembiasaan kegiatan keagamaan. Salat Dhuha dan salat Dhuhur berjamaah menjadi rutinitas harian, disertai tradisi salim kepada guru sebelum memasuki kelas. Pembiasaan ini mencerminkan komitmen madrasah dalam menanamkan nilai religius serta membangun karakter peserta didik sejak dini.      Dalam pelaksanaan Asistensi Mengajar, mahasiswa akan terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran di kelas 2, 3, 4, dan 5. Selain mendampingi proses belajar mengajar, mahasiswa juga akan mendukung sejumlah program unggulan sekolah, seperti program tahfidz, literasi, Excellent Class, serta International Class Program (ICP). Program tahfidz sendiri telah diterapkan sejak kelas rendah sebagai upaya penguatan karakter religius peserta didik.     Sebelum terjun ke kelas, mahasiswa terlebih dahulu menjalani tahap pendampingan bersama guru pamong. Pendampingan ini bertujuan agar mahasiswa dapat memahami karakter peserta didik, pola pembelajaran, serta kultur sekolah secara lebih mendalam. Kegiatan Asistensi Mengajar dilaksanakan pada jam efektif sekolah hingga pukul 12.00 WIB, dengan menyesuaikan kebijakan dan kebutuhan madrasah.      Melalui observasi awal ini, mahasiswa memperoleh pemahaman komprehensif tentang sistem pembelajaran dan budaya sekolah di MINU Trate Putri Gresik. Observasi menjadi pijakan awal dalam membangun kolaborasi antara mahasiswa dan pihak sekolah, sekaligus menjadi bekal penting untuk berkontribusi secara optimal dalam mendukung proses pendidikan di madrasah.