NABILLA PUTRIANA ROSAVA
Keberhasilan sebuah kompetisi besar tidak hanya diukur dari rendahnya tepuk tangan atau megahnya panggung acara. Di balik itu semua, terdapat pilar-pilar penting bernama integritas, kesepakatan, dan profesionalitas yang menjadi penentu utama kepercayaan publik. Dalam ruang-ruang ujian yang tenang dan koordinasi di balik layar itulah, mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hadir. Mereka bukan sekedar tamu, melainkan bagian dari sistem pendukung yang menjaga agar standar pelaksanaan lomba tetap berada pada koridor prosedur yang benar. Perjalanan ini bermula di MAN 1 Gresik, yang pada tanggal 8 hingga 10 Februari 2026 kembali menggelar ajang tahunan bergengsi yang bernama MAGIC V (MAN 1 Gresik Integrity Competition). Selama tiga hari, lingkungan madrasah seakan bernapas dengan semangat kompetisi. Siswa-siswi SMP/MTs sederajat dari seluruh penjuru Jawa Timur berkumpul, membawa ambisi mereka dalam berbagai cabang lomba, mulai dari bidang akademik hingga non-akademik. Sejak pertama kali digagas pada tahun 2022, sebagaimana dituturkan oleh Chalimatul Baroroh selaku Bendahara OSIS, MAGIC telah bertransformasi menjadi wadah strategi untuk menjaring bakat-bakat muda sekaligus mendekatkan MAN 1 Gresik ke hati masyarakat luas. Tahun ini, keberagaman menjadi warna utama. Kategori ART memikat lewat nada dan kata dalam lomba Singer hingga Baca Puisi. Di sisi lain, kategori OLIM menguji ketajaman logika melalui Olimpiade IPA, Matematika, hingga PAI, sementara kategori SPORT membakar semangat lewat Voli hingga ketangkasan dalam E-Sport. Di tengah keberagaman inilah, peran mahasiswa KKM UIN Malang menjadi krusial, terutama pada sektor olimpiade. Tugas mereka bukan sekedar berdiri di depan pintu. Sebagai pengawas ruang, memastikan mereka menjaga pernafasan yang tetap kondusif dan obyektif. Ketegasan dan ketelitian menjadi harga mati, terutama saat memasuki babak final di mana siswa KKM ikut bertanggung jawab dalam proses koreksi dan penginputan nilai. Konsentrasi tinggi sangat dibutuhkan, sebab satu angka yang salah bisa mengubah nasib seorang finalis. Chalimatul Baroroh mengakui bahwa keterlibatan siswa ini sangat meringankan beban teknis kepanitiaan, menciptakan sinergi yang harmonis antara perguruan tinggi dan madrasah. Namun, manfaat ini tidak berjalan satu arah. Bagi mahasiswa UIN Malang, pengalaman ini adalah bentuk nyata dari experiential learning. Mereka tidak hanya belajar teori di bangku kuliah, tetapi terjun langsung melatih manajemen waktu, koordinasi tim, serta kemampuan mengambil keputusan cepat di bawah tekanan. Dengan tingkat keberhasilan mencapai 85 persen, MAGIC V 2026 telah membuktikan bahwa kolaborasi adalah kuncinya. Dampaknya pun meluas: siswa mendapatkan pengalaman berkompetisi di tingkat provinsi, sekolah mendapatkan bibit-bibit unggul, dan siswa pulang membawa pendewasaan mandiri. Pada akhirnya, MAGIC V adalah sebuah representasi dari komitmen kolektif. Di balik pelaksanaan yang tertib dan meriah, ada kerja keras guru, OSIS, dan mahasiswa KKM UIN Malang yang saling bahu-mambahu menciptakan sebuah simfoni pendidikan yang inspiratif
ALVIA NURACHMATIN NASWA
Bulan Ramadhan merupakan momen yang penuh berkah dan sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan berbagai kegiatan ibadah. Suasana kebersamaan, semangat belajar agama, serta kegiatan keagamaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat selama bulan suci ini. Melalui berbagai kegiatan positif, nilai-nilai keagamaan dapat semakin ditanamkan, terutama kepada anak-anak sebagai generasi penerus. Semangat tersebut juga diwujudkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tambak Rejo, Jombang. Selama menjalankan program KKM di bulan Ramadhan, mahasiswa mengadakan beberapa kegiatan keagamaan bersama masyarakat setempat. Kegiatan yang dilakukan antara lain tadarus Al-Qur'an bersama warga serta mengajar anak-anak di TPQ. Kegiatan tadarus bertujuan untuk menghidupkan suasana Ramadhan dan meningkatkan semangat masyarakat dalam membaca Al-Qur'an. Sementara itu, kegiatan mengajar TPQ dilakukan untuk membantu anak-anak dalam belajar membaca Al-Qur'an serta memahami dasar-dasar pengajaran Islam dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Sebagai puncak kegiatan, mahasiswa KKM juga mengadakan sosialisasi mengenai tata cara wudhu yang benar sesuai ajaran Islam. Sosialisasi tersebut diadakan di TPQ Baitul Jannah, tepatnya pada Kamis, 5 Maret 2026, di Desa Tambak Rejo, Jombang. Dalam kegiatan tersebut, siswa menjelaskan langkah-langkah berwudhu secara sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak.
LISNA GUSTINA
Hari Raya Idulfitri menjadi momen yang penuh makna untuk kembali pada fitrah, mempererat tali silaturahmi, serta saling memaafkan. Oleh karena itu, mahasiswa Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan “Halal Bihalal dan Parenting” di TK Al-Falah Kota Batu, Malang, pada tanggal 28 Maret 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Asistensi Mengajar dan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) yang bertujuan untuk mempererat hubungan antara lembaga pendidikan, mahasiswa, dan orang tua, serta meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pola asuh yang tepat bagi anak usia dini. Tema besar kegiatan ini yaitu “Hati yang Fitri, Menata Kembali Cinta dalam Keluarga” dan berlangsung dalam suasana hangat serta penuh kekeluargaan. Tidak hanya menjadi ajang untuk saling bermaaf-maafan, acara ini juga menjadi ruang refleksi bagi para orang tua dalam menata kembali pola pengasuhan yang lebih penuh cinta, kesabaran, dan keteladanan. Selain itu, untuk acara parenting kemi mengusung tema “Menggapai Fitrah di Hari yang Fitri, Memperkuat Cinta dalam Keluarga” yang disampaikan oleh Ibu Desy selaku dosen PIAUD UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sesi ini menjadi ruang belajar yang bermakna bagi para orang tua dalam memahami kembali esensi pengasuhan yang berlandaskan cinta serta nilai-nilai fitrah. Dalam paparannya, Ibu Desy menjelaskan bahwa cinta adalah fondasi utama yang membentuk karakter dan perilaku anak, sekaligus membuka jalan bagi perkembangan yang sehat dan hubungan yang kuat. Namun, dalam kehidupan sehari-hari, cinta sering kali terasa “tumpul” karena tertutupi oleh berbagai hal, seperti kesibukan dunia (pekerjaan, gadget, dan media sosial), komunikasi yang keras kepada anak, kurangnya sentuhan fisik dan emosional, serta tuntutan agar anak selalu sempurna. Beliau juga memaparkan beberapa cara sederhana namun bermakna dalam menunjukkan kasih sayang kepada anak, di antaranya melalui pelukan hangat dan sentuhan (physical touch), meluangkan waktu untuk mendengarkan dan bermain bersama (quality time), memberikan pujian atas usaha anak (words of affirmation), membantu dan melayani kebutuhan anak (acts of service), serta memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi (giving gifts). Kegiatan ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pengasuhan bukan sekadar tanggung jawab, melainkan proses membangun kedekatan emosional yang penuh cinta. Di tengah kesibukan dan tuntutan kehidupan modern, orang tua diajak untuk kembali pada esensi, bahwa hal sederhana seperti hadir sepenuh hati, mendengarkan, dan menunjukkan kasih sayang secara nyata memiliki dampak besar bagi tumbuh kembang anak.Melalui kegiatan ini, diharapkan para orang tua dapat mengimplementasikan nilai-nilai yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari, sehingga keluarga tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga ruang yang hangat untuk bertumbuh, saling memahami, dan memperkuat ikatan cinta.
ZAHRATUL HAMIDAH
Jombang -- Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang edukatif dan bermakna, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kelompok AM 73 Cakrawidya sukses menyelenggarakan kegiatan Gema Ramadhan 1447 H bersama TPQ Al-Bisri, Desa Denanyar, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Kegiatan yang mengusung tema "Ilmu, Ibadah, dan Ukhuwah" ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 7 hingga 9 Maret 2026. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan keagamaan bagi anak-anak dan remaja. Latar Belakang: Mengisi Ramadhan dengan Kegiatan Positif Bulan Ramadhan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperdalam pemahaman agama. Namun, di tengah perkembangan zaman, tantangan dalam menjaga konsistensi ibadah, khususnya bagi generasi muda, semakin kompleks. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN AM 73 Cakrawidya berinisiatif menghadirkan program Gema Ramadhan sebagai wadah pembinaan spiritual yang dikemas secara menarik, interaktif, dan edukatif. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap ajaran Islam sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. Rangkaian Kegiatan Edukatif dan Interaktif Selama pelaksanaan, kegiatan Gema Ramadhan diisi dengan berbagai agenda yang terstruktur dan berorientasi pada peningkatan pemahaman keislaman peserta. Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang dilanjutkan dengan kajian fiqih puasa. Materi ini memberikan pemahaman dasar mengenai hukum, syarat, dan tata cara pelaksanaan ibadah puasa sesuai dengan ajaran Islam. Hari kedua diisi dengan penyampaian materi tentang pentingnya bersuci, syarat sah shalat, serta praktik wudhu yang benar. Kegiatan ini berlangsung secara interaktif, di mana peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mempraktikkan secara langsung dan mendapatkan evaluasi dari panitia. Sementara itu, hari ketiga menjadi puncak kegiatan dengan diselenggarakannya berbagai perlombaan keagamaan, di antaranya lomba adzan, lomba cerdas cermat Islami, serta lomba hafalan surat pendek. Perlombaan ini bertujuan untuk meningkatkan semangat belajar sekaligus melatih kepercayaan diri peserta dalam menunjukkan kemampuan mereka. Antusiasme Peserta dan Suasana Kebersamaan Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat positif dari peserta TPQ Al-Bisri. Hal ini terlihat dari tingginya antusiasme anak-anak dalam mengikuti setiap rangkaian acara, baik saat penyampaian materi maupun saat perlombaan berlangsung. Tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, kegiatan ini juga berhasil menciptakan suasana kebersamaan yang hangat antara mahasiswa KKN, peserta, serta masyarakat sekitar. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menjadi nilai tambah dalam mempererat ukhuwah Islamiyah. Penutupan dan Pembagian Hadiah Sebagai penutup, panitia mengumumkan para pemenang lomba dan memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan prestasi peserta. Momen ini menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan sekaligus membahagiakan bagi para peserta. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah. Kegiatan ini semakin memperkuat nilai kebersamaan dan kekeluargaan di antara seluruh pihak yang terlibat. Dampak Positif dan Harapan ke Depan Secara keseluruhan, kegiatan Gema Ramadhan 1447 H berjalan dengan lancar dan berhasil mencapai tujuan yang telah direncanakan. Program ini tidak hanya memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman agama dan kualitas ibadah peserta, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda yang religius dan berakhlak mulia. Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pengurus TPQ Al-Bisri, masyarakat Desa Denanyar, serta seluruh panitia yang telah berpartisipasi secara aktif. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat belajar dan beribadah para peserta dapat terus terjaga, serta kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di masa yang akan datang sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis.
MAILANY NURIL `IZZAH
Jombang -- Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang edukatif dan bermakna, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kelompok AM 73 Cakrawidya sukses menyelenggarakan kegiatan Gema Ramadhan 1447 H bersama TPQ Al-Bisri, Desa Denanyar, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Kegiatan yang mengusung tema "Ilmu, Ibadah, dan Ukhuwah" ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 7 hingga 9 Maret 2026. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan keagamaan bagi anak-anak dan remaja. Latar Belakang: Mengisi Ramadhan dengan Kegiatan Positif Bulan Ramadhan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperdalam pemahaman agama. Namun, di tengah perkembangan zaman, tantangan dalam menjaga konsistensi ibadah, khususnya bagi generasi muda, semakin kompleks. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN AM 73 Cakrawidya berinisiatif menghadirkan program Gema Ramadhan sebagai wadah pembinaan spiritual yang dikemas secara menarik, interaktif, dan edukatif. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap ajaran Islam sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. Rangkaian Kegiatan Edukatif dan Interaktif Selama pelaksanaan, kegiatan Gema Ramadhan diisi dengan berbagai agenda yang terstruktur dan berorientasi pada peningkatan pemahaman keislaman peserta. Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang dilanjutkan dengan kajian fiqih puasa. Materi ini memberikan pemahaman dasar mengenai hukum, syarat, dan tata cara pelaksanaan ibadah puasa sesuai dengan ajaran Islam. Hari kedua diisi dengan penyampaian materi tentang pentingnya bersuci, syarat sah shalat, serta praktik wudhu yang benar. Kegiatan ini berlangsung secara interaktif, di mana peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mempraktikkan secara langsung dan mendapatkan evaluasi dari panitia. Sementara itu, hari ketiga menjadi puncak kegiatan dengan diselenggarakannya berbagai perlombaan keagamaan, di antaranya lomba adzan, lomba cerdas cermat Islami, serta lomba hafalan surat pendek. Perlombaan ini bertujuan untuk meningkatkan semangat belajar sekaligus melatih kepercayaan diri peserta dalam menunjukkan kemampuan mereka. Antusiasme Peserta dan Suasana Kebersamaan Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat positif dari peserta TPQ Al-Bisri. Hal ini terlihat dari tingginya antusiasme anak-anak dalam mengikuti setiap rangkaian acara, baik saat penyampaian materi maupun saat perlombaan berlangsung. Tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, kegiatan ini juga berhasil menciptakan suasana kebersamaan yang hangat antara mahasiswa KKN, peserta, serta masyarakat sekitar. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menjadi nilai tambah dalam mempererat ukhuwah Islamiyah. Penutupan dan Pembagian Hadiah Sebagai penutup, panitia mengumumkan para pemenang lomba dan memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan prestasi peserta. Momen ini menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan sekaligus membahagiakan bagi para peserta. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah. Kegiatan ini semakin memperkuat nilai kebersamaan dan kekeluargaan di antara seluruh pihak yang terlibat. Dampak Positif dan Harapan ke Depan Secara keseluruhan, kegiatan Gema Ramadhan 1447 H berjalan dengan lancar dan berhasil mencapai tujuan yang telah direncanakan. Program ini tidak hanya memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman agama dan kualitas ibadah peserta, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda yang religius dan berakhlak mulia. Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pengurus TPQ Al-Bisri, masyarakat Desa Denanyar, serta seluruh panitia yang telah berpartisipasi secara aktif. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat belajar dan beribadah para peserta dapat terus terjaga, serta kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di masa yang akan datang sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis.
ETY SYARIFATUNNAZAH
Kota Malang, M1NEWS — Mahasiswa asistensi mengajar dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar seminar pendidikan bertema Transformasi Pembelajaran Masa Depan: Integrasi Deep Learning dan Kurikulum Berbasis Cinta pada Senin (28/4/2026) di MIN 1 Kota Malang. Kegiatan ini diikuti oleh para guru sebagai peserta utama. Sebanyak 11 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), dan Pendidikan Guru (PG) tengah menjalankan program asistensi mengajar di MIN 1 Kota Malang sejak Januari 2026. Memasuki masa akhir pengabdian yang tinggal kurang dari 20 hari, para mahasiswa terus menguatkan kontribusinya melalui kegiatan akademik yang berdampak langsung bagi peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah. Seminar ini menghadirkan Like Raskova Octaberlina, yang sebelumnya juga pernah memberikan materi di MIN 1 Kota Malang. Dikenal sebagai pakar pengembangan guru, ia konsisten menyuarakan pentingnya pembelajaran kontekstual, reflektif, dan penuh makna. Dalam paparannya, Prof. Like menegaskan bahwa integrasi deep learning dengan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) menjadi pendekatan strategis dalam membangun pengalaman belajar yang lebih bermakna. “Menjadi guru adalah panggilan Allah, dan tidak semua orang terpanggil,” ungkapnya, menegaskan makna profesi guru sebagai jalan pengabdian yang dilandasi ketulusan dan nilai spiritual. Kegiatan berlangsung interaktif dengan berbagai diskusi dan refleksi praktik pembelajaran. Para guru diajak untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang mendalam, sekaligus membangun relasi yang hangat dan humanis dengan siswa melalui pendekatan berbasis cinta. Seminar ini menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa asistensi mengajar UIN Maliki dalam mendukung pengembangan profesional guru di MIN 1 Kota Malang. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan madrasah dalam menjawab tantangan pendidikan masa depan yang semakin dinamis.