Thumbnail
4 months ago
Berakhir di Malam Nuzulul Qur’an, KKM UIN Malang Tinggalkan Jejak Pengabdian di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal

ARIANI CANDRA DWI SEPTIANI

Berakhir di Malam Nuzulul Qur’an, KKM UIN Malang Tinggalkan Jejak Pengabdian di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal Penulis: Saniya, Cindy, Ariani, Fika, Rivaldy, Ulum, Chandra

Thumbnail
4 months ago
Berakhir di Malam Nuzulul Qur’an, KKM UIN Malang Tinggalkan Jejak Pengabdian di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal

MUHAMMAD BAHRUL ULUM

Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 16.00 WIB menjadi saksi berakhirnya rangkaian Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Berdampak Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebanyak 7 mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang tergabung dalam kelompok 54 Sapta Cakrawijaya menutup kegiatan pengabdian mereka. Acara ini dihadiri oleh 25 peserta yakni santri, tenaga pendidik, serta pengasuh madrasah diniyah Tarbiyatul Athfal. Momen penutupan terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an, sehingga suasana berlangsung khidmat, tenang, dan sarat makna spiritual. Kehadiran momen ini memberi nuansa reflektif seolah mengingatkan bahwa ilmu yang dipelajari dan diajarkan memiliki nilai ibadah ketika diniatkan dengan ketulusan.   Acara diawali dengan sambutan perwakilan ketua kelompok KKM yang menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak Madrasah Tarbiyatul Athfal atas kesempatan belajar dan mengabdi yang telah diberikan. Dalam sambutannya, tersirat rasa terima kasih dan apresiasi besar kepada pihak madrasah atas penerimaan, bimbingan, serta ruang belajar yang telah diberikan selama pelaksanaan kegiatan. Ia menegaskan bahwa pengalaman selama KKM bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang belajar memaknai kesabaran, kebersamaan, dan ketulusan dalam proses pendidikan. Ungkapan tersebut disambut baik pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal, Ustadz Endik Hariyono menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya.  Pemutaran video dokumenter di tengah acara, menampilkan berbagai aktivitas mahasiswa selama berada di madrasah mulai dari proses pembelajaran hingga keseruan bersama para santri. Tayangan tersebut menghadirkan kembali momen kebersamaan yang sederhana namun bermakna. Di tengah suasana Nuzulul Qur’an, video tersebut dimaknai sebagai pengingat bahwa setiap proses kecil dalam pendidikan dapat menjadi bagian dari perjalanan kebaikan yang bernilai besar. Selanjutnya, mau’idhoh hasanah yang disampaikan pengasuh madrasah memberikan penguatan tentang pentingnya keikhlasan dalam menuntut dan mengajarkan ilmu selaras dengan makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk dan rahmat bagi umat manusia. Menurut beliau, kehadiran mahasiswa memberikan warna baru bagi para santri sehingga suasana belajar menjadi lebih aktif dan menyenangkan. Beliau juga berharap hubungan silaturahmi yang telah terjalin dapat terus terjaga meskipun masa KKM telah berakhir.  Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi salam perpisahan antara mahasiswa dan para santri. Meskipun sederhana, kegiatan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir. Para santri tampak antusias memberikan ucapan perpisahan kepada mahasiswa KKM yang selama ini telah mendampingi mereka dalam kegiatan belajar keagamaan. Suasana haru pun tidak dapat dihindari ketika mahasiswa dan santri saling bersalaman serta mengabadikan momen terakhir bersama.    Menanggapi kegiatan tersebut, dosen pembimbing lapangan Dr. Alam Aji Putra, M.Pd menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat pengabdian mahasiswa selama melaksanakan KKM di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal. Beliau menuturkan bahwa kegiatan pengabdian bukan sekadar pelaksanaan program akademik, melainkan proses pembentukan karakter calon pendidik yang mampu hadir, berbaur, dan memberi manfaat nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, suasana penutupan yang bertepatan dengan malam Nuzulul Qur’an menjadi simbol bahwa ilmu pengetahuan dan pengabdian harus berjalan beriringan dengan nilai spiritualitas dan keikhlasan. Beliau juga berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama KKM dapat menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik maupun kehidupan sosial mereka di masa depan.   

Thumbnail
4 months ago
Mahasiswa KKM 65 Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Roudlotul Aitam Blitar, Perkuat Dukungan Emosional Anak Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mahasiswa KKM 65 Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Roudlotul Aitam Blitar, Perkuat Duku

SRI AYU WULANINGSIH

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 65 sukses menggelar kegiatan bakti sosial di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Roudlotul Aitam, Blitar, pada Minggu (26/4/2026). Mengusung tema "Kebahagiaan yang Menguatkan, Kepedulian yang Menggerakkan," kegiatan ini melibatkan 20 anak asuh, 10 mahasiswa, serta 23 pengasuh LKSA dalam serangkaian aktivitas sosial yang interaktif dan penuh semangat. Rangkaian kegiatan mencakup senam pagi bersama, sarapan bersama, aneka permainan kelompok, pembagian hadiah, hingga pemberian santunan kepada pihak LKSA. Kegiatan berlangsung hangat dan meriah, dengan seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi sejak pagi hari. Anak-anak sangat bersemangat. Melalui permainan bersama, terlihat bagaimana mereka mulai membuka diri dan berinteraksi lebih akrab. Berdasarkan hasil observasi selama kegiatan, anak-anak asuh menunjukkan keterlibatan aktif dalam setiap sesi. Pada awal kegiatan, sejumlah anak perempuan masih cenderung pemalu dan menutup diri. Namun, seiring berjalannya aktivitas bersama yang dilakukan secara bertahap, mereka perlahan terbuka-ditandai dengan interaksi yang lebih akrab dan rasa nyaman yang tumbuh bersama mahasiswa KKM. Anak-anak asuh di panti asuhan tidak hanya membutuhkan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga dukungan sosial dan emosional untuk menunjang perkembangan psikososial mereka. Kegiatan yang bersifat interaktif dan partisipatif terbukti mampu merangsang komunikasi, kerja sama, serta membangun suasana kebersamaan yang positif. Hal ini sejalan dengan penelitian Khasanah & Diana (2025) yang menyatakan bahwa aktivitas kolaboratif dapat membantu anak membangun interaksi sosial yang sehat dan mengontrol emosi dengan lebih baik Sekilas Kegiatan Waktu: Minggu, 26 April 2026 Lokasi: LKSA Roudlotul Aitam, Blitar Peserta: 20 anak asuh (usia 5--17 tahun), 10 mahasiswa KKM, 23 pengasuh Kegiatan: Senam pagi, sarapan bersama, permainan kelompok interaktif, pembagian hadiah, santunan Penyelenggara: Mahasiswa KKM Kelompok 65 Tidak hanya berdampak bagi anak asuh, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa dalam memahami pentingnya kepedulian sosial dan pendampingan emosional di lingkungan LKSA. Interaksi langsung selama kegiatan dinilai memperkuat empati dan kesadaran sosial mahasiswa sebagai calon agen perubahan di masyarakat. Ke depan, mahasiswa KKM Kelompok 65 merekomendasikan agar kolaborasi serupa terus dijalankan secara berkelanjutan. Program sosial-partisipatif yang rutin-mencakup permainan edukatif, pelatihan kreativitas, dan kegiatan kelompok-dinilai penting untuk menjaga kenyamanan emosional serta kualitas interaksi sosial anak-anak asuh. Selain itu, pihak LKSA juga didorong untuk mempererat kerja sama dengan perguruan tinggi dan masyarakat sekitar guna menghadirkan program sosial-edukatif secara berkala demi mendukung kesejahteraan sosial anak secara menyeluruh.

Thumbnail
4 months ago
Mahasiswa KKM 65 Gelar Bakti Sosial di Panti Asuhan Roudlotul Aitam Blitar, Perkuat Dukungan Emosional Anak

PUTRI ANGGUN RAMADLONI

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 65 sukses menggelar kegiatan bakti sosial di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Roudlotul Aitam, Blitar, pada Minggu (26/4/2026). Mengusung tema "Kebahagiaan yang Menguatkan, Kepedulian yang Menggerakkan," kegiatan ini melibatkan 20 anak asuh, 10 mahasiswa, serta 23 pengasuh LKSA dalam serangkaian aktivitas sosial yang interaktif dan penuh semangat. Rangkaian kegiatan mencakup senam pagi bersama, sarapan bersama, aneka permainan kelompok, pembagian hadiah, hingga pemberian santunan kepada pihak LKSA. Kegiatan berlangsung hangat dan meriah, dengan seluruh peserta menunjukkan antusiasme tinggi sejak pagi hari. Anak-anak sangat bersemangat. Melalui permainan bersama, terlihat bagaimana mereka mulai membuka diri dan berinteraksi lebih akrab. Berdasarkan hasil observasi selama kegiatan, anak-anak asuh menunjukkan keterlibatan aktif dalam setiap sesi. Pada awal kegiatan, sejumlah anak perempuan masih cenderung pemalu dan menutup diri. Namun, seiring berjalannya aktivitas bersama yang dilakukan secara bertahap, mereka perlahan terbuka-ditandai dengan interaksi yang lebih akrab dan rasa nyaman yang tumbuh bersama mahasiswa KKM. Anak-anak asuh di panti asuhan tidak hanya membutuhkan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga dukungan sosial dan emosional untuk menunjang perkembangan psikososial mereka. Kegiatan yang bersifat interaktif dan partisipatif terbukti mampu merangsang komunikasi, kerja sama, serta membangun suasana kebersamaan yang positif. Hal ini sejalan dengan penelitian Khasanah & Diana (2025) yang menyatakan bahwa aktivitas kolaboratif dapat membantu anak membangun interaksi sosial yang sehat dan mengontrol emosi dengan lebih baik Sekilas Kegiatan Waktu: Minggu, 26 April 2026 Lokasi: LKSA Roudlotul Aitam, Blitar Peserta: 20 anak asuh (usia 5--17 tahun), 10 mahasiswa KKM, 23 pengasuh Kegiatan: Senam pagi, sarapan bersama, permainan kelompok interaktif, pembagian hadiah, santunan Penyelenggara: Mahasiswa KKM Kelompok 65 Tidak hanya berdampak bagi anak asuh, kegiatan ini juga memberikan pengalaman berharga bagi para mahasiswa dalam memahami pentingnya kepedulian sosial dan pendampingan emosional di lingkungan LKSA. Interaksi langsung selama kegiatan dinilai memperkuat empati dan kesadaran sosial mahasiswa sebagai calon agen perubahan di masyarakat. Ke depan, mahasiswa KKM Kelompok 65 merekomendasikan agar kolaborasi serupa terus dijalankan secara berkelanjutan. Program sosial-partisipatif yang rutin-mencakup permainan edukatif, pelatihan kreativitas, dan kegiatan kelompok-dinilai penting untuk menjaga kenyamanan emosional serta kualitas interaksi sosial anak-anak asuh. Selain itu, pihak LKSA juga didorong untuk mempererat kerja sama dengan perguruan tinggi dan masyarakat sekitar guna menghadirkan program sosial-edukatif secara berkala demi mendukung kesejahteraan sosial anak secara menyeluruh.

Thumbnail
4 months ago
Menyalakan Semangat Qur’ani: Kiprah Mahasiswa KKM UIN Malang dalam Program GEMAR

SADATUL `AINA`

Kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar merupakan salah satu pondasi penting dalam pembinaan karakter religius peserta didik di madrasah. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan beberapa siswa yang memerlukan pendampingan lebih lanjut, khususnya dalam aspek kelancaran membaca, penerapan tajwid, dan ketepatan makharijul huruf. Berangkat dari kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menghadirkan sebuah program pembinaan bertajuk GEMAR (Gerakan Mahir Al-Qur’an) di MAN 1 Gresik. Program GEMAR dilaksanakan selama bulan April hingga Mei 2026 sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembinaan keagamaan di lingkungan madrasah. Kegiatan ini dipusatkan di mushola MAN 1 Gresik serta beberapa tempat lain yang disesuaikan dengan kondisi peserta didik dan mahasiswa pendamping. Sasaran utama program ini adalah peserta didik kelas X dan XI yang dinilai masih membutuhkan bimbingan dalam membaca Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid dan makharijul huruf. Pelaksanaan program dilakukan secara fleksibel menyesuaikan waktu luang peserta didik, seperti saat jam istirahat maupun ketika terdapat jam kosong pembelajaran. Penyesuaian jadwal tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama pihak madrasah agar kegiatan tetap berjalan efektif tanpa mengganggu proses belajar mengajar di kelas. Seluruh anggota kelompok KKM Integrasi MAN 1 Gresik terlibat aktif sebagai pendamping dalam program GEMAR. Setiap mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk membimbing beberapa peserta didik sesuai pembagian yang telah ditentukan. Pendampingan dilakukan secara langsung melalui metode pembelajaran individual maupun kelompok kecil sehingga mahasiswa dapat lebih fokus memperhatikan kemampuan masing-masing peserta didik. Rangkaian kegiatan diawali dengan pengarahan teknis sekaligus pelaksanaan pre-test kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik. Tahapan ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan awal siswa sehingga proses pendampingan dapat dilakukan secara lebih terarah. Selanjutnya, kegiatan rutin yang dilakukan meliputi absensi peserta, setoran bacaan Al-Qur’an, evaluasi kelancaran membaca, pembetulan tajwid, serta pembinaan makharijul huruf. Tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca, mahasiswa juga melakukan pendekatan personal kepada peserta didik yang kurang aktif mengikuti kegiatan. Pendekatan tersebut dilakukan dengan memberikan motivasi secara langsung serta berkoordinasi dengan pihak ubudiyah madrasah agar peserta didik lebih semangat dalam mengikuti program GEMAR.     Melalui program ini, mahasiswa berharap peserta didik tidak hanya mengalami peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki rasa percaya diri yang lebih baik ketika membaca Al-Qur’an di hadapan guru maupun teman-temannya. Selain itu, program GEMAR juga menjadi bentuk dukungan terhadap program pembinaan religius yang telah dijalankan oleh MAN 1 Gresik. Berdasarkan hasil evaluasi melalui tes pertengahan dan tes akhir, secara umum peserta didik menunjukkan perkembangan dalam aspek kelancaran membaca, penerapan tajwid, dan ketepatan makharijul huruf. Meskipun peningkatan yang diperoleh belum terlalu signifikan karena keterbatasan waktu pelaksanaan program, perubahan positif tersebut menjadi bukti bahwa pendampingan intensif mampu memberikan dampak yang baik bagi peserta didik. Program GEMAR secara resmi ditutup pada tanggal 13 Mei 2026. Penutupan kegiatan berlangsung khidmat dengan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, dilanjutkan sambutan dari pihak mahasiswa, pihak madrasah, dan dosen pembimbing lapangan. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus luaran program, mahasiswa menyerahkan buku tajwid minimalis kepada peserta GEMAR. Selain itu, dilakukan pula penyerahan sertifikat, cinderamata, dan dokumentasi bersama seluruh peserta kegiatan. Momen tersebut menjadi penutup yang hangat sekaligus simbol keberhasilan kolaborasi antara mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan MAN 1 Gresik dalam membangun generasi Qur’ani. Pada akhirnya, GEMAR bukan hanya sekadar program pendampingan membaca Al-Qur’an, melainkan juga menjadi ruang pembelajaran bersama antara mahasiswa dan peserta didik. Di balik setiap setoran bacaan dan pembetulan tajwid, tersimpan semangat pengabdian, kepedulian, dan harapan untuk melahirkan generasi muda yang lebih dekat dengan Al-Qur’an.

Thumbnail
4 months ago
Menebar Kepedulian untuk Lansia: Kolaborasi Mahasiswa KKM dalam Pemeriksaan Kesehatan Gratis

FAYYADHOH TAHTA ALFINA

Kesehatan masyarakat merupakan salah satu aspek penting dalam menciptakan kualitas hidup yang baik, terutama bagi kalangan lansia yang rentan mengalami berbagai gangguan kesehatan. Berangkat dari kepedulian tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Integrasi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang turut terlibat dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Rumah Sakit GRHA Husada Gresik di Desa Manyar Sidorukun, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kegiatan dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026 ini bertempat di Gedung Serbaguna Desa Manyar Sidorukun mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Program tersebut menjadi salah satu bentuk pelayanan kesehatan masyarakat yang difokuskan bagi kalangan lansia sebagai upaya meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan secara berkala. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yaitu pendekatan pemberdayaan masyarakat yang menitikberatkan pada potensi dan aset yang dimiliki masyarakat. Tahap awal dimulai melalui proses discovery, di mana mahasiswa KKM melakukan observasi dan komunikasi bersama perangkat desa terkait kondisi kesehatan masyarakat lansia. Dari hasil pengamatan tersebut diketahui bahwa masyarakat memiliki antusiasme yang cukup tinggi terhadap kegiatan pelayanan kesehatan gratis. Selanjutnya, pada tahap dream, muncul harapan bersama agar masyarakat lansia memiliki kesadaran yang lebih baik dalam menjaga kesehatan serta memperoleh akses pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau. Harapan tersebut kemudian diwujudkan melalui proses design dengan membangun kerja sama antara Rumah Sakit GRHA Husada Gresik, perangkat desa, dan mahasiswa KKM dalam merancang pelaksanaan kegiatan. Dalam proses define, mahasiswa KKM turut mengambil peran aktif selama kegiatan berlangsung. Mahasiswa membantu proses registrasi peserta, mengatur alur pelayanan kesehatan, mendampingi peserta lansia selama pemeriksaan, membantu tenaga medis, melakukan dokumentasi kegiatan, hingga membantu publikasi melalui media sosial.   Tahap destiny diwujudkan melalui pelaksanaan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang berjalan tertib dan lancar. Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, konsultasi kesehatan, pemberian obat, serta pelayanan kesehatan lainnya sesuai kebutuhan masyarakat. Kegiatan ini diikuti sekitar 70 hingga 80 peserta lansia dari Desa Manyar Sidorukun. Antusiasme masyarakat terlihat sejak awal kegiatan dimulai. Para peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka secara gratis dan memperoleh edukasi kesehatan secara langsung dari tenaga medis. Keberhasilan kegiatan tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara pihak Rumah Sakit GRHA Husada Gresik, perangkat desa, mahasiswa KKM, dan masyarakat setempat. Selain memberikan manfaat dalam bidang kesehatan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat Desa Manyar Sidorukun. Melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis ini, masyarakat diharapkan semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin guna mencegah risiko penyakit yang lebih serius. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian masyarakat terhadap pola hidup sehat serta mempererat hubungan sosial antara masyarakat, tenaga kesehatan, dan mahasiswa dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan di lingkungan desa.