MUHAMMAD UMAR MUDJIB
Sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Malang. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan nyata dunia akademik terhadap program Sekolah Rakyat yang baru diluncurkan dalam kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. KKM Unggulan PSGA UIN Malang ini diikuti oleh delapan mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan. Mereka akan menjalankan pengabdian selama 40 hari, terhitung sejak 05 Januari 2026 hingga 14 Februari 2026. Kehadiran mahasiswa disambut dengan baik oleh pihak sekolah dan pengelola asrama, mengingat Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Malang masih berada pada fase awal pengembangan dan membutuhkan dukungan berbagai pihak. Sebagai sekolah yang baru diluncurkan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Malang menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam penguatan pendidikan berbasis kerakyatan. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKM Unggulan PSGA UIN Malang yang dinilai membawa semangat kolaborasi, kepedulian sosial, serta perspektif perlindungan anak dan kesetaraan gender. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM Unggulan PSGA UIN Malang menawarkan sejumlah program kerja yang akan dijalankan secara bertahap selama masa pengabdian. Salah satu program utama adalah Ruang Tumbuh Bersama, yang berfokus pada pendampingan akademik dan psikososial siswa. Program ini meliputi peran mahasiswa sebagai fasilitator bimbingan belajar, baik di lingkungan sekolah maupun asrama, serta pendampingan khusus bagi siswi dengan kebutuhan belajar seperti disleksia. Selain itu, program Ruang Tumbuh Bersama juga mencakup kegiatan pemberdayaan perempuan melalui agenda keputrian, bimbingan belajar, hingga mengaji bersama di asrama sebagai bentuk penguatan nilai-nilai keagamaan. Kegiatan keagamaan lainnya turut dirancang untuk membangun karakter, spiritualitas, dan rasa aman bagi peserta didik, khususnya siswi yang tinggal di lingkungan asrama. Program kerja berikutnya adalah Micro Edukasi PSGA, yakni kegiatan edukasi berskala kecil yang dikemas dalam bentuk sosialisasi interaktif. Tema-tema yang diangkat selaras dengan fokus PSGA, di antaranya pencegahan bullying, kekerasan seksual, perlindungan tubuh, kesetaraan gender, serta isu-isu perlindungan anak lainnya. Micro edukasi ini dirancang agar mudah dipahami dan relevan dengan usia serta pengalaman siswa Sekolah Rakyat. Mahasiswa KKM Unggulan PSGA UIN Malang juga terlibat aktif dalam pendampingan kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Pendampingan ini diharapkan mampu membantu siswa mengembangkan minat dan bakat, sekaligus memperkuat iklim sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak. Kehadiran mahasiswa menjadi mitra strategis bagi guru dan pengelola sekolah dalam menghidupkan berbagai aktivitas non-akademik. Tidak hanya menjalankan program khusus, mahasiswa KKM Unggulan PSGA UIN Malang juga turut membantu dan mengikuti kegiatan rutin asrama. Kegiatan tersebut meliputi salat berjamaah, senam pagi, mengaji sore dan malam, hingga bimbingan belajar pada malam hari. Partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan keseharian ini menjadi bagian dari proses pembauran dan penguatan relasi sosial dengan para siswa. Sebagai puncak kegiatan, KKM Unggulan PSGA UIN Malang merencanakan pelaksanaan seminar akbar pada penutupan program. Seminar ini akan mengangkat tema kekerasan seksual dan perlindungan anak, yang akan disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang refleksi bersama sekaligus penguatan pemahaman seluruh warga sekolah mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bermartabat. Melalui rangkaian kegiatan ini, KKM Unggulan PSGA UIN Malang tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra pengabdian yang berupaya memberikan dampak nyata. Kehadiran mahasiswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Malang menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan program pemerintah dapat berjalan seiring demi penguatan pendidikan dan kesejahteraan anak bangsa.
MEI DIANA DWI NUR AZIZAH
Malang – Dalam rangka menjalankan program kerja di bidang pendidikan dan sosial, Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 261 PSGA melaksanakan kegiatan edukasi mikro dengan tema “Stop Bullying” di Sekolah Rakyat 47 Malang. Kegiatan ini ditujukan kepada para siswa sebagai upaya pencegahan perilaku bullying sejak dini serta untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak. Kegiatan mikro edukasi ini diawali dengan menyampaikan materi mengenai pengertian bullying. Mahasiswa KKN 261 PSGA menjelaskan bahwa bullying merupakan perilaku tidak menyenangkan yang dilakukan secara sengaja dan berulang, baik secara fisik, verbal, maupun nonverbal, yang dapat menyakiti orang lain. Selain itu, siswa juga diperkenalkan dengan berbagai jenis bullying, seperti bullying fisik, bullying verbal, bullying sosial, dan bullying melalui media digital. Dalam pemaparan materi, mahasiswa KKN menyampaikan contoh-contoh bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, seperti mengejek teman, memanggil dengan sebutan yang tidak pantas, mengucilkan teman, hingga tindakan kekerasan fisik. Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa yang sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa Sekolah Rakyat 47 Malang. Untuk memperkuat pemahaman siswa, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pemutaran video edukasi tentang bullying. Video tersebut menampilkan ilustrasi kejadian bullying di sekolah serta dampak negatif yang ditimbulkan bagi korban, baik dari segi mental, emosional, maupun kepercayaan diri. Melalui video ini, siswa diajak untuk lebih memahami perasaan korban bullying dan pentingnya sikap empati serta saling menghargai antar sesama. Selama kegiatan berlangsung, para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Hal ini terlihat dari keaktifan mereka dalam menjawab pertanyaan, berdiskusi, serta menceritakan pengalaman yang pernah mereka lihat atau alami terkait perilaku bullying. Mahasiswa KKN 261 PSGA juga memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya dan menyampaikan pendapat, sehingga tercipta komunikasi dua arah yang positif. Melalui kegiatan mikro edukasi ini, diharapkan siswa Sekolah Rakyat 47 Malang dapat memahami bahaya bullying serta mampu mengenali dan menghindari perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, siswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan menumbuhkan sikap saling menghormati, tolong-menolong, dan berani melaporkan jika terjadi tindakan bullying di lingkungan sekolah. Kegiatan micro edukasi bullying ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata Kelompok KKN 261 PSGA dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang ramah anak dan bebas dari bullying. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai toleransi, empati, dan kepedulian sosial dapat tertanam sejak dini pada diri siswa.
MUHAMMAD MILZAM HIBATUL HAQ
Berlokasi di Jalan Raya Banjarejo, Kecamatan Pakis, Kantor Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kabupaten Malang menjadi rumah belajar bagi kami, Mahasiswa KKM Unggulan PSGA Kelompok 262. Bagi kami, pengabdian ini bukan sekadar datang, duduk, dan mengisi logbook harian. Di balik rutinitas membantu administrasi dan menyambut tamu, terselip misi untuk meninggalkan "jejak" yang bermanfaat bagi instansi, sekaligus menyerap ilmu profesionalisme yang tidak didapatkan di bangku kuliah. Melalui diskusi hangat dan evaluasi bersama salah satu Staf UPTD PPA pada Jumat, 30 Januari 2026, kami mendapatkan banyak insight mahal tentang dunia kerja yang sesungguhnya. Salah satu fokus utama kami adalah menjawab tantangan di unit pelayanan publik, yaitu memastikan masyarakat paham alur pengaduan tanpa kebingungan saat pertama kali masuk lobi. Menjawab hal ini, Kelompok 262 berinisiatif menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak, yakni Poster Alur Layanan berbasis Barcode. Inisiatif ini disambut baik oleh staf UPTD PPA karena dinilai sangat memangkas waktu pelayanan di meja depan. Beliau menyebutkan bahwa inovasi ini memudahkan klien karena tidak perlu menyalin nomor atau link secara manual, melainkan cukup memindai barcode untuk mendapatkan informasi yang cepat dan akurat. Bagi staf, inilah bentuk "jejak" yang diharapkan—sebuah sistem yang bisa dipakai jangka panjang (sustainable) meski mahasiswa KKM sudah selesai bertugas. Selain layanan fisik, kami juga mencoba membenahi "wajah digital" instansi melalui program Optimalisasi Google Maps, mengingat banyak masyarakat mencari bantuan hanya bermodalkan peta di ponsel pintar. Terkait hal ini, kami mendapatkan masukan yang sangat jujur dan membangun dari staf. Beliau menilai langkah awal ini sudah baik, namun menuntut standar detail yang lebih tinggi agar klien benar-benar mudah menemukan titik lokasi tanpa tersesat. Kritik konstruktif ini menjadi pembelajaran berharga bagi kami, khususnya penanggung jawab program, bahwa satu detail kecil di ranah digital bisa sangat menentukan kecepatan pertolongan bagi korban, sehingga validasi data harus dilakukan dengan sempurna. Momen paling berharga justru datang dari evaluasi kinerja harian. Di mata staf, mahasiswa KKM 262 dikenal memiliki semangat tinggi dan mampu menghidupkan suasana kantor menjadi lebih hangat. Namun, ada nasihat penting mengenai mentalitas kerja profesional yang menjadi "tamparan sayang" bagi kami. Staf mengingatkan agar ritme kerja dan inisiatif jemput bola harus tetap konsisten, tidak hanya aktif di awal atau saat ada tugas saja. Beliau menekankan pentingnya pemerataan inisiatif bagi seluruh anggota kelompok agar pelayanan di meja depan selalu prima. Satu kata kunci yang diberikan staf untuk kelompok kami adalah: "Ditingkatkan." Bagi Kelompok 262, kata tersebut bukan tanda kegagalan, melainkan dorongan semangat. Masukan ini kami terima sebagai bekal untuk memperbaiki ritme kerja dan meningkatkan inisiatif di sisa waktu pengabdian kami, demi memastikan keberadaan kami di Pakis benar-benar memberikan manfaat nyata bagi UPTD PPA dan masyarakat Kabupaten Malang.
SITI AWALIATUL MAGHFIROH
Sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Malang. Kegiatan ini menjadi bagian dari dukungan nyata dunia akademik terhadap program Sekolah Rakyat yang baru diluncurkan dalam kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. KKM Unggulan PSGA UIN Malang ini diikuti oleh delapan mahasiswa dari berbagai latar belakang keilmuan. Mereka akan menjalankan pengabdian selama 40 hari, terhitung sejak 05 Januari 2026 hingga 14 Februari 2026. Kehadiran mahasiswa disambut dengan baik oleh pihak sekolah dan pengelola asrama, mengingat Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Malang masih berada pada fase awal pengembangan dan membutuhkan dukungan berbagai pihak. Sebagai sekolah yang baru diluncurkan, Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Malang menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk berkontribusi langsung dalam penguatan pendidikan berbasis kerakyatan. Pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKM Unggulan PSGA UIN Malang yang dinilai membawa semangat kolaborasi, kepedulian sosial, serta perspektif perlindungan anak dan kesetaraan gender. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM Unggulan PSGA UIN Malang menawarkan sejumlah program kerja yang akan dijalankan secara bertahap selama masa pengabdian. Salah satu program utama adalah Ruang Tumbuh Bersama, yang berfokus pada pendampingan akademik dan psikososial siswa. Program ini meliputi peran mahasiswa sebagai fasilitator bimbingan belajar, baik di lingkungan sekolah maupun asrama, serta pendampingan khusus bagi siswi dengan kebutuhan belajar seperti disleksia. Selain itu, program Ruang Tumbuh Bersama juga mencakup kegiatan pemberdayaan perempuan melalui agenda keputrian, bimbingan belajar, hingga mengaji bersama di asrama sebagai bentuk penguatan nilai-nilai keagamaan. Kegiatan keagamaan lainnya turut dirancang untuk membangun karakter, spiritualitas, dan rasa aman bagi peserta didik, khususnya siswi yang tinggal di lingkungan asrama. Program kerja berikutnya adalah Micro Edukasi PSGA, yakni kegiatan edukasi berskala kecil yang dikemas dalam bentuk sosialisasi interaktif. Tema-tema yang diangkat selaras dengan fokus PSGA, di antaranya pencegahan bullying, kekerasan seksual, perlindungan tubuh, kesetaraan gender, serta isu-isu perlindungan anak lainnya. Micro edukasi ini dirancang agar mudah dipahami dan relevan dengan usia serta pengalaman siswa Sekolah Rakyat. Mahasiswa KKM Unggulan PSGA UIN Malang juga terlibat aktif dalam pendampingan kegiatan ekstrakurikuler sekolah. Pendampingan ini diharapkan mampu membantu siswa mengembangkan minat dan bakat, sekaligus memperkuat iklim sekolah yang aman, inklusif, dan ramah anak. Kehadiran mahasiswa menjadi mitra strategis bagi guru dan pengelola sekolah dalam menghidupkan berbagai aktivitas non-akademik. Tidak hanya menjalankan program khusus, mahasiswa KKM Unggulan PSGA UIN Malang juga turut membantu dan mengikuti kegiatan rutin asrama. Kegiatan tersebut meliputi salat berjamaah, senam pagi, mengaji sore dan malam, hingga bimbingan belajar pada malam hari. Partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan keseharian ini menjadi bagian dari proses pembauran dan penguatan relasi sosial dengan para siswa. Sebagai puncak kegiatan, KKM Unggulan PSGA UIN Malang merencanakan pelaksanaan seminar akbar pada penutupan program. Seminar ini akan mengangkat tema kekerasan seksual dan perlindungan anak, yang akan disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang refleksi bersama sekaligus penguatan pemahaman seluruh warga sekolah mengenai pentingnya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan bermartabat. Melalui rangkaian kegiatan ini, KKM Unggulan PSGA UIN Malang tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai mitra pengabdian yang berupaya memberikan dampak nyata. Kehadiran mahasiswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi 47 Malang menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan program pemerintah dapat berjalan seiring demi penguatan pendidikan dan kesejahteraan anak bangsa.
SA`IDA TUSHOFIYAH
Dalam rangka program kerja Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), kelompok KKM ALTHARA 24 menyelenggarakan Pelatihan Ecoprint pada tanggal 31 Januari 2026 yang bertempat di Balai RW 03 Kelurahan Samaan, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan teknik pewarnaan alami pada kain sebagai bentuk edukasi ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kreativitas masyarakat. Kegiatan dimulai pada pukul 10.00 WIB dengan pembukaan oleh panitia. Selanjutnya, pada pukul 10.10--10.20 WIB, peserta mendapatkan pemberian materi mengenai konsep dasar ecoprint, manfaat penggunaan bahan alami seperti daun dan bunga, serta langkah-langkah pembuatan motif pada media tote bag. Rangkaian utama kegiatan berupa praktik pelatihan ecoprint dilaksanakan pada pukul 10.20--12.00 WIB. Dalam pelatihan ini, peserta menyusun daun dan bunga di atas permukaan tote bag, kemudian menutupnya dengan plastik sebagai pelapis. Selanjutnya, peserta memukul atau menumbuk susunan daun dan bunga tersebut menggunakan palu kayu hingga pigmen alami berpindah ke kain dan membentuk motif ecoprint. Teknik ini dikenal sebagai teknik pukul (pounding technique) yang sederhana dan mudah dipraktikkan oleh masyarakat. Acara kemudian ditutup pada pukul 12.00--12.10 WIB, dilanjutkan dengan dokumentasi bersama pada pukul 12.10--12.15 WIB sebagai arsip dan kenang-kenangan kegiatan. Melalui pelatihan ecoprint dengan teknik pukul (pounding technique) ini, masyarakat Kelurahan Samaan diharapkan dapat memperoleh keterampilan baru dalam mengolah bahan alami menjadi produk kreatif bernilai estetika, sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis lingkungan.
FATIN NISRINA TSABITA
KKM UIN Malang Parahitaksa 104 Kegiatan pembelajaran bahasa Inggris merupakan salah satu upaya penting dalam membekali anak-anak dengan keterampilan komunikasi sejak dini. Melalui program “Fun English Learning”, KKM UIN Malang Parahitaksa 104 berinisiatif menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami oleh anak-anak di Desa Mulyoarjo. Kegiatan ini dilaksanakan di posko KKM setiap hari Minggu dan dipandu oleh Bro Pawpaww, Sister Fatin, dan pada minggu kedua dibantu oleh Sister Natnat. Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan anak-anak untuk belajar bahasa Inggris dengan suasana yang santai dan tidak menegangkan. Banyak anak merasa bahwa bahasa Inggris adalah pelajaran yang sulit dan membosankan. Oleh karena itu, melalui konsep fun learning, kegiatan ini dirancang agar anak-anak bisa belajar sambil bermain, bernyanyi, dan berinteraksi langsung. Kegiatan Fun English Learning pertama kali dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari. Pada pertemuan awal ini, jumlah peserta yang hadir sebanyak 8 anak. Meskipun jumlahnya belum banyak, hal ini tidak mengurangi semangat kami untuk mengajar. Kami justru sangat bersyukur karena di hari pertama ini anak-anak sudah menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Materi yang diajarkan adalah angka-angka dalam bahasa Inggris (numbers) yang dikemas dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Selain itu, anak-anak juga diajak bernyanyi bersama lagu “If You’re Happy and You Know It, Clap Your Hands” untuk menciptakan suasana belajar yang ceria dan penuh semangat. Memasuki minggu kedua, kegiatan Fun English Learning mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Jumlah anak yang datang melonjak menjadi sekitar 21 anak hingga memenuhi posko KKM. Hal ini menjadi kejutan sekaligus kebahagiaan besar bagi kami karena menunjukkan bahwa kegiatan ini mendapat respon yang sangat positif dari anak-anak dan masyarakat sekitar. Pada pertemuan ini, kami mengajarkan materi “How to Introduce Yourself”, yaitu cara memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris. Anak-anak dilatih untuk menyebutkan nama, usia, dan sapaan sederhana dengan percaya diri. Suasana belajar pada kegiatan ini berlangsung sangat hidup dan menyenangkan. Anak-anak terlihat lebih berani berbicara, aktif menjawab pertanyaan, serta tidak ragu untuk mencoba mengucapkan kosakata dan kalimat dalam bahasa Inggris. Pendampingan dari Bro Pawpaww, Sister Fatin, dan Sister Natnat membuat anak-anak merasa lebih dekat dan nyaman selama proses belajar berlangsung. Melalui kegiatan Fun English Learning ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tentang bahasa Inggris, tetapi juga melatih keberanian, rasa percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi. Mereka belajar bahwa bahasa Inggris bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan bisa dipelajari dengan cara yang seru dan menyenangkan. Secara keseluruhan, Fun English Learning bersama Bro Pawpaww, Sister Fatin, dan Sister Natnat menjadi salah satu program yang memberikan dampak positif bagi anak-anak di Desa Mulyoarjo. Dengan metode yang kreatif, aktif, dan menyenangkan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat belajar bahasa Inggris sejak dini serta menjadi pengalaman belajar yang berkesan bagi mereka.