NUR AMIROTUN NAZIHAH
Mahasiswa kelompok AM Satyakarsa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat pada hari Kamis (5/3/2026) sore. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB tersebut dilaksanakan di Jalan Bandar Grisse Gresik, menjelang waktu berbuka puasa. Para mahasiswa turun langsung ke lokasi untuk membagikan takjil kepada pengguna jalan dan warga sekitar yang melintas. Kegiatan berbagi takjil ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sejumlah pengendara terlihat antusias menerima takjil yang dibagikan. Dalam waktu singkat, seluruh paket takjil yang telah disiapkan habis dibagikan. Kegiatan berbagi takjil ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa dalam menumbuhkan kepedulian sosial, khususnya di bulan Ramadan. Selain membantu masyarakat yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara mahasiswa dan lingkungan sekitar Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta menumbuhkan semangat berbagi di tengah kehidupan sosial.
ZAKIYA ALYA RACHMA
Pada hari Kamis, 29 Januari 2026, siswi MINU Trate Putri Gresik melaksanakan kegiatan Kunjungan Literasi Beraksi ke Kepolisian Resor Gresik. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam menumbuhkan budaya literasi sekaligus memberikan wawasan nyata kepada peserta didik mengenai peran institusi kepolisian dalam kehidupan masyarakat. Kegiatan kunjungan ini diikuti oleh siswa-siswi dengan penuh antusias. Setibanya di lokasi, rombongan disambut hangat oleh pihak Polres Gresik. Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan kepolisian yang memberikan pengenalan mengenai tugas dan fungsi kepolisian, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Selanjutnya, siswa-siswi mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai fasilitas yang ada di lingkungan Polres Gresik. Mereka diajak berkeliling untuk melihat ruang pelayanan masyarakat, ruang kerja kepolisian, serta sarana pendukung lainnya. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung yang sangat berharga bagi siswa dalam memahami dunia kerja kepolisian. Tidak hanya itu, dalam kegiatan literasi ini, siswa juga diajak berdiskusi dan tanya jawab seputar hukum, keamanan, serta pentingnya menaati peraturan. Melalui sesi ini, siswa dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan meningkatkan wawasan mereka secara nyata. Kegiatan Kunjungan Literasi Beraksi ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta meningkatkan minat baca dan belajar siswa melalui pengalaman langsung di lapangan. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan dari buku, tetapi juga dari pengalaman nyata yang dapat memperkaya pemahaman mereka. Kegiatan diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama serta penyerahan kenang-kenangan sebagai bentuk apresiasi atas sambutan yang telah diberikan oleh pihak Polres Gresik. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MINU Trate Putri Gresik berharap dapat terus menghadirkan program-program edukatif yang inovatif dan bermanfaat bagi perkembangan peserta didik di masa depan.
RISALATUL MU`AWANAH
Jam baru menunjukkan pukul 07.30 WIB ketika Aula MINU Trate Putri Gresik mulai dipenuhi kehangatan. Tanggal 30 Maret kemarin menjadi hari yang spesial bagi kami, mahasiswa UIN Malang semester 6 yang sedang melangsungkan Asistensi Mengajar dan KKM, karena bisa melebur langsung dalam acara Halalbihal sekolah. Suasana akrab, senyum guru, dan canda tawa siswa membuat momen ini berkesan. Dari sini kami belajar, bahwa pendidikan bukan cuma soal transfer ilmu di kelas, tapi juga tentang merawat silaturahmi dan kebersamaan.
KHUMAIROH HANIF MASYITHA
Bulan Ramadhan selalu menjadi momen spesial untuk memperdalam ilmu agama. Hal inilah yang dilakukan oleh Madrasah Ibtidaiyah Nu (MINU) Trate Putri (MIPI) Gresik. Selama tiga hari, mulai tanggal 25 hingga 27 Februari, seluruh siswi mengikuti rangkaian kegiatan Pondok Ramadhan (Ponram) yang penuh dengan edukasi dan pembiasaan ibadah. Kegiatan dimulai pada Rabu (25/2) pukul 07.30 WIB dengan pembukaan formal. Seluruh siswi mendapatkan ceramah umum mengenai bab Thoharoh (bersuci) sebagai fondasi dasar dalam beribadah. Setelah pembukaan, siswi kelas 1 hingga kelas 5 masuk ke ruang kelas masing-masing untuk menerima materi tematik dan mengerjakan proyek ramadhan. Sementara itu, suasana berbeda tampak pada siswi kelas 6. Sebagai tahun terakhir mereka di madrasah, kelas 6 memiliki program khusus yaitu Mabit (Menginap) selama tiga hari dua malam. Di musholla, mereka nampak khusyuk mengaji Kitab Washiyyatul Mushthofa, dan Alala. Kebersamaan kelas 6 terasa sangat kental saat mereka melaksanakan buka puasa bersama di sekolah. Tak berhenti di situ, setelah sholat tarawih dan tadarus, mereka beristirahat sejenak sebelum bangun di tengah malam untuk melaksanakan sholat lail (Tahajud, Hajat, dan Witir) serta sahur bersama sebagai persiapan puasa hari berikutnya. Keceriaan memuncak pada hari kedua, Kamis (26/2). Seluruh keluarga besar MIPI melakukan "Safari Ramadhan" ke Masjid Petrokimia Gresik. Siswi kelas 1-5 berangkat dari rumah masing-masing, sedangkan kelas 6 berangkat bersama dari sekolah menggunakan angkutan kota (angkot). Acara diisi oleh Cak Komang dengan tema "Senangnya Berpuasa". Dengan gaya penyampaian yang interaktif, Cak Komang mengajak siswi bermain, menyimak materi, hingga menjawab kuis berhadiah. Setelah kegiatan selesai pukul 10.30 WIB, siswi kelas 1-5 diperbolehkan pulang, sementara kelas 6 kembali ke sekolah untuk melanjutkan mengaji Kitab Washiyyatul Mushtofa dan kajian Kitab Al-Ala serta materi bab puasa. Hari Ketiga, Pengajian Pagi hingga Momen Haru Penutupan di Malam Hari Jumat (27/2). Pagi hari dimulai pukul 07.30 WIB dengan Pengajian Umum bersama Kepala Madrasah di lapangan sekolah yang diikuti oleh seluruh siswi kelas 1 hingga kelas 6. Setelah pengajian rutin tersebut, siswi kelas 1-5 masuk ke kelas masing-masing untuk menyelesaikan materi terakhir dan proyek Ramadhan sebelum diperbolehkan pulang pukul 11.00 WIB. Namun, bagi siswi kelas 6, kegiatan justru semakin padat dan bermakna. Selain melanjutkan ngaji kitab di musholla, pada sore hari mereka melakukan kegiatan luar sekolah (outdoor) di Langgar Ceplokan. Di sana, mereka tidak hanya mengaji Kitab Al-Ala, tetapi juga melakukan aksi sosial dengan berbagi sembako kepada warga sekitar. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan rasa empati dan kepedulian sosial sejak dini. Momen yang paling dinantikan tiba pada malam harinya, yakni Acara Penutupan Pondok Ramadhan. Dalam suasana yang khidmat, seluruh siswi kelas 6 mengikuti rangkaian penutupan program sebagai tanda berakhirnya masa penempaan spiritual mereka di sekolah. Meski acara telah ditutup secara resmi pada malam Jumat, siswi kelas 6 tetap menginap satu malam lagi di madrasah untuk menjalankan sholat malam dan sahur bersama, sebelum akhirnya diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing pada Sabtu (28/2) pagi.
SYAHIDZA MAHILATUL AULIA
MTsN 1 Malang (Masanega) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran melalui kolaborasi strategis dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang via program Asistensi Mengajar. Program ini menghadirkan mahasiswi pendidikan muda seperti Syahidza Mahilatul Aulia untuk mendampingi proses pembelajaran Bahasa Inggris kelas VIII dengan pendekatan inovatif. Melalui integrasi KKM Mindspace sistem penilaian adaptif berbasis Deep Learning dan Kurikulum Cinta asistensi mengajar tidak hanya memperkuat kapasitas pedagogis guru, tetapi juga membawa perspektif segar dalam merancang aktivitas belajar yang meaningful, mindful, dan joyful bagi peserta didik. Dalam implementasinya, kolaborasi ini terwujud melalui desain modul ajar fungsional (Announcement, Notice, Narrative Text) yang mengintegrasikan media digital (PowerPoint, Gform interaktif, audio) dan non-digital (LKPD, LKS Cendekia, lingkungan sekolah) secara seimbang. Mahasiswa asistensi berperan aktif dalam memfasilitasi diskusi kelompok, peer feedback, serta tantangan interaktif seperti Gform Speaking Challenge dan Notice Sort Game, sementara guru pamong memastikan keselarasan dengan visi madrasah sebagai "The Center of Smart Human". Pendekatan ini memungkinkan peserta didik belajar sesuai kecepatan masing-masing, merefleksikan nilai moral dalam setiap tugas, dan mengembangkan kompetensi abad 21 berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi dalam atmosfer yang penuh kepedulian dan tanggung jawab. Dampak sinergi ini telah terasa signifikan: motivasi belajar siswa meningkat, pemahaman konsep teks fungsional dan naratif menjadi lebih mendalam, serta kepercayaan diri dalam berbicara Bahasa Inggris semakin tumbuh. Ke depan, MTsN 1 Malang dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkomitmen memperluas kolaborasi melalui penelitian tindakan kelas, pengembangan bahan ajar digital berbasis AI, dan diseminasi praktik baik KKM Mindspace ke madrasah mitra. Melalui Asistensi Mengajar dan inovasi KKM Mindspace, kedua institusi membuktikan bahwa kemitraan pendidikan yang kuat mampu mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas akademik, tetapi juga berakhlak mulia dan siap berkontribusi bagi masyarakat sesuai semangat Panca Cinta dan visi pendidikan Islam yang rahmatan lil 'alamin.
CHANDRA LOUIS PUTRA JODY
Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 16.00 WIB menjadi saksi berakhirnya rangkaian Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Berdampak Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Sebanyak 7 mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang tergabung dalam kelompok 54 Sapta Cakrawijaya menutup kegiatan pengabdian mereka. Acara ini dihadiri oleh 25 peserta yakni santri, tenaga pendidik, serta pengasuh madrasah diniyah Tarbiyatul Athfal. Momen penutupan terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan peringatan Nuzulul Qur’an, sehingga suasana berlangsung khidmat, tenang, dan sarat makna spiritual. Kehadiran momen ini memberi nuansa reflektif seolah mengingatkan bahwa ilmu yang dipelajari dan diajarkan memiliki nilai ibadah ketika diniatkan dengan ketulusan. Acara diawali dengan sambutan perwakilan ketua kelompok KKM yang menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak Madrasah Tarbiyatul Athfal atas kesempatan belajar dan mengabdi yang telah diberikan. Dalam sambutannya, tersirat rasa terima kasih dan apresiasi besar kepada pihak madrasah atas penerimaan, bimbingan, serta ruang belajar yang telah diberikan selama pelaksanaan kegiatan. Ia menegaskan bahwa pengalaman selama KKM bukan hanya tentang mengajar, tetapi juga tentang belajar memaknai kesabaran, kebersamaan, dan ketulusan dalam proses pendidikan. Ungkapan tersebut disambut baik pengasuh Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal, Ustadz Endik Hariyono menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya. Pemutaran video dokumenter di tengah acara, menampilkan berbagai aktivitas mahasiswa selama berada di madrasah mulai dari proses pembelajaran hingga keseruan bersama para santri. Tayangan tersebut menghadirkan kembali momen kebersamaan yang sederhana namun bermakna. Di tengah suasana Nuzulul Qur’an, video tersebut dimaknai sebagai pengingat bahwa setiap proses kecil dalam pendidikan dapat menjadi bagian dari perjalanan kebaikan yang bernilai besar. Selanjutnya, mau’idhoh hasanah yang disampaikan pengasuh madrasah memberikan penguatan tentang pentingnya keikhlasan dalam menuntut dan mengajarkan ilmu selaras dengan makna turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk dan rahmat bagi umat manusia. Menurut beliau, kehadiran mahasiswa memberikan warna baru bagi para santri sehingga suasana belajar menjadi lebih aktif dan menyenangkan. Beliau juga berharap hubungan silaturahmi yang telah terjalin dapat terus terjaga meskipun masa KKM telah berakhir. Acara kemudian ditutup dengan doa bersama dan sesi salam perpisahan antara mahasiswa dan para santri. Meskipun sederhana, kegiatan tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta yang hadir. Para santri tampak antusias memberikan ucapan perpisahan kepada mahasiswa KKM yang selama ini telah mendampingi mereka dalam kegiatan belajar keagamaan. Suasana haru pun tidak dapat dihindari ketika mahasiswa dan santri saling bersalaman serta mengabadikan momen terakhir bersama. Menanggapi kegiatan tersebut, dosen pembimbing lapangan Dr. Alam Aji Putra, M.Pd menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat pengabdian mahasiswa selama melaksanakan KKM di Madrasah Diniyah Tarbiyatul Athfal. Beliau menuturkan bahwa kegiatan pengabdian bukan sekadar pelaksanaan program akademik, melainkan proses pembentukan karakter calon pendidik yang mampu hadir, berbaur, dan memberi manfaat nyata di tengah masyarakat. Menurutnya, suasana penutupan yang bertepatan dengan malam Nuzulul Qur’an menjadi simbol bahwa ilmu pengetahuan dan pengabdian harus berjalan beriringan dengan nilai spiritualitas dan keikhlasan. Beliau juga berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama KKM dapat menjadi bekal penting dalam perjalanan akademik maupun kehidupan sosial mereka di masa depan.