AMIROH ZAKIYATUS SONIA
Pengabdian masyarakat KKM 166 Baranova di Desa Licin dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan religius. Program ini mengintegrasikan edukasi anti bullying dan kenakalan remaja, penguatan ekonomi digital melalui QRIS, serta pengamalan amaliah keagamaan dalam kehidupan masyarakat. Edukasi sosial diberikan kepada siswa sekolah dasar sebagai langkah pencegahan terhadap perilaku menyimpang sejak dini. Mahasiswa KKM menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa. Di sisi lain, sosialisasi QRIS dilakukan untuk mendorong adaptasi teknologi dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Pendampingan ini memberikan pemahaman awal tentang pentingnya transaksi non-tunai yang aman dan efisien. Amaliah keagamaan menjadi penguat utama dalam kegiatan pengabdian ini, karena nilai-nilai spiritual dipandang penting dalam membentuk karakter sosial yang beretika dan bertanggung jawab.
NURHIDAYATUN
UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang terus memperkuat perannya dalam mendukung pengasuhan anak yang ramah dan berorientasi pada kebutuhan tumbuh kembang anak di era digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pola Asuh Anak bertema “Menemukan Gaya Pengasuhan Terbaik untuk Si Kecil” yang digelar di Aula Kertosari, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Rabu (28/1/2025). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) Kelurahan Ketawanggede dengan KKM PSGA (Pusat Studi Gender dan Anak) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sosialisasi bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya guru dan wali murid PAUD, terkait pentingnya penerapan pola asuh anak yang tepat, aman, dan bebas kekerasan di tengah tantangan pengasuhan modern. Sosialisasi diikuti oleh Tim Penggerak PKK Kelurahan Ketawanggede, para guru PAUD, wali murid PAUD, serta masyarakat setempat. Keterlibatan UIN Maliki Malang melalui PSGA memberikan penguatan berbasis akademik dan keilmuan dalam upaya meningkatkan kualitas pengasuhan keluarga. Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Lowokwaru, Ida Wahyuni, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi pola asuh anak sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. “Kegiatan ini sangat dibutuhkan, terutama bagi para orang tua, karena tantangan pengasuhan anak di era digital semakin kompleks. Edukasi seperti ini membantu orang tua agar tidak salah dalam menerapkan pola asuh,” ujarnya. Sosialisasi menghadirkan Ketua PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Hj. Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan masih banyak ditemukan kesalahan pola asuh di masyarakat, mulai dari minimnya interaksi emosional antara orang tua dan anak hingga kasus kekerasan yang berakar dari pengasuhan yang tidak tepat. “Saat ini masih banyak anak yang diasuh oleh gadget sejak usia dini, sehingga kedekatan emosional dengan orang tua berkurang. Selain itu, orang tua sering kali lebih mendengarkan pendapat orang lain dibanding memahami kebutuhan anaknya sendiri,” jelasnya. Hj. Aprilia Mega Rosdiana menekankan bahwa setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, pola asuh harus disesuaikan dengan kondisi anak agar dapat mendukung perkembangan karakter, kesehatan mental, serta kemampuan sosialnya secara optimal. Ia juga menegaskan bahwa pengasuhan yang baik bukan sekadar mengawasi, tetapi mendampingi anak dengan penuh kasih sayang dan kesadaran. Lingkungan keluarga yang aman dan suportif menjadi kunci utama dalam mencetak generasi yang sehat secara fisik dan psikologis. Kegiatan ini turut didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan KKM PSGA UIN Maliki Malang, Sheila Kusuma Wardani Amnesti, M.H. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dan dosen UIN Maliki Malang dalam kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. “Kegiatan sosialisasi ini menjadi wadah edukasi yang sangat penting bagi orang tua. Pola asuh yang baik tidak hanya mencegah kekerasan terhadap anak, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak,” ungkapnya. Melalui sinergi Puspaga Kelurahan Ketawanggede dan KKM PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola asuh positif, ramah anak, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Upaya ini sekaligus menegaskan peran UIN Maliki Malang sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam membangun keluarga berkualitas dan generasi penerus bangsa yang unggul.
RISTA ENDAH NUR ROHMAH
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan edukasi sains sederhana di SDN 4 Plaosan pada tanggal 6 dan 7 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan siswa terhadap sains melalui eksperimen sederhana yang menyenangkan juga mudah dipahami. Pada tanggal 6 Januari 2026, kegiatan edukasi sains diikuti oleh siswa kelas 4, 5, dan 6. Sementara itu, pada tanggal 7 Januari 2026, kegiatan dilaksanakan bersama siswa kelas 1, 2, dan 3. Eksperimen pertama membahas tentang terjadinya gunung meletus yang dikaitkan dengan konsep sains sederhana. Siswa dijelaskan terkait terjadinya gunung meletus, setelah itu siswa diajak menyaksikan simulasi gunung meletus menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan, seperti baking soda, cuka, air, sabun, dan pewarna makanan merah. Campuran bahan tersebut menghasilkan semacam reaksi kimia yang menimbulkan semburan dan gelembung menyerupai letusan gunung berapi, sehingga siswa dapat memahami proses terjadinya gunung meletus secara visual dan menarik. Eksperimen kedua adalah balon mengembang tanpa ditiup. Pada percobaan ini, siswa diperlihatkan bagaimana campuran baking soda dan cuka dapat menghasilkan gas yang mampu mengembangkan balon. Melalui eksperimen ini, siswa belajar bahwa reaksi kimia dapat menghasilkan gas yang memiliki tekanan sehingga mampu mengubah bentuk suatu benda. Eksperimen ketiga mengenalkan konsep listrik statis. Percobaan dilakukan dengan cara menggosokkan penggaris plastik dengan rambut, kemudian mendekatkannya ke tisu. Hasilnya, tisu dapat tertarik ke penggaris, yang menunjukkan adanya muatan listrik statis. Eksperimen ini membantu siswa memahami fenomena listrik statis yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Setelah seluruh eksperimen selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan kuis interaktif untuk menguji pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Suasana semakin meriah ketika siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah, sehingga menambah semangat dan antusiasme peserta. Melalui kegiatan edukasi sains sederhana ini, mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi siswa SDN 4 Plaosan, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak dini.
MUHAMMAD SYAHRUL IQBAL GUFRONI
Srigading, Lawang – Posyandu sebagai ujung tombak layanan kesehatan dasar tidak hanya menjadi tempat pemantauan kesehatan balita, tetapi juga wadah bagi lansia untuk memeriksakan kesehatannya. Menyadari hal ini, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 106 Dharmayatra dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan sosialisasi menggunakan poster edukasi “Cegah Stunting Sejak Dini” di dua lokasi Posyandu yang melayani balita dan lansia secara terpadu. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Krajan 1 pada Selasa, 13 Januari 2026 dan berlanjut di Posyandu Krajan 2 pada Sabtu, 17 Januari 2026. Poster edukasi yang disosialisasikan dirancang khusus oleh tim KKM 106 Dharmayatra. Meskipun materi utamanya berfokus pada pencegahan stunting pada balita, kehadirannya di posyandu yang juga dikunjungi lansia membuka peluang edukasi yang lebih luas. Para lansia yang hadir yang sering kali berperan sebagai pengasuh cucu turut mendapatkan informasi berharga tentang pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang sehat untuk generasi penerus keluarga. Di kedua posyandu, suasana terlihat hidup dan penuh keakraban. Anggota KKM 106 tidak hanya membagikan poster, tetapi juga aktif berdiskusi. Mereka menjelaskan poin-poin penting poster secara sederhana, mulai dari pengertian stunting, dampaknya, hingga langkah pencegahan praktis seperti pemberian ASI eksklusif, MPASI bergizi, dan pentingnya imunisasi. Kegiatan ini kembali mendapatkan dukungan penuh dari kader kesehatan setempat. Kader posyandu yang sehari-hari melayani kedua kelompok usia tersebut menyambut baik upaya penyebaran informasi yang dilakukan mahasiswa. Mereka melihat poster ini sebagai alat bantu yang efektif untuk memperkuat pesan-pesan kesehatan yang selama ini mereka sampaikan secara lisan. Dengan menjangkau dua posyandu terbesar di Desa Srigading, KKM 106 Dharmayatra berupaya memperluas dampak edukasinya. Pendekatan yang menyentuh dua generasi sekaligus orang tua muda dan lansia diharapkan dapat menciptakan pemahaman dan komitmen kolektif dalam keluarga untuk mencegah stunting. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kelompok untuk memberikan kontribusi nyata yang berkelanjutan, mewujudkan Desa Srigading yang sehat dan sejahtera dari generasi ke generasi. Salam Pengabdian, KKM 106 Dharmayatra UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Sehat Bersama, dari Balita hingga Lansia.
SELA SAFIRA
KKM 49 Prasena Adikara UIN Malang Sukses Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung Jabung – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Perilaku Maladaptif dalam Pergaulan Remaja: Dampak Psikologis dan Konsekuensi Hukum” dan dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB di aula sekolah. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh kurang lebih 400 siswa dari tiga angkatan, yakni kelas X, XI, dan XII. Sejak awal kegiatan, para siswa terlihat antusias dan mengikuti rangkaian acara dengan tertib. Isu bullying dinilai sebagai topik yang relevan dengan dinamika pergaulan remaja saat ini, sehingga materi yang disampaikan mudah diterima oleh peserta. Pemateri dalam kegiatan ini adalah Bapak Anwar Fuady, Dosen Psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara sistematis mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, faktor penyebab munculnya perilaku maladaptif, dampak psikologis terhadap korban, serta konsekuensi hukum yang dapat dikenakan kepada pelaku. Sebagai penguatan materi, pemateri juga mengajak peserta untuk melakukan refleksi diri melalui ilustrasi sederhana namun bermakna. Perumpamaan uang yang dilipat, diremas, dan diinjak, namun tetap bernilai, menjadi gambaran bahwa setiap individu memiliki harga diri dan martabat yang tidak dapat hilang hanya karena perlakuan buruk dari orang lain. Antusiasme siswa semakin terlihat pada sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta, yang sebagian besar menggambarkan kasus bullying yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun pergaulan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi mampu membuka ruang diskusi yang reflektif dan kontekstual. Selain mendapatkan respons positif dari para siswa, kegiatan ini juga memperoleh apresiasi dari para guru SMA Sunan Kalijogo Jabung. Para guru menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi anti bullying ini. Menurut mereka, kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif bullying, baik secara psikologis maupun sosial. Sosialisasi ini juga dianggap sebagai bentuk edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai empati, saling menghargai, serta memperkuat upaya pencegahan perilaku menyimpang di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, KKM 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan peserta didik dapat terus terjalin dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari bullying. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter remaja yang sehat secara psikologis dan bertanggung jawab secara sosial.
IENAS TSURAIYA
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 49 Prasena Adikara Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat dengan terlibat langsung dalam kegiatan Posyandu Balita dan Posyandu Lansia di Kelurahan Kemantren. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan bayi, balita, dan lansia. Kegiatan posyandu tersebut dilaksanakan di Posyandu Kamboja 2 pada Senin (5/1/2026). Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM berkolaborasi dengan kader posyandu dan petugas kesehatan setempat untuk membantu berbagai proses pelayanan kesehatan. Pada kegiatan Posyandu Balita, mahasiswa turut mendampingi petugas kesehatan dalam pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita. Rangkaian kegiatan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pencatatan hasil pengukuran sebagai data pemantauan pertumbuhan anak. Mahasiswa juga membantu mengarahkan orang tua balita agar proses pelayanan berjalan tertib dan lancar. Sementara itu, pada kegiatan Posyandu Lansia, mahasiswa KKM membantu petugas kesehatan dalam pemeriksaan kesehatan dasar bagi lansia. Kegiatan yang dilakukan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pengukuran lingkar pinggang, pemeriksaan tekanan darah (tensi), serta pengecekan kadar gula darah sebagai upaya deteksi dini terhadap risiko penyakit tidak menular. Kehadiran mahasiswa turut membantu kelancaran pelayanan sekaligus memberikan pendampingan kepada para lansia selama proses pemeriksaan. Untuk mendukung efektivitas kegiatan, mahasiswa KKM dibagi menjadi dua tim. Tim pertama bertugas di Posyandu Balita, sementara tim kedua mendampingi kegiatan Posyandu Lansia. Pembagian tugas ini dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan optimal dan terkoordinasi dengan baik. Melalui keterlibatan aktif ini, Mahasiswa KKM 49 Prasena Adikara tidak hanya hadir sebagai peserta pengabdian, tetapi juga berperan langsung dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya bagi anak-anak sejak usia dini dan para lansia. Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi warga Kelurahan Kemantren sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa dalam mengimplementasikan nilai pengabdian kepada masyarakat.