DAYU VITA OKTAVIA
Mengabdi di Bangku Sekolah: SDN 1, 2, dan 3 Kalisongo Dedikasi pendidikan meluas hingga ke sekolah formal. Mahasiswa KKM terjun langsung membantu proses belajar mengajar di SDN 1, SDN 2, dan SDN 3 Kalisongo. Di sini, mereka tidak hanya menjadi pengajar bantu untuk mata pelajaran umum, tetapi juga menjadi teman main bagi anak-anak. Mahasiswa membantu kelas kreativitas, membantu penataan perpustakaan, hingga memberikan bimbingan belajar tambahan bagi siswa yang kesulitan. Pendekatan personal yang dilakukan mahasiswa membuat mereka sangat akrab dengan para siswa, bahkan di jam istirahat pun mahasiswa sering menjadi teman bermain sekaligus bercerita bagi anak-anak SD tersebut.
MOCHAMAD DAVID FAHRUDI
Kalisongo, Dau, Malang - Sejuknya udara lereng Gunung Kawi menyambut kedatangan rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 89 "Satyawara" dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau. Dengan semangat integrasi sains dan agama, para mahasiswa yang dikenal dengan julukan "Generasi Ulul Albab" ini memilih Dusun Kunci sebagai pusat pergerakan pengabdian mereka. Selama 40 hari, mereka tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi merajut kedekatan emosional dengan warga melalui berbagai program yang menyentuh pilar spiritual, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur desa. Berikut adalah laporan mendalam mengenai rangkaian kegiatan yang telah mewarnai pengabdian mahasiswa UIN Malang di Desa Kalisongo. 1. Seremoni Pembukaan: Mengetuk Pintu dengan Adab Pembukaan KKM UIN Malang kelompok 89 di Balai Desa Kalisongo Langkah pertama dimulai dengan prosesi pembukaan yang berlangsung khidmat di Balai Desa Kalisongo. Acara ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tokoh agama, perwakilan pemuda, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Dalam sambutannya, Ketua Koordinator Desa (Kordes) KKM 89 UIN Malang menekankan bahwa kehadiran mereka bukan untuk menggurui, melainkan untuk belajar dari kearifan lokal warga. Kepala Desa Kalisongo (yang diwakilkan oleh pengurus kepala bagian pelayanan masyarakat) dalam sambutannya memberikan lampu hijau bagi para mahasiswa untuk berinovasi. "Kami sangat senang dengan kehadiran mahasiswa UIN Malang. Karakter religiusnya sangat cocok dengan budaya di sini," ungkapnya. Acara ditutup dengan ketukan palu sebanyak 3x sebagai simbol penerimaan dari pihak desa Kalisongo. 2. Gemuruh Fajar: One Day One Juz dan Wirdul Lathif Kegiatan One Day One Juz dan pembacaan wirdul lathif Selaras dengan identitas UIN Malang sebagai kampus pesantren, para mahasiswa mengawali setiap hari dengan kegiatan spiritual. Setiap ba'da Subuh, Masjid Miftahul Jannah di Dusun Kunci diramaikan dengan program One Day One Juz. Mahasiswa bergantian melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an hingga khatam satu juz setiap harinya. Tak berhenti di situ, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Wirdul Lathif, rangkaian dzikir pagi karya Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ketenangan batin sebelum memulai aktivitas fisik. Warga Dusun Kunci pun merasa terkesan dengan kedisiplinan mahasiswa dalam menjaga tradisi spiritual ini. 3. Keteduhan Maghrib melalui Ratib Haddad Pembacaan ratib setelah maghrib Membangun suasana religius yang konsisten, setiap setelah salat Maghrib berjamaah, mahasiswa KKN mengadakan pembacaan Ratib Haddad. Tradisi ini diikuti secara antusias oleh para jamaah setempat. Melalui lantunan doa dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT, tercipta ikatan batin yang kuat antara mahasiswa dan warga. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi santai antara mahasiswa dengan para sesepuh desa setelah wirid selesai dilaksanakan. 4. Pelita di TPQ Miftahul Jannah dan Darul Falah Bersama TPQ Miftahul Jannah Sektor pendidikan keagamaan menjadi prioritas utama. Mahasiswa KKM 89 membagi tim untuk mengajar di TPQ Miftahul Jannah dan TPQ Darul Falah. Selain membantu kelancaran mengaji Al-Qur'an menggunakan metode Thoriqoti atau Iqra', para mahasiswa juga memberikan materi Bahasa Arab Dasar. Metode yang digunakan sangat interaktif, mulai dari bernyanyi kosa kata bahasa Arab, hafalan do'a sehari-hari, tanya jawab pengetahuan Islam, hingga bercerita kisah para Nabi. "Kakak-kakak dari UIN Malang sangat sabar. Belajar Bahasa Arab jadi terasa seperti bermain," ujar salah satu santri. Kehadiran mahasiswa memberikan energi baru bagi para pengajar tetap di TPQ dalam mengelola kelas yang lebih ceria. Bersama TPQ Darul Falah 5. Mengabdi di Bangku Sekolah: SDN 1, 2, dan 3 Kalisongo Dedikasi pendidikan meluas hingga ke sekolah formal. Mahasiswa KKM terjun langsung membantu proses belajar mengajar di SDN 1, SDN 2, dan SDN 3 Kalisongo. Di sini, mereka tidak hanya menjadi pengajar bantu untuk mata pelajaran umum, tetapi juga menjadi teman main bagi anak-anak. Mahasiswa membantu kelas kreativitas, membantu penataan perpustakaan, hingga memberikan bimbingan belajar tambahan bagi siswa yang kesulitan. Pendekatan personal yang dilakukan mahasiswa membuat mereka sangat akrab dengan para siswa, bahkan di jam istirahat pun mahasiswa sering menjadi teman bermain sekaligus bercerita bagi anak-anak SD tersebut. Foto bersama SDN 1 Kalisongo Foto Bersama SDN 2 Kalisongo Foto bersama SDN 3 Kalisongo 6. Sinergi Kesehatan: Edukasi Reproduksi dan Senam PKK Penyuluhan Pentingnya Kesehatan Reproduksi bersama Ibu-ibu PKK Mahasiswa juga menaruh perhatian pada kesejahteraan kaum perempuan. Bekerja sama dengan kader PKK, mahasiswa menyelenggarakan penyuluhan Kesehatan Reproduksi. Materi ini dianggap penting untuk memberikan pemahaman mengenai deteksi dini penyakit pada wanita dan pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Untuk mengimbangi materi teori, diadakan pula kegiatan senam bersama ibu-ibu RW 03 Dusun Kunci. Pada Minggu pagi, suasana Dusun Kunci pecah oleh semangat ibu-ibu yang mengikuti gerakan senam energik yang dipandu oleh mahasiswa. Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk melepas penat sekaligus memperkuat kerukunan antarwarga. Senaam bersama Ibu-Ibu RW 03 7. Melarut dalam Tradisi: Tahlil dan Diba' Mingguan Kegiatan Tahlil RW 03 Kunci keberhasilan adaptasi mahasiswa KKM 89 adalah kemauan untuk "lebur" dalam adat setempat. Mahasiswa secara rutin mengikuti kegiatan Tahlil Pembacaan Diba' bersama Bapak/ibu serta pemuda-pemudi desa setiap minggunya. Kehadiran mereka yang mampu memimpin tahlil atau melantunkan shalawat dengan merdu mendapat apresiasi tinggi. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa UIN Malang mampu menyeimbangkan intelektualitas dengan pengamalan amaliah keagamaan yang moderat. 8. Pendampingan Tumbuh Kembang di Posyandu Kesehatan balita menjadi fokus dalam bantuan di Posyandu. Mahasiswa membantu tenaga kesehatan desa dalam melakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemberian vitamin. Mahasiswa juga membantu dalam proses administrasi pencatatan data tumbuh kembang balita agar lebih rapi. Kehadiran mereka mempercepat pelayanan Posyandu yang biasanya sangat ramai, sehingga para ibu tidak perlu mengantre terlalu lama. 9. Semarak Isra Miraj: Dari Lomba hingga Malam Puncak Malam Puncak Peringatan Isra Miraj di Masjid Miftahul Jannah Salah satu tonggak sejarah kegiatan KKM ini adalah peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Mahasiswa mengorganisir berbagai perlombaan islami di Masjid Miftahul Jannah, seperti lomba adzan, hafalan surat pendek, melipat mukena, cerdas cermat agama, dan mewarnai. Acara puncaknya berlangsung sangat meriah dengan Malam Puncak Peringatan Isra Miraj. Seluruh warga Dusun Kunci berkumpul untuk mendengarkan ceramah agama dari Ustadz Ali Akbar bin Aqil, M.Pd.I dan menyaksikan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba. 10. Bakti Lingkungan: Gotong Royong Membersihkan Dusun Mahasiswa tidak segan untuk turun ke jalan dan selokan dalam kegiatan Gotong Royong. Bersama warga Dusun Kunci, mereka membersihkan titik-titik penumpukan sampah, merapikan tanaman liar di pinggir jalan, dan membersihkan fasilitas umum. Kegiatan ini memperkuat nilai-nilai kerja sama dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari iman. Kegiatan kerja bakti di area RT 04 dusun Kunci 11. Estetika Balai RW: Taman Mini dan Mading Dokumentasi Sebagai kenang-kenangan fisik, mahasiswa KKM melakukan revitalisasi di Balai RW 03. Mereka membangun sebuah taman mini yang diisi dengan tanaman hias dan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk mempercantik tampilan balai. Selain itu, dibuat pula Mading (Majalah Dinding) yang berfungsi sebagai album kegiatan. Mading ini berisi foto-foto keseruan kegiatan desa, sehingga setiap warga yang berkunjung ke Balai RW dapat melihat kembali momen-momen kebersamaan yang telah dilalui. Mading yang dipajang di balai RW 03 Dusun Kunci 12. Digitalisasi Desa: Pembuatan Infografis Kependudukan Menutup rangkaian program kerja, mahasiswa KKM UIN Malang mempersembahkan Infografis Desa. Data kependudukan yang sebelumnya hanya tersimpan dalam bentuk berkas, kini diolah menjadi visualisasi data yang menarik dan informatif. Infografis ini mencakup profil desa, sebaran usia penduduk, mata pencaharian, hingga potensi ekonomi desa. Karya ini diserahkan kepada pihak desa untuk dipajang di kantor desa sebagai bentuk modernisasi administrasi dan transparansi data desa Kalisongo. infografis ini juga tersedia secara daring sehingga siapapun dapat bebas mengakses melalui tautan yang tersedia. Halaman depan infografis desa Kalisongo Pengabdian yang Tak Berakhir Masa KKM mungkin memiliki batas waktu, namun jejak yang ditinggalkan mahasiswa UIN Malang di Desa Kalisongo, khususnya Dusun Kunci, diharapkan akan terus membekas. Dari masjid hingga sekolah, dari balai RW hingga gang-gang kecil dusun, setiap sudut Kalisongo telah menjadi saksi bisu dedikasi para pejuang Ulul Albab. Bagi mahasiswa, pengalaman ini adalah "pesantren kehidupan" yang sesungguhnya. Bagi warga Kalisongo, kehadiran mereka adalah hembusan angin segar yang membawa ilmu dan keceriaan. Selamat jalan, mahasiswa UIN Malang, terima kasih atas baktimu di Bumi Kalisongo. Penulis: KKM 89 Satyawara - Desa Kalisongo 2026.
AHMAD NUR WAHID
Pada tanggal 23 Januari 2026 telah dilaksanakan kegiatan penyuluhan di SMP Dharma Wirawan 10 Lawang, Kabupaten Malang. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kelompok KKM 102 Ethora dengan tema "Edukasi Narkoba". Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta didik mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba serta upaya pencegahan sejak dini. Sasaran kegiatan ini adalah siswa-siswi SMP Dharma Wirawan 10 Lawang dengan jumlah peserta sekitar 50 orang. Rangkaian kegiatan penyuluhan diawali dengan pembukaan. Selanjutnya dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Kelompok KKM 102 Ethora, kemudian sambutan dari Kepala Sekolah SMP Dharma Wirawan 10 Lawang. Setelah rangkaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi inti yang berjudul "Anti Narkoba: Melindungi Diri dan Masa Depan Generasi Muda". Materi penyuluhan diawali dengan penjelasan mengenai pengertian narkoba. Narkoba merupakan singkatan dari Narkotika, Psikotropika, dan Bahan Adiktif, yaitu zat yang dapat memengaruhi kesadaran, emosi, dan perilaku serta berpotensi menimbulkan ketergantungan apabila digunakan tanpa pengawasan medis. Selanjutnya, pemateri menjelaskan jenis-jenis narkoba, yaitu narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif lainnya. Narkotika dijelaskan sebagai zat yang dapat menurunkan kesadaran dan menimbulkan ketergantungan, dengan contoh seperti ganja, heroin, morfin, dan opium. Psikotropika merupakan zat yang memengaruhi kerja otak dan dapat mengubah suasana hati, pikiran, serta perilaku, dengan contoh seperti ekstasi, sabu-sabu, dan obat penenang tertentu. Selain itu, dijelaskan pula bahan adiktif lainnya yang meskipun legal dan mudah ditemukan, tetap dapat menimbulkan kecanduan, seperti rokok, alkohol, dan lem. Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai dampak penyalahgunaan narkoba terhadap kesehatan fisik, kesehatan mental, dan kehidupan sosial, seperti kerusakan organ tubuh, ketergantungan, gangguan emosi, rusaknya hubungan sosial, serta terhambatnya masa depan dan cita-cita generasi muda. Pemateri juga menyampaikan aturan hukum yang mengatur penyalahgunaan narkoba, yaitu Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika, serta sanksi yang dapat dikenakan kepada pelaku penyalahgunaan narkoba. Sebagai penutup materi, disampaikan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba, antara lain menolak ajakan narkoba, memilih pergaulan yang baik, mengisi waktu dengan kegiatan positif, serta meminta dukungan keluarga dan lingkungan. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan doa bersama. Kegiatan kemudian diakhiri dengan penutup, berupa himbauan kepada peserta didik agar menjauhi narkoba dan menjadi generasi muda yang sehat, berkarakter, dan bertanggung jawab, serta diakhiri dengan ucapan terima kasih dan permohonan maaf dari panitia pelaksana.
NISRINA NASYWA ZUFA NAHDA
Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Pasuruan selalu berusaha untuk menciptakan ruang belajar yang menyenangkan, kreatif, dan membangun karakter para siswanya. Salah satu wujud nyata dari komitmen tersebut adalah penyelenggaraan lomba oleh kelompok KKM Unggulan PSGA 267, terdapat dua lomba yang diikuti dengan baik oleh para siswa yaitu lomba mewarnai untuk siswa SD dan baca puisi untuk siswa SMA. Kegiatan lomba ini bertujuan untuk melatih keberanian, kreativitas, serta menumbuhkan rasa percaya diri para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Pasuruan. Lomba dilaksanakan pada hari Rabu, 28 Januari 2026. Lomba mewarnai dilaksanakan di kelas, sedangkan lomba membaca puisi dilaksanakan di aula sekolah dengan ditonton oleh teman-teman SMA seangkatannya dengan suasana penuh suasana semangat. Saat lomba mewarnai, para peserta diberikan gambar kaligrafi untuk diwarnai sesuai keinginan dan kreativitas masing-masing. Para siswa tampak antusias menggunakan pensil warna untuk menghasilkan karya yang indah dan penuh makna. Ketika lomba membaca puisi, para peserta membacakan puisi bertema pendidikan. Mereka tampil dengan ekspresi, intonasi, dan keberanian yang luar biasa, sehingga mampu menyentuh hati para penonton dan juri. Tujuan diadakannya kegiatan lomba ini yaitu untuk mengasah kreativitas dan imajinasi siswa melalui seni mewarnai, melatih keterampilan berbahasa dan ekspresi diri lewat puisi, menumbuhkan rasa percaya diri untuk tampil di depan umum, serta membangun kebersamaan antar siswa untuk saling mendukung satu sama lain. Karya-karya yang dihasilkan dari goresan warna menunjukkan bahwa setiap anak memiliki kreativitas dan imajinasi yang berbeda. Sementara itu, pembacaan puisi menghadirkan suasana haru dan bangga, terutama ketika para siswa dengan penuh semangat dan lantang membacakan puisi. Juri, wali asuh, dan panitia memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang berkontribusi dalam kegiatan lomba. Melalui lomba mewarnai dan baca puisi ini, diharapkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Pasuruan dapat terus menumbuhkan generasi yang kreatif, berkarakter, dan berani berkarya. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan bukan hanya tentang ilmu pengetahuan, tetapi juga tentang seni, ekspresi, dan keberanian untuk tampil di depan umum.
NISHFI ROHMATUN NAZILAH
Mahasiswa KKN 43 Pradipta UIN Malang menggelar kegiatan sosialisasi di SDN 3 Gading Kembar yang menyasar siswa kelas 4, 5, dan 6. Kegiatan ini berfokus pada dua isu yang semakin relevan di lingkungan sekolah dasar, yakni bullying dan penggunaan gawai secara bijak. Sosialisasi ini bertujuan menumbuhkan kesadaran sejak dini tentang dampak perilaku perundungan, baik secara verbal maupun nonverbal, serta membangun pemahaman dasar mengenai batasan penggunaan gadget di usia sekolah. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana dan pendekatan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa. Kegiatan berlangsung dengan lancar dan mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah. Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam bertanya, berdiskusi, dan berbagi pengalaman sehari-hari. Respons positif ini menunjukkan bahwa isu bullying dan penggunaan gadget memang dekat dengan realitas anak-anak, meskipun sering kali dianggap sepele. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pendamping yang membuka ruang dialog bagi siswa. Sosialisasi semacam ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih aman, sehat, dan sadar teknologi. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib tanpa hambatan berarti. Lebih dari sekadar program KKN, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa edukasi karakter dan literasi digital perlu dilakukan secara konsisten, dimulai dari lingkungan sekolah dasar.
CINDY ALDA ANATASYA
Acara Penutupan KKM 43 Pradipta dilaksanakan pada hari Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Desa Gading Kembar, dan dimulai pada pukul 18.30 WIB. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak di antaranya Kepala Desa Gading Kembar beserta jajaran perangkat desa, Dosen Pembimbing Lapangan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh mahasiswa KKM 43 Pradipta. Acara dibuka secara resmi oleh Master of Ceremony dengan pembacaan basmalah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an sebagai bentuk pengharapan akan keberkahan dan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Salah satu agenda utama dalam acara ini adalah sosialisasi Rocket Stove, yaitu kompor hemat energi yang dirancang sebagai solusi alternatif bagi masyarakat dalam memanfaatkan bahan bakar secara lebih efisien dan ramah lingkungan. Sosialisasi dilakukan melalui pemutaran video mengenai proses pembuatan dan cara penggunaan Rocket Stove. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Gading Kembar mengenai teknologi tepat guna yang dapat mendukung aktivitas rumah tangga, khususnya dalam hal memasak, sekaligus sebagai upaya pengurangan penggunaan bahan bakar yang boros dan tidak ramah lingkungan. Setelah pemutaran video Rocket Stove dan video dokumentasi kegiatan KKM, acara dilanjutkan dengan sambutan perpisahan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ketua Kelompok KKM 43 Pradipta yang berisi refleksi kegiatan serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan KKM. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala Desa Gading Kembar yang mewakili masyarakat. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM serta berharap agar ilmu dan program yang telah diberikan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat desa. Sebagai simbol penutupan kegiatan, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng oleh Ketua Kelompok KKM bersama Kepala Desa Gading Kembar. Prosesi ini melambangkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan KKM dengan baik serta menjadi simbol perpisahan yang penuh makna. Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan doa penutup yang dipimpin oleh tokoh masyarakat setempat. Doa tersebut menjadi bentuk harapan agar seluruh kegiatan yang telah dilakukan oleh mahasiswa KKM membawa keberkahan serta memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Gading Kembar. Setelah doa, kegiatan dilanjutkan dengan sesi halal bihalal, foto bersama, serta makan bersama sebagai bentuk penguatan silaturahmi antara mahasiswa KKM dan masyarakat desa. Acara Penutupan KKM 43 Pradipta UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Gading Kembar tidak hanya menjadi akhir dari rangkaian kegiatan pengabdian, tetapi juga menjadi momentum refleksi atas peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Penyerahan Rocket Stove menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam memberikan solusi berbasis teknologi tepat guna. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang berkelanjutan antara perguruan tinggi dan masyarakat, serta nilai-nilai pengabdian, kolaborasi, dan kepedulian sosial dapat terus tumbuh dalam diri mahasiswa sebagai calon intelektual yang berintegritas.