Thumbnail
8 months ago
Kenalkan Kantor Baru Dan Layanan Aduan UPTD PPA Kabupaten Malang Mahasiswa KKM 262 UIN Malang Turun Ke 13 Sekolah

MOHAMMAD ANBIYA MAHARDIKA

Kelompok KKM 262 PSGAD UIN Malang melakukan kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) pada 21-27 Januari 2026. Kegiatan ini sebagai bentuk keterlibatan mahasiswa KKM dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak melalui penguatan akses informasi layanan PPA di Kecamatan Pakis dan Tumpang. Pemindahan lokasi kantor UPTD PPA Kabupaten Malang ”yang terbilang baru” menjadi latar belakang kegiatan ini, karena sebelumnya berada di Kecamatan Klojen, Kota Malang.     Kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA bertujuan untuk mengenalkan layanan UPTD PPA DP3A Kabupaten Malang ke 13 sekolah di kecamatan Pakis dan Tumpang. Kegiatan ini sekaligus menjadikan sekolah sebagai sasaran utama pengenalan agar informasi tersebut dapat menjangkau seluruh warga sekolah apabila membutuhkan bantuan dari UPTD PPA DP3A Kabupaten Malang. Selain itu, kegiatan dimaksudkan untuk membuka akses rujukan bantuan jika sekolah membutuhkan bantuan oleh yang lebih profesional, sehingga pihak sekolah dan siswa memiliki alternatif layanan pendampingan di luar wewenang sekolah.   Bentuk pelaksanaan pengenalan layanan UPTD PPA Kabupaten Malang dilakukan melalui pemberian 1 paket brosur dan pemasangan poster yang disesuaikan dengan jenjang sekolah. Satu paket brosur terdiri dari lima tema yang berbeda. brosur pertama memuat informasi dasar tentang jenis layanan UPTD PPA Kabupaten Malang, serta kontak pengaduan. Brosur kedua, mengenalkan BimWin yaitu aplikasi bimbingan pranikah digital yang dikembangkan sebagai transformasi dari bimbingan pernikahan yang sebelumnya dilakukan di Kantor Urusan Agama. Brosur ketiga berisi pesan edukatif untuk menguatkan peran perempuan melalui gerakan suara dan aksi perempuan pelopor. Brosur keempat mengenalkan fasilitas ruang laktasi (mom’s corner) beserta kegunaannya. Sementara brosur kelima memuat informasi tentang fasilitas ruang aman bermain untuk anak-anak.   Selain brosur, mahasiswa KKM UIN Malang juga menyerahkan poster yang isi pesannya telah disesuaikan dengan jenjang sekolah antara SMP dan SMA. Isi poster tersebut juga beragam, mulai dari poster berisi motivasi, edukasi cara menghadapi perasaan cemas, bingung, meragukan diri sendiri dan hati terasa berat, pesan bahwa cerita setiap anak itu penting, hingga edukasi tentang perempuan berdaya sebagai pondasi bangsa. Poster dipasang di mading sekolah, sedangkan brosur diserahkan langsung kepada pihak sekolah untuk ditindaklanjuti agar informasinya dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga sekolah, baik siswa, guru, maupun karyawan.   Salah satu sekolah yang dituju adalah SMPN 2 Pakis. Ibu Laily Nurfarida, S.E., selaku wakil kepala sekolah bagian kurikulum memberikan respon yang positif terhadap kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA DP3A Kabupaten Malang. Pihak sekolah menilai kegiatan ini bermanfaat karena sebelumnya belum mengetahui secara pasti lokasi kantor UPTD PPA serta mengalami kesulitan mencari pemateri untuk edukasi materi perlindungan anak. Pihak SMPN 2 Pakis menyambut baik kegiatan penyebaran poster dan brosur, beliau menyatakan, ”Kalau saya sangat positif sekali alhamdulillah, karena kita juga nggak tahu adanya kantor tersebut disini, padahal itu dekat sekali dengan kita. Jadi dengan menginformasikan layanan kantor ini kan kita tahu, oh ternyata sekarang sudah dekat. Ketika ada apa-apa kita bisa konsultasi juga…”.   Pihak sekolah SMPN 2 Pakis juga menyampaikan harapannya terhadap layanan UPTD PPA Kabupaten Malang agar dapat mengadakan edukasi via online, beliau menyatakan “Mungkin misalkan pihak UPT PPA DP3A Kabupaten Malang memiliki situs, nanti bisa memberikan edukasi-edukasi terkait kekerasan secara online. Kebetulan kan siswa sulit lepas dari hp, sehingga anak-anak bisa melihat melalui situs atau media sosial tersebut. Sehingga anak-anak menyadari apakah perilakunya termasuk perundungan dan sebagainya”.   Respon positif juga disampaikan oleh pihak SMAN 1 Tumpang. Pihak sekolah menilai informasi layanan UPTD PPA Kabupaten Malang merupakan hal yang berharga dan relevan dengan kondisi sekolah, mengingat mayoritas siswa di SMAN 1 Tumpang adalah perempuan. Pihak SMAN 1 Tumpang menyampaikan, “Terima kasih yaa, saya pastikan ini sesuatu yang sangat berharga bagi kami. Dengan adanya informasi seperti ini, setidaknya kami dari sekolah bisa banyak belajar terkait pemberdayaan perempuan. Bagaimanapun juga siswa kami mayoritas adalah perempuan, sehingga dari sini kami bisa belajar bagaimana mengantisipasi dan menentukan langkah yang seharusnya dilakukan. Judulnya di sini sudah jelas, bukan hanya tentang menjadi perempuan, tetapi bagaimana berusaha menjadi perempuan yang tangguh. Tangguh itu pemahamannya luas. Saya membaca sepintas, tetapi sudah menarik dan justru menimbulkan banyak pertanyaan”.   Lebih lanjut, pihak sekolah juga menyampaikan rencana tindak lanjut setelah diterimanya informasi tersebut, salah satunya dengan menghadirkan pemateri yang relevan dengan perlindungan perempuan dan anak sesuai dengan kondisi siswa. “Sepintas saya justru ingin mendatangkan pemateri. Materinya nanti bisa disesuaikan dengan kondisi siswa, karena ada banyak hal terkait perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak-anak yang perlu disampaikan di sekolah ini”.   Kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA Kabupaten Malang ini menjadi pengalaman belajar bagi mahasiswa KKM PSGAD 262 UIN Malang dalam memahami pentingnya peran sederhana di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga belajar melihat secara langsung bagaimana isu perlindungan perempuan dan anak direspons oleh lingkungan sekolah. Respons positif dari pihak sekolah dalam bentuk ketertarikan untuk mempelajari lebih lanjut layanan UPTD PPA serta harapan akan adanya tindak lanjut edukasi, menunjukkan bahwa informasi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan sekolah. Bagi mahasiswa, pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa kontribusi kecil seperti memperkenalkan layanan dan membuka jalur komunikasi dapat menjadi langkah awal yang bermakna dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak.   

Thumbnail
8 months ago
Visit Company Perdana:Kunjungan ke Lembaga Pengembangan Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis (LPKIB)UNISMA Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Visit Company Perdana:Kunjungan ke Lembaga Pengembangan Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis

TIFANI ADNIA

Malang, 7 Januari 2026 – Program KKM Inkubasi Bisnis UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan visit company perdana ke Inkubator Bisnis UNISMA untuk memperkuat wawasan kewirausahaan dan memperluas jejaring kolaborasi antarperguruan tinggi. Kegiatan ini didampingi oleh Ketua LPKIB UIN Malang, Ibu Restu Milaningtyas, SE., MM., ACCAI., serta Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Sri Andriani, SE., M.Si., dan disambut oleh jajaran LPKIB UNISMA, termasuk Bapak Ir. Brahmandhita Pratama Mahardika, M.Si., IPP, dan Dr. Mohamad Bastomi, SE., MM., MOS., CRMP., CIBA. Diskusi berfokus pada pengelolaan inkubator bisnis di perguruan tinggi, mulai dari tahap perencanaan, pembentukan kelembagaan, hingga pengembangan ekosistem kewirausahaan berkelanjutan. Selain itu, dipaparkan berbagai program inkubator seperti pendampingan usaha, pelatihan, mentoring, fasilitasi pengembangan produk, serta mekanisme rekrutmen dan pembinaan anggota. Kegiatan ini memberikan pemahaman mengenai manfaat inkubator bisnis, antara lain pendampingan intensif, peningkatan kapasitas usaha, akses jejaring, dan peluang pengembangan pasar.

Thumbnail
8 months ago
Mencegah Perundungan Pada Anak dan Meningkatkan Kesadaran Anak Dalam Menjaga Kesehatan Melalui Sosialisasi Bullying dan Kebersihan di SDN 01 Sidomulyo dan MI Al Hidayah Sidomulyo

MITHA NUR AINI AZHARUDDIN

Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 50 Astraya melaksanakan program kerja berupa kegiatan sosialisasi tentang bullying serta kebersihan dan kesehatan pada hari Senin dan Selasa. Kegiatan ini dilaksanakan di dua lembaga pendidikan, yakni SDN 01 Sidomulyo pada Senin, 12 Januari 2026, dan MI Al Hidayah Sidomulyo pada Selasa, 13 Januari 2026, dengan melibatkan siswa-siswi serta guru pendamping. Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sejak dini mengenai bahaya perilaku bullying serta pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan diri. Materi yang disampaikan meliputi bahaya konsumsi minuman kemasan, risiko penyakit cacingan, pentingnya mencuci tangan dengan benar, serta pemahaman mengenai bullying dan dampaknya terhadap lingkungan sekolah. Pemateri dalam kegiatan ini berasal dari perwakilan mahasiswa KKM 50 Astraya. Materi mengenai bahaya minuman kemasan disampaikan oleh saudara Rafi, yang menjelaskan dampak negatif konsumsi minuman kemasan secara berlebihan terhadap kesehatan anak. Selanjutnya, materi tentang penyakit cacingan disampaikan oleh saudara Gunawan, yang memaparkan penyebab, dampak, serta cara pencegahan cacingan melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Sementara itu, materi mengenai bullying disampaikan oleh saudara Ibrahim, yang menjelaskan bentuk-bentuk bullying, dampaknya bagi korban, serta pentingnya saling menghargai dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Kegiatan diikuti dengan antusias oleh para siswa. Penyampaian materi dilakukan dengan metode yang interaktif dan mudah dipahami, seperti penjelasan sederhana, tanya jawab, serta praktik langsung cara mencuci tangan yang baik dan benar. Hal ini bertujuan agar siswa dapat memahami dan menerapkan materi yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh ketua kelompok KKM 50 Astraya dan dilanjutkan juga dengan pembukaan dari perwakilan salah satu guru di setiap Lembaga. Setelah itu, dilanjutkan dengan pemaparan materi sosialisasi, praktik cuci tangan, serta sesi diskusi bersama siswa. Para guru dan pihak sekolah turut mendampingi jalannya kegiatan dan memberikan dukungan penuh terhadap program yang dilaksanakan. Kegiatan sosialisasi ini berlangsung dengan lancar dan mendapatkan respon positif dari pihak sekolah. Melalui program kerja ini, diharapkan siswa-siswi SDN 01 Sidomulyo dan MI Al Hidayah Sidomulyo dapat lebih memahami pentingnya menjaga kesehatan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, serta menjauhi perilaku bullying dalam lingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari.

Thumbnail
8 months ago
Catatan KKM 89 Satyawara UIN Malang di Bumi Kalisongo

MUHAMMAD HAKIM ABDILLAH

Kalisongo, Dau, Malang - Sejuknya udara lereng Gunung Kawi menyambut kedatangan rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 89 "Satyawara" dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau. Dengan semangat integrasi sains dan agama, para mahasiswa yang dikenal dengan julukan "Generasi Ulul Albab" ini memilih Dusun Kunci sebagai pusat pergerakan pengabdian mereka. Selama 40 hari, mereka tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi merajut kedekatan emosional dengan warga melalui berbagai program yang menyentuh pilar spiritual, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur desa.    Berikut adalah laporan mendalam mengenai rangkaian kegiatan yang telah mewarnai pengabdian mahasiswa UIN Malang di Desa Kalisongo.   1. Seremoni Pembukaan: Mengetuk Pintu dengan Adab   Pembukaan KKM UIN Malang kelompok 89 di Balai Desa Kalisongo   Langkah pertama dimulai dengan prosesi pembukaan yang berlangsung khidmat di Balai Desa Kalisongo. Acara ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tokoh agama, perwakilan pemuda, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Dalam sambutannya, Ketua Koordinator Desa (Kordes) KKM 89 UIN Malang menekankan bahwa kehadiran mereka bukan untuk menggurui, melainkan untuk belajar dari kearifan lokal warga.   Kepala Desa Kalisongo (yang diwakilkan oleh pengurus kepala bagian pelayanan masyarakat) dalam sambutannya memberikan lampu hijau bagi para mahasiswa untuk berinovasi. "Kami sangat senang dengan kehadiran mahasiswa UIN Malang. Karakter religiusnya sangat cocok dengan budaya di sini," ungkapnya. Acara ditutup dengan ketukan palu sebanyak 3x sebagai simbol penerimaan dari pihak desa Kalisongo.   2. Gemuruh Fajar: One Day One Juz dan Wirdul Lathif   Kegiatan One Day One Juz dan pembacaan wirdul lathif Selaras dengan identitas UIN Malang sebagai kampus pesantren, para mahasiswa mengawali setiap hari dengan kegiatan spiritual. Setiap ba'da Subuh, Masjid Miftahul Jannah di Dusun Kunci diramaikan dengan program One Day One Juz. Mahasiswa bergantian melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an hingga khatam satu juz setiap harinya.   Tak berhenti di situ, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Wirdul Lathif, rangkaian dzikir pagi karya Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ketenangan batin sebelum memulai aktivitas fisik. Warga Dusun Kunci pun merasa terkesan dengan kedisiplinan mahasiswa dalam menjaga tradisi spiritual ini.   3. Keteduhan Maghrib melalui Ratib Haddad   Pembacaan ratib setelah maghrib Membangun suasana religius yang konsisten, setiap setelah salat Maghrib berjamaah, mahasiswa KKN mengadakan pembacaan Ratib Haddad. Tradisi ini diikuti secara antusias oleh para jamaah setempat. Melalui lantunan doa dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT, tercipta ikatan batin yang kuat antara mahasiswa dan warga. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi santai antara mahasiswa dengan para sesepuh desa setelah wirid selesai dilaksanakan.   4. Pelita di TPQ Miftahul Jannah dan Darul Falah   Bersama TPQ Miftahul Jannah   Sektor pendidikan keagamaan menjadi prioritas utama. Mahasiswa KKM 89 membagi tim untuk mengajar di TPQ Miftahul Jannah dan TPQ Darul Falah. Selain membantu kelancaran mengaji Al-Qur'an menggunakan metode Thoriqoti atau Iqra', para mahasiswa juga memberikan materi Bahasa Arab Dasar.   Metode yang digunakan sangat interaktif, mulai dari bernyanyi kosa kata bahasa Arab, hafalan do'a sehari-hari, tanya jawab pengetahuan Islam, hingga bercerita kisah para Nabi. "Kakak-kakak dari UIN Malang sangat sabar. Belajar Bahasa Arab jadi terasa seperti bermain," ujar salah satu santri. Kehadiran mahasiswa memberikan energi baru bagi para pengajar tetap di TPQ dalam mengelola kelas yang lebih ceria.   Bersama TPQ Darul Falah   5. Mengabdi di Bangku Sekolah: SDN 1, 2, dan 3 Kalisongo   Dedikasi pendidikan meluas hingga ke sekolah formal. Mahasiswa KKM terjun langsung membantu proses belajar mengajar di SDN 1, SDN 2, dan SDN 3 Kalisongo. Di sini, mereka tidak hanya menjadi pengajar bantu untuk mata pelajaran umum, tetapi juga menjadi teman main bagi anak-anak.   Mahasiswa membantu kelas kreativitas, membantu penataan perpustakaan, hingga memberikan bimbingan belajar tambahan bagi siswa yang kesulitan. Pendekatan personal yang dilakukan mahasiswa membuat mereka sangat akrab dengan para siswa, bahkan di jam istirahat pun mahasiswa sering menjadi teman bermain sekaligus bercerita bagi anak-anak SD tersebut.   Foto bersama SDN 1 Kalisongo   Foto Bersama SDN 2 Kalisongo   Foto bersama SDN 3 Kalisongo   6. Sinergi Kesehatan: Edukasi Reproduksi dan Senam PKK   Penyuluhan Pentingnya Kesehatan Reproduksi bersama Ibu-ibu PKK   Mahasiswa juga menaruh perhatian pada kesejahteraan kaum perempuan. Bekerja sama dengan kader PKK, mahasiswa menyelenggarakan penyuluhan Kesehatan Reproduksi. Materi ini dianggap penting untuk memberikan pemahaman mengenai deteksi dini penyakit pada wanita dan pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS).   Untuk mengimbangi materi teori, diadakan pula kegiatan senam bersama ibu-ibu RW 03 Dusun Kunci. Pada Minggu pagi, suasana Dusun Kunci pecah oleh semangat ibu-ibu yang mengikuti gerakan senam energik yang dipandu oleh mahasiswa. Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk melepas penat sekaligus memperkuat kerukunan antarwarga.   Senaam bersama Ibu-Ibu RW 03   7. Melarut dalam Tradisi: Tahlil dan Diba' Mingguan   Kegiatan Tahlil RW 03   Kunci keberhasilan adaptasi mahasiswa KKM 89 adalah kemauan untuk "lebur" dalam adat setempat. Mahasiswa secara rutin mengikuti kegiatan Tahlil Pembacaan Diba' bersama Bapak/ibu serta pemuda-pemudi desa setiap minggunya. Kehadiran mereka yang mampu memimpin tahlil atau melantunkan shalawat dengan merdu mendapat apresiasi tinggi. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa UIN Malang mampu menyeimbangkan intelektualitas dengan pengamalan amaliah keagamaan yang moderat.   8. Pendampingan Tumbuh Kembang di Posyandu   Kesehatan balita menjadi fokus dalam bantuan di Posyandu. Mahasiswa membantu tenaga kesehatan desa dalam melakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemberian vitamin. Mahasiswa juga membantu dalam proses administrasi pencatatan data tumbuh kembang balita agar lebih rapi. Kehadiran mereka mempercepat pelayanan Posyandu yang biasanya sangat ramai, sehingga para ibu tidak perlu mengantre terlalu lama.   9. Semarak Isra Miraj: Dari Lomba hingga Malam Puncak   Malam Puncak Peringatan Isra Miraj di Masjid Miftahul Jannah Salah satu tonggak sejarah kegiatan KKM ini adalah peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Mahasiswa mengorganisir berbagai perlombaan islami di Masjid Miftahul Jannah, seperti lomba adzan, hafalan surat pendek, melipat mukena, cerdas cermat agama, dan mewarnai.   Acara puncaknya berlangsung sangat meriah dengan Malam Puncak Peringatan Isra Miraj. Seluruh warga Dusun Kunci berkumpul untuk mendengarkan ceramah agama dari Ustadz Ali Akbar bin Aqil, M.Pd.I dan menyaksikan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba.    10. Bakti Lingkungan: Gotong Royong Membersihkan Dusun   Mahasiswa tidak segan untuk turun ke jalan dan selokan dalam kegiatan Gotong Royong. Bersama warga Dusun Kunci, mereka membersihkan titik-titik penumpukan sampah, merapikan tanaman liar di pinggir jalan, dan membersihkan fasilitas umum. Kegiatan ini memperkuat nilai-nilai kerja sama dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari iman.   Kegiatan kerja bakti di area RT 04 dusun Kunci   11. Estetika Balai RW: Taman Mini dan Mading Dokumentasi   Sebagai kenang-kenangan fisik, mahasiswa KKM melakukan revitalisasi di Balai RW 03. Mereka membangun sebuah taman mini yang diisi dengan tanaman hias dan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk mempercantik tampilan balai. Selain itu, dibuat pula Mading (Majalah Dinding) yang berfungsi sebagai album kegiatan. Mading ini berisi foto-foto keseruan kegiatan desa, sehingga setiap warga yang berkunjung ke Balai RW dapat melihat kembali momen-momen kebersamaan yang telah dilalui.   Mading yang dipajang di balai RW 03 Dusun Kunci   12. Digitalisasi Desa: Pembuatan Infografis Kependudukan   Menutup rangkaian program kerja, mahasiswa KKM UIN Malang mempersembahkan Infografis Desa. Data kependudukan yang sebelumnya hanya tersimpan dalam bentuk berkas, kini diolah menjadi visualisasi data yang menarik dan informatif. Infografis ini mencakup profil desa, sebaran usia penduduk, mata pencaharian, hingga potensi ekonomi desa. Karya ini diserahkan kepada pihak desa untuk dipajang di kantor desa sebagai bentuk modernisasi administrasi dan transparansi data desa Kalisongo. infografis ini juga tersedia secara daring sehingga siapapun dapat bebas mengakses melalui tautan yang tersedia.   Halaman depan infografis desa Kalisongo   Pengabdian yang Tak Berakhir   Masa KKM mungkin memiliki batas waktu, namun jejak yang ditinggalkan mahasiswa UIN Malang di Desa Kalisongo, khususnya Dusun Kunci, diharapkan akan terus membekas. Dari masjid hingga sekolah, dari balai RW hingga gang-gang kecil dusun, setiap sudut Kalisongo telah menjadi saksi bisu dedikasi para pejuang Ulul Albab.   Bagi mahasiswa, pengalaman ini adalah "pesantren kehidupan" yang sesungguhnya. Bagi warga Kalisongo, kehadiran mereka adalah hembusan angin segar yang membawa ilmu dan keceriaan. Selamat jalan, mahasiswa UIN Malang, terima kasih atas baktimu di Bumi Kalisongo.   Penulis:  KKM 89 Satyawara - Desa Kalisongo 2026.

Thumbnail
8 months ago
Pembukaan KKM UIN Malang Kelompok Ganesha 178 Resmi Digelar di Dusun Cukal

ACHMAD NURIF AL AKMAL

Malang – Kegiatan Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2026. Acara ini berlangsung di Dusun Cukal, Desa Bendosari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Pembukaan kegiatan KKM ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Bendosari, Sri Hari Kartini, S.E., beserta perangkat desa dan masyarakat setempat. Kehadiran mahasiswa KKM disambut hangat sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam pembangunan desa, khususnya pada bidang pendidikan. Adapun anggota Kelompok KKM Ganesha 178 yang terdiri dari 11 orang. Anggota kelompok tersebut yaitu Achmad Nurif Al Akmal, Ahmad Zainal Arifin, Afiyah Mubarokah, Azzah Maulidiah, Dendy Tegar Syahputra, Elga Imtiyaz Zakiyatun Nisa, Ilham Daniellah Kamal, M. Devid Isa Indana, M. Fahrizal Maulana, dan M. Farhan Pradana. Dalam sambutannya, Kepala Desa Bendosari Sri Hari Kartini, S.E. menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang. Ia berharap program yang dijalankan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Dusun Cukal, terutama dalam mendukung kemajuan pendidikan anak-anak dan generasi muda. Sementara itu, Kelompok KKM Ganesha 178 menyampaikan bahwa fokus utama program kerja yang akan dilaksanakan adalah bidang pendidikan. Program-program tersebut dirancang untuk membantu masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, melalui kegiatan belajar, bimbingan pendidikan, serta berbagai aktivitas yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di lingkungan desa. Dengan terlaksananya pembukaan KKM ini, diharapkan kegiatan mahasiswa selama berada di Dusun Cukal dapat berjalan lancar serta mampu memberikan kontribusi positif bagi perkembangan masyarakat Desa Bendosari.

Thumbnail
8 months ago
Catatan KKM 89 Satyawara UIN Malang di Bumi Kalisongo

YIK MUHAMMAD ABDULLAH

Kalisongo, Dau, Malang - Sejuknya udara lereng Gunung Kawi menyambut kedatangan rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 89 "Satyawara" dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau. Dengan semangat integrasi sains dan agama, para mahasiswa yang dikenal dengan julukan "Generasi Ulul Albab" ini memilih Dusun Kunci sebagai pusat pergerakan pengabdian mereka. Selama 40 hari, mereka tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi merajut kedekatan emosional dengan warga melalui berbagai program yang menyentuh pilar spiritual, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur desa. Berikut adalah laporan mendalam mengenai rangkaian kegiatan yang telah mewarnai pengabdian mahasiswa UIN Malang di Desa Kalisongo. 1. Seremoni Pembukaan: Mengetuk Pintu dengan Adab Pembukaan KKM UIN Malang kelompok 89 di Balai Desa Kalisongo Langkah pertama dimulai dengan prosesi pembukaan yang berlangsung khidmat di Balai Desa Kalisongo. Acara ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tokoh agama, perwakilan pemuda, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Dalam sambutannya, Ketua Koordinator Desa (Kordes) KKM 89 UIN Malang menekankan bahwa kehadiran mereka bukan untuk menggurui, melainkan untuk belajar dari kearifan lokal warga. Kepala Desa Kalisongo (yang diwakilkan oleh pengurus kepala bagian pelayanan masyarakat) dalam sambutannya memberikan lampu hijau bagi para mahasiswa untuk berinovasi. "Kami sangat senang dengan kehadiran mahasiswa UIN Malang. Karakter religiusnya sangat cocok dengan budaya di sini," ungkapnya. Acara ditutup dengan ketukan palu sebanyak 3x sebagai simbol penerimaan dari pihak desa Kalisongo. 2. Gemuruh Fajar: One Day One Juz dan Wirdul Lathif Kegiatan One Day One Juz dan pembacaan wirdul lathif Selaras dengan identitas UIN Malang sebagai kampus pesantren, para mahasiswa mengawali setiap hari dengan kegiatan spiritual. Setiap ba'da Subuh, Masjid Miftahul Jannah di Dusun Kunci diramaikan dengan program One Day One Juz. Mahasiswa bergantian melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an hingga khatam satu juz setiap harinya. Tak berhenti di situ, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Wirdul Lathif, rangkaian dzikir pagi karya Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ketenangan batin sebelum memulai aktivitas fisik. Warga Dusun Kunci pun merasa terkesan dengan kedisiplinan mahasiswa dalam menjaga tradisi spiritual ini. 3. Keteduhan Maghrib melalui Ratib Haddad Pembacaan ratib setelah maghrib Membangun suasana religius yang konsisten, setiap setelah salat Maghrib berjamaah, mahasiswa KKN mengadakan pembacaan Ratib Haddad. Tradisi ini diikuti secara antusias oleh para jamaah setempat. Melalui lantunan doa dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT, tercipta ikatan batin yang kuat antara mahasiswa dan warga. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi santai antara mahasiswa dengan para sesepuh desa setelah wirid selesai dilaksanakan. 4. Pelita di TPQ Miftahul Jannah dan Darul Falah Bersama TPQ Miftahul Jannah Sektor pendidikan keagamaan menjadi prioritas utama. Mahasiswa KKM 89 membagi tim untuk mengajar di TPQ Miftahul Jannah dan TPQ Darul Falah. Selain membantu kelancaran mengaji Al-Qur'an menggunakan metode Thoriqoti atau Iqra', para mahasiswa juga memberikan materi Bahasa Arab Dasar. Metode yang digunakan sangat interaktif, mulai dari bernyanyi kosa kata bahasa Arab, hafalan do'a sehari-hari, tanya jawab pengetahuan Islam, hingga bercerita kisah para Nabi. "Kakak-kakak dari UIN Malang sangat sabar. Belajar Bahasa Arab jadi terasa seperti bermain," ujar salah satu santri. Kehadiran mahasiswa memberikan energi baru bagi para pengajar tetap di TPQ dalam mengelola kelas yang lebih ceria. Bersama TPQ Darul Falah 5. Mengabdi di Bangku Sekolah: SDN 1, 2, dan 3 Kalisongo Dedikasi pendidikan meluas hingga ke sekolah formal. Mahasiswa KKM terjun langsung membantu proses belajar mengajar di SDN 1, SDN 2, dan SDN 3 Kalisongo. Di sini, mereka tidak hanya menjadi pengajar bantu untuk mata pelajaran umum, tetapi juga menjadi teman main bagi anak-anak. Mahasiswa membantu kelas kreativitas, membantu penataan perpustakaan, hingga memberikan bimbingan belajar tambahan bagi siswa yang kesulitan. Pendekatan personal yang dilakukan mahasiswa membuat mereka sangat akrab dengan para siswa, bahkan di jam istirahat pun mahasiswa sering menjadi teman bermain sekaligus bercerita bagi anak-anak SD tersebut. Foto bersama SDN 1 Kalisongo Foto Bersama SDN 2 Kalisongo Foto bersama SDN 3 Kalisongo 6. Sinergi Kesehatan: Edukasi Reproduksi dan Senam PKK Penyuluhan Pentingnya Kesehatan Reproduksi bersama Ibu-ibu PKK Mahasiswa juga menaruh perhatian pada kesejahteraan kaum perempuan. Bekerja sama dengan kader PKK, mahasiswa menyelenggarakan penyuluhan Kesehatan Reproduksi. Materi ini dianggap penting untuk memberikan pemahaman mengenai deteksi dini penyakit pada wanita dan pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Untuk mengimbangi materi teori, diadakan pula kegiatan senam bersama ibu-ibu RW 03 Dusun Kunci. Pada Minggu pagi, suasana Dusun Kunci pecah oleh semangat ibu-ibu yang mengikuti gerakan senam energik yang dipandu oleh mahasiswa. Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk melepas penat sekaligus memperkuat kerukunan antarwarga. Senaam bersama Ibu-Ibu RW 03 7. Melarut dalam Tradisi: Tahlil dan Diba' Mingguan Kegiatan Tahlil RW 03 Kunci keberhasilan adaptasi mahasiswa KKM 89 adalah kemauan untuk "lebur" dalam adat setempat. Mahasiswa secara rutin mengikuti kegiatan Tahlil Pembacaan Diba' bersama Bapak/ibu serta pemuda-pemudi desa setiap minggunya. Kehadiran mereka yang mampu memimpin tahlil atau melantunkan shalawat dengan merdu mendapat apresiasi tinggi. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa UIN Malang mampu menyeimbangkan intelektualitas dengan pengamalan amaliah keagamaan yang moderat. 8. Pendampingan Tumbuh Kembang di Posyandu Kesehatan balita menjadi fokus dalam bantuan di Posyandu. Mahasiswa membantu tenaga kesehatan desa dalam melakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemberian vitamin. Mahasiswa juga membantu dalam proses administrasi pencatatan data tumbuh kembang balita agar lebih rapi. Kehadiran mereka mempercepat pelayanan Posyandu yang biasanya sangat ramai, sehingga para ibu tidak perlu mengantre terlalu lama. 9. Semarak Isra Miraj: Dari Lomba hingga Malam Puncak Malam Puncak Peringatan Isra Miraj di Masjid Miftahul Jannah Salah satu tonggak sejarah kegiatan KKM ini adalah peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Mahasiswa mengorganisir berbagai perlombaan islami di Masjid Miftahul Jannah, seperti lomba adzan, hafalan surat pendek, melipat mukena, cerdas cermat agama, dan mewarnai. Acara puncaknya berlangsung sangat meriah dengan Malam Puncak Peringatan Isra Miraj. Seluruh warga Dusun Kunci berkumpul untuk mendengarkan ceramah agama dari Ustadz Ali Akbar bin Aqil, M.Pd.I dan menyaksikan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba. 10. Bakti Lingkungan: Gotong Royong Membersihkan Dusun Mahasiswa tidak segan untuk turun ke jalan dan selokan dalam kegiatan Gotong Royong. Bersama warga Dusun Kunci, mereka membersihkan titik-titik penumpukan sampah, merapikan tanaman liar di pinggir jalan, dan membersihkan fasilitas umum. Kegiatan ini memperkuat nilai-nilai kerja sama dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari iman. Kegiatan kerja bakti di area RT 04 dusun Kunci 11. Estetika Balai RW: Taman Mini dan Mading Dokumentasi Sebagai kenang-kenangan fisik, mahasiswa KKM melakukan revitalisasi di Balai RW 03. Mereka membangun sebuah taman mini yang diisi dengan tanaman hias dan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk mempercantik tampilan balai. Selain itu, dibuat pula Mading (Majalah Dinding) yang berfungsi sebagai album kegiatan. Mading ini berisi foto-foto keseruan kegiatan desa, sehingga setiap warga yang berkunjung ke Balai RW dapat melihat kembali momen-momen kebersamaan yang telah dilalui. Mading yang dipajang di balai RW 03 Dusun Kunci 12. Digitalisasi Desa: Pembuatan Infografis Kependudukan Menutup rangkaian program kerja, mahasiswa KKM UIN Malang mempersembahkan Infografis Desa. Data kependudukan yang sebelumnya hanya tersimpan dalam bentuk berkas, kini diolah menjadi visualisasi data yang menarik dan informatif. Infografis ini mencakup profil desa, sebaran usia penduduk, mata pencaharian, hingga potensi ekonomi desa. Karya ini diserahkan kepada pihak desa untuk dipajang di kantor desa sebagai bentuk modernisasi administrasi dan transparansi data desa Kalisongo. infografis ini juga tersedia secara daring sehingga siapapun dapat bebas mengakses melalui tautan yang tersedia. Halaman depan infografis desa Kalisongo Pengabdian yang Tak Berakhir Masa KKM mungkin memiliki batas waktu, namun jejak yang ditinggalkan mahasiswa UIN Malang di Desa Kalisongo, khususnya Dusun Kunci, diharapkan akan terus membekas. Dari masjid hingga sekolah, dari balai RW hingga gang-gang kecil dusun, setiap sudut Kalisongo telah menjadi saksi bisu dedikasi para pejuang Ulul Albab. Bagi mahasiswa, pengalaman ini adalah "pesantren kehidupan" yang sesungguhnya. Bagi warga Kalisongo, kehadiran mereka adalah hembusan angin segar yang membawa ilmu dan keceriaan. Selamat jalan, mahasiswa UIN Malang, terima kasih atas baktimu di Bumi Kalisongo. Penulis: KKM 89 Satyawara - Desa Kalisongo 2026.