Thumbnail
2 months ago
Belajar Bertani di Pekarangan: Mahasiswa KKM UIN Malang Tanam Sayuran Bersama Ibu KWT

YANUAR PURWA ANDRIANSAH

Pemanfaatan lahan pekarangan menjadi salah satu upaya sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. Berangkat dari hal tersebut, kami, Kelompok 91 KKM Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, melaksanakan kegiatan menanam sayuran di polybag bersama ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Kegiatan ini diikuti oleh anggota perempuan KKM yang berkolaborasi langsung dengan ibu-ibu KWT. Adapun jenis sayuran yang ditanam antara lain sawi dan cabai, yang dinilai mudah dirawat dan cocok ditanam menggunakan media polybag. Proses penanaman dimulai dari persiapan media tanam, pengisian tanah ke dalam polybag, hingga penanaman bibit. Ibu-ibu KWT dengan antusias berbagi pengalaman dan pengetahuan mereka seputar cara menanam dan merawat tanaman agar dapat tumbuh dengan baik. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya belajar tentang teknik menanam sayuran, tetapi juga memahami pentingnya peran perempuan dalam mendukung ketahanan pangan keluarga. Penanaman sayuran di polybag menjadi solusi praktis bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki keterbatasan lahan. Kegiatan menanam bersama ini menjadi pengalaman berharga bagi kami sebagai mahasiswa KKM. Selain menambah wawasan, kegiatan ini juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, khususnya ibu-ibu KWT yang sangat terbuka dan suportif terhadap kegiatan kami. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat jangka panjang, serta mendorong masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan pekarangan secara produktif. Bagi kami, pengabdian melalui KKM bukan hanya tentang menjalankan program, tetapi juga tentang belajar dan tumbuh bersama masyarakat.

Thumbnail
2 months ago
Semaraknya Lomba Antar TPQ Dusun Busu Bersama Kelompok KKM 95 Arunika

AISYAH SUKMA FIRDAUSI

Malang - Pada hari Minggu (25/01/26), Kelompok KKM 95 Arunika mengadakan lomba antar TPQ di Dusun Busu, Desa Slamparejo. Kegiatan ini melibatkan hampir seluruh TPQ yang ada di Dusun Busu. Namun, tidak semua santri TPQ dapat mengikuti lomba karena adanya ketentuan tertentu, seperti batas usia dan jumlah maksimal peserta dari setiap TPQ. Meskipun demikian, antusiasme anak-anak TPQ dan para wali murid tetap tinggi. Anak-anak yang tidak terdaftar sebagai peserta resmi tetap mengikuti dan menyaksikan lomba yang diminati. Bahkan, terdapat beberapa balita yang diikutkan lomba oleh orang tuanya sebagai bentuk latihan keberanian dan pengenalan kegiatan sejak dini. Lomba islami ini terdiri dari tiga kategori, yaitu lomba adzan, hafalan surat pendek dari Ad-Dhuha hingga An-Nas, serta lomba mewarnai. Seluruh juri pada ketiga kategori lomba berasal dari anggota Kelompok KKM 95 Arunika. Lomba adzan dilaksanakan di masjid pada area salat laki-laki, di mana peserta mengumandangkan adzan menggunakan mikrofon. Sementara itu, lomba hafalan surat pendek dilaksanakan di area salat perempuan. Peserta yang mendapat giliran diminta mengambil dua gulungan kertas secara acak yang berisi nama surat dari Ad-Dhuha hingga An-Nas, kemudian membacakannya di hadapan juri. Selanjutnya, juri akan membacakan satu ayat dari surat lain yang tidak diambil peserta sebelumnya, dan peserta diminta untuk melanjutkannya. Pada lomba mewarnai, panitia menetapkan dua kategori pemenang. Juara 1, 2, dan 3 diberikan untuk peserta sesuai batas usia yang ditentukan, sedangkan anak-anak di bawah batas usia akan dinilai untuk kategori juara harapan 1, 2, dan 3. Pengumuman pemenang lomba dilakukan pada acara perpisahan Kelompok KKM 95 Arunika di Dusun Busu. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

Thumbnail
2 months ago
Angkat Isu Pernikahan Dini, Kelompok KKM Svarnanta Gelar Podcast Family Corner Bersama Pemateri Keagamaan Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Angkat Isu Pernikahan Dini, Kelompok KKM Svarnanta Gelar Podcast Family Corner Bersama Pem

ALQODHI ADLANTAMA

Pada hari Senin, 30 Januari 2025, telah diselenggarakan program kerja Family Corner oleh Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Svarnanta 17 dengan mengangkat tema "Pernikahan Dini". Kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana penyampaian edukasi dan refleksi bersama terkait fenomena pernikahan dini serta implikasinya terhadap kehidupan sosial dan keluarga.Dalam pelaksanaannya, kegiatan Family Corner menghadirkan Ustadz Muallif, M.Ag. sebagai pemateri. Penyampaian materi dikemas secara komunikatif dan dipandu oleh pembawa acara (MC) dari anggota Kelompok KKM Svarnanta 17, dengan personel yang berbeda dari kegiatan sebelumnya namun tetap berasal dari internal kelompok. Kegiatan ini bertempat di Masjid Fattahillah, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang dan dilaksanakan setelah salat Isya. Rangkaian acara dimulai dengan pemaparan materi oleh pemateri, kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Audiens dalam kegiatan ini merupakan anggota Kelompok KKM Svarnanta 17 yang berperan aktif dalam jalannya diskusi. Melalui kegiatan Family Corner bertema pernikahan dini ini, diharapkan peserta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya kesiapan moral, mental, dan spiritual sebelum memasuki jenjang pernikahan, sehingga dapat menjadi bekal dalam menyikapi persoalan pernikahan dini secara bijak.   Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Angkat Isu Pernikahan Dini, Kelompok KKM Svarnanta Gelar Podcast Family Corner Bersama Pemateri Keagamaan", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm20256697/6985ecef34777c1d951d06b2/angkat-isu-pernikahan-dini-kelompok-kkm-svarnanta-gelar-podcast-family-corner-bersama-pemateri-keagamaan?page=1&page_images=2 Kreator: SVARNANTA 17   Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com

Thumbnail
2 months ago
Bina Senja di Dusun Dempok: Ruang Belajar dan Silaturahmi bagi Orang Sepuh

DARIS

Kegiatan Bina Senja di Dusun Dempok menjadi salah satu bentuk penguatan sosial dan keagamaan yang menyasar kelompok usia lanjut. Program ini merupakan wadah pembinaan yang berfokus pada pendampingan orang-orang sepuh, khususnya dalam aspek keagamaan, sosial, dan pendidikan. Sehingga para lansia yang ikut dalam kegiatan ini bisa belajar lebih lanjut mengenai ilmu keagamaan, sosial, dan pendidikan. Bina Senja sendiri didirikan oleh Karang Taruna setempat pada tahun 2012 sebagai respons atas kebutuhan ruang belajar yang ramah dan inklusif. Mahasiswa KKN 43 Pradipta UIN Malang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan mendampingi proses penyuluhan dan pembinaan. Materi yang disampaikan meliputi penguatan dasar-dasar keagamaan, pendampingan cara mengaji sesuai kemampuan masing-masing, serta pembinaan cara bersosialisasi agar para peserta tetap aktif dan merasa dihargai dalam kehidupan bermasyarakat. Pendekatan yang digunakan dalam Bina Senja bersifat persuasif dan dialogis. Tidak ada tuntutan untuk menguasai materi secara sempurna, melainkan penekanan pada kenyamanan, kebersamaan, dan keberlanjutan interaksi. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan nilai gotong royong dan kepedulian lintas generasi. Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam Bina Senja menjadi pembelajaran penting bahwa pengabdian masyarakat tidak selalu berorientasi pada anak muda atau produktivitas ekonomi semata. Orang sepuh memiliki kebutuhan sosial dan spiritual yang sama pentingnya, dan keberadaan ruang seperti Bina Senja menjadi bukti bahwa pembangunan sosial desa juga harus bersifat inklusif dan berkelanjutan.  

Thumbnail
2 months ago
KKM Menggerakkan Pesantren Kilat Inspiratif

DARIS MAR`ATUS SHOLIHAH

Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman di kalangan anak-anak, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melaksanakan program kerja Pesantren Kilat di Masjid AL-Iksan Gadang. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan keagamaan, selama menjalankan program KKM. Program Pesantren Kilat dipilih atas kebutuhan masyarakat akan adanya pembinaan keagamaan yang lebih intensif bagi anak-anak, terutama di luar jam pendidikan formal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini, sekaligus membentuk karakter peserta agar memiliki akhlak yang baik dan mampu mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan Pesantren Kilat dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 dan bertempat di Masjid Al-Iksan Gadang. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak dengan penuh antusiasme. Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh berbagai materi keislaman, antara lain pembelajaran membaca Al-Qur'an, fun learning, pembinaan akhlak dan adab dalam kehidupan sehari-hari, serta hafalan surat-surat pendek. Materi disampaikan dengan metode yang komunikatif dan disesuaikan dengan usia peserta agar mudah dipahami. Mahasiswa KKM berperan aktif sebagai pendamping dan pengajar dalam kegiatan tersebut. Selain menyampaikan materi, mahasiswa juga berupaya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui pendekatan edukatif dan interaktif. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM turut bekerja sama dengan pihak TPQ sehingga kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Program Pesantren Kilat ini mendapatkan respon positif dari masyarakat, khususnya para orang tua peserta. Mereka menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat yang nyata dalam membantu meningkatkan pemahaman agama serta membentuk sikap religius anak-anak. Kehadiran mahasiswa KKM melalui program ini dinilai mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi pembinaan generasi muda di masjid. Melalui pelaksanaan Pesantren Kilat, mahasiswa KKM berharap peserta dapat meningkatkan pemahaman keislaman serta mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi masyarakat untuk terus melaksanakan pembinaan keagamaan secara berkelanjutan, meskipun masa pengabdian mahasiswa KKM telah berakhir. "https://www.kompasiana.com/pradipaloka4800/695a766a34777c0b273b9712/kkm-menggerakkan-pesantren-kilat-inspiratif"

Thumbnail
2 months ago
Mahasiswa KKM perkuat pemahaman pendidikan dalam kegiatan PKH di dusun begawan

AHMAD TORIQ JAMIL

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) turut berpartisipasi dalam kegiatan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaksanakan di Dusun Begawan sebagai bagian dari program kerja bertema penanganan kemiskinan ekstrem. Kegiatan yang berlangsung pada 12 Januari 2026 ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman keluarga penerima manfaat mengenai peran pendidikan dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi.   PKH merupakan program bantuan sosial bersyarat dari pemerintah yang diberikan dalam bentuk dana dan disalurkan langsung ke rekening keluarga terdaftar. Program ini tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan. Kegiatan di Dusun Begawan ini diketuai oleh Anna Maghfirotul dan diikuti oleh keluarga penerima manfaat setempat.   Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh Pendamping PKH Dusun Begawan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Mars PKH sebagai bentuk penguatan semangat kebersamaan para peserta. Selanjutnya, peserta menerima informasi terkait kebijakan dan pelaksanaan PKH tahun 2026 guna meningkatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban dalam program tersebut.   Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh perwakilan mahasiswa KKM, yaitu Vika Widowati, Nanda Fitriyah, dan Fahmi Ulum Saida. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya pendidikan anak sebagai fondasi utama dalam upaya keluar dari kemiskinan ekstrem. Para pemateri menekankan bahwa orang tua memiliki peran sentral sebagai pilar pendidikan anak di lingkungan keluarga. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan pengetahuan, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang yang mampu meningkatkan derajat sosial dan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, bantuan PKH diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak, sehingga tujuan utama program, yakni memutus rantai kemiskinan, dapat tercapai.   Sebagai penutup sesi materi, pemateri menyampaikan jargon penyemangat kepada para peserta PKH, yaitu "Pendidikan Anak? Tanggung Jawab Kita Semua." Jargon tersebut dimaksudkan untuk menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah.   Selama kegiatan berlangsung, peserta PKH menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan menyimak materi secara aktif. Setelah sesi pemaparan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama antara peserta PKH dan anggota KKM sebagai bentuk kebersamaan, kemudian ditutup dengan doa dan sesi dokumentasi.   Melalui kegiatan ini, diharapkan keluarga penerima manfaat PKH di Dusun Begawan semakin menyadari pentingnya pendidikan sebagai jalan utama untuk keluar dari kemiskinan ekstrem, serta mampu memanfaatkan program bantuan sosial secara berkelanjutan dan tepat sasaran.