GUSTI FADHILAH ROSYDA
Isra Mi'raj bukan sekadar peristiwa sejarah yang dihafal dari lembaran kitab sirah, melainkan perjalanan agung yang terus hidup dalam kesadaran umat Islam lintas generasi. Ini merupakan kisah tentang iman yang diuji, ketaatan yang dimuliakan, dan shalat yang ditetapkan sebagai tiang kehidupan. Kesadaran inilah yang coba dihidupkan kembali dalam peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad yang diselenggarakan di Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, pada Ahad, 18 Januari 2026, bertepatan dengan 29 Rajab 1447 Hijriah. Kegiatan ini diprakarsai oleh Kelompok KKM 12 Bhavanaloka UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berkolaborasi dengan Kelompok KKM 51 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan melibatkan masyarakat, tokoh agama, serta perangkat desa. Kolaborasi ini tidak hanya menjadi wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama dalam mengembangkan tradisi keislaman yang telah mengakar kuat di tengah kehidupan desa. Pagi yang Penuh Harap: Menanam Nilai Sejak Dini Sejak pagi hari, suasana Desa Sidorejo telah terasa berbeda. Anak-anak, orang tua, dan para undangan mulai berdatangan dengan wajah penuh antusias. Rangkaian acara pagi dibuka secara resmi dengan penuh khidmat, menandai dimulainya peringatan Isra Mi'raj sebagai momentum refleksi spiritual dan pendidikan keagamaan. Foto Dokumentasi Pendaftaran Lomba Sambutan-sambutan yang disampaikan menjadi pengantar makna, mengajak hadirin untuk tidak memandang Isra Mi'raj sebagai cerita yang jauh dari realitas, melainkan sebagai sumber nilai yang relevan bagi kehidupan sehari-hari. Nilai ketaatan, kedisiplinan shalat, serta kesadaran akan hubungan vertikal dan horizontal manusia menjadi pesan utama yang ditekankan. Suasana religius semakin menguat saat ayat suci Al-Qur'an dilantunkan. Bacaan Al-Qur'an tidak hanya membuka acara secara simbolik, tetapi juga menegaskan bahwa setiap kegiatan keislaman harus berpijak pada wahyu sebagai sumber utama nilai dan pedoman hidup. Foto Dokumentasi Pembukaan dan Sambutan-sambutan Menariknya, kegiatan pagi tidak berhenti pada aspek ritual semata. Penampilan Tari Gunung Jati turut dihadirkan sebagai bentuk ekspresi budaya yang selaras dengan nilai religius. Tarian ini menjadi simbol bahwa Islam tidak meniadakan budaya lokal, melainkan memuliakannya selama tetap berada dalam koridor adab dan nilai kebaikan. Foto Dokumentasi Penampilan Tari Gunung Jati Setelah itu, peserta lomba mendapatkan briefing lomba sebagai bagian dari edukasi dan pembinaan. Agenda berlanjut dengan pelaksanaan lomba yang ditujukan bagi anak-anak, yakni lomba mewarnai, Adzan dan hafalan surat-surat pendek Al-Qur'an. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mencintai Al-Qur'an dan Isra Mi'raj dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan sesuai dengan dunia mereka. Hafalan bukan hanya soal ingatan, tetapi tentang menanamkan ayat-ayat Allah di hati sejak dini. Foto Dokumentasi Kegiatan Lomba Mewarnai Foto Dokumentasi Kegiatan Lomba Adzan Foto Dokumentasi Lomba Hafalan Surat-surat Pendek Malam Puncak Spiritualitas: Refleksi dan Doa Bersama Ketika malam tiba, rangkaian acara berlanjut dengan suasana yang lebih khusyuk dan reflektif. Agenda malam diawali dengan pengumuman pemenang lomba serta pembagian hadiah sebagai bentuk apresiasi atas usaha, keberanian, dan semangat belajar para peserta. Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi agar anak-anak terus tumbuh dalam kecintaan terhadap ilmu dan Al-Qur'an. Foto Dokumentasi Pengumuman dan Pembagian Hadiah Kepada Peserta Lomba Nuansa spiritual semakin terasa dengan penampilan hadrah, yang menghadirkan lantunan shalawat dan pujian kepada Rasulullah . Irama hadrah tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana dzikir kolektif yang menyatukan hati jamaah dalam kecintaan kepada Nabi Muhammad . Foto Dokumentasi Penampilan Hadroh Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Sidorejo, yang menegaskan pentingnya menjaga tradisi keagamaan sebagai pondasi moral dan sosial masyarakat desa. Dalam sambutannya, ditekankan bahwa kegiatan keagamaan seperti Isra Mi'raj bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sarana membangun karakter masyarakat yang beriman, berakhlak, dan beradab. Foto Dokumentasi Sambutan Bapak Kepada Desa Sidorejo Puncak acara diisi dengan ceramah agama oleh Kyai Haji Muhammad Yakub Ridwan. Dalam tausiyahnya, beliau menguraikan makna Isra Mi'raj sebagai perjalanan spiritual yang sarat hikmah. Shalat ditegaskan sebagai hadiah langsung dari Allah kepada Rasulullah dan umatnya dimana ibadah yang tidak boleh dipandang ringan, karena di sanalah letak kualitas iman seorang Muslim. Ceramah disampaikan dengan bahasa yang menyejukkan, humoris, dan menyentuh realitas kehidupan masyarakat. Rangkaian acara ditutup dengan doa penutup yang juga dipimpin oleh Kyai Haji Muhammad Yakub Ridwan. Dalam keheningan doa, seluruh hadirin menundukkan hati, memohon keberkahan, keselamatan, serta keteguhan iman bagi diri, keluarga, dan Desa Sidorejo secara keseluruhan. Foto Dokumentasi Ceramah Sekaligus Doa Penutupan Rangkaian Acara Merawat Tradisi, Menatap Masa Depan Peringatan Isra Mi'raj di Desa Sidorejo ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai keislaman dapat terus hidup melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat. Dengan menghargai tradisi masa lalu, namun tetap menghadirkan pendekatan edukatif dan kontekstual, kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan nilai iman yang tidak hanya dirayakan, tetapi juga diamalkan. Lebih dari sekadar acara, Isra Mi'raj ini menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju Allah selalu dimulai dari kesadaran diri, ketaatan dalam shalat, serta komitmen menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah perjalanan yang mungkin tidak setinggi Sidratul Muntaha, namun bermakna dalam setiap langkah kehidupan. Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI HALAMAN : 1 2 LIHAT SEMUA Lihat Edu Selengkapnya KAMU PASTI SUKA! Menjaga Batas Dana Publik Desa Galeri Seni di Stasiun Kayu Yufuin Mengekstrateritorialkan Tanggung Jawab: Kerangka Liability Domestik Negara Asal bagi Perusahaan Multinasional Beroperasi di Wilayah Pelanggaran Hukum KONTEN SPONSOR Mata Anda akan Melihat 100% tanpa Operasi! Catat Resepnya Siapa yang Menderita Diabetes Baca Segera sebelum Dihapus Sakit Lutut & Sendi akan Hilang jika Anda Lakukan Ini Tiap Pagi Jika Sendi, Lutut, dan Paha Anda Terasa Sakit, Baca Ini! BERI NILAI Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini? AKTUAL BERMANFAAT INSPIRATIF MENARIK MENGHIBUR UNIK Belum ada penilaian. Jadilah yang pertama untuk memberikan penilaian! BERI KOMENTAR Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE KIRIM Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar! Tag: kkm islam isra miraj humaniora pendidikan RESPONS : 0 POPULERREKOMENDASI 1 Mari Mencoba Tampilan Baru Kompasiana! Kompasiana Dibaca 467 2 Perubahan Tarawih 23 Menjadi 13 Rakaat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Merza Gamal Dibaca 210 3 Dehumanisasi Manusia Papua Akibat Ketimpangan Pendidikan Dalam Perspektif John Dewey dan Paulo Freire unepanus katpum Dibaca 202 4 OSIS SMA Negeri 1 Kamal Sukses Gelar Pensi Bertema Pusaka in Our Memories Muhammad Hilmi D. S Dibaca 188 5 Drama Belum Usai, Bahar Smith Tersangka Lagi Fahruddin Fitriya Dibaca 177 Selengkapnya NILAI TERTINGGI Drama Belum Usai, Bahar Smith Tersangka Lagi Fahruddin Fitriya Mari Mencoba Tampilan Baru Kompasiana! Kompasiana Gunung Es Bernama Media Sosial Noer Ashari Pastikan Tempat Potong Rambut Yang Cocok Tidak Satu Tempat Saja, Mengapa ? Buyung Nurman TERBARU Mahasiswa Kliah Kerja Nyata (KKN) UNHAS Melaksanakan Kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Sampah Plastik Berbasis Kerajinan di SDN 47 Parepare fathur rachman alamsyah 0 Pustaka Devata Jelaskan Perbedaan ISBN dan e-ISBN dalam Tata Kelola Publikasi billa 0 Workshop Kreasi Pot Tanaman dari Limbah Botol dan Galon untuk Ibu-Ibu PKK guna Menginternalisasi Konsep Economy Circular M GhanaWM 0 Jemaah Haji Kloter 6 Asal Kepulauan Nias Ikuti Bimbingan Manasik Haji Perdana Kemenhaj Sibolga 2 Jemaah Haji Kloter 6 Asal Kepulauan Nias Ikuti Bimbingan Manasik Haji Perdana A R Atmaja 0 ARTIKEL UTAMA Puisi: Sebelum Pelangi Datang Teguh Prasetiyo 115 Ketika Pandji Pragiwaksono Menjalani Sanksi Adat di Toraja Yulius Roma Patandean 240 Cocok-cocokan Itu Nyata, Bahkan untuk Urusan Rambut Akbar Aridani Setiawan 150 Kemesraan Terpajang di Ruang Maya, Pelajari Rambu-Rambunya agar Aman Sentosa Heni Hikmayani Fauzia 170 Pesona Sepur Palsu di Kampung Suryatmajan Kota Yogyakarta Agustina Purwantini 108 TENTANG KOMPASIANA SYARAT DAN KETENTUAN FAQ KOMPASIANA TUTORIAL PRIVACY & POLICY BANTUAN Penghargaan dan Sertifikat: Untuk pengajuan iklan dan kerja sama bisa menghubungi: kerjasama@kompasiana.com Kunjungi Mediakit Kompasiana di sini Programmatic partnership programmatic.team@kgmedia.id K-Rewards Infinite Kilas Balik Narativ The Series Ramadan © 2026 KOMPASIANA.COM. A SUBSIDIARY OF KG MEDIA. ALL RIGHTS RESERVED NULIS 0 0 x Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Meneladani Perjalanan Agung Rasulullah: Peringatan Isra Mi'raj di Desa Sidorejo", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/bintangpratama3365/6978c532ed64153c142821c3/meneladani-perjalanan-agung-rasulullah-peringatan-isra-mi-raj-di-desa-sidorejo?page=all#goog_rewarded Kreator: Bintang Pratama Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
MUHAMMAD FAKHRIZA ALVIANUR
Kegiatan Islamic Womenpreneurship: Perempuan Hebat dan Berdampak dilaksanakan pada pukul 18.30 WIB hingga 20.30 WIB. Acara dimulai dengan registrasi dan absensi peserta pada pukul 18.30 WIB. Setelah seluruh peserta hadir, kegiatan dibuka oleh MC pada pukul 18.40 WIB dan dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai bentuk permohonan kelancaran kegiatan. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua KKM 40, perwakilan Republik Gubuk, serta perwakilan Karang Taruna sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan. Memasuki acara inti, narasumber menyampaikan materi Islamic Womenpreneurship: Perempuan Hebat dan Berdampak yang membahas peran perempuan dalam membangun kemandirian dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Acara ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan.
LALU HAIRUL UMAM
Pembukaan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang oleh Kelompok 12 Bhavanaloka dilaksanakan pada 23 Desember 2025 di Aula Kantor Balai Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya secara resmi proses pengabdian mahasiswa di tengah kehidupan masyarakat desa. Suasana pembukaan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat kebersamaan serta kesiapan untuk membangun kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam pelaksanaan program KKM. Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Desa Sidorejo beserta seluruh perangkat desa, serta Dosen Pembimbing Lapangan dari Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan sambutan yang baik dan sikap terbuka dari pemerintah desa terhadap pelaksanaan KKM di Desa Sidorejo. Dalam sambutannya, pihak desa menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran mahasiswa, sekaligus menaruh harapan agar selama pelaksanaan KKM terjalin komunikasi yang harmonis serta kemampuan mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat. Kuliah Kerja Mahasiswa merupakan wujud implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKM, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga belajar memahami realitas sosial secara langsung. Proses ini menjadi ruang pembentukan karakter, agar mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, empati, dan kepekaan terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Aspek pengabdian kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam pelaksanaan KKM Kelompok 12 Bhavanaloka. Pengabdian tersebut diwujudkan melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti pendampingan pendidikan, kegiatan keagamaan, aktivitas sosial kemasyarakatan, serta program pemberdayaan lingkungan di Desa Sidorejo. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu berbagi ilmu dan pengalaman akademik, sekaligus belajar dari kearifan lokal yang telah tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat desa. Melalui pelaksanaan KKM ini, mahasiswa Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Kontribusi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui program kerja yang bersifat fisik, tetapi juga melalui gagasan, sikap, serta kehadiran yang membawa manfaat dan inspirasi bagi masyarakat. Dengan terjalinnya sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga setempat, KKM diharapkan menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi semua pihak.
HERIANI
Pada Selasa, 24 Desember 2025, pukul 15.30 WIB, telah dilaksanakan kegiatan Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Satvasevana 125yang bertempat di Masjid Nurul Jihad, Villa Bukit Tidar. Kegiatan ini menjadi awal resmi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat selama masa KKM berlangsung. Peserta KKM Satvasevana 125 berasal dari dua fakultas, yaitu Fakultas Syariah dan Fakultas Psikologi. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam kegiatan kemasjidan dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Acara dibuka oleh MC Abdul Kai dan Silvi, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh saudari Heriani, menciptakan suasana yang khidmat dan penuh keberkahan. Selanjutnya, Ketua Kelompok KKM Satvasevana 125, saudara Naufal Wahib, menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih atas izin dan sambutan hangat dari pihak takmir masjid serta masyarakat. Ia juga menyampaikan gambaran umum program kerja yang akan dilaksanakan serta memohon doa dan dukungan agar seluruh kegiatan KKM dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Abul Ma’ali. Dalam sambutannya, beliau secara resmi menyerahkan mahasiswa KKM kepada pihak takmir masjid, Ketua RW, dan Ketua RT. Beliau menyampaikan permohonan izin dengan ungkapan khas Jawa, “Kulo nuwon menitipkan anak-anak untuk melakukan pengabdian Kuliah Kerja Mahasiswa”, serta berharap mahasiswa dapat meramaikan masjid dan memberikan kontribusi positif dengan ide-ide segar yang dimiliki. Bapak Abul Ma’ali juga berpesan agar mahasiswa siap menerima teguran jika melakukan kesalahan, demi terciptanya pengabdian yang bermanfaat dan harmonis. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Takmir Masjid Nurul Jihad, Bapak Hasan. Beliau mengucapkan selamat datang kepada 12 mahasiswa KKM, yang terdiri dari 8 mahasiswa perempuan dan 4 mahasiswa laki-laki. Dalam sambutannya, Bapak Hasan menyampaikan bahwa kegiatan KKM di masjid ini merupakan pengalaman pertama, karena biasanya KKM dilakukan di desa atau kampung. Beliau menjelaskan kondisi masjid yang saat ini masih dalam tahap renovasi akibat robohnya kubah masjid, yang sempat membatasi berbagai kegiatan. Meski demikian, sebelumnya Masjid Nurul Jihad dikenal sebagai pusat kegiatan masyarakat yang aktif dan kolaboratif antara RT dan RW. Beliau juga menjelaskan sedikit tentang program Family Corner yang bekerja sama dengan Masjid Nurul Jihad, serta fasilitas masjid yang dapat dimanfaatkan mahasiswa, seperti lantai 2 dan 3 untuk kegiatan TPQ dan mengaji, serta ruang baca dengan koleksi buku. Dengan suasana santai, Bapak Hasan berpesan agar mahasiswa tidak sungkan untuk menyampaikan kebutuhan dan berbaur dengan masyarakat. Bahkan beliau sempat berseloroh bahwa semakin mengenal masyarakat, semakin mudah pula menjalin kebersamaan. Ketua RT 08 menyampaikan bahwa wilayah ini memiliki kegiatan rutin seperti Jum’at Berkah, dengan jamaah yang sangat antusias. Mahasiswa, khususnya mahasiswi, diharapkan dapat membantu dalam pembagian makanan bersama ibu-ibu setelah salat Jumat. Beliau menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang baik selama KKM berlangsung. Sementara itu, Ketua RW menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak UIN Maulana Malik Ibrahim Malang atas pengiriman mahasiswa KKM ke wilayah tersebut. Beliau berharap mahasiswa dapat menjadi kepanjangan tangan takmir masjid, membantu kegiatan kemasjidan dan Family Corner, serta aktif berbaur dalam kegiatan sosial masyarakat. Pesan penting yang disampaikan adalah agar mahasiswa tidak bersikap eksklusif, melainkan mau turun langsung ke lapangan, berbaur, dan terlibat dalam setiap kegiatan kemasyarakatan. Kegiatan pembukaan KKM Satvasevana 125 berlangsung dengan lancar dan penuh kehangatan. Acara ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk menjalankan pengabdian dengan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata bagi Masjid Nurul Jihad serta masyarakat Villa Bukit Tidar. Semoga seluruh rangkaian KKM Satvasevana 125 dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak.
NIRMAYA LURUH PUTRI PAMULATSIH
Kelompok KKM 262 PSGAD UIN Malang melakukan kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) pada 21-27 Januari 2026. Kegiatan ini sebagai bentuk keterlibatan mahasiswa KKM dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak melalui penguatan akses informasi layanan PPA di Kecamatan Pakis dan Tumpang. Pemindahan lokasi kantor UPTD PPA Kabupaten Malang ”yang terbilang baru” menjadi latar belakang kegiatan ini, karena sebelumnya berada di Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA bertujuan untuk mengenalkan layanan UPTD PPA DP3A Kabupaten Malang ke 13 sekolah di kecamatan Pakis dan Tumpang. Kegiatan ini sekaligus menjadikan sekolah sebagai sasaran utama pengenalan agar informasi tersebut dapat menjangkau seluruh warga sekolah apabila membutuhkan bantuan dari UPTD PPA DP3A Kabupaten Malang. Selain itu, kegiatan dimaksudkan untuk membuka akses rujukan bantuan jika sekolah membutuhkan bantuan oleh yang lebih profesional, sehingga pihak sekolah dan siswa memiliki alternatif layanan pendampingan di luar wewenang sekolah. Bentuk pelaksanaan pengenalan layanan UPTD PPA Kabupaten Malang dilakukan melalui pemberian 1 paket brosur dan pemasangan poster yang disesuaikan dengan jenjang sekolah. Satu paket brosur terdiri dari lima tema yang berbeda. brosur pertama memuat informasi dasar tentang jenis layanan UPTD PPA Kabupaten Malang, serta kontak pengaduan. Brosur kedua, mengenalkan BimWin yaitu aplikasi bimbingan pranikah digital yang dikembangkan sebagai transformasi dari bimbingan pernikahan yang sebelumnya dilakukan di Kantor Urusan Agama. Brosur ketiga berisi pesan edukatif untuk menguatkan peran perempuan melalui gerakan suara dan aksi perempuan pelopor. Brosur keempat mengenalkan fasilitas ruang laktasi (mom’s corner) beserta kegunaannya. Sementara brosur kelima memuat informasi tentang fasilitas ruang aman bermain untuk anak-anak. Selain brosur, mahasiswa KKM UIN Malang juga menyerahkan poster yang isi pesannya telah disesuaikan dengan jenjang sekolah antara SMP dan SMA. Isi poster tersebut juga beragam, mulai dari poster berisi motivasi, edukasi cara menghadapi perasaan cemas, bingung, meragukan diri sendiri dan hati terasa berat, pesan bahwa cerita setiap anak itu penting, hingga edukasi tentang perempuan berdaya sebagai pondasi bangsa. Poster dipasang di mading sekolah, sedangkan brosur diserahkan langsung kepada pihak sekolah untuk ditindaklanjuti agar informasinya dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga sekolah, baik siswa, guru, maupun karyawan. Salah satu sekolah yang dituju adalah SMPN 2 Pakis. Ibu Laily Nurfarida, S.E., selaku wakil kepala sekolah bagian kurikulum memberikan respon yang positif terhadap kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA DP3A Kabupaten Malang. Pihak sekolah menilai kegiatan ini bermanfaat karena sebelumnya belum mengetahui secara pasti lokasi kantor UPTD PPA serta mengalami kesulitan mencari pemateri untuk edukasi materi perlindungan anak. Pihak SMPN 2 Pakis menyambut baik kegiatan penyebaran poster dan brosur, beliau menyatakan, ”Kalau saya sangat positif sekali alhamdulillah, karena kita juga nggak tahu adanya kantor tersebut disini, padahal itu dekat sekali dengan kita. Jadi dengan menginformasikan layanan kantor ini kan kita tahu, oh ternyata sekarang sudah dekat. Ketika ada apa-apa kita bisa konsultasi juga…”. Pihak sekolah SMPN 2 Pakis juga menyampaikan harapannya terhadap layanan UPTD PPA Kabupaten Malang agar dapat mengadakan edukasi via online, beliau menyatakan “Mungkin misalkan pihak UPT PPA DP3A Kabupaten Malang memiliki situs, nanti bisa memberikan edukasi-edukasi terkait kekerasan secara online. Kebetulan kan siswa sulit lepas dari hp, sehingga anak-anak bisa melihat melalui situs atau media sosial tersebut. Sehingga anak-anak menyadari apakah perilakunya termasuk perundungan dan sebagainya”. Respon positif juga disampaikan oleh pihak SMAN 1 Tumpang. Pihak sekolah menilai informasi layanan UPTD PPA Kabupaten Malang merupakan hal yang berharga dan relevan dengan kondisi sekolah, mengingat mayoritas siswa di SMAN 1 Tumpang adalah perempuan. Pihak SMAN 1 Tumpang menyampaikan, “Terima kasih yaa, saya pastikan ini sesuatu yang sangat berharga bagi kami. Dengan adanya informasi seperti ini, setidaknya kami dari sekolah bisa banyak belajar terkait pemberdayaan perempuan. Bagaimanapun juga siswa kami mayoritas adalah perempuan, sehingga dari sini kami bisa belajar bagaimana mengantisipasi dan menentukan langkah yang seharusnya dilakukan. Judulnya di sini sudah jelas, bukan hanya tentang menjadi perempuan, tetapi bagaimana berusaha menjadi perempuan yang tangguh. Tangguh itu pemahamannya luas. Saya membaca sepintas, tetapi sudah menarik dan justru menimbulkan banyak pertanyaan”. Lebih lanjut, pihak sekolah juga menyampaikan rencana tindak lanjut setelah diterimanya informasi tersebut, salah satunya dengan menghadirkan pemateri yang relevan dengan perlindungan perempuan dan anak sesuai dengan kondisi siswa. “Sepintas saya justru ingin mendatangkan pemateri. Materinya nanti bisa disesuaikan dengan kondisi siswa, karena ada banyak hal terkait perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak-anak yang perlu disampaikan di sekolah ini”. Kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA Kabupaten Malang ini menjadi pengalaman belajar bagi mahasiswa KKM PSGAD 262 UIN Malang dalam memahami pentingnya peran sederhana di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga belajar melihat secara langsung bagaimana isu perlindungan perempuan dan anak direspons oleh lingkungan sekolah. Respons positif dari pihak sekolah dalam bentuk ketertarikan untuk mempelajari lebih lanjut layanan UPTD PPA serta harapan akan adanya tindak lanjut edukasi, menunjukkan bahwa informasi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan sekolah. Bagi mahasiswa, pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa kontribusi kecil seperti memperkenalkan layanan dan membuka jalur komunikasi dapat menjadi langkah awal yang bermakna dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak.
MAULA DAWILAH
Dusun Sukamade, yang terletak di Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, merupakan desa terpencil didalam kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Terkenal sebagai habitat penyu, dusun ini menawarkan pengalaman ekowisata konservasi penyu dan petualangan alam yang terisolasi tanpa sinyal telepon. Akses menuju dusun ini pun ekstrem, membutuhkan kendaraan 4x4, dan melintasi sungai. Ekonomi di Dusun Sukamade bertumpu pada kombinasi unik antara ekowisata berbasis konversi dan pertanian/perkebunan. Meskipun Dusun ini terpencil namun potensi alam yang dimiliki tinggi. Upaya penguatan ekonomi masyarakat terus dilakukan di Dusun Sukamade, Desa Sarongan, Banyuwangi, kawasan yang berada dalam lingkup Taman Nasional Meru Betiri. Senin malam, pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar sosialisasi UMKM yang bertempat di ruang kelas SMPN 3 Pesanggaran Satu Atap. Kegiatan ini dihadiri oleh pelaku UMKM setempat dengan latar belakang usaha yang beragam, mulai dari sektor pariwisata hingga produksi hasil kebun. Sosialisasi ini melibatkan Dosen Pendamping Lapangan, Ryan Basith Fasih Khan, SE., MM, sebagai narasumber, Kepala Dusun Sukamade Bapak Fery, serta warga yang selama ini menjalankan usaha mandiri. Meski dilaksanakan pada malam hari, kegiatan berlangsung dengan suasana hangat dan partisipatif. Warga tampak antusias mengikuti diskusi yang membahas peluang pengembangan usaha di tengah keterbatasan wilayah. Peserta sosialisasi berasal dari berbagai sektor UMKM lokal. Beberapa di antaranya merupakan pelaku usaha wisata pelepasan penyu, penjual aksesori bertema penyu, produsen kerupuk pakis, warung setempat serta warga yang bergerak di bidang perkebunan seperti kopi dan karet. Ragam usaha ini menunjukkan bahwa Sukamade memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama karena dikenal sebagai kawasan wisata alam yang menarik wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara. Dalam diskusi juga mengungkap masalah lain yang cukup krusial. Sebagian besar warga Sukamade terikat dengan PT Sukamade Baru sebagai pengelola lahan. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya ruang gerak warga dalam mengelola dan menjual hasil bumi mereka. Ketika produk perkebunan siap dijual, warga kerap terikat dengan harga yang ditentukan tengkulak, sehingga posisi tawar pelaku UMKM menjadi sangat lemah. Secara analitis, kondisi ini menunjukkan bahwa persoalan UMKM di Sukamade tidak hanya berkaitan dengan kemampuan produksi, tetapi juga struktur ekonomi yang membatasi kemandirian warga. Tanpa akses pasar yang terbuka dan kelembagaan ekonomi yang kuat, potensi UMKM sulit berkembang secara optimal. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penguatan UMKM di Sukamade membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Tidak hanya soal infrastruktur dan pasar, tetapi juga soal membangun semangat dan kepercayaan diri warga untuk mengembangkan usaha mereka. Sosialisasi UMKM ini menjadi langkah awal untuk membuka ruang dialog dan merumuskan solusi bersama, agar potensi ekonomi Sukamade dapat tumbuh seiring dengan keberlanjutan wilayahnya sebagai kawasan wisata alam.