RIZQI NURFADILAH KHOIRINA
Kraksaan, Probolinggo --- Maliki Islamic University - KKM Unggulan PSGA 265 UIN Malang menggelar sosialisasi bertajuk "Kenali, Cegah, Hentikan Bullying - Sekolah Ramah Bebas Bullying" di aula SMKN 1 Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, pada Jumat, 9 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung selama 2,5 jam ini melibatkan 79 siswa kelas X dengan fokus pada pengenalan bullying, regulasi emosi, hingga role play interaktif yang membuat siswa memahami dampak perundungan dan bersama-sama berkomitmen untuk mencegahnya. Pengenalan Bullying dan Dampak Psikologis Ahmad Hafizi, S.Psi. M.Psi, Konselor Puspaga Kabupaten Probolinggo, menjadi pemateri pertama yang menjelaskan mengenai pengertian bullying, jenis-jenisnya (verbal, fisik, sosial, dan cyber), serta dampak serius perundungan terhadap kesehatan mental siswa. Para siswa mendengarkan dengan penuh perhatian dan mencatat poin-poin penting yang disampaikan. "Ejekan kecil ternyata bisa menghancurkan mental seseorang," ungkap salah satu siswa. Games "Jeruk Juruk" Cairkan Suasana! Setelah sesi materi yang serius, kegiatan dilanjutkan dengan ice breaking interaktif. Instruktur memimpin permainan "Jeruk Juruk Salak Selak" di mana siswa harus melompat sesuai instruksi: "Jeruk" lompat ke depan, "Juruk" ke belakang, "Salak" ke kanan, dan "Selak" ke kiri. Suasana aula menjadi penuh tawa dan semangat. Siswa laki-laki dan perempuan kompak mengikuti permainan dengan antusias, menghilangkan rasa canggung di antara mereka. "Paling seru! Capek dikit tidak masalah!" seru salah satu siswa sambil tertawa Abror & Nina: “Masa Depan Cerah Tanpa Bullying” Abror dan Nina, mahasiswa UIN Malang yang tergabung dalam kelompok KKM, membawakan materi kedua mengenai pentingnya menggapai masa depan dan ajakan melanjutkan pendidikan ke jenjang kuliah. Abror menekankan bahwa SMK bukanlah akhir dari perjalanan pendidikan. "Kalian dapat melanjutkan kuliah dan memiliki karir cemerlang. Namun, jika berada dalam lingkungan yang tidak sehat seperti adanya bullying, hal tersebut dapat merusak fokus dan kesehatan mental," jelasnya. Nina menambahkan pentingnya menciptakan lingkungan positif sejak dini untuk menghindari trauma jangka panjang. Para siswa tampak antusias dan mengajukan berbagai pertanyaan seputar jurusan kuliah serta peluang beasiswa. Eksperimen Kacamata Perspektif: Cerah vs Gelap Ranti Sagita, S.Psi. M.Psi, Konselor Puspaga, memimpin sesi paling unik dalam kegiatan ini, yaitu role play perspektif menggunakan kacamata. Dua siswa ditunjuk untuk memakai kacamata dengan lensa berbeda: satu dengan lensa cerah (terang) dan satu lagi dengan lensa gelap (hitam). Bu Ranti menampilkan skenario bullying di mana seorang teman diejek karena alasan tertentu. Kepada siswa berkacamata cerah, Bu Ranti bertanya, "Apa yang kamu lihat?" Siswa tersebut menjawab, "Saya melihat teman-teman dengan jelas. Semua terlihat terang. Jika ada teman yang diejek, saya akan menghiburnya." Giliran siswa berkacamata gelap, ia menjawab, "Yang saya lihat hanya kegelapan. Tidak terlihat apa-apa. Jadi jika ada teman yang diejek, saya tidak bisa membantu karena takut terjadi sesuatu." Aula menjadi hening. "Ini adalah perbedaan perspektif," tegas Bu Ranti. "Perspektif gelap membuat kita takut dan pasif. Perspektif cerah membuat kita berani dan menjadi bagian dari solusi." Siswa bertepuk tangan dan banyak yang mengangguk paham. Sesi tanya jawab berlanjut dengan partisipasi aktif dari siswa perempuan, sementara siswa laki-laki yang awalnya malu mulai berani berbicara. "Saya ingin menjadi yang berkacamata cerah," ujar salah satu siswa Komitmen Tertulis di Sticky Notes Anti-Bullying Acara ditutup dengan pembagian sertifikat kepada para pemateri. Yang paling berkesan adalah sesi Papan Sticky Notes Anti-Bullying, di mana seluruh 79 siswa menuliskan janji "Saya berjanji tidak akan melakukan bullying" pada sticky note dan menempelkannya di papan besar. Papan tersebut akan dipajang di sekolah sebagai pengingat harian bagi seluruh siswa. Mengapa Sosialisasi Ini Mendesak? Observasi oleh KKM Unggulan PSGA 265 menemukan kasus bullying antarsiswa yang dipicu oleh faktor sosial-psikologis seperti isolasi sosial, perilaku mencari perhatian (caper), dan rasa tidak percaya diri (insecurity). Data menunjukkan bahwa kasus bullying di Probolinggo cukup tinggi. SMKN 4 Kota Probolinggo pernah mencatat 15 siswa menjadi korban bullying pada tahun 2022. Sekolah Berkomitmen Lanjutan Guru Bimbingan dan Konseling SMKN 1 Kraksaan menyatakan akan membentuk Klub OSIS Anti-Bullying untuk melakukan monitoring berkelanjutan. Wali Kelas X menambahkan bahwa pendekatan games sangat efektif, terutama untuk siswa laki-laki yang cenderung pemalu. "Saya akan melanjutkan dengan aktivitas kompetitif serupa," ujarnya. Tim KKM menyarankan agar sosialisasi serupa dilakukan secara rutin setiap semester. Kolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo juga direkomendasikan untuk memperluas program ke SMK lain di wilayah tersebut. "Untuk periode berikutnya, dapat ditambahkan pretest dan posttest agar terdapat data kuantitatif yang lebih terukur," tutup Pak Ahmad. Created by: Muhammad Abror Taqiyyuddin & Rizqi Nurfadilah Khoirina
RENANDA NAJWA QURROTUL`AINI
Kesehatan merupakan fondasi utama bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat. Tanpa kondisi fisik yang layak, aktivitas sosial, pendidikan, dan ibadah akan berjalan pincang. Kesadaran inilah yang melatarbelakangi keterlibatan mahasiswa Kelompok KKM 12 Bhavanaloka Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang) dalam kegiatan pendampingan Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) Sidorejo pada 6 Januari 2025. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan mahasiswa terhadap layanan kesehatan dasar yang ada di desa. Poskesdes, sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat, memegang peran strategis dalam mendeteksi, mencegah, dan menangani persoalan kesehatan warga. Kehadiran mahasiswa diharapkan mampu membantu meringankan beban tenaga kesehatan sekaligus memperkuat pelayanan yang bersifat promotif dan preventif. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa terlibat langsung dalam berbagai aktivitas Poskesdes, mulai dari membantu proses administrasi, mendampingi pelayanan masyarakat, hingga berinteraksi dengan warga yang datang untuk memperoleh layanan kesehatan. Interaksi ini membuka ruang pembelajaran yang nyata, di mana mahasiswa dihadapkan pada dinamika kesehatan masyarakat desa yang tidak selalu terlihat dalam kajian teoritis. Lebih jauh, kegiatan pendampingan Poskesdes menjadi refleksi penting tentang makna pengabdian yang utuh. Islam memandang menjaga kesehatan sebagai bagian dari menjaga amanah kehidupan. Oleh karena itu, keterlibatan mahasiswa dalam layanan kesehatan bukan sekadar aktivitas teknis, melainkan wujud tanggung jawab moral dan sosial terhadap keberlangsungan hidup masyarakat. Melalui kegiatan pendampingan Poskesdes ini, mahasiswa Kelompok 12 Bhavanaloka berharap dapat menumbuhkan kesadaran bersama bahwa kesehatan adalah tanggung jawab kolektif. Pengabdian semacam ini menjadi bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa sebagai insan akademik yang tidak hanya berilmu, tetapi juga peka terhadap kebutuhan nyata masyarakat.
GUSTI FADHILAH ROSYDA
Isra Mi'raj bukan sekadar peristiwa sejarah yang dihafal dari lembaran kitab sirah, melainkan perjalanan agung yang terus hidup dalam kesadaran umat Islam lintas generasi. Ini merupakan kisah tentang iman yang diuji, ketaatan yang dimuliakan, dan shalat yang ditetapkan sebagai tiang kehidupan. Kesadaran inilah yang coba dihidupkan kembali dalam peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad yang diselenggarakan di Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, pada Ahad, 18 Januari 2026, bertepatan dengan 29 Rajab 1447 Hijriah. Kegiatan ini diprakarsai oleh Kelompok KKM 12 Bhavanaloka UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berkolaborasi dengan Kelompok KKM 51 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan melibatkan masyarakat, tokoh agama, serta perangkat desa. Kolaborasi ini tidak hanya menjadi wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama dalam mengembangkan tradisi keislaman yang telah mengakar kuat di tengah kehidupan desa. Pagi yang Penuh Harap: Menanam Nilai Sejak Dini Sejak pagi hari, suasana Desa Sidorejo telah terasa berbeda. Anak-anak, orang tua, dan para undangan mulai berdatangan dengan wajah penuh antusias. Rangkaian acara pagi dibuka secara resmi dengan penuh khidmat, menandai dimulainya peringatan Isra Mi'raj sebagai momentum refleksi spiritual dan pendidikan keagamaan. Foto Dokumentasi Pendaftaran Lomba Sambutan-sambutan yang disampaikan menjadi pengantar makna, mengajak hadirin untuk tidak memandang Isra Mi'raj sebagai cerita yang jauh dari realitas, melainkan sebagai sumber nilai yang relevan bagi kehidupan sehari-hari. Nilai ketaatan, kedisiplinan shalat, serta kesadaran akan hubungan vertikal dan horizontal manusia menjadi pesan utama yang ditekankan. Suasana religius semakin menguat saat ayat suci Al-Qur'an dilantunkan. Bacaan Al-Qur'an tidak hanya membuka acara secara simbolik, tetapi juga menegaskan bahwa setiap kegiatan keislaman harus berpijak pada wahyu sebagai sumber utama nilai dan pedoman hidup. Foto Dokumentasi Pembukaan dan Sambutan-sambutan Menariknya, kegiatan pagi tidak berhenti pada aspek ritual semata. Penampilan Tari Gunung Jati turut dihadirkan sebagai bentuk ekspresi budaya yang selaras dengan nilai religius. Tarian ini menjadi simbol bahwa Islam tidak meniadakan budaya lokal, melainkan memuliakannya selama tetap berada dalam koridor adab dan nilai kebaikan. Foto Dokumentasi Penampilan Tari Gunung Jati Setelah itu, peserta lomba mendapatkan briefing lomba sebagai bagian dari edukasi dan pembinaan. Agenda berlanjut dengan pelaksanaan lomba yang ditujukan bagi anak-anak, yakni lomba mewarnai, Adzan dan hafalan surat-surat pendek Al-Qur'an. Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak mencintai Al-Qur'an dan Isra Mi'raj dengan cara yang menyenangkan, kreatif, dan sesuai dengan dunia mereka. Hafalan bukan hanya soal ingatan, tetapi tentang menanamkan ayat-ayat Allah di hati sejak dini. Foto Dokumentasi Kegiatan Lomba Mewarnai Foto Dokumentasi Kegiatan Lomba Adzan Foto Dokumentasi Lomba Hafalan Surat-surat Pendek Malam Puncak Spiritualitas: Refleksi dan Doa Bersama Ketika malam tiba, rangkaian acara berlanjut dengan suasana yang lebih khusyuk dan reflektif. Agenda malam diawali dengan pengumuman pemenang lomba serta pembagian hadiah sebagai bentuk apresiasi atas usaha, keberanian, dan semangat belajar para peserta. Penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi agar anak-anak terus tumbuh dalam kecintaan terhadap ilmu dan Al-Qur'an. Foto Dokumentasi Pengumuman dan Pembagian Hadiah Kepada Peserta Lomba Nuansa spiritual semakin terasa dengan penampilan hadrah, yang menghadirkan lantunan shalawat dan pujian kepada Rasulullah . Irama hadrah tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana dzikir kolektif yang menyatukan hati jamaah dalam kecintaan kepada Nabi Muhammad . Foto Dokumentasi Penampilan Hadroh Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Sidorejo, yang menegaskan pentingnya menjaga tradisi keagamaan sebagai pondasi moral dan sosial masyarakat desa. Dalam sambutannya, ditekankan bahwa kegiatan keagamaan seperti Isra Mi'raj bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sarana membangun karakter masyarakat yang beriman, berakhlak, dan beradab. Foto Dokumentasi Sambutan Bapak Kepada Desa Sidorejo Puncak acara diisi dengan ceramah agama oleh Kyai Haji Muhammad Yakub Ridwan. Dalam tausiyahnya, beliau menguraikan makna Isra Mi'raj sebagai perjalanan spiritual yang sarat hikmah. Shalat ditegaskan sebagai hadiah langsung dari Allah kepada Rasulullah dan umatnya dimana ibadah yang tidak boleh dipandang ringan, karena di sanalah letak kualitas iman seorang Muslim. Ceramah disampaikan dengan bahasa yang menyejukkan, humoris, dan menyentuh realitas kehidupan masyarakat. Rangkaian acara ditutup dengan doa penutup yang juga dipimpin oleh Kyai Haji Muhammad Yakub Ridwan. Dalam keheningan doa, seluruh hadirin menundukkan hati, memohon keberkahan, keselamatan, serta keteguhan iman bagi diri, keluarga, dan Desa Sidorejo secara keseluruhan. Foto Dokumentasi Ceramah Sekaligus Doa Penutupan Rangkaian Acara Merawat Tradisi, Menatap Masa Depan Peringatan Isra Mi'raj di Desa Sidorejo ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai keislaman dapat terus hidup melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat. Dengan menghargai tradisi masa lalu, namun tetap menghadirkan pendekatan edukatif dan kontekstual, kegiatan ini diharapkan mampu menanamkan nilai iman yang tidak hanya dirayakan, tetapi juga diamalkan. Lebih dari sekadar acara, Isra Mi'raj ini menjadi pengingat bahwa perjalanan menuju Allah selalu dimulai dari kesadaran diri, ketaatan dalam shalat, serta komitmen menjaga akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Sebuah perjalanan yang mungkin tidak setinggi Sidratul Muntaha, namun bermakna dalam setiap langkah kehidupan. Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI HALAMAN : 1 2 LIHAT SEMUA Lihat Edu Selengkapnya KAMU PASTI SUKA! Menjaga Batas Dana Publik Desa Galeri Seni di Stasiun Kayu Yufuin Mengekstrateritorialkan Tanggung Jawab: Kerangka Liability Domestik Negara Asal bagi Perusahaan Multinasional Beroperasi di Wilayah Pelanggaran Hukum KONTEN SPONSOR Mata Anda akan Melihat 100% tanpa Operasi! Catat Resepnya Siapa yang Menderita Diabetes Baca Segera sebelum Dihapus Sakit Lutut & Sendi akan Hilang jika Anda Lakukan Ini Tiap Pagi Jika Sendi, Lutut, dan Paha Anda Terasa Sakit, Baca Ini! BERI NILAI Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini? AKTUAL BERMANFAAT INSPIRATIF MENARIK MENGHIBUR UNIK Belum ada penilaian. Jadilah yang pertama untuk memberikan penilaian! BERI KOMENTAR Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE KIRIM Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar! Tag: kkm islam isra miraj humaniora pendidikan RESPONS : 0 POPULERREKOMENDASI 1 Mari Mencoba Tampilan Baru Kompasiana! Kompasiana Dibaca 467 2 Perubahan Tarawih 23 Menjadi 13 Rakaat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Merza Gamal Dibaca 210 3 Dehumanisasi Manusia Papua Akibat Ketimpangan Pendidikan Dalam Perspektif John Dewey dan Paulo Freire unepanus katpum Dibaca 202 4 OSIS SMA Negeri 1 Kamal Sukses Gelar Pensi Bertema Pusaka in Our Memories Muhammad Hilmi D. S Dibaca 188 5 Drama Belum Usai, Bahar Smith Tersangka Lagi Fahruddin Fitriya Dibaca 177 Selengkapnya NILAI TERTINGGI Drama Belum Usai, Bahar Smith Tersangka Lagi Fahruddin Fitriya Mari Mencoba Tampilan Baru Kompasiana! Kompasiana Gunung Es Bernama Media Sosial Noer Ashari Pastikan Tempat Potong Rambut Yang Cocok Tidak Satu Tempat Saja, Mengapa ? Buyung Nurman TERBARU Mahasiswa Kliah Kerja Nyata (KKN) UNHAS Melaksanakan Kegiatan Pelatihan Pemanfaatan Sampah Plastik Berbasis Kerajinan di SDN 47 Parepare fathur rachman alamsyah 0 Pustaka Devata Jelaskan Perbedaan ISBN dan e-ISBN dalam Tata Kelola Publikasi billa 0 Workshop Kreasi Pot Tanaman dari Limbah Botol dan Galon untuk Ibu-Ibu PKK guna Menginternalisasi Konsep Economy Circular M GhanaWM 0 Jemaah Haji Kloter 6 Asal Kepulauan Nias Ikuti Bimbingan Manasik Haji Perdana Kemenhaj Sibolga 2 Jemaah Haji Kloter 6 Asal Kepulauan Nias Ikuti Bimbingan Manasik Haji Perdana A R Atmaja 0 ARTIKEL UTAMA Puisi: Sebelum Pelangi Datang Teguh Prasetiyo 115 Ketika Pandji Pragiwaksono Menjalani Sanksi Adat di Toraja Yulius Roma Patandean 240 Cocok-cocokan Itu Nyata, Bahkan untuk Urusan Rambut Akbar Aridani Setiawan 150 Kemesraan Terpajang di Ruang Maya, Pelajari Rambu-Rambunya agar Aman Sentosa Heni Hikmayani Fauzia 170 Pesona Sepur Palsu di Kampung Suryatmajan Kota Yogyakarta Agustina Purwantini 108 TENTANG KOMPASIANA SYARAT DAN KETENTUAN FAQ KOMPASIANA TUTORIAL PRIVACY & POLICY BANTUAN Penghargaan dan Sertifikat: Untuk pengajuan iklan dan kerja sama bisa menghubungi: kerjasama@kompasiana.com Kunjungi Mediakit Kompasiana di sini Programmatic partnership programmatic.team@kgmedia.id K-Rewards Infinite Kilas Balik Narativ The Series Ramadan © 2026 KOMPASIANA.COM. A SUBSIDIARY OF KG MEDIA. ALL RIGHTS RESERVED NULIS 0 0 x Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Meneladani Perjalanan Agung Rasulullah: Peringatan Isra Mi'raj di Desa Sidorejo", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/bintangpratama3365/6978c532ed64153c142821c3/meneladani-perjalanan-agung-rasulullah-peringatan-isra-mi-raj-di-desa-sidorejo?page=all#goog_rewarded Kreator: Bintang Pratama Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
MUHAMMAD FAKHRIZA ALVIANUR
Kegiatan Islamic Womenpreneurship: Perempuan Hebat dan Berdampak dilaksanakan pada pukul 18.30 WIB hingga 20.30 WIB. Acara dimulai dengan registrasi dan absensi peserta pada pukul 18.30 WIB. Setelah seluruh peserta hadir, kegiatan dibuka oleh MC pada pukul 18.40 WIB dan dilanjutkan dengan pembacaan doa sebagai bentuk permohonan kelancaran kegiatan. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua KKM 40, perwakilan Republik Gubuk, serta perwakilan Karang Taruna sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan. Memasuki acara inti, narasumber menyampaikan materi Islamic Womenpreneurship: Perempuan Hebat dan Berdampak yang membahas peran perempuan dalam membangun kemandirian dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung secara interaktif. Acara ditutup dengan doa bersama dan dilanjutkan dengan sesi dokumentasi sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan.
LALU HAIRUL UMAM
Pembukaan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang oleh Kelompok 12 Bhavanaloka dilaksanakan pada 23 Desember 2025 di Aula Kantor Balai Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya secara resmi proses pengabdian mahasiswa di tengah kehidupan masyarakat desa. Suasana pembukaan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan semangat kebersamaan serta kesiapan untuk membangun kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam pelaksanaan program KKM. Acara pembukaan dihadiri oleh Kepala Desa Sidorejo beserta seluruh perangkat desa, serta Dosen Pembimbing Lapangan dari Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan sambutan yang baik dan sikap terbuka dari pemerintah desa terhadap pelaksanaan KKM di Desa Sidorejo. Dalam sambutannya, pihak desa menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran mahasiswa, sekaligus menaruh harapan agar selama pelaksanaan KKM terjalin komunikasi yang harmonis serta kemampuan mahasiswa untuk menyesuaikan diri dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat. Kuliah Kerja Mahasiswa merupakan wujud implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan, serta pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKM, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan, tetapi juga belajar memahami realitas sosial secara langsung. Proses ini menjadi ruang pembentukan karakter, agar mahasiswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, empati, dan kepekaan terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat. Aspek pengabdian kepada masyarakat menjadi fokus utama dalam pelaksanaan KKM Kelompok 12 Bhavanaloka. Pengabdian tersebut diwujudkan melalui keterlibatan aktif mahasiswa dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, seperti pendampingan pendidikan, kegiatan keagamaan, aktivitas sosial kemasyarakatan, serta program pemberdayaan lingkungan di Desa Sidorejo. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu berbagi ilmu dan pengalaman akademik, sekaligus belajar dari kearifan lokal yang telah tumbuh dan mengakar dalam kehidupan masyarakat desa. Melalui pelaksanaan KKM ini, mahasiswa Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Desa Sidorejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Kontribusi tersebut tidak hanya diwujudkan melalui program kerja yang bersifat fisik, tetapi juga melalui gagasan, sikap, serta kehadiran yang membawa manfaat dan inspirasi bagi masyarakat. Dengan terjalinnya sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan warga setempat, KKM diharapkan menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna dan memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi semua pihak.
HERIANI
Pada Selasa, 24 Desember 2025, pukul 15.30 WIB, telah dilaksanakan kegiatan Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Satvasevana 125yang bertempat di Masjid Nurul Jihad, Villa Bukit Tidar. Kegiatan ini menjadi awal resmi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat selama masa KKM berlangsung. Peserta KKM Satvasevana 125 berasal dari dua fakultas, yaitu Fakultas Syariah dan Fakultas Psikologi. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam kegiatan kemasjidan dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Acara dibuka oleh MC Abdul Kai dan Silvi, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh saudari Heriani, menciptakan suasana yang khidmat dan penuh keberkahan. Selanjutnya, Ketua Kelompok KKM Satvasevana 125, saudara Naufal Wahib, menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, beliau mengucapkan terima kasih atas izin dan sambutan hangat dari pihak takmir masjid serta masyarakat. Ia juga menyampaikan gambaran umum program kerja yang akan dilaksanakan serta memohon doa dan dukungan agar seluruh kegiatan KKM dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Abul Ma’ali. Dalam sambutannya, beliau secara resmi menyerahkan mahasiswa KKM kepada pihak takmir masjid, Ketua RW, dan Ketua RT. Beliau menyampaikan permohonan izin dengan ungkapan khas Jawa, “Kulo nuwon menitipkan anak-anak untuk melakukan pengabdian Kuliah Kerja Mahasiswa”, serta berharap mahasiswa dapat meramaikan masjid dan memberikan kontribusi positif dengan ide-ide segar yang dimiliki. Bapak Abul Ma’ali juga berpesan agar mahasiswa siap menerima teguran jika melakukan kesalahan, demi terciptanya pengabdian yang bermanfaat dan harmonis. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Takmir Masjid Nurul Jihad, Bapak Hasan. Beliau mengucapkan selamat datang kepada 12 mahasiswa KKM, yang terdiri dari 8 mahasiswa perempuan dan 4 mahasiswa laki-laki. Dalam sambutannya, Bapak Hasan menyampaikan bahwa kegiatan KKM di masjid ini merupakan pengalaman pertama, karena biasanya KKM dilakukan di desa atau kampung. Beliau menjelaskan kondisi masjid yang saat ini masih dalam tahap renovasi akibat robohnya kubah masjid, yang sempat membatasi berbagai kegiatan. Meski demikian, sebelumnya Masjid Nurul Jihad dikenal sebagai pusat kegiatan masyarakat yang aktif dan kolaboratif antara RT dan RW. Beliau juga menjelaskan sedikit tentang program Family Corner yang bekerja sama dengan Masjid Nurul Jihad, serta fasilitas masjid yang dapat dimanfaatkan mahasiswa, seperti lantai 2 dan 3 untuk kegiatan TPQ dan mengaji, serta ruang baca dengan koleksi buku. Dengan suasana santai, Bapak Hasan berpesan agar mahasiswa tidak sungkan untuk menyampaikan kebutuhan dan berbaur dengan masyarakat. Bahkan beliau sempat berseloroh bahwa semakin mengenal masyarakat, semakin mudah pula menjalin kebersamaan. Ketua RT 08 menyampaikan bahwa wilayah ini memiliki kegiatan rutin seperti Jum’at Berkah, dengan jamaah yang sangat antusias. Mahasiswa, khususnya mahasiswi, diharapkan dapat membantu dalam pembagian makanan bersama ibu-ibu setelah salat Jumat. Beliau menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi yang baik selama KKM berlangsung. Sementara itu, Ketua RW menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pihak UIN Maulana Malik Ibrahim Malang atas pengiriman mahasiswa KKM ke wilayah tersebut. Beliau berharap mahasiswa dapat menjadi kepanjangan tangan takmir masjid, membantu kegiatan kemasjidan dan Family Corner, serta aktif berbaur dalam kegiatan sosial masyarakat. Pesan penting yang disampaikan adalah agar mahasiswa tidak bersikap eksklusif, melainkan mau turun langsung ke lapangan, berbaur, dan terlibat dalam setiap kegiatan kemasyarakatan. Kegiatan pembukaan KKM Satvasevana 125 berlangsung dengan lancar dan penuh kehangatan. Acara ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk menjalankan pengabdian dengan semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan kontribusi nyata bagi Masjid Nurul Jihad serta masyarakat Villa Bukit Tidar. Semoga seluruh rangkaian KKM Satvasevana 125 dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi semua pihak.