Thumbnail
2 months ago
Menanam Akhlak Mulia, Menghidupkan TPQ: Pendidikan Karakter di Era Digital\

KHARIS YULIANTO

Madin Soca Seganten merupakan TPQ atau pusat pembelajaran Al-Qur'an yang terletak di Desa Sumberdem, Wonosari. Tempat ini menjadi salah satu lembaga terbesar di desa berkat lokasinya yang strategis di pusat desa, sehingga menarik banyak siswa dan siswi untuk belajar Al-Qur'an. Selain itu, sistem pembelajaran yang terintegrasi—meliputi agama, sosial, dan budaya—menjadi daya tarik utama bagi orang tua menyekolahkan putra-putrinya di sini.   Dalam rangkaian program KKM, kami melakukan pengabdian selama sekitar 35 hari untuk mengajar dan berbagi pengalaman bersama santri Madin Soca Seganten. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi baru tentang pendidikan karakter di era digital kepada para santri. Selain itu, pengalaman ini juga memperkaya wawasan Kelompok KKM 73 UIN Malang mengenai cara mengajar yang relevan bagi anak usia 7–12 tahun.   Kegiatan ini diawali dengan perkenalan Kelompok KKM 73 UIN Malang kepada ustadz/ustadzah dan santri Madin Soca Seganten. Selanjutnya, para mahasiswa dibagi ke beberapa kelas untuk mengajar. Pada minggu pertama, yang bertepatan dengan musim ujian, kami ditugaskan mengawasi para santri selama pelaksanaan ujian.   Pada minggu kedua hingga ketiga, fokus pembelajaran beralih ke materi akhlak dan fiqih. Kami mengajarkan para santri tata cara berwudu, bertayamum, serta sholat yang benar dan khusyuk, dilengkapi dengan demonstrasi praktik langsung agar mudah dipahami anak usia dini. Selain itu, kami juga memberikan pelajaran tajwid Al-Qur'an secara bertahap—mulai dari makhraj huruf hingga qiro'ah yang fasih—sehingga santri Madin Soca Seganten mampu membaca Al-Qur'an dengan lancar, benar, dan penuh makna.   Sesuai tema kami, "Menanam Akhlak Mulia, Menghidupkan TPQ: Pendidikan Karakter di Era Digital", setiap sesi pembelajaran selalu diawali dan diselingi ice breaking. Strategi ini kami terapkan untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan, sehingga santri Madin Soca Seganten—usia 7–12 tahun—tidak merasa tertekan atau bosan. Ice breaking dan fun game ini memiliki tujuan ganda: menurunkan rasa jenuh, sekaligus melatih santri membedakan waktu serius belajar dengan momen bersenang-senang. Mengingat usia mereka yang masih aktif dan sering bercanda saat materi dijelaskan, pendekatan ini efektif mengarahkan energi mereka ke pembelajaran yang bermakna. Contohnya, kuis interaktif akhlak sehari-hari atau tebak-tebakan fiqih yang meriah, membuat transisi dari main ke serius jadi alami dan menyenangkan.   Melalui kegiatan ini, Madin Soca Seganten tidak hanya menjadi pusat pembelajaran Al-Qur'an, tetapi juga wadah holistik untuk pendidikan moral, sosial, dan budaya di Desa Sumberdem—menciptakan generasi santri yang berakhlak mulia sekaligus berwawasan lokal. Bagi Kelompok 73 UIN Malang, pengalaman ini merupakan pembelajaran tak ternilai yang tak pernah didapat di bangku kampus, karena kami belajar langsung dari dinamika nyata masyarakat pedesaan. Lebih dari itu, kegiatan ini mengajarkan esensi pengabdian sejati: bukan sekadar menyampaikan pelajaran, melainkan saling belajar, mendengar cerita santri, dan tumbuh bersama dalam proses transformasi karakter.

Thumbnail
2 months ago

UWAISI MUBAROK SANDY

Thumbnail
2 months ago
KKM Kelompok 84 UIN Malang Sukses Cegah Generasi Stunting Melalui Penyuluhan di Dampit

WAFIQATUS SHOFIYAH

Penyuluhan pencegahan stunting yang digelar Mahasiswa KKM Kelompok 84 UIN Malang berlangsung pada Sabtu (03/01/26) di Jalan Simpang Pahlawan, Dampit. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu, dalam upaya menekan angka stunting di Indonesia. Penyuluhan tersebut menekankan pentingnya pemenuhan gizi sejak 1000 Hari Kehidupan Pertama (HKP). Para ibu tampak antusias menyimak pemaparan materi yang disampaikan oleh Fajryan selaku pemateri. "Sejak 1000 HKP, ibu-ibu di sini harus memperhatikan asupan gizinya," ujar Fajryan. Ia menjelaskan bahwa pada masa kehamilan ibu dianjurkan rutin mengonsumsi asam folat. Sementara pada fase 0--6 bulan, bayi perlu diberikan ASI melalui Inisiasi Menyusui Dini (IMD), serta dilanjutkan dengan pemberian MPASI bergizi pada usia 6--24 bulan. Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para ibu, akan pentingnya pemenuhan gizi sejak dini guna mencegah stunting. Mahasiswa KKM Kelompok 84 UIN Malang juga berharap edukasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar upaya pencegahan stunting di wilayah Dampit semakin optimal.

Thumbnail
2 months ago
Peringatan Isra Mi’raj dan Istiqbal Ramadhan di Masjid Jami Al-Khoirot Madyopuro bersama KKM 16 UIN Malang

FEZA TSAQIYLA SHINE

Masjid Jami’ Al-Khoirot Desa Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang menjadi pusat kegiatan keagamaan dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan kegiatan Istiqbal Ramadhan. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja i'm sama antara takmir masjid, masyarakat setempat, serta Kelompok KKM 16 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang turut berperan aktif dalam perencanaan hingga pelaksanaan acara. Sejak sore hari, jamaah mulai memadati area masjid dengan penuh antusias. Anggota Kelompok KKM 16 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terlihat membantu dalam berbagai aspek kegiatan, mulai dari persiapan tempat, pengaturan acara, hingga mendampingi jalannya kegiatan bersama panitia masjid. Kolaborasi ini menciptakan suasana kebersamaan yang hangat antara mahasiswa dan masyarakat Desa Madyopuro. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan lantunan shalawat yang diiringi oleh Jamaah Shalawat Gempar. Suara shalawat yang menggema di dalam masjid menambah kekhusyukan dan semangat jamaah dalam mengikuti acara hingga selesai.   Puncak acara diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh K.H. Imam Ma’ruf. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, khususnya mengenai pentingnya menjaga shalat sebagai pondasi utama dalam kehidupan seorang muslim. Jamaah juga diajak untuk menjadikan momentum ini sebagai bahan refleksi diri dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan hati yang bersih dan niat yang tulus.   Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Istiqbal Ramadhan, di mana jamaah diberikan penguatan spiritual agar lebih siap dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Pesan tentang pentingnya meningkatkan amal ibadah, menjaga silaturahmi, serta memperkuat kepedulian sosial menjadi penekanan utama dalam kegiatan ini. Melalui kegiatan Isra’ Mi’raj dan Istiqbal Ramadhan ini, Kelompok KKM 16 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Desa Madyopuro. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Semoga semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman yang terbangun dapat terus terjaga dan membawa keberkahan bagi seluruh jamaah Masjid Jami’ Al-Khoirot.

Thumbnail
2 months ago
Sosialisasi Anti-Bullying: Kegiatan KKM UIN Malang Kelompok 77 untuk Mendorong Sikap Saling Menghargai di SD Sumberkradenan

FARA ALIFIA ANINDITA

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 77 melaksanakan kegiatan sosialisasi anti-bullying pada Rabu, 28 Januari 2025, pada pagi hari. Kegiatan ini bertempat di SD Sumberkradenan, Dusun Premban, Kecamatan Pakis. Sosialisasi ini menyasar siswa kelas VI sebagai bentuk edukasi sejak dini mengenai perilaku bullying yang dapat terjadi di lingkungan sekolah. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mendorong siswa agar memiliki sikap saling menghargai serta membangun lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Materi disampaikan menggunakan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh siswa, sehingga pesan yang diberikan dapat diterima dengan baik. Dalam kegiatan tersebut, siswa dikenalkan pada pengertian bullying, berbagai bentuk bullying yang sering terjadi, serta dampak negatif yang dapat ditimbulkan, baik bagi korban maupun pelaku. Mahasiswa KKM juga menekankan pentingnya sikap saling menghargai, saling menjaga, dan membangun pergaulan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Pada sesi perenungan, suasana kegiatan berlangsung lebih tenang dan reflektif. Beberapa siswa tampak tersentuh saat diajak memahami bahwa bullying dapat memengaruhi perasaan dan kepercayaan diri seseorang. Melalui sesi ini, siswa diajak untuk lebih peka terhadap kondisi teman-temannya serta membiasakan diri bersikap baik dan tidak melakukan tindakan yang dapat menyakiti orang lain. Selain penyampaian materi, mahasiswa KKM juga mengajak siswa membuat konten sederhana sebagai bagian dari kampanye anti-bullying. Kegiatan ini menjadi upaya kreatif untuk memperkuat pesan anti-bullying agar lebih mudah diingat, sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa setiap siswa memiliki peran dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 77 berharap siswa dapat memahami bahwa bullying bukanlah tindakan yang wajar maupun sekadar bercanda, melainkan perilaku yang dapat melukai perasaan dan berdampak serius bagi korban. Kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran siswa untuk saling menghargai, menjaga sikap, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi semua. Dengan adanya sosialisasi anti-bullying sejak dini, diharapkan SD Sumberkradenan dapat menjadi tempat belajar yang lebih positif, ramah, dan bebas dari perundungan. Secara keseluruhan, sosialisasi anti-bullying yang dilaksanakan di SD Sumberkradenan berjalan dengan baik dan mendapat respons positif dari siswa kelas VI. Melalui penyampaian materi, sesi perenungan, serta kegiatan pembuatan konten sederhana, siswa tidak hanya memahami pengertian bullying dan dampaknya, tetapi juga diajak untuk membangun sikap empati dan saling menghormati. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang penting dalam upaya pencegahan bullying di lingkungan sekolah, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian antar sesama.

Thumbnail
2 months ago
Peringati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Musholla Al-Ikhlas Dampit Gelar Peringatan Keagamaan

NADIYA FIRDAUSI NUZULA

Dalam rangka memperingati Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, Musholla Al-Ikhlas Dampit menyelenggarakan kegiatan peringatan hari besar Islam pada Jum'at (16/01/26). Kegiatan ini dihadiri oleh jamaah mushola serta masyarakat sekitar yang antusias mengikuti rangkaian acara. Peringatan Isra' Mi'raj tersebut menghadirkan Gus Muhammad Imron Hamzah sebagai penceramah. Beliau merupakan Pimpinan Cabang Malang dari Majelis Maulid wa Ta'lim Al Muhibbin, sebuah majelis besar yang berpusat di Pasuruan. Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri bagi para jamaah yang hadir. Dalam mau'idhoh hasanahnya, Gus Muhammad Imron Hamzah menyampaikan pesan utama agar umat Islam senantiasa menjaga sholat lima waktu dalam kondisi apa pun. Menurutnya, sholat merupakan tiang agama yang harus dijaga sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Selain itu, beliau juga menekankan pentingnya melaksanakan sholat berjamaah di musholla atau masjid. Sholat berjamaah, lanjutnya, memiliki keutamaan dan pahala yang lebih besar dibandingkan sholat munfarid atau sholat sendirian. Pesan tersebut disampaikan sebagai pengingat agar umat Islam lebih mencintai masjid dan memperkuat ukhuwah antarjamaah. Melalui peringatan Isra' Mi'raj ini, diharapkan jamaah Musholla Al-Ikhlas Dampit dapat semakin meningkatkan kualitas ibadah, khususnya dalam menjalankan sholat lima waktu serta membiasakan diri untuk sholat berjamaah dalam kehidupan sehari-hari. Peringati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, Musholla Al-Ikhlas Dampit Gelar Peringatan Keagamaan - Kompasiana.com