Thumbnail
4 months ago
MENGAJAR TPQ DI DESA DENGKOL

CHEALSHE OLIVIANA FEGA AL HADID

Desa Dengkol, 17 Januari 2026 - Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 42 Narakarya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan dokumentasi berupa pengambilan foto di beberapa Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) yang menjadi lokasi pengabdian mahasiswa. Kegiatan mengajar ini merupakan bagian dari program kerja yang fokus pada moderasi beragama sekaligus parenting (pendampingan belajar anak).   Program mengajar di TPQ ini telah berjalan sejak awal kedatangan mahasiswa KKM di Desa Dengkol, sekitar tanggal 31 Desember 2026. Sejak saat itu, siswa secara rutin terlibat dalam kegiatan pembelajaran mengaji bersama anak-anak sebagai bentuk kontribusi mereka dalam penguatan nilai-nilai keagamaan.   Dalam pelaksanaannya, siswa KKM 42 bagian menjadi beberapa kelompok untuk mengajar di empat TPQ yang tersebar di Desa Dengkol. Tiga TPQ melaksanakan kegiatan mengaji pada sore hari, sementara satu TPQ lainnya berlangsung pada malam hari. TPQ malam diperuntukkan bagi anak-anak dengan tingkatan yang lebih tinggi. Pada setiap TPQ, baik sore maupun malam hari, siswa tidak hanya mendampingi anak-anak membaca Al-Qur'an, tetapi juga mengajarkan berbagai materi mengaji serta menyimak bacaan santri satu per satu. Kegiatan menyimak ini dilakukan untuk membantu memperbaiki pelafalan huruf, kelancaran bacaan, serta penerapan tajwid agar mereka dapat membaca Al-Qur'an dengan lebih baik dan benar.   Menariknya, setiap TPQ memiliki metode pembelajaran yang berbeda-beda, mulai dari metode Iqro, Qiroati, hingga Yanbu'a. Perbedaan metode ini menjadi pengalaman berharga bagi siswa untuk beradaptasi dengan sistem pembelajaran yang telah berjalan di masing-masing TPQ.     Melalui proker ini, peserta didik tidak hanya mengajarkan cara membaca Al-Qur'an, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kesabaran, kedisiplinan, dan kebersamaan. Pendekatan yang digunakan dibuat ramah anak agar proses belajar terasa nyaman dan menyenangkan.   Kegiatan pengambilan foto pada 17 Januari 2026 ini menjadi bagian dari dokumentasi atas keberlangsungan program mengajar TPQ selama masa KKM. Program ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi anak-anak sekaligus memperkuat peran siswa dalam mendukung pendidikan keagamaan yang terbuka bagi semua dan terus berkembang di Desa Dengkol.

Thumbnail
4 months ago
Peer Counseling sebagai Ruang Aman Remaja: Inisiatif Mahasiswa KKM Arunika Karsa 110 UIN Malang bersama Remaja Masjid Muthohharun

RAHMANIALFI WARDAH

KKM Arunika Karsa 110 Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan Peer Counseling bersama Remaja Masjid Muthohharun sebagai upaya menghadirkan ruang aman (safe space) bagi remaja dalam menghadapi persoalan psikososial yang mereka alami. Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kesadaran remaja akan pentingnya dukungan sebaya dalam menjaga kesehatan mental dan kesejahteraan emosional. Kegiatan Peer Counseling ini menghadirkan Muhammad Gusti Baskara Najih dan Nayla Nur Safa Septiasa Putri sebagai pemateri. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada pemahaman konseptual mengenai konseling sebaya, peran peer counselor, serta keterampilan dasar yang perlu dimiliki oleh remaja agar mampu menjadi pendengar yang empatik dan suportif bagi sesamanya. Secara konseptual, konseling dipahami sebagai hubungan interpersonal antara konselor dan konseli yang bertujuan membantu individu memahami dirinya, kondisi yang dihadapi, serta kemungkinan solusi atas permasalahan yang dialami. Dalam konteks konseling sebaya, peran ini dijalankan oleh individu non-profesional yang memiliki kedekatan usia, pengalaman, dan karakteristik sosial yang serupa, sehingga proses bantuan menjadi lebih setara dan mudah diterima. Pemateri menjelaskan bahwa peer counseling bukanlah praktik terapi profesional, melainkan bentuk dukungan awal berbasis empati, keterampilan mendengar aktif, dan komunikasi interpersonal. Remaja dilatih untuk membangun rapport, menjaga kerahasiaan, menghindari sikap menghakimi, serta memberikan ruang bagi konseli untuk menemukan solusi atas permasalahannya sendiri. Selain itu, disampaikan pula manfaat peer counseling bagi remaja, antara lain membantu pencegahan perilaku berisiko, meningkatkan keterampilan sosial, serta menciptakan iklim sosial yang lebih sehat di lingkungan remaja masjid. Dukungan teman sebaya dinilai lebih efektif karena remaja cenderung lebih terbuka dan nyaman berbagi cerita dengan rekan seusia dibandingkan dengan figur otoritas seperti guru atau orang tua Melalui kegiatan ini, KKM Arunika Karsa 110 UIN Malang berharap Remaja Masjid Muthohharun tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga agen perubahan yang mampu menciptakan lingkungan masjid yang ramah, inklusif, dan peduli terhadap kondisi emosional sesama remaja. Peer counseling diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya saling mendukung dan memperkuat ketahanan mental generasi muda berbasis nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.

Thumbnail
4 months ago
Sehari Bersama KKM Wening Praja 166: Dari Pagi Sehat hingga Sore Mengaji di Tamansari

IHDA EFROSYA FAJDA

Tamansari, Licin – Aktivitas pengabdian Kelompok KKM Wening Praja 166 di Desa Tamansari berjalan dinamis sejak pagi hingga petang. Rangkaian program yang dilaksanakan mahasiswa tidak hanya terfokus pada satu bidang, tetapi menyentuh kesehatan, pendidikan, ekonomi, serta pembinaan keagamaan masyarakat. Pagi hari dimulai dengan jalan sehat bersama siswa SDN 1 Tamansari. Sejak pukul 07.00 WIB, ratusan siswa telah berkumpul di halaman sekolah. Dengan penuh semangat, mereka mengikuti rute yang telah ditentukan sambil membawa kupon undian. Kegiatan ini menjadi sarana membangun kebiasaan hidup sehat sekaligus mempererat kebersamaan antara mahasiswa, guru, dan siswa. Setelah kegiatan fisik, mahasiswa melanjutkan agenda sosialisasi bullying dan kenakalan remaja. Materi disampaikan melalui presentasi ringan, tanya jawab, serta permainan kelompok. Siswa diajak memahami bahwa perilaku mengejek, mengucilkan, maupun kekerasan verbal dapat berdampak serius bagi teman sebaya. Memasuki siang hari, tim ekonomi kreatif bergerak mengunjungi sejumlah toko kelontong. Mahasiswa mendampingi pemilik usaha mendaftar QRIS, membantu proses administrasi, hingga memberikan pelatihan penggunaan. Program ini diharapkan memudahkan transaksi digital serta meningkatkan omzet pedagang. Sore hari menjadi waktu pengabdian di TPQ Mansyaul Ulum dan Baital Makmur. Mahasiswa membantu mengajar membaca Al-Qur’an, hafalan doa, dan pembinaan akhlak. Suasana belajar berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Ketua kelompok menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan disusun berdasarkan kebutuhan warga. “Kami ingin setiap jam pengabdian benar-benar bermanfaat,” ujarnya. Dengan pola kegiatan terjadwal dari pagi hingga sore, KKM Wening Praja 166 menunjukkan dedikasi penuh untuk masyarakat Tamansari.

Thumbnail
4 months ago
KKM Menggerakkan Pesantren Kilat Inspiratif

HAMDAN TANZIL ICHWANA

Dalam rangka meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai keislaman di kalangan anak-anak, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) melaksanakan program kerja Pesantren Kilat di Masjid AL-Iksan Gadang. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan keagamaan, selama menjalankan program KKM.   Program Pesantren Kilat dipilih atas kebutuhan masyarakat akan adanya pembinaan keagamaan yang lebih intensif bagi anak-anak, terutama di luar jam pendidikan formal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini, sekaligus membentuk karakter peserta agar memiliki akhlak yang baik dan mampu mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.   Pelaksanaan Pesantren Kilat dilaksanakan pada tanggal 29 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 dan bertempat di Masjid Al-Iksan Gadang. Kegiatan ini diikuti oleh anak-anak dengan penuh antusiasme. Selama kegiatan berlangsung, peserta memperoleh berbagai materi keislaman, antara lain pembelajaran membaca Al-Qur'an, fun learning, pembinaan akhlak dan adab dalam kehidupan sehari-hari, serta hafalan surat-surat pendek. Materi disampaikan dengan metode yang komunikatif dan disesuaikan dengan usia peserta agar mudah dipahami. Mahasiswa KKM berperan aktif sebagai pendamping dan pengajar dalam kegiatan tersebut. Selain menyampaikan materi, mahasiswa juga berupaya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui pendekatan edukatif dan interaktif. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM turut bekerja sama dengan pihak TPQ sehingga kegiatan dapat berjalan dengan tertib dan lancar.   Program Pesantren Kilat ini mendapatkan respon positif dari masyarakat, khususnya para orang tua peserta. Mereka menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat yang nyata dalam membantu meningkatkan pemahaman agama serta membentuk sikap religius anak-anak. Kehadiran mahasiswa KKM melalui program ini dinilai mampu memberikan kontribusi yang berarti bagi pembinaan generasi muda di desa. Melalui pelaksanaan Pesantren Kilat, mahasiswa KKM berharap peserta dapat meningkatkan kefahaman keislaman serta mampu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan seharian. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pemicu kepada masyarakat untuk terus melaksanakan pembinaan keagamaan secara berterusan, walaupun masa pengabdian mahasiswa KKM telah berakhir.

Thumbnail
4 months ago
Dalam Rangka Memperingati Isra’ Mi’raj 1447H, Pengajian Umum yang Diprakarsai oleh Kelompok 178 KKM Mandiri UIN Malang bersama IPNU-IPPNU Ranting Dusun Cukal Berjalan Lancar.

AZZAH MAULIDIA

Bendosari — Panitia Gabungan KKM Ganesha 178 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama IPNU-IPPNU Ranting Dusun Cukal menggelar kegiatan Siroh Wengi 2026 dalam rangka memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad saw 1447 H. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 19 Januari 2026, bertempat di Masjid Jami’ Darul Muttaqin, Dusun Cukal, Desa Bendosari. Dan dihadiri oleh kurang lebih 250 jama’ah, yang terdiri dari para pemuda hingga lansia. Mengusung tema “Guyub Nggayuh Berkah Isra’ Mi’raj”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang kebersamaan yang memadukan nilai spiritual, edukatif, dan sosial. Tema tersebut merefleksikan semangat kebersamaan masyarakat dalam meraih keberkahan melalui peringatan peristiwa monumental Isra’ Mi’raj, yang tidak hanya dimaknai secara historis, tetapi juga kontekstual dalam kehidupan bermasyarakat. Ketua Pelaksana Siroh Wengi 2026, Ahmad Zainal Arifin, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi ikhtiar kolektif untuk menghadirkan kembali ruang spiritual yang inklusif dan bermakna di tengah dinamika kehidupan modern. “Melalui Siroh Wengi, masyarakat diajak untuk tidak sekadar mengenang Isra’ Mi’raj sebagai peristiwa sejarah, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad saw., khususnya terkait kewajiban salat dan penguatan iman,” ujarnya. Kegiatan ini menyasar masyarakat Desa Bendosari, dengan harapan mampu mempererat ukhuwah dan menumbuhkan semangat kebersamaan. Selain itu, Siroh Wengi 2026 juga menjadi sarana integrasi nilai-nilai keislaman dengan kearifan lokal, sehingga peringatan Isra’ Mi’raj tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga membumi dan relevan dengan kehidupan sosial masyarakat . Acara puncak Siroh Wengi 2026 akan diisi dengan mau’idzatul hasanah yang disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Sudirman An-Nahrawi, M.Ag., dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam tausiyahnya, beliau diharapkan dapat mengupas makna mendalam peristiwa Isra’ Mi’raj, khususnya terkait keteladanan Nabi Muhammad saw. serta urgensi salat sebagai fondasi kehidupan spiritual umat Islam.Mau’idzotul Hasanah oleh Prof. Dr. KH. Sudirman An-Nahrawi, M.Ag. Selain dihadiri oleh masyarakat Desa Bendosari, kegiatan ini juga akan dihadiri oleh sejumlah petinggi desa dan tokoh Nahdlatul Ulama. Di antaranya Kepala Desa Bendosari, Ketua Syuriah dan Ketua Tanfidziyah, Ketua Muslimat, Fatayat, Ansor, serta ta’mir Masjid Jami’ Darul Muttaqin. Kehadiran para tokoh tersebut menjadi simbol dukungan penuh terhadap kegiatan keagamaan yang berorientasi pada penguatan ukhuwah dan kebersamaan umat. Sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Ganesha 178, kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Panitia berharap Siroh Wengi 2026 dapat memberikan manfaat spiritual yang berkelanjutan serta memperkuat nilai kebersamaan dalam meraih keberkahan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW. secara kolektif.

Thumbnail
4 months ago
Mahasiswa KKM 105 Hadir Membawa Semangat Pengabdian di Dusun Perinci Desa Gadingkulon

MUHAMMAD ALFIAN

  Kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 105 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dusun Perinci, Desa Gadingkulon, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pengabdian kepada masyarakat. Melalui berbagai program edukatif, sosial, dan keagamaan, mahasiswa berupaya memberikan kontribusi positif serta memberdayakan masyarakat setempat. Kegiatan KKM merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga membangun hubungan yang harmonis dengan warga serta memahami kebutuhan lingkungan sekitar. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKM 105 melaksanakan berbagai program yang menyasar berbagai kalangan masyarakat. Program pendidikan menjadi salah satu fokus utama, seperti pendampingan belajar bagi siswa, kegiatan literasi, serta sosialisasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat sejak usia dini akan pentingnya pendidikan dan pola hidup sehat. Selain itu, mahasiswa juga turut aktif dalam kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan. Kegiatan mengaji bersama anak-anak, partisipasi dalam kegiatan masyarakat, serta penyelenggaraan program edukasi keagamaan menjadi sarana untuk menumbuhkan nilai-nilai spiritual dan kebersamaan di lingkungan masyarakat. Tidak hanya berfokus pada pendidikan dan keagamaan, mahasiswa KKM 105 juga berupaya meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan melalui berbagai kegiatan yang mendorong kreativitas dan kesadaran menjaga kebersihan. Partisipasi aktif warga dalam setiap kegiatan menunjukkan antusiasme serta dukungan yang tinggi terhadap program-program yang dilaksanakan. Melalui berbagai kegiatan tersebut, diharapkan kehadiran mahasiswa KKM 105 dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Dusun Perinci. Program yang dilaksanakan tidak hanya menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan bersama. Semangat kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian menjadi nilai utama yang terus dijunjung tinggi selama pelaksanaan KKM. Dengan adanya sinergi antara mahasiswa dan masyarakat, diharapkan hubungan baik ini dapat terus terjalin dan memberikan inspirasi bagi kegiatan pengabdian selanjutnya.