SAYYIDA NAVIRA FAZA
Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena Dukung Layanan KIA dan Sosialisasi Stunting Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa sosialisasi stunting serta pendampingan Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) di Posyandu Teratai Putih, Dusun Jambangan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap program kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pencegahan stunting sejak dini. Antusiasme warga terlihat dari jumlah kehadiran, yaitu sekitar 45 anak balita beserta orang tua yang mengikuti rangkaian kegiatan posyandu dengan tertib dan penuh semangat. Pelayanan posyandu dibagi ke dalam beberapa meja sesuai dengan alur pelayanan kesehatan, yaitu: Meja 1: Pendaftaran dan registrasi peserta Meja 2: Pengukuran berat badan (BB), tinggi badan (TB), lingkar kepala (LK), dan lingkar lengan (LILA) Meja 3: Pencatatan hasil pengukuran ke dalam buku KIA Meja 4: Konsultasi kesehatan dengan bidan Meja 5: Sosialisasi mengenai pengertian stunting, penyebab, dan cara pencegahannya Meja 6: Pemberian makanan tambahan bagi balita Mahasiswa KKM Kelompok 181 Candranawasena turut membantu di setiap meja pelayanan, mulai dari membantu proses pendaftaran, pengukuran balita, pencatatan data, hingga mendampingi kader posyandu dan bidan dalam memberikan edukasi kepada para orang tua. Pada meja sosialisasi stunting, mahasiswa memberikan penjelasan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh masyarakat, terutama terkait pentingnya gizi seimbang, pola asuh yang tepat, serta pemeriksaan kesehatan rutin. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Dusun Jambangan semakin memahami pentingnya pencegahan stunting sejak usia dini dan semakin aktif dalam memanfaatkan layanan posyandu. Bagi mahasiswa KKM, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengaplikasikan ilmu, meningkatkan kepedulian sosial, serta memperkuat kerja sama dengan masyarakat dan tenaga kesehatan setempat. Kegiatan ini mencerminkan komitmen Mahasiswa KKM UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak.
ALFIAN AYUNA JUNAIDA
Kuliah Kerja Mahasiswa(KKM) bukan hanya sekadar rangkaian program kerja, namun juga sebuah perjalanan pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan realita dalam kehidupan masyarakat secara langsung. Di tengah interaksi, kebersamaan, dan proses pengabdian yang dijalani, KKM menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar memahami, mendengar, dan tumbuh bersama masyarakat desa. Setiap langkah yang ditempuh tidak hanya meninggalkan jejak, tetapi juga memberikan pengalaman yang bermakna dan membentuk cara pandang dan kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar. Melalui tema "The Journey of KKM Wirasenabadra: Menapaki Kaki Langit Desa Taji-Sebuah Perjalanan Profilisasi dan Harapan", Kelompok Wirasenabadra (Kelompok 167) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, yang melaksanakan KKM pada periode 28 Desember -4 Februari, mendokumentasikan perjalanan selama pelaksanaan KKM di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Program profilisasi desa dipilih sebagai fokus utama untuk mengenalkan, mengangkat, dan mengembangkan potensi desa, melalui kegiatan pendidikan, keagamaan, dan kemasyarakatan. https://www.kompasiana.com/kkmwirasenabadra3911/69770c94ed64150a9e7c6a45/the-journey-of-kkm-wirasenabadra-menapaki-kaki-langit-desa-taji-sebuah-perjalanan-profilisasi-dan-harapan
FITRI ANNABILAH
PUSPAGA Sehati Kelurahan Jodipan Gelar Bimbingan Teknis Konseling Keluarga MALANG | JATIMSATUNEWS.COM: PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga) Sehati Kelurahan Jodipan menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Konseling Keluarga di Kantor Kelurahan Jodipan, Jalan Ir. H. Juanda No.11, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur, Rabu (28/1/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas kader dalam memberikan pelayanan dan pendampingan keluarga di tingkat kelurahan. Bimbingan teknis tersebut merupakan hasil kerja sama antara KKM PSGA (Pusat Studi Gender dan Anak) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dengan PUSPAGA Sehati Kelurahan Jodipan sebagai bentuk sinergi antara dunia akademik dan masyarakat dalam memperkuat ketahanan dan keharmonisan keluarga. Kegiatan ini bertujuan untuk membina para kader dan petugas PUSPAGA agar lebih peka, responsif, serta memiliki empati terhadap berbagai permasalahan keluarga yang terjadi di lingkungan sekitar. Selain itu, para kader juga dibekali pemahaman mengenai langkah-langkah pertolongan pertama dalam menangani permasalahan keluarga sebelum dilakukan pendampingan lanjutan. Bimbingan teknis diikuti oleh Ketua PUSPAGA Jodipan, Retno Susanti, bersama para kader PUSPAGA. Hadir sebagai pemateri, Rika Fuaturrosida, M.A., dosen Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang menyampaikan materi terkait konseling keluarga, kepekaan sosial, perspektif gender dan anak, serta pentingnya komunikasi empatik dalam menangani persoalan keluarga. Ketua PUSPAGA Jodipan, Retno Susanti, menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi para kader. “Kami mendapatkan wawasan baru, terutama kiat-kiat dalam penyelesaian masalah keluarga yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kelurahan Jodipan,” ujarnya. Sementara itu, Ketua PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Aprilia Mega Rosdiana, menegaskan pentingnya pelaksanaan bimbingan teknis konseling keluarga sebagai bekal awal bagi para kader PUSPAGA dalam menjalankan peran pelayanan kepada masyarakat. “Bimbingan teknis ini menjadi penguatan kapasitas kader agar siap melayani dan membantu masyarakat yang membutuhkan pendampingan serta layanan dari PUSPAGA,” ungkapnya. Di sisi lain, pemateri Rika Fuaturrosida, M.A. berharap para kader dapat semakin meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing. Menurutnya, sikap empati menjadi kunci utama dalam proses pendampingan keluarga. “Dalam membantu permasalahan keluarga, para kader diharapkan lebih banyak mendengar daripada berbicara agar dapat memahami permasalahan secara utuh,” jelasnya. Di tempat terpisah, DPL KKM PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Sheila Kusuma Wardani Amnesti, M.H., menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia berharap kerja sama antara PSGA UIN Malang dan PUSPAGA Sehati Kelurahan Jodipan dapat terus terjalin dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kerja sama ini diharapkan mampu semakin mengoptimalkan pelayanan PUSPAGA, khususnya dalam pendampingan keluarga, serta kegiatan yang dilakukan dapat berkelanjutan,” tuturnya. Melalui kolaborasi ini, PUSPAGA Sehati Kelurahan Jodipan bersama KKM PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas kader dalam mendampingi masyarakat, guna mewujudkan ketahanan dan keharmonisan keluarga di lingkungan Kelurahan Jodipan. ANS
MUHAMMAD NUR RAMADHAN
Ikut membaur dengan masyarakat adalah salah satu pengalaman paling berharga selama Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Hal inilah yang dirasakan oleh mahasiswa KKM Svarnanta 17 saat turut berpartisipasi dalam kegiatan tahlil laki-laki di lingkungan RW 06, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang. Kegiatan tahlil ini rutin dilaksanakan setiap Kamis malam secara bergilir, terkadang bertempat di rumah warga dan sesekali di Masjid Fatahillah. Suasananya hangat dan penuh kekeluargaan. Warga berkumpul, melantunkan doa bersama, sekaligus saling bertukar kabar setelah seharian beraktivitas. Bagi mahasiswa, momen ini bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi juga kesempatan untuk lebih dekat dengan masyarakat. Keikutsertaan mahasiswa KKM Svarnanta 17 menjadi bentuk nyata bahwa program KKM tidak hanya soal menjalankan agenda kerja, tetapi juga membangun hubungan sosial. Dari kegiatan ini, mahasiswa belajar bagaimana menghargai tradisi lokal, memahami kebiasaan warga, serta menyesuaikan diri dengan ritme kehidupan masyarakat setempat. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan tahlil juga menumbuhkan rasa kebersamaan. Mahasiswa tidak lagi merasa sebagai tamu, melainkan bagian dari lingkungan itu sendiri. Obrolan ringan setelah acara, sapaan ramah dari warga, hingga kebersamaan saat menikmati hidangan sederhana menjadi kenangan yang sangat berarti. Lebih jauh lagi, keterlibatan ini merupakan wujud nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Tidak hanya membawa program kerja, mahasiswa juga belajar tentang nilai gotong royong, toleransi, dan pentingnya menjaga tradisi keagamaan. Pengalaman seperti inilah yang tidak bisa didapatkan di ruang kelas. Melalui interaksi yang terjalin secara langsung, mahasiswa juga semakin memahami bahwa membangun masyarakat tidak selalu harus melalui kegiatan besar. Kehadiran, kepedulian, dan kemauan untuk ikut terlibat dalam aktivitas sederhana seperti tahlil justru menjadi langkah awal untuk menciptakan kedekatan emosional. Dari sinilah tumbuh rasa saling percaya antara mahasiswa dan warga, yang pada akhirnya mendukung keberhasilan program KKM secara keseluruhan. Harapannya, kehadiran mahasiswa KKM Svarnanta 17 dapat memberikan dampak positif, baik bagi warga maupun bagi mahasiswa itu sendiri. Semoga kebersamaan yang terjalin selama kegiatan ini dapat terus terjaga, bahkan setelah masa KKM berakhir.
NUGI ABDUL FAIQ
Mahasiswa KKM 93 Kalventra bersama perangkat dusun dan RT Dusun Duren berfoto dengan ecobrick hasil pengolahan sampah plastik. Sampah plastik yang kerap dipandang sebagai masalah lingkungan kini disulap menjadi karya bermakna oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 93 Kalventra Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Melalui program ecobrick, mahasiswa KKM menghadirkan tulisan "Dusun Duren" sebagai simbol kepedulian terhadap lingkungan sekaligus identitas kebanggaan warga Desa Dawuhan. Ecobrick tersebut dibuat dari botol plastik yang diisi padat dengan sampah plastik non-organik, kemudian dirangkai hingga membentuk tulisan besar. Proses ini menjadi media edukasi bahwa sampah plastik, jika dikelola dengan tepat, tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan tetapi juga dapat dimanfaatkan secara kreatif dan bernilai. Program ecobrick ini dirancang sebagai bentuk edukasi lingkungan yang sederhana namun berdampak. Mahasiswa KKM 93 Kalventra ingin menanamkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah kecil, seperti memilah dan mengolah sampah plastik sejak dari rumah.
DAVINA KAMILA FARADIS
Pagi itu matahari belum tinggi ketika halaman SDN 1 Tamansari sudah ramai. Anak-anak berseragam olahraga berlari kecil sambil tertawa. Di tengah kerumunan, mahasiswa berjaket almamater membagikan kupon hadiah. Jalan sehat dimulai. Itulah potret awal aktivitas KKM Wening Praja 166. Bagi siswa, kehadiran mahasiswa terasa seperti kakak baru yang menyenangkan. Mereka bermain, belajar, sekaligus berbagi cerita. Setelah jalan sehat, mahasiswa mengajak anak-anak berdiskusi tentang bullying. Dengan gambar dan simulasi, mereka menjelaskan bahwa mengejek teman dapat menyakiti hati. Di tempat lain, beberapa mahasiswa terlihat duduk bersama pemilik toko kelontong. Mereka membantu mengisi formulir pendaftaran QRIS. “Biar nanti pembeli bisa bayar pakai HP,” ujar salah satu mahasiswa. Pedagang tersenyum, merasa usahanya kini selangkah lebih maju. Sore hari suasana berubah syahdu. Di TPQ Mansyaul Ulum dan Baital Makmur, lantunan ayat suci terdengar. Mahasiswa duduk melingkar bersama santri kecil, membimbing bacaan satu per satu. Hari-hari pengabdian itu sederhana, tetapi bermakna. Sedikit demi sedikit, Wening Praja 166 meninggalkan cerita baik di Tamansari tentang kepedulian, pembelajaran, dan harapan. Penulis: Davina Kamila Faradis