Thumbnail
8 months ago

DINDA AYU ANISA

Thumbnail
8 months ago
Mengabdi Lewat Al-Qur’an: Pengalaman Mengajar di TPQ Baitur Rohim Desa Pandansari

ARSYIDA SABILA ADELINA

Sejalan dengan visi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mengintegrasikan nilai keislaman dan pengabdian kepada masyarakat, saya bersama rekan-rekan Kelompok KKM 35 Pandareka terlibat langsung dalam kegiatan belajar mengajar di TPQ Baitur Rohim, Desa Pandansari. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja bidang keagamaan yang bertujuan membantu meningkatkan literasi Al-Qur’an anak-anak melalui metode Yanbu’a. Kehadiran kami disambut dengan antusias oleh para santri dan pengasuh TPQ. Dalam proses pembelajaran, saya mendampingi santri membaca Yanbu’a sesuai kaidah tajwid, sekaligus menyampaikan materi keagamaan ringan seperti doa harian, hafalan surat pendek, dan kisah teladan para nabi. Suasana belajar dibuat interaktif dan menyenangkan agar anak-anak merasa nyaman dan semangat mengikuti kegiatan mengaji. Selain fokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an, kami juga berupaya membangun kedekatan emosional dengan para santri melalui metode pembelajaran kreatif seperti bernyanyi dan kuis sederhana. Pengasuh TPQ pun menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa KKM yang dinilai membawa energi positif bagi kegiatan belajar mengajar. Bagi saya, pengalaman mengajar di TPQ Baitur Rohim menjadi pembelajaran berharga sekaligus bentuk nyata pengamalan ilmu keagamaan. Semoga kontribusi sederhana ini dapat menumbuhkan kecintaan santri terhadap Al-Qur’an dan membentuk generasi muda Pandansari yang beriman serta berakhlak Qur’ani.

Thumbnail
8 months ago
Rapat PHBI Isra' Mi'raj Kolaborasi Mahasiswa KKM dan Warga Desa Kelompanggubug

AHMAD FAJAR SODIQ

Pada Rabu, 7 Januari 2026, mahasiswa KKM UIN Malang bersama warga Desa Kelompanggubug mengikuti rapat Panitia Hari Besar Islam (PHBI) dalam rangka persiapan peringatan Isra Miraj. Rapat ini menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat desa dalam menyukseskan kegiatan keagamaan yang akan digelar dalam waktu dekat. Rapat dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan panitia inti, di antaranya Bapak Yanto selaku ketua pelaksana kegiatan, Bapak Zaed sebagai bendahara umum acara, serta remaja masjid yang turut terlibat sebagai panitia. Selain itu, teman-teman mahasiswa KKM UIN Malang juga hadir untuk mendukung dan terlibat langsung dalam proses perencanaan kegiatan. Fokus utama rapat kali ini adalah pembahasan mengenai rangkaian perlombaan yang akan dilaksanakan sebelum acara puncak peringatan Isra Miraj. Acara puncak sendiri dijadwalkan berlangsung pada 16 Januari 2026. Perlombaan dirancang tidak hanya sebagai ajang hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya yang sesuai dengan kebiasaan masyarakat setempat. Jenis lomba yang direncanakan menyesuaikan dengan budaya warga Desa Kelompanggubug dan dikategorikan berdasarkan jenjang pendidikan peserta, mulai dari PAUD/TK hingga kelas 6 Sekolah Dasar. Dengan pembagian tersebut, diharapkan seluruh anak-anak desa dapat berpartisipasi sesuai dengan usia dan kemampuan mereka. Melalui rapat PHBI ini, terbangun sinergi yang kuat antara mahasiswa KKM dan warga desa. Kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan peringatan Isra Miraj yang tidak hanya khidmat, tetapi juga meriah dan berkesan bagi seluruh masyarakat Desa Kelompanggubug.  

Thumbnail
8 months ago
Sosialisasi bahaya pernikahan dini di dusun sukamade

IKA LORENZA APRILIA SUKMA WARDAYA

Putus Rantai Pernikahan Dini, Mahasiswa KKM UIN Malang Bakar Semangat Siswa SMPN 3 Pesanggaran Dusun Sukamade, Banyuwangi – Di tengah rimbunnya belantara Taman Nasional Meru Betiri, upaya menyelamatkan masa depan generasi muda terus dilakukan. Senin siang, mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar sosialisasi bahaya pernikahan dini dan motivasi pendidikan bagi siswa-siswi SMPN 3 Pesanggaran Satu Atap, Dusun Sukamade.  Menghadirkan narasumber Ryan Basith Fasih Khan, SE., MM, selaku Dosen Pendamping Lapangan, kegiatan ini menyoroti tingginya persentase perjodohan dan pernikahan usia anak di wilayah tersebut. Pendidikan jenjang tinggi ditekankan sebagai "senjata" utama untuk memutus rantai keterbatasan ekonomi dan geografis yang selama ini membelenggu warga Sukamade. Melawan Tradisi dengan Mimpi Diskusi berlangsung dinamis saat para siswa mulai terbuka mengenai realita sosial yang mereka hadapi. Di Sukamade, tantangan terbesar bukan sekadar jarak sekolah yang jauh, melainkan pola pikir lingkungan yang menganggap pernikahan sebagai jalan pintas setelah lulus sekolah tingkat pertama. Kepala Dusun Sukamade, Bapak Fery, mengakui bahwa motivasi internal menjadi kendala utama. "Potensi anak-anak kita besar, tapi seringkali mereka minder dan terjebak tradisi perjodohan yang kuat. Sosialisasi ini penting untuk membangun kembali kepercayaan diri mereka," ujarnya. Mahasiswa KKM hadir memberikan perspektif baru bahwa anak pelosok pun berhak memiliki karier dan pendidikan tinggi. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa-siswi SMPN 3 Pesanggaran lebih berani mengejar cita-cita dan menunda pernikahan demi masa depan yang lebih mapan. Acara ditutup dengan sesi dokumentasi bersama, menandai komitmen bersama antara mahasiswa, pihak dusun, dan sekolah untuk terus mengawal mimpi anak-anak di ujung Banyuwangi tersebut.

Thumbnail
8 months ago
Perjalanan Pengabdian Mahasiswa KKM 158 Girinadiwana di Desa Plumpung

AMAR FATKHUL MANAN

Perjalanan kegiatan KKM 158 Girinadiwana di Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan menjadi pengalaman pengabdian yang dijalankan secara bertahap dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. Selama berada di desa, tim mahasiswa tidak hanya menjalankan satu jenis program, tetapi bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan, kegiatan sosial, keagamaan, serta pendampingan ekonomi melalui program UMKM dan pemanfaatan teknologi digital. Sejak awal, kegiatan dirancang supaya benar-benar terasa manfaatnya dan sekaligus membangun kedekatan dengan perangkat desa maupun warga. Kedatangan tim diawali dengan orientasi wilayah dan kunjungan silaturahmi kepada Kepala Desa serta para Ketua RT. Dari pertemuan itu, mahasiswa mulai menyusun langkah kerja dan menyesuaikan program dengan kebutuhan lapangan. Pembukaan KKM kemudian dilaksanakan secara resmi di balai desa sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan. Di masa awal pelaksanaan, tim juga ikut terjun dalam kerja bakti membantu warga menangani dampak longsor di wilayah perbatasan RT. Keterlibatan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya membangun kebersamaan sejak hari pertama. Dalam bidang pendidikan keagamaan, mahasiswa rutin mendampingi kegiatan belajar di TPQ. Proses pembelajaran dilakukan pelan-pelan dan disesuaikan dengan kemampuan santri, mulai dari membaca, perbaikan tajwid, hingga latihan praktik. Suasana belajar dibuat santai dan interaktif agar anak-anak merasa nyaman. Selain di TPQ, mahasiswa juga membantu kegiatan belajar di MI setempat, termasuk pendampingan materi, kegiatan kepramukaan, serta penyampaian edukasi tentang pentingnya sikap saling menghormati di lingkungan sekolah. Di sisi lain, program penguatan UMKM juga menjadi perhatian utama. Tim melakukan pendataan dan kunjungan langsung ke pelaku usaha rumahan seperti produsen roti, tahu, tempe, dan pemilik toko. Dari kegiatan itu, mahasiswa membantu pemetaan lokasi usaha dan fasilitas umum melalui Google Maps agar lebih mudah ditemukan. Warga juga diperkenalkan dengan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS, lengkap dengan pendampingan cara penggunaannya. Pendekatan dilakukan secara langsung dan bersahabat supaya pelaku usaha lebih terbuka menerima hal baru. Mahasiswa turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan desa. Mereka membantu persiapan dan pelaksanaan peringatan Isra’ Mi’raj di MI dengan berbagai lomba dan kegiatan bernuansa keagamaan. Kegiatan berlangsung meriah dengan kebersamaan warga dan siswa. Selain itu, diadakan juga pelatihan keterampilan digital untuk ibu-ibu PKK sebagai tambahan wawasan ekonomi kreatif. Keterlibatan tim juga terlihat pada kegiatan Posyandu dan pendampingan belajar masyarakat. Kontribusi lainnya diwujudkan melalui kerja bakti di masjid, penyerahan tempat sampah untuk mendukung kebersihan lingkungan, serta pemasangan papan informasi desa sebagai sarana edukasi. Seluruh program diupayakan bersifat praktis dan bisa terus dimanfaatkan setelah masa KKM selesai. Menjelang akhir kegiatan, pengajaran di TPQ ditutup dengan doa bersama dan penyerahan kenang-kenangan sebagai tanda terima kasih. Rangkaian KKM kemudian diakhiri melalui acara penutupan di balai desa yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Berakhirnya program ini menjadi penutup masa pengabdian mahasiswa sekaligus meninggalkan harapan agar manfaat kegiatannya tetap dirasakan oleh masyarakat Desa Plumpung ke depannya.

Thumbnail
8 months ago
Penutupan KKM Aksiloka Kelompok 11: Menutup Pengabdian dengan Kebersamaan di Masjid Nailun Hamam Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Penutupan KKM Aksiloka Kelompok 11: Menutup Pengabdian dengan Kebersamaan di Masjid Nailun Hamam",

AFAN KISBULLOH

Mahasiswa KKM Aksiloka Kelompok 11 secara resmi menutup rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan di lingkungan Masjid Nailun Hamam melalui acara penutupan yang berlangsung dengan penuh kebersamaan dan rasa syukur. Kegiatan ini menjadi momen refleksi sekaligus ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program KKM sejak awal hingga akhir.   Acara diawali dengan persiapan bersama oleh mahasiswa KKM yang menata tempat serta memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar. Setelah seluruh peserta dan tamu undangan hadir, kegiatan resmi dibuka dan dilanjutkan dengan berbagai macam dari para tokoh yang selama ini berperan penting dalam mendampingi mahasiswa selama menjalankan pengabdian.   Sambutan disampaikan oleh pihak takmir Masjid Nailun Hamam, Ibu Mardianah selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), perwakilan dari TK, TPQ, serta tokoh masyarakat yang diwakili oleh Ketua RT. Selain itu, perwakilan dari Rumah Qur'an juga turut memberikan pesan dan kesan terhadap kehadiran mahasiswa selama kegiatan KKM berlangsung. Ketua KKM Aksiloka Kelompok 11 juga menyampaikan rasa terima kasih serta harapan agar hubungan silaturahmi yang telah terjalin dapat terus berlanjut di masa mendatang.