RAKHA NAUFAL RAFID
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, melaksanakan salah satu program kerja yang berfokus pada upaya pencegahan dan penanganan stunting. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu (7/1) pukul 07.30 WIB, bertempat di rumah salah satu kader PKK Dusun Begawan.Program posyandu ini menjadi bagian dari bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan warga desa. Pihak Posyandu Desa Pandansari Lor menargetkan sebanyak 99 warga untuk mengikuti kegiatan ini, yang meliputi lansia, ibu hamil, serta balita.Sejak pagi hari, warga mulai berdatangan ke lokasi kegiatan dengan penuh antusias. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan balita. Mahasiswa KKM bersama para kader posyandu dan tenaga medis turut membantu mengarahkan jalannya kegiatan agar berjalan tertib dan lancar. Salah satu anggota KKM Desa Pandansari Lor, Ahmad Thoriq Jamil, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan posyandu ini merupakan bentuk nyata dukungan fasilitas kesehatan bagi masyarakat Dusun Begawan. “Posyandu yang dilaksanakan ini merupakan bentuk bantuan fasilitas kesehatan bagi warga sekitar. Antusiasme warga dalam menghadiri kegiatan ini sangat tinggi, sehingga kami pun ikut merasakan semangat warga untuk hidup sehat. Saya juga memberikan apresiasi kepada para kader posyandu serta Bapak dan Ibu dokter yang telah bekerja keras dalam menyelenggarakan kegiatan ini. Terima kasih atas kerja keras dan dedikasinya,” ujarnya. Dalam pelaksanaannya, posyandu dibagi ke dalam dua pos pelayanan, yaitu pos lansia serta pos balita dan ibu hamil. Pembagian ini dilakukan agar pelayanan dapat berjalan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing kelompok. Pada pos lansia, tersedia empat jenis layanan kesehatan, meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah (tensi), serta pemeriksaan gula darah dan asam urat. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan lansia secara berkala serta mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan. Mahasiswa KKM yang bertugas di pos lansia antara lain Ahmad Thoriq Jamil, Nanda Fitriyah, Vika Widowati, Muhammad Bahruddin Jufri, dan Risma Amalia Nabiha. Sementara itu, pada pos balita dan ibu hamil juga disediakan empat kegiatan utama, yaitu penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, sosialisasi mengenai stunting, serta pemberian suntikan vitamin kepada balita. Sosialisasi stunting diberikan sebagai upaya edukasi kepada para orang tua mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak dini guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Mahasiswa yang bertugas di pos ini terdiri atas Milla’izzati Putri, Chilya Alfia Zahro, Alfia Nur Azizah, Kartika Aulia Tsabitah, dan Rakha Naufal Rafid. Sedangkan dokumentasi seluruh kegiatan dikoordinasikan oleh Muhammad Fikri Haikal. Setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai, tenaga medis yang bertugas di masing-masing pos memberikan resep obat kepada warga yang membutuhkan, sesuai dengan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. Melalui kegiatan posyandu ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan dan pencegahan stunting dapat terus meningkat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa KKM dalam menerapkan ilmu pengetahuan serta membangun kepedulian sosial di tengah masyarakat.
RANI AMBARWATI WISNU SOERATNO
Dalam beberapa pekan terakhir, Dusun Segelan Sidomulyo, Desa Balesari, kembali menunjukkan potret kuatnya tradisi gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan warganya. Di dusun ini, kerja bakti bukan dipahami sebagai kegiatan insidental semata, melainkan menjadi rutinitas kolektif yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Bahkan, kerja bakti dilaksanakan hampir setiap hari dengan sistem bergiliran antarblok. Konsistensi tersebut mencerminkan komitmen tinggi masyarakat dalam merawat lingkungan dan membangun fasilitas bersama. Pola kerja bakti yang terjadwal ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, melainkan pelaksanaan ini terlihat adanya kesetaraan gender dimana perempuan turut berperan aktif tidak hanya dalam dukungan logistik, tetapi juga dalam perencanaan kegiatan lapangan serta pengambilan keputusan. Keterlibatan seluruh masyarakat ini memperkuat partisipasi kolektif, nilai kebersamaan dan menciptakan lingkungan yang penuh semangat kebersamaan. Tradisi gotong royong di Dusun Segelan Sidomulyo telah teruji melalui berbagai kegiatan pembangunan yang dilakukan secara swadaya oleh warga, salah satunya pada perbaikan dan pembangunan jalan desa yang sebelumnya mengalami kerusakan parah. Melalui kerja sama kolektif dan partisipasi aktif masyarakat, pembangunan jalan tersebut berhasil diwujudkan dan menjadi bukti nyata bahwa nilai kebersamaan di Dusun Segelan Sidomulyo bukan sekadar jargon, melainkan terimplementasi dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan warga. Kerja bakti dilaksanakan secara sukarela tanpa paksaan, dengan pembagian tugas yang berjalan alami di lapangan. Kelompok bapak-bapak umumnya menangani pekerjaan berat seperti mencangkul, mengecor, dan pekerjaan teknis lainnya, sementara para ibu turut berperan aktif membantu pekerjaan ringan, penataan lingkungan, serta menyiapkan konsumsi. Seluruh proses dilakukan bersama-sama, mencerminkan kuatnya solidaritas sosial dan semangat gotong royong yang terus terjaga di tengah masyarakat Dusun Segelan Sidomulyo . Konsistensi kehadiran warga dalam setiap kegiatan kerja bakti menjadi kekuatan utama Dusun Segelan Sidomulyo , Desa Balesari. Tingginya partisipasi masyarakat mencerminkan rasa memiliki yang kuat terhadap lingkungan serta hasil pembangunan yang dikerjakan secara bersama-sama. Konsistensi inilah yang kemudian mendorong keberlanjutan berbagai program pembangunan, sehingga dapat berjalan lancar dan berkesinambungan. Saat ini, gotong royong warga difokuskan pada pembangunan dan penataan taman lingkungan serta pembuatan dan perbaikan gorong-gorong sebagai kelanjutan dari pembangunan jalan yang telah dilakukan sebelumnya. Keberadaan taman di pinggir jalan diharapkan menjadi upaya peningkatan kualitas tampilan jalan desa, sementara gorong-gorong yang tertata dengan baik berfungsi untuk memperlancar aliran air dan mencegah terjadinya genangan. Dampaknya pun dapat langsung dirasakan masyarakat, baik dari sisi kenyamanan lingkungan maupun kemudahan akses. Dalam konteks inilah, mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114 hadir dan turut terlibat aktif bersama warga Dusun Segelan Sidomulyo. Kehadiran mahasiswa tidak sebatas melakukan pengamatan, melainkan diwujudkan melalui partisipasi langsung di lapangan dengan menyumbangkan tenaga dan membaur dalam setiap proses kegiatan kerja bakti. Mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114 ikut mendukung kelancaran kegiatan dengan bekerja bersama masyarakat, sekaligus belajar dan beradaptasi dengan pola gotong royong yang telah lama mengakar. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berposisi sebagai mitra masyarakat yang mendukung kegiatan, tanpa mengambil alih peran utama warga yang selama ini menjadi penggerak pembangunan dusun. Keterlibatan mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114 dalam kerja bakti rutin di Dusun Segelan Sidomulyo memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Bagi warga, kehadiran mahasiswa tidak hanya menambah tenaga kerja, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan dalam setiap kegiatan pembangunan lingkungan. Sementara itu, mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114 menilai kegiatan ini memberi pengalaman sosial yang berharga, terutama dalam memahami secara langsung nilai gotong royong, solidaritas sosial, serta praktik pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung turut mempererat hubungan sosial antara warga dan mahasiswa, sekaligus berkontribusi pada terciptanya lingkungan dusun yang semakin tertata dan nyaman. Ke depan, masyarakat Dusun Segelan Sidomulyo berharap tradisi kerja bakti yang telah mengakar ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh praktik baik pembangunan desa yang lahir dari kekuatan kolektif warga. Model kerja bakti rutin di Dusun Segelan Sidomulyo menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat berjalan efektif ketika digerakkan oleh kesadaran kolektif masyarakat, sementara bagi mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114, keterlibatan ini menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna serta bekal nilai sosial penting untuk kehidupan bermasyarakat di masa mendatang.
ELIZA DHINY SALSABILA
Kegiatan penyuluhan perawatan jenazah diselenggarakan oleh Kelompok KKM Sarimi Adhiyaksa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama ibu-ibu Muslimat Kelurahan Jodipan pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Roisiyah Kelurahan Jodipan, Kota Malang Penyuluhan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata cara perawatan jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Materi yang disampaikan meliputi tahapan memandikan, mengkafani, hingga menshalatkan jenazah. Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi dan sesi diskusi. Para peserta tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan terkait praktik perawatan jenazah yang kerap dijumpai di lingkungan sekitar Antusiasme ibu-ibu Muslimat terlihat dari keaktifan mereka selama kegiatan berlangsung. Melalui penyuluhan ini, mahasiswa KKM Sarimi Adhiyaksa berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat serta menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam menghadapi peristiwa kematian yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin
TEGAR BAGUS SANTOSO
Pada hari ini telah dilaksanakan kegiatan kunjungan edukatif ke Bhakti Alam yang diikuti oleh anak-anak KKN sebagai bagian dari program pembelajaran dan pengembangan kebersamaan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar di luar ruangan sekaligus mengenalkan pentingnya menjaga alam dan lingkungan. Kegiatan kunjungan ke Bhakti Alam dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan dan berlangsung dengan tertib. Seluruh peserta berangkat dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias, didampingi oleh pendamping serta koordinator kegiatan KKN. Selama berada di lokasi Bhakti Alam, kami mendapatkan pengetahuan mengenai berbagai jenis tanaman, meras susu sapi, serta pengelolaan lingkungan. kami diajak untuk mengenal alam secara langsung dan memahami pentingnya pelestarian lingkungan melalui kegiatan edukatif yang disediakan. Selain kegiatan edukasi, anak-anak KKN juga melaksanakan kegiatan renang di area yang telah disediakan. Kegiatan renang ini bertujuan untuk memberikan penyegaran, melatih keberanian, serta menumbuhkan rasa percaya diri peserta dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan. Kegiatan selanjutnya adalah permainan (game) yang dilakukan secara berkelompok. Permainan ini dirancang untuk melatih kerja sama, kekompakan, serta mempererat kebersamaan antar peserta KKN. Seluruh peserta mengikuti permainan dengan penuh semangat dan keceriaan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan aman. Peserta, pendamping, serta pihak pengelola Bhakti Alam bekerja sama dengan baik sehingga kegiatan dapat terlaksana sesuai rencana. Dengan adanya kegiatan kunjungan edukatif, renang, dan permainan ini, diharapkan anak-anak KKN memperoleh pengalaman berharga, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat rasa kebersamaan dan tanggung jawab.
UZLIFATIL JANNAH
Dalam rangka memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, mahasiswa KKN 43 Pradipta UIN Malang turut berpartisipasi dalam kegiatan pawai yang diselenggarakan oleh SDN 1 Gading Kembar. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada siswa melalui pendekatan yang edukatif dan menyenangkan. Pawai berlangsung dengan tertib dan penuh semangat. Antusiasme para siswa terlihat jelas dari semangat mereka mengikuti rangkaian kegiatan, membawa atribut peringatan, serta mengikuti arahan guru dengan penuh keceriaan. Suasana kebersamaan dan kekhidmatan terasa menyatu dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan mahasiswa KKN dalam pawai ini tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai pendamping yang membantu menjaga ketertiban serta memberikan dukungan moral kepada siswa. Kehadiran mahasiswa di tengah kegiatan sekolah diharapkan dapat mempererat hubungan antara dunia pendidikan dan pengabdian masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan pawai peringatan Isra’ Mi’raj ini berjalan dengan lancar tanpa hambatan berarti. Lebih dari sekadar perayaan tahunan, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nilai religius, kebersamaan, dan disiplin bagi siswa sejak usia dini.
AZMI FASH SHALNA ZAIBA
https://kkm-27-argantara.blogspot.com/2026/01/khataman-al-quran.html?m=1 Subuh itu, Desa Poncokusumo masih diselimuti udara dingin khas pegunungan. Kabut tipis menggantung pelan di antara rumah-rumah warga, sementara suara adzan Subuh menggema lembut dari musholla setempat. Di momen hening itulah, kami — mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) — melangkahkan kaki menuju musholla dengan hati yang terasa lebih tenang dari biasanya. Kegiatan Khataman Al-Qur’an yang kami rencanakan sejak awal KKM akhirnya tiba, bukan sebagai agenda seremonial, tetapi sebagai ruang kebersamaan dan perenungan di tengah pengabdian kami kepada masyarakat. Sejak sebelum Subuh, satu per satu mahasiswa sudah berkumpul. Ada yang membawa mushaf, ada yang masih menahan kantuk, tapi semuanya datang dengan niat yang sama. Musholla desa Poncokusumo pagi itu terasa lebih hidup. Lampu-lampu kecil menyala, sajadah tersusun rapi, dan suasana khusyuk mulai terbangun. Kegiatan ini memang ditujukan untuk internal mahasiswa KKM, namun tetap terasa menyatu dengan denyut kehidupan desa. Kami mengaji bersama, saling menyimak, saling mengingatkan, dan merasakan bahwa Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga untuk dihidupi, apalagi di tengah proses belajar bermasyarakat seperti KKM. Proses khataman berjalan sederhana, tanpa protokol yang rumit. Setiap mahasiswa mengambil bagian sesuai kemampuan, membaca dengan tartil, dan berusaha menjaga kekhusyukan. Tidak ada target cepat selesai, yang kami jaga justru ketenangan suasana. Di sela-sela lantunan ayat suci, sesekali terdengar suara alam pagi—ayam berkokok, angin yang berdesir pelan—seolah ikut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan ini. Meskipun sasaran kegiatan adalah mahasiswa KKM sendiri, kehadiran warga yang ikut shalat Subuh berjamaah memberi nuansa hangat tersendiri. Senyum dan sapaan mereka setelah shalat menjadi bentuk dukungan yang sederhana, namun bermakna. Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar mengaji bersama. Di tengah padatnya agenda KKM—dari program edukasi, sosial, hingga administrasi — khataman Al-Qur’an menjadi titik jeda yang menenangkan. Ia mengingatkan bahwa pengabdian tidak selalu tentang aktivitas fisik dan program besar, tetapi juga tentang memperbaiki hubungan dengan Tuhan dan diri sendiri. Banyak dari kami yang merasakan suasana batin yang lebih ringan setelah kegiatan ini, seolah diberi energi baru untuk melanjutkan pengabdian di desa. Dampak kegiatan ini mungkin tidak langsung terlihat dalam bentuk angka atau capaian program, tetapi terasa secara personal. Bagi mahasiswa, khataman ini mempererat kebersamaan tim KKM, membangun rasa saling peduli, dan menumbuhkan kesadaran spiritual di tengah dinamika lapangan. Bagi lingkungan sekitar, meski secara tidak langsung, kehadiran mahasiswa yang aktif memakmurkan musholla memberi kesan positif bahwa KKM bukan hanya hadir untuk bekerja, tetapi juga untuk menyatu dengan nilai-nilai lokal dan religius masyarakat desa. Menutup kegiatan, kami duduk sejenak di dalam musholla, berbagi kesan singkat dan doa bersama. Pagi perlahan beranjak terang, dan aktivitas desa mulai berjalan seperti biasa. Dari kegiatan sederhana ini, kami belajar bahwa kebermaknaan KKM tidak selalu lahir dari program yang besar dan ramai, tetapi dari niat yang tulus dan kebersamaan yang hangat. Harapan kami, semangat seperti ini bisa terus berlanjut, tidak hanya selama KKM berlangsung, tetapi juga ketika kami kembali ke kehidupan kampus dan masyarakat masing-masing. Khataman Al-Qur’an di musholla desa Poncokusumo pada 4 Januari 2026 itu akan selalu kami ingat sebagai salah satu momen paling tenang selama KKM. Sebuah pagi yang mengajarkan kami untuk melambat sejenak, menata niat, dan melangkah kembali dengan hati yang lebih siap untuk mengabdi.