BIMA RAKA LAKSAMANA PUTRA
Kuliah kerja Masyarakat (KKM) program wajib yang diadakan disetiap kampus untuk mahasiswa semester 5. kalini kampus UIN Malang melepaskan mahasiswa untuk terjun dan berbaur ke masyarakat. memberikan perubahan dalam fokus "Membangun Desa Berkelanjutan Berbasis Penguatan Moderasi Beragama dan Potensi Lokal". Seperti mahasiswa dari kelompok 188 yang melakukan KKM Mandiri Integritas di Desa Gambiran, Dusun Jagil, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Pelaksaaan KKM Mandiri Intgritas, di Dusun Jagil diawali dengan semangat koloboratif antara mahasiswa kelompok 188 UIN Malang dengan masyarakat setempat. berbagai elemen warga juga dilibatkan dalam menjalankan program kerja yang ada. harapannya semua programa dapat memberikan dampak positif untuk berbagai bidang, seperti pembangunan desa berkelanjutan, moderasi beragama, serta membangun potensi lokal yang ada di desa setempat. kegiatan ini resmi berjalan dengan dilakukannya acara pembukaan. Acara pembukaan KKM Mandiri Intgritas, yang dilaksanakan di kantor posyandu dusun jagil dengan penuh rasa semangat dan hikmat. Dan dihadiri oleh segenap elemen masyarakat mulai dari kepala dusun hingga ketua RT, serta dosen pemdamping Lapangan (DPL) yang mendukung kelancaran acaran pembukaan KKM Mandiri Intgritas (25 Desember 2025). Rangkaian acara yang berlangsung dengan hikmat. diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC). setelah itu dilanjutkan dengan sambutan - sambutan, Mulai dari ketua kelompok 188 KKM Mandiri Integritas Bima Raka Laksamana Putra dengan tujuan kkm "memperluas publikasi branding dusun dengan potensi lokal yang ada" ujar ketua kelompok 188. Serta dilajutkan dengan sambutan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Whida Rositama M.Hum dalam sambutannya ia menyampaikan terimakasi kepada masyarakat yang mau menerima dan mengijinkan mahasiswa dampingannya untuk menjalankan pengabdiaan selama satu bulan kedepan, dan ia berharap agar dengan adanya kegiatan inj dapat membantu masrakat setempat. "saya menyerahkan anak - anak kelompok 188 ini untuk dibina dan bimbing agar dapat bermanfaat untuk kemajuan dusun ini." ujar Whida Rositama M.Hum Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). lalu sambutan dilanjutkan dengan kepala Dusun Jagil, Pipit Subroto dalam sambutanya ia sangat senang dengan kedatangan mahasiswa UIN Malang dalam kegiatan KKM Mandiri. Ia juga berharap agar dengan adanya mahasiswa ini dapat memberikan terobosan dan perubahan yang baik keduapannya selama satu bulan pengabdian ini. "terimakasih sudah berkenan untuk memilih dusun ini untuk jadi tempat KKM kalian semoga ini menjadi langkah baik untuk dusun ini." ujar Pipit Subroto Kepala Dusun jagil. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pemaparan program kerja oleh sekertaris. program kerja yang sudah dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan dusun setempat dengan memadukan dengan nilai-nilai keagamaan. seperti perogram pendidikan karakter anak dengan menanamkan nilai - nilai islami hingga membantu potensi - potensi yang ada di masyarakat setempat. Acara dilanjutkan dengan pembacaan do'a agar kegiatan KKM Mandiri Intgritas selama satu bulan ini bisa dapat berjalan dengan baik.
RINIV WIKO MAHATVA MENGGALA ANORAGA
Kampung Zakat Terpadu yang berada di Dusun Paceh, Desa Jambearum, Kecamatan Sumberjambe, Kabupaten Jember, kembali menggelar agenda tahunan dalam rangka peringatan hari lahir ke-VIII Tahun 1447 H atau 2026 M. Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut, mulai Jumat, 31 Januari hingga Minggu, 1 Februari 2026. Rangkaian acara mencakup wisuda santri, khataman Al-Qur'an, berbagai perlombaan edukatif, hingga aksi sosial berbasis zakat, infak, dan sedekah. Kegiatan harlah menjadi momentum penting bagi Kampung Zakat Terpadu untuk merefleksikan peran zakat tidak hanya sebagai instrumen ekonomi, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan pendidikan dan sosial masyarakat. Selama tiga hari, suasana Dusun Paceh tampak lebih hidup dengan kehadiran santri, wali santri, tokoh agama, tokoh masyarakat, relawan zakat, serta mahasiswa yang terlibat dalam pendampingan kegiatan. Hari pertama kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang menandai dimulainya seluruh rangkaian acara. Pembukaan ini menjadi titik temu antara panitia, masyarakat, dan para santri untuk menyamakan semangat dan tujuan kegiatan. Setelah pembukaan, panitia langsung menggelar berbagai lomba yang dirancang sesuai dengan kemampuan santri dan tingkatan jilid yang tersedia di TPQ Darul Qur'an Al-Ibrahimy. Lomba mewarnai diperuntukkan bagi santri TK A sebagai sarana melatih motorik dan kreativitas. Lomba bilal, hafalan bacaan shalat, hafalan doa-doa harian, tartil dan tilawati Al-Qur'an, serta baca kitab menjadi bagian utama yang menekankan aspek penguasaan dasar-dasar keagamaan diperuntukkan bagi santri jilid 1-6 dan madin. Pada hari pertama, kegiatan yang dilaksanakan berupa santunan dan pentasyarufan ZIS (Zakat, Infak, dan Sedekah) kepada masyarakat yang berhak menerima (anak yatim, lansia, dan kaum dhuafa). Penyaluran zakat, infak, dan sedekah dilakukan secara langsung dan terbuka, dengan harapan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mustahik serta memperkuat rasa kebersamaan antara pengelola zakat dan masyarakat. Kegiatan ini menunjukkan bahwa zakat tidak berhenti pada pengumpulan dana, tetapi harus hadir secara nyata di tengah kehidupan masyarakat. Hari kedua, kegiatan difokuskan pada penguatan hafalan, pemahaman, dan keterampilan santri. Lomba hafalan bacaan shalat, hafalan doa-doa harian, tartil dan tilawati, serta baca kitab dilanjutkan untuk memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh peserta. Selain itu, panitia menambah variasi lomba yang bersifat edukatif dan kolaboratif. Lomba merangkai kalimat dan huruf dirancang untuk melatih kemampuan dasar literasi santri. Lomba muadzin melatih keberanian dan ketepatan dalam melafalkan adzan. Hafalan nadlom Aqidatul Awam menjadi sarana penguatan akidah melalui tradisi keilmuan pesantren. Panitia juga menggelar lomba lagu belajar atau nasyid yang bertujuan menumbuhkan minat belajar melalui media seni. Hafalan surat-surat pendek dan ayat pilihan menjadi bagian dari upaya membiasakan santri dekat dengan Al-Qur'an sejak dini. Lomba cerdas cermat menutup rangkaian hari kedua dengan suasana kompetitif yang sehat, mendorong santri untuk berpikir cepat dan tepat dalam menjawab pertanyaan seputar pengetahuan agama dan umum. Hari ketiga menjadi puncak seluruh rangkaian kegiatan. Acara diawali dengan pengajian atau majlisul ilmi yang diikuti oleh santri dan masyarakat sekitar. Pengajian ini menjadi ruang refleksi dan penguatan nilai-nilai keislaman, sekaligus pengingat bahwa proses belajar tidak berhenti pada perlombaan dan seremoni. Setelah pengajian, dilaksanakan muwadda'ah atau perpisahan dengan guru tugas dari Pondok Pesantren Sidogiri serta mahasiswa KKM 168 Eskalasi Abhipraya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2025--2026 yang telah mendampingi kegiatan pendidikan dan sosial di Kampung Zakat Terpadu. Prosesi kirab santri menjadi salah satu momen yang paling dinantikan. Santri berjalan menyusuri kampung zakat dengan membawa obor secara bersama-sama dengan diiringi marching band sebagai simbol perjalanan belajar yang telah mereka tempuh. Kirab ini dilanjutkan dengan prosesi wisuda santri dan khataman Al-Qur'an. Wisuda tidak dimaknai sebagai akhir proses belajar, tetapi sebagai penanda capaian dan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba menjadi bentuk apresiasi atas usaha dan kerja keras santri selama mengikuti kegiatan. Rangkaian kegiatan harlah ditutup secara resmi oleh panitia. Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya kegiatan, sekaligus awal dari komitmen baru untuk terus mengembangkan Kampung Zakat Terpadu sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan berjalan dengan tertib dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat setempat. Harlah ke-VIII Kampung Zakat Terpadu menunjukkan bahwa pengelolaan zakat dapat berjalan seiring dengan penguatan pendidikan keagamaan. Kampung Zakat Terpadu tidak hanya berfungsi sebagai tempat distribusi dana zakat, tetapi juga sebagai ruang pembinaan santri dan penguatan nilai sosial. Kegiatan ini memperlihatkan bagaimana zakat, pendidikan, dan partisipasi masyarakat dapat saling terhubung dalam satu ekosistem yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara pengelola zakat, pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat desa Kampung Zakat Terpadu di Dusun Paceh berupaya membangun model pemberdayaan yang berakar pada kebutuhan lokal. Kegiatan harlah menjadi bukti bahwa pembangunan sumber daya manusia dapat dimulai dari desa dengan pendekatan yang sederhana, terencana, dan berbasis nilai keislaman.
CHATHERINE EKA PRATIWI
Permasalahan lingkungan sering kali dianggap sebagai isu besar yang hanya bisa diselesaikan oleh pemerintah atau pihak tertentu. Padahal, ketika terjun langsung ke masyarakat, saya justru menyadari bahwa perubahan lingkungan bisa dimulai dari hal yang sangat sederhana, yaitu dari rumah sendiri. Pengalaman ini saya rasakan selama mengikuti kegiatan KKM Karsa Digisyar, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, di Desa Campurdarat, Kecamatan Campurdarat, Kabupaten Tulungagung, khususnya saat melaksanakan sosialisasi Eco Green. Di desa, persoalan lingkungan masih sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Sampah rumah tangga menumpuk, plastik digunakan hampir setiap hari, selokan sering tersumbat, dan sebagian warga masih membakar sampah tanpa menyadari dampaknya bagi kesehatan. Kondisi ini tidak hanya membuat lingkungan terlihat kotor dan bau, tetapi juga meningkatkan risiko penyakit seperti diare dan demam berdarah. Dari situ saya menyadari bahwa persoalan lingkungan bukan sekadar teori, melainkan masalah nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Melalui sosialisasi Eco Green, masyarakat diperkenalkan pada konsep hidup ramah lingkungan yang sebenarnya sangat sederhana. Eco Green bukan tentang teknologi canggih atau aturan yang rumit, melainkan tentang kebiasaan hidup yang lebih bijak, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik, dan memanfaatkan sampah organik dengan baik. Menurut saya, kesederhanaan inilah yang menjadi kekuatan utama dari konsep Eco Green, karena mudah dipahami dan diterapkan oleh siapa saja. Hal yang menarik perhatian saya adalah penekanan bahwa gerakan Eco Green sebaiknya dimulai dari rumah. Sampah paling banyak berasal dari dapur, dan ibu rumah tangga memiliki peran besar dalam mengatur pola konsumsi serta kebersihan keluarga. Ketika ibu terbiasa memilah sampah, membawa tas belanja sendiri, atau menggunakan botol minum isi ulang, kebiasaan tersebut secara tidak langsung akan ditiru oleh anak-anak. Dari sinilah perubahan kecil bisa tumbuh menjadi kebiasaan yang berdampak besar. Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat juga diajak untuk mulai memilah sampah organik dan anorganik. Sisa makanan, sayuran, dan daun dapat diolah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanaman dan mengurangi bau tidak sedap. Sementara itu, penggunaan plastik sekali pakai dianjurkan untuk dikurangi karena membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai. Menurut saya, solusi-solusi ini sangat realistis karena tidak memerlukan biaya besar, hanya membutuhkan kesadaran dan kemauan untuk berubah. Sebagai mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang terlibat langsung dalam kegiatan KKM, saya melihat bahwa edukasi lingkungan seperti ini sangat penting untuk terus dilakukan. Sosialisasi Eco Green tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan tempat mereka tinggal. Jika kebiasaan ramah lingkungan ini dilakukan secara konsisten, desa akan menjadi lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi semua warganya. Pada akhirnya, pengalaman di Desa Campurdarat mengajarkan saya bahwa menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari langkah besar. Cukup dengan perubahan kecil yang dilakukan setiap hari di rumah, kita sudah ikut berkontribusi melindungi lingkungan. Seperti pesan yang disampaikan dalam sosialisasi tersebut, "Ibu Peduli, Lingkungan Terlindungi", karena dari keluarga yang peduli, akan lahir lingkungan desa yang lebih baik.
RIZWAR WINAFTO
Kuliah kerja Masyarakat (KKM) program wajib yang diadakan disetiap kampus untuk mahasiswa semester 5. kalini kampus UIN Malang melepaskan mahasiswa untuk terjun dan berbaur ke masyarakat. memberikan perubahan dalam fokus "Membangun Desa Berkelanjutan Berbasis Penguatan Moderasi Beragama dan Potensi Lokal". Seperti mahasiswa dari kelompok 188 yang melakukan KKM Mandiri Integritas di Desa Gambiran, Dusun Jagil, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Pelaksaaan KKM Mandiri Integritas, di Dusun Jagil diawali dengan semangat koloboratif antara mahasiswa kelompok 188 UIN Malang dengan masyarakat setempat. berbagai elemen warga juga dilibatkan dalam menjalankan program kerja yang ada. harapannya semua programa dapat memberikan dampak positif untuk berbagai bidang, seperti pembangunan desa berkelanjutan, moderasi beragama, serta membangun potensi lokal yang ada di desa setempat. kegiatan ini resmi berjalan dengan dilakukannya acara pembukaan. Acara pembukaan KKM Mandiri Intgritas, yang dilaksanakan di kantor posyandu dusun jagil dengan penuh rasa semangat dan hikmat. Dan dihadiri oleh segenap elemen masyarakat mulai dari kepala dusun hingga ketua RT, serta dosen pemdamping Lapangan (DPL) yang mendukung kelancaran acaran pembukaan KKM Mandiri Intgritas (25 Desember 2025). Rangkaian acara yang berlangsung dengan hikmat. diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC). setelah itu dilanjutkan dengan sambutan - sambutan, Mulai dari ketua kelompok 188 KKM Mandiri Integritas Bima Raka Laksamana Putra dengan tujuan kkm "memperluas publikasi branding dusun dengan potensi lokal yang ada" ujar ketua kelompok 188. Serta dilanjutkan dengan sambutan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Whida Rositama M.Hum dalam sambutannya ia menyampaikan terimakasi kepada masyarakat yang mau menerima dan mengijinkan mahasiswa dampingannya untuk menjalankan pengabdiaan selama satu bulan kedepan, dan ia berharap agar dengan adanya kegiatan inj dapat membantu masrakat setempat. "saya menyerahkan anak - anak kelompok 188 ini untuk dibina dan bimbing agar dapat bermanfaat untuk kemajuan dusun ini." ujar Whida Rositama M.Hum Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). lalu sambutan dilanjutkan dengan kepala Dusun Jagil, Pipit Subroto dalam sambutanya ia sangat senang dengan kedatangan mahasiswa UIN Malang dalam kegiatan KKM Mandiri. Ia juga berharap agar dengan adanya mahasiswa ini dapat memberikan terobosan dan perubahan yang baik keduapannya selama satu bulan pengabdian ini. "terimakasih sudah berkenan untuk memilih dusun ini untuk jadi tempat KKM kalian semoga ini menjadi langkah baik untuk dusun ini." ujar Pipit Subroto Kepala Dusun jagil. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pemaparan program kerja oleh sekertaris. program kerja yang sudah dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan dusun setempat dengan memadukan dengan nilai-nilai keagamaan. seperti perogram pendidikan karakter anak dengan menanamkan nilai - nilai islami hingga membantu potensi - potensi yang ada di masyarakat setempat. Acara dilanjutkan dengan pembacaan do'a agar kegiatan KKM Mandiri Intgritas selama satu bulan ini bisa dapat berjalan dengan baik.
SIVA ANANDA WAHYU
UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang terus memperkuat dalam mendukung pengasuhan anak yang ramah dan berorientasi pada kebutuhan tumbuh kembang anak di era digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pola Asuh Anak bertajuk “Menemukan Gaya Pengasuhan Terbaik untuk Si Kecil” yang digelar di Aula Kertosari, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Rabu (28/1/2025). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) Kelurahan Ketawanggede dengan KKM PSGA (Pusat Studi Gender dan Anak) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sosialisasi bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya guru dan wali murid PAUD, terkait pentingnya penerapan pola pengasuhan anak yang tepat, aman, dan bebas kekerasan di tengah tantangan pengasuhan modern. Sosialisasi diikuti oleh Tim Penggerak PKK Kelurahan Ketawanggede, para guru PAUD, wali murid PAUD, serta masyarakat setempat. Keterlibatan UIN Maliki Malang melalui PSGA memberikan kekuatan berbasis akademik dan keilmuan dalam upaya meningkatkan kualitas pengasuhan keluarga. Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Lowokwaru, Ida Wahyuni, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi pola asuh anak sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. “Kegiatan ini sangat diperlukan, terutama bagi para orang tua, karena tantangan mengasuh anak di era digital semakin kompleks. Edukasi seperti ini membantu orang tua agar tidak salah dalam menerapkan pola asuh,” ujarnya. Sosialisasi menghadirkan Ketua PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Hj. Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan masih banyak ditemukan kesalahan pola asuh di masyarakat, mulai dari minimnya interaksi emosional antara orang tua dan anak hingga kasus kekerasan yang dihilangkan dari pengasuhan yang tidak tepat. “Saat ini masih banyak anak yang diasuh oleh gadget sejak usia dini, sehingga kedekatan emosional dengan orang tua berkurang. Selain itu, orang tua sering kali lebih mendengarkan pendapat orang lain dibandingkan memahami kebutuhan anaknya sendiri,” jelasnya. Hj. Aprilia Mega Rosdiana menekankan bahwa setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda-beda. Oleh karena itu, pola pengasuhan harus disesuaikan dengan kondisi anak agar dapat mendukung perkembangan karakter, kesehatan mental, serta kemampuan sosialnya secara optimal. Ia juga menegaskan bahwa pengasuhan yang baik bukan sekedar mengawasi, tetapi mendampingi anak dengan penuh kasih sayang dan kesadaran. Lingkungan keluarga yang aman dan suportif menjadi kunci utama dalam mencetak generasi yang sehat secara fisik dan psikologis. Kegiatan ini juga didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan KKM PSGA UIN Maliki Malang, Sheila Kusuma Wardani Amnesti, MH Ia menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dan dosen UIN Maliki Malang dalam kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. “Kegiatan sosialisasi ini menjadi wadah edukasi yang sangat penting bagi orang tua. Pola asuh yang baik tidak hanya mencegah kekerasan terhadap anak, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak,” ungkapnya. Melalui sinergi Puspaga Kelurahan Ketawanggede dan KKM PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola asuh positif, ramah anak, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Upaya ini sekaligus menegaskan peran UIN Maliki Malang sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam membangun keluarga berkualitas dan generasi penerus bangsa yang unggul.
NAURAH NADZIFAH
Kuliah kerja Masyarakat (KKM) program wajib yang diadakan disetiap kampus untuk mahasiswa semester 5. kalini kampus UIN Malang melepaskan mahasiswa untuk terjun dan berbaur ke masyarakat. memberikan perubahan dalam fokus "Membangun Desa Berkelanjutan Berbasis Penguatan Moderasi Beragama dan Potensi Lokal". Seperti mahasiswa dari kelompok 188 yang melakukan KKM Mandiri Integritas di Desa Gambiran, Dusun Jagil, Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Pelaksaaan KKM Mandiri Intgritas, di Dusun Jagil diawali dengan semangat koloboratif antara mahasiswa kelompok 188 UIN Malang dengan masyarakat setempat. berbagai elemen warga juga dilibatkan dalam menjalankan program kerja yang ada. harapannya semua programa dapat memberikan dampak positif untuk berbagai bidang, seperti pembangunan desa berkelanjutan, moderasi beragama, serta membangun potensi lokal yang ada di desa setempat. kegiatan ini resmi berjalan dengan dilakukannya acara pembukaan. Acara pembukaan KKM Mandiri Intgritas, yang dilaksanakan di kantor posyandu dusun jagil dengan penuh rasa semangat dan hikmat. Dan dihadiri oleh segenap elemen masyarakat mulai dari kepala dusun hingga ketua RT, serta dosen pemdamping Lapangan (DPL) yang mendukung kelancaran acaran pembukaan KKM Mandiri Intgritas (25 Desember 2025). Rangkaian acara yang berlangsung dengan hikmat. diawali dengan pembukaan oleh Master of Ceremony (MC). setelah itu dilanjutkan dengan sambutan - sambutan, Mulai dari ketua kelompok 188 KKM Mandiri Integritas Bima Raka Laksamana Putra dengan tujuan kkm "memperluas publikasi branding dusun dengan potensi lokal yang ada" ujar ketua kelompok 188. Serta dilajutkan dengan sambutan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Whida Rositama M.Hum dalam sambutannya ia menyampaikan terimakasi kepada masyarakat yang mau menerima dan mengijinkan mahasiswa dampingannya untuk menjalankan pengabdiaan selama satu bulan kedepan, dan ia berharap agar dengan adanya kegiatan inj dapat membantu masrakat setempat. "saya menyerahkan anak - anak kelompok 188 ini untuk dibina dan bimbing agar dapat bermanfaat untuk kemajuan dusun ini." ujar Whida Rositama M.Hum Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). lalu sambutan dilanjutkan dengan kepala Dusun Jagil, Pipit Subroto dalam sambutanya ia sangat senang dengan kedatangan mahasiswa UIN Malang dalam kegiatan KKM Mandiri. Ia juga berharap agar dengan adanya mahasiswa ini dapat memberikan terobosan dan perubahan yang baik keduapannya selama satu bulan pengabdian ini. "terimakasih sudah berkenan untuk memilih dusun ini untuk jadi tempat KKM kalian semoga ini menjadi langkah baik untuk dusun ini." ujar Pipit Subroto Kepala Dusun jagil. Setelah itu acara dilanjutkan dengan pemaparan program kerja oleh sekertaris. program kerja yang sudah dirancang untuk menyesuaikan kebutuhan dusun setempat dengan memadukan dengan nilai-nilai keagamaan. seperti perogram pendidikan karakter anak dengan menanamkan nilai - nilai islami hingga membantu potensi - potensi yang ada di masyarakat setempat. Acara dilanjutkan dengan pembacaan do'a agar kegiatan KKM Mandiri Intgritas selama satu bulan ini bisa dapat berjalan dengan baik.