MIRZA MILLATA HANIFAH
16 Januari 2026, Desa Putukrejo Mahasiswa KKM 59 UIN Malang Samudrawisesa melaksanakan program sosialisasi Stop Bullying di sejumlah sekolah dasar yang berada di Desa Putukrejo. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang bahaya perundungan serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan saling menghargai. Program ini difokuskan pada siswa kelas 4 hingga kelas 6 sekolah dasar. Pemilihan jenjang ini didasarkan pada pertimbangan bahwa usia tersebut merupakan fase penting dalam pembentukan karakter, sikap sosial, dan cara berinteraksi dengan teman sebaya. Melalui sosialisasi ini, siswa diharapkan mampu mengenali bentuk-bentuk bullying serta memahami dampak negatifnya terhadap korban. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM 59 UIN Malang Samudrawisesa menjelaskan bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga dapat terjadi dalam bentuk verbal maupun nonverbal. Ucapan mengejek, memberi julukan yang merendahkan, mengucilkan teman, hingga gestur merendahkan termasuk dalam perilaku bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah. Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan pada pagi hari mulai pukul 09.00 WIB di masing-masing sekolah dasar. Materi disampaikan dengan pendekatan yang mudah dipahami anak-anak, sehingga mereka dapat lebih mudah mengaitkan materi dengan situasi yang mereka alami sehari-hari di sekolah. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 59 UIN Malang Samudrawisesa berharap siswa tidak hanya mampu mengenali perilaku bullying, tetapi juga berani menolak dan mencegahnya. Dengan meningkatnya kesadaran sejak usia dini, diharapkan budaya saling menghargai dan peduli terhadap sesama dapat tumbuh kuat di lingkungan sekolah dasar Desa Putukrejo. Program ini menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih aman, ramah anak, dan bebas dari praktik perundungan.
MOCHAMMAD NURIL AKHYAR EFFENDI
Dalam beberapa pekan terakhir, Dusun Segelan Sidomulyo, Desa Balesari, kembali menunjukkan potret kuatnya tradisi gotong royong yang telah mengakar dalam kehidupan warganya. Di dusun ini, kerja bakti bukan dipahami sebagai kegiatan insidental semata, melainkan menjadi rutinitas kolektif yang dijalankan secara konsisten dan berkelanjutan. Bahkan, kerja bakti dilaksanakan hampir setiap hari dengan sistem bergiliran antarblok. Konsistensi tersebut mencerminkan komitmen tinggi masyarakat dalam merawat lingkungan dan membangun fasilitas bersama. Pola kerja bakti yang terjadwal ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, melainkan pelaksanaan ini terlihat adanya kesetaraan gender dimana perempuan turut berperan aktif tidak hanya dalam dukungan logistik, tetapi juga dalam perencanaan kegiatan lapangan serta pengambilan keputusan. Keterlibatan seluruh masyarakat ini memperkuat partisipasi kolektif, nilai kebersamaan dan menciptakan lingkungan yang penuh semangat kebersamaan. Tradisi gotong royong di Dusun Segelan Sidomulyo telah teruji melalui berbagai kegiatan pembangunan yang dilakukan secara swadaya oleh warga, salah satunya pada perbaikan dan pembangunan jalan desa yang sebelumnya mengalami kerusakan parah. Melalui kerja sama kolektif dan partisipasi aktif masyarakat, pembangunan jalan tersebut berhasil diwujudkan dan menjadi bukti nyata bahwa nilai kebersamaan di Dusun Segelan Sidomulyo bukan sekadar jargon, melainkan terimplementasi dalam aksi nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan warga. Kerja bakti dilaksanakan secara sukarela tanpa paksaan, dengan pembagian tugas yang berjalan alami di lapangan. Kelompok bapak-bapak umumnya menangani pekerjaan berat seperti mencangkul, mengecor, dan pekerjaan teknis lainnya, sementara para ibu turut berperan aktif membantu pekerjaan ringan, penataan lingkungan, serta menyiapkan konsumsi. Seluruh proses dilakukan bersama-sama, mencerminkan kuatnya solidaritas sosial dan semangat gotong royong yang terus terjaga di tengah masyarakat Dusun Segelan Sidomulyo . Konsistensi kehadiran warga dalam setiap kegiatan kerja bakti menjadi kekuatan utama Dusun Segelan Sidomulyo , Desa Balesari. Tingginya partisipasi masyarakat mencerminkan rasa memiliki yang kuat terhadap lingkungan serta hasil pembangunan yang dikerjakan secara bersama-sama. Konsistensi inilah yang kemudian mendorong keberlanjutan berbagai program pembangunan, sehingga dapat berjalan lancar dan berkesinambungan. Saat ini, gotong royong warga difokuskan pada pembangunan dan penataan taman lingkungan serta pembuatan dan perbaikan gorong-gorong sebagai kelanjutan dari pembangunan jalan yang telah dilakukan sebelumnya. Keberadaan taman di pinggir jalan diharapkan menjadi upaya peningkatan kualitas tampilan jalan desa, sementara gorong-gorong yang tertata dengan baik berfungsi untuk memperlancar aliran air dan mencegah terjadinya genangan. Dampaknya pun dapat langsung dirasakan masyarakat, baik dari sisi kenyamanan lingkungan maupun kemudahan akses. Dalam konteks inilah, mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114 hadir dan turut terlibat aktif bersama warga Dusun Segelan Sidomulyo. Kehadiran mahasiswa tidak sebatas melakukan pengamatan, melainkan diwujudkan melalui partisipasi langsung di lapangan dengan menyumbangkan tenaga dan membaur dalam setiap proses kegiatan kerja bakti. Mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114 ikut mendukung kelancaran kegiatan dengan bekerja bersama masyarakat, sekaligus belajar dan beradaptasi dengan pola gotong royong yang telah lama mengakar. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa berposisi sebagai mitra masyarakat yang mendukung kegiatan, tanpa mengambil alih peran utama warga yang selama ini menjadi penggerak pembangunan dusun. Keterlibatan mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114 dalam kerja bakti rutin di Dusun Segelan Sidomulyo memberikan dampak positif bagi kedua belah pihak. Bagi warga, kehadiran mahasiswa tidak hanya menambah tenaga kerja, tetapi juga menghadirkan semangat kebersamaan dalam setiap kegiatan pembangunan lingkungan. Sementara itu, mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114 menilai kegiatan ini memberi pengalaman sosial yang berharga, terutama dalam memahami secara langsung nilai gotong royong, solidaritas sosial, serta praktik pembangunan berbasis partisipasi masyarakat. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung turut mempererat hubungan sosial antara warga dan mahasiswa, sekaligus berkontribusi pada terciptanya lingkungan dusun yang semakin tertata dan nyaman. Ke depan, masyarakat Dusun Segelan Sidomulyo berharap tradisi kerja bakti yang telah mengakar ini dapat terus berlanjut dan menjadi contoh praktik baik pembangunan desa yang lahir dari kekuatan kolektif warga. Model kerja bakti rutin di Dusun Segelan Sidomulyo menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat berjalan efektif ketika digerakkan oleh kesadaran kolektif masyarakat, sementara bagi mahasiswa KKM Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 114, keterlibatan ini menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna serta bekal nilai sosial penting untuk kehidupan bermasyarakat di masa mendatang.
ENI KURNIAWATI
https://arutalapratista.blogspot.com/2026/02/
RIZKYA LARASHATI RAHMADHINI
Mahasiswa KKM Kelompok 30 Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan seminar bertema stunting dan parenting di Balai Desa Karanganyar, Poncokusumo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026 yang dihadiri para kader posyandu dari seluruh pos posyandu di wilayah DesaKaranganyar. Mereka menjadi sasaran utama program karena memiliki peran strategis dalam edukasi kesehatan masyarakat. Mahasiswa KKM 30 berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman kader tentang pencegahan stunting dan pola asuh yang tepat. Selain itu, seminar ini dirancang untuk mendorong kolaborasi aktif antara akademisi dan masyarakat desa. Materi pertama seminar menghadirkan Ibu Inu Martina S.ST., M.Si, dosen keperawatan dari Universitas Kepanjen sebagai pemateri bidang kesehatan stunting. Beliau menyampaikan pentingnya memperhatikan asupan gizi sejak kehamilan hingga usia lima tahun. Para kader posyandu diajak memahami tanda-tanda risiko stunting agar dapat melakukan deteksi dini. Materi disampaikan secara komunikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta. Kehadiran narasumber ahli ini semakin memperkuat keyakinan kader pada pentingnya penanganan masalah stunting. Dalam pemaparannya, Ibu Inu Martina menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan. Kondisi ini dapat berdampak pada kemampuan belajar anak dan perkembangan kecerdasan di masa depan. Ia menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai dari rumah melalui kebiasaan makan yang sehat dan terpantau. Posyandu diharapkan menjadi sarana utama memantau tumbuh kembang balita secara berkala. Penjelasan mendalam ini membuka wawasan baru bagi para kader yang hadir. Narasumber juga menyoroti peran ibu hamil sebagai sasaran penting edukasi posyandu. Menurutnya, status gizi calon ibu sangat menentukan kualitas pertumbuhan janin. Asupan nutrisi yang kurang dapat memicu risiko bayi lahir dengan kondisi rentan stunting. Karena itu, kader diharapkan aktif memberikan penyuluhan pada masyarakat, terutama melalui pemeriksaan rutin. Penguatan peran posyandu menjadi kunci dalam pencegahan dini stunting di desa. Selain materi stunting, seminar menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., CHt, dosen Psikologi UIN Malang sebagai pemateri parenting. Beliau menjelaskan bahwa pola asuh yang tepat sangat berpengaruh pada perkembangan emosi dan mental anak. Parenting tidak hanya terkait kebutuhan fisik, tetapi juga melibatkan perhatian, komunikasi, dan kedekatan emosional. Dr. Rofiqoh memberikan contoh-contoh nyata tantangan pola asuh di lingkungan pedesaan. Materi disampaikan secara inspiratif dan interaktif agar mudah diikuti peserta. Dr. Rofiqoh mengajak kader memahami bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Anak yang mendapatkan pendampingan penuh sejak dini cenderung memiliki daya saing lebih tinggi ketika dewasa. Beliau juga menyoroti pentingnya mengurangi pola asuh keras dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih humanis. Parenting yang baik turut mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Peserta terlihat antusias menyimak materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam sesi diskusi, para kader posyandu aktif berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Mereka menanyakan berbagai kondisi berbeda yang kerap terjadi pada balita dan keluarga binaan. Narasumber menjawab setiap pertanyaan dengan rinci dan memberikan panduan yang aplikatif. Suasana seminar menjadi sangat hidup karena interaksi dua arah berlangsung intensif. Mahasiswa KKM 30 turut mendampingi proses diskusi dan mencatat poin penting yang muncul. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari aparat pemerintah desa yang hadir. Kepala desa menyampaikan bahwa edukasi kesehatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat Karanganyar. Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan serentak oleh semua elemen desa. Kehadiran narasumber profesional dan mahasiswa dianggap mampu memperluas wawasan kader. Pemerintah desa berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang. Para mahasiswa KKM 30 mengaku bangga bisa berperan langsung dalam pemberdayaan masyarakat. Mereka memandang kegiatan ini sebagai bentuk penerapan ilmu di dunia nyata melalui pengabdian. Mahasiswa berharap kader posyandu dapat menjadi agen perubahan yang aktif di desa. Mereka juga berencana mendampingi kader secara berkelanjutan selama masa pengabdian. Program ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa mendukung perbaikan kualitas hidup masyarakat. Seminar ditutup dengan penyerahan sertifikat dan foto bersama seluruh peserta dan narasumber. Mahasiswa memberikan modul rangkuman materi agar kader dapat mengulangi dan menyebarkan informasi kepada warga. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menciptakan Karanganyar bebas stunting. Sinergi mahasiswa, dosen ahli, kader posyandu, dan pemerintah desa menjadi kekuatan utama dalam perubahan ini. Dengan pengetahuan baru, kader semakin siap menjadi garda terdepan menjaga tumbuh kembang generasi muda desa.
NAZILATUL ILMIAH
https://drive.google.com/drive/folders/1L4IX-k8aQMSS1fdtwYV-I_Gqnl_-NR9I?usp=drive_link
MUHAMMAD RESTU AULIA
https://drive.google.com/drive/folders/1L4IX-k8aQMSS1fdtwYV-I_Gqnl_-NR9I?usp=drive_link