NUR ADILATUN NASHIHAH
Malang – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai Gebyar Penutupan KKM Unggulan Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 3 yang digelar di Perumahan Pondok Mutiara Asri (POMURI). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian pengabdian mahasiswa selama melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di lingkungan perumahan yang dikenal memiliki banyak pelaku UMKM rumahan tersebut. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana khidmat, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan semangat kebangsaan. Momentum ini menjadi simbol sinergi antara nilai religiusitas dan nasionalisme dalam setiap program pengabdian yang dijalankan. Ketua Kelompok 3 dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga POMURI yang telah menerima mahasiswa dengan hangat serta berkolaborasi aktif dalam setiap program kerja, khususnya pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM rumahan. “Kami hadir bukan hanya untuk menjalankan program akademik, tetapi juga untuk belajar bersama masyarakat dan tumbuh bersama,” ujarnya. Sambutan turut disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ketua RW, serta Ketua Takmir Masjid Al Firdaus. Ketiganya memberikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa yang dinilai telah memberikan dampak nyata, terutama dalam penguatan ekosistem usaha halal dan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid. Gebyar penutupan semakin semarak dengan berbagai penampilan dari lintas generasi. Anak-anak TPQ Masjid Al Firdaus menampilkan tari kreatif dan pertunjukan pantomim yang mengundang tepuk tangan meriah dari para hadirin. Remaja desa turut mempersembahkan tari khas Jawa Timur yang energik dan sarat nilai budaya lokal. Tak kalah memukau, ibu-ibu Majelis Hadrah Jidor Al Firdaus tampil membawakan lantunan shalawat yang menggugah suasana religius sekaligus mempererat ukhuwah antarwarga. Sebagai penampilan pamungkas, mahasiswa KKM mempersembahkan drama musikal yang mengisahkan perjalanan pengabdian mereka selama di POMURI—mulai dari pendampingan UMKM, pelatihan kreatif, hingga kebersamaan dengan anak-anak TPQ. Drama tersebut sukses menghadirkan tawa sekaligus haru di penghujung acara. Selain pentas seni, momen penting lainnya adalah pengumuman pemenang lomba kreasi anak yang sebelumnya telah digelar sebagai bagian dari program pemberdayaan. Tidak hanya itu, secara simbolis juga diumumkan capaian sertifikat halal bagi pelaku usaha yang telah berhasil lolos proses pendampingan, sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan UMKM di lingkungan perumahan. Acara ditutup dengan penayangan video after movie KKM dalam format short film yang merangkum seluruh perjalanan pengabdian mahasiswa. Tayangan tersebut menjadi refleksi sekaligus kenangan manis atas kolaborasi yang telah terjalin antara mahasiswa dan masyarakat. Ketua RW POMURI menyampaikan harapannya agar silaturahmi tetap terjaga meski masa KKM telah berakhir. “Kami merasakan manfaat nyata dari kehadiran adik-adik mahasiswa, terutama bagi UMKM rumahan yang menjadi kekuatan ekonomi warga,” ungkapnya. Gebyar penutupan ini bukan sekadar seremoni akhir kegiatan, melainkan simbol keberhasilan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi, memperkuat nilai religius, serta menumbuhkan semangat kreativitas di tengah lingkungan perumahan yang produktif.
NADZIROTUL MASUDAH
Pandansari, 2 Januari 2026 Mengawali tahun baru dengan kegiatan bermanfaat, saya bersama Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 35 Pandareka UIN Maulana Malik Ibrahim mengadakan pelatihan public speaking bagi pelajar Desa Pandansari. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat, 2 Januari ini kami tujukan kepada para pelajar setempat sebagai upaya meningkatkan kemampuan komunikasi sekaligus daya kritis mereka. Inisiatif Kelompok KKM 35 Pandareka UIN Malang dalam menggelar pelatihan public speaking di Desa Pandansari menurut saya merupakan sebuah langkah cerdas dalam mendobrak stigma bahwa belajar bicara di depan umum itu membosankan. Alih-alih menggunakan metode ceramah konvensional, penerapan Focus Group Discussion (FGD) dan bedah studi kasus menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi yang baik sebenarnya berakar dari ketajaman nalar dan berpikir kritis. Saya melihat penggunaan kertas plano sebagai media diskusi kelompok kecil bukan sekadar alat bantu visual, melainkan strategi jitu untuk menciptakan "ruang aman" bagi pelajar setempat agar berani berpendapat tanpa merasa terintimidasi. Hal ini sangat krusial, karena para peserta tidak hanya diajarkan tentang teknis berbicara, tetapi juga dipaksa untuk membedah masalah organisasi dan berdiskusi di kelas secara sistematis sehingga pendapat yang dihasilkan memiliki isi dan solusi yang kuat. Dengan adanya sesi presentasi yang penuh antusiasme dan pemberian apresiasi bagi seluruh peserta, kegiatan ini bagi saya adalah investasi nyata dalam membangun rasa percaya diri pelajar agar tidak hanya piawai merangkai kata, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tekanan serta tantangan organisasi di masa depan. Dari proses diskusi hingga sesi presentasi, terlihat bagaimana para pelajar mulai berani menyuarakan pendapat dan percaya pada kemampuan diri mereka sendiri. pengalaman ini menjadi bukti nyata bahwa ruang belajar yang aman dan nyaman mampu menumbuhkan rasa keberanian, penalaran kritis, serta rasa percaya diri yang tinggi. Harapannya, nilai-nilai yang tumbuh melalui kegiatan pelatihan public speaking ini dapat terus melekat dan menjadi bekal berharga bagi pelajar Desa Pandansari dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
M MUCHTAR SYAFAAT
Menjadi siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah bukanlah hal yang mudah. Di usia tersebut, anak-anak mulai dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari persiapan ujian, tuntutan belajar yang meningkat, hingga rasa takut gagal dan kurang percaya diri. Tidak jarang, tekanan tersebut membuat sebagian siswa merasa cemas dan ragu terhadap kemampuan dirinya sendiri. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKM UIN Malang 2026 Kelompok 120 Raksaka Dharma berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga mampu menguatkan mental dan semangat belajar siswa.
SHANIA AULIA SALSABILA ZAHRO
Tradisi Merawat : Amaliah Keagamaan Astra Pradipta sebagai Perekat Ukhuwah dan Ketenangan Warga Sumberdem. Dusun Ngemplak atau kampoeng KRPL Desa Sumberdem, kehidupan masyarakat pedesaan tidak hanya dibangun melalui aktivitas sosial dan ekonomi, tetapi juga dijaga oleh nilai-nilai spiritual yang diwariskan secara turun-temurun. Di dusun ngemplak atau kampoeng KRPL Sumberdem, amaliah keagamaan seperti tahlil, burdah (dibaan), dan istighosah menjadi bagian penting dalam menjaga ketenangan batin sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Tahlilan, Burdah (Dibaan), dan Istighosah: Tradisi Doa Pemersatu Warga Kegiatan tahlilan rutin dilaksanakan satu minggu sekali dan diikuti oleh warga kampoeng KRPL. Lantunan tahlil, tasbih, dan doa yang dipanjatkan bersama menciptakan suasana khidmat sekaligus menjadi sarana mempererat silaturrahmi antarwarga. Melalui kegiatan ini, Kelompok KKM Astra Pradipta melihat secara langsung bagaimana tradisi keagamaan mampu menjaga keharmonisan dan menumbuhkan rasa kebersamaan. Selain tahlilan, masyarakat dusun ngemplak juga melaksanakan burdah atau dibaan setiap 30 hari seklai melalui pembacaan shalawat dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini menjadi media spiritual yang menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW serta ,menghadirkan ketenangan batin. Pembagian amaliah keagamaan dilengkapi dengan istighosah bulanan yang diikuti oleh seluruh warga Desa Sumberdem sebagai bentuk doa bersama demi keselamatan, ketentraman, dan keberkahan hidup bermasyarakat. Amaliah Keagamaan sebagai Perekat Ukhuwah Rangkaian kegiatan tahlil, burdah, dan istighosah menunjukkan bahwa amaliah keagamaan memiliki peran penting sebagai perekat ukhuwah. Tradisi-tradisi ini tidak hanya memperkuat hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga mempererat hubungan antar sesama warga. semangat Astra Pradipta, yang bermakna senjata bercahaya, kami wujudkan melalui kehadiran dan keterlibatan aktif dalam menjaga serta menghidupkan tradisi keagamaan masyarakat kampoeng KRPL. penutup Melalui keikutsetaan dalam kegiatan amaliah keagamaan ini, Kelompok KKM Astra Pradipta berharap dapat terus berkontribusi dalam menjaga nilai-nilai spiritual dan kebersamaan warga Desa Sumberdem. Dari doa-doa yang dipanjatkan bersama, tumbuh harapan akan desa yang rukun, damai, dan penuh keberkahan.
AHMAD YOGA HAFANDI
Kegiatan Senam Bersama Ibu PKK Tlogomas menjadi momen yang sangat dinantikan setiap pekannya untuk mempererat tali silaturahmi antarwarga. Bertempat di lapangan terbuka yang asri, para ibu dengan penuh semangat berkumpul sejak pagi hari mengenakan seragam olahraga kebanggaan mereka. Alunan musik yang energetik tidak hanya membakar kalori, tetapi juga membangkitkan keceriaan di wajah setiap peserta, menciptakan atmosfer positif yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat di Kelurahan Tlogomas.Selain sebagai sarana olahraga, kegiatan ini merupakan wadah edukasi kesehatan yang efektif bagi para anggota PKK. Di sela-sela gerakan senam, sering kali disisipkan pesan-pesan mengenai pola hidup bersih dan sehat (PHBS) serta pentingnya menjaga kebugaran di usia produktif maupun lansia. Instruktur yang berpengalaman memandu gerakan dengan intensitas yang disesuaikan, memastikan bahwa setiap partisipan dapat mengikuti alur senam dengan aman sekaligus mendapatkan manfaat fisik yang optimal bagi jantung dan stamina.Kebersamaan ini biasanya ditutup dengan sesi ramah tamah yang hangat, di mana para ibu saling berbagi cerita dan informasi mengenai program kerja lingkungan. Sambil menikmati kudapan sehat dan minuman hangat, koordinasi antarlingkungan RW di Tlogomas menjadi lebih cair dan komunikatif. Melalui rutinitas senam bersama ini, PKK Tlogomas berhasil membuktikan bahwa gaya hidup sehat dapat diwujudkan melalui semangat gotong royong dan keguyuban yang menjadi ciri khas warga setempat.
PERMANA BINAR ANDINI
Mahasiswa KKM Ashta Traya Desa Panggungrejo turut terlibat dalam kegiatan peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan di TPQ Nurul Huda. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKM Ashta Traya dan Yatim Mandiri Kepanjen, dengan melibatkan santri TPQ. Peringatan Isra' Mi'raj ini dilaksanakan sebagai bagian dari kegiatan keagamaan dan edukatif di lingkungan TPQ. Selain memperingati peristiwa penting dalam sejarah Islam, kegiatan ini juga bertujuan untuk menumbuhkan semangat belajar, kebersamaan, serta nilai-nilai keislaman pada santri TPQ. Rangkaian kegiatan dalam peringatan Isra' Mi'raj ini dikemas dalam bentuk perlombaan yang disesuaikan dengan jenjang santri. Untuk santri jilid 1 dan jilid 2, diselenggarakan lomba mewarnai. Kegiatan ini bertujuan melatih kreativitas, ketelitian, dan kesabaran anak-anak dalam menuangkan ide melalui media gambar Sementara itu, santri jilid 3, jilid 4, serta santri Al-Qur'an mengikuti lomba cerdas cermat. Lomba ini berisi pertanyaan seputar materi keislaman yang telah dipelajari di TPQ, termasuk pemahaman dasar tentang ibadah, akhlak, dan pengetahuan umum Islam. Melalui lomba ini, santri didorong untuk berpikir cepat, bekerja sama, serta mengingat kembali materi pembelajaran.Bagi mahasiswa KKM Ashta Traya, keterlibatan dalam kegiatan peringatan Isra' Mi'raj ini menjadi bagian dari proses pembelajaran sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Mereka tidak hanya terlibat dalam kegiatan teknis, tetapi juga belajar tentang pengelolaan kegiatan keagamaan serta pentingnya kerja sama dengan lembaga sosial