Thumbnail
2 months ago
KKM Reguler Kelompok 114 UIN Malang Gelar Future Talk, Bangun Kesadaran Remaja tentang Pendidikan dan Pernikahan Dini

INTAN NUR CAHAYA

Malang, 29 Januari 2026 -- Siswa-siswi kelas IX SMP Islam Sultan Agung Balesari, Malang, dipenuhi semangat saat mengikuti acara Future Talk bertema "Aku, Mimpiku, dan Masa Depanku". Kegiatan ini diselenggarakan oleh KKM Reguler Kelompok 114 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Kamis, 29 Januari 2026 pukul 10.00 WIB. Kegiatan ini berangkat dari realitas bahwa banyak remaja SMP masih berada pada fase pencarian jati diri dan belum memiliki orientasi masa depan yang jelas. Di tengah pengaruh lingkungan dan tekanan sosial, remaja kerap dihadapkan pada pilihan-pilihan hidup yang berisiko, salah satunya pernikahan dini. Kurangnya pemahaman mengenai dampak psikologis, pendidikan, dan kesehatan membuat isu ini masih relevan untuk dibahas. Oleh karena itu, Future Talk menjadi ruang edukatif yang diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran remaja agar lebih bijak dalam merencanakan hidupnya. Kegiatan Future Talk dilaksanakan mulai pukul 10.00 WIB dan diikuti oleh seluruh siswa kelas IX SMP Islam Sultan Agung Balesari. Acara dibuka oleh MC dengan suasana santai namun penuh semangat, sehingga mampu mencairkan atmosfer sebelum peserta memasuki sesi inti. Selanjutnya, dosen pendamping lapangan memberikan sambutan singkat dengan harapan agar kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi peserta. Sambutan kemudian dilanjutkan oleh perwakilan guru SMP Islam Sultan Agung yang menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan tersebut serta menilai bahwa kegiatan seperti ini penting untuk menumbuhkan semangat dan motivasi belajar para siswa. Setelah rangkaian sambutan, moderator mengambil alih jalannya acara dan memperkenalkan pemateri. Kak Norma Hasanatul Magfiroh, alumni Program Fast Track Magister Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, kemudian dipersilakan untuk menyampaikan materi utama dalam kegiatan Future Talk. Sejak awal pemaparan, Kak Norma berhasil menarik perhatian peserta melalui gaya penyampaian yang komunikatif dan dekat dengan dunia remaja. Ia membuka materi dengan pertanyaan reflektif tentang mimpi dan masa depan, mengajak siswa untuk mulai berani bertanya pada diri sendiri: "Apa yang ingin aku capai dan bagaimana langkah kecilku hari ini?" Dalam sesi materi, Kak Norma menekankan bahwa setiap remaja berhak memiliki mimpi. Ia menjelaskan konsep perencanaan hidup sebagai sebuah "tangga", di mana siswa SMP berada pada anak tangga awal. Remaja tidak harus langsung mengetahui akan menjadi apa di masa depan, tetapi perlu mulai dari hal sederhana seperti belajar dengan sungguh-sungguh, membangun kebiasaan baik, dan mengasah keterampilan diri. Kak Norma juga mengajak peserta mengenali potensi diri. Ia menegaskan bahwa potensi tidak selalu identik dengan nilai akademik atau peringkat kelas. Kemampuan berbicara, kepemimpinan, kreativitas, hingga kepekaan sosial merupakan bentuk potensi yang sama berharganya. Menurutnya, minat dan bakat bukan untuk ditunggu, melainkan dilatih melalui keberanian mencoba dan konsistensi. Selain itu, materi juga membahas pentingnya menjaga diri dalam pergaulan. Kak Norma memperkenalkan konsep batas diri dan keberanian berkata "tidak" terhadap hal-hal yang membuat tidak nyaman. Ia mengingatkan bahwa remaja berhak atas tubuh, waktu, dan masa depannya sendiri. Pada bagian ini, peserta diajak memahami bahwa menjaga diri adalah bentuk tanggung jawab terhadap mimpi dan masa depan yang ingin diraih. Topik pernikahan dini disampaikan dengan bahasa yang ringan namun bermakna. Kak Norma menjelaskan bahwa pernikahan dini kerap berdampak pada terhentinya pendidikan, ketidaksiapan mental, serta risiko kesehatan ibu dan anak. Menunda pernikahan, menurutnya, bukan berarti menolak cinta, melainkan bentuk ikhtiar untuk menjaga masa depan agar tetap terbuka luas. Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi refleksi melalui aktivitas Pohon Harapan. Para siswa diminta menuliskan satu mimpi tentang diri mereka di masa depan serta satu sikap positif yang akan mulai dilakukan dari sekarang. Kertas-kertas harapan tersebut kemudian ditempelkan pada pohon simbolik yang telah disiapkan panitia. Pada sesi ini, antusiasme peserta terlihat jelas. Siswa menuliskan cita-cita mereka dengan serius, mulai dari ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, membanggakan orang tua, hingga menjadi pribadi yang lebih disiplin dan percaya diri. Aktivitas ini menjadi momen hening namun bermakna, di mana setiap peserta diajak merefleksikan arah hidupnya secara personal. Kegiatan Future Talk ditutup dengan pesan afirmatif dari pemateri yang mengajak peserta untuk percaya pada proses pertumbuhan diri. Kak Norma menegaskan bahwa masa depan tidak dimulai ketika seseorang sudah dewasa, melainkan sejak hari ini, ketika remaja berani bermimpi, menjaga diri, dan bertanggung jawab atas pilihannya. Melalui kegiatan ini, KKM Reguler Kelompok 114 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap siswa SMP memiliki kesadaran lebih kuat tentang pentingnya pendidikan, perencanaan masa depan, dan sikap preventif terhadap pernikahan dini. Future Talk tidak hanya menjadi ruang berbagi materi, tetapi juga ruang refleksi yang menanamkan harapan dan komitmen baru bagi generasi muda.

Thumbnail
2 months ago
Pembangunan Incinerator (Rocket Stove) dan Plang Edukasi Sampah: Inisiatif KKM Nawasena 97 UIN Malang untuk Lingkungan Dusun Sumbersari

MUHAMAD ARIFIN

Hasil akhir incinerator (Rocket Stove) atau tungku pembakaran sampah yang siap digunakan oleh masyarakat Dusun Sumbersari.   Berikut Hasil Rendering Dari Pembangunan Incinerator (Rocket Stove) Sebelum Pembangunan: ?https://drive.google.com/file/d/154YoiCZwnzUmEMRn-CQzKzo0hlPU3LjH/view?usp=drivesdk   Upaya menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan oleh anggota KKM Nawasena 97 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dusun Sumbersari. Salah satu program yang dilaksanakan adalah pembangunan incinerator (Rocket stove) atau tungku pembakaran sampah serta pembuatan plang edukasi sampah.   Pembangunan incinerator dilakukan secara gotong royong bersama pemuda Dusun Sumbersari. Prosesnya dimulai dari pengadukan bahan bangunan hingga penyusunan bata, yang dikerjakan bersama sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Incinerator ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana dalam pengelolaan sampah yang sulit terurai.   Selain pembangunan incinerator, anggota KKM Nawasena 97 juga membuat plang edukasi sampah. Plang ini berisi informasi tentang jenis sampah dan waktu penguraiannya di alam. Proses pembuatan plang dilakukan bersama, mulai dari pemotongan bahan, pengecatan, hingga pemasangan di lokasi yang mudah dilihat oleh warga.   Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Dusun Sumbersari semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Gotong royong antara mahasiswa dan pemuda desa menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Thumbnail
2 months ago
Meriah dan Penuh Haru, Gebyar Penutupan KKM Unggulan Halal Center UIN Malang Kelompok 3 di POMURI

AULIA ZAHWA MUFIDA

Meriah dan Penuh Haru, Gebyar Penutupan KKM Unggulan Halal Center UIN Malang Kelompok 3 di POMURI Malang – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai Gebyar Penutupan KKM Unggulan Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 3 yang digelar di Perumahan Pondok Mutiara Asri (POMURI). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian pengabdian mahasiswa selama melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di lingkungan perumahan yang dikenal memiliki banyak pelaku UMKM rumahan tersebut. Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana khidmat, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan semangat kebangsaan. Momentum ini menjadi simbol sinergi antara nilai religiusitas dan nasionalisme dalam setiap program pengabdian yang dijalankan. Ketua Kelompok 3 dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga POMURI yang telah menerima mahasiswa dengan hangat serta berkolaborasi aktif dalam setiap program kerja, khususnya pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM rumahan. “Kami hadir bukan hanya untuk menjalankan program akademik, tetapi juga untuk belajar bersama masyarakat dan tumbuh bersama,” ujarnya. Sambutan turut disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ketua RW, serta Ketua Takmir Masjid Al Firdaus. Ketiganya memberikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa yang dinilai telah memberikan dampak nyata, terutama dalam penguatan ekosistem usaha halal dan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid. Gebyar penutupan semakin semarak dengan berbagai penampilan dari lintas generasi. Anak-anak TPQ Masjid Al Firdaus menampilkan tari kreatif dan pertunjukan pantomim yang mengundang tepuk tangan meriah dari para hadirin. Remaja desa turut mempersembahkan tari khas Jawa Timur yang energik dan sarat nilai budaya lokal. Tak kalah memukau, ibu-ibu Majelis Hadrah Jidor Al Firdaus tampil membawakan lantunan shalawat yang menggugah suasana religius sekaligus mempererat ukhuwah antarwarga. Sebagai penampilan pamungkas, mahasiswa KKM mempersembahkan drama musikal yang mengisahkan perjalanan pengabdian mereka selama di POMURI—mulai dari pendampingan UMKM, pelatihan kreatif, hingga kebersamaan dengan anak-anak TPQ. Drama tersebut sukses menghadirkan tawa sekaligus haru di penghujung acara. Selain pentas seni, momen penting lainnya adalah pengumuman pemenang lomba kreasi anak yang sebelumnya telah digelar sebagai bagian dari program pemberdayaan. Tidak hanya itu, secara simbolis juga diumumkan capaian sertifikat halal bagi pelaku usaha yang telah berhasil lolos proses pendampingan, sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan UMKM di lingkungan perumahan. Acara ditutup dengan penayangan video after movie KKM dalam format short film yang merangkum seluruh perjalanan pengabdian mahasiswa. Tayangan tersebut menjadi refleksi sekaligus kenangan manis atas kolaborasi yang telah terjalin antara mahasiswa dan masyarakat. Ketua RW POMURI menyampaikan harapannya agar silaturahmi tetap terjaga meski masa KKM telah berakhir. “Kami merasakan manfaat nyata dari kehadiran adik-adik mahasiswa, terutama bagi UMKM rumahan yang menjadi kekuatan ekonomi warga,” ungkapnya. Gebyar penutupan ini bukan sekadar seremoni akhir kegiatan, melainkan simbol keberhasilan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi, memperkuat nilai religius, serta menumbuhkan semangat kreativitas di tengah lingkungan perumahan yang produktif.

Thumbnail
2 months ago
Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW di SMP Sunan giri

FADHIL ABDILLAH

5 Februari 2026 Peringatan Isra Mi'raj di SMP   Malang -- SMP Sunan Giri menyelenggarakan kegiatan Peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang bertempat di lingkungan sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan dan berlangsung dengan tertib serta khidmat.   Kegiatan peringatan Isra Mikraj diawali sebagaimana pelaksanaan kegiatan keagamaan pada umumnya, yaitu dengan penampilan banjari dan lantunan sholawat yang dibawakan oleh para siswa. Alunan sholawat yang dilantunkan menciptakan suasana religius dan menjadi pembuka rangkaian acara.   Setelah penampilan banjari, acara dilanjutkan dengan sambutan-sambutan dari pihak sekolah. Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya peringatan Isra Mikraj sebagai momen untuk mengenang perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW serta keteladanan para sahabat dalam mendampingi perjuangan Rasulullah SAW.       Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi Isra Mikraj yang mengulas kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Dalam penyampaian tersebut, juga disampaikan kisah para sahabat Nabi yang menunjukkan keimanan, keteguhan, dan kesetiaan dalam mendukung dakwah Rasulullah SAW.   Para siswa tampak mengikuti kegiatan dengan penuh perhatian hingga acara berakhir. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengingat kembali peristiwa penting dalam sejarah Islam serta memperluas pemahaman siswa mengenai kisah Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.     Seluruh rangkaian kegiatan peringatan Isra Mi'raj Nabi Muhammad SAW di SMP Sunan Giri berjalan dengan lancar, aman, dan sesuai dengan susunan acara yang telah direncanakan oleh panitia.

Thumbnail
2 months ago
KKM NAVASHILA DORONG KADER POSYANDU KARANGANYAR MENJADI GARDA TERDEPAN MENCEGAH STUNTING DAN MEMPERBAIKI PARENTING.

MUHAMMAD DAFFA WAHIB HISYAM

Mahasiswa KKM Kelompok 30 Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan seminar bertema stunting dan parenting di Balai Desa Karanganyar, Poncokusumo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026 yang dihadiri para kader posyandu dari seluruh pos posyandu di wilayah Desa Karanganyar. Mereka menjadi sasaran utama program karena memiliki peran strategis dalam edukasi kesehatan masyarakat. Mahasiswa KKM 30 berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman kader tentang pencegahan stunting dan pola asuh yang tepat. Selain itu, seminar ini dirancang untuk mendorong kolaborasi aktif antara akademisi dan masyarakat desa. Materi pertama seminar menghadirkan Ibu Inu Martina S.ST., M.Si, dosen keperawatan dari Universitas Kepanjen sebagai pemateri bidang kesehatan stunting. Beliau menyampaikan pentingnya memperhatikan asupan gizi sejak kehamilan hingga usia lima tahun. Para kader posyandu diajak memahami tanda-tanda risiko stunting agar dapat melakukan deteksi dini. Materi disampaikan secara komunikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta. Kehadiran narasumber ahli ini semakin memperkuat keyakinan kader pada pentingnya penanganan masalah stunting. Dalam pemaparannya, Ibu Inu Martina menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan. Kondisi ini dapat berdampak pada kemampuan belajar anak dan perkembangan kecerdasan di masa depan. Ia menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai dari rumah melalui kebiasaan makan yang sehat dan terpantau. Posyandu diharapkan menjadi sarana utama memantau tumbuh kembang balita secara berkala. Penjelasan mendalam ini membuka wawasan baru bagi para kader yang hadir. Narasumber juga menyoroti peran ibu hamil sebagai sasaran penting edukasi posyandu. Menurutnya, status gizi calon ibu sangat menentukan kualitas pertumbuhan janin. Asupan nutrisi yang kurang dapat memicu risiko bayi lahir dengan kondisi rentan stunting. Karena itu, kader diharapkan aktif memberikan penyuluhan pada masyarakat, terutama melalui pemeriksaan rutin. Penguatan peran posyandu menjadi kunci dalam pencegahan dini stunting di desa. Selain materi stunting, seminar menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., CHt, dosen Psikologi UIN Malang sebagai pemateri parenting. Beliau menjelaskan bahwa pola asuh yang tepat sangat berpengaruh pada perkembangan emosi dan mental anak. Parenting tidak hanya terkait kebutuhan fisik, tetapi juga melibatkan perhatian, komunikasi, dan kedekatan emosional. Dr. Rofiqoh memberikan contoh-contoh nyata tantangan pola asuh di lingkungan pedesaan. Materi disampaikan secara inspiratif dan interaktif agar mudah diikuti peserta. Dr. Rofiqoh mengajak kader memahami bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Anak yang mendapatkan pendampingan penuh sejak dini cenderung memiliki daya saing lebih tinggi ketika dewasa. Beliau juga menyoroti pentingnya mengurangi pola asuh keras dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih humanis. Parenting yang baik turut mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Peserta terlihat antusias menyimak materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam sesi diskusi, para kader posyandu aktif berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Mereka menanyakan berbagai kondisi berbeda yang kerap terjadi pada balita dan keluarga binaan. Narasumber menjawab setiap pertanyaan dengan rinci dan memberikan panduan yang aplikatif. Suasana seminar menjadi sangat hidup karena interaksi dua arah berlangsung intensif. Mahasiswa KKM 30 turut mendampingi proses diskusi dan mencatat poin penting yang muncul. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari aparat pemerintah desa yang hadir. Kepala desa menyampaikan bahwa edukasi kesehatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat Karanganyar. Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan serentak oleh semua elemen desa. Kehadiran narasumber profesional dan mahasiswa dianggap mampu memperluas wawasan kader. Pemerintah desa berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang. Para mahasiswa KKM 30 mengaku bangga bisa berperan langsung dalam pemberdayaan masyarakat. Mereka memandang kegiatan ini sebagai bentuk penerapan ilmu di dunia nyata melalui pengabdian. Mahasiswa berharap kader posyandu dapat menjadi agen perubahan yang aktif di desa. Mereka juga berencana mendampingi kader secara berkelanjutan selama masa pengabdian. Program ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa mendukung perbaikan kualitas hidup masyarakat. Seminar ditutup dengan penyerahan sertifikat dan foto bersama seluruh peserta dan narasumber. Mahasiswa memberikan modul rangkuman materi agar kader dapat mengulangi dan menyebarkan informasi kepada warga. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menciptakan Karanganyar bebas stunting. Sinergi mahasiswa, dosen ahli, kader posyandu, dan pemerintah desa menjadi kekuatan utama dalam perubahan ini. Dengan pengetahuan baru, kader semakin siap menjadi garda terdepan menjaga tumbuh kembang generasi muda desa.

Thumbnail
2 months ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Hadirkan Inovasi Alat Pembakaran Sampah Minim Asap Untuk Lingkungan Lebih Bersih

MIRZA NASHWAN HIDAYAT

Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 155 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program kerja pengelolaan sampah ramah lingkungan di Desa Gununggede, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar. Kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam membantu mengatasi permasalahan sampah yang masih menjadi tantangan di lingkungan desa. Permasalahan sampah yang belum tertangani secara optimal sering kali menimbulkan pencemaran, terutama akibat pembakaran terbuka yang menghasilkan asap tebal dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKM berinisiatif menghadirkan inovasi sederhana yang dapat menjadi alternatif solusi dalam proses pengolahan sampah agar lebih efektif dan minim dampak negatif bagi lingkungan. Kegiatan diawali dengan tahap perencanaan dan persiapan, dilanjutkan dengan proses pembuatan serta uji coba. Mahasiswa juga memberikan penjelasan kepada warga mengenai tata cara penggunaan dan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih tertib serta berkelanjutan. Edukasi ini bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan demi kesehatan bersama. Melalui program ini, diharapkan masyarakat Desa Gununggede dapat memiliki solusi pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan dan mampu mengurangi polusi udara. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran bersama antara mahasiswa dan masyarakat dalam membangun kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Program tersebut menjadi salah satu wujud nyata pengabdian mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan desa yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.