MOCHAMAD SYAFIN HAMBALI
Penguatan Fitur dan Kemudahan Akses Website Website zakat perlu dikembangkan agar mudah digunakan oleh seluruh kalangan, dengan tampilan sederhana, panduan penggunaan yang jelas, serta pilihan metode pembayaran yang beragam dan aman 2. Sosialisasi dan Edukasi kepada Jamaah Pengurus masjid perlu melakukan sosialisasi rutin melalui kegiatan masjid, media sosial, dan forum jamaah untuk mengenalkan penggunaan website zakat serta manfaat layanan digital bagi umat. 3. Peningkatan Kapasitas Pengelola Website Pengurus atau pengelola JPZIS perlu mendapatkan pelatihan pengelolaan sistem digital agar website dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan. 4. Pengembangan Website sebagai Pusat Informasi Program Sosial Website tidak hanya difungsikan sebagai media pembayaran, tetapi juga sebagai pusat informasi kegiatan sosial, program bantuan, serta edukasi zakat agar partisipasi masyarakat semakin meningkat. 5. Membangun Kolaborasi dengan Komunitas dan Lembaga Terkait Kerja sama dengan komunitas, lembaga pendidikan, dan pihak lain dapat membantu memperluas pemanfaatan layanan zakat digital serta meningkatkan dampak sosial program masjid. 6. Integrasi Website dengan Kegiatan Masjid Penggunaan website zakat perlu diintegrasikan dalam setiap kegiatan masjid, seperti pengajian, kajian rutin, maupun kegiatan sosial, sehingga jamaah terbiasa menggunakan layanan digital sebagai bagian dari aktivitas keagamaan. 7. Pengembangan Program Digital untuk Generasi Muda Website zakat dapat dikembangkan dengan melibatkan generasi muda masjid dalam pengelolaan konten digital sehingga pemanfaatan teknologi semakin berkembang dan berkelanjutan. 8. Evaluasi Berkala Penggunaan Website Pengurus perlu melakukan evaluasi rutin terhadap penggunaan website guna mengetahui kebutuhan pengguna dan melakukan perbaikan layanan secara berkelanjutan.
MALA MAULIDIA SALSABILA
(15/01/2026) Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu lingkungan sekaligus upaya menanamkan kesadaran sejak usia dini, KKM 36 Ardhacitta UIN Malang menghadirkan program Edukasi Lingkungan Hijau “Eco Art Ceria” yang dilaksanakan di SDN 1 Belung setiap hari Kamis. Program ini menjadi salah satu kegiatan unggulan di bidang pendidikan dan lingkungan selama masa pengabdian di Desa Belung. Melalui konsep belajar sambil berkarya, siswa diajak untuk memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar mereka menjadi hasil karya yang bernilai guna. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain membuat celengan dari botol plastik bekas serta topeng kreatif dari bubur kertas. Proses pembuatan dilakukan secara bertahap dengan pendampingan mahasiswa KKM, sehingga siswa tidak hanya mengikuti arahan, tetapi juga memahami tahapan dan manfaat dari kegiatan tersebut. Selain melatih kreativitas dan keterampilan motorik, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi sampah plastik. Siswa diberikan pemahaman sederhana bahwa barang bekas tidak selalu menjadi limbah yang harus dibuang, melainkan dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. Antusiasme siswa terlihat dari semangat mereka saat menghias dan menyelesaikan karya masing-masing. Melalui program Eco Art Ceria, diharapkan tumbuh kebiasaan positif dalam memanfaatkan barang bekas serta meningkatnya kesadaran siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, baik di sekolah maupun di rumah. Kredit Penulisan Penulis : Mala Maulidia, Zagiesta Bilbina Dokumentasi : TIM PDD KKM 36 Ardhacitta
RAUZATUL JANNAH
HALWAN WARDANI
Pernahkah kita berpikir bahwa kebiasaan menabung bisa diajarkan kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan? Tidak harus melalui nasihat panjang atau aturan yang terasa santai. Justru, melalui kegiatan kreatif, anak-anak dapat belajar sambil bermain. Inilah yang menjadi perhatian kami, Kelompok Sadhana, ketika melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Bunut Wetan pada tanggal 25 Januari 2026. Bertempat di pendopo desa, kami mengajak anak-anak untuk mengikuti kegiatan menghias celengan, sebuah aktivitas sederhana yang bertujuan kreativitas kreativitas sekaligus menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini. Mengapa Anak Perlu Diajarkan Menabung Sejak Dini? Di era sekarang, anak-anak tumbuh di tengah berbagai bentuk hiburan instan. Tanpa disadari, kebiasaan mengatur uang sering kali luput dari perhatian. Padahal, menabung sejak kecil dapat melatih anak untuk disiplin, bertanggung jawab, dan menghargai. Selama kegiatan berlangsung, kami menemukan bahwa masih banyak anak di Desa Bunut Wetan yang belum memiliki celengan pribadi, serta belum terbiasa menyisihkan uang jajan mereka. Fakta yang Kami Temukan: • Anak-anak lebih mudah belajar melalui kegiatan bermain • Kreativitas muncul ketika anak diberi kebebasan berekspresi • Kerja kelompok membantu anak belajar berkomunikasi • Celengan pribadi menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab Aksi Nyata: Menghias Celengan Bersama Anak-anak Pada tanggal 25 Januari 2026, Kelompok Sadhana melaksanakan kegiatan menghias celengan yang diikuti oleh anak-anak Desa Bunut Wetan dengan penuh antusias. Anak-anak dibagi ke dalam kelompok kecil berisi 2–3 orang agar mereka dapat saling bekerja sama. Kegiatan diawali dengan penjelasan singkat mengenai tujuan kegiatan dan pentingnya menabung, disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak-anak. Yang kedua Pembagian Kelompok dan Peralatan,Setiap kelompok mendapatkan satu celengan polos serta perlengkapan dekorasi seperti cat warna, Lem dan berbagai hiasan.Yang ketiga Menghias Celengan,Inilah bagian yang paling menyenangkan. Anak-anak bebas menuangkan ide mereka, mulai dari menggambar bentuk lucu, motif bunga, pelangi, hingga menuliskan nama masing-masing di celengan.Selanjutnya,Setelah selesai, anak-anak diminta menunjukkan hasil karya mereka dan menceritakan makna dari hiasan yang dibuat. Kegiatan ini melatih keberanian dan rasa percaya diri.Dan yang trakhir,Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada anak-anak untuk mulai mengisi celengan mereka dari uang jajan sendiri secara rutin. Perubahan yang Mulai Terlihat,Meskipun kegiatan ini berlangsung sederhana, dampaknya sudah mulai terasa Antusiasme Anak-anak Anak-anak terlihat bangga membawa pulang celengan hasil karya mereka sendiri. Tumbuhnya | Menabung Beberapa anak menyampaikan keinginan untuk mulai menabung secara rutin. Kreativitas dan Kerja Sama Anak-anak belajar berdiskusi, berbagi alat, serta menghargai ide teman dalam satu kelompok. Pembelajaran Berharga bagi Kelompok Sadhana Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak Desa Bunut Wetan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi kami: Teori dan Praktik,Konsep pendidikan karakter yang kami pelajari terasa lebih bermakna ketika diterapkan langsung di lapangan. Kesederhanaan yang Berdampak Tanpa alat canggih atau konsep rumit, kegiatan sederhana mampu memberikan dampak positif. Empati dan Kesabaran ,Setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda, sehingga pendekatan yang sabar dan penuh empati menjadi kunci keberhasilan kegiatan. Pesan untuk Orang Tua dan Lingkungan Sekitar Menanamkan kebiasaan baik pada anak dapat dimulai dari langkah kecil: 1. Memberikan celengan pribadi kepada anak 2. Mengajak anak menyisihkan uang jajan secara rutin 3. Memberikan apresiasi atas usaha anak 4. Menjadikan menabung sebagai kebiasaan yang menyenangkan Kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini akan menjadi bekal penting di masa depan. Terima Kasih, Desa Bunut Wetan Terima kasih kepada anak-anak Desa Bunut Wetan yang telah mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. Terima kasih juga kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan menghias celengan di pendopo desa. Semoga kegiatan ini menjadi langkah kecil yang bermakna dalam membentuk generasi yang kreatif, mandiri, dan gemar menabung sejak dini.
RINA ARDIYANA PUSPA
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 65 Abhipraya Nawasena Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan sosialisasi bertema “Stop Bullying” di SDN 3 Kalirejo, Desa Kalirejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kesadaran sejak dini kepada siswa mengenai bahaya perundungan serta pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Sosialisasi disampaikan dengan metode edukatif yang disesuaikan dengan usia dan karakter siswa sekolah dasar. Mahasiswa KKM menjelaskan pengertian bullying, berbagai bentuk perundungan yang sering terjadi di lingkungan sekolah, serta dampak negatifnya bagi korban maupun pelaku. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi sederhana, contoh kasus yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, serta simulasi perilaku positif. Salah satu sesi yang menarik perhatian siswa adalah “Momen Mengungkapkan Isi Hati”, di mana siswa diajak untuk berani menyampaikan perasaan, pengalaman, dan pendapat mereka terkait pergaulan di sekolah. Melalui sesi ini, siswa didorong untuk saling memahami, menghargai perbedaan, dan membangun empati terhadap sesama teman. Pemateri menegaskan bahwa tindakan bullying sering kali dianggap sebagai hal yang biasa dalam pergaulan anak, padahal dapat memberikan dampak serius terhadap kesehatan mental dan perkembangan sosial siswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap siswa dapat memahami pentingnya bersikap saling menghormati dan menjaga perasaan teman dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut. Kepala SDN 3 Kalirejo menyampaikan bahwa program sosialisasi ini sangat membantu sekolah dalam upaya pencegahan kekerasan dan perundungan di lingkungan pendidikan dasar. Menurut beliau, pembekalan sejak dini penting agar siswa berani bersikap positif, menghargai sesama, serta melaporkan apabila terjadi tindakan perundungan. Selain itu, kegiatan ini juga menekankan peran penting guru dan pihak sekolah dalam menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif. Mahasiswa KKM 65 Abhipraya Nawasena berharap nilai-nilai yang disampaikan dalam sosialisasi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari budaya sekolah. Melalui program Stop Bullying, mahasiswa UIN Malang berkomitmen untuk berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang ramah anak, sehat, dan bebas dari kekerasan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
AGNES PUTRI DWI PRIA ANANTA
Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi melaksanakan Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 108 di Desa Ngebruk pada Jumat, 26 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian program pengabdian kepada masyarakat yang akan dilaksanakan selama masa KKM. Acara pembukaan berlangsung pada pukul 07.00 WIB hingga 09.00 WIB dan dihadiri oleh Kepala Desa Ngebruk beserta perangkat desa, BPD dan kepala sekolah dilembaga pendidkan desa ngebruk, serta seluruh mahasiswa peserta KKM Kelompok 108. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Ketua Kelompok KKM dan pemaparan program kerja. Kegiatan pembukaan secara resmi dilakukan oleh Kepala Desa Ngebruk. Dalam sambutannya, Kepala Desa menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKM UIN Malang dan berharap program-program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa serta memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa. Acara ditutup dengan doa bersama dan dokumentasi. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, tertib, dan khidmat. Melalui kegiatan KKM ini, mahasiswa UIN Malang diharapkan mampu mengembangkan kepekaan sosial, meningkatkan kemampuan kerja sama, serta memberikan kontribusi positif dalam pembangunan masyarakat desa.