Thumbnail
8 months ago
PENERAPAN PENINGKATAN MINAT BACA SDN 2 SRIGADING MELALUI PROGRAMSAPAAN ALAM GREEN HOUSE: LANGKAH AWAL MEWUJUDKAN VISI GREEN VILLAGE SRIGADING

MUHAMMAD SALMAN AL FARISI

Srigading, Lawang – Melanjutkan kegiatan dari hari pertama, Jumat (26/12) pukul 08.00 pagi, kami kembali menuju Green House Desa Srigading. Namun kali ini kami tidak sendirian! Kami berkolaborasi dengan teman-teman dari Kelompok 106 (Dharmayatra) untuk melakukan aksi nyata: "Bedah Green House".   Misi kami hari ini cukup menantang: membersihkan rumput liar yang sudah menguasai area dalam dan menata ulang instalasi pipa hidroponik agar siap digunakan kembali. Proses pembersihan lahan ternyata jauh lebih seru (dan heboh) dari yang kami bayangkan. Saat kami mulai mencabuti rumput dan membersihkan sudut-sudut Green House, suasana yang awalnya tenang tiba-tiba pecah menjadi kepanikan lucu. Bagaimana tidak? Kami bertemu dengan "penduduk asli" Green House yang beragam. Mulai dari siput, katak, kadal, jangkrik, laba-laba, hingga kaki seribu dan kelabang. Namun, yang paling gokil membuat kami kaget adalah munculnya seekor belut secara tiba-tiba! Kejadian ini sontak membuat barisan mahasiswa bubar sejenak karena kaget dan geli. Suasana yang tadinya lelah berubah jadi penuh tawa dan kepanikan yang tak terlupakan. Demi menjaga kenyamanan tanaman nantinya, hewan-hewan tersebut kami pindahkan dengan hati-hati ke luar area agar tidak mengganggu ekosistem produksi di dalam Green House, namun tetap bisa hidup di alam bebas. Sekitar pukul 10.00 WIB, di tengah peluh kami setelah menata ulang pipa-pipa hidroponik, Bapak Kepala Desa Srigading datang meninjau lokasi. Beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas langkah cepat yang kami lakukan. Dalam diskusi singkat tersebut, Pak Kades membagikan visi besarnya. Beliau berencana menjadikan Green House ini sebagai Destinasi Wisata Edukasi unggulan di Desa Srigading. Tak hanya itu, beliau juga mengajak kami semua untuk bersama-sama mewujudkan mimpi besar: membangun Green Village sebuah desa yang asri, hijau, dan mandiri secara pangan. Langkah Selanjutnya, melihat area yang kini sudah bersih dan pipa hidroponik yang mulai tertata, kami merasa semakin bersemangat. Masukan dari Pak Kades menjadi pemicu semangat bagi kami, Kelompok 101 dan 106, untuk memberikan kontribusi terbaik selama masa KKM ini. Langkah kecil dari membersihkan rumput dan memindahkan belut hari ini, semoga menjadi fondasi awal bagi terwujudnya Green Village di Srigading.  

Thumbnail
8 months ago
sosialisasi seminar inspiratif sinergi KUA, BNN, Puskesmas dalam bentuk memberikan edukasi kepada remaja di desa merak belantung Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "sosialisasi seminar inspiratif sinergi KUA, BNN, Puskesmas dalam be

A. NABIL ASYAM RAMADHAN

Kegiatan sosialisasi seminar yang diselenggarakan di Desa Merak Belantung menjadi salah satu upaya edukatif dalam meningkatkan wawasan generasi muda terkait isu-isu penting yang sedang dihadapi masyarakat. Seminar ini mengangkat beberapa tema utama, yaitu edukasi BRUN, stunting dan parenting, serta sosialisasi anti narkoba. Kegiatan tersebut diikuti oleh para siswa tingkat SMP yang ada di Desa Merak Belantung dengan antusiasme yang tinggi. Melalui seminar ini, para peserta diberikan pemahaman yang komprehensif mengenai berbagai persoalan yang dapat berdampak pada masa depan mereka. Pada sesi edukasi BRUN, siswa dibekali pengetahuan mengenai pentingnya kesadaran diri, tanggung jawab sosial, serta peran generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan positif. Materi disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan relevan dengan kehidupan remaja. Selain itu, pembahasan mengenai stunting dan parenting juga menjadi perhatian penting dalam kegiatan ini. Para narasumber menjelaskan dampak stunting terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, serta pentingnya pola asuh yang tepat sejak dini. Meskipun peserta merupakan siswa SMP, materi ini diharapkan dapat menambah wawasan mereka sekaligus menjadi bekal pengetahuan untuk masa depan serta dapat disampaikan kembali kepada keluarga di rumah. Sosialisasi anti narkoba turut menjadi agenda utama dalam seminar tersebut. Peserta diberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, dampak negatifnya terhadap kesehatan fisik dan mental, serta konsekuensi hukum yang dapat ditimbulkan. Dengan pendekatan persuasif dan edukatif, siswa diajak untuk lebih waspada dan berani menolak segala bentuk penyalahgunaan narkotika. Kegiatan seminar ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa serta menghadirkan narasumber dari berbagai instansi terkait. Kolaborasi tersebut menjadikan kegiatan berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi para peserta. Diharapkan, melalui sosialisasi ini, para siswa dapat menjadi generasi yang lebih sadar, sehat, dan berkarakter kuat dalam menghadapi tantangan zaman. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "sosialisasi seminar inspiratif sinergi KUA, BNN, Puskesmas dalam bentuk memberikan edukasi kepada remaja di desa merak belantung", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/alyazhalva2109/698c88f134777c6a580d6f53/sosialisasi-seminar-inspiratif-sinergi-kua-bnn-puskesmas-dalam-bentuk-memberikan-edukasi-kepada-remaja-di-desa-merak-belantung Kreator: Alya Zhalva

Thumbnail
8 months ago
Optimalisasi web zakat lpzis masjid Raudhatul jannah kelurahan tasik madu sebagai pengolaan dana umat digital

MOCHAMAD SYAFIN HAMBALI

Penguatan Fitur dan Kemudahan Akses Website Website zakat perlu dikembangkan agar mudah digunakan oleh seluruh kalangan, dengan tampilan sederhana, panduan penggunaan yang jelas, serta pilihan metode pembayaran yang beragam dan aman 2. Sosialisasi dan Edukasi kepada Jamaah Pengurus masjid perlu melakukan sosialisasi rutin melalui kegiatan masjid, media sosial, dan forum jamaah untuk mengenalkan penggunaan website zakat serta manfaat layanan digital bagi umat. 3. Peningkatan Kapasitas Pengelola Website Pengurus atau pengelola JPZIS perlu mendapatkan pelatihan pengelolaan sistem digital agar website dapat dikelola secara profesional dan berkelanjutan. 4. Pengembangan Website sebagai Pusat Informasi Program Sosial Website tidak hanya difungsikan sebagai media pembayaran, tetapi juga sebagai pusat informasi kegiatan sosial, program bantuan, serta edukasi zakat agar partisipasi masyarakat semakin meningkat. 5. Membangun Kolaborasi dengan Komunitas dan Lembaga Terkait Kerja sama dengan komunitas, lembaga pendidikan, dan pihak lain dapat membantu memperluas pemanfaatan layanan zakat digital serta meningkatkan dampak sosial program masjid. 6. Integrasi Website dengan Kegiatan Masjid Penggunaan website zakat perlu diintegrasikan dalam setiap kegiatan masjid, seperti pengajian, kajian rutin, maupun kegiatan sosial, sehingga jamaah terbiasa menggunakan layanan digital sebagai bagian dari aktivitas keagamaan. 7. Pengembangan Program Digital untuk Generasi Muda Website zakat dapat dikembangkan dengan melibatkan generasi muda masjid dalam pengelolaan konten digital sehingga pemanfaatan teknologi semakin berkembang dan berkelanjutan. 8. Evaluasi Berkala Penggunaan Website Pengurus perlu melakukan evaluasi rutin terhadap penggunaan website guna mengetahui kebutuhan pengguna dan melakukan perbaikan layanan secara berkelanjutan.

Thumbnail
8 months ago
Eco Art Ceria: Edukasi Lingkungan Hijau di SDN 1 Belung

MALA MAULIDIA SALSABILA

(15/01/2026) Sebagai bentuk kepedulian terhadap isu lingkungan sekaligus upaya menanamkan kesadaran sejak usia dini, KKM 36 Ardhacitta UIN Malang menghadirkan program Edukasi Lingkungan Hijau “Eco Art Ceria” yang dilaksanakan di SDN 1 Belung setiap hari Kamis. Program ini menjadi salah satu kegiatan unggulan di bidang pendidikan dan lingkungan selama masa pengabdian di Desa Belung. Melalui konsep belajar sambil berkarya, siswa diajak untuk memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar mereka menjadi hasil karya yang bernilai guna. Beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain membuat celengan dari botol plastik bekas serta topeng kreatif dari bubur kertas. Proses pembuatan dilakukan secara bertahap dengan pendampingan mahasiswa KKM, sehingga siswa tidak hanya mengikuti arahan, tetapi juga memahami tahapan dan manfaat dari kegiatan tersebut.       Selain melatih kreativitas dan keterampilan motorik, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengurangi sampah plastik. Siswa diberikan pemahaman sederhana bahwa barang bekas tidak selalu menjadi limbah yang harus dibuang, melainkan dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.         Antusiasme siswa terlihat dari semangat mereka saat menghias dan menyelesaikan karya masing-masing. Melalui program Eco Art Ceria, diharapkan tumbuh kebiasaan positif dalam memanfaatkan barang bekas serta meningkatnya kesadaran siswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar, baik di sekolah maupun di rumah.   Kredit Penulisan Penulis : Mala Maulidia, Zagiesta Bilbina Dokumentasi : TIM PDD KKM 36 Ardhacitta      

Thumbnail
8 months ago
Menghias Celengan, Menabung Sejak Dini: Cerita Kelompok Sadhana Mengasah Kreativitas Anak di Desa Bunut Wetan

HALWAN WARDANI

Pernahkah kita berpikir bahwa kebiasaan menabung bisa diajarkan kepada anak-anak dengan cara yang menyenangkan? Tidak harus melalui nasihat panjang atau aturan yang terasa santai. Justru, melalui kegiatan kreatif, anak-anak dapat belajar sambil bermain. Inilah yang menjadi perhatian kami, Kelompok Sadhana, ketika melaksanakan kegiatan pengabdian di Desa Bunut Wetan pada tanggal 25 Januari 2026. Bertempat di pendopo desa, kami mengajak anak-anak untuk mengikuti kegiatan menghias celengan, sebuah aktivitas sederhana yang bertujuan kreativitas kreativitas sekaligus menumbuhkan kebiasaan menabung sejak dini.   Mengapa Anak Perlu Diajarkan Menabung Sejak Dini? Di era sekarang, anak-anak tumbuh di tengah berbagai bentuk hiburan instan. Tanpa disadari, kebiasaan mengatur uang sering kali luput dari perhatian. Padahal, menabung sejak kecil dapat melatih anak untuk disiplin, bertanggung jawab, dan menghargai. Selama kegiatan berlangsung, kami menemukan bahwa masih banyak anak di Desa Bunut Wetan yang belum memiliki celengan pribadi, serta belum terbiasa menyisihkan uang jajan mereka. Fakta yang Kami Temukan:             • Anak-anak lebih mudah belajar melalui kegiatan bermain             • Kreativitas muncul ketika anak diberi kebebasan berekspresi             • Kerja kelompok membantu anak belajar berkomunikasi             • Celengan pribadi menumbuhkan rasa memiliki dan tanggung jawab   Aksi Nyata: Menghias Celengan Bersama Anak-anak Pada tanggal 25 Januari 2026, Kelompok Sadhana melaksanakan kegiatan menghias celengan yang diikuti oleh anak-anak Desa Bunut Wetan dengan penuh antusias. Anak-anak dibagi ke dalam kelompok kecil berisi 2–3 orang agar mereka dapat saling bekerja sama. Kegiatan diawali dengan penjelasan singkat mengenai tujuan kegiatan dan pentingnya menabung, disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak-anak. Yang kedua Pembagian Kelompok dan Peralatan,Setiap kelompok mendapatkan satu celengan polos serta perlengkapan dekorasi seperti cat warna, Lem dan berbagai hiasan.Yang ketiga Menghias Celengan,Inilah bagian yang paling menyenangkan. Anak-anak bebas menuangkan ide mereka, mulai dari menggambar bentuk lucu, motif bunga, pelangi, hingga menuliskan nama masing-masing di celengan.Selanjutnya,Setelah selesai, anak-anak diminta menunjukkan hasil karya mereka dan menceritakan makna dari hiasan yang dibuat. Kegiatan ini melatih keberanian dan rasa percaya diri.Dan yang trakhir,Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada anak-anak untuk mulai mengisi celengan mereka dari uang jajan sendiri secara rutin. Perubahan yang Mulai Terlihat,Meskipun kegiatan ini berlangsung sederhana, dampaknya sudah mulai terasa Antusiasme Anak-anak Anak-anak terlihat bangga membawa pulang celengan hasil karya mereka sendiri. Tumbuhnya | Menabung Beberapa anak menyampaikan keinginan untuk mulai menabung secara rutin. Kreativitas dan Kerja Sama Anak-anak belajar berdiskusi, berbagi alat, serta menghargai ide teman dalam satu kelompok.   Pembelajaran Berharga bagi Kelompok Sadhana Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak Desa Bunut Wetan, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi kami: Teori dan Praktik,Konsep pendidikan karakter yang kami pelajari terasa lebih bermakna ketika diterapkan langsung di lapangan. Kesederhanaan yang Berdampak Tanpa alat canggih atau konsep rumit, kegiatan sederhana mampu memberikan dampak positif. Empati dan Kesabaran ,Setiap anak memiliki karakter yang berbeda-beda, sehingga pendekatan yang sabar dan penuh empati menjadi kunci keberhasilan kegiatan. Pesan untuk Orang Tua dan Lingkungan Sekitar Menanamkan kebiasaan baik pada anak dapat dimulai dari langkah kecil:             1. Memberikan celengan pribadi kepada anak             2. Mengajak anak menyisihkan uang jajan secara rutin             3. Memberikan apresiasi atas usaha anak             4. Menjadikan menabung sebagai kebiasaan yang menyenangkan  Kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini akan menjadi bekal penting di masa depan.   Terima Kasih, Desa Bunut Wetan Terima kasih kepada anak-anak Desa Bunut Wetan yang telah mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. Terima kasih juga kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan menghias celengan di pendopo desa. Semoga kegiatan ini menjadi langkah kecil yang bermakna dalam membentuk generasi yang kreatif, mandiri, dan gemar menabung sejak dini.