FERDI SEPTIAN EKA WIJAYA
Warga Dusun Paras bersama mahasiswa KKM UIN Malang kelompok 129 melaksanakan kerja bakti pembangunan gorong-gorong dengan membongkar sebagian badan jalan pada Minggu, 28 Desember 2025. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah nyata untuk memperbaiki sistem drainase desa yang kerap menimbulkan genangan air, terutama saat musim hujan tiba. Sejak pagi hari, suasana gotong royong sudah terlihat di sepanjang jalan dusun. Warga dan mahasiswa tampak bahu-membahu membawa peralatan seperti cangkul, sekop, dan alat penggali lainnya untuk menggali tanah dan membongkar lapisan jalan. Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap sejak hari Jumat hingga mencapai tahap utama pada hari Minggu, agar aktivitas masyarakat sekitar tetap dapat berjalan tanpa gangguan berarti. Kepala Dusun Paras Hanni Mashudi menyampaikan bahwa pembangunan gorong-gorong ini menjadi kebutuhan mendesak guna memperlancar aliran air sekaligus mencegah kerusakan jalan di masa mendatang. Ia juga mengungkapkan apresiasi atas antusiasme dan partisipasi aktif warga dan Mahasiswa KKM yang menunjukkan semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungan desa. Melalui kerja bakti ini, diharapkan sistem drainase Dusun Paras menjadi lebih baik sehingga risiko banjir dapat diminimalkan. Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi momen mempererat hubungan antara masyarakat dan mahasiswa KKM dalam semangat kolaborasi dan pengabdian kepada desa.
NURUL HIDAYAH NUHA
Kegiatan Persera di MI Miftahul Ulum Dawuhan Berlangsung Khidmat dan Tertib, Tanamkan Nilai Kepramukaan Sejak Dini February 04, 2026 Kegiatan Persera di MI Miftahul Ulum Dawuhan Berlangsung Khidmat dan Tertib, Tanamkan Nilai Kepramukaan Sejak Dini MI Miftahul Ulum Dawuhan menyelenggarakan kegiatan Persera (Perkemahan Selasa–Rabu) yang diikuti oleh siswa kelas IV, V, dan VI sebagai bagian dari upaya pembinaan karakter, kedisiplinan, serta penguatan nilai-nilai kepramukaan. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan tertib, serta mendapat sambutan positif dari seluruh warga sekolah. Rangkaian acara diawali dengan upacara apel pembukaan yang dilaksanakan secara tertib dan penuh semangat. Dalam amanat pembukaan, pihak sekolah menekankan pentingnya kegiatan kepramukaan sebagai sarana pembentukan sikap tanggung jawab, kerja sama, serta kemandirian siswa dalam kehidupan sehari-hari. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan berbagai materi kepramukaan, di antaranya pengenalan dasar-dasar organisasi Pramuka, kedisiplinan baris-berbaris, serta praktik tali-temali yang melatih ketelitian, kesabaran, dan kerja tim. Materi disampaikan secara edukatif dan aplikatif, sehingga siswa tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung di lapangan. Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah kegiatan jurit malam, yang dirancang sebagai wahana pembelajaran karakter melalui keberanian, kebersamaan, dan kepemimpinan. Dengan pendampingan guru dan panitia, kegiatan ini berlangsung aman dan tertib, serta meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Rangkaian Persera ditutup dengan apel penutupan yang dilaksanakan secara khidmat, dilanjutkan dengan pembagian doorprize sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi, kedisiplinan, dan semangat siswa selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pihak sekolah berharap melalui kegiatan Persera ini, para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman berkemah, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai luhur kepramukaan seperti gotong royong, kepedulian, tanggung jawab, serta rasa cinta terhadap lingkungan dan sesama. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MI Miftahul Ulum Dawuhan terus berkomitmen menghadirkan program-program edukatif yang membangun karakter generasi muda yang berakhlak mulia, mandiri, dan berdaya saing di masa depan.
MOH FIKRI TAMAMI
https://www.kompasiana.com/hurin31681/6965219b34777c470a369d62/uin-malang-berdaya-kolaborasi-dinas-perikanan-dan-karang-taruna-desa-pakis-kembar-kkm-uin-malang-jadikan-sungai-desa-sentra-ekonomi
ANISA NUR FEBRIANA
Kesehatan lingkungan merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satu permasalahan lingkungan yang sering dihadapi di daerah pedesaan adalah berkembangnya jentik nyamuk akibat genangan air dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Jentik nyamuk berpotensi menjadi sumber berbagai penyakit seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan chikungunya. Dusun Paras merupakan wilayah yang memiliki potensi terjadinya perkembangbiakan nyamuk, terutama pada musim hujan. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 129 hadir untuk berkontribusi dalam upaya pencegahan jentik nyamuk melalui kegiatan edukatif dan aksi langsung di lingkungan masyarakat. Permasalahan yang Dihadapi Berdasarkan hasil observasi lapangan, ditemukan beberapa permasalahan yang menjadi faktor utama munculnya jentik nyamuk di Dusun Paras, antara lain: Banyaknya tempat penampungan air yang tidak tertutup dengan baik Adanya barang bekas yang dapat menampung air hujan Kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) Minimnya kegiatan rutin pengecekan jentik di lingkungan rumah warga Permasalahan tersebut memerlukan penanganan bersama agar tidak menimbulkan dampak kesehatan yang lebih serius bagi masyarakat. Rencana dan Pelaksanaan Kegiatan Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan lingkungan, KKM 129 melaksanakan program pencegahan jentik nyamuk yang dilakukan di sela-sela program kerja lainnya. Kegiatan ini meliputi: Sosialisasi 3M Plus, yaitu menguras, menutup, dan mengubur barang bekas, serta tindakan tambahan seperti penggunaan larvasida alami Pengecekan jentik nyamuk pada tempat penampungan air di rumah warga Kerja bakti lingkungan untuk membersihkan area yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Kegiatan ini dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat setempat agar tercipta rasa tanggung jawab bersama terhadap kebersihan dan kesehatan lingkungan. Melalui kegiatan pencegahan jentik nyamuk ini, diharapkan masyarakat Dusun Paras semakin sadar akan pentingnya menjaga lingkungan bersih dan sehat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu menekan angka perkembangbiakan nyamuk dan meminimalisir risiko penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. KKM 129 berharap program ini tidak hanya berhenti pada masa pelaksanaan KKM, tetapi dapat dilanjutkan secara mandiri oleh masyarakat sebagai kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari. Upaya pencegahan jentik nyamuk merupakan langkah sederhana namun memiliki dampak besar bagi kesehatan masyarakat. Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKM 129 dan masyarakat Dusun Paras, tercipta sinergi dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas dari jentik nyamuk. Dengan lingkungan yang terjaga, kualitas hidup masyarakat pun akan semakin meningkat.
HAMDAN YUWAFI
Sukarara, Lombok Tengah, Pengabdian mahasiswa melalui Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri di Desa Sukarara menjadi ruang belajar yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga pada proses membersamai masyarakat. Berangkat dari niat mengabdi, mahasiswa justru menemukan banyak pelajaran tentang sikap, nilai kebersamaan, dan cara memaknai peran sebagai pendatang di tengah kehidupan desa. Kehangatan Warga dalam Menyambut Kedatangan Berlokasi di Dusun Lendang, Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, kehadiran mahasiswa disambut dengan keterbukaan dan kehangatan warga. Jamuan sederhana khas desa menjadi simbol penerimaan, sekaligus gambaran kuat tentang budaya memuliakan tamu yang masih terjaga. Dari awal kedatangan, interaksi yang baik penuh keramahan mengawali keberlangsungan seluruh program pengabdian. Pendekatan kepada warga menjadi langkah awal yang ditempuh melalui malam tahun baru bersama warga, yang dikemas dalam suasana kebersamaan dan dzikir. Antusiasme warga terlihat nyata, mulai dari keterlibatan sejak persiapan hingga partisipasi penuh saat pelaksanaan melebihi ekspektasi yang ada. Mereka menyumbangkan beberapa ekor ayam, ikan, serta tempat yang diusahakan untuk membantu memeriahkan. Tak ini membuat kita kembali belajar bahwa untuk membantu dan berbagi tak perlu menunggu memiliki lebih, sebab apapun itu pasti berharga dan berarti. Pendekatan Edukatif pada Remaja dan Anak-Anak Pada bidang pendidikan, mahasiswa KKM Mandiri melaksanakan psikoedukasi di SMPN 4 Jonggat dengan tema "Healthy Relationship". Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada remaja mengenai relasi yang sehat, komunikasi yang bertanggung jawab, serta pentingnya kesiapan emosional dan psikologis. Melalui pendekatan edukatif, program ini diharapkan dapat menjadi upaya preventif dalam meminimalisir pernikahan dini, ataupun toxic relationship di berbagai lingkungan. Nilai keagamaan dan kebersamaan turut diperkuat melalui peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang melibatkan anak-anak tingkat sekolah dasar dan warga Dusun Lendang. Berbagai perlombaan bernuansa islami menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan antarwarga lintas usia. Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga ruang tumbuhnya semangat kebersamaan dalam suasana religius. Komitmen terhadap pendidikan keagamaan diwujudkan melalui pembelajaran Al-Qur’an dan kajian fiqih dasar di TPQ Masjid Nurul Hidayah. Kami turut mendampingi kegiatan mengaji serta memastikan materi fiqih dapat diakses secara berkelanjutan melalui buku kajian fiqih dasar yang telah dicetak dan ditempatkan di masjid. Keberadaan bahan kajian ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh anak-anak dan masyarakat setempat. Kebersamaan dan Proses Belajar Bersama Sepanjang proses pengabdian, mahasiswa juga dihadapkan pada dinamika sosial yang menuntut sikap saling memahami dan menghargai. Ketika kegiatan tidak selalu berjalan sesuai rencana, komunikasi membantu dalam menemukan pemahaman. Dari situ, pengabdian dimaknai bukan hanya sebagai pelaksanaan program, tetapi juga sebagai latihan kesabaran, empati, dan kedewasaan dalam bersikap. Kebersamaan yang terjalin hingga momen penutupan menjadi penegas bahwa kehadiran mahasiswa bukan sekadar singgah, melainkan bagian dari proses saling belajar. Pengalaman di Desa Sukarara meninggalkan kesan mendalam bukan karena betapa sempurnanya atau betapa berdampaknya kita, tapi karena betapa berharganya pelajaran yang kita terima, dan makna pengabdian yang sesungguhnya.
NATIVA AVIANDRO
Kediri - Kelompok 109 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang menggelar kegiatan les bimbingan belajar (bimbel) bagi anak-anak TK, SD, dan MI di Desa Klampisan pada Rabu, 7 Januari 2026 sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan. Kegiatan ini berfokus pada pendampingan membaca, menulis, berhitung, serta materi pelajaran sekolah dengan metode pembelajaran interaktif dan mudah dipahami. Program tersebut bertujuan membantu meningkatkan kemampuan akademik anak-anak sekaligus menumbuhkan motivasi belajar sejak dini. Masyarakat setempat menyambut positif pelaksanaan bimbel gratis ini karena dinilai bermanfaat dalam mendukung proses belajar anak di luar jam sekolah. Melalui kegiatan tersebut, Kelompok 109 KKM UIN Malang berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam penguatan kualitas pendidikan dan menyiapkan generasi muda yang lebih siap menghadapi masa depan.