RIZKI KURNIAWAN
Kelompok KKM 250 Terravera Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan peresmian Program Kerja Peta Besar pada Jumat, 30 Januari 2026 pukul 08.00 WIB yang bertempat di belakang Gapura Perumahan Panorama Garden, Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir. Kegiatan peresmian ini dihadiri oleh Kepala Dusun Jamuran beserta mahasiswa Kelompok KKM 250 Terravera. Program kerja peta besar ini bertujuan untuk memberikan informasi visual mengenai wilayah Dusun Jamuran, meliputi batas wilayah, fasilitas umum, serta potensi dusun, sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dan perangkat dusun dalam berbagai kegiatan. Peresmian dilakukan dengan pemasangan dan penyerahan peta besar di area Gapura Panorama Dusun Jamuran, yang kemudian secara simbolis diresmikan oleh Kepala Dusun Jamuran sebagai tanda bahwa peta tersebut telah siap digunakan dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan lancar dan khidmat. Kepala Dusun Jamuran menyambut baik program kerja ini serta mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKM 250 Terravera dalam membantu penyediaan sarana informasi wilayah yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui peresmian Program Kerja Peta Besar ini, Kelompok KKM 250 Terravera berharap peta tersebut dapat menjadi media informasi yang berkelanjutan, mendukung kegiatan administrasi dusun, serta membantu pengembangan potensi lokal Dusun Jamuran. Program ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat selama pelaksanaan KKM.
IFTITAHUR RAHMA
MALANG Minggu, 18 Januari 2026 -- Kelompok 20 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) "Luminara" dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi parenting pada Minggu, 18 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai RT 06, Perumahan Puri Cempaka II, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Acara yang mengusung tema "Emotionally Healthy Parenting: Kesehatan Mental Anak Dimulai dari Kesehatan Emosional Orang Tua" ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya pengelolaan emosi dalam pola asuh. Mengingat kesehatan mental anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan emosional yang diciptakan oleh orang tua di rumah. Sosialisasi ini menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh Rosidi, M.Pd., C.HT, yang merupakan Dosen Program Studi Psikologi, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa orang tua perlu memiliki keterampilan sederhana dalam mengelola emosi agar dapat menciptakan hubungan yang hangat dan suportif dengan anak.
ULFA AIZATUL UMAYYAH
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti kegiatan rutin ibu-ibu PKK di Dusun Lesti, Desa Dawuhan, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, pada Minggu, 28 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya awal mahasiswa KKM dalam menjalin hubungan dengan masyarakat sekaligus menyampaikan rencana program kerja selama masa pengabdian. Kegiatan berlangsung dalam suasana yang kondusif dan penuh kebersamaan. Mahasiswa KKM memperkenalkan diri kepada ibu-ibu PKK sebagai peserta KKM yang akan melaksanakan pengabdian di Dusun Lesti selama kurang lebih 40 hari. Kegiatan perkenalan ini bertujuan untuk membangun komunikasi yang baik serta mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dengan masyarakat setempat. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa KKM memaparkan gambaran umum program kerja yang telah disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Dusun Lesti. Program kerja direncanakan secara bertahap agar pelaksanaannya dapat berjalan secara efektif dan berkelanjutan. Mahasiswa KKM menjelaskan bahwa pada tahap awal kegiatan difokuskan pada bidang keagamaan. Tahap selanjutnya diarahkan pada kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat, salah satunya melalui pengenalan proses pembuatan tusuk sate sebagai potensi produk lokal Dusun Lesti. Selain itu, mahasiswa KKM juga melakukan sosialisasi pemanfaatan teknologi digital dengan memperkenalkan website yang telah dikembangkan oleh salah satu anggota kelompok. Pada tahap berikutnya, program kerja difokuskan pada bidang pendidikan formal, yaitu dengan membantu kegiatan belajar mengajar di SD dan MI sekitar serta menyelenggarakan bimbingan belajar gratis bagi siswa-siswi. Mahasiswa KKM menegaskan bahwa seluruh program kerja tersebut dirancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus sebagai sarana pembelajaran bagi mahasiswa. Oleh karena itu, dukungan, masukan, dan kerja sama dari ibu-ibu PKK serta seluruh warga Dusun Lesti sangat diharapkan demi kelancaran pelaksanaan program KKM. Ibu-ibu PKK menyambut baik kehadiran mahasiswa KKM dan memberikan respon positif terhadap pemaparan program kerja yang disampaikan. Mereka mengapresiasi rencana kegiatan yang mencakup berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari bidang keagamaan, ekonomi, hingga pendidikan formal. Keikutsertaan mahasiswa KKM dalam kegiatan PKK ini menjadi pengalaman awal yang penting dalam memahami kondisi sosial masyarakat Dusun Lesti. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman bahwa keberhasilan pelaksanaan program KKM tidak hanya bergantung pada perencanaan yang matang, tetapi juga pada komunikasi yang baik serta partisipasi aktif masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap dapat menjalin kerja sama yang harmonis dengan ibu-ibu PKK dan masyarakat Dusun Lesti, sehingga seluruh program kerja yang telah direncanakan dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.
KAYYISUL FIKRI AL JUND
MALANG, 31 DESEMBER 2025 -- Alih-alih merayakannya dengan kembang api atau hura-hura di jalanan, Mahasiswa KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) Kelompok 20 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama remaja GAMAS (Gerakan Anak Muda Masjid) Al-Basyiroh memilih cara yang berbeda. Mereka menggelar acara "Pesantren Akhir Tahun" di Masjid Al-Basyiroh untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang jauh lebih bermanfaat. Menariknya, sasaran utama dari kegiatan ini adalah para santriwan dan santriwati TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an) di lingkungan sekitar masjid. Sinergi antara mahasiswa dan pemuda setempat ini berhasil menghidupkan suasana masjid dengan rangkaian acara yang padat, mulai dari Tadarus Al-Quran hingga Sholat Subuh berjamaah. Kemeriahan juga tercipta melalui Games Islami yang melibatkan interaksi seru antar santri dengan panitia dari mahasiswa KKM dan GAMAS. Berdasarkan jadwal yang disusun, kegiatan dimulai tepat setelah waktu Maghrib pada pukul 18.15 WIB, di mana para peserta mengawali malam dengan persiapan alat dan dilanjutkan dengan Tadarus Al-Quran bersama pada pukul 20.00 WIB Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Kolaborasi Mahasiswa KKM Kelompok 20 UIN Malang dengan Remaja Gammas Masjid Al-Basyiroh Sukses Sulap Malam Tahun Baru Menjadi Lebih Berkah", "Kolaborasi dengan GAMAS ini bukan sekadar menjalankan program kerja, tapi tentang bagaimana kita sebagai mahasiswa bisa berbaur dan memberi dampak positif bagi pemuda dan adik-adik santri di Masjid Al-Basyiroh," ujar perwakilan Kelompok 20 KKM UIN Malang. Memasuki tengah malam, suasana berubah menjadi lebih tenang dan emosional. Tepat pukul 22.46 WIB, seluruh peserta melaksanakan Sholat Tasbih dan Sholat Hajat berjamaah. Puncaknya adalah sesi Renungan Suci (Muhasabah) yang dilaksanakan pada pukul 23.00 WIB hingga detik-detik pergantian tahun. Acara ini sengaja digelar untuk mengalihkan euforia perayaan malam tahun baru yang biasanya identik dengan hura-hura di jalanan, menjadi kegiatan yang lebih religius dan mempererat tali silaturahmi antar pemuda. "Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi pemuda untuk melakukan refleksi diri atas apa yang telah dilalui setahun ke belakang dan memanjatkan doa terbaik untuk tahun yang akan datang, agar anak-anak santri bisa mengisi waktu pergantian tahun dengan kegiatan yang bermanfaat," ujar salah satu panitia penyelenggara. Setelah beristirahat sejenak, rangkaian acara ditutup dengan persiapan Sholat Shubuh berjamaah pada pukul 03.00 WIB dan sesi dokumentasi pembagian hadiah pemenang game sebagai kenang-kenangan kebersamaan
ISHFI RIZQIYATI
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat. Sebagai bagian dari pelaksanaan KKM tersebut, Kelompok 59 Samudrawisesa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi memulai kegiatan pengabdian kepada masyarakat pada Rabu, 24 Desember, bertempat di Desa Putukrejo, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Kegiatan pembukaan ini menandai dimulainya rangkaian program pengabdian kepada masyarakat yang akan dilaksanakan oleh mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang selama masa KKM di Desa Putukrejo. Pelaksanaan KKM Kelompok 59 Samudrawisesa membawa tema “Membangun Cahaya Kehidupan Baru di Desa Putukrejo”, yang merefleksikan semangat mahasiswa dalam berkontribusi nyata bagi masyarakat melalui program-program yang berorientasi pada peningkatan kualitas kehidupan sosial dan lingkungan. Salah satu program unggulan yang akan dilaksanakan adalah pembangunan reflektor sebagai upaya mendukung keselamatan dan kenyamanan masyarakat desa. Acara pembukaan KKM dihadiri oleh Kepala Desa Putukrejo beserta perangkat desa, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), serta seluruh mahasiswa peserta KKM yang tergabung dalam Kelompok 59 Samudrawisesa. Kehadiran berbagai pihak tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan KKM agar dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Dalam sambutannya, Kepala Desa Putukrejo, Bapak Heri Wibisono, menyampaikan ucapan selamat datang kepada mahasiswa peserta KKM serta apresiasi kepada UIN Maulana Malik Ibrahim Malang atas kepercayaan yang diberikan kepada Desa Putukrejo sebagai lokasi pelaksanaan KKM. Beliau berharap kehadiran mahasiswa dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat desa, khususnya melalui program-program yang bersifat edukatif, sosial, dan pemberdayaan potensi desa. Selain itu, mahasiswa juga diharapkan mampu menjalin hubungan yang harmonis dengan masyarakat serta beradaptasi dengan nilai-nilai sosial dan budaya yang ada di Desa Putukrejo. Selanjutnya, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Taa'ib Maghfur, M.Pd.I, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan KKM merupakan bagian dari proses pembelajaran mahasiswa di luar kampus yang bertujuan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh selama perkuliahan. DPL juga menekankan pentingnya sikap tanggung jawab, disiplin, serta etika akademik dalam pelaksanaan seluruh program kerja KKM. Mahasiswa diharapkan mampu membangun kerja sama yang baik dengan pemerintah desa dan masyarakat agar kegiatan KKM dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Kelompok 59 Samudrawisesa, Moh. Ahsanul Hidayat, yang mewakili seluruh mahasiswa peserta KKM. Dalam sambutannya, ketua kelompok menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Desa Putukrejo atas penerimaan dan dukungan yang diberikan. Ia juga menyampaikan komitmen mahasiswa untuk melaksanakan seluruh program kerja KKM dengan sebaik-baiknya, serta kesiapan untuk berkontribusi secara aktif dalam mendukung kegiatan dan pembangunan di Desa Putukrejo selama masa pengabdian. Kegiatan pembukaan KKM kemudian ditutup dengan doa dan sesi perkenalan mahasiswa kepada perangkat desa dan masyarakat setempat. Melalui kegiatan pembukaan ini, diharapkan terjalin sinergi yang baik antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat Desa Putukrejo. Selain menjadi wadah pengabdian kepada masyarakat, kegiatan KKM ini juga diharapkan mampu memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengembangkan kepekaan sosial, kemampuan kerja sama, serta keterampilan kepemimpinan.
ADAM SYARIFANI MUHAMMAD
Malang, Senin 05 Januari 2026 Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Hari Pertama masuk di KB-TK Masuk Agung Jami' Malang, Pertemuan ini sebagai bentuk kami dalam mengabdi dan berkontribusi langsung ke dalam lingkup Masjid Agung Jami' Malang. Kunjungan perkenalan ini menjadi semakin bermakna karena lokasi KB-TK yang berada di bawah naungan Masjid Agung Jami' Malang. Nilai-nilai religiusitas terpancar dari setiap sudut kegiatan. Para mahasiswa melihat bagaimana adab diajarkan sejak dini, mulai dari cara bersalaman kepada orang yang lebih tua hingga doa-doa pendek yang dilantunkan dengan fasih. Para guru memberikan arahan dengan penuh kasih, menjelaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKM diharapkan tidak hanya untuk membantu kegiatan belajar mengajar, tetapi juga untuk memberikan warna baru dalam pembentukan kreativitas siswa. Perkenalan ini diakhiri dengan diskusi ringan antara mahasiswa dan dewan guru mengenai program kerja yang akan dilaksanakan ke depan, memastikan bahwa kehadiran mereka benar-benar membawa manfaat bagi institusi pendidikan yang bersejarah ini. Bagi para mahasiswa, memasuki lingkungan KB-TK adalah tantangan tersendiri. Ada rasa gugup yang menyelip di antara senyuman mereka. Mereka yang biasanya berhadapan dengan tugas kuliah dan teori-teori rumit, kini harus bersiap berhadapan dengan puluhan pasang mata jernih yang menatap penuh rasa ingin tahu.. Momen perkenalan dimulai. Satu per satu Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, berdiri di depan kelas. Tidak ada istilah-istilah ilmiah yang keluar; yang ada hanyalah sapaan ramah dan gerakan tangan yang mencoba mengikuti ritme dunia anak-anak. "Halo adik-adik, perkenalkan kami dari Kakak-Kakak Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang," ucap salah satu perwakilan mahasiswa dengan nada riang. Sapaan itu disambut dengan teriakan "Halo Kakak!" yang serempak dan nyaring, seketika meruntuhkan dinding kecanggungan yang sempat terbangun. Mahasiswa KKM Kelompok 22 menyadari bahwa di tempat ini, gelar mahasiswa mereka ditanggalkan sejenak untuk menjadi teman bermain sekaligus kakak pelindung. Mereka belajar kembali cara menyapa dengan tulus, cara mendengarkan cerita-cerita imajinatif, dan cara berbagi senyum tanpa beban. Perkenalan hari itu di KB-TK Masjid Agung Jami’ Malang Mahasiswa KKM Kelompok 22 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, pulang dengan perasaan lega dan hati yang dipenuhi inspirasi. Mereka belajar satu hal penting: "bahwa pendidikan yang paling mendasar adalah tentang cinta dan keteladanan." Dengan restu dari para guru dan tawa ceria dari adik-adik KB-TK, Mahasiswa KKM siap melangkah lebih jauh. Mereka bukan lagi sekadar mahasiswa yang datang untuk menuntaskan tugas kampus, melainkan bagian dari keluarga besar yang ingin ikut serta menanam benih kebaikan di Kota Malang.