Thumbnail
4 months ago
KKM Unggulan Fakultas Psikologi UIN Malang Gelar PsychoCare untuk Pendamping Pesantren Tebuireng Jombang, Tekankan Pentingnya Mengenal Diri Sebelum Mendampingi

SITI MUTI`ATUL HASANAH

JOMBANG — Penguatan kesehatan mental di lingkungan pesantren tidak hanya diperlukan bagi santri, tetapi juga bagi para pendamping yang berperan langsung dalam proses pelatihan kesekharian. Menyadari hal tersebut, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri (UIN) Malang Aksara 255 menyelenggarakan program unggulan PsychoCare: Pendamping Sehat, Pesantren Kuat yang dirangkaikan dengan seminar bertema “Mengenal Diri Sebelum Mendampingi”, sebagai bentuk kemampuan kapasitas psikologis bagi pendamping Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, Jumat (30/1/2026). Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 19.30 WIB ini berlangsung dengan penuh antusias dan suasana reflektif di lingkungan Pondok Pesantren Tebuireng. Program PsychoCare dirancang sebagai ruang aman dan suportif bagi para pendamping untuk memahami kondisi psikologis diri, mengenali emosi pribadi, serta membangun kesiapan mental sebelum menjalankan peran pendampingan santri. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menghadirkan Ibu Bilqis Rahmanda Hakim, S.Psi., M.Psi., Psikolog selaku asisten dosen Fakultas Psikologi UIN Malang, sebagai pemateri utama. Melalui seminar “Mengenal Diri Sebelum Mendampingi”, beliau menekankan pentingnya kesadaran diri, regulasi emosi, serta kesehatan mental pendamping sebagai fondasi utama dalam proses pendampingan yang empatik dan efektif. Materi disampaikan secara komunikatif dan aplikatif, sehingga mudah dipahami serta relevan dengan realitas pendampingan di lingkungan pesantren. Tidak hanya sebatas penyampaian materi, program PsychoCare juga dilengkapi dengan sesi diskusi reflektif dan pendampingan psikologis. Pada sesi ini, para pendamping diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, tantangan emosional, serta dinamika psikologis yang sering dihadapi dalam mendampingi santri. Pendekatan yang digunakan bersifat empatik dan tidak menghakimi, sehingga peserta merasa nyaman untuk membuka diri dan melakukan refleksi pribadi. Program PsychoCare merupakan salah satu program kerja unggulan KKM Aksara 255 yang lahir dari hasil observasi dan dialog awal dengan pihak pesantren. Abah Hj. Lukman selaku mudir Pondok Pesantren Tebuireng, menyampaikan bahwa pendamping memiliki peran strategis dalam menjaga iklim psikologis pesantren. “Pendamping yang sehat secara mental akan mampu mendampingi santri dengan lebih sabar, empatik, dan bijaksana. Oleh karena itu, kegiatan seperti PsychoCare ini sangat penting dan relevan,” ungkapnya. Respon positif juga disampaikan oleh para pendamping pesantren yang mengikuti kegiatan hingga selesai. Antusiasme terlihat dari keaktifan peserta dalam sesi diskusi, refleksi diri, serta keterbukaan dalam menyampaikan pengalaman pendampingan. Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan penguatan kesehatan mental bagi pendamping pesantren semakin mendesak dan perlu mendapat perhatian berkelanjutan. Sementara itu, pihak pesantren Tebuireng Putri juga mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut. Ustadzah Dian menyampaikan bahwa PsychoCare menjadi langkah strategis dalam mendukung terciptanya lingkungan pesantren yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga sehat secara psikologis. Pendamping yang mampu mengenali dirinya sendiri diharapkan dapat membangun hubungan pendampingan yang lebih hangat, manusiawi, dan penuh empati. Melalui program PsychoCare ini, KKM Aksara 255 berharap para pendamping Pondok Pesantren Tebuireng memiliki kesadaran yang lebih tinggi akan pentingnya menjaga kesehatan mental pribadi. Selain itu, diharapkan para pendamping mampu mengembangkan empati, komunikasi yang sehat, serta ketahanan psikologis dalam menjalankan peran pendampingan santri secara berkelanjutan. Jombang, 6 Februari 2026 Ditulis oleh: KKM Unggulan Fakultas Psikologi UIN Malang                                                                                                                                                                                                        

Thumbnail
4 months ago
Hangatnya Kebersamaan dalam Kegiatan Burdah Putri di Desa Ngadireso

SAFINA TUNNAJA

Kegiatan keagamaan menjadi salah satu sarana efektif dalam mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam kegiatan Burdah Putri yang dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026, setelah salat Isya di masjid yang berada dekat posko Kuliah Kerja Nyata (KKN) Desa Ngadireso. Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu setempat dengan penuh antusias dan suasana yang khidmat. Lantunan shalawat menggema di dalam masjid, menghadirkan nuansa religius yang menenangkan sekaligus mempererat kebersamaan antarjamaah. Pembacaan burdah berlangsung hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini bukan sekadar menghadiri majelis keagamaan. Lebih dari itu, Burdah Putri menjadi ruang silaturahmi yang hangat antara mahasiswa dan masyarakat. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menghadirkan kedekatan emosional yang tulus serta memperkuat rasa kebersamaan. Setelah pembacaan burdah selesai, acara dilanjutkan dengan makan bersama yang telah disiapkan oleh ibu-ibu desa. Hidangan sederhana yang tersaji justru menjadi simbol kehangatan dan kekeluargaan. Obrolan santai dan canda ringan mengisi suasana malam itu, menciptakan momen kebersamaan yang sulit dilupakan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa mendapatkan pengalaman berharga dalam memahami kehidupan sosial dan religius masyarakat desa secara langsung. Burdah Putri bukan hanya kegiatan rutin keagamaan, tetapi juga jembatan yang mempererat hubungan antargenerasi serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan bermasyarakat.

Thumbnail
4 months ago
Sosialisasi Parenting: Mendidik Anak dengan Empati sebagai Upaya Penguatan Peran Orang Tua di Dusun Gumul, Pujon – KKM Mandiri Kelompok 177 UIN Malang

KHOLID MAWARDI

Kegiatan Sosialisasi Parenting dilaksanakan di Dusun Gumul, Pujon sebagai salah satu program kerja KKM Mandiri Kelompok 177 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2025-2026. Kegiatan ini ditujukan untuk para orang tua agar lebih memahami pentingnya mendidik anak dengan pendekatan yang penuh kasih, sabar, dan pengertian. Pemateri dalam kegiatan ini berasal dari anggota KKM Kelompok 177, yang merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi. Dengan bekal ilmu yang dipelajari selama perkuliahan, pemateri menyampaikan tentang bagaimana cara memahami perasaan anak, pentingnya komunikasi yang baik dalam keluarga, serta cara menghadapi perilaku anak tanpa harus menggunakan amarah atau kekerasan. Penyampaian materi dibuat santai dan menggunakan contoh kehidupan sehari-hari agar mudah dipahami oleh para peserta. Selama kegiatan berlangsung, suasana terasa hangat dan interaktif. Para orang tua tidak hanya mendengarkan, tetapi juga ikut berbagi cerita mengenai pengalaman mereka dalam mendidik anak. Dari diskusi tersebut, banyak muncul pertanyaan dan refleksi bersama tentang bagaimana menjadi orang tua yang lebih sabar dan lebih peka terhadap kebutuhan anak. Melalui sosialisasi ini, diharapkan para orang tua di Dusun Gumul dapat menerapkan pola asuh yang lebih empatik di rumah. Karena pada dasarnya, anak bukan hanya membutuhkan aturan, tetapi juga membutuhkan didengar, dipahami, dan dicintai dengan cara yang tepat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata KKM Mandiri Kelompok 177 dalam mendukung peran keluarga sebagai tempat pertama anak belajar tentang kehidupan.

Thumbnail
4 months ago
KKM 153 ARCAPADA: Langkah Awal dengan Masyarakat Padi, Talangsuko

ARSA HAKIM RAMADHAN

Awal Pengabdian dan Proses Adaptasi Kegiatan KKM UIN Malang diawali dengan pelepasan resmi dari kampus sebagai simbol dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat. Setelah itu, mahasiswa mulai beradaptasi dengan lingkungan desa melalui silaturahmi bersama warga sekitar serta perangkat RT dan RW. Interaksi awal ini menjadi langkah penting untuk memperkenalkan keberadaan mahasiswa sekaligus memahami dinamika sosial dan kebiasaan masyarakat setempat. Pemetaan Kebutuhan dan Kolaborasi Lokal Dalam upaya merancang program kerja yang relevan, mahasiswa KKM 153 melakukan koordinasi dengan berbagai pihak di desa. Salah satunya melalui kunjungan ke Taman Bacaan Masyarakat (TBM) untuk mendiskusikan kebutuhan sarana, jenis kegiatan literasi, serta peluang keberlanjutan program. Selain itu, mahasiswa juga menjalin komunikasi dengan Kepala Desa dan pengelola TPQ guna menyelaraskan program KKM dengan kebutuhan pendidikan dan pembinaan keagamaan masyarakat. Partisipasi dalam Kegiatan Sosial dan Keagamaan Mahasiswa juga turut terlibat dalam kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat. Keikutsertaan dalam kegiatan seperti ngawulo (27/12/2025), pengajian rutin, serta interaksi bersama ibu-ibu menjadi sarana efektif untuk membangun kedekatan emosional. Melalui partisipasi langsung ini, mahasiswa memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai nilai-nilai lokal, pola interaksi sosial, serta aktivitas rutin warga. Secara keseluruhan, pekan pertama KKM 153 diarahkan pada penguatan relasi dan pemahaman konteks sosial masyarakat. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pengabdian berbasis masyarakat, di mana keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh perencanaan, tetapi juga oleh kemampuan mahasiswa untuk menyatu dan belajar dari lingkungan sekitar. Fondasi yang dibangun sejak awal diharapkan mampu mendukung pelaksanaan program kerja yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat desa.

Thumbnail
4 months ago
Menanamkan Empati Sejak Dini: Sosialisasi Pencegahan Bullying oleh KKM 116 UIN Malang di SDN Karanganyar 01 Kec. Poncokusumo, Kab. Malang.

KAYLA NUR RAMADHANI

Sosialisasi bullying di SDN Karanganyar 01, Poncokusumo, Kabupaten Malang, merupakan salah satu program kerja yang diinisiasi oleh kami dari Kelompok KKM 116 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertempat di Dusun Baran, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini kami rancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus respons atas realitas sosial yang masih menunjukkan adanya praktik perundungan di lingkungan sekolah dasar. Sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan KKM, kami merasa memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk turut berkontribusi dalam menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Dalam pelaksanaannya, kami melakukan sosialisasi dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami oleh siswa. Perundungan sering kali dianggap sebagai bagian dari proses tumbuh kembang atau sekadar candaan antarteman. Namun tanpa disadari, tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang, seperti rasa rendah diri, kecemasan, bahkan trauma yang memengaruhi perkembangan sosial dan akademik anak. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk memahami batas antara bercanda dan menyakiti. Materi yang kami sampaikan tidak hanya berfokus pada definisi dan bentuk-bentuk bullying, tetapi juga dampaknya bagi korban maupun pelaku serta langkah pencegahannya. Selain penyampaian materi, kami juga mengadakan sesi konseling kelompok dengan membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Dalam sesi ini, anak-anak diberi ruang untuk berbagi cerita dan pengalaman secara lebih personal, sehingga mereka belajar mengungkapkan perasaan sekaligus mendengarkan teman dengan empati. Sebagai penutup, kami menghadirkan sesi “Pohon Bercerita”, yaitu kegiatan menuliskan pengalaman atau pesan terkait bullying pada selembar kertas yang kemudian ditempel hingga membentuk simbol pohon. Kegiatan reflektif ini menjadi media sederhana namun bermakna untuk menanamkan empati sejak dini. Melalui sosialisasi ini, kami berharap dapat mendorong terbentuknya budaya sekolah yang lebih ramah, saling menghargai, dan mendukung tumbuh kembang anak secara sehat, baik secara akademik maupun emosional.

Thumbnail
4 months ago
Langkah Akhir Kelompok KKM 104 UIN Malang: Jalan Sehat, Kebudayaan, serta Kebersamaan Warga Dusun Ampelgading

FAJAR DEWANTARA

Suasana pagi di Dusun Ampelgading seolah turut membangun semangat warga yang berkumpul di lapangan untuk mengikuti kegiatan Jalan Sehat Dusun Ampelgading 2026. Warga berkumpul sejak pagi hari untuk mengikuti kegiatan jalan sehat yang diselenggarakan sebagai bagian dari penutupan program KKM. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat setelah menjalani berbagai program pengabdian.   Acara diawali dengan senam pagi bersama yang diikuti oleh seluruh peserta. Gerakan senam yang sederhana dan iringan musik yang mengiringi membuat suasana semakin hidup. Senam pagi menjadi sarana pemanasan sekaligus membangun semangat kebersamaan sebelum melanjutkan kegiatan selanjutnya.   Usai senam, peserta memulai jalan sehat menyusuri rute yang telah ditentukan. Langkah demi langkah dilalui bersama dalam suasana santai dan penuh keakraban. Jalan sehat ini tidak hanya bertujuan menjaga kebugaran, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga dan mahasiswa KKM.   Sesampainya di area finish kembali ke lapangan warga disuguhi pertunjukan bantengan/mberot salah satu kesenian tradisional khas Jawa Timur yang selalu dinanti. Aksi para pemain dengan kostum warna-warni dan alunan musik tradisional berhasil memukau peserta. Hiburan ini memberikan nuansa kebudayaan sekaligus menjadi hadiah hiburan setelah jalan sehat bersama. Kemeriahan ini menjadi kebanggaan sendiri atas kebudayaan lokal.   Kemeriahan berlanjut dengan pembagian doorprize kepada peserta yang beruntung. Tawa dan sorak gembira terdengar ketika hadiah dibagikan, menambah kemeriahan dalam kegiatan tersebut. Doorprize menjadi wujud apresiasi kepada seluruh warga yang telah ikut berpartisipasi dalam kegiatan jalan sehat.   Menjelang siang, kegiatan ditutup dengan sambutan dari perwakilan panitia dan tokoh masyarakat Dusun Ampelgading. Mereka menyampaikan apresiasi atas partisipasi semua pihak terutama mahasiswa KKM yang telah membantu selama program pengabdian berlangsung. Rasa syukur dan haru terasa ketika mahasiswa menyampaikan pamit kepada warga, menandai berakhirnya rangkaian kegiatan KKM dengan penuh kenangan manis.