PARHAN ABDUL MALIK
Penutupan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi momen akhir dari seluruh rangkaian pengabdian yang telah dilaksanakan bersama masyarakat. Penutupan ini dilakukan secara bertahap pada setiap lokasi program kerja sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi atas kebersamaan yang telah terjalin selama masa KKM. Setiap kegiatan penutupan berlangsung dengan suasana hangat, penuh rasa syukur, dan kebersamaan. Penutupan program Rumah Belajar dilaksanakan pada Rabu malam, 28 Januari 2026, bertepatan dengan jadwal rutin kegiatan Rumah Belajar. Kegiatan ini menjadi momen perpisahan antara mahasiswa KKM dan anak-anak yang selama ini rutin mengikuti bimbingan belajar. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa KKM menyampaikan pesan motivasi dan harapan agar anak-anak tetap semangat belajar serta terus mengembangkan kebiasaan belajar yang telah dibangun bersama. Suasana penutupan Rumah Belajar berlangsung sederhana namun penuh makna. Anak-anak menunjukkan antusiasme sekaligus rasa haru karena kegiatan belajar bersama yang selama ini menemani malam mereka telah sampai pada akhir. Mahasiswa KKM berharap ilmu, pengalaman, dan semangat belajar yang telah diberikan dapat terus diterapkan oleh anak-anak dalam kehidupan sehari-hari. Selanjutnya, penutupan kegiatan asistensi mengajar di TPQ Sirotul Mustaqiem dilaksanakan pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan penutupan ini dilakukan bersama pengurus TPQ, ustadz dan ustadzah, serta para santri. Mahasiswa KKM berpamitan sekaligus menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan dan kepercayaan yang telah diberikan selama proses pembelajaran berlangsung. Selain itu, penutupan kegiatan KKM juga dilaksanakan di SDN 1 Arjosari pada Sabtu, 31 Januari 2026, pada jam sekolah. Penutupan ini menjadi momen perpisahan mahasiswa KKM dengan pihak sekolah dan para siswa. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin serta harapan agar kegiatan yang telah dilakukan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah. Puncak penutupan KKM Ganiswara Kelompok 64 dilaksanakan secara resmi pada hari Minggu, 1 Februari 2026, bertempat di Balai Desa. Acara penutupan ini dihadiri oleh perangkat desa, perwakilan masyarakat, serta seluruh anggota KKM. Dalam kesempatan tersebut, disampaikan laporan singkat pelaksanaan program kerja dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan KKM. Dengan terlaksananya seluruh rangkaian penutupan tersebut, maka berakhirlah kegiatan KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Meskipun masa pengabdian telah selesai, pengalaman, kebersamaan, dan nilai-nilai yang diperoleh selama KKM diharapkan dapat terus dikenang. Mahasiswa KKM berharap seluruh program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat serta meninggalkan kesan positif bagi masyarakat Desa Arjosari.
MIFTAHUL JANNAH
Mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 20 mewujudkan kepedulian sosial melalui kegiatan penyaluran infaq kepada masyarakat yang membutuhkan sebagai bentuk nyata pengabdian dan implementasi nilai-nilai keislaman. Kegiatan ini turut dibantu oleh pihak Masjid Al-Basyirah yang menjadi lokasi penempatan awal KKM, sehingga proses pengumpulan dan penyaluran infaq dapat berjalan dengan tertib, transparan, dan tepat sasaran. Dalam pelaksanaannya, pemuda masjid turut turun langsung menyalurkan bantuan kepada warga yang berhak menerima, sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan di lingkungan sekitar. Program ini tidak hanya bertujuan untuk meringankan beban masyarakat, tetapi juga menanamkan nilai empati, solidaritas, dan semangat berbagi dalam kehidupan bermasyarakat. https://www.kompasiana.com/kkm20luminara6010/6989b66c34777c2a9e7600d2/mahasiswa-kkm-uin-malang-kelompok-20-wujudkan-kepedulian-sosial-melalui-penyaluran-infaq
ABIMANYU RAFA RIANDRA
Kegiatan KKM HIPE Kelompok 12 yang paling berkesan adalah pada saat penyerahan media kepada kedua Calon Jamaah Haji yaitu Bapak Hasan dan Ibu Tri. Sebelum penyerahan kami beserta kedua CJH berjalan disekitar rumah beliau yang terletak di Torongrejo, Kec. Junrejo, Kota Batu. Kegiatan berjalan ini dilakukan selama kurang lebih 2 jam, dengan start dan finish di rumah beliau. Setelah perjalanan didapatkan kami bersama CJH berhasil mencapai 1000 langkah lebih. Kembali ke rumah beliau kami pun menyerahkan media media kami. Antara lain adalah dua poster yang membahas asam urat dan hipertensi, booklet, dan journaling. Kedua CJH kami sangat senang atas pemberian media tersebut, dan berkata bahwa semoga perbuatan kami membawa berkah. Selain itu beliau juga berkata bahwa media kami tidak hanya bermanfaat untuk mereka sendiri namun juga orang lain yang biasanya berkunjung ke rumah mereka.
RACHEL ALMAYDA YUSUF
Sampah dapur kerap dipandang sebagai limbah tak berguna. Sisa sayuran, kulit buah, nasi basi, dan daun kering biasanya langsung dibuang tanpa dipikirkan dampaknya. Padahal, jika dikelola dengan tepat, sampah organik justru dapat menjadi sumber daya yang bernilai guna tinggi bagi lingkungan dan pertanian. Berangkat dari kesadaran inilah, KKM Arsana Muda Kelompok 248 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggagas kegiatan bertajuk "Dari Dapur ke Ladang: Mengolah Sampah Organik Menjadi Pupuk Cair Air Lindih." Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, dengan tujuan utama meningkatkan kemampuan warga dalam mengolah sampah organik menjadi pupuk cair yang bermanfaat bagi tanaman pekarangan dan lahan pertanian. Sampah Organik sebagai Permasalahan Lingkungan Desa Dalam kehidupan sehari-hari, hampir setiap rumah tangga menghasilkan sampah organik dalam jumlah yang cukup besar. Sayangnya, minimnya pengetahuan tentang pengelolaan sampah menyebabkan limbah organik ini langsung dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS). Akibatnya, sampah menumpuk, menimbulkan bau tidak sedap, serta berpotensi mencemari lingkungan sekitar. Mahasiswa KKM Arsana Muda melihat bahwa permasalahan ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga soal hilangnya peluang pemanfaatan sumber daya lokal. Sampah organik sejatinya dapat diolah melalui proses fermentasi sederhana untuk menghasilkan air lindih, yaitu cairan hasil penguraian bahan organik yang kaya akan unsur hara dan sangat baik digunakan sebagai pupuk cair. Edukasi dan Praktik Langsung Bersama Masyarakat Kegiatan "Dari Dapur ke Ladang" tidak hanya disampaikan melalui penjelasan teoritis, tetapi juga dikemas dalam bentuk edukasi interaktif dan praktik langsung. Mahasiswa KKM bersama warga memulai kegiatan dengan pengenalan konsep air lindih, jenis sampah organik yang layak digunakan, serta bahan-bahan yang sebaiknya dihindari seperti plastik dan sisa makanan berlemak berlebih. Warga kemudian diajak untuk mempraktikkan pemilahan dan pengolahan awal sampah organik. Sampah dipisahkan dan dicacah dengan ukuran ideal sekitar 3--5 cm agar proses fermentasi berjalan lebih optimal. Langkah ini menjadi momen penting untuk membangun kesadaran bahwa pengelolaan sampah harus dimulai dari rumah masing-masing. Proses Fermentasi Menggunakan Instalasi Sederhana Salah satu keunggulan dari program ini adalah penggunaan wadah sederhana dari galon bekas sebagai media fermentasi. Sampah organik dimasukkan secara bertahap ke dalam galon, kemudian ditambahkan bahan starter seperti EM4, MOL, atau air cucian beras untuk mempercepat proses penguraian. Galon ditutup rapat dan dibiarkan selama kurang lebih 14 hari. Dalam rentang waktu tersebut, mikroorganisme bekerja menguraikan sampah organik dan menghasilkan cairan di bagian bawah galon. Cairan inilah yang disebut air lindih.
SENO ADJI SISWANTO
Peringatan Isra Mi'raj tidak hanya menjadi momentum refleksi spiritual, tetapi juga kesempatan emas untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan dan menumbuhkan semangat belajar pada generasi muda. Menyikapi hal tersebut, mahasiswa KKM Mandiri Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengambil peran aktif dengan menghadirkan kegiatan edukatif dan inspiratif bagi siswa sekolah dasar. Melalui Kelompok 180 Arutama Mandhala, mahasiswa KKM Mandiri berkolaborasi dengan Yayasan Amal Yatim Mandiri dan pihak SD Negeri 1 Sidem menyelenggarakan kegiatan Safari Cerita Inspiratif Spesial Isra Mi'raj 1447 H bagi siswa kelas 1 hingga kelas 6, pada Kamis (15/1/2026), bertempat di SD Negeri 1 Sidem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung. Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah edukasi dan motivasi untuk menginspirasi anak-anak agar semakin rajin belajar dan berakhlak mulia. Program Safari Cerita Inspiratif diisi dengan materi motivasi belajar yang dikemas secara menarik dan interaktif oleh Kak Tanti dari Yayasan Amal Yatim Mandiri, diselingi dengan sesi menyanyi bersama dan penampilan hadroh dari siswa SDN 1 Sidem. Ketua KKM Mandiri Kelompok 180 Arutama Mandhala, Heru Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan karakter anak sejak dini. “Momen Isra Mi’raj ini kami manfaatkan untuk memberikan inspirasi kepada anak-anak agar lebih semangat dalam menuntut ilmu. Kami berkolaborasi dengan Yatim Mandiri karena mereka memiliki pengalaman dan metode penyampaian yang sangat baik untuk anak-anak,” jelasnya. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa KKM Mandiri berperan sebagai pendamping dan koordinator yang memastikan acara berjalan lancar dan kondusif. Mereka turut membantu dokumentasi kegiatan serta mengatur jalannya acara, mulai dari pembukaan, penyampaian materi motivasi oleh Kak Tanti, hingga sesi tanya jawab interaktif yang memberikan hadiah menarik bagi siswa yang aktif. Antusiasme anak-anak terlihat sangat tinggi. Mereka tampak senang dan bersemangat mengikuti rangkaian acara, terutama saat sesi tanya jawab dengan pemateri. Banyak siswa yang aktif bertanya dan berani tampil untuk menjawab pertanyaan demi mendapatkan hadiah yang telah disiapkan. Momen penampilan hadroh dan menyanyi bersama juga menjadi bagian yang paling dinantikan, menciptakan suasana penuh keceriaan dan kebersamaan. Pihak sekolah menyambut baik kolaborasi ini dan memberikan apresiasi kepada mahasiswa KKM Mandiri FE UIN Malang serta Yayasan Amal Yatim Mandiri. Kepala sekolah menyatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat bermanfaat untuk menumbuhkan semangat belajar dan membangun karakter positif siswa sejak usia dini. Kegiatan Safari Cerita Inspiratif Spesial Isra Mi'raj ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 SDN 1 Sidem. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Mandiri FE UIN Malang berharap dapat terus berkontribusi dalam membangun generasi muda yang cerdas, berakhlak mulia, dan bersemangat dalam menuntut ilmu.
ZAKIYAH ROSSYDATUN NAFISYAH
Perjalanan kegiatan KKM 158 Girinadiwana di Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan menjadi pengalaman pengabdian yang dijalankan secara bertahap dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. Selama berada di desa, tim mahasiswa tidak hanya menjalankan satu jenis program, tetapi bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan, kegiatan sosial, keagamaan, serta pendampingan ekonomi melalui program UMKM dan pemanfaatan teknologi digital. Sejak awal, kegiatan dirancang supaya benar-benar terasa manfaatnya dan sekaligus membangun kedekatan dengan perangkat desa maupun warga. Kedatangan tim diawali dengan orientasi wilayah dan kunjungan silaturahmi kepada Kepala Desa serta para Ketua RT. Dari pertemuan itu, mahasiswa mulai menyusun langkah kerja dan menyesuaikan program dengan kebutuhan lapangan. Pembukaan KKM kemudian dilaksanakan secara resmi di balai desa sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan. Di masa awal pelaksanaan, tim juga ikut terjun dalam kerja bakti membantu warga menangani dampak longsor di wilayah perbatasan RT. Keterlibatan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya membangun kebersamaan sejak hari pertama. Dalam bidang pendidikan keagamaan, mahasiswa rutin mendampingi kegiatan belajar di TPQ. Proses pembelajaran dilakukan pelan-pelan dan disesuaikan dengan kemampuan santri, mulai dari membaca, perbaikan tajwid, hingga latihan praktik. Suasana belajar dibuat santai dan interaktif agar anak-anak merasa nyaman. Selain di TPQ, mahasiswa juga membantu kegiatan belajar di MI setempat, termasuk pendampingan materi, kegiatan kepramukaan, serta penyampaian edukasi tentang pentingnya sikap saling menghormati di lingkungan sekolah. Di sisi lain, program penguatan UMKM juga menjadi perhatian utama. Tim melakukan pendataan dan kunjungan langsung ke pelaku usaha rumahan seperti produsen roti, tahu, tempe, dan pemilik toko. Dari kegiatan itu, mahasiswa membantu pemetaan lokasi usaha dan fasilitas umum melalui Google Maps agar lebih mudah ditemukan. Warga juga diperkenalkan dengan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS, lengkap dengan pendampingan cara penggunaannya. Pendekatan dilakukan secara langsung dan bersahabat supaya pelaku usaha lebih terbuka menerima hal baru. Mahasiswa turut ambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan desa. Mereka membantu persiapan dan pelaksanaan peringatan Isra’ Mi’raj di MI dengan berbagai lomba dan kegiatan bernuansa keagamaan. Kegiatan berlangsung meriah dengan kebersamaan warga dan siswa. Selain itu, diadakan juga pelatihan keterampilan digital untuk ibu-ibu PKK sebagai tambahan wawasan ekonomi kreatif. Keterlibatan tim juga terlihat pada kegiatan Posyandu dan pendampingan belajar masyarakat. Kontribusi lainnya diwujudkan melalui kerja bakti di masjid, penyerahan tempat sampah untuk mendukung kebersihan lingkungan, serta pemasangan papan informasi desa sebagai sarana edukasi. Seluruh program diupayakan bersifat praktis dan bisa terus dimanfaatkan setelah masa KKM selesai. Menjelang akhir kegiatan, pengajaran di TPQ ditutup dengan doa bersama dan penyerahan kenang-kenangan sebagai tanda terima kasih. Rangkaian KKM kemudian diakhiri melalui acara penutupan di balai desa yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Berakhirnya program ini menjadi penutup masa pengabdian mahasiswa sekaligus meninggalkan harapan agar manfaat kegiatannya tetap dirasakan oleh masyarakat Desa Plumpung ke depannya.