Thumbnail
3 months ago
Cerita KKM 73 UIN Malang: Dampingi UMKM Lewat QRIS dan Google Maps

FAWWAZA TSIQOH NABILAH

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam cara pelaku usaha menjalankan bisnisnya. Namun, tidak semua pelaku UMKM bisa langsung mengikuti perubahan ini. Banyak sekalih usaha kecil di daerah pelosok dan terpencil yang masih mengandalkan transaksi tunai dan promosi dari mulut ke mulut. sehingga banyak tempat yang dirasa kurang terekspos dan kurang dijangkau dengan kalangan luar desa. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKM 73 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hadir untuk mendampingi pelaku UMKM desa agar mampu beradaptasi dengan dunia digital melalui pemanfaatan QRIS dan Google Maps. Fokus utama pada program ini adalah mempermudah aktivitas jual beli melalui penerapan QRIS sebagai metode pembayaran non-tunai. Mahasiswa KKM mendampingi pelaku UMKM secara langsung secara door to door dalam proses pengenalan hingga penggunaan QRIS secara langsung. Dengan sistem ini, transaksi menjadi lebih praktis, mengurangi ketergantungan pada uang tunai, serta membantu pelaku usaha mencatat pemasukan dengan lebih tertata. Bagi konsumen, QRIS memberi rasa aman dan kemudahan, terutama bagi pengunjung dari luar desa. Selain sistem pembayaran, aksesibilitas dan promosi usaha juga menjadi perhatian utama. Banyak UMKM dan Fasilitas Umum desa Yang belum terdaftar di platform digital, sehingga sulit dijangkau oleh masyarakat luas diluar desa. Melalui pendampingan penggunaan Google Maps, mahasiswa KKM membantu proses pendaftaran lokasi usaha dan Fasilitas umum, melengkapi informasi profil, serta memperbarui dokumentasi visual. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan visibilitas desa dan mempermudah wisatawan maupun konsumen dalam menemukan lokasi yang dituju. Kedua Program ini tidak hanya berdampak pada peningkatan penjualan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi dengan sektor wisata edukasi desa. UMKM yang telah terdaftar di Google Maps menjadi lebih mudah dikunjungi oleh wisatawan, sementara sistem pembayaran QRIS mendukung transaksi yang cepat dan modern. Kolaborasi ini secara perlahan membentuk ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat, saling terhubung, dan berkelanjutan. Melalui pendampingan QRIS dan Google Maps, KKM 73 UIN Malang berupaya memberikan kontribusi nyata dalam proses digitalisasi desa. Program ini tidak hanya berorientasi pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas pelaku UMKM dan pengelola wisata edukasi. Dengan langkah ini, desa diharapkan mampu mengembangkan potensi ekonomi lokal secara lebih mandiri dan berdaya saing.

Thumbnail
3 months ago
Kajian Ba’da Subuh: “Jauhi HP, Dekatkan Al-Qur’an” Bersama Ustadz Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.Ag

DESI TRI WAHYUNI

https://kkm03arridloblimbing.blogspot.com/2025/12/kajian-ahad-bada-subuh-masjid-ar-ridlo.html?m=1#more   (28 Desember 2025 – Masjid Ar-Ridlo Blimbing) Dengan izin Allah SWT, pada Ahad, 28 Desember, kami berkesempatan mengikuti kajian ba’da Subuh yang disampaikan oleh Ustadz Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.Ag di Masjid Ar-Ridlo, Blimbing, Malang. Kajian ini menjadi salah satu agenda yang penuh manfaat, terutama bagi kami yang sedang melaksanakan KKM dan berusaha memperbaiki kualitas diri serta kedekatan kepada Allah SWT. Sebagai bagian dari komitmen pembelajaran, kami menginap sejak Sabtu malam di ruang sekretariat masjid, agar dapat mengikuti kajian tanpa terlewat dan merasakan suasana ibadah dari awal Subuh berjamaah.   ? Tema Kajian: Jauhi HP, Dekatkan Al-Qur’an Pada kajian ini, Ustadz Kasuwi menyampaikan materi bertema: "Jauhi HP, Dekatkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.” Beliau mengingatkan bahwa gadget dan media sosial memiliki potensi besar menjadi sumber kelalaian, melemahkan fokus ibadah, bahkan menjauhkan hati dari Allah jika tidak dikendalikan dengan baik. Ustadz menyampaikan pesan umum yang mengena: Waktu yang Allah berikan tidak boleh habis untuk scrolling tanpa manfaat. Al-Qur’an adalah pedoman yang akan menenangkan hati, bukan notifikasi yang datang dari layar ponsel. HP itu alat, bukan teman hidup. Al-Qur’an-lah yang harus menjadi pendamping kehidupan seorang muslim. Beliau mengajak kami untuk membuat batasan penggunaan HP: Mematikan notifikasi saat ibadah Mengurangi penggunaan sebelum tidur & setelah bangun tidur Mengarahkan penggunaan HP untuk kebaikan seperti dakwah, membaca tafsir, atau menyimak kajian Sunnah “Kalau harimu lebih banyak bersama HP daripada bersama Al-Qur’an, maka tanyakan pada dirimu: siapa yang sebenarnya kamu dekatkan?” — Ustadz Prof. Dr. Kasuwi Saiban Kalimat itu menjadi tamparan lembut bagi kami, terutama para mahasiswa yang sering kali terpaut pada layar lebih lama dibanding ayat.   ? Suasana Kajian Kajian berlangsung dengan suasana tenang dan penuh kekhidmatan. Jamaah berdatangan sejak sebelum azan Subuh, dan setelah sholat berjamaah, kami duduk melingkar mendengarkan arahan beliau hingga matahari mulai naik. Di sela penjelasan, ustadz juga memberikan contoh amalan sederhana yang bisa dilakukan setiap hari: Membaca 5–10 ayat setiap pagi Menyisihkan waktu muroja’ah sebelum tidur Membaca tafsir singkat untuk memahami makna, bukan hanya melafalkan Hal-hal kecil yang insyaaAllah akan menjadi perubahan besar jika dilakukan konsisten.   ?️ Sajian Setelah Kajian Sebagai bentuk rasa syukur dan pelayanan untuk jamaah yang hadir, pihak masjid menyajikan kacang hijau hangat dan ketan untuk sarapan bersama. Sederhana namun penuh keberkahan. Kami menikmati hidangan tersebut sambil berbincang dengan jamaah dan takmir, mencoba membangun kedekatan dan memahami karakter masyarakat sekitar. Momen ini tidak hanya mengisi perut, tetapi juga menghangatkan hati — seperti keluarga baru yang Allah pertemukan melalui Masjid Ar-Ridlo.

Thumbnail
3 months ago
Mengajar Ekstrakurikuler

MAHARANI KARTIKA CHANDRA K. R.

Mahasiswa Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Svarnanta 17 terlibat dalam berbagai aktivitas pendidikan di MI Al Fattah Darussalam, tidak hanya melalui pendampingan kegiatan TPQ dan tahfidz, tetapi juga dalam pendampingan kegiatan ekstrakurikuler rutin yang dilaksanakan oleh pihak sekolah. Keterlibatan tersebut merupakan bagian dari aktivitas mahasiswa selama pelaksanaan program KKM. Pendampingan kegiatan ekstrakurikuler di MI Al Fattah Darussalam dilaksanakan secara terjadwal pada hari Senin hingga Jumat dan bertempat di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi salah satu aktivitas rutin yang didukung oleh kelompok KKM Svarnanta 17. Jenis kegiatan ekstrakurikuler yang dilaksanakan meliputi ekstrakurikuler Youtuber pada hari Senin, Menari pada hari Selasa, Olimpiade Matematika pada hari Rabu, Pramuka pada hari Kamis, serta Seni Suara pada hari Jumat. Seluruh kegiatan ekstrakurikuler tersebut dilaksanakan pada pukul 14.00 sampai dengan 15.00 WIB. Dalam pelaksanaannya, pendampingan kegiatan ekstrakurikuler dilakukan oleh mahasiswa KKM Svarnanta 17 sesuai dengan pembagian tugas dan jadwal yang telah ditetapkan. Tidak seluruh anggota kelompok terlibat dalam setiap kegiatan, melainkan mahasiswa ditugaskan secara bergantian untuk mendampingi masing-masing jenis ekstrakurikuler sesuai dengan bidang dan jadwal yang telah disusun. Kegiatan ekstrakurikuler ini berjalan dengan tertib dan terkoordinasi serta menjadi bagian dari aktivitas rutin sekolah yang didukung oleh keterlibatan mahasiswa KKM Svarnanta 17 selama masa pelaksanaan program KKM.

Thumbnail
3 months ago
Eksplorasi pembuatan kenang-kenangan dalam bentuk rambu-rambu jalan dan kaca cembung dalam kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM-Mandiri) Kelompok 180

HERU KURNIAWAN

Pada tanggal 2 Februari 2026, sebuah inisiatif nyata diwujudkan sebagai bentuk kontribusi positif dan kenang-kenangan bermakna bagi masyarakat sekitar melalui program pengadaan serta pemasangan plat rambu-rambu jalan dan kaca cembung. Program ini lahir dari kesadaran akan pentingnya aspek keselamatan transportasi di wilayah yang memiliki titik-titik buta (blind spot) dan persimpangan yang rawan bagi pengguna jalan. Dengan dedikasi penuh, tim memasang rambu-rambu petunjuk dan peringatan yang jelas, serta menempatkan kaca cembung pada posisi strategis guna memperluas jarak pandang pengendara. Kehadiran sarana ini tidak hanya sekadar menjadi penanda fisik, tetapi juga berfungsi sebagai pemandu setia bagi warga lokal maupun pendatang yang melintas. Dengan adanya rambu-rambu yang informatif dan kaca cembung yang berfungsi optimal, diharapkan risiko kecelakaan dapat diminimalisir secara signifikan dan kelancaran arus lalu lintas dapat terjaga. Program kerja ini merupakan simbol kepedulian yang ditinggalkan untuk memudahkan mobilitas harian masyarakat, memastikan setiap perjalanan menjadi lebih aman, sekaligus menjadi warisan bermanfaat yang mempererat ikatan antara pelaksana program dengan warga setempat.

Thumbnail
3 months ago
Kolaborasi Mahasiswa KKM Kelompok 20 UIN Malang dengan Remaja Gammas Masjid Al-Basyiroh Sukses Sulap Malam Tahun Baru Menjadi Lebih Berkah

ANITA WAFIQ AZIZAH

Alih-alih merayakannya dengan kembang api atau hura-hura di jalanan, Mahasiswa KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) Kelompok 20 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama remaja GAMAS (Gerakan Anak Muda Masjid) Al-Basyiroh memilih cara yang berbeda. Mereka menggelar acara "Pesantren Akhir Tahun" di Masjid Al-Basyiroh untuk mengisi malam pergantian tahun dengan kegiatan yang jauh lebih bermanfaat. Menariknya, sasaran utama dari kegiatan ini adalah para santriwan dan santriwati TPQ (Taman Pendidikan Al-Qur'an) di lingkungan sekitar masjid. Sinergi antara mahasiswa dan pemuda setempat ini berhasil menghidupkan suasana masjid dengan rangkaian acara yang padat, mulai dari Tadarus Al-Quran hingga Sholat Subuh berjamaah. Kemeriahan juga tercipta melalui Games Islami yang melibatkan interaksi seru antar santri dengan panitia dari mahasiswa KKM dan GAMAS. Berdasarkan jadwal yang disusun, kegiatan dimulai tepat setelah waktu Maghrib pada pukul 18.15 WIB, di mana para peserta mengawali malam dengan persiapan alat dan dilanjutkan dengan Tadarus Al-Quran bersama pada pukul 20.00 WIB. "Kolaborasi dengan GAMAS ini bukan sekadar menjalankan program kerja, tapi tentang bagaimana kita sebagai mahasiswa bisa berbaur dan memberi dampak positif bagi pemuda dan adik-adik santri di Masjid Al-Basyiroh," ujar perwakilan Kelompok 20 KKM UIN Malang. Memasuki tengah malam, suasana berubah menjadi lebih tenang dan emosional. Tepat pukul 22.46 WIB, seluruh peserta melaksanakan Sholat Tasbih dan Sholat Hajat berjamaah. Puncaknya adalah sesi Renungan Suci (Muhasabah) yang dilaksanakan pada pukul 23.00 WIB hingga detik-detik pergantian tahun. Acara ini sengaja digelar untuk mengalihkan euforia perayaan malam tahun baru yang biasanya identik dengan hura-hura di jalanan, menjadi kegiatan yang lebih religius dan mempererat tali silaturahmi antar pemuda. "Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi pemuda untuk melakukan refleksi diri atas apa yang telah dilalui setahun ke belakang dan memanjatkan doa terbaik untuk tahun yang akan datang, agar anak-anak santri bisa mengisi waktu pergantian tahun dengan kegiatan yang bermanfaat," ujar salah satu panitia penyelenggara. Setelah beristirahat sejenak, rangkaian acara ditutup dengan persiapan Sholat Shubuh berjamaah pada pukul 03.00 WIB dan sesi dokumentasi pembagian hadiah pemenang game sebagai kenang-kenangan kebersamaan.    

Thumbnail
3 months ago
Rest Area

NUR IZZA AZZAHROH

Kegiatan ini menjadi sarana dalam memperkuat toleransi antarumat beragama, di mana masjid membuka diri untuk melayani para pemudik tanpa membedakan latar belakang keyakinan. Melalui pelayanan istirahat dan konsumsi ini, Masjid Jami Al-Khoirot dan KKM 16 UIN Malang ingin menegaskan bahwa kebersamaan dan saling menghormati merupakan fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat.