Thumbnail
4 months ago
Menanamkan Empati Sejak Dini: Sosialisasi Pencegahan Bullying oleh KKM 116 UIN Malang di SDN Karanganyar 01 Kec. Poncokusumo, Kab. Malang.

MUKHAMMAD JAZULY ARDIANSYAH

Sosialisasi bullying di SDN Karanganyar 01, Poncokusumo, Kabupaten Malang, merupakan salah satu program kerja yang diinisiasi oleh kami dari Kelompok KKM 116 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertempat di Dusun Baran, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini kami rancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus respons atas realitas sosial yang masih menunjukkan adanya praktik perundungan di lingkungan sekolah dasar. Sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan KKM, kami merasa memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk turut berkontribusi dalam menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Dalam pelaksanaannya, kami melakukan sosialisasi dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami oleh siswa. Perundungan sering kali dianggap sebagai bagian dari proses tumbuh kembang atau sekadar candaan antarteman. Namun tanpa disadari, tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang, seperti rasa rendah diri, kecemasan, bahkan trauma yang memengaruhi perkembangan sosial dan akademik anak. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk memahami batas antara bercanda dan menyakiti. Materi yang kami sampaikan tidak hanya berfokus pada definisi dan bentuk-bentuk bullying, tetapi juga dampaknya bagi korban maupun pelaku serta langkah pencegahannya. Selain penyampaian materi, kami juga mengadakan sesi konseling kelompok dengan membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Dalam sesi ini, anak-anak diberi ruang untuk berbagi cerita dan pengalaman secara lebih personal, sehingga mereka belajar mengungkapkan perasaan sekaligus mendengarkan teman dengan empati. Sebagai penutup, kami menghadirkan sesi “Pohon Bercerita”, yaitu kegiatan menuliskan pengalaman atau pesan terkait bullying pada selembar kertas yang kemudian ditempel hingga membentuk simbol pohon. Kegiatan reflektif ini menjadi media sederhana namun bermakna untuk menanamkan empati sejak dini. Melalui sosialisasi ini, kami berharap dapat mendorong terbentuknya budaya sekolah yang lebih ramah, saling menghargai, dan mendukung tumbuh kembang anak secara sehat, baik secara akademik maupun emosional.

Thumbnail
4 months ago
Menumbuhkan Cinta Islam Sejak Dini, Mahasiswa KKM dan Warga Balearjosari Gelar Peringatan Isra' Mi'raj

DIAH AYU AFIFAH

Desa Balearjosari, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) bersama warga desa sukses menggelar rangkaian kegiatan peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini dilaksanakan dalam dua agenda utama, yakni perlombaan keagamaan pada hari Jumat dan ditutup dengan Pengajian Akbar pada hari Minggu, Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman sekaligus mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan warga.   Rangkaian acara diawali pada hari Jum'at 16 Januari, di mana mahasiswa KKM memfokuskan kegiatan pada pengembangan potensi anak-anak setempat. Suasana riuh penuh semangat mewarnai lokasi acara saat puluhan peserta mengikuti berbagai rangkaian lomba. Adapun kompetisi yang digelar meliputi lomba adzan dengan ketentuan penilaian mengenai suara & makharijul huruf, lomba menghafal surat-surat pendek dengan ketentuan penilaian makharijul huruf & kelancaran bacaan dan lomba mewarnai kaligrafi dengan penilaian mengenai kombinasi warna, kerapian, dan kreativitas. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan peringatan hari besar Islam, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap masjid dan Al-Qur'an sejak dini.   Puncak peringatan Isra' Mi'raj dilaksanakan pada hari minggu 18 Januari. Mahasiswa KKM bersemangat dengan warga setempat mengadakan pengajian akbar yang dihadiri oleh seluruh golongan masyarakat dari yang muda sampai dengan yang tua.   Acara dibuka dengan pra-acara yang menyejukkan hati, yakni pembacaan Diba' dan lantunan Sholawat Nabi, menciptakan suasan keagamaan yang kental, sebelum acara inti dimulai. Acara dipandu langsung oleh mahasiswa KKM yang bertugas sebagai Master of Ceremony Erik Achmad Firdausi dan Diah Ayu Afifah.   Kekhusyukan semakin terasa saat Ust. Anas Al Amin melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an (Qiroatul Qur'an) dengan suara emasnya, membuat para jamaah terdiam meresapi makna ayat yang dibacakan.   Dalam sambutannya, ketua takmir masjid al-hikmah bapak Setiyono menyampaikan rasa terima kasihnya atas sinergi mahasiswa dan warga dalam menyambut isra' mi'raj. Momen ini menjadi spesial karena takmir masjid tidak hanya memberikan sambutan, melainkan juga memberikan penghargaan khusus. Hadiah diberikan kepada jamaah yang paling rajin beribadah ke masjid serta apresiasi kepada Tahfidzul Qur'an (penghafal Al-Qur'an), sebagai bentuk motivasi agar istiqomah dan selalu semangat dalam memakmurkan masjid.   Acara inti diisi dengan Mauidzoh Hasanah oleh penceramah, Dr. KH. Sudirman Nachrowi M.Ag. Dalam ceramahnya, beliau mengupas tuntas hikmah peristiwa Isra' Mi'raj dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari, ditutup dengan doa bersama yang diamini dengan khusyuk oleh seluruh jama'ah.   Sebelum acara berakhir, panitia mengumumkan para pemenang lomba adzan, menghafal surat-surat pendek, dan mewarnai kaligrafi yang telah dilaksanakan pada hari Jumat sebelumnya. Wajah-wajah ceria para pemenang saat menerima hadiah menjadi pelengkap kebahagiaan acara tersebut.   Rangkaian kegiatan pun ditutup dengan sesi ramah tamah, di mana warga dan mahasiswa KKM saling berbaur menikmati hidangan, mempererat tali silaturahmi, dan menutup perayaan Isra' Mi'raj dengan penuh rasa syukur.

Thumbnail
4 months ago
Kelompok KKM Svarnanta 17 secara rutin melaksanakan kegiatan Khotmil Qur'an yang diselenggarakan setiap hari Kamis. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kegiatan keagamaan yang bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta menumbuhkan keci

ANDI SITI NURHALIZA MULAWARMAN

Pelaksanaan Khotmil Qur'an diikuti oleh seluruh anggota Kelompok KKM Svarnanta 17 dan dilaksanakan dengan tertib serta khidmat. Kegiatan Khotmil Qur'an ini dilaksanakan di Masjid Fattahillah, yang dimulai pada pagi hari sampai siang hari.  Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan lancar, dimulai dengan pembacaan Al-Qur'an hingga khatam, kemudian ditutup dengan doa bersama. Melalui kegiatan Khotmil Qur'an yang dilaksanakan secara rutin ini, diharapkan dapat mempererat kebersamaan antaranggota KKM Svarnanta 17 serta memberikan nilai spiritual yang positif.

Thumbnail
4 months ago

ARIVIANI AYUNING LESTARI

Thumbnail
4 months ago
Mengajar di TPQ Baitul Quran : Belajar Metode At-Tanzil dan Bahasa Sederhana Orang Sekitar! Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Mengajar di TPQ Baitul Quran : Belajar Metode At-Tanzil dan Bahasa Sederhana Orang Sekitar!", Klik untuk

NIA FEBRIANTI

Pada Selasa, 6 Januari 2026, mahasiswa KKM Arantra UIN Malang menjalankan kegiatan mengajar di TPQ Baitul Quran, Desa Kelompanggubug, Pulau Bawean. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian di bidang pendidikan keagamaan yang telah berjalan sejak beberapa hari sebelumnya, bahkan sebelum kegiatan pembelajaran formal di sekolah dimulai. TPQ Baitul Quran diikuti oleh sekitar 20 santri dengan jenjang jilid 1 hingga jilid 6. Dalam proses pembelajaran, mahasiswa KKM menerapkan metode Attanzil, yang memiliki pendekatan berbeda dengan metode mengaji yang biasa digunakan di Malang maupun daerah asal mahasiswa. Perbedaan metode ini menjadi pengalaman belajar baru bagi mahasiswa dalam memahami keragaman sistem pendidikan Al-Qur'an di daerah. Kegiatan mengajar dilakukan pada hari Senin hingga Rabu, dengan sistem lima mahasiswa KKM mengajar setiap harinya secara bergiliran. Pembagian ini bertujuan agar proses pendampingan santri tetap berjalan efektif dan mahasiswa dapat saling berbagi peran serta pengalaman mengajar. Antusiasme santri sangat terasa sejak hari pertama. Adik-adik TPQ tampak riang dan bersemangat menyambut kehadiran mahasiswa KKM karena merasakan suasana belajar yang berbeda. Di sela-sela kegiatan, mahasiswa juga banyak belajar bahasa Bawean langsung dari para santri, yang dengan senang hati mengenalkan kosakata lokal. Melalui kegiatan mengajar di TPQ Baitul Quran ini, mahasiswa tidak hanya menyalurkan ilmu, tetapi juga memperoleh pelajaran berharga tentang kesabaran, metode pengajaran yang beragam, serta karakter santri yang sopan dan mudah diarahkan. Pengalaman ini menjadi bagian penting dari proses pengabdian mahasiswa KKM di Desa Kelompanggubug.

Thumbnail
4 months ago
Kegiatan Shobahul Lughah di MI Miftahul Jadid sebagai Salah Satu Program Unggulan KKM Sahwahita 175 UIN Malang dalam Bidang Pendidikan

ATINA ZAHIRA AL `ULYA

Mahasiswa KKM Mandiri 175 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program kerja di bidang pendidikan berupa kegiatan Shobahul Lughoh di MI Miftahul Jadid Dusun Curah Leduk, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Program ini ditujukan untuk seluruh siswa-siswi madrasah sebagai upaya untuk memperkenalkan dan membiasakan penggunaan bahasa Arab. Shobahul Lughoh merupakan kegiatan pembelajaran bahasa Arab yang dilaksanakan pada pagi hari sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin tiga kali dalam satu minggu. Tepatnya setiap hari Selasa, Rabu, dan Kamis mulai pukul 07.00-07.30 WIB. Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini difokuskan pada pembiasaan bahasa Arab sederhana yang dekat dengan aktivitas para siswa sehari-hari. Setiap kelas didampingi oleh masing-masing satu mahasiswa. Kelas 1 bersama kak Eralda, kelas 2 bersama kak Nana, kelas 3 bersama kak Fida, kelas 4 bersama kak Olive, kelas 5 bersama kak Lajan, dan kelas 6 bersama kak Candra.  Tujuan dari dilaksanakannya kegiatan ini adalah menumbuhkan minat para siswa madrasah dalam mengenal bahasa Arab sejak usia dini. Sehingga, materi yang diajarkan dalam Shobahul Lughoh berisi kosakata-kosakata dasar dan ungkapan sederhana seperti salam, perkenalan, sapaan sehari-hari, serta kosakata benda dan aktivitas yang sering dijumpai di lingkungan sekolah. Materi sederhana ini disampaikan melalui media lagu, yang diharapkan akan lebih mudah dicerna dan membekas dimemori anak-anak. Siswa-siswi tampak antusias dan semangat dengan kegiatan shobahul lughah ini. Suasana belajar yang santai dan menyenangkan menambah rasa semangat para siswa dalam proses belajar mengajar. Kegiatan ini juga mendapat respon positif dari para guru MI Miftahul Jadid. Para guru menilai kegiatan Shobahul Lughoh dapat menjadi kegiatan pendukung pembelajaran bahasa Arab di madrasah. Selain itu, kehadiran para mahasiswa KKM dengan metode pembelajaran yang variatif dan sederhana diharapkan mampu menambah semangat belajar siswa di pagi hari.