FAIZZA AL-FATHI MUSLIMAH
Kegiatan pengabdian mahasiswa KKM Kelompok 33 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Lesti diawali dengan langkah penuh kehangatan melalui silaturrahmi ke PAUD/PIAUD setempat. Kehadiran kami disambut dengan tangan terbuka oleh para pendidik yang selama ini penuh dedikasi mendampingi anak-anak usia dini. Sejak awal pertemuan, suasana kekeluargaan sudah sangat terasa, menciptakan ruang dialog yang nyaman bagi kami untuk memulai pengabdian. Dalam kesempatan silaturrahmi tersebut, kami memperkenalkan diri sebagai bagian dari KKM Kelompok 33 yang akan mengabdi di Desa Lesti selama beberapa waktu ke depan. Perkenalan berlangsung santai, diselingi senyum dan obrolan ringan yang perlahan mencairkan suasana antara mahasiswa dan pihak sekolah. Kami merasa diterima dengan sangat baik oleh lingkungan pendidikan di dusun ini. Suasana di dalam kelas pun berubah menjadi penuh warna dan keceriaan saat mahasiswa mulai berbaur langsung dengan anak-anak didik. Ruang kelas yang dihiasi lukisan dinding bergambar jerapah dan gajah menjadi saksi kegembiraan anak-anak saat kami membagikan balon-balon berwarna ungu. Momen ini menjadi jembatan bagi kami untuk membangun kedekatan emosional dengan mereka secara alami. Para pendidik di PAUD tersebut juga menyempatkan diri berbagi cerita mengenai keseharian mereka dalam membimbing anak-anak belajar dan bermain. Melalui silaturrahmi ini, kami menyadari betapa besar peran seorang guru PAUD dalam membentuk pondasi karakter anak sejak dini. Cerita-cerita tentang kesabaran dan keikhlasan mereka menjadi inspirasi tersendiri bagi kami para mahasiswa. Bagi mahasiswa KKM, silaturrahmi ini menjadi sebuah pengalaman yang sangat berharga dan membuka cakrawala berpikir kami. Kami melihat secara langsung bahwa pendidikan anak usia dini tidak semata-mata soal materi pelajaran di atas kertas. Di dalamnya, terdapat nilai kasih sayang dan ketelatenan yang menjadi fondasi utama dalam mendukung proses tumbuh kembang anak secara optimal. Kami datang dalam agenda silaturrahmi ini tidak hanya sebagai tamu, melainkan juga sebagai pembelajar yang ingin menyerap banyak ilmu lapangan. Banyak hal positif yang bisa kami petik, mulai dari cara berkomunikasi yang efektif dengan anak-anak hingga strategi menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Pengalaman ini menjadi modal penting bagi program kerja kami ke depan. Setelah dari PAUD, agenda silaturrahmi kami berlanjut ke RA/TK Al-Khoiriyah yang juga berlokasi di wilayah Dusun Lesti. Di sana, kami disambut oleh spanduk bertuliskan "Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM)" yang menandakan semangat profesionalisme di sekolah tersebut. Guru-guru menyambut kami dengan ramah dan langsung memperkenalkan lingkungan serta fasilitas belajar yang ada. Pemandangan di RA Al-Khoiriyah tampak sangat ceria dengan kehadiran anak-anak yang mengenakan seragam berwarna oranye. Dalam momen silaturrahmi ini, anak-anak dengan penuh semangat menunjukkan hasil kreativitas mereka kepada kami. Mereka tampak bangga memamerkan kerajinan tangan berbentuk kamera kertas lengkap dengan hasil mewarnai yang sangat teliti. Keceriaan dan keingintahuan yang terpancar dari wajah anak-anak saat memegang kamera kertas tersebut sungguh menghangatkan hati kami. Hal ini mengingatkan kami kembali akan pentingnya memberikan ruang ekspresi bagi anak-anak untuk mengasah imajinasi mereka. Kreativitas sederhana seperti itu ternyata mampu memberikan kebahagiaan yang besar bagi anak-anak di tingkat TK. Kami berharap melalui rangkaian silaturrahmi ini, kehadiran mahasiswa KKM dapat memberikan dukungan positif dalam kegiatan pendidikan di Dusun Lesti. Kami tidak ingin keberadaan kami hanya sebatas formalitas, tetapi ingin memberikan kontribusi nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh para guru dan siswa selama masa pengabdian berlangsung. Sebagai penutup, silaturrahmi awal ini diharapkan menjadi fondasi untuk menjalin hubungan kerja sama yang baik dan berkelanjutan. Semoga langkah kecil yang dimulai dengan balon ungu dan kamera kertas ini menjadi awal dari perjalanan pengabdian yang bermakna. Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan belajar bersama masyarakat demi kemajuan pendidikan di Desa Lesti.
SYIFA ANANDA
Malang, Minggu (18/1/2026) — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Inkubasi Bisnis Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan berjualan bersama di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Ijen, Kota Malang, pada Minggu pagi. Kegiatan ini menjadi bagian dari praktik langsung kewirausahaan yang diikuti oleh seluruh anggota KKM Inkubasi Bisnis. Sebelum memulai aktivitas penjualan, seluruh peserta terlebih dahulu berkumpul untuk melakukan koordinasi dan pembagian area jualan. Setelah itu, mahasiswa mulai berjualan dengan cara berkeliling menyusuri kawasan Ijen untuk menjangkau konsumen secara langsung. Meskipun kondisi cuaca saat itu diguyur hujan, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para mahasiswa. Dengan penuh antusias, mereka tetap menawarkan produk kepada pengunjung CFD dan pengguna jalan di sepanjang kawasan Ijen. Interaksi langsung dengan konsumen menjadi pengalaman berharga dalam melatih keberanian, komunikasi, serta strategi pemasaran di lapangan. Pada kegiatan ini, mahasiswa KKM Inkubasi Bisnis memasarkan berbagai produk usaha dari anggota kelompok, di antaranya Milk Bun Thailand milik Lidya dan kerupuk Palembang produksi Amri. Setelah kegiatan berjualan di CFD selesai, mahasiswa melanjutkan agenda dengan berkunjung ke sebuah panti asuhan untuk mengantarkan titipan pesanan produk. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana distribusi produk, tetapi juga membawa kebahagiaan tersendiri karena semakin banyak pihak yang dapat merasakan hasil usaha mahasiswa KKM Inkubasi Bisnis. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang proses berjualan dan pemasaran, tetapi juga menanamkan nilai kerja sama, ketekunan, serta kepedulian sosial. Pengalaman berjualan di tengah keterbatasan cuaca menjadi bukti bahwa semangat berwirausaha dapat terus tumbuh dalam berbagai situasi.
ANGGUN APRILLIA PUTRI
https://www.kompasiana.com/001_fujinurrizqiamelia7122
KHOLISATUL MUNAWAROH
Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya dituntut untuk beradaptasi dengan lingkungan desa, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung berbagai kegiatan masyarakat. Salah satu wujud keterlibatan tersebut ditunjukkan oleh Kelompok KKM Dharmabhakti 46 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang turut membantu dalam kegiatan penyaluran kehormatan kader desa. Kegiatan penyaluran kehormatan kader ini dilaksanakan pada hari Selasa, 23 Desember 2025. Kader yang terlibat meliputi kader Posyandu, Bina Keluarga Balita (BKB), Bina Keluarga Lansia (BKL), dan Bina Keluarga Remaja (BKR) yang selama ini memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan sosial dan kesehatan di masyarakat. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Kenongo, Bapak Sugiarto, Sekretaris Desa, Bapak Sutrisno, serta Kepala Dusun Kenongo, Bapak Angga. Kehadiran anggota KKM Dharmabhakti 46 menjadi bentuk dukungan serta kepedulian terhadap para kader yang telah berkontribusi aktif bagi desa. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Sejak awal kegiatan, anggota KKM Dharmabhakti 46 juga membantu dalam mendampingi proses penyaluran kehormatan, memastikan alur kegiatan berjalan sesuai dengan ketentuan, serta membantu menjaga kelancaran selama kegiatan berlangsung. Kerja sama yang terjalin antara mahasiswa KKM, perangkat desa, dan para kader menciptakan suasana yang kondusif dan penuh kebersamaan. Dalam kegiatan ini, anggota KKM Dharmabhakti 46 berperan sebagai pendamping dan fasilitator. Mahasiswa membantu secara teknis tanpa memerlukan peran utama, sehingga proses penyaluran tetap berjalan sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat meringankan tugas panitia serta memberikan dukungan moral kepada para kader yang hadir. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM Dharmabhakti 46 juga mendapatkan pembelajaran berharga mengenai pentingnya peran kader dalam pembangunan sosial masyarakat. Kader Posyandu, BKB, BKL, dan BKR merupakan garda terdepan dalam pelayanan berbasis keluarga, sehingga apresiasi terhadap dedikasi mereka menjadi hal yang sangat penting. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa empati, tanggung jawab, dan kepedulian sosial bagi mahasiswa, sebagaimana Arahan dan pendampingan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKM Dharmabhakti 46, Ibu Farid Munfaati, M.Pd. Penyaluran honorarium ini tidak hanya menjadi agenda administratif, tetapi juga menjadi ruang interaksi antara mahasiswa dan masyarakat. Hubungan yang terjalin selama kegiatan yang diharapkan dapat memperkuat sinergi antara KKM Dharmabhakti 46 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan warga desa, sehingga program-program pengabdian selanjutnya dapat berjalan dengan lebih optimal. Sebagai penutup, keterlibatan KKM Dharmabhakti 46 dalam kegiatan penyaluran kehormatan kader ini menjadi salah satu bentuk komitmen mahasiswa dalam mendukung kegiatan desa. Diharapkan kerja sama dan kebersamaan yang telah terbangun dapat terus terjaga, serta kehadiran mahasiswa KKM mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
MUCHAMMAD ROICHAN MAWARDI
Kediri, 6 Januari 2026- Pagi yang tenang di Pondok Bahrul Ulum Kandangan menjadi saksi dimulainya langkah pengabdian mahasiswa KKM 109 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Suasana khidmat terasa sejak awal kegiatan, ketika seluruh elemen pondok pesantren berkumpul dalam satu barisan untuk mengikuti upacara bendera yang sekaligus menjadi pembuka resmi rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) tahun 2025. Upacara bendera diikuti dengan tertib oleh seluruh warga Pondok Pesantren Bahrul Ulum, mulai dari siswa SMP Islam Plus Al-Hikam, MA Plus Al-Hikam, para bapak dan ibu guru, hingga mahasiswa KKM 109. Kebersamaan yang terjalin dalam balutan kegiatan sederhana ini mencerminkan nilai kedisiplinan, nasionalisme, dan semangat persatuan yang menjadi ruh dari kegiatan KKM itu sendiri. Momentum upacara tidak hanya menjadi rutinitas seremonial, tetapi juga menjadi penanda awal kehadiran mahasiswa KKM 109 di lingkungan pondok pesantren. Puncak acara pembukaan ditandai dengan pemasangan ID Card secara simbolis kepada Ketua KKM 109, sebagai bentuk penerimaan resmi mahasiswa oleh pihak pondok sekaligus simbol dimulainya pengabdian mahasiswa di tengah masyarakat pesantren. Prosesi berlangsung dengan penuh penghormatan dan rasa tanggung jawab. Seluruh rangkaian acara berjalan khidmat dari awal hingga akhir, menunjukkan kesiapan mahasiswa KKM 109 untuk beradaptasi, belajar, dan mengabdi bersama lingkungan Pondok Bahrul Ulum Kandangan. Kehadiran mahasiswa disambut dengan sikap terbuka dan penuh harapan, menjadi awal yang baik untuk membangun kolaborasi yang harmonis. Pembukaan ini bukan sekadar seremoni, melainkan menjadi pijakan awal bagi mahasiswa KKM 109 UIN Malang untuk menanamkan nilai pengabdian, keikhlasan, serta kontribusi nyata dalam dunia pendidikan dan pesantren. Dengan semangat kebersamaan yang telah terbangun sejak hari pertama, diharapkan seluruh program KKM dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi semua pihak. Langkah kecil di pagi hari itu menjadi awal dari perjalanan panjang pengabdian. Dari Pondok Bahrul Ulum Kandangan, mahasiswa KKM 109 memulai cerita tentang belajar hidup bermasyarakat, mengabdi dengan hati, dan tumbuh bersama dalam nilai-nilai kebersamaan.
AMILA HUBBIY ANDINI
Peweimalang.com, Kota Malang — Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) Universitas Islam Negeri UIN Malang mengadakan sosialisasi pola asuh anak. Bertempat di aula Kertosari, Kelurahan Ketawanggede, Lowokwaru Kota Malang yang mendapat respon positif dari warga setempat Suasana Aula Kertosari, Kelurahan Ketawanggede, dipadati oleh antusiasme warga, guru PAUD, wali murid, dan tokoh masyarakat dalam pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Pola Asuh Anak berjudul “Menemukan Gaya Pengasuhan Terbaik untuk Si Kecil.” Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 28 Januari 2025, dengan tujuan utama meningkatkan pemahaman orang tua dan pendidik tentang pola asuh yang tepat di era digital. Event yang diselenggarakan di Aula Kertosari ini melibatkan PKK Kelurahan Ketawanggede, Guru PAUD setempat, Wali murid PAUD, dan beberapa tokoh masyarakat Kelurahan Ketawanggede. Kegiatan ini dirancang sebagai sarana sosialisasi bagi masyarakat, guru PAUD, dan wali murid PAUD di sekitar Kelurahan Ketawanggede. Dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pola asuh yang relevan dengan tantangan masa kini. Juga sebagai upaya untuk memperkuat kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan komunitas dalam mendukung tumbuh kembang anak. Serta tujuan lainnya adalah menyediakan panduan praktis bagi orang tua menghadapi dinamika pengasuhan di era digital. Selain peran PKK, para pendidik dari KKM PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang turut memaparkan materi terkait pola asuh yang responsif dan adaptif terhadap kebutuhan anak-anak PAUD. Diskusi interaktif juga disuguhkan untuk menggali solusi praktik terbaik yang dapat diadopsi keluarga dan sekolah setempat. Kegiatan sosialisasi ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi lintas instansi dapat memperkuat upaya pengasuhan anak yang sehat di tingkat keluarga maupun komunitas. Dengan semangat kebersamaan, diharapkan setiap si kecil di Ketawanggede dapat tumbuh dalam pola asuh yang aman, penuh kasih, dan mendukung perkembangan optimal.