Thumbnail
3 months ago
Lomba Kreasi Anak Meriahkan Seminar Parenting Bersama KKM Ashta Traya dan Yatim Mandiri

IRHAM AHMAD BAIHAQI

Sementara seminar parenting berlangsung, anak-anak mengikuti kegiatan lomba kreasi yang diselenggarakan secara terpisah. Kegiatan ini dirancang agar anak-anak tetap mendapatkan ruang belajar yang menyenangkan dan bermakna, tanpa mengganggu jalannya seminar. Lomba kreasi ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan edukatif yang melibatkan seluruh unsur, baik orang tua maupun anak. Lomba yang diselenggarakan berupa pembuatan tong sampah dari galon bekas. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kreativitas anak sekaligus menanamkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sejak dini. Melalui pendekatan yang sederhana dan aplikatif, anak-anak dikenalkan pada konsep pemanfaatan barang bekas menjadi sesuatu yang berguna. Dalam pelaksanaannya, anak-anak diajak untuk berkreasi dengan memanfaatkan galon bekas yang telah disediakan. Dengan pendampingan mahasiswa KKM Ashta Traya, peserta lomba dengan antusias merancang dan menghias tong sampah sesuai dengan imajinasi masing-masing. Proses ini mendorong anak untuk berpikir kreatif dan percaya diri terhadap hasil karyanya. Beragam hasil karya yang dihasilkan menunjukkan kreativitas dan keunikan setiap peserta. Suasana kegiatan berlangsung ceria dan penuh semangat, menjadikan lomba kreasi ini sebagai sarana pembelajaran yang menyenangkan. Anak-anak tidak hanya belajar membuat karya, tetapi juga memahami nilai kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Mahasiswa KKM Ashta Traya berperan aktif dalam mendampingi jalannya kegiatan, baik pada seminar parenting maupun lomba kreasi anak. Mulai dari persiapan, pengondisian peserta, pendampingan selama kegiatan, hingga dokumentasi, mahasiswa terlibat secara langsung untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan lancar. Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi antara mahasiswa KKM Ashta Traya dan Yatim Mandiri. Kerja sama tersebut mencerminkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam mendukung kegiatan pendidikan dan pengasuhan anak secara holistik dan berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, diharapkan orang tua mendapatkan wawasan pengasuhan yang lebih baik, sementara anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang kreatif dan edukatif. Dengan melibatkan anak secara langsung dalam aktivitas positif, kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam membangun kesadaran lingkungan dan karakter sejak usia dini.

Thumbnail
3 months ago
Edukasi Sejak Dini : KKM Arsana Muda Gelar Sosialisasi Pemilahan Sampah di SDN 01 Sukodadi

MAHDIYYATUN NAFISAH SALSABILAH

Kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah perlu ditanamkan sejak usia dini. Berangkat dari pemikiran tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Arsana Muda melaksanakan kegiatan sosialisasi pemilahan sampah di SDN 01 Sukodadi, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya edukatif untuk membangun kepedulian lingkungan di kalangan siswa sekolah dasar. Sosialisasi ini menyasar siswa dengan pendekatan yang sederhana, komunikatif, dan menyenangkan. Mahasiswa KKM Arsana Muda menyampaikan materi tentang pengertian sampah, jenis-jenis sampah, serta pentingnya memilah sampah sejak dari rumah dan sekolah. Anak-anak dikenalkan pada perbedaan sampah organik dan anorganik, lengkap dengan contoh nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Agar materi mudah dipahami, penyampaian dilakukan secara interaktif. Mahasiswa tidak hanya menjelaskan secara satu arah, tetapi juga mengajak siswa berdiskusi dan bertanya jawab. Antusiasme siswa terlihat jelas dari keaktifan mereka dalam menjawab pertanyaan dan menceritakan kebiasaan membuang sampah yang biasa mereka lakukan. Selain sosialisasi, kegiatan ini juga dikemas dengan game edukatif berhadiah. Melalui permainan sederhana, siswa diajak mempraktikkan langsung cara memilah sampah dengan benar. Metode ini terbukti efektif menarik perhatian siswa dan membuat mereka belajar tanpa merasa digurui. Hadiah kecil yang diberikan menjadi motivasi tambahan sekaligus bentuk apresiasi atas keberanian dan partisipasi mereka. Tidak berhenti sampai di situ, mahasiswa KKM Arsana Muda juga mengadakan lomba kerajinan dari barang bekas. Siswa diajak memanfaatkan sampah anorganik menjadi barang yang memiliki nilai guna dan estetika. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus mengajarkan bahwa sampah tidak selalu berakhir sebagai limbah, tetapi dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. Lomba kerajinan berlangsung dengan penuh semangat dan keceriaan. Setiap karya yang dihasilkan menunjukkan kreativitas siswa yang beragam. Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa pengelolaan sampah tidak hanya tentang membuang, tetapi juga tentang mengolah dan memanfaatkan kembali. Kegiatan sosialisasi, permainan, dan lomba ini mendapat respon positif dari pihak sekolah. Guru dan siswa menyambut baik kehadiran mahasiswa KKM Arsana Muda yang membawa konsep pembelajaran lingkungan secara menyenangkan. Bagi mahasiswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam menyampaikan edukasi lingkungan kepada anak-anak dengan pendekatan yang sesuai usia. Melalui kegiatan ini, KKM Arsana Muda berharap nilai-nilai kepedulian lingkungan dapat tertanam sejak dini dan menjadi kebiasaan yang terus dibawa hingga dewasa. Sosialisasi di SDN 01 Sukodadi menjadi langkah kecil namun bermakna dalam membentuk generasi yang lebih sadar lingkungan dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah.

Thumbnail
3 months ago
PENANAMAN POHON PINUS: Langkah Kecil Menuju Lingkungan Lestari Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "PENANAMAN POHON PINUS: Langkah Kecil Menuju Lingkungan Lestari", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm55abhiyana3710/697180

MUHLIS WIJAYA

Dalisodo, Wagir - Upaya pelestarian lingkungan hidup membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk generasi muda. Kesadaran inilah yang mendorong kami selaku mahasiswa KKM 55 Abhiyana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang untuk melaksanakan kegiatan penanaman pohon pinus bersama masyarakat Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kab. Malang. Kegiatan ini mengusung tema "Penanaman Pohon Hari Ini untuk Lingkungan yang Lestari di Masa Depan" sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan.     Kegiatan penanaman pohon tersebut dilaksanakan pada Kamis (29/12), mulai pukul 08.00 WIB, bertempat di wilayah Sempu Kerep, Desa Dalisodo, tepatnya di Wisata Pancuran Mbok Rondo Kuning. Sejak pagi hari, mahasiswa KKM bersama perangkat desa dan warga setempat telah berkumpul di lokasi kegiatan. Suasana kebersamaan dan gotong royong terasa kuat sejak awal pelaksanaan, mencerminkan semangat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat.   Penanaman pohon pinus dipilih sebagai bentuk aksi nyata karena memiliki dampak jangka panjang bagi lingkungan. Pohon pinus memiliki berbagai kegunaan penting, baik dari segi ekologis maupun ekonomis. Secara ekologis, pohon pinus berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Sistem perakaran pinus yang kuat mampu menahan struktur tanah sehingga efektif mencegah erosi dan longsor, terutama di wilayah perbukitan dan lereng. Selain itu, pinus membantu meningkatkan daya resap air ke dalam tanah, sehingga berkontribusi dalam menjaga ketersediaan air tanah dan mengurangi risiko banjir. (Mahasiswa Uin Malang bersama Kepala Desa Dalisodo) Dengan terlaksananya kegiatan ini, mahasiswa KKM 55 Abhiyana UIN Malang bersama Bapak Kepala Desa dan masyarakat Desa Dalisodo telah menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dimulai dari langkah besar, tetapi dapat berawal dari tindakan sederhana yang dilakukan secara bersama-sama. Penanaman pohon yang dilaksanakan hari ini bukan sekadar aktivitas simbolis, melainkan wujud nyata komitmen kolektif dalam menjaga keseimbangan alam. Melalui langkah kecil ini, harapan akan terciptanya lingkungan yang lebih hijau, lestari, dan berkelanjutan di masa depan mulai ditanam dan dirawat sejak sekarang, demi kesejahteraan generasi yang akan datang    

Thumbnail
3 months ago
Generasi Cerdas dan Berkarakter: KKM Unggulan PSGA Kelompok 267 Dorong Pentingnya Sex Education di Sekolah Rakyat Terintegrasi 48 Pasuruan

ATALIE ISAURA SYAHDA MUSTOFA

Pada hari Jum'at 30 Januari 2026, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa Unggulan PSGA Kelompok 267 menghadirkan seminar sex education di Sekolah Rakyat Terinterasi 48 Pasuruan sebagai upaya memberikan pemahaman yang tepat dan sehat mengenai pendidikan seksualitas kepada para siswa SMA. Kegiatan ini didukung oleh pihak sekolah, para guru, serta siswa-siswi SMA yang hadir dalam seminar tersebut. Seminar ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dasar tentang kesehatan reproduksi, pentingnya menjaga diri, memahami batasan dalam pergaulan, serta relasi yang sehat. Pada Seminar bertemakan sex education, Mahasiswa KKM Unggulan PSGA Kelompok 267 menggandeng dua pemateri yaitu Ibu Siti Zulaichah, M.Hum yang merupakan dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai pemateri pertama dan Bapak Zaenal Arifin Priyo Sembodo, S.Pd., Gr. merupakan guru BK yang mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi Pasuruan sebagai pemateri kedua. Para pemateri menjelaskan dengan sederhana yang disertai contoh nyata relevan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa mendengarkan dan mengamati dengan baik penjelasan dari dua pemateri. Ada pun beberapa pertanyaan yang ditanyakan oleh para siswa dan dijawab dengan hati-hati oleh pemateri. Sex education bukanlah hal tabu yang tidak layak dibicarakan, melainkan bagian penting dari pendidikan karakter siswa. Dengan pemahaman yang tepat, para siswa diharapkan mampu menghindari kesalahpahaman informasi, menjaga kesehatan, serta membangun sikap bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain. Kegiatan seminar ini menjadi salah satu dari rangkaian program kerja KKM Unggulan PSGA Kelompok 267 yang berfokus pada sosialisasi seksual melalui pendidikan. Harapannya, seminar ini dapat menjadi langkah awal agar para siswa memahami batasan pergaulan, hubungan yang sehat, dan menjaga diri dari hal-hal yang merugikan sehingga para siswa bisa menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan pengetahuan yang benar dan tepat.

Thumbnail
3 months ago
Peduli Mental Anak, Pelaksanaan Pelatihan Guru Pengajar oleh Mahasiswa KKM 126 Jikarsa dalam Meningkatkan Keterampilan dalam Mengajar

FUJI NUR RIZQI AMELIA

Pelatihan guru pengajar dengan tema “Penanganan Psikologis Anak dalam Mengajar” yang dilaksanakan pada 24 Januari 2026 di Balai RW 08 Tlogomas oleh mahasiswa KKM 126 UIN Malang dihadiri oleh guru-guru TPQ setempat dengan narasumber yang luar biasa yakni Ibu Muallifah M.Si selaku Dosen Psikologi UIN Malang. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada para pengajar mengenai pentingnya aspek psikologis anak dalam proses belajar, sehingga pembelajaran tidak hanya berfokus pada materi, tetapi juga pada kondisi mental dan emosional anak. Dalam kegiatan sosialisasi, mahasiswa KKM menyampaikan materi mengenai cara mengenali kondisi psikologis anak, seperti tingkat konsentrasi, motivasi, dan emosi. Guru-guru TPQ diajak memahami bahwa setiap anak memiliki karakter berbeda sehingga membutuhkan pendekatan pengajaran yang variatif. Metode yang disampaikan antara lain penggunaan permainan edukatif, cerita, serta pemberian motivasi sederhana untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Hasil dari sosialisasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman guru mengenai pentingnya penanganan psikologis anak. Guru menyadari bahwa pola asuh dan komunikasi positif sangat berpengaruh terhadap perkembangan anak. Selain itu, mereka memperoleh strategi praktis seperti ice breaking, reward sederhana, dan teknik mengelola kelas dengan empati. Diskusi interaktif juga memperlihatkan antusiasme guru dalam berbagi pengalaman nyata yang mereka hadapi di kelas.   Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi guru TPQ. Dengan bekal pengetahuan baru, guru berkomitmen untuk menerapkan hasil pelatihan dalam kegiatan belajar sehari-hari. Diharapkan, pembelajaran di TPQ tidak hanya menghasilkan anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang sehat dan percaya diri.

Thumbnail
3 months ago
Eksplorasi Sistem Pengajaran Sekolah dan Madrasah sebagai Dasar Perencanaan Program Mengajar Mahasiswa dalam kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM-Mandiri) Kelompok 180

AZZAHRA LULU ALIFIYAH

Pada tanggal 25–29 Desember 2025, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM-Mandiri) Kelompok 180 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, melaksanakan kegiatan eksplorasi sistem pengajaran di Desa Sidem, Kecamatan Gondang, Kabupaten Tulungagung. Kegiatan ini dilakukan di dua sekolah dasar, yaitu SDN 1 Sidem dan SDN 2 Sidem, serta dua lembaga pendidikan keagamaan, yakni Madrasah Diniyah Raudlatut Thullab dan TPQ Al Falah. Kegiatan ini merupakan tahap awal sebelum pelaksanaan program mengajar dan bertujuan untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai sistem pembelajaran yang diterapkan di masing-masing satuan pendidikan. Pelaksanaan kegiatan eksplorasi dilakukan melalui konsultasi dan diskusi dengan pihak sekolah dan madrasah, khususnya kepala sekolah dan guru. Dalam kegiatan ini, mahasiswa menggali informasi terkait kurikulum yang digunakan, metode pembelajaran, sistem evaluasi, serta pengaturan jadwal pembelajaran. Selain itu, mahasiswa juga melakukan pengamatan langsung terhadap proses pembelajaran guna memahami karakteristik peserta didik dan dinamika kegiatan belajar mengajar di kelas. Hasil eksplorasi menunjukkan bahwa sistem pengajaran di SDN 1 Sidem, SDN 2 Sidem, Madrasah Diniyah Raudlatut Thullab, dan TPQ Al Falah memiliki karakteristik yang beragam sesuai dengan tujuan dan pendekatan pendidikan masing-masing lembaga. Perbedaan tersebut menjadi dasar penting dalam perencanaan program mengajar agar kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM-Mandiri Kelompok 180 dapat disesuaikan secara kontekstual dan berjalan secara efektif. Melalui kegiatan eksplorasi sistem pengajaran ini, mahasiswa diharapkan mampu menyusun program mengajar yang terarah, adaptif, dan relevan dengan kebutuhan sekolah dan madrasah di Desa Sidem. Selain memberikan kontribusi positif bagi proses pembelajaran, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam memahami praktik pendidikan secara nyata serta meningkatkan kemampuan perencanaan pembelajaran berbasis kondisi lapangan.