IMA SALSABILLAH
Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang menggelar kegiatan santunan di panti asuhan As-Sa’diyah Gondang Wetan, Pasuruan, sebagai bentuk kepedulian sosial dan pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menghadirkan berbagai rangkaian aktivitas yang tidak hanya menghibur, tetapi juga sarat makna bagi anak-anak panti. Pada hari pertama, Sabtu 11 April 2026, kegiatan diawali dengan pembukaan yang berlangsung khidmat. Selanjutnya, mahasiswa KKM memperkenalkan diri kepada anak-anak panti dengan cara yang interaktif dan penuh kehangatan. Suasana keakraban pun mulai terbangun sejak awal, menciptakan hubungan yang dekat antara mahasiswa dan anak-anak. Keceriaan semakin terasa saat memasuki sesi games. Berbagai permainan seru berhasil menghadirkan tawa dan semangat anak-anak panti. Tidak hanya menjadi hiburan, kegiatan ini juga melatih kerja sama, kekompakan, serta kepercayaan diri mereka dalam berinteraksi. Kegiatan hari pertama kemudian ditutup dengan sesi melukis bersama di atas tas. Dalam aktivitas ini, anak-anak bebas mengekspresikan kreativitas mereka melalui gambar dan warna. Mahasiswa KKM turut mendampingi, sehingga tercipta suasana belajar yang menyenangkan sekaligus penuh kebersamaan. Memasuki hari kedua, Minggu 12 April 2026, kegiatan kembali dilanjutkan dengan suasana yang tidak kalah meriah. Acara diawali dengan ice breaking untuk membangkitkan semangat, dilanjutkan dengan adu jargon yang semakin mempererat kekompakan antara mahasiswa dan anak-anak panti. Selanjutnya, kegiatan berlanjut pada sesi reflektif melalui program “Pohon Harapan”. Anak-anak panti diajak untuk menuliskan cita-cita serta pesan untuk diri mereka sendiri di masa depan. Harapan-harapan tersebut kemudian ditempelkan sebagai simbol mimpi yang terus tumbuh dan harus diperjuangkan. Sebagai penutup, kegiatan diakhiri dengan acara santunan berupa penyerahan sejumlah uang dan pakaian kepada anak-anak panti. Momen ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan rasa syukur, menjadi wujud nyata kepedulian serta semangat berbagi dari mahasiswa KKM UIN Malang. Melalui rangkaian kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan kebahagiaan dan pengalaman berharga bagi anak-anak panti. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk menumbuhkan rasa empati, kepedulian sosial, serta memahami makna kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
FATIMATUZ ZAHRO
Setiap Sabtu pagi, kantong-kantong plastik berisi botol dan gelas bekas minuman mulai berdatangan ke Madrasah Al Hikam Diwek, Jombang. Bukan kiriman dari luar, melainkan bawaan para siswa yang sejak hari-hari sebelumnya telah rajin mengumpulkan sampah plastik dari kelas dan lingkungan sekitar atau mereka bawa dari rumah. Bukan berakhir di tempat sampah, melainkan masuk ke dalam sistem yang terencana dan berdampak nyata. Madrasah Al Hikam adalah sekolah berpredikat Adiwiyata, sebuah penghargaan nasional yang diberikan kepada sekolah-sekolah yang berhasil mengintegrasikan kesadaran lingkungan ke dalam budaya dan kegiatan sehari-harinya. Salah satu wujud nyata dari predikat itu adalah program bank sampah mingguan yang dijalankan secara rutin tanpa jeda setiap pekan oleh OSIS divisi Adiwiyata. Mekanismenya terstruktur dan konsisten. Sampah plastik dari kelas-kelas dikumpulkan, lalu ditimbang dan dipilah setiap minggu sekali. Setelah terkumpul selama sebulan, bank sampah datang mengambil seluruh plastik yang telah terpilah tersebut. Proses yang tampak sederhana ini, nyatanya membutuhkan ketekunan dan tanggung jawab yang tidak kecil dari para siswa yang mengelolanya. Siswa OSIS Divisi Adiwiyata "Sampah dari kelas-kelas siswa ditimbang dan dipilah setiap minggu sekali, kemudian tiap bulan diambil oleh bank sampah." Bagi siswa-siswa yang tergabung dalam divisi Adiwiyata, kegiatan ini membawa manfaat yang jauh melampaui urusan kebersihan. Salah satu anggota divisi mengungkapkan bahwa bergabung di divisi ini membukakan pengetahuan baru yang tak disangka sebelumnya. Siswa 1 - OSIS Divisi Adiwiyata: "Benefit yang diperoleh masuk di divisi Adiwiyata bisa mengetahui hadits-hadits tentang lingkungan, bisa memotivasi diri kita sendiri. Ternyata di diri kita sendiri itu harus bersih, baik itu lingkungan, rumah itu dimulai dari diri kita sendiri." Nilai-nilai Islam yang menjadi landasan madrasah ternyata turut mewarnai cara siswa memandang kegiatan ini. Kebersihan bukan sekadar program sekolah, melainkan bagian dari akhlak dan tanggung jawab pribadi yang berakar dari ajaran agama. Sementara itu, siswa lain menyoroti sisi yang lebih luas, dampak sampah plastik bagi lingkungan dan peran mereka dalam mengatasinya. Siswa 2 - OSIS Divisi Adiwiyata "Ternyata sampah itu bisa merugikan dampaknya. Karena di Indonesia saat ini banyak sampah plastik yang terurainya itu lama, dan kita memanfaatkan atau bantu mengurangi sampah plastik itu agar tidak menumpuk." Kesadaran itu tidak datang begitu saja. Mengelola bank sampah sekolah ternyata bukan perkara mudah di awal. Meski diakui tidak mudah pada awal pelaksanaannya, para siswa kini mulai terbiasa dan justru merasa memiliki tanggung jawab terhadap program tersebut Siswa OSIS Divisi Adiwiyata "Awal-awal itu merasa berat, step-stepnya panjang. Tapi lama-lama terbiasa. Tanggung jawabnya juga berat dan juga termasuk amal kita. Serta membantu mengondisikan siswa-siswi yang lain untuk kegiatan Adiwiyata, seperti memilah sampah dan lain-lain." Menariknya, kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang sedang melaksanakan program asistensi mengajar. Kehadiran mahasiswa tidak hanya sebagai pengamat, tetapi juga ikut berpartisipasi langsung dalam proses pengumpulan dan pemilahan sampah bersama siswa. Mereka yang sedang menjalani program penempatan di madrasah ini tidak hanya berkiprah di dalam kelas, tetapi juga ikut turun tangan setiap Sabtu mendampingi proses pemilahan, memastikan plastik terpilah dengan benar, dan belajar langsung bagaimana pendidikan karakter bisa berjalan seiring dengan kepedulian lingkungan yang produktif. Partisipasi mahasiswa dalam kegiatan ini turut memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan sekolah. Selain memberikan pengalaman langsung di lapangan, keterlibatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pendidikan berbasis lingkungan. Melalui kegiatan ini, Madrasah Al Hikam menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter peduli lingkungan. Program sederhana seperti memilah dan menimbang sampah terbukti mampu menanamkan nilai tanggung jawab, kesadaran ekologis, serta kebiasaan hidup bersih. Langkah kecil ini menjadi bukti bahwa perubahan besar dapat dimulai dari lingkungan sekolah. Dengan konsistensi dan kolaborasi, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
ZACKY SYIHABUDIN AHMAD
Dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang edukatif dan bermakna, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kelompok AM 73 Cakrawidya sukses menyelenggarakan kegiatan Gema Ramadhan 1447 H bersama TPQ Al-Bisri, Desa Denanyar, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang. Kegiatan yang mengusung tema "Ilmu, Ibadah, dan Ukhuwah" ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 7 hingga 9 Maret 2026. Program ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan keagamaan bagi anak-anak dan remaja. Latar Belakang: Mengisi Ramadhan dengan Kegiatan Positif Bulan Ramadhan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperdalam pemahaman agama. Namun, di tengah perkembangan zaman, tantangan dalam menjaga konsistensi ibadah, khususnya bagi generasi muda, semakin kompleks. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN AM 73 Cakrawidya berinisiatif menghadirkan program Gema Ramadhan sebagai wadah pembinaan spiritual yang dikemas secara menarik, interaktif, dan edukatif. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap ajaran Islam sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat. Rangkaian Kegiatan Edukatif dan Interaktif Selama pelaksanaan, kegiatan Gema Ramadhan diisi dengan berbagai agenda yang terstruktur dan berorientasi pada peningkatan pemahaman keislaman peserta. Pada hari pertama, kegiatan diawali dengan pembukaan resmi yang dilanjutkan dengan kajian fiqih puasa. Materi ini memberikan pemahaman dasar mengenai hukum, syarat, dan tata cara pelaksanaan ibadah puasa sesuai dengan ajaran Islam. Hari kedua diisi dengan penyampaian materi tentang pentingnya bersuci, syarat sah shalat, serta praktik wudhu yang benar. Kegiatan ini berlangsung secara interaktif, di mana peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mempraktikkan secara langsung dan mendapatkan evaluasi dari panitia. Sementara itu, hari ketiga menjadi puncak kegiatan dengan diselenggarakannya berbagai perlombaan keagamaan, di antaranya lomba adzan, lomba cerdas cermat Islami, serta lomba hafalan surat pendek. Perlombaan ini bertujuan untuk meningkatkan semangat belajar sekaligus melatih kepercayaan diri peserta dalam menunjukkan kemampuan mereka. Antusiasme Peserta dan Suasana Kebersamaan Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat positif dari peserta TPQ Al-Bisri. Hal ini terlihat dari tingginya antusiasme anak-anak dalam mengikuti setiap rangkaian acara, baik saat penyampaian materi maupun saat perlombaan berlangsung. Tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, kegiatan ini juga berhasil menciptakan suasana kebersamaan yang hangat antara mahasiswa KKN, peserta, serta masyarakat sekitar. Interaksi yang terjalin selama kegiatan berlangsung menjadi nilai tambah dalam mempererat ukhuwah Islamiyah. Penutupan dan Pembagian Hadiah Sebagai penutup, panitia mengumumkan para pemenang lomba dan memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan prestasi peserta. Momen ini menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan sekaligus membahagiakan bagi para peserta. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang dilanjutkan dengan shalat Maghrib berjamaah. Kegiatan ini semakin memperkuat nilai kebersamaan dan kekeluargaan di antara seluruh pihak yang terlibat. Dampak Positif dan Harapan ke Depan Secara keseluruhan, kegiatan Gema Ramadhan 1447 H berjalan dengan lancar dan berhasil mencapai tujuan yang telah direncanakan. Program ini tidak hanya memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman agama dan kualitas ibadah peserta, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda yang religius dan berakhlak mulia. Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk pengurus TPQ Al-Bisri, masyarakat Desa Denanyar, serta seluruh panitia yang telah berpartisipasi secara aktif. Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat belajar dan beribadah para peserta dapat terus terjaga, serta kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di masa yang akan datang sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis.
NATASYA ALICYA AGUSTIN
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Cakrawala Vidya UIN Malang tengah melaksanakan program kerja di MINU Tratee Putera Gresik dengan menyelenggarakan seminar bertema Anti-Bullying dan Mental Health pada Selasa (05/05/2026). Kegiatan ini dilaksanakan di aula sekolah dan diikuti oleh seluruh siswa kelas V dari program ICP, Tahfidz, dan Literasi. Seminar ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penanaman nilai-nilai karakter sejak dini, khususnya dalam membangun kesadaran siswa terkait perilaku bullying yang masih kerap terjadi di lingkungan sekolah. Selain itu, kesehatan mental menjadi aspek penting yang perlu diperhatikan, mengingat kondisi psikologis siswa sangat berpengaruh terhadap proses belajar dan perkembangan sosial mereka. Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Kepala Madrasah MINU Tratee Putera Gresik yang menyampaikan apresiasi mengenai terselenggarahnya acara seminar bertema Anti-Bullying dan Mental Health yang sangat cocok disampaikan kepada anak-anak, dimana madrasah ini khusus siswa putra sehingga masalah seperti itu sudah sangat umum dikalangan mereka. Adapun tujuan pelaksanaan seminar, yaitu untuk memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan secara bersama-sama. Siswa juga diajak untuk lebih peduli terhadap kondisi diri sendiri maupun teman di sekitarnya. Seminar ini menghadirkan pemateri, yang bernama Muhammad Nur Haqqul Mubarok, yang merupakan mahasiswa dari Universitas Sunan Drajat (UNSUDA). Dalam penyampaian materinya, ia menjelaskan berbagai jenis bullying, seperti bullying verbal, fisik, maupun sosial, yang sering kali terjadi tanpa disadari. Ia juga menekankan bahwa tindakan sederhana seperti mengejek atau mengucilkan teman dapat memberikan dampak yang cukup serius terhadap kesehatan mental seseorang. Mengenai lebih lanjut, pemateri juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dengan cara berpikir positif, mengelola emosi, serta berani berbicara apabila mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Siswa diarahkan untuk tidak takut melapor kepada guru atau orang dewasa yang dapat dipercaya sebagai bentuk perlindungan diri. Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan komunikatif. Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya seminar, terutama saat sesi tanya jawab. Beberapa siswa aktif mengajukan pertanyaan serta berbagi pengalaman mereka terkait perundungan di lingkungan sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Selain penyampaian materi, kegiatan juga diselingi dengan ice breaking dan contoh kasus sederhana yang memudahkan siswa dalam memahami konsep yang dijelaskan. Dengan metode penyampaian yang menarik, siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mampu merefleksikan sikap dan perilaku mereka dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan seminar ini, diharapkan seluruh siswa MINU Tratee Putera Gresik dapat lebih memahami pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Mahasiswa KKM UIN Malang juga berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan dalam membentuk karakter siswa yang peduli, empatik, dan berakhlak baik.
PUTRI FEBRIANTI
Seminar “Saring Sebelum Sharing: Moderasi Beragama Biar Gak Salah Arah” mengajak peserta untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya terkait isu agama di media sosial. Kegiatan ini menekankan pentingnya berpikir kritis, memverifikasi kebenaran informasi, serta menanamkan sikap toleransi dan saling menghargai antarumat beragama agar terhindar dari hoaks, ujaran kebencian, dan paham radikal. Melalui seminar ini, peserta diharapkan mampu menggunakan media digital secara positif serta menjadi generasi yang cerdas, moderat, dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial.
FAHRIZAL PUTRA UTAMA
Perjalanan panjang pengabdian dimulai ketika KKM Narayanasena Kelompok 174 resmi menginjakkan kaki di Desa Pukul, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Dengan semangat yang membara, kami mahasiswa dari berbagai latar belakang ilmu datang bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban akademik, melainkan untuk benar-benar hadir dan bermanfaat bagi masyarakat. Balai Desa Pukul, atau yang akrab disebut Pendopo Rukun Joyo, menjadi saksi bisu langkah awal kami. Di sinilah pembukaan resmi KKM digelar, dihadiri puluhan anak-anak desa yang penuh semangat dan rasa ingin tahu. Momen pembukaan bersama menjadi salah satu kenangan paling berkesan. Anak-anak desa berbondong-bondong hadir ada yang mengenakan jilbab warna-warni, ada yang berkopiah putih, semua duduk bersama di atas karpet Pendopo Rukun Joyo. Tawa dan antusias mereka menjadi sumber energi tersendiri bagi seluruh tim Narayanasena. Suasana hangat itu sekaligus menegaskan bahwa kehadiran kami disambut dengan tangan terbuka oleh warga Desa Pukul. Di antara seluruh program kerja yang telah dirancang, Bimbingan Belajar (Bimbel) Gratis menjadi proker utama yang paling dinantikan. Program ini lahir dari kesadaran bahwa akses terhadap pendidikan berkualitas masih menjadi tantangan nyata bagi anak-anak di daerah perdesaan. Setiap sesi bimbel, mahasiswa KKM Narayanasena berperan sebagai kakak pengajar yang sabar dan kreatif. Materi disampaikan dengan pendekatan yang menyenangkan bukan sekadar menghafal rumus, melainkan membangun rasa cinta terhadap ilmu pengetahuan sejak dini. Ketika seorang anak berhasil memahami konsep yang sebelumnya terasa sulit, senyum kecil itu menjadi bayaran yang tak ternilai bagi seluruh tim. KKM bukan hanya tentang apa yang mahasiswa berikan kepada desa ini juga tentang apa yang desa ajarkan kepada kami. Keramahan warga Desa Pukul, semangat anak-anak yang tak pernah padam, serta semangat gotong royong yang masih terjaga dengan baik menjadi pelajaran hidup yang tidak akan pernah kami temukan di dalam kelas. Selama masa pengabdian ini, kami belajar bahwa pelayanan yang tulus tidak memerlukan sumber daya yang besar cukup kehadiran yang nyata dan hati yang ikhlas. KKM Narayanasena Kelompok 174 berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh program kerja dengan sungguh-sungguh, meninggalkan jejak nyata yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Pukul bukan hanya selama masa pengabdian, tetapi jauh setelahnya. Satu bulan mungkin terasa singkat, tapi dampak dari niat yang tulus dapat bertahan selamanya.