AMANDA AULIA MUALIQ
TAROKAN, KEDIRI – Suasana senja di salah satu Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) di Kecamatan Tarokan kini tak lagi sama. Sejak kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada 3 Februari lalu, lantunan ayat suci Al-Qur’an kini bersahutan dengan tawa ceria dan antusiasme tinggi dari para santri. Melalui program bertajuk "Ngaji Bareng", para mahasiswa membawa warna baru dalam pengabdian masyarakat. Program ini tidak hanya fokus pada kelancaran membaca Al-Qur’an, tetapi juga pada pembentukan karakter dan moral anak-anak sejak dini. Sentuhan Kreatif Jika biasa nya pembelajaran TPQ cenderung monoton , tim KKM UIN Malang mengubahnya menjadi interaktif. Mereka menyisipkan metode belajar melalui permainan edukatif, mendongeng kisah para Nabi, hingga menyanyi lagu-lagu religi. "Kami ingin anak-anak merasa bahwa mengaji itu menyenangkan, bukan beban. Dengan begitu, nilai-nilai agama akan lebih mudah meresap ke hati mereka," ujar salah satu perwakilan mahasiswa KKM. Salah seorang santri mengaku sangat menikmati kehadiran para mahasiswa. "Senang sekali ada kakak-kakak KKM, ngajinya jadi lebih seru dan tidak membosankan," ungkapnya dengan wajah sumringah. Kedekatan Emosional Peran mahasiswa di sini melampaui sekadar pengajar. Mereka membangun kedekatan emosional sebagai teman cerita dan motivator bagi para santri. Hal ini mendapat apresiasi besar dari para ustadz setempat dan masyarakat sekitar yang merasakan dampak positif pada kedisiplinan anak-anak mereka dalam beribadah. Penutupan KKM Sebagai puncak pengabdian, pada 13-14 April lalu, mahasiswa menggelar rangkaian perlombaan sebagai ajang apresiasi bagi para santri. Berbagai lomba seperti hafalan doa harian dan lomba mewarnai digelar dengan penuh kemeriahan. Kegiatan yang ditutup dengan doa bersama ini meninggalkan kesan mendalam bagi warga Tarokan. Meski masa penugasan telah berakhir, harapan besar telah dititipkan pada pundak generasi kecil ini untuk tumbuh menjadi pribadi yang berilmu dan berdaya di masa depan.
LAILATUL FA`IZAH
Bulan Ramadhan merupakan momen yang penuh berkah dan sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan berbagai kegiatan ibadah. Suasana kebersamaan, semangat belajar agama, serta kegiatan keagamaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat selama bulan suci ini. Melalui berbagai kegiatan positif, nilai-nilai keagamaan dapat semakin ditanamkan, terutama kepada anak-anak sebagai generasi penerus. Semangat tersebut juga diwujudkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tambak Rejo, Jombang. Selama menjalankan program KKM di bulan Ramadhan, mahasiswa mengadakan beberapa kegiatan keagamaan bersama masyarakat setempat. Kegiatan yang dilakukan antara lain tadarus Al-Qur'an bersama warga serta mengajar anak-anak di TPQ. Kegiatan tadarus bertujuan untuk menghidupkan suasana Ramadhan dan meningkatkan semangat masyarakat dalam membaca Al-Qur'an. Sementara itu, kegiatan mengajar TPQ dilakukan untuk membantu anak-anak dalam belajar membaca Al-Qur'an serta memahami dasar-dasar ajaran Islam dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Sebagai puncak kegiatan, mahasiswa KKM juga mengadakan sosialisasi mengenai tata cara wudhu yang benar sesuai ajaran Islam. Sosialisasi ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026, di Desa Tambak Rejo, Jombang. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan langkah-langkah berwudhu secara sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak maupun masyarakat yang hadir.
HASANATUT THOYYIBAH
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang AM Anakhta melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di MAN 1 Probolinggo dengan salah satu program unggulan berupa pendampingan siswa dalam persiapan Olimpiade PAI dan Bahasa Arab (OLIMPABA) Jawa Timur 2026. OLIMPABA merupakan ajang turnamen yang diselenggarakan oleh KKG-MGMP PAI dan Bahasa Arab Jawa Timur. Kompetisi ini diikuti oleh siswa dari jenjang MI, MTs, hingga MA se-Jawa Timur, dengan puncak grand final yang akan digelar pada tahun 2026. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk mengembangkan potensi akademik siswa, khususnya dalam bidang Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. Mahasiswa UIN Malang mulai melaksanakan pendampingan secara intensif sejak 14 Maret 2026. Dalam kegiatan ini, mahasiswa dipercaya untuk membimbing dan mempersiapkan siswa-siswi MAN 1 Probolinggo agar siap bersaing dalam kompetisi tersebut. siswa siswi yang ikut dalam kopetisi ini sebanyak 25 siswa. Bidang SKI 5 siswa, Qurdis 5 siswa, Bahasa Arab 5 siswa, Akidah 5 siswa, Fiqih 5 siswa. Materi yang diberikan meliputi latihan soal, pembahasan materi, hingga strategi menghadapi lomba. Menariknya, proses bimbingan dilakukan secara fleksibel dengan menyesuaikan waktu luang siswa. Sesi pembelajaran yang dilaksanakan saat jam istirahat sekolah maupun pada hari libur, terkadang dilakukan dengan onlilne melaluin zoom meet dan latihan soal melalui googlefroom, sehingga tidak mengganggu kegiatan akademik utama siswa. Pendekatan ini membuat suasana belajar menjadi lebih santai namun tetap efektif. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi bimbingan. Interaksi yang terjalin antara siswa dan siswa juga berlangsung dengan baik, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan komunikatif. Siswa tidak hanya berperan sebagai pembimbing, tetapi juga sebagai motivator yang mendorong semangat belajar siswa. Pelaksanaan OLIMPABA sendiri diadakan pada tanggal 11 April 2026. Pelaksanaan lomba tahap pertama di laksanakan di lab komputer sekolah secara onlilne. Kegiatan pendampingan ini berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi kesiapan siswa dalam menghadapi lomba. Melalui program ini, diharapkan siswa MAN 1 Probolinggo dapat meraih hasil terbaik serta semakin percaya diri dalam berkompetisi di tingkat provinsi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi siswa dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan ke dalam dunia pendidikan secara nyata.
HANIF NASHRUL AZIZ
Bulan Ramadhan merupakan momen yang penuh berkah dan sering dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan berbagai kegiatan ibadah. Suasana kebersamaan, semangat belajar agama, serta kegiatan keagamaan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat selama bulan suci ini. Melalui berbagai kegiatan positif, nilai-nilai keagamaan dapat semakin ditanamkan, terutama kepada anak-anak sebagai generasi penerus. Semangat tersebut juga diwujudkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Tambak Rejo, Jombang. Selama menjalankan program KKM di bulan Ramadhan, mahasiswa mengadakan beberapa kegiatan keagamaan bersama masyarakat setempat. Kegiatan yang dilakukan antara lain tadarus Al-Qur'an bersama warga serta mengajar anak-anak di TPQ. Kegiatan tadarus bertujuan untuk menghidupkan suasana Ramadhan dan meningkatkan semangat masyarakat dalam membaca Al-Qur'an. Sementara itu, kegiatan mengajar TPQ dilakukan untuk membantu anak-anak dalam belajar membaca Al-Qur'an serta memahami dasar-dasar ajaran Islam dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Sebagai puncak kegiatan, mahasiswa KKM juga mengadakan sosialisasi mengenai tata cara wudhu yang benar sesuai ajaran Islam. Sosialisasi ini dilaksanakan pada Kamis, 5 Maret 2026, di Desa Tambak Rejo, Jombang. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan langkah-langkah berwudhu secara sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak maupun masyarakat yang hadir.
LUDFI RAMADHANI HAKIKI
Lingkungan sekolah seharusnya menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi setiap murid untuk belajar dan berkembang. Namun, dalam realitasnya, masih ditemukan perilaku yang mengarah pada bullying, baik dalam bentuk ucapan maupun tindakan. Hal ini menjadi perhatian penting, terutama pada jenjang sekolah dasar, di mana karakter dan kebiasaan anak sedang dalam tahap pembentukan. Oleh karena itu, diperlukan upaya nyata untuk menanamkan kesadaran sejak dini mengenai pentingnya sikap saling menghargai.Berangkat dari hal tersebut, kegiatan sosialisasi mengenai bullying, norma, dan adab dilaksanakan pada murid kelas 5 di MI Masjid Al-Akbar Surabaya. Kegiatan ini dilaksanakan di perpustakaan sekolah, di mana para murid dikumpulkan dalam satu ruang untuk mengikuti kegiatan secara bersama-sama. Suasana perpustakaan yang biasanya digunakan untuk membaca pun berubah menjadi ruang pembelajaran yang interaktif dan penuh makna. Kegiatan sosialisasi diawali dengan pengenalan mengenai apa itu bullying serta bentuk-bentuknya dalam kehidupan sehari-hari. Murid diajak untuk memahami bahwa bullying tidak hanya berupa tindakan fisik, tetapi juga dapat berupa perkataan yang menyakitkan atau perlakuan yang membuat seseorang merasa tidak nyaman. Dengan penyampaian materi yang sederhana dan mudah dipahami, murid mulai menyadari bahwa beberapa tindakan yang selama ini dianggap biasa ternyata termasuk dalam perilaku bullying. Selama kegiatan berlangsung, suasana menjadi semakin hidup ketika murid dilibatkan dalam sesi diskusi. Mereka diberikan kesempatan untuk bertanya, menjawab pertanyaan, serta berbagi pengalaman yang pernah mereka lihat atau alami. Interaksi ini membuat murid tidak hanya menerima materi secara pasif, tetapi juga ikut berperan aktif dalam proses pembelajaran. Dari sini terlihat bahwa pendekatan yang komunikatif mampu meningkatkan pemahaman murid secara lebih mendalam. Selain membahas tentang bullying, kegiatan ini juga menekankan pentingnya norma dan adab dalam kehidupan sehari-hari. Murid diingatkan kembali untuk selalu bersikap sopan, menghargai teman, serta menjaga ucapan dan tindakan. Nilai-nilai ini menjadi dasar penting dalam membangun hubungan sosial yang baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Pada akhirnya, kegiatan sosialisasi ini tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membentuk karakter murid yang lebih baik. Diharapkan, murid kelas 5 dapat menerapkan nilai-nilai yang telah dipelajari dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghargai. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Menanamkan Nilai Anti - Bullying, Norma, dan Adab pada Siswa Kelas 5 MI Masjid Al Akbar Surabaya", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/adhyayaadhyapana/6a0d9823ed64155b954ce322/menanamkan-nilai-anti-bullying-norma-dan-adab-pada-siswa-kelas-5-mi-masjid-al-akbar-surabaya Kreator: Adhyaya Adhyapana Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Tulis opini Anda seputar isu terkini di Kompasiana.com
JAUHAROTUN NAFISAH
Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang AM Anakhta melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di MAN 1 Probolinggo dengan salah satu program unggulan berupa pendampingan siswa dalam persiapan Olimpiade PAI dan Bahasa Arab (OLIMPABA) Jawa Timur 2026. OLIMPABA merupakan ajang turnamen yang diselenggarakan oleh KKG-MGMP PAI dan Bahasa Arab Jawa Timur. Kompetisi ini diikuti oleh siswa dari jenjang MI, MTs, hingga MA se-Jawa Timur, dengan puncak grand final yang akan digelar pada tahun 2026. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk mengembangkan potensi akademik siswa, khususnya dalam bidang Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. Mahasiswa UIN Malang mulai melaksanakan pendampingan secara intensif sejak 14 Maret 2026. Dalam kegiatan ini, mahasiswa dipercaya untuk membimbing dan mempersiapkan siswa-siswi MAN 1 Probolinggo agar siap bersaing dalam kompetisi tersebut. siswa siswi yang ikut dalam kopetisi ini sebanyak 25 siswa. Bidang SKI 5 siswa, Qurdis 5 siswa, Bahasa Arab 5 siswa, Akidah 5 siswa, Fiqih 5 siswa. Materi yang diberikan meliputi latihan soal, pembahasan materi, hingga strategi menghadapi lomba. Menariknya, proses bimbingan dilakukan secara fleksibel dengan menyesuaikan waktu luang siswa. Sesi pembelajaran yang dilaksanakan saat jam istirahat sekolah maupun pada hari libur, terkadang dilakukan dengan onlilne melaluin zoom meet dan latihan soal melalui googlefroom, sehingga tidak mengganggu kegiatan akademik utama siswa. Pendekatan ini membuat suasana belajar menjadi lebih santai namun tetap efektif. Para siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi bimbingan. Interaksi yang terjalin antara siswa dan siswa juga berlangsung dengan baik, menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan komunikatif. Siswa tidak hanya berperan sebagai pembimbing, tetapi juga sebagai motivator yang mendorong semangat belajar siswa. Pelaksanaan OLIMPABA sendiri diadakan pada tanggal 11 April 2026. Pelaksanaan lomba tahap pertama di laksanakan di lab komputer sekolah secara onlilne. Kegiatan pendampingan ini berjalan dengan lancar dan memberikan dampak positif bagi kesiapan siswa dalam menghadapi lomba. Melalui program ini, diharapkan siswa MAN 1 Probolinggo dapat meraih hasil terbaik serta semakin percaya diri dalam berkompetisi di tingkat provinsi. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi pengalaman berharga bagi siswa dalam menerapkan ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan ke dalam dunia pendidikan secara nyata.