MUHAMMAD RIFWANDA ZEIN
Aroma kopi hangat tersium di udara malam yang sejuk. Malam itu, halaman Posyandu Dusun Ampelgading terasa berbeda. Setelah lantunan doa tahlilan selesai, warga tidak langsung pulang. Mereka berbondong-bondong mendatangi kawasan yang telah ditata rapi oleh mahasiswa Kelompok 104 KKM UIN Malang. Tikar dan kursi plastik menghadap layar proyektor. Di pojok, tersedia kopi dan teh hangat dengan kue kering. Suasananya seperti "kopi darat" santai, bukan seminar formal yang kaku. Itulah yang membuat warga merasa rileks dan terbuka untuk hadir. Ada antusiasme di wajah warga yang datang. Pak RT berbincang sambil menyeruput teh. Ibu-ibu PKK duduk bergerombol sambil sesekali tertawa. Para pemuda desa hadir dengan rasa ingin tahu. Bahkan beberapa anak SMP dan SMA ikut duduk di belakang bersama orang tua mereka. "Kopi darat anti candu" - sebutan untuk acara malam ini. Sebuah pertemuan santai namun serius membahas bahaya narkoba dan judi online. Kursi-kursi hampir penuh. Beberapa warga bahkan berdiri di belakang atau duduk di tikar demi menyiapkan bahan. Antusiasme warga luar biasa. Ketika Ibu Aiptu Sri Sumarwati dari Polres Lawang dan Bapak Eko selaku Babinsa tiba, suasana menjadi khidmat. Kehadiran mereka bukan hanya sebagai narasumber, namun representasi penegak hukum yang peduli. “Assalamualaikum, Bapak Ibu sekalian. Alhamdulillah bisa hadir di tengah warga Ampelgading malam ini,” sapa Ibu Sri hangat. Ketua Kelompok 104 KKM membuka acara. "Malam ini kita tidak akan belajar dengan cara kaku. Anggap saja ngobrol santai sambil ngopi. Tapi topiknya sangat penting: bagaimana menjaga keluarga dari bahaya narkoba dan judi online yang kini semakin merajalela," ujarnya. Tepuk tangan meriah menyambut.
DISTA AULIA FEBRIANA
Pada hari Jum'at 30 Januari 2026, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa Unggulan PSGA Kelompok 267 menghadirkan seminar sex education di Sekolah Rakyat Terinterasi 48 Pasuruan sebagai upaya memberikan pemahaman yang tepat dan sehat mengenai pendidikan seksualitas kepada para siswa SMA. Kegiatan ini didukung oleh pihak sekolah, para guru, serta siswa-siswi SMA yang hadir dalam seminar tersebut. Seminar ini bertujuan untuk membekali generasi muda dengan pengetahuan dasar tentang kesehatan reproduksi, pentingnya menjaga diri, memahami batasan dalam pergaulan, serta relasi yang sehat. Pada Seminar bertemakan sex education, Mahasiswa KKM Unggulan PSGA Kelompok 267 menggandeng dua pemateri yaitu Ibu Siti Zulaichah, M.Hum yang merupakan dosen Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai pemateri pertama dan Bapak Zaenal Arifin Priyo Sembodo, S.Pd., Gr. merupakan guru BK yang mengajar di Sekolah Rakyat Terintegrasi Pasuruan sebagai pemateri kedua. Para pemateri menjelaskan dengan sederhana yang disertai contoh nyata relevan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa mendengarkan dan mengamati dengan baik penjelasan dari dua pemateri. Ada pun beberapa pertanyaan yang ditanyakan oleh para siswa dan dijawab dengan hati-hati oleh pemateri. Sex education bukanlah hal tabu yang tidak layak dibicarakan, melainkan bagian penting dari pendidikan karakter siswa. Dengan pemahaman yang tepat, para siswa diharapkan mampu menghindari kesalahpahaman informasi, menjaga kesehatan, serta membangun sikap bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain. Kegiatan seminar ini menjadi salah satu dari rangkaian program kerja KKM Unggulan PSGA Kelompok 267 yang berfokus pada sosialisasi seksual melalui pendidikan. Harapannya, seminar ini dapat menjadi langkah awal agar para siswa memahami batasan pergaulan, hubungan yang sehat, dan menjaga diri dari hal-hal yang merugikan sehingga para siswa bisa menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan pengetahuan yang benar dan tepat.
AHMAD MAULANA FIRMANSYAH
Kedungkandang, Malang — Setelah mengikuti kegiatan pelepasan dan pembukaan KKN Reguler Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun Akademik 2025/2026 yang dilaksanakan secara terpusat di Lapangan UIN Malang, Kelompok 14 KKN Reguler yang mengusung nama Abhinaya Seva melaksanakan pembukaan KKN secara resmi di tingkat lokasi pada Rabu, 24 Desember 2025 pukul 16.00 WIB. Kegiatan pembukaan tingkat lokasi ini bertempat di Kantor Masjid Al-Halal, yang berlokasi di Kecamatan Kedungkandang, Kelurahan Bumiayu, Kota Malang. Pembukaan tersebut menjadi penanda dimulainya kegiatan pengabdian mahasiswa KKN Kelompok 14 secara langsung di tengah masyarakat setempat. Acara pembukaan dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat dan pengurus lingkungan, di antaranya Bapak Wusono selaku Ketua RW 02, Bapak Slamet Santoso selaku Ketua RT 01, serta Ibu Ida selaku Ibu RT 01. Hadir pula jajaran pengurus Masjid Al-Halal, yakni Bapak Drs. H. Surahman sebagai Ketua Yayasan Masjid Al-Halal, Bapak Ahmad Toha selaku Ketua Takmir Masjid Al-Halal, serta Bapak H. Misbah Zainul selaku Ketua Remaja Masjid Al-Halal. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yaitu Ibu Maulidiyah Fitriyah, M.Pd., yang secara langsung memberikan arahan serta dukungan kepada mahasiswa dalam melaksanakan program KKN di lokasi. Pada kesempatan tersebut, disampaikan bahwa tema KKN Reguler UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Tahun 2025/2026 adalah: “Stunting, Parenting, Kemiskinan Ekstrem, dan Moderasi Beragama.” Tema ini menjadi landasan utama dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja Kelompok 14, yang diarahkan pada peningkatan kualitas kehidupan masyarakat melalui pendekatan edukatif, sosial, dan keagamaan berbasis masjid. Pelaksanaan KKN Reguler Kelompok 14 (Abhinaya Seva) berlangsung selama 40 hari, terhitung sejak 23 Desember 2025 hingga 4 Februari 2026, dengan Masjid Al-Halal sebagai pusat kegiatan utama. Selama periode tersebut, mahasiswa diharapkan mampu berkolaborasi dengan masyarakat dalam menjalankan program-program yang relevan dengan kebutuhan lokal dan selaras dengan tema KKN. Dengan dilaksanakannya pembukaan resmi di tingkat lokasi ini, kegiatan KKN Kelompok 14 Abhinaya Seva secara sah dan penuh dukungan dari masyarakat setempat telah dimulai. Diharapkan kehadiran mahasiswa KKN dapat memberikan manfaat nyata serta mempererat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
HARUN AR ROSYID
Pada hari Sabtu tanggal 17 Januari 2026 Kegiatan sosialisasi digitalisasi gerabah UMKM di Desa Alas Kandang dilaksanakan oleh mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, khususnya kelompok 150 Artaghata, dengan tujuan memberdayakan masyarakat pengrajin gerabah melalui pemanfaatan teknologi digital. Kegiatan ini dihadiri oleh kepala desa, masyarakat pengrajin gerabah, serta beberapa tokoh setempat, sehingga tercipta suasana diskusi yang interaktif dan konstruktif. Sosialisasi ini membahas berbagai strategi digitalisasi, mulai dari pemanfaatan media sosial, pemasaran online, hingga cara meningkatkan daya saing produk gerabah melalui platform digital, sehingga produk lokal dapat dikenal lebih luas dan meningkatkan potensi ekonomi desa. Mahasiswa KKM kelompok 150 Artaghata berperan aktif dalam memberikan materi, pendampingan, dan simulasi penggunaan media digital untuk pemasaran produk gerabah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk bertanya langsung dan berbagi pengalaman seputar produksi dan pemasaran gerabah. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat pengrajin dapat lebih siap memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usaha mereka, sehingga UMKM gerabah Desa Alas Kandang dapat lebih berkembang dan dikenal secara luas. Kegiatan sosialisasi berjalan dengan lancar, antusiasme peserta tinggi, dan memberikan dampak positif baik secara ekonomi maupun sosial bagi masyarakat desa.
CHINTIYA TRI MUFIDAH
Kegiatan branding visual dan video marketing UMKM merupakan bagian dari program kerja Bina Usaha Warga Kluwut yang berlangsung pada hari Senin, 12 Januari 2026, di lokasi UMKM Berkah Oven Kopi dan dimulai pukul 10.00 WIB sampai selesai. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu para pengusaha UMKM meningkatkan daya tarik usaha mereka dengan memperbaiki tampilan visual dan menggunakan media promosi digital, sehingga usaha mereka lebih dikenal oleh banyak orang. UMKM Berkah Oven Kopi adalah usaha yang memberikan layanan pengolahan berbagai hasil pertanian dan makanan, seperti menggoreng kopi dan kacang kulit, serta membuat selep dari tepung, bumbu basah dan kering, hingga selep kelapa. Oleh karena itu, memiliki branding yang bagus sangat penting untuk memperluas pasar usaha tersebut. Selanjutnya, kegiatan Branding Visual dan Video Marketing UMKM juga berlangsung pada hari Jumat, 16 Januari 2026, di UMKM Sumber Rejeki Furniture, dengan jam kegiatan dimulai pukul 16.00 WIB hingga selesai. UMKM ini bergerak di bidang produksi dan menyediakan berbagai kebutuhan peralatan furnitur, seperti bahan furnitur, lemari, backdrop TV, perlengkapan kamar tidur, meja kantor, kusen, serta produk lainnya sesuai dengan pesanan dari pelanggan. Diharapkan melalui kegiatan ini, UMKM Sumber Rejeki Furniture bisa memiliki cara promosi yang lebih menarik dan memberi informasi yang jelas, sehingga dapat meningkatkan ketertarikan pelanggan dan memperkuat kesan positif bisnis di tengah persaingan yang ketat. Kegiatan ini melibatkan para mahasiswa dan mahasiswi dari KKM 71 UIN MALANG yang secara aktif terlibat dalam proses perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan. Mereka turut serta dalam membuat banner, mengambil gambar, membuat video promosi, serta memahami langkah-langkah dalam proses produksi yang dilakukan oleh masing-masing usaha mikro kecil menengah (UMKM). Mahasiswa KKM Mandhaloka memberikan bantuan yang baik dalam membantu pelaku usaha memahami pentingnya branding visual dan pemasaran digital sebagai cara untuk mengembangkan usaha di masa kini. Seluruh rangkaian acara Branding Visual dan Video Marketing UMKM dimulai dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur dan harapan agar acara berjalan lancar, kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan acara utamanya, dan diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan UMKM dalam menggunakan media promosi visual dan digital, memperkuat identitas bisnis mereka, serta mendorong peningkatan daya saing agar UMKM bisa berkembang secara berkelanjutan. Terima kasih atas kolaborasi yang baik antara para pelaku UMKM dan mahasiswa KKM Mandhaloka, sehingga kegiatan ini bisa berjalan dengan lancar, penuh semangat, dan memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan usaha UMKM di lokasi tersebut.
SALSABILA DIANDRA
Kelompok KKM 262 PSGAD UIN Malang melakukan kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) pada 21-27 Januari 2026. Kegiatan ini sebagai bentuk keterlibatan mahasiswa KKM dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak melalui penguatan akses informasi layanan PPA di Kecamatan Pakis dan Tumpang. Pemindahan lokasi kantor UPTD PPA Kabupaten Malang ”yang terbilang baru” menjadi latar belakang kegiatan ini, karena sebelumnya berada di Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA bertujuan untuk mengenalkan layanan UPTD PPA DP3A Kabupaten Malang ke 13 sekolah di kecamatan Pakis dan Tumpang. Kegiatan ini sekaligus menjadikan sekolah sebagai sasaran utama pengenalan agar informasi tersebut dapat menjangkau seluruh warga sekolah apabila membutuhkan bantuan dari UPTD PPA DP3A Kabupaten Malang. Selain itu, kegiatan dimaksudkan untuk membuka akses rujukan bantuan jika sekolah membutuhkan bantuan oleh yang lebih profesional, sehingga pihak sekolah dan siswa memiliki alternatif layanan pendampingan di luar wewenang sekolah. Bentuk pelaksanaan pengenalan layanan UPTD PPA Kabupaten Malang dilakukan melalui pemberian 1 paket brosur dan pemasangan poster yang disesuaikan dengan jenjang sekolah. Satu paket brosur terdiri dari lima tema yang berbeda. brosur pertama memuat informasi dasar tentang jenis layanan UPTD PPA Kabupaten Malang, serta kontak pengaduan. Brosur kedua, mengenalkan BimWin yaitu aplikasi bimbingan pranikah digital yang dikembangkan sebagai transformasi dari bimbingan pernikahan yang sebelumnya dilakukan di Kantor Urusan Agama. Brosur ketiga berisi pesan edukatif untuk menguatkan peran perempuan melalui gerakan suara dan aksi perempuan pelopor. Brosur keempat mengenalkan fasilitas ruang laktasi (mom’s corner) beserta kegunaannya. Sementara brosur kelima memuat informasi tentang fasilitas ruang aman bermain untuk anak-anak. Selain brosur, mahasiswa KKM UIN Malang juga menyerahkan poster yang isi pesannya telah disesuaikan dengan jenjang sekolah antara SMP dan SMA. Isi poster tersebut juga beragam, mulai dari poster berisi motivasi, edukasi cara menghadapi perasaan cemas, bingung, meragukan diri sendiri dan hati terasa berat, pesan bahwa cerita setiap anak itu penting, hingga edukasi tentang perempuan berdaya sebagai pondasi bangsa. Poster dipasang di mading sekolah, sedangkan brosur diserahkan langsung kepada pihak sekolah untuk ditindaklanjuti agar informasinya dapat dimanfaatkan oleh seluruh warga sekolah, baik siswa, guru, maupun karyawan. Salah satu sekolah yang dituju adalah SMPN 2 Pakis. Ibu Laily Nurfarida, S.E., selaku wakil kepala sekolah bagian kurikulum memberikan respon yang positif terhadap kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA DP3A Kabupaten Malang. Pihak sekolah menilai kegiatan ini bermanfaat karena sebelumnya belum mengetahui secara pasti lokasi kantor UPTD PPA serta mengalami kesulitan mencari pemateri untuk edukasi materi perlindungan anak. Pihak SMPN 2 Pakis menyambut baik kegiatan penyebaran poster dan brosur, beliau menyatakan, ”Kalau saya sangat positif sekali alhamdulillah, karena kita juga nggak tahu adanya kantor tersebut disini, padahal itu dekat sekali dengan kita. Jadi dengan menginformasikan layanan kantor ini kan kita tahu, oh ternyata sekarang sudah dekat. Ketika ada apa-apa kita bisa konsultasi juga…”. Pihak sekolah SMPN 2 Pakis juga menyampaikan harapannya terhadap layanan UPTD PPA Kabupaten Malang agar dapat mengadakan edukasi via online, beliau menyatakan “Mungkin misalkan pihak UPT PPA DP3A Kabupaten Malang memiliki situs, nanti bisa memberikan edukasi-edukasi terkait kekerasan secara online. Kebetulan kan siswa sulit lepas dari hp, sehingga anak-anak bisa melihat melalui situs atau media sosial tersebut. Sehingga anak-anak menyadari apakah perilakunya termasuk perundungan dan sebagainya”. Respon positif juga disampaikan oleh pihak SMAN 1 Tumpang. Pihak sekolah menilai informasi layanan UPTD PPA Kabupaten Malang merupakan hal yang berharga dan relevan dengan kondisi sekolah, mengingat mayoritas siswa di SMAN 1 Tumpang adalah perempuan. Pihak SMAN 1 Tumpang menyampaikan, “Terima kasih yaa, saya pastikan ini sesuatu yang sangat berharga bagi kami. Dengan adanya informasi seperti ini, setidaknya kami dari sekolah bisa banyak belajar terkait pemberdayaan perempuan. Bagaimanapun juga siswa kami mayoritas adalah perempuan, sehingga dari sini kami bisa belajar bagaimana mengantisipasi dan menentukan langkah yang seharusnya dilakukan. Judulnya di sini sudah jelas, bukan hanya tentang menjadi perempuan, tetapi bagaimana berusaha menjadi perempuan yang tangguh. Tangguh itu pemahamannya luas. Saya membaca sepintas, tetapi sudah menarik dan justru menimbulkan banyak pertanyaan”. Lebih lanjut, pihak sekolah juga menyampaikan rencana tindak lanjut setelah diterimanya informasi tersebut, salah satunya dengan menghadirkan pemateri yang relevan dengan perlindungan perempuan dan anak sesuai dengan kondisi siswa. “Sepintas saya justru ingin mendatangkan pemateri. Materinya nanti bisa disesuaikan dengan kondisi siswa, karena ada banyak hal terkait perlindungan dan pemberdayaan perempuan serta anak-anak yang perlu disampaikan di sekolah ini”. Kegiatan penyebaran poster dan brosur layanan UPTD PPA Kabupaten Malang ini menjadi pengalaman belajar bagi mahasiswa KKM PSGAD 262 UIN Malang dalam memahami pentingnya peran sederhana di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga belajar melihat secara langsung bagaimana isu perlindungan perempuan dan anak direspons oleh lingkungan sekolah. Respons positif dari pihak sekolah dalam bentuk ketertarikan untuk mempelajari lebih lanjut layanan UPTD PPA serta harapan akan adanya tindak lanjut edukasi, menunjukkan bahwa informasi yang disampaikan relevan dengan kebutuhan sekolah. Bagi mahasiswa, pengalaman ini memberikan pemahaman bahwa kontribusi kecil seperti memperkenalkan layanan dan membuka jalur komunikasi dapat menjadi langkah awal yang bermakna dalam mendukung upaya perlindungan perempuan dan anak.