Thumbnail
4 months ago
Edukasi Lingkungan Sejak Dini, KKM UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena Pasang Papan Informasi “Tahukah Anda Berapa Lama Sampah Terurai?”

SYAFIRA ZAHRANI PUTRI

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang Kelompok 181 Candranawasena melaksanakan salah satu program kerja bertema kepedulian lingkungan melalui pembuatan dan pemasangan papan informasi sampahbertajuk “Tahukah Anda Berapa Lama Sampah Terurai?”. Program ini dilakukan sebagai bentuk edukasi sederhana namun berdampak dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak-anak, mengenai bahaya sampah anorganik yang sulit terurai. Papan informasi tersebut berisi penjelasan mengenai jenis-jenis sampah yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai di alam. Beberapa contoh yang dicantumkan di dalam papan informasi antara lain styrofoam yang tidak dapat terurai, botol plastik yang membutuhkan waktu sekitar 450 tahun, kaleng yang membutuhkan waktu sekitar 200 tahun, kemasan sachet sekitar 20 tahun, serta puntung rokok yang membutuhkan waktu sekitar 12 tahun untuk terurai. Melalui informasi tersebut, mahasiswa KKM berharap masyarakat dapat memahami bahwa sampah yang terlihat kecil dan sepele ternyata memiliki dampak besar bagi lingkungan dalam jangka panjang. Edukasi ini juga menjadi pengingat agar masyarakat mulai membiasakan diri untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, membuang sampah pada tempatnya, serta mendukung kegiatan pemilahan dan pengelolaan sampah. Program kerja papan informasi ini merupakan bagian dari upaya mahasiswa KKM Kelompok 181 Candranawasena dalam menumbuhkan budaya peduli lingkungan di Dusun Jambangan. Dengan adanya papan edukasi tersebut, diharapkan masyarakat lebih sadar bahwa menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan bijak adalah tanggung jawab bersama demi kelestarian lingkungan yang lebih baik.

Thumbnail
4 months ago
Kajian Ba’da Subuh & Maghrib: “Hidup adalah Perubahan”

FERDIAN SURYA AGUNG

(4 Januari 2026 – Masjid Ar-Ridlo Blimbing)       Dengan memohon ridha dan pertolongan Allah SWT, kami kembali mengikuti kegiatan kajian ba’da Subuh dan ba’da Maghrib yang disampaikan oleh Ustadz Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.Ag di Masjid Ar-Ridlo, Blimbing, Malang, pada Ahad, 5 Januari 2026. Sebagai bentuk kesungguhan dalam menuntut ilmu dan menjaga kedisiplinan ibadah, kami dari KKM 03 menginap sejak Sabtu malam di ruang sekretariat Masjid Ar-Ridlo, agar dapat mengikuti rangkaian kajian dan sholat berjamaah secara penuh. ? Suasana Kajian Ba’da Subuh Kajian pertama dilaksanakan ba’da Sholat Subuh berjamaah. Jamaah hadir sejak dini hari, memenuhi shaf dengan penuh ketenangan. Setelah sholat, Ustadz Kasuwi menyampaikan kajian dengan tema: “Hidup adalah Perubahan” Beliau menekankan bahwa kehidupan manusia tidak pernah statis. Setiap hari adalah proses berubah—baik menuju kebaikan atau sebaliknya—tergantung bagaimana seseorang menyikapi waktu, ujian, dan hidayah dari Allah SWT. Ustadz mengingatkan bahwa Islam hadir sebagai pedoman agar perubahan hidup selalu mengarah kepada ketaatan, bukan sekadar mengikuti arus zaman. ? Pesan Utama Kajian: Hidup adalah Proses Berubah Dalam kajiannya, beliau menyampaikan bahwa perubahan adalah sunnatullah. Tidak ada manusia yang tetap, kecuali Allah SWT. Yang menjadi persoalan bukanlah perubahan itu sendiri, melainkan arah perubahan tersebut. Beliau mengaitkan tema ini dengan hadis Rasulullah ﷺ: “Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang celaka.” (HR. Al-Hakim) Hadis ini menjadi pengingat kuat bahwa seorang muslim seharusnya terus memperbaiki diri, baik dalam ibadah, akhlak, maupun kontribusi sosial. Ustadz juga menegaskan bahwa perubahan tidak harus besar, tetapi harus konsisten dan bernilai ketaatan, seperti: Lebih tepat waktu dalam sholat Lebih sering membaca Al-Qur’an Mengurangi maksiat yang tersembunyi Menjaga lisan dan adab dalam pergaulan ? Kajian Ba’da Maghrib Kajian kedua dilaksanakan ba’da Sholat Maghrib berjamaah. Pada sesi ini, Ustadz kembali menguatkan pesan bahwa perubahan sejati dimulai dari hati dan niat. Beliau mengingatkan sabda Rasulullah ﷺ: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.” (HR. Muslim) Perubahan hidup tidak selalu terlihat dari luar, namun Allah menilai dari kesungguhan hati dan amal yang dilakukan. ?️ Sajian Kebersamaan Setelah kajian selesai, pihak masjid menyajikan kacang hijau dan ketan bagi jamaah yang hadir. Sajian sederhana ini menjadi pelengkap kebersamaan, mempererat silaturahmi antara jamaah, takmir, remaja masjid, dan mahasiswa KKM. Kami menikmati hidangan tersebut dengan penuh rasa syukur, sambil berbincang ringan dan memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan Masjid Ar-Ridlo.

Thumbnail
4 months ago
KKM Kelompok 84 UIN Malang Gelar Penyuluhan serta Pembagian Bibit Lele di Dampit

ANDRIAN WIJAYA

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 84 UIN Malang menggelar kegiatan penyuluhan sekaligus pembagian bibit lele kepada masyarakat di Jalan Demak, Kecamatan Dampit, pada Minggu (01/02/26). Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya mendorong pengembangan potensi ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa potensi ekonomi di wilayah Dampit tidak hanya terbatas pada sektor perkebunan dan pertanian, tetapi juga dapat dikembangkan melalui bidang peternakan, khususnya budidaya ikan lele. Melalui penyuluhan ini, masyarakat diperkenalkan dengan peluang usaha sederhana yang dapat dijalankan secara mandiri. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM memberikan penjelasan mengenai dasar-dasar budidaya lele, mulai dari persiapan kolam, perawatan, hingga potensi hasil yang dapat diperoleh. Setelah penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian bibit lele kepada warga sebagai bentuk dukungan nyata agar masyarakat dapat langsung mempraktikkan ilmu yang telah disampaikan. Masyarakat setempat menyambut baik kegiatan ini dan menunjukkan antusiasme terhadap penyuluhan yang diberikan. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam meningkatkan minat masyarakat terhadap usaha peternakan ikan sebagai alternatif penguatan ekonomi lokal. Melalui kegiatan penyuluhan dan pembagian bibit lele ini, KKM Kelompok 84 UIN Malang berharap masyarakat Dampit dapat lebih kreatif dan mandiri dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat. https://www.kompasiana.com/kkm84dampit1948/698ad051ed64150b2913eef2/kkm-kelompok-84-uin-malang-gelar-penyuluhan-serta-pembagian-bibit-lele-di-dampit  

Thumbnail
4 months ago
Satu Bulan Penuh Cerita: Catatan Perjalanan KKM di Tengah Tradisi Lombok

FITYANI PERENIA

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kami di Desa Sepakek pada bulan Januari ini terasa sangat istimewa. Entah karena kebetulan atau memang waktunya yang pas, kehadiran kami bertepatan dengan berbagai agenda besar desa. Mulai dari perayaan hari besar Islam, musim pernikahan, hingga momen duka warga terjadi secara berurutan. Hal ini membuat hari-hari kami tidak hanya diisi dengan program kerja formal di kantor desa atau sekolah, tetapi juga keterlibatan langsung dalam denyut kehidupan sosial warga yang sesungguhnya. Kesibukan kami dimulai tepat pada awal tahun. Lombok memang dikenal sebagai "Pulau Seribu Masjid", dan kami merasakan kebenarannya di sini. Desa Sepakek memiliki sembilan masjid yang tersebar di berbagai dusun, dan peringatan Isra Mi'raj tidak dilaksanakan serentak dalam satu malam saja, seperti yang sudah kami ceritakan di artikel kami sebelumnya(link). Namun, belum sempat kami beristirahat panjang dari safari Isra Mi'raj tersebut, desa kembali ramai dengan acara pernikahan. Bulan Januari ini tercatat ada tiga pernikahan yang digelar oleh warga. Di Lombok, persiapan pernikahan disebut dengan Begawe. Kami cukup terkejut melihat dapur umum acara hajatan di sini, yang ternyata bapak-bapaklah yang memegang kendali memasak nasi dan daging di kuali-kuali raksasa, dengan menu wajib Sayur Ares. Sementara itu, peran kami bersama para pemuda desa adalah membantu distribusi makanan. Kami bertugas mengantar hidangan Dulang tersebut ke hadapan para tamu undangan yang duduk melingkar di tempat-tempat yang sudah disediakan di sekitar halaman rumah dari tempat tersebut. Rasanya cukup melelahkan mondar-mandir membawa nampan berat, namun melihat kekompakan warga, rasa lelah itu tidak begitu terasa. Dari tiga pernikahan tersebut, dua di antaranya mengadakan tradisi Nyongkolan, dan kami berkesempatan mengikuti keduanya. Ini adalah pengalaman baru bagi kami. Nyongkolan adalah arak-arakan pengantin menuju rumah mempelai wanita yang diiringi musik tradisional seperti Gendang Beleq atau Kecimol. Kami ikut berjalan kaki di tengah barisan warga yang mengenakan pakaian adat, merasakan kemeriahan yang luar biasa. Melihat tradisi yang masih sangat lestari ini, kami sebagai anak muda yang besar di kota merasa kagum karena budaya lokal di sini masih dipegang teguh dan dijalankan dengan antusias. Rangkaian pengalaman kami di Desa Sepakek ini terakhir ada momen yang lebih emosional. Beberapa hari yang lalu, salah satu warga tetangga di dekat posko kami meninggal dunia. Suasana yang tadinya ramai oleh pesta, berubah menjadi syahdu penuh solidaritas. Tanpa dikomando, warga berdatangan untuk membantu keluarga yang berduka. Kami pun langsung turun tangan membantu mendirikan tenda dan menyusun kursi untuk para pelayat. Di sini, rangkaian doa dan tahlil biasanya berlangsung hingga hari ke-9 atau yang disebut Nyiwak. Setiap tamu yang datang selalu disuguhkan kopi hitam. Kami duduk bersama warga, menyeruput kopi, dan melihat bahwa gotong royong di desa ini tidak hanya hadir saat pesta pora, tetapi juga berdiri paling depan saat ada warga yang berduka. Satu bulan ini benar-benar membuka mata kami. Desa Sepakek bukan sekadar lokasi KKN, melainkan tempat belajar tentang arti kebersamaan yang sesungguhnya.

Thumbnail
4 months ago
Mahasiswa Kelompok 20 KKM UIN Malang Gelar Sosialisasi Parenting untuk Tingkatkan Kesehatan Mental Anak

KHARISMA ROMADHON EKA SAFITRI

MALANG Minggu, 18 Januari 2026 – Kelompok 20 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) "Luminara" dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan sosialisasi parenting pada Minggu, 18 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Al-Basyiroh, Perumahan Puri Cempaka II, Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang. Acara yang mengusung tema "Emotionally Healthy Parenting: Kesehatan Mental Anak Dimulai dari Kesehatan Emosional Orang Tua" ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya pengelolaan emosi dalam pola asuh. Mengingat kesehatan mental anak sangat dipengaruhi oleh lingkungan emosional yang diciptakan oleh orang tua di rumah. Sosialisasi ini menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh Rosidi, M.Pd., C.HT, yang merupakan Dosen Program Studi Psikologi, sebagai pemateri utama. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa orang tua perlu memiliki keterampilan sederhana dalam mengelola emosi agar dapat menciptakan hubungan yang hangat dan suportif dengan anak.   Kegiatan yang diikuti oleh warga sekitar Perumahan Puri Cempaka II ini berlangsung secara interaktif. Alur acara dimulai dengan pembukaan oleh MC pada pukul 09.00 WIB, dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, pemaparan materi inti selama 45 menit, hingga sesi diskusi tanya jawab yang dinamis. Sebagai penutup, panitia memberikan cenderamata kepada narasumber sebagai bentuk apresiasi atas ilmu yang dibagikan. Ketua Kelompok 20 KKM Luminara, Muhammad Alfin Nurullah, berharap melalui sosialisasi ini, para orang tua di wilayah Kedungkandang dapat lebih sadar akan kondisi psikis mereka sendiri demi masa depan mental anak-anak yang lebih baik. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan orang tua dalam mengikuti diskusi. Banyak peserta yang mengaku memperoleh wawasan baru terkait pentingnya komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, serta bagaimana menciptakan lingkungan rumah yang ramah terhadap kesehatan mental anak. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata peran mahasiswa sebagai agen perubahan di tengah masyarakat. Mahasiswa KKM Kelompok 20 UIN Malang berkomitmen untuk terus menghadirkan program-program edukatif yang bermanfaat dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sosialisasi parenting ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang dalam menciptakan generasi yang sehat mental, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan.

Thumbnail
4 months ago
Serah Terima Anggota KKM kelompok 113 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

NAYA NAZHIFA FIRDAUSI

Malang- Rabu, 24 Desember 2025, Kegiatan serah terima anggota Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 113 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dilaksanakan di Masjid Jami Ali Musthofa. Kegiatan ini menjadi tanda dimulainya masa pengabdian mahasiswa kepada masyarakat di lokasi KKM tersebut. Acara berlangsung dengan tertib dan sederhana, namun tetap terasa khidmat dan penuh makna. Masjid dipilih sebagai tempat kegiatan karena menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial masyarakat. Serah terima ini juga menjadi momen awal perkenalan mahasiswa dengan lingkungan sekitar. Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin hubungan yang baik antara mahasiswa dan masyarakat. Acara serah terima dihadiri oleh pengurus masjid Masjid Jami Ali Musthofa, Dosen Pembimbing Lapangan, serta seluruh anggota KKM Kelompok 113. Kehadiran berbagai pihak tersebut menunjukkan dukungan dan sambutan yang baik terhadap program KKM. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Masyarakat terlihat antusias menyambut kedatangan mahasiswa yang akan tinggal dan beraktivitas selama beberapa waktu ke depan. Mahasiswa KKM juga tampak bersemangat mengikuti seluruh rangkaian acara tersebut. Hal ini menjadi awal yang positif bagi pelaksanaan KKM. Dalam sambutannya, perwakilan dari KKM Kelompok 113 menyampaikan rasa terima kasih atas penerimaan yang diberikan oleh masyarakat. Mahasiswa menyadari bahwa keberhasilan KKM tidak lepas dari dukungan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, mereka berharap dapat bekerja sama dengan baik dalam setiap kegiatan yang akan dijalankan. Mahasiswa juga menyampaikan kesiapan untuk berbaur dan belajar langsung dari masyarakat. Selain mengabdi, KKM juga menjadi kesempatan untuk menambah pengalaman dan wawasan. Harapannya, kehadiran mahasiswa dapat memberikan manfaat nyata. Salah satu pengurus masjid turut menyampaikan sambutan dan arahan kepada mahasiswa KKM, berharap mahasiswa dapat menjaga sikap, etika, dan nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat. Selain itu, mahasiswa diharapkan aktif berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan dan sosial yang ada. Pihak desa juga membuka ruang diskusi dan kerja sama terkait program-program KKM yang akan dilaksanakan. Dukungan penuh diberikan agar kegiatan berjalan dengan lancar. Arahan tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa sebelum memulai aktivitas.   Prosesi serah terima dilakukan secara simbolis sebagai tanda penyerahan mahasiswa dari pihak kampus kepada pihak desa. Momen ini menjadi inti dari kegiatan serah terima anggota KKM. Dengan prosesi tersebut, mahasiswa secara resmi diterima untuk melaksanakan pengabdian di wilayah setempat. Serah terima ini juga menjadi bentuk kepercayaan yang diberikan kepada mahasiswa. Tanggung jawab yang diemban diharapkan dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya. Mahasiswa diingatkan untuk selalu menjunjung nilai kebersamaan dan kepedulian sosial. Setelah prosesi serah terima, acara dilanjutkan dengan doa bersama. Doa dipanjatkan agar seluruh kegiatan KKM Kelompok 113 dapat berjalan dengan lancar dan aman. Selain itu, diharapkan setiap program yang dijalankan membawa manfaat bagi masyarakat. Doa bersama juga menjadi simbol kebersamaan antara mahasiswa dan warga. Suasana terasa tenang dan penuh harapan. Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian acara serah terima. Dengan terlaksananya kegiatan serah terima ini, KKM Kelompok 113 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang siap melaksanakan program kerja yang telah direncanakan. Mahasiswa berharap dapat memberikan kontribusi positif selama masa pengabdian. Selain itu, pengalaman yang diperoleh diharapkan menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh anggota. Kegiatan KKM ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara kampus dan masyarakat. Melalui kerja sama yang baik, tujuan KKM dapat tercapai dengan optimal. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik hingga akhir masa KKM.