Thumbnail
5 months ago
Menelusuri Wajah Asli Desa Sepakek, Dari Kekayaan Alamnya Hingga Sejarahnya

AHMAD NASHIR ULWAN

LOMBOK TENGAH – Berbicara mengenai pariwisata dan potensi desa di Lombok Tengah, perhatian publik seringkali tersedot ke wilayah selatan dengan pesona sirkuit dan pantainya. Namun, jika melangkah ke arah utara, tepatnya di Kecamatan Pringgarata, terdapat sebuah desa yang menawarkan pesona berbeda. Desa itu bernama Desa Sepakek. Selama menjalani masa pengabdian Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di desa ini, kami menemukan bahwa Desa Sepakek bukan sekadar permukiman penduduk biasa. Desa ini adalah perpaduan utuh antara kemakmuran alam agraris, jejak sejarah infrastruktur masa lampau, serta kehidupan sosial masyarakat yang sangat harmonis di tengah perbedaan keyakinan. Berikut adalah ulasan mendalam mengenai profil, potensi, dan fakta-fakta unik yang ada di Desa Sepakek. Negeri Air yang Tak Pernah Kering Hal paling mencolok yang membedakan Desa Sepakek dengan desa-desa lain di Lombok Tengah bagian selatan adalah ketersediaan airnya. Jika di wilayah lain air sering menjadi kendala saat musim kemarau, Desa Sepakek justru dianugerahi kelimpahan sumber daya air sepanjang tahun. Secara geografis, desa ini dikelilingi oleh jaringan sungai kecil dan saluran irigasi teknis yang airnya sangat jernih dan deras. Suara gemericik air yang mengalir di parit-parit pinggir jalan desa menjadi musik alami yang menenangkan setiap hari. Keberadaan air yang melimpah ini menjadikan tanah di Desa Sepakek sangat subur dan lembap. Lanskap desa didominasi oleh hamparan persawahan terasering yang luas. Sejauh mata memandang, pengunjung akan disuguhkan pemandangan hijau yang menyejukkan mata, dengan latar belakang perbukitan yang asri. Udara di sini relatif lebih sejuk dibandingkan dataran rendah lainnya, menjadikan Sepakek tempat yang ideal untuk melepas penat dari hiruk-pikuk perkotaan. Jurang Sate: Terowongan Kuno di Balik Bukit Salah satu aset paling ikonik dan bernilai sejarah yang dimiliki Desa Sepakek adalah kawasan yang dikenal warga setempat sebagai Jurang Sate. Meski namanya terdengar seperti nama kuliner, Jurang Sate sejatinya adalah sebuah situs infrastruktur pengairan kuno. Di lokasi ini, terdapat sebuah terowongan air yang menembus bukit cadas. Berdasarkan penuturan tokoh masyarakat dan pengamatan fisik, terowongan ini diperkirakan merupakan peninggalan masa lampau—kemungkinan besar dibangun pada masa kolonial atau masa Kerajaan Karangasem yang berkuasa di Lombok—sebagai solusi rekayasa irigasi. Fungsi utama Jurang Sate sangat vital, yakni mengalirkan debit air yang besar dari sumber mata air di hulu bukit menuju hamparan sawah di wilayah hilir desa. Tanpa terowongan ini, mungkin pertanian di Desa Sepakek tidak akan sesubur sekarang. Selain fungsinya, Jurang Sate memiliki daya tarik visual yang eksotis. Mulut terowongan yang menganga di tebing, dikelilingi akar-akar pohon besar dan aliran air yang deras di bawahnya, menciptakan suasana yang misterius namun memukau. Lokasi ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah dan alam, di mana pengunjung bisa belajar tentang sistem irigasi tradisional (subak) sekaligus menikmati pemandangan alam. Dusun Taman Bali Salah satu fakta paling menarik dari Desa Sepakek terletak pada struktur demografinya. Di desa ini, toleransi bukan sekadar wacana, melainkan praktik hidup sehari-hari yang sudah berjalan puluhan tahun. Hal ini tercermin dari keberadaan Dusun Taman Bali. Sesuai namanya, Dusun Taman Bali adalah sebuah wilayah di dalam Desa Sepakek yang penduduknya 100% memeluk agama Hindu. Mereka bukanlah pendatang baru, melainkan warga asli yang telah menetap secara turun-temurun, membawa warisan budaya dan sejarah panjang hubungan antara Bali dan Lombok di masa lalu. Saat memasuki dusun ini, suasana kultural yang berbeda langsung terasa. Di setiap pekarangan rumah warga berdiri Sanggah atau tempat persembahyangan keluarga, serta ornamen-ornamen khas Hindu yang terjaga dengan baik. Yang luar biasa adalah hubungan sosial antara warga Dusun Taman Bali dengan warga dusun-dusun lain di Desa Sepakek yang mayoritas Muslim. Meskipun berbeda keyakinan dan cara beribadah, interaksi sosial mereka berjalan sangat cair dan rukun. Tidak ada pengkotak-kotakan dalam aktivitas sosial desa. Misalnya dalam kegiatan gotong royong. Saat desa mengadakan kerja bakti membersihkan jalan raya atau saluran irigasi, warga Dusun Taman Bali akan turun lengkap dengan peralatan kerjanya, berbaur dan bekerja bersama warga Muslim dari dusun lain, hingga makan bersama ketika kegiatan gotong royong itu sudah selesai Kerukunan ini juga terlihat saat perayaan hari besar. Warga saling menghormati perayaan keagamaan masing-masing. Warga Hindu menghormati suasana puasa Ramadan atau Maulid Nabi, begitu pula warga Muslim yang memberikan ketenangan saat warga Hindu merayakan Nyepi. Ini adalah bentuk kerukunan organik yang tumbuh dari rasa persaudaraan sesama warga Desa Sepakek. Kehidupan Sosial: Tradisi "Nyongkolan" Kopi dan Hajatan Karakteristik masyarakat Desa Sepakek secara umum dikenal sangat ramah, guyub, dan memegang teguh adat istiadat. Kehidupan sosial di sini masih sangat tradisional dalam artian positif. Menyuguhkan Kopi Salah satu tradisi yang paling kental adalah kebiasaan menjamu tamu. Di Desa Sepakek, kopi adalah simbol penghormatan. Setiap kali berkunjung ke rumah warga, hampir dipastikan tuan rumah akan segera menyeduh kopi. Bagi warga Sepakek, ngopi bukan sekadar minum, melainkan media komunikasi. Di hadapan segelas kopi itulah berbagai masalah desa dibicarakan, kabar keluarga dipertukarkan, dan keakraban dibangun. Menolak suguhan kopi kadang dianggap kurang sopan, sehingga tradisi ini terus lestari hingga sekarang. Solidaritas dalam Hajatan Semangat kebersamaan (gotong royong) juga terlihat jelas saat ada warga yang menggelar hajatan, baik itu pernikahan (beqawin), haul, maupun sunatan. Warga satu kampung, mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak, hingga remaja, akan datang membantu tanpa diminta. Ibu-ibu akan sibuk di dapur umum menyiapkan masakan dalam porsi besar, sementara bapak-bapak menyiapkan tenda dan perlengkapan. Tradisi saling bantu ini sangat meringankan beban pemilik acara dan mempererat tali silaturahmi. Ekonomi Desa: Lumbung Pangan dan Kuliner Lokal Dengan dukungan alam yang subur, roda perekonomian Desa Sepakek sebagian besar digerakkan oleh sektor pertanian. Desa ini merupakan salah satu lumbung pangan andalan di daerah Pringgarata. Komoditas utamanya adalah padi yang bisa dipanen hingga 2-3 kali dalam setahun berkat irigasi yang lancar. Selain padi, petani di sini juga menanam jagung dan palawija sebagai tanaman selingan. Pekarangan rumah warga juga sangat produktif, ditanami berbagai jenis buah-buahan tropis seperti pisang, nangka, durian, dan rambutan. Ketersediaan bahan pangan segar ini juga berpengaruh pada kuliner lokal. Desa Sepakek dikenal dengan sajian Plecing Kangkung. Kangkung yang tumbuh di aliran air sungai Sepakek memiliki tekstur batang yang renyah dan rasa yang manis, berbeda dengan kangkung yang ditanam di lahan kering. Desa Sepakek adalah potret desa yang lengkap dan mandiri. Ia memiliki fondasi ekonomi yang kuat dari sektor pertanian, memiliki aset sejarah yang bernilai lewat Jurang Sate, serta memiliki modal sosial yang tak ternilai harganya berupa kerukunan antarumat beragama. Bagi siapa pun yang ingin melihat bagaimana toleransi dirawat di akar rumput, atau ingin menikmati suasana pedesaan yang hijau dan asri, Desa Sepakek di Pringgarata adalah jawabannya.

Thumbnail
5 months ago
Sumber Daya Manusia (SDM) Menjadi Penopang Utama dalam Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan di Desa Wisata Nglebeng

ASDA RUKMANA DEWI

Landasan fundamental dalam pemberdayaan pariwisata adalah sumber daya manusia (SDM) yang tersedia. Dalam mengembangkan pariwisata berkelanjutan perlu adanya pengelola yang memiliki kapabilitas relevan. Oleh karena itu, perlu menyusun strategi dan upaya untuk meningkatkan kualitas SDM yang tersedia, salah satunya dengan menyelenggarakan sosialisasi tentang pemberdayaan pariwisata berbasis potensi dan partisipasi masyarakat. Dengan dukungan penuh dari pemerintah Desa Nglebeng, khususnya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Kelompok 190 menyelenggarkan seminar pariwisata sebagai upaya dalam menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang potensi wisata yang dimiliki desa setempat dan meningkatkan pemahaman tentang pemberdayaan pariwisata untuk mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan. Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber yang sudah berpengalaman di sektor pariwisata, yaitu Ibu Ririn Setyo Widihastutuik, S.Pd. Beliau menjabat sebagai Ketua Pengelola Desa Wisata Pandean, Sekretaris Pokdarwis Kabupaten Trenggalek, dan juga sebagai pendamping desa wisata. Lapisan masyarakat yang menjadi pelaku dalam pemberdayaan wisata ikut serta dalam acara tersebut, mulai dari anggota Pokdarwis, Kepala Dusun, hingga pelaku UMKM setempat. Seminar pariwisata tersebut membahas tentang beberapa poin utama, yaitu konsep dan pilar pariwisata berkelanjutan, tata kelola destinasi dan peran masyarakat, serta etika, dampak, dan prinsip ekowisata.  Seminar terselenggara dengan interaktif, para audiens antusias bertanya dan berdiskusi tentang materi yang telah disampaikan. Narasumber memberikan pemahaman sekaligus memberikan ide solusi inovatif atas permasalahan yang dihadapi Pokdarwis dalam mengelola tempat wisata setempat. Dengan adanya kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan kualitas SDM, seluruh lapisan masyarakat Desa Nglebeng diharapkan lebih menyadari terhadap potensi dari tempat wisata yang dimiliki serta memahami cara mengelola pariwisata agar memiliki daya tarik wisatawan yang tinggi dengan tetap memperhatikan  aspek lingkungan, ekonomi, sosial, dan budaya.    

Thumbnail
5 months ago
KKM 81 Abhinaya Bhakti Selenggarakan Gema Isra’ Mi’raj Bernuansa Edukatif di SDN 2 Ngadilangkung

IZZUL MUKARROMAH

Kegiatan Gema Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026 di SDN 2 Ngadilangkung. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 1 hingga 6, didampingi oleh dewan guru dan mahasiswa KKM 81 Abhinaya Bhakti sebagai panitia pelaksana. Acara diawali dengan sholat dhuha berjamaah dan istighosah, dilanjutkan dengan penampilan banjari, pembukaan oleh MC, sambutan Ketua KKM, serta sambutan Kepala Sekolah yang sekaligus membuka rangkaian perlombaan. Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai lomba bernuansa edukatif dan religius, seperti lomba adzan, puisi, pildacil, mewarnai, dan fashion show. Setiap lomba dilaksanakan di tempat yang telah ditentukan dan didampingi oleh dewan juri dari guru dan mahasiswa KKM 81 Abhinaya Bhakti. Suasana kegiatan berlangsung meriah dan semua guru, siswa dan panitia pelaksana terlihat antusias dengan kegiatan ini. Lomba fashion show menjadi salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian karena dipandu oleh MC informal, kegiatannya di laksanakan di lapangan sekolah dan di saksikan oleh semua siswa dan guru. Sementara itu, lomba-lomba lainnya berlangsung dengan suasana yang kondusif dan penuh semangat di setiap kelas-kelas yang telah ditentukan. Para siswa mengikuti setiap rangkaian kegiatan lomba dengan penuh semangat, guru dan mahasiswa KKM 81 turut aktif mendampingi serta memastikan kegiatan berjalan dengan baik dan tetap kondusif. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga membuka ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat, melatih keberanian, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap nilai-nilai islam. Kehadiran mahasiswa KKM sebagai panitia dan juri turut menciptakan suasana kolaboratif antara sekolah dan mahasiswa dalam mendukung kegiatan berkarakter di lingkungan sekolah. Pengumuman juara dan pembagian hadiah lomba dijadwalkan dan dilaksanakan pada Senin, 26 Januari 2026. Melalui kegiatan Gema Isra’ Mi’raj ini, KKM 81 Abhinaya Bhakti berharap nilai-nilai keimana, kedisiplinan, dan akhlak mulia dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari keseharian siswa SDN 2 Ngadilangkung.    

Thumbnail
5 months ago
Guncang Kuala Lumpur! Mahasiswa KKM UIN Malang Bedah Masa Depan Islamic Banking Bersama Affin Islamic Bank Berhad

FATHAN CHOIRUL NIZAR

Kuala Lumpur, Malaysia I Serulingmedia.com — Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang yang tengah menjalankan program internasional di Kuala Lumpur menunjukkan kiprah akademik kelas global. Mereka mengikuti kunjungan akademik dan diskusi strategis bersama Affin Islamic Bank Berhad guna memperdalam pemahaman tentang praktik dan perkembangan Islamic banking di Indonesia dan Malaysia. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu (14/1/2026). Rombongan mahasiswa KKM UIN Malang disambut langsung oleh Ustadzah Liyana yang kemudian mengarahkan peserta menuju ruang pertemuan utama. Kegiatan ini menjadi ajang pertukaran gagasan lintas negara melalui presentasi dan dialog mendalam seputar sistem perbankan syariah. Sesi pemaparan utama disampaikan oleh Mohamad Fakhruddin Abdul Razak, Kepala Departemen Syariah Affin Islamic Bank Berhad. Dalam paparannya, ia menjelaskan secara komprehensif penerapan perbankan syariah di Malaysia, mulai dari kerangka regulasi, tata kelola syariah, hingga inovasi produk yang terus dikembangkan untuk menjawab tantangan zaman. Menurut Mohamad Fakhruddin Abdul Razak, perkembangan Islamic banking di kawasan Asia Tenggara menunjukkan potensi besar untuk terus tumbuh seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap sistem keuangan berbasis nilai dan keadilan. Ia menegaskan bahwa kolaborasi akademik lintas negara memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul di bidang ekonomi syariah. “Diskusi seperti ini sangat strategis karena mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga memahami praktik nyata perbankan syariah yang diterapkan di berbagai negara. Indonesia dan Malaysia memiliki kekuatan masing-masing yang dapat saling melengkapi dalam pengembangan Islamic banking di masa depan,” ujarnya. Sementara itu, mahasiswa KKM UIN Malang mempresentasikan perkembangan Islamic banking di Indonesia. Materi yang disampaikan meliputi prinsip dasar perbankan syariah, ragam produk keuangan syariah, serta peran strategis bank syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Diskusi berlangsung dinamis dan interaktif. Mahasiswa dan pihak Affin Islamic Bank Berhad saling bertukar pandangan mengenai persamaan dan perbedaan praktik perbankan syariah di kedua negara, tantangan global yang dihadapi industri keuangan syariah, hingga peluang kolaborasi dan pengembangan Islamic banking di masa depan. Keberagaman latar belakang pendidikan mahasiswa turut memperkaya jalannya diskusi dengan perspektif lintas disiplin. Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga memberikan pengalaman nyata tentang peran Islamic banking sebagai bagian penting dari sistem sosial dan ekonomi global. Melalui kunjungan akademik ini, mahasiswa KKM UIN Malang diharapkan mampu membawa pulang pengetahuan dan perspektif internasional yang akan memperkuat kontribusi mereka dalam pengembangan ekonomi syariah di Indonesia.( Eno)

Thumbnail
5 months ago
MENGAWALI PENGABDIAN "UIN MALANG GELAR PELEPASAN KKM SEMESTER GANJIL 2025/2026"

AMALIA KHUSNATUR ROHMANA

ARDHACITTA - (23/12/2025) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang secara resmi melepas peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) untuk Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 dalam upacara yang berlangsung di Lapangan Utama kampus pada pagi hari ini. Kegiatan dimulai pukul 07.30 dan berjalan hingga selesai dengan protokol penyelenggaraan yang teratur.   Pelepasan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 secara resmi dibuka oleh Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si. Kegiatan pembukaan berlangsung di Lapangan Utama UIN Malang dan disaksikan oleh jajaran dosen pembimbing lapangan serta seluruh peserta KKM. Pelepasan kali ini digelar oleh lembaga terkait di UIN Malang sebagai tanda dimulainya pengabdian mahasiswa di berbagai wilayah penempatan. Acara dihadiri oleh pejabat kampus, dosen pendamping lapangan (DPL), serta ratusan mahasiswa peserta KKM yang siap diterjunkan. Menurut keterangan resmi penyelenggara, program KKM tahun ini menekankan pada kebermanfaatan dan dampak nyata bagi masyarakat setempat; peserta diharapkan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga memberi kontribusi pemberdayaan. Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) dan pihak kampus mendorong mahasiswa untuk menjaga sikap, keselamatan, serta koordinasi yang baik dengan perangkat desa dan DPL. Jumlah peserta yang dilepas pada periode ini mencapai ribuan mahasiswa, menunjukkan skala besar program pengabdian yang menjadi bagian penting dari kurikulum dan pengalaman lapangan UIN Malang. Panitia berharap seluruh peserta dapat menjalankan program kerja yang telah disusun dengan profesional dan bertanggung jawab. Dengan dilepasnya mahasiswa pada hari ini, UIN Malang kembali menegaskan komitmennya pada penguatan pengalaman pembelajaran berbasis pengabdian masyarakat. Semua pihak berharap seluruh peserta kembali dengan pengalaman yang memperkaya kompetensi akademik dan sosial mereka.  

Thumbnail
5 months ago
Mahasiswa KKN Gelar Sosialisasi Anti Bullying di Tiga Sekolah Desa Ngadireso

AMIROTUN NABILAH

Ngadireso, Poncokusumo -- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program kerja berupa sosialisasi anti-bullying di tiga sekolah dasar yang berada di Desa Ngadireso, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini dilaksanakan di MI, SDN 1 Ngadireso, dan SDN 2 Ngadireso dengan tujuan meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya saling menghargai dan mencegah perilaku perundungan sejak dini. Kegiatan sosialisasi dikemas secara interaktif dan menyenangkan agar mudah dipahami oleh siswa. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari Kepala Sekolah masing-masing sekolah serta Ketua Pelaksana dari tim KKN. Dalam sambutannya, pihak sekolah menyampaikan apresiasi atas kepedulian mahasiswa KKN dalam mengangkat isu bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah. Materi sosialisasi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan usia siswa. Mahasiswa menjelaskan pengertian bullying, jenis-jenis bullying (verbal, fisik, dan sosial), dampak yang ditimbulkan bagi korban, serta cara mencegah dan mengatasinya. Untuk memperkuat pemahaman siswa, tim KKN juga menayangkan video pendek tentang bullying yang menggambarkan dampak nyata dari perilaku tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan juga diselingi dengan berbagai permainan edukatif (games) yang bertujuan menanamkan nilai empati, kerja sama, dan rasa saling menghargai antar teman. Antusiasme siswa terlihat jelas saat mereka aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti permainan yang diberikan. Salah satu sesi yang paling menyentuh adalah sesi renungan. Dalam suasana yang lebih tenang, siswa diajak untuk memahami bagaimana perasaan seseorang yang menjadi korban bullying. Momen ini membuat banyak siswa lebih reflektif dan menyadari bahwa candaan yang berlebihan dapat melukai perasaan orang lain. Sebagai bentuk apresiasi, di akhir kegiatan dilakukan pembagian sertifikat kepada para pemateri dari tim KKN. Kegiatan ditutup dengan harapan agar seluruh siswa dapat menjadi pelopor anti-bullying di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Melalui program kerja ini, mahasiswa KKN berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak di Desa Ngadireso. Sosialisasi ini bukan hanya sekadar kegiatan satu kali, tetapi menjadi langkah awal dalam membangun budaya saling menghargai dan peduli antar sesama. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan siswa semakin berani berkata tidak pada bullying dan berani melapor jika melihat atau mengalami perundungan, sehingga tercipta generasi yang lebih peduli, empatik, dan berkarakter positif.