Thumbnail
3 months ago
Sosialisasi Program Kerja dan Pengenalan Lingkungan SDN Daleman 1

CHAIRIL ANWAR FAHROZI

Mahasiswa KKM Mandiri Gravia melaksanakan kegiatan sosialisasi di SDN Daleman 1 pada Sabtu, 3 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian yang bertujuan untuk mewujudkan kedekatan dengan lingkungan pendidikan sekaligus mengenal kondisi sekolah secara langsung. Kedatangan siswa KKM Mandiri Gravia disambut dengan hangat oleh pihak sekolah, baik oleh jajaran guru maupun para siswa. Sambutan tersebut menciptakan suasana yang ramah dan penuh antusiasme, sehingga kegiatan sosialisasi dapat berlangsung dengan lancar dan nyaman.      Dalam kesempatan tersebut, siswa juga diajak berkeliling untuk mengenal lebih dekat fasilitas yang dimiliki oleh SDN Daleman 1. Pihak sekolah dengan terbuka memperkenalkan lingkungan belajar serta sarana pendukung yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. SDN Daleman 1 memiliki sistem kelas paralel pada sebagian besar tingkat kelas. Namun, untuk kelas 2 dan kelas 5, pembelajaran dilaksanakan dalam satu kelas gabungan karena keterbatasan jumlah siswa belajar. Kondisi ini menjadi gambaran nyata dinamika pendidikan dasar di wilayah tersebut.      Adapun fasilitas sekolah yang tersedia cukup lengkap dan mendukung kegiatan belajar mengajar. Sekolah ini memiliki perpustakaan, UKS, ruang kantor, ruang kepala sekolah, lapangan sepak bola, lapangan voli, kamar mandi, kantin, serta aula yang luas yang sering digunakan untuk kegiatan bersama. Melalui kegiatan sosialisasi ini, mahasiswa KKM Mandiri Gravia memperoleh pemahaman awal mengenai kondisi lingkungan sekolah, baik dari segi fasilitas maupun sistem pembelajaran. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar dalam merancang program kerja yang relevan dan bermanfaat bagi pihak sekolah.

Thumbnail
3 months ago
Isra’ Mi’raj Meneguhkan Iman dan Menguatkan Moderasi Beragama

SALSABILA SEILMA MAULIDIA

Setiap tahun, umat Islam memperingati Isra’ Mi’raj sebagai salah satu mukjizat terbesar dalam sejarah kenabian. Perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, yang dilanjutkan dengan kenaikan ke Sidratul Muntaha, bukan sekadar kisah heroik tentang kecepatan dan dimensi. Di balik peristiwa spektakuler ini, tersimpan pesan mendalam tentang keseimbangan (tawazun) yang menjadi inti dari moderasi beragama. Makna Isra’ Mi’raj: Ibadah yang Mengajarkan Keseimbangan Isra’ Mi’raj adalah simbol harmoni antara dimensi vertikal dan horizontal. Perintah salat lima waktu yang diterima Nabi dalam peristiwa tersebut merupakan titik temu antara kebutuhan spiritual manusia dengan realitas sosial di bumi. Dalam konteks moderasi, Isra’ Mi’raj mengajarkan bahwa kesalehan individu tidak boleh dipisahkan dari kesalehan sosial. Seseorang yang "naik" menemui Sang Pencipta melalui salat, harus kembali "turun" ke bumi membawa rahmat bagi sesama. Salat yang benar tidak hanya menjauhkan diri dari kekejian, tetapi juga melahirkan pribadi yang tenang, penuh empati, dan menghargai keberadaan orang lain. Inilah esensi dari keseimbangan: kita tidak boleh terlalu ekstrem dalam mengejar urusan langit hingga melupakan kemanusiaan, dan sebaliknya. Isra’ Mi’raj dan Moderasi: Merawat Ukhuwah dalam Keberagaman Perjalanan Nabi dari Makkah ke Yerusalem (Isra’) melintasi batas geografis dan budaya. Masjidil Aqsa, yang menjadi titik transit, adalah tempat yang sarat sejarah bagi berbagai umat beragama. Hal ini memberikan sinyal kuat bahwa Islam hadir dalam ruang yang inklusif dan menghormati jejak kenabian sebelumnya. Dalam kehidupan berbangsa yang majemuk, semangat Isra’ Mi’raj dapat kita terjemahkan ke dalam tiga pilar moderasi: Komitmen Kebangsaan: Meneladani Nabi yang mencintai tanah airnya dan menghargai titik-titik suci di bumi. Toleransi: Memahami bahwa perbedaan adalah sunnatullah. Sebagaimana langit memiliki banyak lapisan, manusia juga memiliki keragaman latar belakang. Anti-Kekerasan: Perjalanan spiritual ini membawa pesan kedamaian. Moderasi beragama mengajak kita untuk menyelesaikan perbedaan dengan dialog, bukan dengan paksaan atau kebencian. Merawat Persaudaraan (Ukhuwah) Meneguhkan iman melalui Isra’ Mi’raj berarti memperkuat kembali tekad kita untuk menjadi pribadi yang "tengah-tengah" (wasathiyah). Kita diingatkan untuk merawat Ukhuwah Islamiyah (persaudaraan sesama Muslim), Ukhuwah Wathaniyah (persaudaraan sebangsa), dan Ukhuwah Basyariyah (persaudaraan sesama manusia). Dengan memahami Isra’ Mi’raj secara substantif, kita tidak hanya merayakannya sebagai seremoni rutin. Kita menjadikannya momentum untuk melakukan "Mi’raj" mental—meninggalkan perilaku intoleran dan naik menuju derajat manusia yang membawa kedamaian bagi semesta alam (Rahmatan lil 'Alamin).  

Thumbnail
3 months ago
Penutupan KKM 85 MITSEVA Desa Pojok Dirangkaikan dengan Peluncuran Aplikasi Sigap Pojok

MUHAMMAD SALMAN ALFARISI

Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 85 MITSEVA resmi ditutup pada Selasa, 3 Februari 2026, bertempat di Gedung Serbaguna Desa Pojok. Acara penutupan ini menjadi penanda berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus momentum istimewa dengan diluncurkannya sebuah inovasi digital bertajuk "Sigap Pojok". Peluncuran aplikasi Sigap Pojok menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut. Acara ini turut dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Kapolsek setempat, Bapak Camat, Ibu PJ Kepala Desa Pojok, serta jajaran perangkat desa lainnya. Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut menunjukkan dukungan nyata terhadap inisiatif mahasiswa dalam menghadirkan solusi berbasis teknologi bagi masyarakat desa. Sigap Pojok hadir sebagai aplikasi kentongan digital yang dirancang untuk memperkuat sistem keamanan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial warga Desa Pojok. Aplikasi ini memungkinkan masyarakat untuk saling terhubung secara cepat dalam situasi darurat, sehingga respons terhadap potensi gangguan keamanan dapat dilakukan lebih sigap dan terkoordinasi. Inovasi yang digagas oleh mahasiswa KKM 85 MITSEVA ini mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan para tamu undangan. Dalam kesempatan tersebut, para petinggi desa menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan kontribusi mahasiswa, serta menyatakan komitmen untuk mendukung pengembangan aplikasi Sigap Pojok ke depannya agar dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat. Selain menjadi ajang peresmian aplikasi, kegiatan penutupan KKM juga diisi dengan penyampaian kesan dan pesan, refleksi perjalanan pengabdian, serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya program KKM. Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai akhir kegiatan, menandai terjalinnya hubungan yang erat antara mahasiswa dan warga Desa Pojok. Melalui penutupan ini, KKM 85 MITSEVA berharap seluruh program yang telah dijalankan, termasuk hadirnya aplikasi Sigap Pojok, dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat. Pengabdian ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan desa mampu melahirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan lokal, sekaligus memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat.

Thumbnail
3 months ago
Langkah Kecil, Kenangan Besar: Jalan Pagi Bersama Ibu Uum

ADINDA NUR AZIZAH

Selama pelaksanaan KKM, kami melaksanakan program yang bermanfaat dengan mengunjungi rumah calon jamaah haji untuk memberikan intervensi berupa edukasi, pemeriksaan kesehatan, dan aktivitas fisik. Kegiatan ini memberikan peng.alaman yang berharga karena memungkinkan kami berinteraksi langsung dengan calon jamaah haji serta memberikan dukungan kesehatan yang diperlukan. Di tengah rangkaian kegiatan tersebut, terdapat pengalaman yang paling berkesan bagi saya, yaitu jalan pagi bersama Ibu Uum. Suasana pagi yang sejuk dan lingkungan yang dikelilingi bunga-bunga indah memberikan kesan yang menenangkan. Perjalanan kami dimulai dengan mengunjungi Mitra Flora, tempat yang memamerkan berbagai jenis bunga yang menarik dan indah, kemudian dilanjutkan ke pasar bunga yang menjual berbagai macam bunga dengan warna dan bentuk yang menawan. Selain menikmati keindahan alam, kami juga melakukan sarapan pagi bersama sambil berdiskusi dan bertukar cerita. Kegiatan jalan pagi ini memberikan kesempatan untuk bersosialisasi dan mempererat hubungan, sehingga meninggalkan kesan yang spesial dan berkesan selama KKM

Thumbnail
3 months ago
Kegiatan Persera di MI Miftahul Ulum Dawuhan Berlangsung Khidmat dan Tertib, Tanamkan Nilai Kepramukaan Sejak Dini

MAHERA YOGI SAPUTRI

MI Miftahul Ulum Dawuhan menyelenggarakan kegiatan Persera (Perkemahan Selasa–Rabu) yang diikuti oleh siswa kelas IV, V, dan VI sebagai bagian dari upaya pembinaan karakter, kedisiplinan, serta penguatan nilai-nilai kepramukaan. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat dan tertib, serta mendapat sambutan positif dari seluruh warga sekolah. Rangkaian acara diawali dengan upacara apel pembukaan yang dilaksanakan secara tertib dan penuh semangat. Dalam amanat pembukaan, pihak sekolah menekankan pentingnya kegiatan kepramukaan sebagai sarana pembentukan sikap tanggung jawab, kerja sama, serta kemandirian siswa dalam kehidupan sehari-hari. Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan berbagai materi kepramukaan, di antaranya pengenalan dasar-dasar organisasi Pramuka, kedisiplinan baris-berbaris, serta praktik tali-temali yang melatih ketelitian, kesabaran, dan kerja tim. Materi disampaikan secara edukatif dan aplikatif, sehingga siswa tidak hanya memahami secara teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung di lapangan. Salah satu agenda yang paling dinantikan adalah kegiatan jurit malam, yang dirancang sebagai wahana pembelajaran karakter melalui keberanian, kebersamaan, dan kepemimpinan. Dengan pendampingan guru dan panitia, kegiatan ini berlangsung aman dan tertib, serta meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Rangkaian Persera ditutup dengan apel penutupan yang dilaksanakan secara khidmat, dilanjutkan dengan pembagian doorprize sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi, kedisiplinan, dan semangat siswa selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pihak sekolah berharap melalui kegiatan Persera ini, para siswa tidak hanya memperoleh pengalaman berkemah, tetapi juga mampu menginternalisasi nilai-nilai luhur kepramukaan seperti gotong royong, kepedulian, tanggung jawab, serta rasa cinta terhadap lingkungan dan sesama. Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MI Miftahul Ulum Dawuhan terus berkomitmen menghadirkan program-program edukatif yang membangun karakter generasi muda yang berakhlak mulia, mandiri, dan berdaya saing di masa depan.

Thumbnail
3 months ago

SUN DINA SABILA NAJA