MOCHAMAD HANIF ARROYYAN AMZI
Hasil akhir incinerator (Rocket Stove) atau tungku pembakaran sampah yang siap digunakan oleh masyarakat Dusun Sumbersari. Berikut Hasil Rendering Dari Pembangunan Incinerator (Rocket Stove) Sebelum Pembangunan: ?https://drive.google.com/file/d/154YoiCZwnzUmEMRn-CQzKzo0hlPU3LjH/view?usp=drivesdk Upaya menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan oleh anggota KKM Nawasena 97 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dusun Sumbersari. Salah satu program yang dilaksanakan adalah pembangunan incinerator (Rocket stove) atau tungku pembakaran sampah serta pembuatan plang edukasi sampah. Pembangunan incinerator dilakukan secara gotong royong bersama pemuda Dusun Sumbersari. Prosesnya dimulai dari pengadukan bahan bangunan hingga penyusunan bata, yang dikerjakan bersama sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Incinerator ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana dalam pengelolaan sampah yang sulit terurai. Selain pembangunan incinerator, anggota KKM Nawasena 97 juga membuat plang edukasi sampah. Plang ini berisi informasi tentang jenis sampah dan waktu penguraiannya di alam. Proses pembuatan plang dilakukan bersama, mulai dari pemotongan bahan, pengecatan, hingga pemasangan di lokasi yang mudah dilihat oleh warga. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Dusun Sumbersari semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Gotong royong antara mahasiswa dan pemuda desa menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
NURMASYITAH
Dalam konteks persiapan ibadah haji, aspek Istitha'ah Kesehatan sering kali menjadi tantangan terbesar bagi calon jemaah, mengingat beratnya aktivitas fisik yang harus dijalani di Tanah Suci. Berangkat dari kesadaran akan urgensi tersebut, saya bersama rekan-rekan KKM Unggulan Fakultatif FKIK UIN Malang Kelompok 9 merancang sebuah program pendampingan kesehatan yang holistik bagi tiga Calon Jemaah Haji (CJH) di lokasi pengabdian kami. Fokus utama kami bukan sekadar pemantauan Kesehatan & intervensi Kesehatan melalui media, melainkan pada pembentukan strategi intervensi yang adaptif dan berkelanjutan, serta manajemen aktivitas fisik yang dapat dilakukan secara mandiri. Implementasi strategi Nature Walk menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena inisiatif proaktif justru datang dari Bapak Almustain. Beliau secara antusias mengajak kami untuk menelusuri desa melalui aktivitas jalan pagi. Rute eksplorasi kami melewati jalur dengan kontur perbukitan yang cukup ekstrem dan menantang. Udara sejuk yang kaya oksigen, pemandangan asri desa yang sangat memukau membuat semangat pantang mundur. Di bawah pimpinan langkah beliau, kami menempuh jarak 4,24 km dalam durasi 42 menit. Bagi saya pribadi, ini adalah pengalaman perdana berolahraga di medan perbukitan yang memberikan rasa lega dan syukur mendalam; melihat bagaimana Bapak Almustain begitu semangat memimpin perjalanan menjadi validasi nyata atas ketahanan fisik beliau yang luar biasa. Kami juga mengimplementasikan strategi kedua berupa home-based exercise yang kami beri tajuk "Hajj Fit Workouts for Obese". Program ini dipraktikkan secara intensif di kediaman Ibu Umi dan Ibu Rohmatul. Sebagai pemandu program, saya merancang gerakan senam ini berdasarkan riset dengan prinsip low impact namun efektif dalam pembakaran kalori, sehingga aman bagi individu dengan berat badan berlebih dan minim risiko cedera sendi. Tujuannya adalah menciptakan rutinitas yang inklusif dan fleksibel. Hal ini terbukti dari respons Ibu Rohmatul, seorang guru dengan mobilitas tinggi, yang menyampaikan bahwa senam ini sangat bermanfaat secara personal karena durasinya yang efisien memungkinkan beliau untuk tetap berolahraga di tengah padatnya aktivitas mengajar sehari-hari. Demikian rangkaian program ini diharapkan tidak berhenti seiring berakhirnya masa KKM kami. Esensi dari program ini adalah keberlanjutan (sustainability), di mana pola hidup sehat yang telah terbentuk dapat terus diterapkan secara mandiri oleh Bapak Almustain, Ibu Umi, dan Ibu Rohmatul hingga keberangkatan mereka ke Tanah Suci, bahkan setelah kembali ke tanah air. Intervensi kesehatan ini adalah bentuk kontribusi akademis sekaligus sosial kami dalam mempersiapkan fisik jemaah agar dapat menunaikan ibadah dengan khusyuk dan prima.
VINA JAYA AULIAH
Hasil akhir incinerator (Rocket Stove) atau tungku pembakaran sampah yang siap digunakan oleh masyarakat Dusun Sumbersari. Berikut Hasil Rendering Dari Pembangunan Incinerator (Rocket Stove) Sebelum Pembangunan: ?https://drive.google.com/file/d/154YoiCZwnzUmEMRn-CQzKzo0hlPU3LjH/view?usp=drivesdk Upaya menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan oleh anggota KKM Nawasena 97 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dusun Sumbersari. Salah satu program yang dilaksanakan adalah pembangunan incinerator (Rocket stove) atau tungku pembakaran sampah serta pembuatan plang edukasi sampah. Pembangunan incinerator dilakukan secara gotong royong bersama pemuda Dusun Sumbersari. Prosesnya dimulai dari pengadukan bahan bangunan hingga penyusunan bata, yang dikerjakan bersama sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Incinerator ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana dalam pengelolaan sampah yang sulit terurai. Selain pembangunan incinerator, anggota KKM Nawasena 97 juga membuat plang edukasi sampah. Plang ini berisi informasi tentang jenis sampah dan waktu penguraiannya di alam. Proses pembuatan plang dilakukan bersama, mulai dari pemotongan bahan, pengecatan, hingga pemasangan di lokasi yang mudah dilihat oleh warga. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Dusun Sumbersari semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Gotong royong antara mahasiswa dan pemuda desa menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
KHAMALIA BAROROH PUTRI MIYADI
Hasil akhir incinerator (Rocket Stove) atau tungku pembakaran sampah yang siap digunakan oleh masyarakat Dusun Sumbersari. Berikut Hasil Rendering Dari Pembangunan Incinerator (Rocket Stove) Sebelum Pembangunan: ?https://drive.google.com/file/d/154YoiCZwnzUmEMRn-CQzKzo0hlPU3LjH/view?usp=drivesdk Upaya menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah terus dilakukan oleh anggota KKM Nawasena 97 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dusun Sumbersari. Salah satu program yang dilaksanakan adalah pembangunan incinerator (Rocket stove) atau tungku pembakaran sampah serta pembuatan plang edukasi sampah. Pembangunan incinerator dilakukan secara gotong royong bersama pemuda Dusun Sumbersari. Prosesnya dimulai dari pengadukan bahan bangunan hingga penyusunan bata, yang dikerjakan bersama sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat setempat. Incinerator ini diharapkan dapat menjadi solusi sederhana dalam pengelolaan sampah yang sulit terurai. Selain pembangunan incinerator, anggota KKM Nawasena 97 juga membuat plang edukasi sampah. Plang ini berisi informasi tentang jenis sampah dan waktu penguraiannya di alam. Proses pembuatan plang dilakukan bersama, mulai dari pemotongan bahan, pengecatan, hingga pemasangan di lokasi yang mudah dilihat oleh warga. Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat Dusun Sumbersari semakin sadar akan pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Gotong royong antara mahasiswa dan pemuda desa menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
SYAUQI AHMAD SAHNON
Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) merupakan wujud nyata sinergi antara kampus dan masyarakat. Di Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, mahasiswa dari kelompok KKM-158 Girinadiwana melaksanakan program pengabdian masyarakat yang komprehensif dan terstruktur, mencakup aspek keagamaan, pendidikan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi warga desa. Rangkaian kegiatan dimulai dengan orientasi wilayah dan silaturahmi dengan kepala desa serta ketua RT. Mahasiswa menyesuaikan program kerja dengan kebutuhan masyarakat desa sehingga dampaknya terasa langsung dan relevan. Selain itu, mereka juga aktif dalam kegiatan kerja bakti membantu warga mengatasi masalah seperti dampak longsor di beberapa dusun. Salah satu fokus utama program adalah pendidikan. Mahasiswa rutin mendampingi kegiatan belajar di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) setempat. Pembelajaran di TPQ diarahkan secara bertahap, mulai dari kemampuan membaca Al-Qur’an, perbaikan tajwid, hingga praktik langsung yang membuat santri merasa nyaman dan interaktif. Di MI, kehadiran mahasiswa juga membantu kegiatan belajar mengajar, termasuk kegiatan ekstrakurikuler seperti kepramukaan. Selain pada bidang pendidikan, mahasiswa KKM-158 juga berkontribusi besar dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Mereka melakukan pendataan UMKM lokal — seperti usaha roti, tempe, tahu, dan toko kecil — serta memfasilitasi pemetaan lokasi usaha di Google Maps dan pelatihan penggunaan QRIS sebagai sarana transaksi digital. Pendekatan ini sejalan dengan tren digitalisasi yang juga didorong oleh program serupa di daerah lain untuk meningkatkan visibilitas usaha dan memperluas pasar UMKM di desa. Tak hanya itu, semangat pengabdian masyarakat juga tercermin dalam kegiatan keagamaan dan sosial. Mahasiswa membantu persiapan peringatan Isra’ Mi’raj yang diselenggarakan di MI Desa Plumpung, lengkap dengan lomba dan kegiatan bernuansa religius yang berjalan meriah bersama warga dan siswa. Pada kesempatan ini, juga diadakan pelatihan keterampilan digital bagi ibu-ibu PKK, untuk menambah wawasan mereka dalam ekonomi kreatif berbasis digital. Keterlibatan mahasiswa tidak berhenti di situ — mereka juga mendukung kegiatan Posyandu, pemasangan papan informasi desa, bahkan penyerahan tempat sampah sebagai bentuk dukungan terhadap kebersihan lingkungan. Seluruh kegiatan ditutup dengan penuh rasa kebersamaan, doa bersama, dan penyerahan kenang-kenangan kepada masyarakat. Dengan pendekatan menyeluruh yang melibatkan pendidikan, digitalisasi ekonomi, dan pemberdayaan sosial, program KKM-158 Girinadiwana di Desa Plumpung menjadi contoh bahwa keberhasilan pengabdian tidak hanya diukur dari satu kegiatan saja, tetapi dari manfaat luas yang dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat desa.
SOFI SENNIA
Pada hari kedua peringatan Isra' Mi'raj Pada Tanggal 15 Januari 2026 , Masjid Miftahul Jannah, Sawojajar, menjadi saksi meriahnya acara yang diselenggarakan oleh KKM 15 Pentaswara. Acara ini bertujuan tidak hanya untuk memperingati perjalanan agung Nabi Muhammad SAW, tetapi juga sebagai ajang mempererat ukhuwah Islamiyah di antara para peserta dan jamaah setempat. Berbagai kegiatan menarik diadakan, salah satunya adalah lomba Estafet Kata yang melibatkan anak-anak dari Jilid 1 hingga Jilid 6. Lomba Estafet Kata ini diikuti dengan antusias oleh peserta yang terbagi dalam tim. Setiap tim terdiri dari enam anggota yang mewakili setiap jilid Al-Qur'an. Para peserta berlomba untuk menyusun potongan kata atau ayat dengan cepat dan tepat, yang tentunya menjadi tantangan seru bagi mereka. Lomba ini dinilai berdasarkan dua aspek utama: ketepatan dalam menyusun ayat dan kecepatan dalam menyelesaikan tugas. Acara ini berlangsung dalam beberapa tahap, dimulai dengan persiapan lomba yang dimulai pada pukul 15.10 hingga 15.30, diikuti dengan pelaksanaan lomba utama dari pukul 15.30 hingga 17.00, yang diikuti oleh seluruh peserta. Pada pukul 17.00 hingga 17.15, juri melakukan penilaian terhadap hasil lomba, kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang pada pukul 17.15 hingga 17.25. Sebagai penutup, acara ditutup dengan pembagian hadiah pada pukul 17.25 hingga 17.30. Setelah melewati persaingan yang sengit, pengumuman pemenang lomba Estafet Kata ini pun diumumkan dengan penuh kegembiraan. Juara 1 diraih oleh tim dari Jilid 4-6, Juara 2 oleh tim dari Jilid 2-3, dan Juara 3 oleh tim dari Jilid 1. Meskipun hanya ada tiga juara, semua peserta mendapatkan sertifikat penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka yang luar biasa. Setiap tim yang berpartisipasi menunjukkan semangat yang tinggi dan belajar banyak dari pengalaman ini. Setelah pengumuman juara, acara dilanjutkan dengan pembagian snack kepada semua peserta dan hadirin. Kakak-kakak KKM dengan senang hati membagikan makanan ringan sebagai bentuk rasa syukur atas terselenggaranya acara ini dengan lancar. Suasana semakin hangat dan akrab, dengan tawa ceria anak-anak yang menikmati snack dan berbincang dengan teman-temannya. Kegiatan ini menjadi semakin menyenangkan berkat kebersamaan yang tercipta antara peserta, panitia, dan para jamaah. Sebagai penutup, acara diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh Kakak kakak KKM, memohon kepada Allah SWT agar acara ini membawa berkah dan manfaat untuk seluruh peserta dan jamaah. Doa tersebut juga diharapkan menjadi pengingat untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah dan menjaga ukhuwah di antara sesama umat Islam. Setelah doa, acara dilanjutkan dengan foto bersama sebagai kenang-kenangan, yang melibatkan seluruh peserta, panitia, dan jamaah yang hadir. Foto bersama ini menjadi momen spesial yang mempererat rasa kebersamaan, sekaligus menjadi simbol dari keberhasilan acara ini. Dengan terselenggaranya acara ini, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para peserta dan jamaah, serta menambah kebersamaan antar umat dalam merayakan Isra' Mi'raj. Kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendidik dan mempererat tali silaturahmi di antara seluruh elemen masyarakat.