Thumbnail
4 months ago
Pagi Cerah, Nyawa Selamat: KKM 28 UIN Malang Pasang 'Mata Elang' di Tikungan Desa Poncokusumo

AHMAD FATHONI

Pagi cerah di Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, menjadi latar yang sempurna untuk inisiatif mulia dari kelompok KKM 28 UIN Malang. Di bawah langit biru dengan awan putih menari-nari, kami memulai misi sederhana namun berdampak besar: memasang convex mirror di beberapa sudut jalan rawan tikungan. Sudut-sudut ini sering menjadi titik bahaya bagi pengendara lokal dan wisatawan yang menuju Bromo, di mana pandangan terhalang bukit dan rumah-rumah tradisional Jawa. Desa Poncokusumo, sebagai desa wisata di lereng Gunung Bromo, memiliki jalan sempit dengan tikungan tajam yang sering menyebabkan kecelakaan kecil hingga fatal. Pengendara motor dan mobil sering kali tak bisa melihat kendaraan dari arah berlawanan karena titik buta alami di persimpangan. Convex mirror, atau cermin cembung, menjadi solusi praktis yang sudah terbukti efektif di banyak daerah pedesaan Indonesia—alat ini memperluas jangkauan pandang hingga 360 derajat, memungkinkan sopir melihat bahaya sebelum terlambat. Inisiatif KKM kami lahir dari observasi lapangan selama program pengabdian masyarakat, di mana kami melihat betapa rawannya lalu lintas di pagi hari saat warga beraktivitas ke sawah atau pasar. Apresiasi Warga dan Dampak LangsungTak lama setelah selesai, beberapa warga mulai berdatangan untuk melihat hasilnya. Mereka sangat menghargai karena inisiatif ini langsung menyentuh kebutuhan sehari-hari: anak-anak sekolah, petani dengan karung beras, dan turis motor yang sering keceplosan di tikungan. Convex mirror ini bukan hanya alat, tapi simbol kepedulian pemuda terhadap masyarakat desa, mengurangi risiko tabrakan hingga 70% berdasarkan pengalaman serupa di daerah lain. Kegiatan ini mengajarkan kami nilai gotong royong yang masih kental di desa-desa Jawa Timur. Kolaborasi antara mahasiswa dan warga membuktikan bahwa perubahan kecil bisa lahir dari tangan-tangan bersatu. Ke depan, kami berharap inisiatif seperti ini terus berkembang, mungkin dengan menambahkan rambu reflektif atau sosialisasi keselamatan berkendara. Bagi pembaca yang berada di daerah rawan serupa, yuk ikut berpartisipasi keselamatan bersama adalah tanggung jawab kita semua!

Thumbnail
4 months ago
Gandeng BPP Kecamatan Gondang, KKM Kelompok 183 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Hidupkan Potensi Pertanian Di Lahan Kosong Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Gandeng BPP Kecamatan Gondang, KKM Kelompok 183 UIN Maulana Malik Ibrahi

MUHAMMAD IKMAL ILHAMULLOH

Mengawali tahun baru dengan aksi nyata, kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 183 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan program penghijauan lahan pada Kamis (01/01/2026). Kegiatan ini difokuskan pada pemanfaatan lahan kosong yang sebelumnya tidak terawat menjadi area pertanian produktif. Melalui inisiatif ini, mahasiswa KKM 183 berupaya menghidupkan kembali potensi sumber daya alam lokal demi kesejahteraan masyarakat sekitar. Langkah awal yang diambil oleh Kelompok 183 adalah menjalin kolaborasi strategis dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) setempat. Kerjasama ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan bibit sayuran berkualitas serta mendapatkan arahan teknis mengenai tata cara penanaman yang baik. BPP menyambut baik inisiatif mahasiswa dengan menyuplai berbagai jenis bibit sayuran, mulai dari cabai, sawi, hingga terong, yang dinilai cocok dengan kondisi tanah dan iklim di Desa Kalikatir. Kondisi lahan yang sebelumnya merupakan tanah kosong tak berpenghuni menjadi tantangan tersendiri bagi para mahasiswa. Sebelum proses penanaman dimulai, anggota kelompok melakukan rekontruksi lahan untuk membersihkan gulma dan menggemburkan tanah. Transformasi lahan ini bukan sekadar upaya estetika, melainkan sebuah gerakan edukasi bagi masyarakat bahwa lahan sekecil apa pun dapat memiliki nilai ekonomis dan ekologis jika dikelola dengan tepat. Proses penanaman yang berlangsung pada Kamis pagi tersebut melibatkan partisipasi aktif dari anggota KKM 183 dan beberapa tokoh masyarakat. Dengan bimbingan dari pihak BPP, mahasiswa mempraktikkan teknik penanaman yang efisien guna meminimalisir kegagalan tumbuh. Kegiatan ini diharapkan menjadi stimulan bagi warga desa untuk melanjutkan perawatan bibit tersebut hingga masa panen tiba, sehingga hasilnya dapat dinikmati bersama secara mandiri. Ketua KKM Kelompok 183 menyampaikan bahwa program penghijauan ini merupakan salah satu pilar utama dalam pengabdian mereka. Selain mendukung ketahanan pangan keluarga di tingkat desa, penanaman bibit sayur ini juga berfungsi sebagai paru-paru kecil yang menyegarkan lingkungan sekitar. Mahasiswa berharap kehadiran mereka tidak hanya meninggalkan jejak fisik berupa kebun sayur, tetapi juga meninggalkan pola pikir inovatif dalam pemanfaatan lahan berkelanjutan. Kegiatan yang ditutup dengan sesi diskusi santai bersama warga ini mendapat apresiasi positif. Melalui sinergi antara akademisi, instansi pemerintah seperti BPP, dan masyarakat, KKM 183 UIN Malang membuktikan bahwa kolaborasi adalah kunci utama dalam membangun desa. Program ini menjadi bukti nyata komitmen mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang didapat di bangku perkuliahan untuk menjawab tantangan nyata di tengah masyarakat.

Thumbnail
4 months ago
Menanam Makna dalam Pengabdian : Menyatu dan Belajar Bersama di Desa Sukarara

SYAHIERA NURSYAH

Sukarara, Lombok Tengah, Pengabdian mahasiswa melalui Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri di Desa Sukarara menjadi ruang belajar yang tidak hanya berfokus pada pelaksanaan program, tetapi juga pada proses membersamai masyarakat. Berangkat dari niat mengabdi, siswa justru menemukan banyak pelajaran tentang sikap, nilai kebersamaan, dan cara memaknai peran sebagai pendatang di tengah kehidupan desa. Kehangatan Warga dalam Menyambut Kedatangan Berlokasi di Dusun Lendang, Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, kehadiran siswa disambut dengan keterbukaan dan kehangatan warga. Jamuan sederhana khas desa menjadi simbol penerimaan, sekaligus gambaran kuat tentang budaya memuliakan tamu yang masih terjaga. Dari awal hadirnya, interaksi yang baik penuh kasih sayang mengawali keberlangsungan seluruh program pengabdian. Pendekatan kepada warga menjadi langkah awal yang dilalui melalui malam tahun baru bersama warga, yang dikemas dalam suasana kebersamaan dan dzikir. Antusiasme warga terlihat nyata, mulai dari interaksi sejak persiapan hingga partisipasi penuh saat eksekusi melebihi ekspektasi yang ada. Mereka menyumbangkan beberapa ekor ayam, ikan, serta tempat yang diusahakan untuk membantu memeriahkan. Tak ini membuat kita kembali belajar bahwa untuk membantu dan berbagi tak perlu menunggu memiliki lebih, karena apapun itu pasti berharga dan berarti. Pendekatan Edukatif pada Remaja dan Anak-Anak Pada bidang pendidikan, siswa KKM Mandiri melaksanakan psikoedukasi di SMPN 4 Jonggat dengan tema “Hubungan Sehat”. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada remaja mengenai hubungan yang sehat, komunikasi yang bertanggung jawab, serta pentingnya kesiapan emosional dan psikologis. Melalui pendekatan edukatif, program ini diharapkan dapat menjadi upaya preventif dalam meminimalisir pernikahan dini, ataupun hubungan beracun di berbagai lingkungan.  Nilai keagamaan dan kebersamaan juga diperkuat melalui peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW yang melibatkan anak-anak tingkat sekolah dasar dan warga Dusun Lendang. Berbagai perlombaan bernuansa Islami menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan antarwarga lintas usia. Momentum ini tidak hanya sekedar perayaan, tetapi juga ruang tumbuhnya semangat kebersamaan dalam suasana keagamaan. Komitmen terhadap pendidikan keagamaan diwujudkan melalui pembelajaran Al-Qur'an dan kajian fiqih dasar di TPQ Masjid Nurul Hidayah. Kami juga mendampingi kegiatan mengaji serta memastikan materi fiqih dapat diakses secara berkelanjutan melalui buku kajian fiqih dasar yang telah dicetak dan Ditempatkan di masjid. Keberadaan bahan kajian ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh anak-anak dan masyarakat setempat. Kebersamaan dan Proses Belajar Bersama Sepanjang proses pengabdian, siswa juga dihadapkan pada dinamika sosial yang menuntut sikap saling memahami dan menghargai. Ketika kegiatan tidak selalu berjalan sesuai rencana, komunikasi membantu dalam menemukan pemahaman. Dari situ, pengabdian yang dimaknai bukan hanya sebagai pelaksanaan program, namun juga sebagai latihan kesabaran, empati, dan kedewasaan dalam hati. Kebersamaan yang terjalin hingga momen penutupan menjadi penegasan bahwa kehadiran siswa bukan sekadar singgah, melainkan bagian dari proses saling belajar. Pengalaman di Desa Sukarara meninggalkan kesan mendalam bukan karena betapa sempurnanya atau betapa merugikannya kita, tapi karena betapa berharganya pelajaran yang kita terima, dan makna pengabdian yang sesungguhnya.

Thumbnail
4 months ago
Menanam Makna dalam Pengabdian : Menyatu dan Belajar Bersama di Desa Sukarara

PRAYOGI PRASETYO

    Sukarara, Lombok Tengah, Pengabdian mahasiswa melalui Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri di Desa Sukarara menjadi ruang belajar yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan program, tetapi juga pada proses membersamai masyarakat. Berangkat dari niat mengabdi, mahasiswa justru menemukan banyak pelajaran tentang sikap, nilai kebersamaan, dan cara memaknai peran sebagai pendatang di tengah kehidupan desa.   Kehangatan Warga dalam Menyambut Kedatangan   Berlokasi di Dusun Lendang, Desa Sukarara, Kecamatan Jonggat, kehadiran mahasiswa disambut dengan keterbukaan dan kehangatan warga. Jamuan sederhana khas desa menjadi simbol penerimaan, sekaligus gambaran kuat tentang budaya memuliakan tamu yang masih terjaga. Dari awal kedatangan, interaksi yang baik penuh keramahan mengawali keberlangsungan seluruh program pengabdian.   Pendekatan kepada warga menjadi langkah awal yang ditempuh melalui malam tahun baru bersama warga, yang dikemas dalam suasana kebersamaan dan dzikir. Antusiasme warga terlihat nyata, mulai dari keterlibatan sejak persiapan hingga partisipasi penuh saat pelaksanaan melebihi ekspektasi yang ada. Mereka menyumbangkan beberapa ekor ayam, ikan, serta tempat yang diusahakan untuk membantu memeriahkan. Tak ini membuat kita kembali belajar bahwa untuk membantu dan berbagi tak perlu menunggu memiliki lebih, sebab apapun itu pasti berharga dan berarti.   Pendekatan Edukatif pada Remaja dan Anak-Anak   Pada bidang pendidikan, mahasiswa KKM Mandiri melaksanakan psikoedukasi di SMPN 4 Jonggat dengan tema "Healthy Relationship". Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada remaja mengenai relasi yang sehat, komunikasi yang bertanggung jawab, serta pentingnya kesiapan emosional dan psikologis. Melalui pendekatan edukatif, program ini diharapkan dapat menjadi upaya preventif dalam meminimalisir pernikahan dini, ataupun toxic relationship di berbagai lingkungan.    Nilai keagamaan dan kebersamaan turut diperkuat melalui peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang melibatkan anak-anak tingkat sekolah dasar dan warga Dusun Lendang. Berbagai perlombaan bernuansa islami menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mempererat hubungan antarwarga lintas usia. Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan, tetapi juga ruang tumbuhnya semangat kebersamaan dalam suasana religius.   Komitmen terhadap pendidikan keagamaan diwujudkan melalui pembelajaran Al-Qur’an dan kajian fiqih dasar di TPQ Masjid Nurul Hidayah. Kami turut mendampingi kegiatan mengaji serta memastikan materi fiqih dapat diakses secara berkelanjutan melalui buku kajian fiqih dasar yang telah dicetak dan ditempatkan di masjid. Keberadaan bahan kajian ini diharapkan dapat terus dimanfaatkan oleh anak-anak dan masyarakat setempat.   Kebersamaan dan Proses Belajar Bersama   Sepanjang proses pengabdian, mahasiswa juga dihadapkan pada dinamika sosial yang menuntut sikap saling memahami dan menghargai. Ketika kegiatan tidak selalu berjalan sesuai rencana, komunikasi membantu dalam menemukan pemahaman. Dari situ, pengabdian dimaknai bukan hanya sebagai pelaksanaan program, tetapi juga sebagai latihan kesabaran, empati, dan kedewasaan dalam bersikap.   Kebersamaan yang terjalin hingga momen penutupan menjadi penegas bahwa kehadiran mahasiswa bukan sekadar singgah, melainkan bagian dari proses saling belajar. Pengalaman di Desa Sukarara meninggalkan kesan mendalam bukan karena betapa sempurnanya atau betapa berdampaknya kita, tapi karena betapa berharganya pelajaran yang kita terima, dan makna pengabdian yang sesungguhnya.

Thumbnail
4 months ago

AZAHRA FADHILAH

https://drive.google.com/drive/folders/1Qd0IWOgKAWkfT_NyYhe79hcdAc08G00-

Thumbnail
4 months ago
KKM Artha Mandala Pasang Plang Edukasi Terurai Sampah di 7 Dusun Desa Sidodadi

MEISYA FRISTY PUTRI OCTAVA

KKM Artha Mandala Pasang Plang Edukasi Terurai Sampah di 7 Dusun Desa Sidodadi Sidodadi, 17 Januari 2026 --- Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Artha Mandala melaksanakan kegiatan pemasangan plang edukasi tentang jenis sampah terurai di Desa Sidodadi pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini dilaksanakan secara merata di tujuh dusun yang ada di Desa Sidodadi, yaitu Dusun Krajan, Dusun Klosot, Dusun Ngandeng, Dusun Pilang, Dusun Gedangan, Dusun Boro, dan Dusun Kalianyar.   Pemasangan plang edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah, khususnya sampah yang dapat terurai secara alami. Melalui plang tersebut, masyarakat diharapkan dapat memahami jenis-jenis sampah organik serta cara pengelolaannya yang ramah lingkungan. Ketujuh dusun dipilih sebagai lokasi pemasangan agar edukasi mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat Desa Sidodadi. Plang edukasi dipasang di titik-titik strategis yang mudah dilihat dan sering dilalui oleh warga.   Melalui kegiatan ini, Kelompok KKM Artha Mandala berharap masyarakat dapat mulai membiasakan diri memilah sampah sejak dari rumah serta berperan aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan pemasangan plang edukasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung terciptanya lingkungan desa yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.Dengan adanya plang edukasi jenis sampah terurai tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat Desa Sidodadi terhadap pentingnya pengelolaan sampah semakin meningkat dan dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari. https://www.kompasiana.com/miftahuljannah0386/6980e8e1c925c47c032fba42/kkm-artha-mandala-pasang-plang-edukasi-terurai-sampah-di-7-dusun-desa-sidodadi Kreator: KKM REGULER 99 UIN MALANG