FIKA IZZA EL - RAHMA
Dalam program kerja kali ini, kami bekerja sama dengan Posyandu Talangsuko Turen untuk menangani permasalahan stunting yang masih menjadi isu kesehatan serius di masyarakat. Rabu (14/01/2026) kami menambahkan satu pos khusus stunting di Posyandu sebagai bentuk perhatian dan upaya nyata dalam pencegahan stunting sejak dini. Melalui pos khusus stunting ini, kami memberikan edukasi kepada para orang tua, khususnya ibu, mengenai ciri-ciri serta gejala awal stunting yang dapat dikenali sejak dini. Fokus utama kegiatan ini adalah pencegahan stunting, mengingat masih tingginya jumlah anak yang teridentifikasi berisiko. Berdasarkan data Posyandu, terdapat 39 anak dengan risiko tinggi stunting dan 2 anak yang telah mengalami stunting, sehingga total terdapat 41 anak yang memerlukan perhatian khusus. Posyandu sendiri telah memiliki program unggulan dalam penanganan stunting, yaitu program One Day One Egg. Program ini dilaksanakan dengan membagikan tujuh butir telur setiap minggu kepada ibu-ibu yang memiliki anak stunting maupun berisiko tinggi stunting. Telur tersebut dianjurkan untuk dikonsumsi anak sebagai sumber protein hewani guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, kami berperan dalam memberikan edukasi pencegahan stunting dari sisi pola asuh dan pola makan anak. Edukasi yang diberikan meliputi anjuran untuk tidak memberikan camilan menjelang waktu makan utama, menghindari pemberian makanan yang terlalu manis serta makanan instan, dan pentingnya pemberian makanan bergizi seimbang. Selain itu, kami juga memberikan informasi mengenai jenis-jenis zat gizi yang dibutuhkan anak, manfaat makanan bergizi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, serta rekomendasi menu harian yang bergizi, mudah dibuat, dan tetap ramah di kantong. Diharapkan melalui kegiatan ini, para orang tua dapat lebih memahami pentingnya pencegahan stunting dan mampu menerapkan pola asuh serta pola makan yang lebih sehat bagi anak-anak mereka. Melalui kolaborasi antara tim pelaksana dan Posyandu, upaya pencegahan stunting ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi kesehatan anak-anak di lingkungan setempat.
SHARIM MARZUKI RADHIT
https://www.kompasiana.com/kkmwirasenabadra3911/69770c94ed64150a9e7c6a45/the-journey-of-kkm-wirasenabadra-menapaki-kaki-langit-desa-taji-sebuah-perjalanan-profilisasi-dan-harapan
AISY AULIA BASMALLAH
(4 Januari 2026 – Masjid Ar-Ridlo Blimbing) Dengan memohon ridha dan pertolongan Allah SWT, kami kembali mengikuti kegiatan kajian ba’da Subuh dan ba’da Maghrib yang disampaikan oleh Ustadz Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, M.Ag di Masjid Ar-Ridlo, Blimbing, Malang, pada Ahad, 5 Januari 2026. Sebagai bentuk kesungguhan dalam menuntut ilmu dan menjaga kedisiplinan ibadah, kami dari KKM 03 menginap sejak Sabtu malam di ruang sekretariat Masjid Ar-Ridlo, agar dapat mengikuti rangkaian kajian dan sholat berjamaah secara penuh. Suasana Kajian Ba’da Subuh Kajian pertama dilaksanakan ba’da Sholat Subuh berjamaah. Jamaah hadir sejak dini hari, memenuhi shaf dengan penuh ketenangan. Setelah sholat, Ustadz Kasuwi menyampaikan kajian dengan tema: “Hidup adalah Perubahan” Beliau menekankan bahwa kehidupan manusia tidak pernah statis. Setiap hari adalah proses berubah—baik menuju kebaikan atau sebaliknya—tergantung bagaimana seseorang menyikapi waktu, ujian, dan hidayah dari Allah SWT. Ustadz mengingatkan bahwa Islam hadir sebagai pedoman agar perubahan hidup selalu mengarah kepada ketaatan, bukan sekadar mengikuti arus zaman. Pesan Utama Kajian: Hidup adalah Proses Berubah Dalam kajiannya, beliau menyampaikan bahwa perubahan adalah sunnatullah. Tidak ada manusia yang tetap, kecuali Allah SWT. Yang menjadi persoalan bukanlah perubahan itu sendiri, melainkan arah perubahan tersebut. Beliau mengaitkan tema ini dengan hadis Rasulullah ﷺ: “Barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin, maka ia termasuk orang yang merugi. Dan barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, maka ia termasuk orang yang celaka.” (HR. Al-Hakim) Hadis ini menjadi pengingat kuat bahwa seorang muslim seharusnya terus memperbaiki diri, baik dalam ibadah, akhlak, maupun kontribusi sosial. Ustadz juga menegaskan bahwa perubahan tidak harus besar, tetapi harus konsisten dan bernilai ketaatan, seperti: Lebih tepat waktu dalam sholat Lebih sering membaca Al-Qur’an Mengurangi maksiat yang tersembunyi Menjaga lisan dan adab dalam pergaulan Kajian Ba’da Maghrib Kajian kedua dilaksanakan ba’da Sholat Maghrib berjamaah. Pada sesi ini, Ustadz kembali menguatkan pesan bahwa perubahan sejati dimulai dari hati dan niat. Beliau mengingatkan sabda Rasulullah ﷺ: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian.” (HR. Muslim) Perubahan hidup tidak selalu terlihat dari luar, namun Allah menilai dari kesungguhan hati dan amal yang dilakukan. Sajian Kebersamaan Setelah kajian selesai, pihak masjid menyajikan kacang hijau dan ketan bagi jamaah yang hadir. Sajian sederhana ini menjadi pelengkap kebersamaan, mempererat silaturahmi antara jamaah, takmir, remaja masjid, dan mahasiswa KKM. Kami menikmati hidangan tersebut dengan penuh rasa syukur, sambil berbincang ringan dan memperkuat rasa kekeluargaan di lingkungan Masjid Ar-Ridlo. https://kkm03arridloblimbing.blogspot.com/2026/01/kajian-bada-subuh-maghrib-hidup-adalah.html?m=1
MOUDISCHA BIANCHA ARDIVIANTI PALAR
Mahasiswa KKM 85 MITSEVA resmi meluncurkan aplikasi Sigap Pojok pada 3 Februari 2026 bertempat di Gedung Serbaguna Desa Pojok. Peresmian aplikasi tersebut turut dihadiri oleh Dosen Pembimbing Lapangan, Kapolsek, Bapak Camat, Ibu PJ Kepala Desa Pojok, serta jajaran petinggi desa lainnya. Sigap Pojok merupakan aplikasi kentongan digital yang dirancang sebagai media keamanan sekaligus kepedulian warga Desa Pojok. Kehadiran aplikasi ini disambut hangat oleh para pemangku kebijakan desa. Dalam kesempatan tersebut, para petinggi desa menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dihadirkan mahasiswa KKM, serta menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan aplikasi ke depannya. Suasana peresmian berlangsung hangat dan penuh semangat. Bahkan, di sela pidatonya, Bapak Camat melontarkan celetukan yang mengundang senyum hadirin. “… saya mau menyampaikan ke Bapak Dosen UIN nih, kan anak-anak kayak gini kemampuannya sudah melebihi mahasiswa yang sudah skripsi-an, wong sudah buat aplikasi sedemikian rupa loh. Kalau boleh ndak usah skripsi-an saja, Bapak,” tuturnya. Menanggapi hal tersebut, Bapak Dosen pendamping menyampaikan bahwa aplikasi Sigap Pojok masih memiliki beberapa kekurangan yang perlu disempurnakan. Oleh sebab itu, pengembangan aplikasi ini akan dikonsultasikan lebih lanjut kepada pihak fakultas agar dapat dikaji secara akademik dan teknis. Saat ini, Sigap Pojok masih beroperasi pada sistem Android. Mahasiswa KKM 85 MITSEVA berharap ke depannya pihak desa dapat melanjutkan pengembangan aplikasi tersebut, misalnya dengan mengintegrasikannya ke perangkat pendukung lain seperti sirine atau sistem peringatan desa, sehingga fungsi keamanan dapat berjalan lebih optimal. Peluncuran Sigap Pojok menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam menjawab kebutuhan masyarakat melalui pendekatan teknologi. Melalui aplikasi ini, KKM 85 MITSEVA berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif warga akan pentingnya keamanan lingkungan sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun desa yang lebih sigap dan adaptif.
MUHAMMAD ROMAZ ILMY
Sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak, telah dilaksanakan program kerja sosialisasi bullying kepada anak-anak TPQ Masjid Nurul Jihad. Kegiatan ini menjadi langkah preventif yang penting untuk mengenalkan sejak dini apa itu bullying, dampaknya, serta bagaimana bersikap baik dan saling menghargai sesama teman. Sosialisasi ini dikemas secara sederhana dan ramah anak, sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan mudah dan menyenangkan. Kegiatan berlangsung dengan suasana yang interaktif dan penuh antusiasme. Anak-anak diajak memahami bahwa bullying bukan hanya tentang kekerasan fisik, tetapi juga mencakup ejekan, hinaan, dan sikap meremehkan teman. Melalui contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, anak-anak belajar membedakan perilaku yang baik dan tidak baik, serta diajak untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diselingi dengan diskusi ringan dan tanya jawab. Anak-anak diberi ruang untuk bercerita, menyampaikan pendapat, dan belajar mengungkapkan perasaan mereka dengan cara yang positif. Hal ini bertujuan agar anak-anak tidak hanya memahami konsep anti bullying, tetapi juga berani bersikap dan berkata baik, serta saling menjaga dalam pergaulan sehari-hari di lingkungan TPQ maupun di luar. Melalui sosialisasi bullying ini, diharapkan anak-anak TPQ Masjid Nurul Jihad dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak mulia, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai persaudaraan. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara ilmu, tetapi juga kuat secara karakter dan kepekaan sosial.
ANNAWFIL JAMILATUL MAGHFIROH
Dalam pelaksanaan KKM, Kelompok Artana ikut berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu Balita dan Lansia yang dilaksanakan di Pendopo Sempol. Kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti oleh para lansia dengan penuh semangat, menciptakan suasana pagi yang hangat dan menyenangkan. Setelah kegiatan senam selesai, acara dilanjutkan dengan penyuluhan gizi yang ditujukan bagi balita dan lansia. Penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga asupan gizi yang seimbang sesuai dengan kebutuhan usia. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami oleh peserta, baik orang tua balita maupun para lansia. Dalam kegiatan ini, Kelompok Artana bersama ibu-ibu kader posyandu juga membantu mendampingi peserta agar kegiatan berjalan tertib dan lancar. Usai sesi penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan pelayanan posyandu seperti biasa, mulai dari penimbangan balita, pencatatan kesehatan, hingga pemeriksaan kesehatan lansia. Anggota Kelompok Artana ikut membantu dalam proses pendataan serta berinteraksi langsung dengan para peserta dan kader posyandu. Suasana kebersamaan dan gotong royong terasa selama kegiatan berlangsung. Melalui rangkaian kegiatan senam, penyuluhan gizi, dan pelayanan posyandu ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan balita dan lansia semakin meningkat. Bagi Kelompok Artana, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya nyata untuk hadir dan memberi manfaat di tengah masyarakat. KKM Artana — Mengabdi dengan kebersamaan, tumbuh bersama masyarakat.