CHASANATUL HULUD
Masjid bukan hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga ruang tumbuhnya kepedulian dan kebersamaan. Hal inilah yang kembali diwujudkan oleh Masjid Nurul Jihad melalui kegiatan Jum’at Berkah, sebuah program berbagi yang rutin dilakukan sebagai bentuk kepedulian sosial kepada jama’ah. Kegiatan Jum’at Berkah pada tanggal 26 Desember kali ini diawali sejak pagi hari dengan suasana penuh semangat dan kekeluargaan. Para ibu-ibu bersama anggota kkm 125 bergotong royong memasak bersama di area rumah tepat berada didepan masjid. Proses memasak dilakukan dengan penuh kebersamaan, mulai dari persiapan bahan, pengolahan, hingga pengemasan makanan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar berkat kerja sama dan kekompakan semua pihak yang terlibat. Pada pelaksanaan Jum’at Berkah ini, berhasil disiapkan sebanyak 125 porsi makanan. Jumlah tersebut merupakan wujud nyata komitmen Masjid Nurul Jihad untuk menjangkau lebih banyak jama’ah dan menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung. Setiap porsi dimasak dengan penuh perhatian dan niat tulus agar menjadi berkah, baik bagi yang memberi maupun yang menerima. Setelah sholat Jum’at selesai dilaksanakan, 125 porsi makanan tersebut dibagikan kepada jama’ah sholat Jum’at. Jama’ah menyambut kegiatan ini dengan antusias dan rasa syukur. Senyum dan ucapan terima kasih yang terucap menjadi penguat bahwa kegiatan sederhana ini memiliki makna yang besar. Melalui program Jum’at Berkah, Masjid Nurul Jihad berharap dapat terus menumbuhkan nilai-nilai kepedulian, kebersamaan, dan semangat berbagi di tengah masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus menunggu hal besar, tetapi dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Semoga kegiatan Jum’at Berkah ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk menebar kebaikan, khususnya di hari yang penuh keberkahan. Karena sejatinya, berbagi adalah salah satu jalan untuk mempererat ukhuwah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
MUHAMMAD MISBAHUL ULUM
Rabu, 24 Desember 2025 menjadi salah satu momentum penting bagi mahasiswa KKM Kelompok 38 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang dalam melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Pada hari tersebut, mahasiswa KKM berkesempatan untuk turut serta dalam kegiatan Majlis Ta’lim wal Maulid yang diselenggarakan di Masjid Sabilal Muhtadin, Dusun Wates, Desa Wonomulyo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana awal bagi mahasiswa KKM untuk membangun kedekatan, mengenal nilai-nilai religius masyarakat, serta berbaur secara langsung dengan warga setempat. Sejak pukul 18.30 WIB, suasana Masjid Sabilal Muhtadin tampak lebih hidup dan semarak dari biasanya. Warga Dusun Wates mulai berdatangan secara bertahap untuk mengikuti kegiatan Majlis Ta’lim wal Maulid yang telah menjadi agenda keagamaan rutin dan dinantikan oleh masyarakat. Jamaah yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, ibu-ibu, hingga bapak-bapak. Tingginya partisipasi masyarakat mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan kepedulian warga terhadap kegiatan keagamaan yang telah mengakar dalam kehidupan sosial masyarakat Dusun Wates. Kegiatan Majlis Ta’lim wal Maulid ini memiliki peran penting sebagai sarana pembinaan spiritual sekaligus media mempererat ukhuwah islamiyah antarwarga. Rangkaian acara diawali dengan lantunan sholawat bernuansa musik kontemporer yang menggema di dalam masjid. Iringan sholawat yang dilantunkan secara bersama-sama menghadirkan suasana religius yang khidmat dan menenangkan, serta mampu membangkitkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Nuansa kebersamaan begitu terasa, ketika seluruh jamaah larut dalam lantunan sholawat dengan penuh kekhusyukan. Setelah pembacaan sholawat, kegiatan dilanjutkan dengan ceramah keagamaan yang disampaikan oleh penceramah setempat. Ceramah tersebut mengangkat tema-tema keislaman yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, seperti pentingnya menjaga akhlak, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan rasa saling menghormati dan peduli antar sesama. Penyampaian materi yang komunikatif dan mudah dipahami membuat jamaah tampak antusias dalam menyimak ceramah hingga kegiatan berakhir. Melalui ceramah ini, jamaah tidak hanya memperoleh tambahan ilmu agama, tetapi juga motivasi untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM Kelompok 38 turut berpartisipasi secara aktif bersama masyarakat. Kehadiran mahasiswa KKM tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut mendukung dan memeriahkan kegiatan keagamaan yang telah berjalan. Partisipasi ini menjadi wujud nyata pendekatan sosial dan keagamaan, di mana mahasiswa berupaya membaur, menghormati tradisi lokal, serta belajar langsung dari kehidupan religius masyarakat Dusun Wates. Kehadiran mahasiswa KKM disambut dengan penuh kehangatan oleh masyarakat dan pengurus masjid. Suasana yang terbangun selama kegiatan berlangsung terasa akrab dan penuh kekeluargaan. Melalui interaksi yang terjalin, mahasiswa KKM dapat lebih memahami karakter masyarakat, nilai-nilai kebersamaan, serta peran masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial di Dusun Wates. Kegiatan ini juga menjadi sarana efektif untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap mahasiswa KKM selama masa pengabdian berlangsung. Lebih dari sekadar kegiatan keagamaan, Majlis Ta’lim wal Maulid ini menjadi media yang efektif dalam memperkuat hubungan emosional dan kerja sama antara mahasiswa KKM dan masyarakat. Interaksi positif yang terbangun diharapkan mampu menjadi fondasi yang kuat dalam mendukung pelaksanaan berbagai program KKM selanjutnya, baik di bidang sosial, pendidikan, maupun keagamaan. Dengan terlaksananya kegiatan ini, hubungan antara mahasiswa KKM Kelompok 38 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan masyarakat Dusun Wates semakin erat. Ke depannya, mahasiswa KKM berkomitmen untuk terus berpartisipasi aktif serta mendukung berbagai kegiatan sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan selama masa pengabdian di Desa Wonomulyo, sebagai bentuk kontribusi nyata kepada masyarakat. Kegiatan Majlis Ta’lim wal Maulid ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Melalui program KKM, mahasiswa diharapkan tidak hanya hadir sebagai pelaksana program, tetapi juga mampu berbaur, belajar, dan memberikan manfaat yang berkelanjutan, serta meninggalkan kesan positif bagi masyarakat Dusun Wates.
AOVAL MAROM
Masjid Jami Al-Khoirot yang berlokasi di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, telah ditunjuk sebagai salah satu titik rest area bagi para pemudik Natal dan Tahun Baru. Penunjukan ini menjadi bukti peran masjid sebagai pusat pelayanan umat dan ruang sosial yang terbuka bagi masyarakat luas. Bersama KKM 16 Masjid Jami Al-Khoirot UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, pihak masjid memfasilitasi kebutuhan para pemudik dengan menyediakan tempat peristirahatan yang nyaman serta konsumsi bagi para pelintas yang sedang menempuh perjalanan jauh. Fasilitas ini dihadirkan untuk membantu pemudik memulihkan stamina sebelum melanjutkan perjalanan dengan aman. Inisiatif pendirian rest area ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus pengamalan nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran Islam yang menekankan kepedulian, keramahan, dan tolong-menolong. Masjid Jami Al-Khoirot hadir tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan sosial yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan universal. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat toleransi antarumat beragama, di mana masjid membuka diri untuk melayani para pemudik tanpa membedakan latar belakang keyakinan. Melalui pelayanan istirahat dan konsumsi ini, Masjid Jami Al-Khoirot dan KKM 16 UIN Malang ingin menegaskan bahwa kebersamaan dan saling menghormati merupakan fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Diharapkan, keberadaan rest area ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para pemudik sekaligus menjadi contoh praktik toleransi dan harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
RAIHANAH ALIFAH MARS SALSABILA
Kegiatan tahlil bersama ibu-ibu RT menjadi salah satu rutinitas penuh makna yang dilaksanakan setiap hari Rabu malam. Di tengah kesibukan harian, majelis sederhana ini hadir sebagai ruang untuk menenangkan hati, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam bingkai nilai-nilai keislaman. Suasana malam yang khidmat berpadu dengan lantunan doa, menciptakan ketenangan yang menyejukkan jiwa. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin yang dilantunkan secara bersama-sama. Setiap ayat yang terucap menjadi pengingat akan kebesaran Allah serta sarana mendekatkan diri kepada-Nya. Kebersamaan dalam membaca Al-Qur’an ini tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga menumbuhkan rasa saling memiliki di antara para ibu, yang hadir dengan penuh kekhusyukan dan ketulusan. Setelah pembacaan Yasin, kegiatan dilanjutkan dengan tahlil bersama. Doa-doa yang dipanjatkan mengalir dengan harapan, memohon keberkahan, keselamatan, dan ketenteraman bagi keluarga serta lingkungan sekitar. Dalam suasana yang sederhana namun penuh makna, tahlil menjadi sarana untuk saling mendoakan, memperkuat ikatan batin, dan menjaga tradisi keagamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tahlil rutin ini, ibu-ibu RT tidak hanya membangun hubungan spiritual dengan Allah, tetapi juga mempererat ukhuwah antarwarga. Majelis ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dalam doa mampu menghadirkan kekuatan, ketenangan, dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebuah tradisi sederhana yang terus hidup, menguatkan iman, dan menyatukan hati.
BILKAFFA `AINA TAZKIYA
Kegiatan penyuluhan perawatan jenazah diselenggarakan oleh Kelompok KKM Sarimi Adhiyaksa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama ibu-ibu Muslimat Kelurahan Jodipan pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Roisiyah Kelurahan Jodipan, Kota Malang. Penyuluhan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata cara perawatan jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Materi yang disampaikan meliputi tahapan memandikan, mengkafani, hingga menshalatkan jenazah. Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi dan sesi diskusi. Para peserta tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan terkait praktik perawatan jenazah yang kerap dijumpai di lingkungan sekitar. Antusiasme ibu-ibu Muslimat terlihat dari keaktifan mereka selama kegiatan berlangsung. Melalui penyuluhan ini, mahasiswa KKM Sarimi Adhiyaksa berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat serta menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam menghadapi peristiwa kematian yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Untuk https://www.kompasiana.com/kkmkosongdua025960/6979648c34777c456e6a1932/tak-hanya-teori-kkm-sarimi-adhiyaksa-bersama-muslimat-belajar-merawat-jenazah
INTAN AMALIA
Desa Tamansari beberapa minggu terakhir terasa lebih hidup. Anak-anak sekolah lebih ceria, toko kelontong terlihat modern dengan kode QR di meja kasir, dan mushola sore hari dipenuhi suara tadarus santri kecil. Di balik perubahan kecil itu, ada peran mahasiswa KKM Wening Praja 166. Dengan semangat kolaborasi, mahasiswa menghadirkan jalan sehat sebagai media membangun kedekatan dengan siswa. Kegiatan sederhana ini ternyata efektif menumbuhkan kebersamaan.Tak berhenti di sana, mereka juga membawa isu penting: pencegahan bullying dan kenakalan remaja. Lewat cerita, simulasi, dan permainan, siswa belajar arti empati dan persahabatan.Pada sisi ekonomi, mahasiswa membaca kebutuhan zaman. Mereka membantu digitalisasi UMKM melalui QRIS, membuat warung-warung desa selangkah lebih maju. Sementara di TPQ, mahasiswa bertransformasi menjadi guru. Mengajari huruf hijaiyah, membetulkan tajwid, hingga mendampingi hafalan doa. Interaksi ini ( intan amalia )