Thumbnail
5 months ago
FUN ENGLISH LEARNING: BELAJAR BAHASA INGGRIS DENGAN CERIA BERSAMA KAKAK KKM

RELIS ANGGUN SALSABILA

KKM UIN Malang Parahitaksa 104 Kegiatan pembelajaran bahasa Inggris merupakan salah satu upaya penting dalam membekali anak-anak dengan keterampilan komunikasi sejak dini. Melalui program “Fun English Learning”, KKM UIN Malang Parahitaksa 104 berinisiatif menghadirkan pembelajaran bahasa Inggris yang menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami oleh anak-anak di Desa Mulyoarjo. Kegiatan ini dilaksanakan di posko KKM setiap hari Minggu dan dipandu oleh Bro Pawpaww, Sister Fatin, dan pada minggu kedua dibantu oleh Sister Natnat. Program ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan anak-anak untuk belajar bahasa Inggris dengan suasana yang santai dan tidak menegangkan. Banyak anak merasa bahwa bahasa Inggris adalah pelajaran yang sulit dan membosankan. Oleh karena itu, melalui konsep fun learning, kegiatan ini dirancang agar anak-anak bisa belajar sambil bermain, bernyanyi, dan berinteraksi langsung. Kegiatan Fun English Learning pertama kali dilaksanakan pada Minggu, 18 Januari. Pada pertemuan awal ini, jumlah peserta yang hadir sebanyak 8 anak. Meskipun jumlahnya belum banyak, hal ini tidak mengurangi semangat kami untuk mengajar. Kami justru sangat bersyukur karena di hari pertama ini anak-anak sudah menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Materi yang diajarkan adalah angka-angka dalam bahasa Inggris (numbers) yang dikemas dengan cara yang sederhana dan menyenangkan. Selain itu, anak-anak juga diajak bernyanyi bersama lagu “If You’re Happy and You Know It, Clap Your Hands” untuk menciptakan suasana belajar yang ceria dan penuh semangat. Memasuki minggu kedua, kegiatan Fun English Learning mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Jumlah anak yang datang melonjak menjadi sekitar 21 anak hingga memenuhi posko KKM. Hal ini menjadi kejutan sekaligus kebahagiaan besar bagi kami karena menunjukkan bahwa kegiatan ini mendapat respon yang sangat positif dari anak-anak dan masyarakat sekitar. Pada pertemuan ini, kami mengajarkan materi “How to Introduce Yourself”, yaitu cara memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris. Anak-anak dilatih untuk menyebutkan nama, usia, dan sapaan sederhana dengan percaya diri. Suasana belajar pada kegiatan ini berlangsung sangat hidup dan menyenangkan. Anak-anak terlihat lebih berani berbicara, aktif menjawab pertanyaan, serta tidak ragu untuk mencoba mengucapkan kosakata dan kalimat dalam bahasa Inggris. Pendampingan dari Bro Pawpaww, Sister Fatin, dan Sister Natnat membuat anak-anak merasa lebih dekat dan nyaman selama proses belajar berlangsung. Melalui kegiatan Fun English Learning ini, anak-anak tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru tentang bahasa Inggris, tetapi juga melatih keberanian, rasa percaya diri, dan kemampuan berkomunikasi. Mereka belajar bahwa bahasa Inggris bukanlah sesuatu yang menakutkan, melainkan bisa dipelajari dengan cara yang seru dan menyenangkan. Secara keseluruhan, Fun English Learning bersama Bro Pawpaww, Sister Fatin, dan Sister Natnat menjadi salah satu program yang memberikan dampak positif bagi anak-anak di Desa Mulyoarjo. Dengan metode yang kreatif, aktif, dan menyenangkan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan minat belajar bahasa Inggris sejak dini serta menjadi pengalaman belajar yang berkesan bagi mereka. #KKMUINMalang #KKM104MulyoarjoLawang #KKMReguler

Thumbnail
5 months ago
Jejak Pengabdian Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Gubugklakah

DELA AZIZIAH

Rabu, 24 Desember 2025 menjadi awal perjalanan pengabdian Kelompok 41 Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Terletak di kaki Gunung Bromo, Gubugklakah tidak hanya dikenal sebagai jalur wisata menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, tetapi juga sebagai desa dengan kekayaan alam, budaya, keagamaan, dan kearifan lokal yang hidup berdampingan secara harmonis. Dengan semangat pengabdian, mahasiswa hadir tidak semata menjalankan program kerja, melainkan berupaya menyatu, belajar, dan tumbuh bersama masyarakat. Sejak hari-hari awal, pendekatan sosial menjadi fondasi utama pengabdian. Melalui kegiatan sowan kepada tokoh masyarakat, keterlibatan dalam diba’an, pengajian, serta berbagai aktivitas sosial, mahasiswa membangun hubungan yang erat dan penuh kepercayaan dengan warga. Interaksi ini menegaskan posisi mahasiswa bukan sebagai pihak luar, melainkan sebagai bagian dari keluarga besar Desa Gubugklakah. Pembukaan resmi KKM yang dilaksanakan pada 30 Desember 2025 menandai dimulainya rangkaian program pengabdian secara formal. Kegiatan ini melibatkan perangkat desa, lembaga adat, serta komunitas pemuda Lampahklakah. Mahasiswa mengenakan busana adat Tengger sebagai simbol penghormatan terhadap budaya lokal sekaligus penegasan penerimaan sosial dan adat. Kolaborasi dengan Lampahklakah menjadi langkah strategis dalam memastikan keberlanjutan program, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia dan pelestarian budaya desa. Eksplorasi potensi alam Desa Gubugklakah dilakukan melalui kegiatan tadabur alam ke Ledhok Amprong dan kunjungan ke Coban Pelangi. Mahasiswa menyusuri sungai, hutan, dan jalur tracking untuk mengenal langsung kekayaan alam desa, sekaligus mendokumentasikannya sebagai bagian dari promosi wisata berbasis edukasi dan keberlanjutan. Kegiatan ini menegaskan bahwa potensi wisata Gubugklakah tidak hanya bernilai ekonomis, tetapi juga ekologis dan edukatif. Di bidang pendidikan, Kelompok 41 aktif mengajar di MI KH Hasyim Asy’ari dengan pendekatan Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) sebagai media pembentukan karakter. Nilai percaya diri, empati, kepedulian lingkungan, dan sikap anti perundungan ditanamkan melalui metode pembelajaran kreatif dan ramah anak. Sebagai penguatan pendidikan karakter anti perundungan, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melanjutkan kegiatan sosialisasi anti bullying di MI KH. Hasyim Asy’ari Gubugklakah melalui lomba mewarnai bertema anti bullying yang dilaksanakan pada 24 Januari 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai media visual yang mudah dipahami dan membekas bagi murid kelas 1 hingga kelas 6, dengan gambar dan pesan moral sederhana tentang etika pertemanan tanpa kekerasan. Melalui kegiatan ini, nilai saling menyayangi, menghargai, dan menolak perundungan ditanamkan secara menyenangkan, sekaligus melatih jiwa kompetitif yang sehat melalui pemberian apresiasi berupa piala dan sertifikat. Lomba mewarnai ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan kesadaran dan kebiasaan sikap anti bullying dalam kehidupan sehari-hari murid. Dalam upaya menumbuhkan kembali minat baca anak, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan Pagelaran Literasi di MI KH. Hasyim Asy’ari Gubugklakah pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini dikemas melalui membaca bersama, story telling, dan pemberian apresiasi sebagai bentuk penghargaan atas keberanian dan usaha murid. Sebanyak 84 murid terlibat aktif dengan pendampingan langsung dari mahasiswa, mulai dari membantu membaca, membacakan cerita, hingga mendorong anak menceritakan kembali isi bacaan. Pagelaran literasi ini menjadi ikhtiar sederhana untuk mengajak anak kembali dekat dengan buku di tengah dominasi gawai, sekaligus menanamkan nilai bahwa membaca adalah aktivitas menyenangkan, bermakna, dan penting sebagai bekal pembentukan karakter serta kecintaan terhadap ilmu sejak dini.    Sebagai upaya menumbuhkan kembali ruang bermain yang sehat bagi anak, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Aksara Vardhana menyelenggarakan Gebyar Permainan Tradisional pada Sabtu, 24 Januari 2026. Kegiatan ini berangkat dari keprihatinan terhadap semakin berkurangnya interaksi sosial anak usia sekolah dasar akibat dominasi penggunaan gawai. Berbagai permainan tradisional seperti egrang, yoyo, kelereng, catur, lompat tali, engklek, dan gobak sodor dihadirkan dengan suasana gembira dan partisipatif, di mana mahasiswa turut bermain bersama anak-anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berupaya menanamkan nilai kebersamaan, sportivitas, serta kecintaan terhadap warisan budaya bangsa, sekaligus memperkenalkan permainan tradisional sebagai alternatif positif yang sesuai dengan dunia dan perkembangan anak. Selain pendidikan formal, mahasiswa juga membuka program bimbingan belajar bagi anak-anak sekolah dasar. Kegiatan ini dilaksanakan selama hampir dua pekan dengan materi Matematika, IPA, Bahasa Inggris, dan PPKN. Metode pembelajaran visual dan interaktif dipadukan dengan kuis berbasis cerdas cermat untuk menumbuhkan semangat belajar, kerja sama, dan sportivitas. Hasilnya, dua kelompok binaan berhasil melaju hingga babak semifinal Lomba Cerdas Cermat Antar Bimbel KKM se-Kecamatan Poncokusumo.   Perhatian terhadap aspek kesehatan masyarakat diwujudkan melalui pendampingan kegiatan Posyandu Desa Gubugklakah. Mahasiswa membantu kader posyandu, mendampingi ibu dan balita, serta mendukung kelancaran pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Keterlibatan ini menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan preventif sebagai tanggung jawab bersama. Di ranah keagamaan, Kelompok 41 KKM UIN Malang berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan religius masyarakat. Mahasiswa terlibat dalam peringatan Isra’ Mi’raj dengan menghadirkan kajian keislaman bertema Isra’ Mi’raj dalam Pandangan Perempuan yang menyajikan perspektif keislaman yang humanis dan kontekstual. Selain itu, lomba-lomba keagamaan bagi santri TPQ turut diselenggarakan sebagai sarana pembentukan karakter, keberanian, serta kecintaan terhadap Al-Qur’an sejak dini.   Di tingkat internal kelompok, mahasiswa juga membiasakan pelaksanaan sholat lima waktu secara berjamaah selama masa KKM. Kegiatan ini berangkat dari kesadaran bersama akan pentingnya menjaga nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari, khususnya sebagai mahasiswa perguruan tinggi Islam. Sholat berjamaah dilaksanakan berdasarkan kesepakatan tanpa paksaan dan secara konsisten menjadi sarana pembinaan kedisiplinan, kepedulian sosial, serta penguatan ikatan persaudaraan antaranggota. Selain bernilai ibadah dengan landasan kuat dalam ajaran Islam, kebiasaan ini turut menciptakan suasana religius yang terjaga dan menjadi bentuk keteladanan sederhana yang dijalankan secara istiqamah.   Komitmen spiritual mahasiswa diperkuat melalui program One Day One Juz yang dilaksanakan secara konsisten dan ditutup dengan khotmil Al-Qur’an bersama masyarakat sebagai bentuk syukur dan penguatan kebersamaan. Mahasiswa juga terlibat aktif dalam pembelajaran di TPQ Baiturrohim dengan mendampingi santri dalam belajar Al-Qur’an, doa harian, bacaan sholat, serta pengenalan tajwid.Nilai toleransi dan moderasi beragama tercermin dalam keterlibatan Kelompok 41 pada Diskusi Lintas Agama di Karmel Ngadireso. Melalui dialog terbuka dan inklusif, mahasiswa turut merawat ruang kebersamaan dalam keberagaman, menegaskan bahwa perbedaan adalah anugerah yang memperkaya kehidupan sosial. Pada bidang ekonomi, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang memfokuskan program pengabdian pada penguatan UMKM Desa Gubugklakah sebagai desa wisata. Program ini berangkat dari pengamatan lapangan terhadap aktivitas ekonomi warga yang sebenarnya telah berjalan cukup baik, khususnya pada sektor kedai dan homestay yang melayani wisatawan menuju kawasan Bromo. Namun demikian, masih ditemukan kendala pada aspek pendukung usaha, seperti kurangnya identitas visual kedai, penataan daftar menu yang belum optimal, serta homestay yang belum terdaftar di Google Maps sehingga menyulitkan wisatawan dalam menemukan lokasi. Menindaklanjuti kondisi tersebut, sejak 10 Januari 2026 mahasiswa menjalankan program peningkatan ekonomi masyarakat melalui pendampingan UMKM. Fokus kegiatan meliputi pembuatan banner dan daftar menu kedai, serta pendampingan pembuatan dan pengelolaan Google Maps bagi pemilik homestay. Program diawali dengan diskusi langsung bersama pelaku usaha untuk menggali kebutuhan, konsep usaha, serta harapan pengembangan ke depan. Proses perancangan dilakukan secara kolaboratif dengan menyesuaikan karakter produk, suasana desa wisata, dan preferensi pemilik usaha.   Hasil dari program ini mulai dirasakan secara nyata. Banner dan daftar menu telah dicetak dan digunakan oleh pemilik kedai, sementara homestay yang didampingi kini telah terdaftar dan mudah diakses melalui Google Maps. Program ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik usaha, memperkuat identitas UMKM lokal, serta mendorong peningkatan kunjungan dan penjualan. Melalui pendampingan sederhana namun tepat sasaran, mahasiswa berupaya mendukung pengembangan ekonomi Desa Gubugklakah agar potensi wisata yang telah ada dapat tumbuh secara lebih optimal dan berkelanjutan. Pada aspek budaya, mahasiswa turut mendukung pelestarian adat Barikan, tradisi leluhur masyarakat Tengger yang dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali di punden desa. Selain itu, kolaborasi strategis dilakukan bersama komunitas Lampahklakah dalam penyusunan Kamus Bahasa Tengger. Inisiatif ini menjadi langkah nyata pelestarian bahasa ibu sebagai identitas budaya sekaligus kontribusi literasi yang bernilai akademik dan sosial.   Di bidang pelayanan publik dan teknologi, Kelompok 41 KKM UIN Malang mengembangkan sistem pembayaran air bersih desa berbasis web. Digitalisasi ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas layanan air bersih, sekaligus menjadi langkah awal transformasi digital desa. Mahasiswa juga melaksanakan piket rutin di Balai Desa Gubugklakah untuk membantu administrasi dan pelayanan masyarakat, serta terlibat dalam penyambutan kunjungan Wakil Gubernur Kabupaten Malang dalam rangka pengembangan potensi pertanian desa. Seluruh dinamika kehidupan masyarakat Desa Gubugklakah kemudian dirangkum dalam film dokumenter berjudul “Di Bawah Langit Gubugklakah”. Film ini merekam potret desa dari aspek budaya, religius, pertanian, pariwisata, pendidikan, hingga sejarah sebagai upaya dokumentasi dan pelestarian kearifan lokal. Rangkaian pengabdian ditutup dengan Pentas Seni Penutupan dan Perpisahan Kelompok 41 KKM UIN Malang Aksara Vardhana. Acara ini menjadi ruang ekspresi budaya, apresiasi masyarakat, serta simbol penutup kebersamaan yang telah terjalin selama masa KKM. Melalui seluruh rangkaian kegiatan tersebut, Kelompok 41 KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan bahwa pengabdian bukan sekadar pelaksanaan program, melainkan proses merawat hubungan, menumbuhkan kesadaran, dan meninggalkan jejak kebermanfaatan yang berkelanjutan. Desa Gubugklakah tidak hanya menjadi tempat mengabdi, tetapi juga ruang belajar yang mengajarkan makna kemanusiaan, kebersamaan, dan tanggung jawab sosial.

Thumbnail
5 months ago
UMKM Go Digital! KKM UINMA 181 Candranawasena Dorong UMKM Dusun Jambangan Lewat Google Maps dan Banner

ERIN IZMI SARASWATI

Transformasi digital menjadi kebutuhan penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bertahan dan berkembang di era modern. Menyadari hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UINMA) Kelompok 181 Candranawasena menunjukkan kontribusi nyata dengan membantu mendigitalisasikan sekaligus mempromosikan UMKM yang ada di Dusun Jambangan. Mahasiswa KKN Kelompok 181 Candranawasena memiliki program kerja yang berfokus pada peningkatan UMKM melalui digitalisasi. Program ini tidak hanya bertujuan membantu promosi jangka pendek, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang bagi pelaku UMKM agar lebih mandiri dalam mengelola usaha mereka di dunia digital. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah membantu mendaftarkan 5 UMKM Dusun Jambangan ke Google Maps. Proses ini dimulai dengan pendataan UMKM, pengambilan lokasi usaha, dokumentasi foto produk dan tempat usaha, hingga pembuatan profil usaha yang informatif. Dengan terdaftarnya UMKM di Google Maps, manfaat yang dirasakan antara lain: Lokasi usaha lebih mudah ditemukan oleh pelanggan Meningkatkan kepercayaan konsumen karena usaha memiliki identitas digital resmi Membuka peluang pasar yang lebih luas, termasuk pelanggan dari luar dusun Memudahkan promosi secara online melalui tautan lokasi Mahasiswa KKM juga memberikan edukasi sederhana kepada pelaku UMKM mengenai cara mengelola dan memperbarui informasi usaha mereka di Google Maps agar tetap relevan dan menarik Selain digitalisasi lokasi usaha, Kelompok 181 Candranawasena juga membantu pembuatan banner UMKM sebagai media promosi offline yang efektif. Banner dirancang dengan tampilan yang menarik, memuat nama usaha, jenis produk, kontak, serta identitas visual yang mudah dikenali. Keberadaan banner ini sangat membantu UMKM dalam: Menarik perhatian calon pembeli yang melintas Memberikan identitas usaha yang jelas dan profesional Meningkatkan citra UMKM agar terlihat lebih meyakinkan Mahasiswa KKN terlibat langsung mulai dari proses desain, pemilihan warna dan font, hingga pemasangan banner. Program digitalisasi dan promosi UMKM ini mendapat sambutan positif dari para pelaku usaha dan masyarakat Dusun Jambangan. UMKM yang sebelumnya kurang dikenal kini mulai mendapatkan perhatian lebih, baik dari warga sekitar maupun dari luar wilayah. Bagi mahasiswa KKN, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu, meningkatkan kepedulian sosial, serta berkontribusi langsung dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Thumbnail
5 months ago
Langkah Pagi Menuju Tanah Suci: Pendampingan Calon Jamaah Haji Kota Batu, Junrejo Desa Beji dalam Menjaga Istitaah

BRILIANT SAYYED IBRAHIM

Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya, terutama saat terlibat langsung dalam pendampingan calon jamaah haji di Kota Batu, tepatnya Kecamatan Junrejo, Desa Beji. Program ini berfokus pada upaya menjaga kondisi kesehatan dan kebugaran fisik para calon jamaah agar tetap memenuhi kriteria istitaah sebagai syarat utama sebelum keberangkatan haji tahun 2026. Salah satu intervensi sederhana namun bermakna yang kami lakukan adalah kegiatan jalan kaki rutin setiap pagi. Setiap pagi, kami berkumpul dan berjalan bersama menyusuri jalan kampung Desa Beji dengan udara yang sejuk dan suasana yang tenang. Di bawah langit pagi yang cerah, para calon jamaah mulai dari usia dewasa hingga lansia melangkah perlahan namun penuh semangat. Kegiatan ini bukan sekadar olahraga, melainkan menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan antara mahasiswa dan jamaah. Sambil berjalan, kami memberikan edukasi kesehatan mengenai pentingnya aktivitas fisik teratur, pengendalian tekanan darah, pengelolaan gula darah, serta menjaga pola makan dan stamina agar tubuh tetap prima selama menjalankan ibadah haji yang membutuhkan kekuatan fisik. Hal yang paling berkesan bagi saya adalah semangat para calon jamaah. Meskipun sebagian sudah berusia lanjut, mereka tetap antusias mengikuti setiap sesi jalan pagi. Tidak jarang terdengar canda dan cerita pengalaman hidup yang membuat suasana terasa hangat dan penuh kekeluargaan. Dari langkah-langkah sederhana itu, saya melihat betapa besar niat dan harapan mereka untuk bisa berangkat ke Tanah Suci dalam kondisi sehat. Melalui kegiatan pendampingan ini, saya menyadari bahwa persiapan haji tidak hanya tentang kelengkapan administrasi, tetapi juga kesiapan fisik dan mental. Jalan kaki pagi menjadi langkah kecil yang membawa dampak besar dalam meningkatkan kebugaran sekaligus kesadaran hidup sehat. Pengalaman KKM ini mengajarkan saya arti empati, komunikasi, dan peran penting tenaga kesehatan dalam mendukung masyarakat. Bagi saya, setiap langkah yang kami tempuh bersama bukan hanya latihan fisik, tetapi juga bagian dari ikhtiar mengantarkan calon jamaah haji Desa Beji menuju perjalanan ibadah yang lancar, aman, dan penuh keberkahan.

Thumbnail
5 months ago
Penanaman Bibit Pepaya sebagai Upaya Penghijauan dan Pemberdayaan Desa Ngenep

M.ROBI ILMI

Pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan produktif merupakan salah satu langkah strategi dalam mendukung penghentian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat desa. Berangkat dari semangat tersebut, kelompok KKM Unggulan Fakultatif Universitas Islam Negeri (UIN) Malang 249 melaksanakan kegiatan penanaman bibit pepaya sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pengelolaan lahan kekosongan di wilayah pedesaan.Kegiatan ini dilaksanakan di Vasum Dusun Babaan, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada Selasa, 20 Januari 2026. Program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan KKM yang fokus pada optimalisasi potensi masyarakat lokal dan pemberdayaan.   Penanaman bibit pepaya ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari ketua RT setempat, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), hingga seluruh anggota KKM Unggulan Fakultatif UIN Malang. Sinergi antara mahasiswa, aparat desa, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam terlaksananya kegiatan ini dengan baik dan tertib.Pemilihan tanaman pepaya bukan tanpa alasan. Tanaman ini dinilai sangat sesuai dengan kondisi lingkungan setempat serta memiliki masa panen yang relatif cepat. Selain itu, adanya dukungan bibit pepaya unggul dalam jumlah besar dari Dosen Pembimbing Lapangan menjadi peluang besar untuk memanfaatkan lahan vakum atau lahan tidur yang sebelumnya belum digunakan secara optimal. Pepaya juga tidak membutuhkan lahan yang luas dan perawatannya relatif mudah, sehingga sangat cocok dijadikan contoh tanaman produktif yang dapat dikelola langsung oleh masyarakat.   Pemanfaatan lahan kosong menjadi lahan produktif merupakan salah satu langkah strategi dalam mendukung penghentian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat desa. Berangkat dari semangat tersebut, kelompok KKM Unggulan Fakultatif Universitas Islam Negeri (UIN) Malang 249 melaksanakan kegiatan penanaman bibit pepaya sebagai bentuk kontribusi nyata dalam pengelolaan lahan kekosongan di wilayah pedesaan.Kegiatan ini dilaksanakan di Vasum Dusun Babaan, Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang pada Selasa, 20 Januari 2026. Program ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan KKM yang fokus pada optimalisasi potensi masyarakat lokal dan pemberdayaan.   Penanaman bibit pepaya ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari ketua RT setempat, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), hingga seluruh anggota KKM Unggulan Fakultatif UIN Malang. Sinergi antara mahasiswa, aparat desa, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam terlaksananya kegiatan ini dengan baik dan tertib.Pemilihan tanaman pepaya bukan tanpa alasan. Tanaman ini dinilai sangat sesuai dengan kondisi lingkungan setempat serta memiliki masa panen yang relatif cepat. Selain itu, adanya dukungan bibit pepaya unggul dalam jumlah besar dari Dosen Pembimbing Lapangan menjadi peluang besar untuk memanfaatkan lahan vakum atau lahan tidur yang sebelumnya belum digunakan secara optimal. Pepaya juga tidak membutuhkan lahan yang luas dan perawatannya relatif mudah, sehingga sangat cocok dijadikan contoh tanaman produktif yang dapat dikelola langsung oleh masyarakat.   Tujuan utama dari penanaman bibit pepaya ini adalah mengubah kekosongan lahan menjadi aset produktif yang mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat desa. Selain itu, kegiatan ini juga berfungsi sebagai media edukasi praktis bagi masyarakat dalam mengelola lahan kosong secara efektif dan berkelanjutan.Kegiatan ini lebih terfokus pada aspek penghijauan dan pemanfaatan lahan vasum yang sebelumnya belum digunakan, dengan harapan ke depan dapat berkembang menjadi sumber nilai ekonomi bagi warga.Berdasarkan hasil pengamatan di lapangan, kondisi tanah di lokasi penanaman termasuk subur dan sangat memadai untuk pertumbuhan tanaman pepaya. Lingkungan sekitar juga mendukung, sehingga diharapkan bibit pepaya dapat tumbuh dengan optimal dan memberikan hasil yang baik di masa mendatang.Kegiatan penanaman bibit pepaya ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam,pemanfaatan lahan agar tidak terbengkalai,peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan lingkungan,penyediaan tanaman produktif yang berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan.Penanaman bibit pepaya ini menjadi simbol nyata upaya kolaboratif antara pelajar dan masyarakat dalam sumber sumber daya desa. Lebih dari sekadar kegiatan penghijauan, program ini merupakan investasi jangka panjang demi kesejahteraan ekonomi dan keinginan pangan Desa Ngenep.

Thumbnail
5 months ago
Merajut Harmoni Pengabdian: Pembukaan KKM Reguler Kelompok 114 dan 115 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Balesari Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Merajut Harmoni Pengabdian: Pembukaan KKM Reguler Kelompok 114 dan 115 UIN

MAHARDIKA PUTRA SUMARSONO

Desa Balesari merupakan desa yang memiliki kekayaan nilai kebersamaan, kearifan lokal, serta semangat gotong royong yang masih terjaga dalam kehidupan masyarakatnya. Kondisi sosial yang partisipatif serta kuatnya ikatan sosial antarwarga menjadikan Desa Balesari sebagai lokasi yang relevan bagi pelaksanaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan kewajiban akademik, melainkan sebagai bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi dalam menjalin sinergi dengan masyarakat desa melalui pendekatan yang edukatif, partisipatif, dan kontekstual. Pelaksanaan KKM Reguler di Desa Balesari melibatkan Kelompok 114 dan Kelompok 115 yang ditempatkan di dua wilayah dusun berbeda. Kelompok 114 melaksanakan kegiatan pengabdian di Dusun Segelan, Sidomulyo, sementara Kelompok 115 ditempatkan di Dusun Krajan. Penempatan ini bertujuan untuk mendekatkan mahasiswa dengan realitas sosial masyarakat secara langsung, sehingga program yang dirancang dapat disesuaikan dengan potensi, kebutuhan, serta permasalahan di masing-masing wilayah. Dalam konteks ini, mahasiswa hadir sebagai mitra masyarakat yang belajar bersama, mendengarkan aspirasi warga, serta berperan aktif dalam proses pemberdayaan, bukan sebagai pihak yang bersifat instruktif. Secara konseptual, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dirancang sebagai jembatan antara ilmu pengetahuan yang diperoleh mahasiswa di bangku perkuliahan dengan realitas kehidupan sosial masyarakat. Melalui KKM Reguler, mahasiswa didorong untuk mengaktualisasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki agar memberikan manfaat nyata, sekaligus mengembangkan kepekaan sosial, empati, kemampuan komunikasi, serta kerja sama lintas disiplin. Selaras dengan tujuan tersebut, pelaksanaan KKM Reguler di Desa Balesari diarahkan pada upaya pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal dengan menekankan partisipasi aktif warga dalam setiap tahapan kegiatan. Mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berperan sebagai agen perubahan sosial yang berupaya mendorong peningkatan kesadaran masyarakat dalam bidang pendidikan, ketahanan keluarga, kesehatan, serta penguatan nilai sosial dan keagamaan yang moderat. Pengabdian yang dilakukan tidak bersifat satu arah, melainkan mengedepankan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat sebagai subjek utama pembangunan sosial. Dengan demikian, KKM Reguler menjadi ruang pembelajaran dua arah yang mempertemukan ilmu dari kampus dengan kearifan lokal masyarakat Desa Balesari. Melalui pendekatan partisipatif dan pemberdayaan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, sekaligus menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna bagi mahasiswa dalam membangun tanggung jawab sosial, kepemimpinan, serta komitmen terhadap pembangunan masyarakat desa secara berkelanjutan. Kegiatan pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Reguler Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Balesari dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025 bertempat di Balai Desa Balesari. Rangkaian kegiatan dimulai sejak pukul 09.00 WIB dengan persiapan acara yang dilakukan oleh seluruh anggota kelompok KKM, meliputi penataan tempat, perlengkapan acara, serta koordinasi panitia guna memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Balesari, perangkat desa, dosen pembimbing lapangan, tokoh masyarakat serta mahasiswa KKM Reguler Kelompok 114 dan 115, sebagai penanda resmi dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa di Desa Balesari. Acara resmi dimulai pada pukul 09.30 WIB dengan pembukaan oleh pembawa acara, Mahardika Putra Sumarsono dan Karina Aning Ramadani. Kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Muhammad Zaqi T, yang menghadirkan suasana khidmat, serta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Nazaluna Sania Zahro sebagai wujud nasionalisme dan kebersamaan seluruh peserta yang hadir. Memasuki sesi sambutan, acara diawali oleh Ketua KKM Reguler Kelompok 114, Muhamad Taufik Hidayat, dan dilanjutkan oleh Ketua KKM Reguler Kelompok 115, Padil Hasyim Ali. Keduanya menyampaikan kesiapan mahasiswa untuk melaksanakan program pengabdian serta harapan terjalinnya kerja sama yang baik dengan masyarakat Desa Balesari. Sambutan selanjutnya disampaikan oleh perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) yakni Bapak Dr. Musleh Harry, S.H., M.Hum., yang menekankan pentingnya etika, tanggung jawab, dan peran mahasiswa sebagai pendamping masyarakat selama pelaksanaan KKM.  Dalam sambutannya, Dr. Musleh Harry menyampaikan harapannya agar masyarakat Desa Balesari dapat menerima kehadiran mahasiswa KKM dengan terbuka. Ia juga berpesan agar masyarakat tidak segan untuk memberikan teguran dan masukan apabila terdapat kekeliruan selama mahasiswa melaksanakan kegiatan. "Mahasiswa kami datang dengan bekal ilmu yang terbatas dan juga untuk belajar bersama masyarakat. Apabila dalam pelaksanaannya terdapat kekurangan, jangan sepenuhnya menyalahkan mahasiswa, melainkan menjadi tanggung jawab kami sebagai pembimbing. Insyaallah, kami berkomitmen bahwa mahasiswa KKM Reguler ini tidak akan mengecewakan," ujarnya. Puncak sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Balesari yang diwakilkan oleh Bapak Muhibullah, S.Pd.I. selaku Sekretaris Desa Balesari, yang secara resmi menerima mahasiswa KKM Reguler Kelompok 114 dan 115. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan ucapan selamat datang serta harapan agar mahasiswa dapat berkontribusi secara aktif melalui program-program yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Balesari. Ia juga menegaskan dukungan penuh dari pemerintah desa terhadap pelaksanaan KKM Reguler. "Kami dari pihak desa siap membantu dan mendukung keberlangsungan kegiatan KKM ini apabila mahasiswa membutuhkan bantuan. Kami juga berharap kehadiran mahasiswa dapat menjadi inspirasi bagi para remaja di Desa Balesari untuk terus melanjutkan pendidikan dan menuntut ilmu setinggi-tingginya," ujarnya. Pada kesempatan tersebut, dilakukan penyematan kartu identitas (ID Card) kepada perwakilan peserta KKM yang diwakili oleh masing-masing ketua kelompok, sebagai simbol diterimanya mahasiswa KKM Reguler oleh pemerintah desa. Sebagai tanda resmi dimulainya kegiatan KKM Reguler, dilakukan simbolis pembukaan melalui pemotongan pita dan serah terima peserta KKM oleh perwakilan pemerintah desa bersama Dosen Pembimbing Lapangan. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Ulil Albab Abdilla, sebagai harapan agar seluruh kegiatan KKM dapat berjalan dengan lancar serta membawa keberkahan bagi mahasiswa dan masyarakat Desa Balesari. Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan pembukaan tersebut, nuansa kebersamaan semakin terasa dalam keseluruhan proses pelaksanaan KKM Reguler. Momen ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi titik awal terbangunnya kepercayaan dan kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat Desa Balesari. Kehadiran mahasiswa KKM Reguler Kelompok 114 dan 115 dimaknai sebagai proses pendampingan yang mengedepankan prinsip kebersamaan, dialog, dan saling menghargai antara perguruan tinggi dan masyarakat desa. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM Reguler berperan sebagai mitra masyarakat yang berupaya memahami kondisi sosial, budaya, serta kebutuhan lokal. Pendekatan partisipatif menjadi landasan utama dalam setiap kegiatan, sehingga program yang dijalankan tidak bersifat satu arah, melainkan tumbuh dari komunikasi dan kesepakatan bersama. Masyarakat Desa Balesari pun berperan aktif sebagai subjek pengabdian yang terlibat dalam mendukung dan menyukseskan berbagai agenda KKM. Secara keseluruhan, Kuliah Kerja Mahasiswa Reguler di Desa Balesari menjadi ruang tumbuh bersama bagi mahasiswa dan masyarakat dalam membangun harmoni melalui pengabdian. Kegiatan ini menegaskan bahwa pengabdian bukan sekadar pelaksanaan program, melainkan proses manusiawi yang menumbuhkan empati, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Melalui kolaborasi yang dilandasi kepercayaan dan kebersamaan, KKM Reguler diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman pengabdian yang bermakna bagi mahasiswa. Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Merajut Harmoni Pengabdian: Pembukaan KKM Reguler Kelompok 114 dan 115 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Balesari", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/cynthiadestaanggraini9273/695a7485ed6415767946ca92/merajut-harmoni-pengabdian-pembukaan-kkm-reguler-kelompok-114-dan-115-uin-maulana-malik-ibrahim-malang-di-desa-balesari?page=all#section1 Kreator: Cynthia Desta Anggraini