Thumbnail
5 months ago
Menanamkan Empati Sejak Dini: Sosialisasi Pencegahan Bullying oleh KKM 116 UIN Malang di SDN Karanganyar 01 Kec. Poncokusumo, Kab. Malang.

ZAHRO`UL MUFIDAH

Sosialisasi bullying di SDN Karanganyar 01, Poncokusumo, Kabupaten Malang, merupakan salah satu program kerja yang diinisiasi oleh kami dari Kelompok KKM 116 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertempat di Dusun Baran, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini kami rancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus respon atas realitas sosial yang tetap menunjukkan adanya praktik perundungan di lingkungan sekolah dasar. Sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan KKM, kami merasa memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk ikut berkontribusi dalam menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak. Dalam pelaksanaannya, kami melakukan sosialisasi dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami oleh siswa. Perundungan sering kali dianggap sebagai bagian dari proses tumbuh kembang atau sekadar candaan antarteman. Namun tanpa disadari, tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang, seperti rasa rendah diri, kecemasan, bahkan trauma yang mempengaruhi perkembangan sosial dan akademik anak. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk memahami batas antara bercanda dan menyakiti. Materi yang kami sampaikan tidak hanya fokus pada definisi dan bentuk-bentuk bullying, tetapi juga dampaknya bagi korban maupun pelaku serta langkah-langkah pencegahannya. Selain menyampaikan materi, kami juga mengadakan sesi konseling kelompok dengan membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Dalam sesi ini, anak-anak diberi ruang untuk berbagi cerita dan pengalaman secara lebih pribadi, sehingga mereka belajar mengungkapkan perasaan sekaligus mendengarkan teman dengan empati. Sebagai penutup, kami menghadirkan sesi “Pohon Bercerita”, yaitu kegiatan menuliskan pengalaman atau pesan terkait bullying pada selembar kertas yang kemudian ditempel hingga membentuk simbol pohon. Kegiatan reflektif ini menjadi media sederhana namun bermakna untuk menanamkan empati sejak dini. Melalui sosialisasi ini, kami berharap dapat mendorong terbentuknya budaya sekolah yang lebih ramah, saling menghargai, dan mendukung tumbuh kembang anak secara sehat, baik secara akademik maupun emosional.

Thumbnail
5 months ago
Meriah dan Penuh Haru, Gebyar Penutupan KKM Unggulan Halal Center UIN Malang Kelompok 3 di POMURI

SYARIFAH KHODIJAH

Malang – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai Gebyar Penutupan KKM Unggulan Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 3 yang digelar di Perumahan Pondok Mutiara Asri (POMURI). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian pengabdian mahasiswa selama melaksanakan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di lingkungan perumahan yang dikenal memiliki banyak pelaku UMKM rumahan tersebut.   Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menghadirkan suasana khidmat, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan semangat kebangsaan. Momentum ini menjadi simbol sinergi antara nilai religiusitas dan nasionalisme dalam setiap program pengabdian yang dijalankan.   Ketua Kelompok 3 dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh warga POMURI yang telah menerima mahasiswa dengan hangat serta berkolaborasi aktif dalam setiap program kerja, khususnya pendampingan sertifikasi halal bagi UMKM rumahan. “Kami hadir bukan hanya untuk menjalankan program akademik, tetapi juga untuk belajar bersama masyarakat dan tumbuh bersama,” ujarnya.   Sambutan turut disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ketua RW, serta Ketua Takmir Masjid Al Firdaus. Ketiganya memberikan apresiasi atas dedikasi mahasiswa yang dinilai telah memberikan dampak nyata, terutama dalam penguatan ekosistem usaha halal dan pemberdayaan masyarakat berbasis masjid.   Gebyar penutupan semakin semarak dengan berbagai penampilan dari lintas generasi. Anak-anak TPQ Masjid Al Firdaus menampilkan tari kreatif dan pertunjukan pantomim yang mengundang tepuk tangan meriah dari para hadirin. Remaja desa turut mempersembahkan tari khas Jawa Timur yang energik dan sarat nilai budaya lokal.   Tak kalah memukau, ibu-ibu Majelis Hadrah Jidor Al Firdaus tampil membawakan lantunan shalawat yang menggugah suasana religius sekaligus mempererat ukhuwah antarwarga. Sebagai penampilan pamungkas, mahasiswa KKM mempersembahkan drama musikal yang mengisahkan perjalanan pengabdian mereka selama di POMURI—mulai dari pendampingan UMKM, pelatihan kreatif, hingga kebersamaan dengan anak-anak TPQ. Drama tersebut sukses menghadirkan tawa sekaligus haru di penghujung acara.   Selain pentas seni, momen penting lainnya adalah pengumuman pemenang lomba kreasi anak yang sebelumnya telah digelar sebagai bagian dari program pemberdayaan. Tidak hanya itu, secara simbolis juga diumumkan capaian sertifikat halal bagi pelaku usaha yang telah berhasil lolos proses pendampingan, sebagai bentuk komitmen terhadap penguatan UMKM di lingkungan perumahan.   Acara ditutup dengan penayangan video after movie KKM dalam format short film yang merangkum seluruh perjalanan pengabdian mahasiswa. Tayangan tersebut menjadi refleksi sekaligus kenangan manis atas kolaborasi yang telah terjalin antara mahasiswa dan masyarakat.   Ketua RW POMURI menyampaikan harapannya agar silaturahmi tetap terjaga meski masa KKM telah berakhir. “Kami merasakan manfaat nyata dari kehadiran adik-adik mahasiswa, terutama bagi UMKM rumahan yang menjadi kekuatan ekonomi warga,” ungkapnya.   Gebyar penutupan ini bukan sekadar seremoni akhir kegiatan, melainkan simbol keberhasilan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi, memperkuat nilai religius, serta menumbuhkan semangat kreativitas di tengah lingkungan perumahan yang produktif.

Thumbnail
5 months ago
Mengintip Keseruan Kelas Bisnis Terakhir KKM Unggulan Inkubasi Bisnis UIN Malang: Membedah Magis Personal Branding Bersama Kak Dina Fajar

`AISYAH SALSABILA

MALANG -- Minggu, 1 Februari 2026, menjadi momentum emosional sekaligus inspiratif bagi para mahasiswa peserta KKM Inkubasi Bisnis UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Menandai berakhirnya rangkaian program kerja edukatif mereka, sebuah kelas bisnis spesial digelar dengan menghadirkan sosok pemuda berprestasi dari Universitas Brawijaya (UB), Kak Dina Fajar. Mengusung tema besar mengenai Strategi Personal Branding, Kak Dina berhasil mengubah suasana kelas menjadi diskusi hangat yang membuka cakrawala berpikir tentang bagaimana cara anak muda "menjual" potensi diri di era kompetisi yang semakin ketat. Dalam paparannya, Kak Dina menegaskan bahwa memiliki personal branding bukan lagi sebuah pilihan atau sekadar gaya hidup, melainkan kebutuhan mendasar bagi siapa saja yang ingin bertahan di dunia profesional. Ia menyoroti fenomena saat ini di mana dunia nyata dan dunia maya sudah tidak memiliki sekat lagi. Apa yang kami tampilkan di media sosial adalah representasi digital yang dilihat oleh calon klien, mitra bisnis, hingga perusahaan besar. Kak Dina menekankan bahwa anak muda harus mulai sadar untuk mengelola jejak digital mereka secara positif agar mampu membangun kepercayaan publik secara organik. Foto ketika Kelas Berlangsung Menariknya, Kak Dina tidak hanya bicara soal teori. Ia membagikan rekam jejak pribadinya yang dimulai dengan langkah-langkah kecil yang konsisten. Ia menceritakan bagaimana konsistensi dalam membuat konten dan membangun interaksi membuat pengikutnya (followers) di media sosial terus bertumbuh pesat. Namun, poin utama yang ia garis bawahi bukanlah sekadar angka pengikut, melainkan bagaimana pertumbuhan tersebut menjadi jembatan untuk meraih mimpi dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan. Pengalaman nyatanya sebagai Brand Ambassador (BA) Wardah Cosmetics menjadi bukti sahih; berkat branding yang kuat, ia kini sering diundang ke berbagai tempat, berkeliling daerah, dan luar biasanya, ia justru dibayar untuk melakukan hobi yang ia cintai tersebut. Lebih lanjut, Kak Dina memberikan nasehat yang sangat praktis namun sering terabaikan oleh banyak orang, yakni mengenai penampilan fisik. Beliau mengingatkan agar para pelajar tidak meremehkan cara berpakaian dan kebersihan diri. Mengoreksi penampilan agar terlihat lebih rapi di mata orang lain adalah bentuk profesionalitas paling dasar. Penampilan yang rapi bukan berarti harus mewah, melainkan menunjukkan bahwa kita siap dan menghargai kesempatan yang datang. Hal ini sejalan dengan komitmen Inkubator Bisnis UIN Malang yang selalu mendorong mahasiswanya untuk tampil unggul di masyarakat. Kelas bisnis ini pun ditutup dengan sesi tanya jawab yang antusias, menyisakan semangat baru bagi para peserta KKM. Dengan berakhirnya kelas ini, diharapkan para siswa tidak hanya membawa pulang pengalaman mengabdi di desa, tetapi juga membawa "senjata" baru berupa citra diri yang kuat untuk melangkah ke jenjang karir berikutnya. Kak Dina Fajar telah membuktikan bahwa dengan langkah kecil yang tekun dan penampilan yang terjaga, pintu peluang akan terbuka lebar dengan sendirinya.  

Thumbnail
5 months ago
KKM 81 Ajarkan Bahasa Arab di TPQ Khoirun Najwa dan Darul Muttaqin Sebagai Bentuk Penguatan Pendidikan Keagamaan

AISYAH FADLILATULLATHIIFAH

Kegiatan pengajaran Bahasa Arab menjadi salah satu program Pendidikan yang dilaksanakan oleh KKM 81 Abhinaya Bhakti selama masa pengabdian di Desa Ngadilangkung. Program ini dilaksanakan di dua Lembaga Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), yaitu TPQ Khoirun Najwa dan TPQ Darul Muttaqin, sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembelajaran keagamaan bagi anak-anak. Pengajaran Bahasa Arab di TPQ Khoirun Najwa dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu dan Jumat. Kegiatan ini diikuti oleh santri TPQ dengan antusias, terutama karena materi yang disampaiakn menggunakan metode yang mudah dipahami dan sederhana seperti bernyanyi dan menggunakan flash card. Hal ini diupayakan oleh mahasiswa KKM untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar santri lebih mudah memahami kosakata dasar Bahasa Arab. Sementara itu, pengajaran Bahasa Arab di TPQ Darul Muttaqin dilaksanakan setiap hari Selasa dan Kamis. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM mendampingi santri dalam pelafalan Bahasa Arab yang benar. Kegiatan ini juga dikombinasikan dengan latihan membaca dan pengulangan bersama untuk mrningkatkan pemahaman santri. Metode pengajaran yang dipakai juga sama dengan menggunakan lagu dan flash card, serta memberikan hadiah berupa snack sebagai bentuk apresiasi kepada santri yang telah berani menjawab soal pertanyaan. Melalui kegiatan pengajaran ini, KKM 81 Abhinaya Bhakti berharap dapat membantu meningkatkan minat belajar santri terhadap Bahasa Arab sebagai bahasa Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk berperan aktif dalam dunia Pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat desa. Program pengajaran Bahasa Arab di dua TPQ ini mendapat respon positif dari pengurus TPQ dan para santri. Keharidan mahasiswa KKM dinilai mampu memberikan warna baru dalam proses pembelajaran serta mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat, khususnya dalam bidang Pendidikan dan keagamaan.  

Thumbnail
5 months ago
KKM 49 Prasena Adikara UIN Malang Sukses Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung

AUGIE RYAN RAHMAN

KKM 49 Prasena Adikara UIN Malang Sukses Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung Jabung – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Perilaku Maladaptif dalam Pergaulan Remaja: Dampak Psikologis dan Konsekuensi Hukum” dan dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB di aula sekolah. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh kurang lebih 400 siswa dari tiga angkatan, yakni kelas X, XI, dan XII. Sejak awal kegiatan, para siswa terlihat antusias dan mengikuti rangkaian acara dengan tertib. Isu bullying dinilai sebagai topik yang relevan dengan dinamika pergaulan remaja saat ini, sehingga materi yang disampaikan mudah diterima oleh peserta. Pemateri dalam kegiatan ini adalah Bapak Anwar Fuady, Dosen Psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara sistematis mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, faktor penyebab munculnya perilaku maladaptif, dampak psikologis terhadap korban, serta konsekuensi hukum yang dapat dikenakan kepada pelaku. Sebagai penguatan materi, pemateri juga mengajak peserta untuk melakukan refleksi diri melalui ilustrasi sederhana namun bermakna. Perumpamaan uang yang dilipat, diremas, dan diinjak, namun tetap bernilai, menjadi gambaran bahwa setiap individu memiliki harga diri dan martabat yang tidak dapat hilang hanya karena perlakuan buruk dari orang lain. Antusiasme siswa semakin terlihat pada sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta, yang sebagian besar menggambarkan kasus bullying yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun pergaulan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi mampu membuka ruang diskusi yang reflektif dan kontekstual. Selain mendapatkan respons positif dari para siswa, kegiatan ini juga memperoleh apresiasi dari para guru SMA Sunan Kalijogo Jabung. Para guru menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi anti bullying ini. Menurut mereka, kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif bullying, baik secara psikologis maupun sosial. Sosialisasi ini juga dianggap sebagai bentuk edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai empati, saling menghargai, serta memperkuat upaya pencegahan perilaku menyimpang di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan ini, KKM 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan peserta didik dapat terus terjalin dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari bullying. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter remaja yang sehat secara psikologis dan bertanggung jawab secara sosial.

Thumbnail
5 months ago
KKM dan Ilusi Program Besar: Menanamkan Empati Sejak Dini: Sosialisasi Pencegahan Bullying oleh KKM 116 UIN Malang di SDN Karanganyar 01 Kec. Poncokusumo, Kab. Malang.

KHISBY ZULFIAN HILMY

  Sosialisasi bullying di SDN Karanganyar 01, Poncokusumo, Kabupaten Malang, merupakan salah satu program kerja yang diinisiasi oleh kami dari Kelompok KKM 116 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang bertempat di Dusun Baran, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Kegiatan ini kami rancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat sekaligus respons atas realitas sosial yang masih menunjukkan adanya praktik perundungan di lingkungan sekolah dasar. Sebagai mahasiswa yang sedang melaksanakan KKM, kami merasa memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk turut berkontribusi dalam menciptakan ruang belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak.   Dalam pelaksanaannya, kami melakukan sosialisasi dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami oleh siswa. Perundungan sering kali dianggap sebagai bagian dari proses tumbuh kembang atau sekadar candaan antarteman. Namun tanpa disadari, tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang, seperti rasa rendah diri, kecemasan, bahkan trauma yang memengaruhi perkembangan sosial dan akademik anak. Oleh karena itu, penting bagi siswa untuk memahami batas antara bercanda dan menyakiti.   Materi yang kami sampaikan tidak hanya berfokus pada definisi dan bentuk-bentuk bullying, tetapi juga dampaknya bagi korban maupun pelaku serta langkah pencegahannya. Selain penyampaian materi, kami juga mengadakan sesi konseling kelompok dengan membagi siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil. Dalam sesi ini, anak-anak diberi ruang untuk berbagi cerita dan pengalaman secara lebih personal, sehingga mereka belajar mengungkapkan perasaan sekaligus mendengarkan teman dengan empati.   Sebagai penutup, kami menghadirkan sesi “Pohon Bercerita”, yaitu kegiatan menuliskan pengalaman atau pesan terkait bullying pada selembar kertas yang kemudian ditempel hingga membentuk simbol pohon. Kegiatan reflektif ini menjadi media sederhana namun bermakna untuk menanamkan empati sejak dini. Melalui sosialisasi ini, kami berharap dapat mendorong terbentuknya budaya sekolah yang lebih ramah, saling menghargai, dan mendukung tumbuh kembang anak secara sehat, baik secara akademik maupun emosional.