NAFISA NABILA ARDELIA
Perjalanan kegiatan KKM 158 Girinadiwana di Desa Plumpung, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan menjadi pengalaman pengabdian yang dijalankan secara bertahap dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. Selama berada di desa, tim mahasiswa tidak hanya menjalankan satu jenis program, tetapi bergerak di berbagai bidang seperti pendidikan, kegiatan sosial, keagamaan, serta pendampingan ekonomi melalui program UMKM dan pemanfaatan teknologi digital. Sejak awal, program ini dirancang agar benar-benar terasa manfaatnya dan sekaligus membangun kedekatan dengan perangkat desa maupun warga. Kedatangan tim diawali dengan orientasi wilayah dan kunjungan silaturahmi kepada Kepala Desa serta para Ketua RT. Dari pertemuan itu, siswa mulai menyusun langkah kerja dan menyesuaikan program dengan kebutuhan lapangan. Pembukaan KKM kemudian dilaksanakan secara resmi di balai desa sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan. Pada masa awal pelaksanaan, tim juga ikut terjun dalam kerja bakti membantu warga menangani dampak longsor di wilayah perbatasan RT. Keterlibatan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus upaya membangun kebersamaan sejak hari pertama. Dalam bidang pendidikan keagamaan, siswa rutin mendampingi kegiatan belajar di TPQ. Proses pembelajaran dilakukan secara pelan-pelan dan disesuaikan dengan kemampuan santri, mulai dari membaca, perbaikan tajwid, hingga latihan praktik. Suasana belajar dibuat santai dan interaktif agar anak-anak merasa nyaman. Selain di TPQ, mahasiswa juga membantu kegiatan belajar di MI setempat, termasuk pendampingan materi, kegiatan kepramukaan, serta edukasi tentang pentingnya sikap saling menghormati di lingkungan sekolah. Di sisi lain, program penguatan UMKM juga menjadi perhatian utama. Tim melakukan pendataan dan kunjungan langsung ke pelaku usaha rumahan seperti produsen roti, tahu, tempe, dan pemilik toko. Dari kegiatan itu, mahasiswa membantu pemetaan lokasi usaha dan fasilitas umum melalui Google Maps agar lebih mudah ditemukan. Warga juga memperkenalkan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS, lengkap dengan cara pendampingan dalam penggunaannya. Pendekatan dilakukan secara langsung dan bersahabat agar pelaku usaha lebih terbuka menerima hal baru. Mahasiswa ikut ambil bagian dalam berbagai kegiatan sosial dan keagamaan desa. Mereka membantu persiapan dan pelaksanaan peringatan Isra' Mi'raj di MI dengan berbagai lomba dan kegiatan bernuansa keagamaan. Kegiatan berlangsung meriah dengan kebersamaan warga dan siswa. Selain itu, diadakan juga pelatihan keterampilan digital untuk ibu-ibu PKK sebagai tambahan wawasan ekonomi kreatif. Tim keterlibatan juga terlihat pada kegiatan Posyandu dan pendampingan belajar masyarakat. Kontribusi lainnya diwujudkan melalui kerja bakti di masjid, penyerahan tempat sampah untuk mendukung kebersihan lingkungan, serta pemasangan papan informasi desa sebagai sarana edukasi. Seluruh program yang diusahakan bersifat praktis dan bisa terus dimanfaatkan setelah masa KKM selesai. Menjelang akhir kegiatan, pengajaran di TPQ ditutup dengan doa bersama dan menyampaikan kenang-kenangan sebagai tanda terima kasih. Rangkaian KKM kemudian diakhiri melalui acara penutupan di balai desa yang berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Berakhirnya program ini menjadi penutup masa pengabdian siswa sekaligus meninggalkan harapan agar manfaat kegiatannya tetap dirasakan oleh Desa Masyarakat Plumpung di depannya.
MAULIDI ABDILLAH
Dalam rangka memperingati peristiwa Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW, telah dilaksanakan serangkaian kegiatan keagamaan yang berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, tanggal 14--16 Januari 2026. Kegiatan ini dipusatkan di Masjid Nuurul Jadiid dan melibatkan santri TPQ Nuurul Jadiid serta seluruh warga Kelurahan Balearjosari. Rangkaian kegiatan diawali pada Rabu, 14 Januari 2026, dengan pelaksanaan berbagai lomba keagamaan yang diikuti oleh santri TPQ Nuurul Jadiid. Lomba pertama yang dilaksanakan adalah lomba adzan yang diikuti oleh santri laki-laki TPQ Nuurul Jadiid. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan lomba mewarnai kaligrafi yang diikuti oleh seluruh santri TPQ Nuurul Jadiid. Perlombaan pada hari pertama dimulai pada pukul 15.45 WIB dan berakhir pada pukul 18.00 WIB dengan antusiasme tinggi dari para peserta.
MUHAMMAD RISKY PRATAMA
Mahasiswa KKM Mandiri Gravia melaksanakan kegiatan penyerahan sekaligus pemasangan banner usaha kepada Bapak Ecco, seorang pengusaha ternak lele, pada Senin, 26 Januari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari dukungan mahasiswa terhadap pengembangan usaha lokal agar lebih mudah dikenali oleh masyarakat. Penyerahan sekaligus pemasangan banner ini dilakukan sebagai bentuk penanda lokasi usaha, sehingga konsumen dapat mengetahui dan lebih mudah menemukan lokasi penjualan lele dengan lebih mudah. Keberadaan banner diharapkan dapat meningkatkan visibilitas usaha serta memudahkan akses bagi calon pembeli. Banner yang diserahkan dirancang sebagai media informasi sederhana yang memuat identitas usaha penjualan lele milik Bapak Ecco. Media ini menjadi salah satu sarana pendukung promosi yang efektif, khususnya bagi usaha yang berada di lingkungan desa, agar kedepannya masyarakat termasuk konsumen tidak bingung dalam mencari letak usaha lele tersebut. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKM Mandiri Gravia juga berinteraksi langsung dengan pelaku usaha untuk memastikan penempatan banner sesuai dengan lokasi yang strategis dan mudah terlihat oleh masyarakat sekitar. Bapak Ecco menyambut baik penyerahan banner tersebut dan mengapresiasi perhatian serta dukungan mahasiswa terhadap usaha yang dikelolanya. Dukungan ini dinilai dapat membantu memperkenalkan usaha penjualan lele kepada konsumen secara lebih luas. Kegiatan penyerahan sekaligus pemasangan banner ini menjadi bagian dari rangkaian program kerja KKM Mandiri Gravia dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat desa, khususnya pada sektor usaha mikro dan kecil. Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa KKM Mandiri Gravia berharap keberadaan banner dapat memberikan manfaat nyata bagi usaha peternakan lele milik Bapak Ecco serta mendorong peningkatan akses dan pemasaran produk secara berkelanjutan.
ABDUL AZIZ
Acara Peluncuran Website SIMANTAP dan Jumeneng Batik yang digagas oleh Kelompok KKM Aruna menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam mendorong digitalisasi dan pemberdayaan desa. Kegiatan ini diawali dengan sambutan dari Ketua Pelaksana KKM Aruna yang menyampaikan latar belakang serta tujuan utama dari peluncuran dua proyek tersebut, yaitu untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Kepala Desa Wonorejo yang mengapresiasi inisiatif Kelompok KKM Aruna dalam menghadirkan inovasi berbasis teknologi dan budaya lokal. Dukungan juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) serta perwakilan LP2M yang menegaskan bahwa program ini sejalan dengan semangat pengabdian kepada masyarakat dan implementasi ilmu yang diperoleh di bangku perkuliahan. Acara dilanjutkan dengan penampilan seni bela diri silat Pagar Nusa yang dibawakan oleh anak-anak MI setempat. Penampilan ini menjadi pembuka suasana yang penuh semangat sekaligus menunjukkan kekayaan budaya dan potensi generasi muda Desa Wonorejo dalam melestarikan seni tradisional. Anggota KKM Aruna (Pasa dan Fitriyatil) bersama Kepala desa memegang batik Arum Tirto Wojo (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Memasuki sesi inti, pada sesi demo proyek batik, Pasa dan Fitriyatil memperkenalkan karya batik bertajuk Arum Tirto Wojo, sebuah motif yang sarat makna dan filosofi lokal. Nama Arum memiliki arti harum atau indah, yang melambangkan keindahan alam Desa Wonorejo serta citra baik yang terpancar dari budaya dan kehidupan masyarakatnya. Makna ini menjadi representasi harmoni antara manusia dan lingkungan yang masih terjaga hingga kini. Sementara itu, kata Tirto yang berarti air atau sungai menggambarkan peran penting aliran sungai dalam menopang kehidupan dan melancarkan sumber ekonomi masyarakat Wonorejo. Sungai tidak hanya menjadi sumber daya alam, tetapi juga bagian dari denyut kehidupan warga desa. Adapun Wojo merupakan singkatan dari nama desa, yaitu Wono dan rejo, di mana wono berarti alas atau hutan, sedangkan rejo bermakna ramai atau sejahtera. Keseluruhan makna tersebut menyatu dalam motif batik Arum Tirto Wojo sebagai simbol Wonorejo yang indah, hidup, dan penuh harapan akan kesejahteraan. Penjelasan dari anggota KKM Aruna (Iyan dan Maysa) mengenai website SIMANTAP (Sumber dokumentasi asli dari KKM Aruna) Pada sesi berikutnya, Kelompok KKM Aruna mendemonstrasikan website SIMANTAP, sebuah platform digital yang dirancang khusus untuk warga Desa Wonorejo, Kecamatan Poncokusumo. Website ini dikembangkan sebagai pusat informasi dan dokumentasi kegiatan desa yang mudah diakses oleh masyarakat. SIMANTAP memiliki berbagai menu utama, di antaranya Beranda sebagai tampilan awal informasi, Acara yang memuat agenda dan kegiatan desa, serta Sejarah yang mengulas perjalanan dan identitas Desa Wonorejo. Selain itu, website SIMANTAP juga menyediakan menu Batik sebagai ruang promosi dan pengenalan Jumeneng Batik, Lowongan Kerja untuk membantu warga memperoleh informasi peluang kerja, serta Galeri Video yang menampilkan dokumentasi visual kegiatan desa. Tidak hanya itu, tersedia pula menu Berita yang menyajikan informasi terkini seputar desa, serta Promosi UMKM dan berbagai kegiatan lainnya sebagai upaya mendukung potensi ekonomi dan kreativitas masyarakat Wonorejo. Melalui fitur-fitur tersebut, website SIMANTAP diharapkan dapat menjadi sarana komunikasi, informasi, dan promosi yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dalam perkembangan desa berbasis digital. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang melibatkan Ketua Republik Gubuk, Ketua LP2M, serta Sekretaris Desa dan pemantiknya sendiri dari Ketua KKM Aruna. Diskusi ini menjadi ruang dialog untuk memberikan masukan, tanggapan, serta harapan terhadap keberlanjutan website SIMANTAP dan pengembangan Jumeneng Batik ke depannya. Kemudian suasana acara dibuat lebih hangat melalui penampilan nyanyi akustik yang dibawakan oleh dua perwakilan dari Kelompok KKM Belung. Iringan musik akustik yang sederhana namun penuh makna menjadi hiburan penutup yang menyegarkan setelah rangkaian diskusi dan pemaparan program. Penampilan tersebut tidak hanya menjadi selingan hiburan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan dan kolaborasi antarkelompok KKM dalam mendukung kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran Kelompok KKM Belung melalui penampilan musik akustik ini semakin mempererat suasana kekeluargaan sebelum acara resmi ditutup. Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan harapan agar kedua proyek yang telah diluncurkan tidak hanya berhenti pada seremoni, tetapi dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan oleh masyarakat. Melalui peluncuran SIMANTAP dan Jumeneng Batik, Kelompok KKM Aruna menunjukkan bahwa dari KKM untuk desa, langkah kecil yang dilakukan dengan kolaborasi dapat membawa dampak yang bermakna.
RIZQIN MUFIDAH CHOIRINA
Sebagai penutup seluruh rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Mandiri Gravia, Kelompok 162 menyelenggarakan acara Malam Puncak sebagai bentuk penutupan resmi KKM di Desa Ketawang Daleman. Acara ini menjadi momentum akhir kebersamaan antara mahasiswa KKM, masyarakat, serta perangkat desa setelah menjalani berbagai program selama masa KKM berlangsung. Kegiatan Malam Puncak dilaksanakan pada hari Sabtu, 31 Januari 2026, bertempat di Gudang Desa Ketawang Daleman, dan dimulai pada pukul 19.30 WIB. Acara ini dibuka untuk umum, sehingga masyarakat Desa Ketawang Daleman dapat turut hadir dan meramaikan kegiatan penutupan KKM tersebut. Acara diawali dengan sambutan dari perwakilan perangkat desa, yang kemudian dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dari mahasiswa KKM Mandiri Gravia Kelompok 162 kepada pihak desa sebagai simbol terima kasih dan kenangan atas kerja sama yang telah terjalin. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), yang memberikan arahan serta apresiasi atas pelaksanaan KKM. Sambutan terakhir disampaikan oleh ketua KKM Mandiri Gravia Kelompok 162 sebagai penutup sesi sambutan. Setelah rangkaian sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba-lomba yang telah diselenggarakan sebelumnya dalam rangkaian kegiatan KKM. Pengumuman ini menjadi salah satu momen yang dinantikan oleh peserta dan masyarakat yang hadir. Acara Malam Puncak kemudian ditutup dengan sholawat bersama yang dibintangi oleh AM 137 Hadrah dan Ashabul Qahwah. Suasana menjadi semakin khidmat dan meriah dengan lantunan sholawat yang diikuti oleh masyarakat, mahasiswa KKM, serta perangkat desa. Melalui kegiatan Malam Puncak ini, KKM Mandiri Gravia Kelompok 162 berharap seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Ketawang Daleman serta meninggalkan kesan dan kenangan yang baik. Acara ini sekaligus menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa KKM di desa tersebut.
SILVI PUTRI MAHARANI
Pada Selasa, 24 Desember 2025, pukul 15.30 WIB, telah dilaksanakan kegiatan Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Satvasevana 125 yang bertempat di Masjid Nurul Jihad, Villa Bukit Tidar. Kegiatan ini menjadi awal resmi pengabdian mahasiswa kepada masyarakat selama masa KKM berlangsung. Peserta KKM Satvasevana 125 berasal dari dua fakultas, yaitu Fakultas Syariah dan Fakultas Psikologi. Kehadiran mahasiswa diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata, khususnya dalam kegiatan kemasjidan dan pemberdayaan masyarakat sekitar. Acara dibuka oleh MC Abdul Kai dan Silvi, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh saudari Heriani, menciptakan suasana yang khidmat dan penuh keberkahan.