Thumbnail
5 months ago
Kontribusi Mahasiswa KKM Kelompok 80 dalam Kegiatan Munajat Jalanan di Pondok Pesantren Al-Ghozali

MUHAMMAD ISFA`LANA ZEIN

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 80 yang melaksanakan pengabdian di Desa Pakis Kembar, Kabupaten Malang, turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan masyarakat. Salah satu bentuk kontribusi tersebut adalah keterlibatan mahasiswa KKM dalam kegiatan Munajat Jalan yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Al-Ghozali. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu malam Minggu, 27 Desember 2025.   Kegiatan Munajat Jalan merupakan peringatan haul para kiai dan tokoh terdahulu Pondok Pesantren Al-Ghozali yang dikemas secara inklusif. Penamaan Munajat Jalan dipilih sebagai simbol upaya pondok pesantren dalam merangkul masyarakat luas, khususnya anak-anak jalanan dan komunitas Vespa, agar dapat ikut serta dalam kegiatan keagamaan tanpa adanya sekat sosial.   Berbeda dengan kegiatan haul pada umumnya, Munajat Jalan tidak hanya diisi dengan pembacaan sholawat, pengajian, dan doa bersama, tetapi juga menampilkan pertunjukan dari anak-anak jalanan, seperti bernyanyi dan seni musik. Hal ini menjadi wujud dakwah yang humanis serta bentuk kepedulian terhadap anak-anak jalanan agar mereka merasa dihargai dan diterima di tengah masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini tidak hanya untuk mendoakan para kiai dan tokoh yang telah wafat, tetapi juga sebagai bentuk munajat dan doa bagi anak-anak jalanan agar senantiasa diberikan perlindungan, keselamatan, dan harapan kehidupan yang lebih baik.   Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM Kelompok 80 berperan sebagai panitia dengan membantu persiapan dan kelancaran acara. Keterlibatan ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menumbuhkan rasa kepedulian sosial, kerja sama, serta penguatan peran mahasiswa sebagai agen pengabdian kepada masyarakat.   Melalui kegiatan Munajat Jalan, diharapkan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan kemanusiaan dapat terus terjaga serta memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Thumbnail
5 months ago
KKM Wening Praja 166 Hadirkan Edukasi, Kesehatan, dan Digitalisasi UMKM di Desa Tamansari

GALEH RIDWAN MUFTI MAULANA

Galeh Ridwan Mufti Maulana KKM Wening Praja 166 Hadirkan Edukasi, Kesehatan, dan Digitalisasi UMKM di Desa Tamansari   Wening Praja – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Wening Praja 166 menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui serangkaian program pendidikan, kesehatan, sosial, serta pemberdayaan ekonomi digital selama pelaksanaan KKM di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi. Berbagai kegiatan yang menyasar anak-anak sekolah, pelaku UMKM, hingga santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Dengan mengusung semangat kolaborasi, edukasi, dan inovasi desa, mahasiswa KKM berupaya menghadirkan program yang aplikatif serta berdampak langsung bagi kehidupan warga. Sejumlah kegiatan unggulan yang dilaksanakan di antaranya jalan sehat bersama siswa SD, sosialisasi pencegahan bullying dan kenakalan remaja, pendampingan pembuatan QRIS bagi toko kelontong, serta pengajaran rutin di TPQ Mansyaul Ulum dan Baital Makmur. Kegiatan diawali dengan jalan sehat bersama siswa SDN 1 Tamansari yang berlangsung meriah di lingkungan sekolah dan sekitar desa. Ratusan siswa, guru, serta mahasiswa KKM mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Jalan sehat tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mempererat kebersamaan antara mahasiswa dan warga sekolah. Sepanjang rute, peserta tampak ceria sambil membawa kupon undian yang nantinya ditukar dengan hadiah menarik. Tawa dan semangat anak-anak mewarnai suasana pagi, menciptakan momen kebersamaan yang hangat. Ketua Kelompok KKM Wening Praja 166 menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan menumbuhkan pola hidup sehat sejak dini sekaligus memberikan hiburan edukatif bagi siswa. “Melalui jalan sehat ini, kami ingin mengajak anak-anak untuk aktif bergerak, menjaga kesehatan, dan merasakan kebersamaan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana pendekatan kami dengan warga sekolah,” ujarnya. Pihak sekolah pun mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang dinilai mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan. Selain kegiatan fisik, mahasiswa KKM juga memberikan perhatian pada aspek pembinaan karakter melalui sosialisasi bullying dan kenakalan remaja kepada siswa sekolah dasar. Program ini dirancang secara interaktif menggunakan metode diskusi, permainan edukatif, serta pemutaran contoh kasus sederhana agar mudah dipahami anak-anak. Materi yang disampaikan meliputi pengertian bullying, jenis-jenisnya, dampak psikologis bagi korban, serta cara mencegah dan melaporkan tindakan perundungan. Tak hanya itu, siswa juga diberi pemahaman tentang pentingnya sikap saling menghormati, empati, dan berteman secara sehat. Mahasiswa menggunakan pendekatan komunikatif agar siswa berani berbicara dan berbagi pengalaman. Beberapa siswa bahkan mengaku baru memahami bahwa candaan berlebihan atau ejekan dapat termasuk tindakan bullying. “Kami ingin anak-anak sadar bahwa perundungan bukan hal sepele. Lingkungan sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi semua,” jelas salah satu anggota tim edukasi. Guru-guru menyambut baik kegiatan ini karena dinilai relevan dengan kondisi sosial anak-anak masa kini. Tak hanya menyasar bidang pendidikan, KKM Wening Praja 166 juga berupaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui digitalisasi transaksi. Mahasiswa melakukan pendampingan pembuatan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) di beberapa toko kelontong Desa Tamansari. Program ini bertujuan membantu pelaku usaha kecil agar dapat menerima pembayaran non-tunai, sehingga transaksi menjadi lebih praktis, aman, dan mengikuti perkembangan zaman. Mahasiswa mendampingi proses pendaftaran, verifikasi data, hingga edukasi penggunaan QRIS kepada pemilik toko. Beberapa pedagang mengaku sebelumnya belum memahami sistem pembayaran digital. Setelah pendampingan, mereka merasa terbantu karena pelanggan kini dapat membayar menggunakan dompet digital atau mobile banking. “Sangat membantu, apalagi anak muda sekarang jarang bawa uang tunai. Dengan QRIS, pembeli lebih mudah,” ungkap salah satu pemilik toko. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM desa sekaligus mendukung gerakan transaksi non-tunai yang dicanangkan pemerintah. Di bidang keagamaan, mahasiswa KKM juga aktif melakukan pengajaran rutin di TPQ Mansyaul Ulum dan Baital Makmur. Setiap sore, mahasiswa membantu ustaz dan ustazah dalam membimbing santri membaca Al-Qur’an, hafalan doa harian, serta pendidikan akhlak. Kegiatan ini tidak hanya fokus pada pembelajaran membaca, tetapi juga pembentukan karakter islami melalui cerita nabi, permainan edukatif, dan pembiasaan adab sehari-hari. Kehadiran mahasiswa memberi warna baru sehingga proses belajar terasa lebih menyenangkan. Para santri terlihat antusias mengikuti kegiatan, bahkan sering meminta tambahan waktu belajar bersama kakak-kakak mahasiswa. Pengurus TPQ menyampaikan rasa terima kasih atas kontribusi mahasiswa yang membantu meringankan tugas pengajar sekaligus memberikan motivasi bagi anak-anak.

Thumbnail
5 months ago
Mendukung UMKM Lokal: Mahasiswa UIN Malang Promosikan dan Jual Keripik Tempe di Car Free Day Probolinggo

AYUNDA LESTARI DEWI

Sebagai bagian dari program pengabdian kepada masyarakat, mahasiswa UIN Malang berpartisipasi dalam kegiatan promosi dan penjualan produk UMKM pada acara Car Free Day yang diselenggarakan di Kota Probolinggo pada 18 januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk membantu meningkatkan penjualan serta memperluas jangkauan pasar produk lokal, khususnya keripik tempe sebagai salah satu makanan khas daerah. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa berperan aktif dalam mempromosikan dan menjual produk secara langsung kepada masyarakat yang hadir di Car Free Day. Keripik tempe yang ditawarkan memiliki berbagai varian rasa dengan kemasan yang menarik dan harga yang terjangkau, sehingga mampu menarik perhatian pengunjung dari berbagai kalangan. Suasana Car Free Day yang ramai dan penuh antusiasme masyarakat menjadi peluang strategis untuk memperkenalkan produk UMKM kepada konsumen secara lebih luas. Mahasiswa secara komunikatif menjelaskan keunggulan produk, kualitas bahan baku, serta cita rasa khas yang menjadi daya tarik utama keripik tempe tersebut. Interaksi langsung dengan pembeli juga memberikan kesempatan untuk membangun kepercayaan serta meningkatkan minat beli masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya membantu meningkatkan penjualan produk, tetapi juga memperoleh pengalaman praktis dalam bidang pemasaran dan kewirausahaan. Keterlibatan secara langsung di lapangan melatih kemampuan komunikasi, kerja sama tim, serta strategi menawarkan produk secara efektif. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan UMKM lokal di Probolinggo serta menumbuhkan semangat mahasiswa untuk terus berkontribusi dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat. Partisipasi dalam Car Free Day ini menjadi wujud nyata sinergi antara mahasiswa dan pelaku usaha dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Thumbnail
5 months ago
NAVASHILA DORONG KADER POSYANDU KARANGANYAR MENJADI GARDA TERDEPAN MENCEGAH STUNTING DAN MEMPERBAIKI PARENTING

AKHMAD LENDRA IBADALLAH

Mahasiswa KKM Kelompok 30 Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan seminar bertema stunting dan parenting di Balai Desa Karanganyar, Poncokusumo. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 6 Januari 2026 yang dihadiri para kader posyandu dari seluruh pos posyandu di wilayah DesaKaranganyar. Mereka menjadi sasaran utama program karena memiliki peran strategis dalam edukasi kesehatan masyarakat. Mahasiswa KKM 30 berharap kegiatan ini dapat memperkuat pemahaman kader tentang pencegahan stunting dan pola asuh yang tepat. Selain itu, seminar ini dirancang untuk mendorong kolaborasi aktif antara akademisi dan masyarakat desa. Materi pertama seminar menghadirkan Ibu Inu Martina S.ST., M.Si, dosen keperawatan dari Universitas Kepanjen sebagai pemateri bidang kesehatan stunting. Beliau menyampaikan pentingnya memperhatikan asupan gizi sejak kehamilan hingga usia lima tahun. Para kader posyandu diajak memahami tanda-tanda risiko stunting agar dapat melakukan deteksi dini. Materi disampaikan secara komunikatif sehingga mudah dipahami oleh peserta. Kehadiran narasumber ahli ini semakin memperkuat keyakinan kader pada pentingnya penanganan masalah stunting. Dalam pemaparannya, Ibu Inu Martina menjelaskan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan. Kondisi ini dapat berdampak pada kemampuan belajar anak dan perkembangan kecerdasan di masa depan. Ia menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai dari rumah melalui kebiasaan makan yang sehat dan terpantau. Posyandu diharapkan menjadi sarana utama memantau tumbuh kembang balita secara berkala. Penjelasan mendalam ini membuka wawasan baru bagi para kader yang hadir. Narasumber juga menyoroti peran ibu hamil sebagai sasaran penting edukasi posyandu. Menurutnya, status gizi calon ibu sangat menentukan kualitas pertumbuhan janin. Asupan nutrisi yang kurang dapat memicu risiko bayi lahir dengan kondisi rentan stunting. Karena itu, kader diharapkan aktif memberikan penyuluhan pada masyarakat, terutama melalui pemeriksaan rutin. Penguatan peran posyandu menjadi kunci dalam pencegahan dini stunting di desa.  Selain materi stunting, seminar menghadirkan Dr. Hj. Rofiqoh, M.Pd., CHt, dosen Psikologi UIN Malang sebagai pemateri parenting. Beliau menjelaskan bahwa pola asuh yang tepat sangat berpengaruh pada perkembangan emosi dan mental anak. Parenting tidak hanya terkait kebutuhan fisik, tetapi juga melibatkan perhatian, komunikasi, dan kedekatan emosional. Dr. Rofiqoh memberikan contoh-contoh nyata tantangan pola asuh di lingkungan pedesaan. Materi disampaikan secara inspiratif dan interaktif agar mudah diikuti peserta. Dr. Rofiqoh mengajak kader memahami bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Anak yang mendapatkan pendampingan penuh sejak dini cenderung memiliki daya saing lebih tinggi ketika dewasa. Beliau juga menyoroti pentingnya mengurangi pola asuh keras dan menggantinya dengan pendekatan yang lebih humanis. Parenting yang baik turut mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Peserta terlihat antusias menyimak materi yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dalam sesi diskusi, para kader posyandu aktif berbagi pengalaman dan tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Mereka menanyakan berbagai kondisi berbeda yang kerap terjadi pada balita dan keluarga binaan. Narasumber menjawab setiap pertanyaan dengan rinci dan memberikan panduan yang aplikatif. Suasana seminar menjadi sangat hidup karena interaksi dua arah berlangsung intensif. Mahasiswa KKM 30 turut mendampingi proses diskusi dan mencatat poin penting yang muncul. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari aparat pemerintah desa yang hadir. Kepala desa menyampaikan bahwa edukasi kesehatan seperti ini sangat dibutuhkan masyarakat Karanganyar. Ia menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan serentak oleh semua elemen desa. Kehadiran narasumber profesional dan mahasiswa dianggap mampu memperluas wawasan kader. Pemerintah desa berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang. Para mahasiswa KKM 30 mengaku bangga bisa berperan langsung dalam pemberdayaan masyarakat. Mereka memandang kegiatan ini sebagai bentuk penerapan ilmu di dunia nyata melalui pengabdian. Mahasiswa berharap kader posyandu dapat menjadi agen perubahan yang aktif di desa. Mereka juga berencana mendampingi kader secara berkelanjutan selama masa pengabdian. Program ini menjadi bagian dari komitmen mahasiswa mendukung perbaikan kualitas hidup masyarakat. Seminar ditutup dengan penyerahan sertifikat dan foto bersama seluruh peserta dan narasumber. Mahasiswa memberikan modul rangkuman materi agar kader dapat mengulangi dan menyebarkan informasi kepada warga. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal menciptakan Karanganyar bebas stunting. Sinergi mahasiswa, dosen ahli, kader posyandu, dan pemerintah desa menjadi kekuatan utama dalam perubahan ini. Dengan pengetahuan baru, kader semakin siap menjadi garda terdepan menjaga tumbuh kembang generasi muda desa.  

Thumbnail
5 months ago
Menumbuhkan Cinta Islam Sejak Dini, Mahasiswa KKM dan Warga Balearjosari Gelar Peringatan Isra' Mi'raj

FINA ZAIMATUL UMMAH

Desa Balearjosari, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) bersama warga desa sukses menggelar rangkaian kegiatan peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini dilaksanakan dalam dua agenda utama, yakni perlombaan keagamaan pada hari Jumat dan ditutup dengan Pengajian Akbar pada hari Minggu, Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman sekaligus mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan warga.   Rangkaian acara diawali pada hari Jum'at 16 Januari, di mana mahasiswa KKM memfokuskan kegiatan pada pengembangan potensi anak-anak setempat. Suasana riuh penuh semangat mewarnai lokasi acara saat puluhan peserta mengikuti berbagai rangkaian lomba. Adapun kompetisi yang digelar meliputi lomba adzan dengan ketentuan penilaian mengenai suara & makharijul huruf, lomba menghafal surat-surat pendek dengan ketentuan penilaian makharijul huruf & kelancaran bacaan dan lomba mewarnai kaligrafi dengan penilaian mengenai kombinasi warna, kerapian, dan kreativitas. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan peringatan hari besar Islam, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap masjid dan Al-Qur'an sejak dini.   Puncak peringatan Isra' Mi'raj dilaksanakan pada hari minggu 18 Januari. Mahasiswa KKM bersemangat dengan warga setempat mengadakan pengajian akbar yang dihadiri oleh seluruh golongan masyarakat dari yang muda sampai dengan yang tua.   Acara dibuka dengan pra-acara yang menyejukkan hati, yakni pembacaan Diba' dan lantunan Sholawat Nabi, menciptakan suasan keagamaan yang kental, sebelum acara inti dimulai. Acara dipandu langsung oleh mahasiswa KKM yang bertugas sebagai Master of Ceremony Erik Achmad Firdausi dan Diah Ayu Afifah.   Kekhusyukan semakin terasa saat Ust. Anas Al Amin melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an (Qiroatul Qur'an) dengan suara emasnya, membuat para jamaah terdiam meresapi makna ayat yang dibacakan.   Dalam sambutannya, ketua takmir masjid al-hikmah bapak Setiyono menyampaikan rasa terima kasihnya atas sinergi mahasiswa dan warga dalam menyambut isra' mi'raj. Momen ini menjadi spesial karena takmir masjid tidak hanya memberikan sambutan, melainkan juga memberikan penghargaan khusus. Hadiah diberikan kepada jamaah yang paling rajin beribadah ke masjid serta apresiasi kepada Tahfidzul Qur'an (penghafal Al-Qur'an), sebagai bentuk motivasi agar istiqomah dan selalu semangat dalam memakmurkan masjid.   Acara inti diisi dengan Mauidzoh Hasanah oleh penceramah, Dr. KH. Sudirman Nachrowi M.Ag. Dalam ceramahnya, beliau mengupas tuntas hikmah peristiwa Isra' Mi'raj dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari, ditutup dengan doa bersama yang diamini dengan khusyuk oleh seluruh jama'ah.   Sebelum acara berakhir, panitia mengumumkan para pemenang lomba adzan, menghafal surat-surat pendek, dan mewarnai kaligrafi yang telah dilaksanakan pada hari Jumat sebelumnya. Wajah-wajah ceria para pemenang saat menerima hadiah menjadi pelengkap kebahagiaan acara tersebut.   Rangkaian kegiatan pun ditutup dengan sesi ramah tamah, di mana warga dan mahasiswa KKM saling berbaur menikmati hidangan, mempererat tali silaturahmi, dan menutup perayaan Isra' Mi'raj dengan penuh rasa syukur.