Thumbnail
5 months ago
Sosialisasi Anti Bullying: Kolaborasi MI Al-Ittihad dan KKM 129 UIN Malang

ACHMAD MUSYAFIQ

Sosialisasi bahaya bullying dilaksanakan oleh Mahasiswa KKN 129 UIN Malang pada 21 Januari 2026 di aula MI Al-Ittihad, Dusun Paras, Desa Karangnongko. Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi MI Al-Ittihad serta didampingi kepala sekolah dan dewan guru. Sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman tentang pengertian bullying, jenis-jenisnya (verbal, fisik, dan sosial), dampak negatifnya, serta cara pencegahannya. Kegiatan dilaksanakan secara interaktif melalui penyampaian materi, pemutaran contoh kasus, tanya jawab, dan simulasi sikap anti-bullying. Program ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya pemahaman siswa mengenai tindakan perundungan, termasuk ejekan yang sering dianggap hal biasa. Hasil kegiatan menunjukkan meningkatnya pemahaman dan kesadaran siswa untuk saling menghormati serta terciptanya komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Sosialisasi ini merupakan bagian dari program kerja KKN 129 UIN Malang di bidang pendidikan dan sosial.

Thumbnail
5 months ago
Menumbuhkan Cinta Islam Sejak Dini, Mahasiswa KKM dan Warga Balearjosari Gelar Peringatan Isra' Mi'raj

MOCHAMAD WILDAN QOLBI HABIBI

Desa Balearjosari, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) bersama warga desa sukses menggelar rangkaian kegiatan peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW. Kegiatan yang berlangsung khidmat dan meriah ini dilaksanakan dalam dua agenda utama, yakni perlombaan keagamaan pada hari Jumat dan ditutup dengan Pengajian Akbar pada hari Minggu, Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap nilai-nilai keislaman sekaligus mempererat silaturahmi antara mahasiswa dan warga.   Rangkaian acara diawali pada hari Jum'at 16 Januari, di mana mahasiswa KKM memfokuskan kegiatan pada pengembangan potensi anak-anak setempat. Suasana riuh penuh semangat mewarnai lokasi acara saat puluhan peserta mengikuti berbagai rangkaian lomba. Adapun kompetisi yang digelar meliputi lomba adzan dengan ketentuan penilaian mengenai suara & makharijul huruf, lomba menghafal surat-surat pendek dengan ketentuan penilaian makharijul huruf & kelancaran bacaan dan lomba mewarnai kaligrafi dengan penilaian mengenai kombinasi warna, kerapian, dan kreativitas. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memeriahkan peringatan hari besar Islam, tetapi juga menanamkan kecintaan terhadap masjid dan Al-Qur'an sejak dini.   Puncak peringatan Isra' Mi'raj dilaksanakan pada hari minggu 18 Januari. Mahasiswa KKM bersemangat dengan warga setempat mengadakan pengajian akbar yang dihadiri oleh seluruh golongan masyarakat dari yang muda sampai dengan yang tua.   Acara dibuka dengan pra-acara yang menyejukkan hati, yakni pembacaan Diba' dan lantunan Sholawat Nabi, menciptakan suasan keagamaan yang kental, sebelum acara inti dimulai. Acara dipandu langsung oleh mahasiswa KKM yang bertugas sebagai Master of Ceremony Erik Achmad Firdausi dan Diah Ayu Afifah.   Kekhusyukan semakin terasa saat Ust. Anas Al Amin melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an (Qiroatul Qur'an) dengan suara emasnya, membuat para jamaah terdiam meresapi makna ayat yang dibacakan.   Dalam sambutannya, ketua takmir masjid al-hikmah bapak Setiyono menyampaikan rasa terima kasihnya atas sinergi mahasiswa dan warga dalam menyambut isra' mi'raj. Momen ini menjadi spesial karena takmir masjid tidak hanya memberikan sambutan, melainkan juga memberikan penghargaan khusus. Hadiah diberikan kepada jamaah yang paling rajin beribadah ke masjid serta apresiasi kepada Tahfidzul Qur'an (penghafal Al-Qur'an), sebagai bentuk motivasi agar istiqomah dan selalu semangat dalam memakmurkan masjid.   Acara inti diisi dengan Mauidzoh Hasanah oleh penceramah, Dr. KH. Sudirman Nachrowi M.Ag. Dalam ceramahnya, beliau mengupas tuntas hikmah peristiwa Isra' Mi'raj dan relevansinya dalam kehidupan sehari-hari, ditutup dengan doa bersama yang diamini dengan khusyuk oleh seluruh jama'ah.   Sebelum acara berakhir, panitia mengumumkan para pemenang lomba adzan, menghafal surat-surat pendek, dan mewarnai kaligrafi yang telah dilaksanakan pada hari Jumat sebelumnya. Wajah-wajah ceria para pemenang saat menerima hadiah menjadi pelengkap kebahagiaan acara tersebut.   Rangkaian kegiatan pun ditutup dengan sesi ramah tamah, di mana warga dan mahasiswa KKM saling berbaur menikmati hidangan, mempererat tali silaturahmi, dan menutup perayaan Isra' Mi'raj dengan penuh rasa syukur.

Thumbnail
5 months ago
Menanamkan Kesigapan Sejak Kecil: Mahasiswa UIN Malang & BPBD Gelar Simulasi Bencana di SDN 3 Sarongan

EKA BAGUS ARDIANSYAH

Sadar bahwa keselamatan diri harus dipahami sejak dini, mahasiswa KKM Kelompok 186 "Cakrawala" dari UIN Malang berinisiatif menggelar kegiatan yang sangat krusial bagi warga pesisir. Pada Jumat (23/01/2026), mereka mengadakan sosialisasi dan simulasi mitigasi bencana untuk siswa kelas 4, 5, dan 6 di SDN 3 Sarongan. Langkah ini diambil karena Desa Sarongan, yang berada di pesisir selatan Banyuwangi, secara geografis memang rawan terhadap gempa bumi dan tsunami. Tujuannya jelas: mahasiswa ingin anak-anak di sana tidak hanya pasrah saat bencana datang, tapi punya bekal mental dan teknik untuk menyelamatkan diri. Agar edukasi yang diberikan bukan sekadar teori, tim Cakrawala menggandeng BPBD Kabupaten banyuwangi dan tim lokal Desa Sarongan. Kerja sama ini memastikan setiap instruksi yang diterima siswa sesuai dengan standar keselamatan nasional. Di sini, teori di kelas dan praktik di lapangan digabung menjadi satu paket pembelajaran yang seru. Awalnya, anak-anak diberikan pemahaman tentang tanda-tanda alam sebelum bencana dengan bahasa yang mudah dicerna dan tidak menakuti-nakuti. Namun, suasana berubah "tegang" sekaligus seru saat simulasi dimulai. Lewat efek suara dentuman dan guncangan yang disetel keras, mental siswa diuji. Mereka langsung sigap mempraktikkan gerakan lindungi kepala dan mencari tempat berlindung. Keseruan makin memuncak saat anak-anak diajarkan cara menolong orang lain. Mereka tidak hanya belajar lari menyelamatkan diri, tapi juga dilatih menggunakan tandu evakuasi Petugas BPBD dengan sabar mengajari cara mengangkat korban agar tetap stabil dan tidak memperparah cedera. Melihat antusiasme mereka saat mencoba memikul tandu, rasanya anak-anak ini bukan lagi sekadar murid sekolah, tapi calon relawan tangguh di masa depan. Meski topiknya serius, mahasiswa KKM 186 berhasil membungkusnya dengan keceriaan. Di sela-sela latihan, ada sesi ice breaking dan game berhadiah yang membuat suasana pecah. Rasa lelah pun tertutup oleh semangat mereka berebut menjawab pertanyaan seputar mitigasi bencana. Pihak sekolah dan perangkat desa sangat mengapresiasi kegiatan ini. Harapannya, pengetahuan yang didapat siswa tidak berhenti di sekolah, tapi juga diceritakan ke orang tua di rumah. Dengan begitu, Desa Sarongan perlahan bisa menjadi "Desa Tangguh Bencana." Kegiatan pun diakhiri dengan foto bersama yang penuh tawa. Kelompok Cakrawala telah membuktikan bahwa pengabdian masyarakat paling bermakna adalah yang memberikan bekal bagi keberlangsungan hidup warga di masa depan.  

Thumbnail
5 months ago
Catatan KKM 89 Satyawara UIN Malang di Bumi Kalisongo Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Catatan KKM 89 Satyawara UIN Malang di Bumi Kalisongo", Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm89satyawara6574/697f9f0dc925c449c02e230

HERDINDA SALSABILA FEBRIANNA

Kalisongo, Dau, Malang - Sejuknya udara lereng Gunung Kawi menyambut kedatangan rombongan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) angkatan 89 "Satyawara" dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Kalisongo, Kecamatan Dau. Dengan semangat integrasi ilmu pengetahuan dan agama, para mahasiswa yang dikenal dengan julukan "Generasi Ulul Albab" ini memilih Dusun Kunci sebagai pusat pergerakan pengabdian mereka. Selama 40 hari, mereka tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi adanya kedekatan emosional dengan warga melalui berbagai program yang menyentuh pilar spiritual, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur desa.    Berikut adalah laporan mendalam mengenai rangkaian kegiatan yang telah mewarnai pengabdian mahasiswa UIN Malang di Desa Kalisongo. 1. Seremoni Pembukaan: Mengetuk Pintu dengan Adab Langkah pertama dimulai dengan prosesi pembukaan yang berlangsung khidmat di Balai Desa Kalisongo. Acara ini dihadiri oleh jajaran perangkat desa, tokoh agama, perwakilan pemuda, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Dalam berbagai hal, Ketua Koordinator Desa (Kordes) KKM 89 UIN Malang menekankan bahwa kehadiran mereka bukan untuk menggurui, melainkan untuk belajar dari kearifan warga lokal. Kepala Desa Kalisongo (yang diwakili oleh pengurus kepala bagian pelayanan masyarakat) dalam Berbagai memberikan lampu hijau bagi para siswa untuk berinovasi. “Kami sangat senang dengan kehadiran mahasiswa UIN Malang. Karakter religiusnya sangat cocok dengan budaya di sini,” ungkapnya. Acara ditutup dengan ketukan palu sebanyak 3x sebagai simbol penerimaan dari pihak desa Kalisongo. 2. Gemuruh Fajar: Juz Satu Hari Satu dan Wirdul Lathif Selaras dengan identitas UIN Malang sebagai kampus pesantren, para mahasiswa mengawali setiap hari dengan kegiatan spiritual. Setiap ba'da Subuh, Masjid Miftahul Jannah di Dusun Kunci diramaikan dengan program One Day One Juz. Mahasiswa bergantian melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an hingga khatam satu juz setiap harinya. Tak berhenti di situ, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Wirdul Lathif, rangkaian dzikir pagi karya Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan ketenangan batin sebelum memulai aktivitas fisik. Warga Dusun Kunci pun merasa terkesan dengan kedisiplinan siswa dalam menjaga tradisi spiritual ini. 3. Keteduhan Maghrib melalui Ratib Haddad Membangun suasana keagamaan yang konsisten, setiap setelah salat Maghrib berjamaah, mahasiswa KKN mengadakan pembacaan Ratib Haddad. Tradisi ini diikuti secara antusias oleh para jamaah setempat. Melalui lantunan doa dan permohonan perlindungan kepada Allah SWT, terciptalah ikatan batin yang kuat antara pelajar dan warga. Kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi santai antara mahasiswa dengan para sesepuh desa setelah wirid selesai dilaksanakan. 4. Pelita di TPQ Miftahul Jannah dan Darul Falah Sektor pendidikan keagamaan menjadi prioritas utama. Mahasiswa KKM 89 membagi waktu untuk mengajar di TPQ Miftahul Jannah dan TPQ Darul Falah. Selain membantu kelancaran mengaji Al-Qur'an menggunakan metode Thoriqoti atau Iqra', para mahasiswa juga memberikan materi Bahasa Arab Dasar. Metode yang digunakan sangat interaktif, mulai dari menyanyikan kosa kata bahasa Arab, hafalan do'a sehari-hari, tanya jawab pengetahuan Islam, hingga bercerita kisah para Nabi. “Kakak-kakak dari UIN Malang sangat sabar. Belajar Bahasa Arab jadi terasa seperti bermain,” ujar salah satu santri. Kehadiran siswa memberikan energi baru bagi para pengajar tetap di TPQ dalam mengelola kelas yang lebih ceria. 5. Mengabdi di Bangku Sekolah: SDN 1, 2, dan 3 Kalisongo Dedikasi pendidikan meluas hingga ke sekolah formal. Mahasiswa KKM terjun langsung membantu proses belajar mengajar di SDN 1, SDN 2, dan SDN 3 Kalisongo. Di sini, mereka tidak hanya menjadi pengajar bantu untuk mata pelajaran umum, tetapi juga menjadi teman utama bagi anak-anak. Siswa membantu kreativitas kelas, membantu penataan perpustakaan, hingga memberikan bimbingan belajar tambahan bagi siswa yang kesulitan. Pendekatan personal yang dilakukan siswa membuat mereka sangat akrab dengan para siswa, bahkan di jam istirahat pun siswa sering menjadi teman bermain sekaligus bercerita bagi anak-anak SD tersebut. 6. Sinergi Kesehatan: Edukasi Reproduksi dan Senam  Mahasiswa juga memberikan perhatian pada kesejahteraan kaum perempuan. Bekerja sama dengan kader PKK, mahasiswa menyelenggarakan penyuluhan Kesehatan Reproduksi. Materi ini dianggap penting untuk memberikan pemahaman mengenai deteksi dini penyakit pada wanita dan pentingnya pola hidup bersih dan sehat (PHBS). Untuk menyeimbangkan materi teori, diadakan pula kegiatan senam bersama ibu-ibu RW 03 Dusun Kunci. Pada Minggu pagi, suasana Dusun Kunci pecah oleh semangat ibu-ibu yang mengikuti gerakan senam energik yang dipandu oleh siswa. Kegiatan ini menjadi sarana efektif untuk melepas penat sekaligus memperkuat kerukunan antarwarga. 7. Melarut dalam Tradisi: Tahlil dan Diba' Mingguan Kunci keberhasilan adaptasi siswa KKM 89 adalah keinginan untuk “lebur” dalam adat setempat. Mahasiswa secara rutin mengikuti kegiatan Tahlil Pembacaan Diba' bersama Bapak/ibu serta pemuda-pemudi desa setiap minggunya. Kehadiran mereka yang mampu memimpin tahlil atau melantunkan shalawat dengan merdu mendapat apresiasi tinggi. Hal ini membuktikan bahwa mahasiswa UIN Malang mampu menyeimbangkan intelektualitas dengan pengamalan amaliah keagamaan yang moderat. 8. Pendampingan Tumbuh Kembang di Posyandu Kesehatan balita menjadi fokus dalam bantuan di Posyandu. Mahasiswa membantu tenaga kesehatan desa dalam melakukan penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pemberian vitamin. Mahasiswa juga membantu dalam proses administrasi pencatatan data tumbuh kembang balita agar lebih rapi. Kehadiran mereka mempercepat pelayanan Posyandu yang biasanya sangat ramai, sehingga para ibu tidak perlu mengantre terlalu lama.   9. Semarak Isra Miraj : Dari Lomba hingga Malam Puncak Salah satu tonggak sejarah kegiatan KKM ini adalah peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW. Mahasiswa mengorganisir berbagai lomba Islami di Masjid Miftahul Jannah, seperti lomba adzan, hafalan surat pendek, melipat mukena, cerdas cermat agama, dan mewarnai. Acara puncaknya berlangsung sangat meriah dengan Malam Puncak Peringatan Isra Miraj. Seluruh warga Dusun Kunci berkumpul untuk mendengarkan ceramah agama dari Ustadz Ali Akbar bin Aqil, M.Pd.I dan menyaksikan penyerahan hadiah bagi para pemenang lomba. 10. Bakti Lingkungan: Gotong Royong Membersihkan Dusun Mahasiswa tidak segan untuk turun ke jalan dan selokan dalam kegiatan Gotong Royong. Bersama warga Dusun Kunci, mereka membersihkan titik-titik sampah, merapikan tanaman di pinggir jalan, dan membersihkan fasilitas umum. Kegiatan ini memperkuat nilai-nilai kerja sama dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sebagai bagian dari iman. 11. Estetika Balai RW: Taman Mini dan Mading Dokumentasi Sebagai kenang-kenangan fisik, mahasiswa KKM melakukan revitalisasi di Balai RW 03. Mereka membangun sebuah taman mini yang diisi tanaman hias dan tanaman obat keluarga (TOGA) untuk mempercantik tampilan balai. Selain itu, dibuat pula Mading (Majalah Dinding) yang berfungsi sebagai album kegiatan. Mading ini berisi foto-foto keseruan kegiatan desa, sehingga setiap warga yang berkunjung ke Balai RW dapat melihat kembali momen-momen kebersamaan yang telah dilalui. 12. Digitalisasi Desa: Pembuatan Infografis Kependudukan Menutup rangkaian program kerja, mahasiswa KKM UIN Malang menyajikan Infografis Desa. Data kependudukan yang sebelumnya hanya tersimpan dalam bentuk berkas, kini diolah menjadi visualisasi data yang menarik dan informatif. Infografisnya meliputi profil desa, sebaran usia penduduk, mata pencaharian, hingga potensi ekonomi desa. Karya ini diserahkan kepada pihak desa untuk dipajang di kantor desa sebagai bentuk modernisasi administrasi dan transparansi data desa Kalisongo. infografis ini juga tersedia secara berani sehingga siapa pun dapat bebas mengakses melalui tautan yang tersedia. Pengabdian yang Tak Berakhir Masa KKM mungkin memiliki batas waktu, namun jejak yang ditinggalkan mahasiswa UIN Malang di Desa Kalisongo, khususnya Dusun Kunci, diharapkan akan terus membekas. Dari masjid hingga sekolah, dari balai RW hingga gang-gang dusun kecil, setiap sudut Kalisongo telah menjadi Saksi bisu dedikasi para pejuang Ulul Albab. Bagi pelajar, pengalaman ini adalah "pesantren kehidupan" yang sesungguhnya. Bagi warga Kalisongo, kehadiran mereka adalah hembusan angin segar yang membawa ilmu dan keceriaan. Selamat jalan, mahasiswa UIN Malang, terima kasih atas baktimu di Bumi Kalisongo. Penulis: KKM 89 Satyawara - Desa Kalisongo 2026.      

Thumbnail
5 months ago
*Pendampingan Pembelajaran Qiro’ah di TPQ An Nur oleh Mahasiswa KKM Kelompok Svarnanta 17*

LUBAB AESAR

*Pendampingan Pembelajaran Qiro’ah di TPQ An Nur oleh Mahasiswa KKM Kelompok Svarnanta 17* Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok Svarnanta 17 melaksanakan kegiatan pembelajaran qiro’ah di TPQ An Nur sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di TPQ An-Nur setelah kegiatan mengaji rutin santri. Pelaksanaan pembelajaran qiro’ah dilakukan oleh satu orang mahasiswa KKM Kelompok Svarnanta 17 dan dimulai setelah kegiatan mengaji yang berlangsung pada pukul 16.30 WIB. Kegiatan pembelajaran qiro’ah dilaksanakan pada pukul 17.30 WIB hingga menjelang waktu salat Maghrib. Materi yang disampaikan berfokus pada pembenahan makharijul huruf serta penerapan kaidah dasar qiro’ah guna meningkatkan kefasihan dan ketepatan bacaan Al-Qur’an para santri. Selama kegiatan berlangsung, para santri mengikuti pembelajaran dengan tertib dan menunjukkan antusiasme yang baik. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an santri TPQ An-Nur serta memperkuat peran mahasiswa KKM Kelompok Svarnanta 17 dalam mendukung kegiatan pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat.

Thumbnail
5 months ago
Rutinan Tahlil Putri

AINAYA AL FATIHAH

Mahasiswi Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Svarnanta 17 mengikuti kegiatan tahlilan putri yang merupakan kegiatan keagamaan rutin masyarakat di lingkungan RW 06. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Selasa malam Rabu, dimulai setelah pelaksanaan salat Maghrib hingga ba'da salat Isya.Kegiatan tahlilan putri dilaksanakan secara bergilir di rumah-rumah warga di lingkungan RW 06 yang diikuti oleh ibu-ibu setempat. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin, dilanjutkan dengan tahlil, dan diakhiri dengan doa bersama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib dan khidmat.Keikutsertaan mahasiswi Kelompok KKM Svarnanta 17 dalam kegiatan ini menjadi bagian dari kebersamaan dengan masyarakat serta sarana menjalin silaturahmi dengan warga sekitar selama masa pelaksanaan KKM. Kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sesuai dengan kebiasaan yang telah berlangsung di lingkungan RW 06.