AOVAL MAROM
Masjid Jami Al-Khoirot yang berlokasi di Kelurahan Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, telah ditunjuk sebagai salah satu titik rest area bagi para pemudik Natal dan Tahun Baru. Penunjukan ini menjadi bukti peran masjid sebagai pusat pelayanan umat dan ruang sosial yang terbuka bagi masyarakat luas. Bersama KKM 16 Masjid Jami Al-Khoirot UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, pihak masjid memfasilitasi kebutuhan para pemudik dengan menyediakan tempat peristirahatan yang nyaman serta konsumsi bagi para pelintas yang sedang menempuh perjalanan jauh. Fasilitas ini dihadirkan untuk membantu pemudik memulihkan stamina sebelum melanjutkan perjalanan dengan aman. Inisiatif pendirian rest area ini merupakan bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus pengamalan nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran Islam yang menekankan kepedulian, keramahan, dan tolong-menolong. Masjid Jami Al-Khoirot hadir tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan sosial yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan universal. Kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat toleransi antarumat beragama, di mana masjid membuka diri untuk melayani para pemudik tanpa membedakan latar belakang keyakinan. Melalui pelayanan istirahat dan konsumsi ini, Masjid Jami Al-Khoirot dan KKM 16 UIN Malang ingin menegaskan bahwa kebersamaan dan saling menghormati merupakan fondasi penting dalam kehidupan bermasyarakat. Diharapkan, keberadaan rest area ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para pemudik sekaligus menjadi contoh praktik toleransi dan harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
RAIHANAH ALIFAH MARS SALSABILA
Kegiatan tahlil bersama ibu-ibu RT menjadi salah satu rutinitas penuh makna yang dilaksanakan setiap hari Rabu malam. Di tengah kesibukan harian, majelis sederhana ini hadir sebagai ruang untuk menenangkan hati, mempererat silaturahmi, serta menumbuhkan semangat kebersamaan dalam bingkai nilai-nilai keislaman. Suasana malam yang khidmat berpadu dengan lantunan doa, menciptakan ketenangan yang menyejukkan jiwa. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan Surah Yasin yang dilantunkan secara bersama-sama. Setiap ayat yang terucap menjadi pengingat akan kebesaran Allah serta sarana mendekatkan diri kepada-Nya. Kebersamaan dalam membaca Al-Qur’an ini tidak hanya memperkuat keimanan, tetapi juga menumbuhkan rasa saling memiliki di antara para ibu, yang hadir dengan penuh kekhusyukan dan ketulusan. Setelah pembacaan Yasin, kegiatan dilanjutkan dengan tahlil bersama. Doa-doa yang dipanjatkan mengalir dengan harapan, memohon keberkahan, keselamatan, dan ketenteraman bagi keluarga serta lingkungan sekitar. Dalam suasana yang sederhana namun penuh makna, tahlil menjadi sarana untuk saling mendoakan, memperkuat ikatan batin, dan menjaga tradisi keagamaan yang telah mengakar di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tahlil rutin ini, ibu-ibu RT tidak hanya membangun hubungan spiritual dengan Allah, tetapi juga mempererat ukhuwah antarwarga. Majelis ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dalam doa mampu menghadirkan kekuatan, ketenangan, dan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat. Sebuah tradisi sederhana yang terus hidup, menguatkan iman, dan menyatukan hati.
BILKAFFA `AINA TAZKIYA
Kegiatan penyuluhan perawatan jenazah diselenggarakan oleh Kelompok KKM Sarimi Adhiyaksa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bersama ibu-ibu Muslimat Kelurahan Jodipan pada Minggu, 11 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Masjid Roisiyah Kelurahan Jodipan, Kota Malang. Penyuluhan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tata cara perawatan jenazah sesuai dengan tuntunan syariat Islam. Materi yang disampaikan meliputi tahapan memandikan, mengkafani, hingga menshalatkan jenazah. Pelaksanaan kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi dan sesi diskusi. Para peserta tidak hanya menyimak penjelasan, tetapi juga aktif mengajukan pertanyaan terkait praktik perawatan jenazah yang kerap dijumpai di lingkungan sekitar. Antusiasme ibu-ibu Muslimat terlihat dari keaktifan mereka selama kegiatan berlangsung. Melalui penyuluhan ini, mahasiswa KKM Sarimi Adhiyaksa berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat serta menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya dalam menghadapi peristiwa kematian yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin. Untuk https://www.kompasiana.com/kkmkosongdua025960/6979648c34777c456e6a1932/tak-hanya-teori-kkm-sarimi-adhiyaksa-bersama-muslimat-belajar-merawat-jenazah
INTAN AMALIA
Desa Tamansari beberapa minggu terakhir terasa lebih hidup. Anak-anak sekolah lebih ceria, toko kelontong terlihat modern dengan kode QR di meja kasir, dan mushola sore hari dipenuhi suara tadarus santri kecil. Di balik perubahan kecil itu, ada peran mahasiswa KKM Wening Praja 166. Dengan semangat kolaborasi, mahasiswa menghadirkan jalan sehat sebagai media membangun kedekatan dengan siswa. Kegiatan sederhana ini ternyata efektif menumbuhkan kebersamaan.Tak berhenti di sana, mereka juga membawa isu penting: pencegahan bullying dan kenakalan remaja. Lewat cerita, simulasi, dan permainan, siswa belajar arti empati dan persahabatan.Pada sisi ekonomi, mahasiswa membaca kebutuhan zaman. Mereka membantu digitalisasi UMKM melalui QRIS, membuat warung-warung desa selangkah lebih maju. Sementara di TPQ, mahasiswa bertransformasi menjadi guru. Mengajari huruf hijaiyah, membetulkan tajwid, hingga mendampingi hafalan doa. Interaksi ini ( intan amalia )
FIKA IZZA EL - RAHMA
Dalam program kerja kali ini, kami bekerja sama dengan Posyandu Talangsuko Turen untuk menangani permasalahan stunting yang masih menjadi isu kesehatan serius di masyarakat. Rabu (14/01/2026) kami menambahkan satu pos khusus stunting di Posyandu sebagai bentuk perhatian dan upaya nyata dalam pencegahan stunting sejak dini. Melalui pos khusus stunting ini, kami memberikan edukasi kepada para orang tua, khususnya ibu, mengenai ciri-ciri serta gejala awal stunting yang dapat dikenali sejak dini. Fokus utama kegiatan ini adalah pencegahan stunting, mengingat masih tingginya jumlah anak yang teridentifikasi berisiko. Berdasarkan data Posyandu, terdapat 39 anak dengan risiko tinggi stunting dan 2 anak yang telah mengalami stunting, sehingga total terdapat 41 anak yang memerlukan perhatian khusus. Posyandu sendiri telah memiliki program unggulan dalam penanganan stunting, yaitu program One Day One Egg. Program ini dilaksanakan dengan membagikan tujuh butir telur setiap minggu kepada ibu-ibu yang memiliki anak stunting maupun berisiko tinggi stunting. Telur tersebut dianjurkan untuk dikonsumsi anak sebagai sumber protein hewani guna mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebagai bentuk dukungan terhadap program tersebut, kami berperan dalam memberikan edukasi pencegahan stunting dari sisi pola asuh dan pola makan anak. Edukasi yang diberikan meliputi anjuran untuk tidak memberikan camilan menjelang waktu makan utama, menghindari pemberian makanan yang terlalu manis serta makanan instan, dan pentingnya pemberian makanan bergizi seimbang. Selain itu, kami juga memberikan informasi mengenai jenis-jenis zat gizi yang dibutuhkan anak, manfaat makanan bergizi bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, serta rekomendasi menu harian yang bergizi, mudah dibuat, dan tetap ramah di kantong. Diharapkan melalui kegiatan ini, para orang tua dapat lebih memahami pentingnya pencegahan stunting dan mampu menerapkan pola asuh serta pola makan yang lebih sehat bagi anak-anak mereka. Melalui kolaborasi antara tim pelaksana dan Posyandu, upaya pencegahan stunting ini diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi kesehatan anak-anak di lingkungan setempat.
SHARIM MARZUKI RADHIT
https://www.kompasiana.com/kkmwirasenabadra3911/69770c94ed64150a9e7c6a45/the-journey-of-kkm-wirasenabadra-menapaki-kaki-langit-desa-taji-sebuah-perjalanan-profilisasi-dan-harapan