Thumbnail
4 months ago
“Bazar Kreativitas Siswa dalam Rangka Memeriahkan HUT ke-78 SDN Ngadirejo 1 yang penuh dengan ceria”

IMROATUL ILMIYAH

?? Bazar Kreativitas Siswa dalam Rangka Memeriahkan HUT ke-78 SDN Ngadirejo 1 ?? Momen penuh keceriaan, warna, dan kebanggaan akhirnya terwujud! ?? Dalam rangka memperingati HUT ke-78 SDN Ngadirejo 1, seluruh siswa dengan semangat luar biasa ikut ambil bagian dalam kegiatan Bazar Kreativitas Siswa yang berlangsung meriah dan penuh antusias. ?✨ Beragam hasil karya kreatif siswa ??️, aneka makanan dan jajanan lezat ???, hingga ide-ide unik dan menarik ditampilkan dengan penuh percaya diri. Setiap stan bazar menjadi saksi semangat belajar sambil berkarya, belajar sambil bergembira, dan belajar sambil berbagi ???. Tawa ceria anak-anak ??, warna-warni dekorasi ??, serta kebersamaan yang hangat ?❤️ menciptakan suasana sekolah yang begitu hidup dan menyenangkan. Kegiatan ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter seperti kerja sama, tanggung jawab, keberanian, dan jiwa kewirausahaan sejak dini ?️?. Di usia ke-78 tahun ?✨, SDN Ngadirejo 1 terus berkomitmen menjadi ruang belajar yang ramah, inspiratif, dan membahagiakan ??. Melalui bazar ini, siswa belajar bahwa setiap ide memiliki nilai, setiap usaha patut dihargai, dan setiap proses adalah bagian penting dari pembelajaran ??. Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh siswa hebat ??, para guru dan tenaga pendidik ?‍??‍?, orang tua ?❤️, serta semua pihak yang telah mendukung dan menyukseskan kegiatan ini. Tanpa kebersamaan, acara penuh makna ini tidak akan terwujud ?✨. ?? Selamat Ulang Tahun ke-78 SDN Ngadirejo 1! ?? Terus melangkah maju ?, menebar kebaikan ?, mencetak generasi cerdas, kreatif, dan berkarakter ??. Bersama kita wujudkan sekolah ceria, sekolah inspirasi, dan sekolah penuh prestasi! ?? #HUT78SDNNgadirejo1 #BazarKreativitasSiswa #SekolahCeria #AnakHebat #BelajarSambilBerkarya #SDNNgadirejo1 ???

Thumbnail
4 months ago
Catatan Kecil dari Kalisongo

AHYINA HAYATAL AULIYA

Sejuknya udara lereng Gunung Kawi menjadi saksi dimulainya perjalanan kelompok KKM 89 "Satyawara" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Selama 40 hari di Dusun Kunci, Desa Kalisongo, kami tidak hanya datang untuk menjalankan tugas akademik, tetapi untuk belajar, berbagi, dan melebur bersama kearifan lokal warga. Berikut adalah catatan perjalanan kami dalam merajut pengabdian: 1. Menghidupkan Spiritual di Fajar dan Senja Sebagai mahasiswa UIN Malang, napas kegiatan kami tak lepas dari nilai pesantren. Setiap hari dimulai dengan One Day One Juz dan pembacaan Wirdul Lathif di Masjid Miftahul Jannah. Saat senja tiba, kami bersila bersama warga melantunkan Ratib Haddad dan mengikuti tradisi Tahlil serta Diba’ mingguan. Momen-momen inilah yang membangun kedekatan emosional terdalam antara kami dan warga. 2. Cahaya Pendidikan di Sekolah dan TPQ Kami percaya pendidikan adalah investasi jangka panjang. Pengabdian kami bagi menjadi dua lini: Pendidikan Agama: Di TPQ Miftahul Jannah dan Darul Falah, kami mengajak santri belajar Bahasa Arab melalui lagu dan cerita nabi yang ceria. Sekolah Dasar: Di SDN 1, 2, dan 3 Kalisongo, kami hadir sebagai kakak sekaligus teman belajar. Mulai dari membantu di kelas hingga menata perpustakaan agar anak-anak lebih betah membaca. 3. Bergerak Bersama untuk Kesehatan Kesehatan warga menjadi prioritas yang kami kawal melalui sinergi dengan kader PKK dan Posyandu. Edukasi & Senam: Kami menggelar penyuluhan kesehatan reproduksi bagi ibu-ibu, yang kemudian diimbangi dengan senam pagi yang energik di RW 03. Tumbuh Kembang: Membantu nakes di Posyandu memastikan pendataan dan pemberian vitamin bagi balita berjalan lancar dan cepat. 4. Semarak Isra Miraj: Puncak Kreativitas Santri Salah satu momen paling berkesan adalah peringatan Isra Miraj. Kami mengadakan berbagai lomba islami, mulai dari lomba adzan hingga cerdas cermat, yang ditutup dengan pengajian akbar bersama Ustadz Ali Akbar bin Aqil, M.Pd.I. Melihat antusiasme warga adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami. 5. Warisan Fisik dan Digital untuk Desa Sebagai kenang-kenangan yang nyata, kami meninggalkan beberapa jejak fisik di Dusun Kunci:  Revitalisasi Balai RW: Membangun taman mini TOGA dan mading dokumentasi sebagai memori visual kegiatan desa. Infografis Desa: Kami mengolah data kependudukan manual menjadi visualisasi digital yang menarik. Kini, profil Desa Kalisongo bisa diakses lebih modern dan informatif oleh siapapun. Sebuah Penutup Bagi kami, Kalisongo bukan sekadar lokasi KKM, melainkan "kehidupan keluarga". Jejak kami mungkin kecil, namun cinta dan sambutan hangat warga Dusun Kunci akan selalu menetap dalam ingatan. Terima kasih, Kalisongo. Pamit kami untuk kembali, namun doa kami akan selalu menyertai. Penulis: Ahyina Hayatal Auliya - Desa Kalisongo 2026 App warga jika Anda mau.

Thumbnail
4 months ago
Pengabdian Masyarakat Berbasis Lingkungan: Pembangunan Infrastruktur yang Lebih Memadai sebagai Strategi Berkelanjutan Pencegahan Bencana Banjir di Dusun Baran, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.

SALSABILA RIZKINA KAUTSARANI

KKN/KKM sering dipersepsikan sebagai agenda pengabdian yang serat program. Proposal disusun rapim target dicantumkan ambisius, dan keberhasilan sering diukur dari seberapa banyak kegiatan terlaksana. Namun, pengalaman saya dan rekan rekan selama KKN di Dusun Baran, Desa Karangnongko, Kecamatan Poncokesumo, Kota Malang justru menunjukkab bahwa realitas sosial tidak selalu sejalan dengan logika administratif kampus.   Di lapangan, persoalan masyarakat tidak tampil dalam bentuk masalah besar yang mudah diselesaikan lewat satu atau program unggulan saja. Yang kami temui justru persoalan- persoalan dasar yang berlangsung lama dan perlahan dianggap wajar seperti literasi keuangan keluarga yang rendah, pola pengasuhan anak yang minim dialog, pengelolaan sampah yang belum terarah, hingga perilaku perundungan di lingkungan sekolah yang sering kali dianggap sekadar candaan anak-anak semata.   Sayangnya, persoalan-persoalan semacam ini sering kali luput dari perhatian karena tidak cukup menjual sebagai program yang seremonial. Padahal, dampaknya justru panjang dan menyentuh kehidupan sehari-hari masyarakat. Di titik inilah, relevansi KKN patut dipertanyakan apakah KKN hadir untuk memenuhi indikator laporan, memenuhi kewajiban atas tugas yang diberikan oleh kampus semata, atau benar benar menjawab kebutuhan warga/masyarakat.   Isu lingkungan kami sentuh melalui penyuluhan pengelolaann sampah. Persoalan sampah sering kali dianggap sepele selama tidak terlihat mengganggu, padahal dampaknya nyata bagi kesehatan dan kualitas hidup. Kegiatan ini menjadi upaya awal membangun kesadaran bahwa kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab kolektif, bukan sekadar urusan individu.   Selain itu, kami melakukan sosialisasi bullying kepada anak-anak dan remaja. Perundungan sering kali dibiarkan karena dianggap bagian dari proses tumbuh kembang, tanpa disadari dampak psikologis jangka panjangnya. Edukasi sederhana ini diharapkan mampu menanamkan empati sejak dini.   Dalam bidang pendidikan dan keagamaan, kami turut membantu pengajaran di TPQ terdekat. Di sinilah kami merasakan langsung bahwa kehadiran mahasiswa sering kali lebih berarti daripada materi yang dibawa. Anak-anak tidak selalu membutuhkan metode baru, tetapi figur yang mau hadir, mendampingi, dan peduli.   Dri seluruh rangkaian kegiatan tersebut, saya beserta rekan-rekan belajar bahwa perubahan sosial tidak lahir dari program yang besar dan berlangsung singkat, melainkan dari upaya kecil yang konsisten dan relevan. KKN akan kehilangan maknanya jika hanya menjadi rutinitas administratif yang selesai bersamaan dengan penarikan mahasiswa.   Sebagai mahasiswa, pengalaman ini menjadi reflrksi penting bagi kami. Ilmu pengetahuan tidak cukup berhenti di ruang kelas atau laporan akhir. KKN mengajarkan bahwa peran intelektual bukan sekedar menjalankan program, tetapi berani jujur pada realitas sosial dan rendah hati dalam menawarkan solusi. Dari Dusun Baran, kami juga belajar bahwa pengabdian bukan tentang terlihat bekerja, melainkan tentang benar-benar hadir.

Thumbnail
4 months ago
KKM 36 Ardhacitta UIN Malang Gelar Sosialisasi Digitalisasi UMKM di Desa Belung

ASYRAFUL ULUM HIDAYATULLAH

ARDHACITTA - (05/01/2026) Dalam rangka mendukung pengembangan dan pemberdayaan usaha mikro di Desa Belung, Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 36 Ardhacitta UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan Sosialisasi “Digitalisasi UMKM Desa Belung”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin, 5 Januari 2025, bertempat di Musholla depan MIROTA timur (alm. Bapak Kusnaidi), sisi timur jalan raya, mulai pukul 20.00 WIB atau setelah kegiatan rutin pembacaan Sholawat Burdah dan pengajian kitab. Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman serta kepercayaan diri pelaku UMKM Desa Belung, khususnya ibu-ibu pelaku UMKM dan ibu rumah tangga, dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana promosi dan pengembangan usaha secara mandiri di era digital. Adapun materi yang disampaikan meliputi optimalisasi pemanfaatan teknologi digital berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam meningkatkan branding UMKM di era Industri 4.0. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai optimalisasi penggunaan Google Maps sebagai strategi pemasaran UMKM, guna memperluas jangkauan usaha serta meningkatkan daya saing produk lokal. Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan melibatkan peserta secara langsung. Para peserta diminta untuk membawa telepon genggam (HP) agar dapat mempraktikkan secara langsung materi yang disampaikan, khususnya dalam pemanfaatan fitur-fitur digital untuk mendukung pemasaran usaha. Melalui kegiatan ini, KKM 36 Ardhacitta UIN Malang berharap para pelaku UMKM Desa Belung dapat lebih siap menghadapi tantangan perkembangan usaha di era digital, serta mampu memanfaatkan teknologi secara efektif dan berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dalam mendukung peningkatan ekonomi lokal Desa Belung.

Thumbnail
4 months ago
Mahasiswa KKM UIN Malang Kenalkan Teknik Ecoprint kepada Warga Dusun Krajan

ARFAN PRAMANTA SADELANUARI

https://www.kompasiana.com/regitacahya7671/697a058c34777c52d91a6af2/mahasiswa-kkm-uin-malang-kenalkan-teknik-ecoprint-kepada-warga-dusun-krajan?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile

Thumbnail
4 months ago
KEGIATAN MENGAJAR MURID RA FATTAHILLAH

RIZQI SASTRA RAHAYU

Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Svarnanta 17 melaksanakan kegiatan pendampingan mengajar di RA Fattahillah sebagai bentuk partisipasi dalam mendukung proses pembelajaran peserta didik. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin setiap hari dengan sistem penugasan secara bergiliran (rolling) antar anggota kelompok KKM Svarnanta 17. Dalam pelaksanaannya, kegiatan mengajar dibagi ke dalam dua kelas, yaitu Kelas A dan Kelas B. Masing-masing kelas didampingi oleh dua mahasiswa kelompok KKM Svarnanta 17 yang bertugas membantu guru dalam kegiatan pembelajaran. Kegiatan belajar dimulai pada pukul 08.00 WIB hingga 10.30 WIB. Rangkaian kegiatan diawali dengan praktik sholat atau kegiatan senam pagi bersama peserta didik, yang bertujuan untuk membiasakan anak-anak dalam aktivitas keagamaan serta meningkatkan kebugaran jasmani. Setelah itu, peserta didik melaksanakan waktu istirahat dan makan bersama. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan proses belajar mengajar sesuai dengan jadwal dan materi yang telah ditentukan oleh pihak RA Fattahillah. Melalui kegiatan pendampingan ini, mahasiswa kelompok KKM Svarnanta 17 diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam membantu kelancaran proses pembelajaran serta mendukung perkembangan karakter dan kemampuan dasar peserta didik di RA Fattahillah.  Klik untuk baca: https://www.kompasiana.com/kkm20256697/6982fbe8ed64153ddf3b6133/keterlibatan-kelompok-kkm-svarnanta-17-dalam-kegiatan-belajar-mengajar-di-ra-fattahillah-sebagai-kontribusi-nyata-mahasiswa#google_vignette