AULIA PUTRI SAFTANTI
Mahasiswa KKM Reguler Kelompok 44 “Bhavishya” UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Workshop Pembuatan Buket Berbahan Kain Pita Satin sebagai upaya mendorong pengembangan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui penguatan potensi UMKM desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025, pukul 09.00 WIB, bertempat di Balai Desa Gunung Jati. Workshop tersebut diikuti oleh 27 peserta yang merupakan ibu-ibu PKK Desa Gunung Jati. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kreatif yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha mandiri, sehingga mampu menunjang peningkatan ekonomi keluarga dan masyarakat desa secara berkelanjutan. Pemilihan kain pita satin sebagai bahan utama dalam workshop ini dipilih secara pertimbangan matang. Jannah, salah satu mahasiswa KKM 44 “Bhavishya”, menyampaikan bahwa bahan pita satin sangat direkomendasikan karena mudah diperoleh di lingkungan sekitar, harganya relatif terjangkau, serta mudah dibentuk tanpa memerlukan peralatan khusus. Selain itu, kain pita satin dinilai memiliki nilai estetika tinggi dan fleksibel untuk dikreasikan menjadi berbagai bentuk buket yang menarik dan bernilai jual. Dalam pelaksanaannya, peserta mendapatkan pelatihan langsung mengenai pembuatan buket dari kain pita satin, mulai dari pengenalan bahan, teknik dasar perakitan, hingga penyusunan buket agar terlihat rapi dan menarik. Seluruh materi disampaikan oleh mahasiswa KKM sendiri sebagai narasumber, dengan metode praktik langsung yang mudah dipahami oleh peserta Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Ibu-ibu PKK aktif mengikuti setiap tahapan pelatihan, berdiskusi, serta mempraktikkan langsung teknik yang diajarkan. Hasilnya, seluruh peserta berhasil menghasilkan buket kain pita satin sesuai dengan arahan, yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk UMKM kreatif Desa Gunung Jati.Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM 44 “Bhavishya” UIN Malang berharap keterampilan yang diberikan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sebagai upaya pemberdayaan ekonomi berbasis kreativitas, sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan.
MASLUCHATUL WARDAH MAULIDIA
[Tanjungrejo, Malang], Tepat pada tanggal 31 Januari 2026, sebuah perjalanan pengabdian yang penuh makna mencapai puncaknya. Kelompok mahasiswa KKM 117 "Arthaseva" UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi menutup masa bakti mereka yang telah berlangsung selama 40 hari. Dengan Masjid Darussalam sebagai pusat seluruh kegiatan, acara penutupan ini menjadi momen perpisahan yang khidmat sekaligus ungkapan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh keluarga besar masjid. Acara yang berlangsung di serambi masjid ini dihadiri oleh jajaran tokoh yang telah menjadi pendamping dan pengayom mahasiswa selama pengabdian. Hadir di antaranya Ketua Takmir Masjid Darussalam, Ustadz Fathullah; Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Ibu Mubasyiroh, S.S., M.Pd.I; jajaran Ketua RW 07 dan RW 08 beserta pengurusnya; jajaran pengajar TPQ Darussalam; serta rekan-rekan dari pengurus Remaja Masjid Darussalam. Jejak Pengabdian di Jantung Masjid Darussalam Selama 40 hari terakhir, Masjid Darussalam telah menjadi rumah kedua bagi mahasiswa Arthaseva. Fokus pengabdian ini memang diarahkan pada pengembangan potensi dan pemberdayaan kegiatan yang berpusat di lingkungan masjid. Mulai dari pendampingan belajar di TPQ, digitalisasi dakwah bersama Remaja Masjid, hingga kolaborasi sosial dalam kegiatan Family Corner. Dalam sambutannya, Ustadz Fathullah menyampaikan apresiasi atas semangat mahasiswa yang telah membaur dengan baik. Keberadaan mahasiswa tidak hanya membantu secara teknis, tetapi juga menghidupkan suasana religius di lingkungan RW 07 dan RW 08 melalui kedekatan emosional yang terjalin dengan para jamaah dan pengurus masjid. Laporan Pertanggungjawaban dan Penyerahan Vandel Sebagai bentuk amanah akademik, mahasiswa memaparkan rangkuman hasil program kerja yang telah dilaksanakan. Paparan ini menjadi cermin dedikasi mahasiswa dalam berupaya memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi Masjid Darussalam. Program-program yang dijalankan diharapkan dapat terus berlanjut dan dikembangkan oleh para pengurus masjid maupun remaja masjid setempat. Suasana haru mulai menyelimuti saat memasuki prosesi penyerahan vandel sebagai simbol kenang-kenangan. Vandel tersebut diserahkan langsung oleh Ketua KKM 117 kepada pihak Takmir Masjid Darussalam. Namun, kejutan datang dari pihak masjid; secara tak terduga, Takmir Masjid Darussalam juga menyerahkan vandel balasan kepada kelompok KKM 117 Arthaseva. Penyerahan timbal balik ini menjadi simbol kuat bahwa hubungan yang terjalin bukan sekadar tugas kampus, melainkan ikatan kekeluargaan yang saling menghargai. Vandel tersebut menjadi bukti nyata bahwa kehadiran mahasiswa telah diterima dengan tangan terbuka, dan sebaliknya, mahasiswa merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari keluarga besar Darussalam. Belum Usai: Menanti Puncak Haflah dan Aftermovie Meski secara formal masa pengabdian 40 hari telah ditutup, ikatan mahasiswa dengan Masjid Darussalam ternyata belum benar-benar berakhir. Mahasiswa KKM 117 dijadwalkan akan kembali hadir pada 7 Februari mendatang untuk menghadiri sekaligus berpartisipasi dalam acara Puncak Haflah Imtihan. Salah satu agenda yang paling dinanti dalam puncak acara tersebut adalah penayangan video aftermovie. Video ini merupakan rangkuman perjalanan mahasiswa selama 40 hari mengabdi, yang akan memutar kembali memori indah, tawa, dan perjuangan bersama jamaah serta santri. Penayangan ini diharapkan menjadi kado perpisahan visual yang manis bagi seluruh warga. Doa Penutup dan Harapan Masa Depan Rangkaian acara ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Ustadz Kristiawan. Dalam suasana yang hening dan penuh kekhusyukan, doa dipanjatkan sebagai rasa syukur atas kelancaran seluruh kegiatan serta permohonan agar segala ikhtiar yang telah dilakukan menjadi amal jariyah bagi mahasiswa dan membawa keberkahan bagi kemajuan Masjid Darussalam. Acara diakhiri dengan sesi dokumentasi bersama jajaran takmir, RW, pengajar TPQ, dan remaja masjid. Meski secara fisik mahasiswa KKM 117 harus kembali ke kampus, namun memori tentang kehangatan masyarakat dan syiar di Masjid Darussalam akan selalu tersimpan rapat dalam ingatan mereka. Selamat jalan, Arthaseva 117. Terima kasih, Masjid Darussalam.
NAJWA CAMILIA ISKANDAR
Malang, 26 Desember 2025 Mahasiswa/i UIN Malang yang tergabung dalam KKM Kelompok 25 Sevanagara turut berpartisipasi dalam kegiatan rutin Jumat Berkah yang diselenggarakan di Masjid Baitul Makmur, Kelurahan Kauman, Kecamatan Klojen, Kota Malang. Kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dan bertepatan dengan hari ke-4 pelaksanaan KKM. Sejak pagi hari, para mahasiswi KKM membantu proses memasak di kediaman Gus Hissa, pengasuh Masjid Baitul Makmur sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Darul Hidayah. Kegiatan memasak dilakukan bersama Bu Nyai Indah (istri Gus Hissa) dan berlangsung mulai setelah salat Subuh hingga sekitar pukul 09.00 WIB. Pada waktu yang sama, para mahasiswa KKM Kelompok 25 melaksanakan ro’an, yaitu kerja bakti membersihkan area masjid, sebagai bentuk dukungan terhadap kenyamanan jamaah menjelang pelaksanaan Salat Jumat. Menjelang siang, sekitar pukul 11.00 WIB, para mahasiswi kembali ke Masjid Baitul Makmur untuk bersiap membantu jalannya kegiatan. Setelah Salat Jumat selesai, makanan yang telah disiapkan dibagikan kepada jamaah dan warga sekitar. Proses pembagian didampingi langsung oleh Bu Nyai Indah, serta salah satu warga yang selama ini memang bertugas membagikan paket Jumat Berkah sejak kegiatan tersebut pertama kali berjalan. Antusiasme warga terlihat jelas saat pembagian berlangsung. Banyak anak-anak mengantri dengan tertib untuk mendapatkan paket makanan. Tidak hanya anak-anak, warga dari berbagai kalangan mulai dari remaja hingga lansia turut hadir dan tampak gembira menerima hidangan Jumat Berkah. Kegiatan Jumat Berkah ini rutin dilaksanakan setiap hari Jumat di Masjid Baitul Makmur, sebagai wujud kepedulian sosial sekaligus sarana mempererat kebersamaan masyarakat di lingkungan Kelurahan Kauman.
ANGGUN SASKIA LISA
Pendidikan merupakan fondasi utama dalam membentuk masa depan generasi muda. Menyadari pentingnya hal tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Arsana Muda menghadirkan program les belajar gratis bagi anak-anak di lingkungan sekitar lokasi KKM sebagai bentuk nyata pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan les ini dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan anak-anak usia sekolah dasar. Bertempat di rumah warga, suasana belajar dibuat santai, hangat, dan menyenangkan agar anak-anak merasa nyaman serta tidak tertekan. Mahasiswa KKM berperan sebagai kakak pendamping yang membantu anak-anak memahami materi pelajaran sekolah seperti membaca, menulis, berhitung, serta mata pelajaran dasar lainnya. Dalam pelaksanaannya, metode pembelajaran dirancang interaktif dan kreatif. Mahasiswa menggunakan media pembelajaran sederhana seperti buku cerita bergambar, alat tulis berwarna, dan permainan edukatif. Pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan antusiasme anak-anak dalam mengikuti kegiatan les. Mereka terlihat lebih aktif bertanya, berani mencoba, dan tidak ragu mengemukakan pendapat. Tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan akademik, kegiatan les belajar ini juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai positif seperti disiplin, rasa percaya diri, tanggung jawab, dan semangat belajar. Anak-anak diajak untuk saling menghargai, bekerja sama, serta membangun kebiasaan belajar yang baik sejak dini.
NAJWA AZZALINA NURFADHILA
Tim Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Unggulan Fakultatif 249 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kunjungan awal ke Green House Dusun Ngenep Krajan,Desa Ngenep ,Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada 31 Desember 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan awal pelaksanaan program kerja unggulan berupa KOPER SAKTI. Kunjungan tersebut bertujuan untuk melakukan survei lokasi sekaligus koordinasi dengan Ibu-ibu PKK dan pengurus Green House terkait rencana penempatan KOPER SAKTI. Dalam kunjungan ini, tim KKM 249 ingin memastikan bahwa lokasi yang dipilih sesuai dan mendukung keberlanjutan program yang akan dijalankan. KOPER SAKTI direncanakan sebagai media edukasi masyarakat sekaligus aksi nyata dalam pengelolaan sampah organik, khususnya sampah dapur rumah tangga. Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat memahami cara mengolah sampah organik secara sederhana dan praktis. Hasil dari proses tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik sekaligus media tanam, sehingga memiliki nilai guna yang berkelanjutan. Dalam pelaksanaan kunjungan, Tim KKM Fakultatif 249 disambut dengan baik oleh Ibu-ibu PKK dan pengurus Green House Desa Ngenep. Berdasarkan hasil diskusi dan observasi lapangan, lokasi Green House dinyatakan cocok dan tim memperoleh persetujuan untuk menempatkan KOPER SAKTI di area tersebut. Pihak desa juga memberikan respon positif terhadap program ini. Ibu-ibu PKK dan pengelola Green House menunjukkan antusiasme yang tinggi dan menilai bahwa program KOPER SAKTI merupakan solusi yang lebih praktis dalam pengelolaan sampah organik, karena tidak hanya mengurangi limbah dapur tetapi juga dapat dimanfaatkan langsung sebagai media tanam. Sebagai tindak lanjut dari kunjungan awal ini, Tim KKM Fakultatif 249 akan melaksanakan penempatan KOPER SAKTI di Green House Desa Ngenep serta melakukan kegiatan edukasi kepada Ibu-ibu PKK dan masyarakat mengenai proses dan tahapan pembuatan KOPER SAKTI. Diharapkan program ini dapat memberikan manfaat jangka panjang dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah organik yang ramah lingkungan.
INDIRA NAZWA FINANDA
Dalam rangka menyambut pergantian Tahun Baru, mahasiswa KKM mengikuti kegiatan keislaman di Masjid Nashruddin. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu malam, 31 Desember 2025, dan dimulai pada pukul 20.00 WIB. Acara berlangsung dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Jamaah masjid dan mahasiswa turut hadir untuk mengisi malam pergantian tahun dengan ibadah Kegiatan diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Ketua Takmir Masjid Nashruddin. Dalam perayaannya, beliau menekankan pentingnya mengisi pergantian tahun dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan bernilai ibadah. Ia juga mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum ini sebagai sarana introspeksi diri. Kehadiran mahasiswa KKM mendapat apresiasi sebagai bentuk sinergi dengan kegiatan masjid. Setelah Perayaan, acara dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat taubat secara berjamaah. Sholat ini dilaksanakan sebagai bentuk permohonan maaf atas kesalahan yang telah dilakukan selama satu tahun terakhir. Seluruh peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan. Suasana masjid terasa tenang dan penuh ketenangan. Rangkaian ibadah kemudian dilanjutkan dengan sholat tasbih secara berjamaah. Pelaksanaan sholat tasbih menjadi sarana untuk memperbanyak dzikir dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jamaah mengikuti setiap rangkaian sholat dengan tertib dan khusyuk. Ibadah ini semakin memperkuat nuansa spiritual pada malam pergantian tahun. Setelah rangkaian sholat sunnah selesai, acara dilanjutkan dengan bacaan istighosah dan doa bersama. Doa-doa dipanjatkan untuk memohon keberkahan, keselamatan, dan kemudahan di tahun yang akan datang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh jamaah dengan penuh kekhidmatan. Kebersamaan dalam doa menciptakan rasa persaudaraan yang erat. Acara ditutup dengan kegiatan ramah tamah antara mahasiswa KKM, takmir masjid, dan jamaah. Momen ini dimanfaatkan untuk saling berbincang dan mempererat silaturahmi. Suasana keakraban terasa hangat di antara seluruh peserta. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai kebersamaan dan keimanan terus terjaga di tahun yang baru.