Thumbnail
4 months ago
KKM 49 Prasena Adikara UIN Malang Sukses Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung

SELA SAFIRA

KKM 49 Prasena Adikara UIN Malang Sukses Gelar Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung   Jabung – Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Bullying di SMA Sunan Kalijogo Jabung pada Sabtu, 17 Januari 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Perilaku Maladaptif dalam Pergaulan Remaja: Dampak Psikologis dan Konsekuensi Hukum” dan dilaksanakan pada pukul 08.00 WIB di aula sekolah.   Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh kurang lebih 400 siswa dari tiga angkatan, yakni kelas X, XI, dan XII. Sejak awal kegiatan, para siswa terlihat antusias dan mengikuti rangkaian acara dengan tertib. Isu bullying dinilai sebagai topik yang relevan dengan dinamika pergaulan remaja saat ini, sehingga materi yang disampaikan mudah diterima oleh peserta.   Pemateri dalam kegiatan ini adalah Bapak Anwar Fuady, Dosen Psikologi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan secara sistematis mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, faktor penyebab munculnya perilaku maladaptif, dampak psikologis terhadap korban, serta konsekuensi hukum yang dapat dikenakan kepada pelaku.   Sebagai penguatan materi, pemateri juga mengajak peserta untuk melakukan refleksi diri melalui ilustrasi sederhana namun bermakna. Perumpamaan uang yang dilipat, diremas, dan diinjak, namun tetap bernilai, menjadi gambaran bahwa setiap individu memiliki harga diri dan martabat yang tidak dapat hilang hanya karena perlakuan buruk dari orang lain.   Antusiasme siswa semakin terlihat pada sesi tanya jawab. Berbagai pertanyaan diajukan oleh peserta, yang sebagian besar menggambarkan kasus bullying yang kerap terjadi dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun pergaulan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi mampu membuka ruang diskusi yang reflektif dan kontekstual.   Selain mendapatkan respons positif dari para siswa, kegiatan ini juga memperoleh apresiasi dari para guru SMA Sunan Kalijogo Jabung. Para guru menyampaikan rasa terima kasih atas terselenggaranya sosialisasi anti bullying ini. Menurut mereka, kegiatan tersebut dinilai mampu meningkatkan kesadaran siswa terhadap dampak negatif bullying, baik secara psikologis maupun sosial. Sosialisasi ini juga dianggap sebagai bentuk edukasi yang efektif dalam menanamkan nilai empati, saling menghargai, serta memperkuat upaya pencegahan perilaku menyimpang di lingkungan sekolah.   Melalui kegiatan ini, KKM 49 Prasena Adikara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap sinergi antara mahasiswa, pihak sekolah, dan peserta didik dapat terus terjalin dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari bullying. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter remaja yang sehat secara psikologis dan bertanggung jawab secara sosial.

Thumbnail
4 months ago
Dukung Kesehatan Masyarakat, Mahasiswa KKM 49 Prasena Adikara Berperan di Posyandu Balita dan Lansia

IENAS TSURAIYA

Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 49 Prasena Adikara Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan kepedulian nyata terhadap kesehatan masyarakat dengan terlibat langsung dalam kegiatan Posyandu Balita dan Posyandu Lansia di Kelurahan Kemantren. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang berfokus pada peningkatan kualitas kesehatan bayi, balita, dan lansia. Kegiatan posyandu tersebut dilaksanakan di Posyandu Kamboja 2 pada Senin (5/1/2026). Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKM berkolaborasi dengan kader posyandu dan petugas kesehatan setempat untuk membantu berbagai proses pelayanan kesehatan. Pada kegiatan Posyandu Balita, mahasiswa turut mendampingi petugas kesehatan dalam pemantauan tumbuh kembang bayi dan balita. Rangkaian kegiatan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pencatatan hasil pengukuran sebagai data pemantauan pertumbuhan anak. Mahasiswa juga membantu mengarahkan orang tua balita agar proses pelayanan berjalan tertib dan lancar. Sementara itu, pada kegiatan Posyandu Lansia, mahasiswa KKM membantu petugas kesehatan dalam pemeriksaan kesehatan dasar bagi lansia. Kegiatan yang dilakukan meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, serta pengukuran lingkar pinggang, pemeriksaan tekanan darah (tensi), serta pengecekan kadar gula darah sebagai upaya deteksi dini terhadap risiko penyakit tidak menular. Kehadiran mahasiswa turut membantu kelancaran pelayanan sekaligus memberikan pendampingan kepada para lansia selama proses pemeriksaan. Untuk mendukung efektivitas kegiatan, mahasiswa KKM dibagi menjadi dua tim. Tim pertama bertugas di Posyandu Balita, sementara tim kedua mendampingi kegiatan Posyandu Lansia. Pembagian tugas ini dilakukan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan optimal dan terkoordinasi dengan baik. Melalui keterlibatan aktif ini, Mahasiswa KKM 49 Prasena Adikara tidak hanya hadir sebagai peserta pengabdian, tetapi juga berperan langsung dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya bagi anak-anak sejak usia dini dan para lansia. Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan manfaat bagi warga Kelurahan Kemantren sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi para mahasiswa dalam mengimplementasikan nilai pengabdian kepada masyarakat.

Thumbnail
4 months ago
Menanam Akhlak Mulia, Menghidupkan TPQ: Pendidikan Karakter di Era Digital\

KHARIS YULIANTO

Madin Soca Seganten merupakan TPQ atau pusat pembelajaran Al-Qur'an yang terletak di Desa Sumberdem, Wonosari. Tempat ini menjadi salah satu lembaga terbesar di desa berkat lokasinya yang strategis di pusat desa, sehingga menarik banyak siswa dan siswi untuk belajar Al-Qur'an. Selain itu, sistem pembelajaran yang terintegrasi—meliputi agama, sosial, dan budaya—menjadi daya tarik utama bagi orang tua menyekolahkan putra-putrinya di sini.   Dalam rangkaian program KKM, kami melakukan pengabdian selama sekitar 35 hari untuk mengajar dan berbagi pengalaman bersama santri Madin Soca Seganten. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi baru tentang pendidikan karakter di era digital kepada para santri. Selain itu, pengalaman ini juga memperkaya wawasan Kelompok KKM 73 UIN Malang mengenai cara mengajar yang relevan bagi anak usia 7–12 tahun.   Kegiatan ini diawali dengan perkenalan Kelompok KKM 73 UIN Malang kepada ustadz/ustadzah dan santri Madin Soca Seganten. Selanjutnya, para mahasiswa dibagi ke beberapa kelas untuk mengajar. Pada minggu pertama, yang bertepatan dengan musim ujian, kami ditugaskan mengawasi para santri selama pelaksanaan ujian.   Pada minggu kedua hingga ketiga, fokus pembelajaran beralih ke materi akhlak dan fiqih. Kami mengajarkan para santri tata cara berwudu, bertayamum, serta sholat yang benar dan khusyuk, dilengkapi dengan demonstrasi praktik langsung agar mudah dipahami anak usia dini. Selain itu, kami juga memberikan pelajaran tajwid Al-Qur'an secara bertahap—mulai dari makhraj huruf hingga qiro'ah yang fasih—sehingga santri Madin Soca Seganten mampu membaca Al-Qur'an dengan lancar, benar, dan penuh makna.   Sesuai tema kami, "Menanam Akhlak Mulia, Menghidupkan TPQ: Pendidikan Karakter di Era Digital", setiap sesi pembelajaran selalu diawali dan diselingi ice breaking. Strategi ini kami terapkan untuk menciptakan suasana belajar yang nyaman dan menyenangkan, sehingga santri Madin Soca Seganten—usia 7–12 tahun—tidak merasa tertekan atau bosan. Ice breaking dan fun game ini memiliki tujuan ganda: menurunkan rasa jenuh, sekaligus melatih santri membedakan waktu serius belajar dengan momen bersenang-senang. Mengingat usia mereka yang masih aktif dan sering bercanda saat materi dijelaskan, pendekatan ini efektif mengarahkan energi mereka ke pembelajaran yang bermakna. Contohnya, kuis interaktif akhlak sehari-hari atau tebak-tebakan fiqih yang meriah, membuat transisi dari main ke serius jadi alami dan menyenangkan.   Melalui kegiatan ini, Madin Soca Seganten tidak hanya menjadi pusat pembelajaran Al-Qur'an, tetapi juga wadah holistik untuk pendidikan moral, sosial, dan budaya di Desa Sumberdem—menciptakan generasi santri yang berakhlak mulia sekaligus berwawasan lokal. Bagi Kelompok 73 UIN Malang, pengalaman ini merupakan pembelajaran tak ternilai yang tak pernah didapat di bangku kampus, karena kami belajar langsung dari dinamika nyata masyarakat pedesaan. Lebih dari itu, kegiatan ini mengajarkan esensi pengabdian sejati: bukan sekadar menyampaikan pelajaran, melainkan saling belajar, mendengar cerita santri, dan tumbuh bersama dalam proses transformasi karakter.

Thumbnail
4 months ago

UWAISI MUBAROK SANDY

Thumbnail
4 months ago
KKM Kelompok 84 UIN Malang Sukses Cegah Generasi Stunting Melalui Penyuluhan di Dampit

WAFIQATUS SHOFIYAH

Penyuluhan pencegahan stunting yang digelar Mahasiswa KKM Kelompok 84 UIN Malang berlangsung pada Sabtu (03/01/26) di Jalan Simpang Pahlawan, Dampit. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya ibu-ibu, dalam upaya menekan angka stunting di Indonesia. Penyuluhan tersebut menekankan pentingnya pemenuhan gizi sejak 1000 Hari Kehidupan Pertama (HKP). Para ibu tampak antusias menyimak pemaparan materi yang disampaikan oleh Fajryan selaku pemateri. "Sejak 1000 HKP, ibu-ibu di sini harus memperhatikan asupan gizinya," ujar Fajryan. Ia menjelaskan bahwa pada masa kehamilan ibu dianjurkan rutin mengonsumsi asam folat. Sementara pada fase 0--6 bulan, bayi perlu diberikan ASI melalui Inisiasi Menyusui Dini (IMD), serta dilanjutkan dengan pemberian MPASI bergizi pada usia 6--24 bulan. Kegiatan penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para ibu, akan pentingnya pemenuhan gizi sejak dini guna mencegah stunting. Mahasiswa KKM Kelompok 84 UIN Malang juga berharap edukasi serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar upaya pencegahan stunting di wilayah Dampit semakin optimal.

Thumbnail
4 months ago
Peringatan Isra Mi’raj dan Istiqbal Ramadhan di Masjid Jami Al-Khoirot Madyopuro bersama KKM 16 UIN Malang

FEZA TSAQIYLA SHINE

Masjid Jami’ Al-Khoirot Desa Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang menjadi pusat kegiatan keagamaan dalam rangka peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan kegiatan Istiqbal Ramadhan. Kegiatan ini terselenggara berkat kerja i'm sama antara takmir masjid, masyarakat setempat, serta Kelompok KKM 16 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang turut berperan aktif dalam perencanaan hingga pelaksanaan acara. Sejak sore hari, jamaah mulai memadati area masjid dengan penuh antusias. Anggota Kelompok KKM 16 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terlihat membantu dalam berbagai aspek kegiatan, mulai dari persiapan tempat, pengaturan acara, hingga mendampingi jalannya kegiatan bersama panitia masjid. Kolaborasi ini menciptakan suasana kebersamaan yang hangat antara mahasiswa dan masyarakat Desa Madyopuro. Rangkaian acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan dengan lantunan shalawat yang diiringi oleh Jamaah Shalawat Gempar. Suara shalawat yang menggema di dalam masjid menambah kekhusyukan dan semangat jamaah dalam mengikuti acara hingga selesai.   Puncak acara diisi dengan tausiyah yang disampaikan oleh K.H. Imam Ma’ruf. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, khususnya mengenai pentingnya menjaga shalat sebagai pondasi utama dalam kehidupan seorang muslim. Jamaah juga diajak untuk menjadikan momentum ini sebagai bahan refleksi diri dalam menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dengan hati yang bersih dan niat yang tulus.   Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Istiqbal Ramadhan, di mana jamaah diberikan penguatan spiritual agar lebih siap dalam menjalani ibadah di bulan Ramadhan. Pesan tentang pentingnya meningkatkan amal ibadah, menjaga silaturahmi, serta memperkuat kepedulian sosial menjadi penekanan utama dalam kegiatan ini. Melalui kegiatan Isra’ Mi’raj dan Istiqbal Ramadhan ini, Kelompok KKM 16 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Desa Madyopuro. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat. Semoga semangat kebersamaan dan nilai-nilai keislaman yang terbangun dapat terus terjaga dan membawa keberkahan bagi seluruh jamaah Masjid Jami’ Al-Khoirot.