Thumbnail
3 months ago
Semarak Peringatan Isra Miraj di TPQ melalui Lomba Kreatif Anak

AMANDA FITRIANI

Dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, TPQ mengadakan kegiatan lomba kreatif yang melibatkan anak-anak dari berbagai jenjang usia. Kegiatan ini dilaksanakan pada 15 Januari 2026 dengan konsep yang menyenangkan dan edukatif. Anak-anak usia SD hingga SMP mengikuti lomba pembuatan poster, di mana poster telah disediakan dan peserta bebas memodifikasi serta menuangkan kreativitas sesuai imajinasi masing-masing. Sementara itu, anak usia 1–3 tahun serta kelompok TK, PAUD, dan anak yang belum bersekolah mengikuti kegiatan mewarnai. Seluruh peserta tampak sangat antusias mengikuti kegiatan karena selain menyenangkan, lomba ini juga menyediakan hadiah bagi para pemenang. Hasil karya anak-anak terlihat menarik dan penuh kreativitas. Pengumuman serta pembagian hadiah dilaksanakan pada 21 Januari 2026 dengan mengambil dua pemenang di setiap tingkat. Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari santri dan pengelola TPQ, serta menjadi momen berkesan dalam peringatan Isra Miraj.  

Thumbnail
3 months ago
UIN Malang berhasil Menguatkan Peran Grandparental Caregiving dalam Seminar Stunting melalui salah satu Program Kerja KKM 83

GHEALUNA CAHYAKAMILA RAMADHAN

Pada Rabu, 7 Januari 2026, Balai Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, menjadi tempat terselenggaranya kegiatan Seminar Stunting yang diinisiasi oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM). Kegiatan ini dilaksanakan mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai dengan mengusung tema “Pencegahan stunting pada anak dalam pengasuhan kakek dan nenek”. Seminar tersebut menyasar anggota pensiunan PWRi yang sehari-hari berperan sebagai pengasuh cucu di lingkungan keluarga. Pemilihan sasaran ini didasarkan pada kondisi sosial masyarakat desa, di mana banyak orang tua bekerja di luar rumah sehingga tanggung jawab pengasuhan anak seringkali dilimpahkan kepada kakek dan nenek (grandparental caregiving). Kegiatan seminar menghadirkan Niemas Alief Rahmah, S.Tr.Kep sebagai pemateri dan Deby Alfa Alfi sebagai moderator. Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan komunikatif agar mudah dipahami oleh peserta. Berbeda dari konsep seminar satu arah, kegiatan ini dirancang secara interaktif melalui diskusi dua arah sehingga peserta tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif bertanya, berbagi pengalaman, serta menyampaikan berbagai permasalahan yang mereka hadapi selama mengasuh cucu. Suasana diskusi berlangsung hangat dan akrab, mencerminkan antusiasme peserta untuk belajar dan memahami isu stunting secara lebih mendalam. Dalam pemaparannya, pemateri menjelaskan mengenai pengertian stunting, penyebab terjadinya, serta dampaknya terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kecerdasan anak. Peserta juga diberikan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang, pola makan sehat, kebersihan lingkungan, serta kebiasaan hidup bersih dan sehat sebagai langkah pencegahan stunting. Selain itu, ditekankan pula bahwa peran kakek dan nenek sangat penting dalam menentukan kualitas pengasuhan anak, mulai dari memilih makanan, mengatur waktu makan, hingga memastikan anak mendapatkan perhatian dan perawatan yang baik. Dengan pengetahuan yang tepat, para lansia diharapkan dapat menjadi pengasuh yang lebih sadar gizi dan kesehatan. Selama kegiatan berlangsung, tim KKM juga melakukan observasi terhadap keterlibatan peserta. Banyak kakek dan nenek yang aktif bertanya mengenai jenis makanan yang baik untuk balita, cara meningkatkan nafsu makan anak, serta tips menjaga kesehatan keluarga. Hal ini menunjukkan bahwa metode diskusi dua arah mampu mendorong partisipasi aktif sekaligus membantu peserta lebih mudah memahami materi yang diberikan karena berkaitan langsung dengan pengalaman sehari-hari mereka. Secara keseluruhan, seminar stunting ini berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi peserta. Kegiatan ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama, termasuk peran penting kakek dan nenek sebagai pengasuh utama (grandparental caregiving) anak di rumah. Melalui kegiatan ini diharapkan para peserta dapat menerapkan praktik pengasuhan yang lebih sehat dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal, sehingga generasi mendatang dapat tumbuh menjadi anak-anak yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.

Thumbnail
3 months ago
Perpisahan Penuh Makna: Mahasiswa KKM 127 Berpamitan Sekaligus Pemberian Tempat Sampah di TPQ

AZROTUL KHOIRIYAH

Babadan, Ngajum — Pada Selasa, 27 Januari 2026 kegiatan perpisahan TPQ menjadi momen penuh haru sekaligus bermakna bagi mahasiswa/i KKM dan anak-anak TPQ di TPQ Baitul Huda Dusun Babadan.  Setelah jam mengaji selesai, mahasiswa/i menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat serta kebersamaan yang terjalin selama kegiatan belajar mengajar Al-qur'an berlangsung. Mahasiswa/i KKM melakukan perpisahan di setiap kelas yang pernah mereka ajar, menyampaikan pesan dan motivasi kepada anak-anak TPQ agar tidak malas untuk mengaji. Momen perpisahan diwarnai dengan canda, senyum, dan rasa haru sebagai tanda berakhirnya kebersamaan yang singkat namun penuh makna. Acara ini tidak hanya menjadi ajang pamit dan silaturahmi, tetapi juga diisi dengan aksi nyata berupa pemberian tempat sampah terpilah antara organik dan anorganik di area TPQ sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekaligus menjawab isu tentang sampah di Dusun Babadan. Penyerahan ini disertai dengan penjelasan sederhana kepada anak-anak TPQ mengenai manfaat menjaga kebersihan.  Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM berharap dapat menanamkan kebiasaan baik, kesadaran lingkungan sejak usia dini, nilai kebersihan,  serta semangat belajar yang telah ditanamkan dapat terus dilanjutkan oleh anak-anak TPQ dan seluruh pengurusnya meskipun masa pengabdian mahasiswa/i KKM telah usai.

Thumbnail
3 months ago
Penutupan KKM Di Balai Desa

MOHAMMAD FASIKHUL LISAN

Rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Ashta Traya di Desa Panggungrejo ditutup melalui kegiatan penutupan yang dilaksanakan di Balai Desa Panggungrejo. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya seluruh program dan aktivitas mahasiswa selama masa KKM di desa tersebut. Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan untuk merefleksikan berbagai program yang telah dilaksanakan serta memperkuat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat desa. Salah satu rangkaian acara dalam penutupan ini adalah penampilan musik gambus yang dibawakan oleh mahasiswa KKM Ashta Traya. Penampilan ini menjadi hiburan sekaligus bentuk partisipasi mahasiswa dalam memeriahkan acara penutupan. Musik gambus yang ditampilkan memberikan suasana hangat dan menambah keakraban dalam kegiatan tersebut. Setelah penampilan musik gambus, acara dilanjutkan dengan penyerahan vandel dari mahasiswa KKM Ashta Traya kepada pihak Desa Panggungrejo. Penyerahan vandel ini menjadi simbol kenang-kenangan dan apresiasi atas dukungan serta kerja sama yang telah diberikan oleh pemerintah desa selama pelaksanaan KKM. Selain vandel, mahasiswa KKM Ashta Traya juga menyerahkan denah desa kepada pihak desa. Denah desa tersebut disusun sebagai bagian dari program dokumentasi dan pemetaan wilayah Desa Panggungrejo. Penyerahan denah diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai data pendukung bagi desa dalam kegiatan administrasi maupun perencanaan ke depan. Kegiatan penutupan dilanjutkan dengan sambutan dan pesan singkat dari perwakilan mahasiswa serta perangkat desa. Dalam sambutan tersebut, disampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin serta harapan agar hubungan baik antara mahasiswa dan masyarakat dapat terus terjaga. Suasana penutupan berlangsung penuh keakraban dan kekeluargaan. Meskipun kegiatan KKM telah berakhir, momen penutupan ini menjadi simbol kebersamaan yang terbangun selama mahasiswa melaksanakan pengabdian di Desa Panggungrejo. Secara keseluruhan, penutupan kegiatan KKM Ashta Traya di Balai Desa Panggungrejo berjalan dengan lancar. Kegiatan ini menutup rangkaian KKM dengan baik serta menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa, sekaligus meninggalkan kesan positif bagi masyarakat dan pemerintah desa.

Thumbnail
3 months ago
Menghidupkan Permainan Tradisional di TPQ Nurul Huda oleh KKN Kelompok 33

SHERYN ALIVIA AURIL

Di tengah aktivitas rutin pembelajaran mengaji di TPQ Nurul Huda, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Kelompok 33 berupaya menghadirkan suasana yang berbeda bagi para santri. Pada salah satu sore, halaman TPQ yang biasanya digunakan untuk kegiatan keagamaan dimanfaatkan sebagai ruang bermain sederhana. Suasana pun berubah menjadi lebih ceria dengan tawa anak-anak yang mengikuti permainan tradisional engklek menggunakan batok kelapa. Pemilihan permainan engklek batok kelapa didasarkan pada keinginan untuk memperkenalkan kembali permainan tradisional yang kini mulai jarang dimainkan. Dengan alat sederhana berupa sepasang batok kelapa yang dihubungkan dengan tali, anak-anak diajak mencoba permainan yang menuntut keseimbangan tubuh, ketelitian, serta keberanian dalam melangkah. Pada awal kegiatan, sebagian santri terlihat masih ragu dan canggung saat mencoba berdiri di atas batok kelapa. Beberapa kali mereka kehilangan keseimbangan dan terjatuh, namun hal tersebut justru disambut dengan tawa lepas. Seiring berjalannya waktu, rasa malu perlahan menghilang dan digantikan oleh semangat untuk terus mencoba. Anak-anak mulai mengikuti pola engklek yang digambar di tanah dengan penuh antusias, didukung oleh sorakan dan semangat dari teman-teman serta mahasiswa KKM yang mendampingi. Kegiatan ini menciptakan suasana kebersamaan yang hangat. Anak-anak belajar untuk saling mendukung tanpa mengejek ketika ada yang terjatuh. Tepuk tangan dan sorak semangat menjadi bentuk apresiasi sederhana yang menumbuhkan rasa percaya diri. Tanpa disadari, melalui permainan tersebut anak-anak belajar menunggu giliran, menerima hasil permainan dengan lapang dada, serta menghargai usaha teman sebaya. Bagi mahasiswa KKM Kelompok 33, permainan tradisional ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi media untuk membangun kedekatan dengan santri TPQ. Interaksi yang terjalin melalui permainan membuat anak-anak lebih terbuka dan akrab, sehingga suasana pembelajaran setelahnya terasa lebih cair dan menyenangkan. Selain itu, permainan engklek batok kelapa juga menjadi sarana penanaman nilai-nilai karakter. Anak-anak dilatih untuk bersabar, menaati aturan, serta mengelola emosi saat bermain. Nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi perkembangan sosial anak, terutama di tengah arus modernisasi dan dominasi permainan berbasis gawai. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKM menyadari bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu diwujudkan dalam bentuk kegiatan formal atau program berskala besar. Kehadiran, perhatian, dan kebersamaan yang tercipta melalui aktivitas sederhana justru dapat memberikan kesan mendalam. Dengan adanya permainan tradisional engklek batok kelapa di TPQ Nurul Huda, diharapkan anak-anak dapat mengenal kembali permainan warisan budaya sekaligus merasakan bahwa proses belajar dapat berlangsung secara menyenangkan. Bagi mahasiswa KKM Kelompok 33, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang menegaskan bahwa pengabdian yang tulus sering kali lahir dari hal-hal sederhana namun bermakna.

Thumbnail
3 months ago
Menutup Pengabdian, Menyemai Harapan: Penutupan KKM dan Pengukuhan Family Corner Masjid Nuurul Jadiid Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "Menutup Pengabdian, Menyemai Harapan: Penutupan KKM dan Pengukuhan Family Corner Masjid Nuurul

KRESNA HIBATULLAH PANJI PANGESTU

  Menutup Pengabdian, Menyemai Harapan: Penutupan KKM dan Pengukuhan Family Corner Masjid Nuurul Jadiid 5 Februari 2026   16:10 Diperbarui: 5 Februari 2026   16:10 16 0 0   Aksantara Bersama Warga Setelah Acara Penutupan   Kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 10 Aksantara resmi ditutup bersamaan dengan pengukuhan jajaran pengurus Family Corner Masjid Nuurul Jadiid pada Selasa, 3 Februari 2026. Acara ini dilaksanakan di Masjid Nuurul Jadiid dan dimulai pada pukul 19.45 WIB dengan suasana khidmat dan penuh kebersamaan.   Acara diawali dengan sambutan dari Ketua RW 06 yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM selama melaksanakan pengabdian di lingkungan masyarakat. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Ta'mir Masjid Nuurul Jadiid, yang mengungkapkan harapan agar program-program positif yang telah dirintis dapat terus berlanjut dan memberi manfaat bagi jamaah masjid.   Selanjutnya, sambutan disampaikan oleh Dosen Pembimbing Lapangan yang memberikan pesan dan evaluasi terhadap pelaksanaan KKM, sekaligus mengapresiasi kerja sama antara mahasiswa dan masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Malang yang menekankan pentingnya peran masjid sebagai pusat pemberdayaan umat.   Puncak rangkaian sambutan disampaikan oleh inisiator Family Corner, Prof. Hj. Mufidah Ch., M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan visi, misi, tujuan, serta program-program yang akan dijalankan oleh Family Corner Masjid Nuurul Jadiid sebagai wadah pembinaan keluarga, pendidikan, dan penguatan nilai-nilai keislaman di lingkungan masyarakat.   Pemotongan Tumpeng Setelah Pengukuhan Pengurus Family Corner Setelah rangkaian sambutan, acara dilanjutkan dengan pengukuhan jajaran pengurus Family Corner Masjid Nuurul Jadiid yang ditandai dengan pemotongan tumpeng. Prosesi ini menjadi simbol dimulainya kepengurusan serta komitmen bersama dalam menjalankan program-program Family Corner ke depan.   Rangkaian acara berikutnya diisi dengan penyampaian kesan dan pesan dari Ketua KKM Kelompok 10 Aksantara, Saudara Maulidi Abdillah, yang mewakili seluruh anggota KKM. Dalam penyampaiannya, ia mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan membersamai kegiatan KKM selama berlangsung.   Acara kemudian dilanjutkan dengan penayangan video after movie KKM Kelompok 10 Aksantara yang menampilkan rangkaian kegiatan dan momen kebersamaan selama masa pengabdian. Penayangan video tersebut menghadirkan suasana haru sekaligus kenangan manis bagi mahasiswa dan masyarakat.   Sebagai penutup, acara diakhiri dengan doa bersama dan sesi foto bersama seluruh tamu undangan, pengurus Family Corner, mahasiswa KKM, serta warga. Kegiatan penutupan KKM dan pengukuhan pengurus Family Corner ini diharapkan menjadi awal yang baik bagi keberlanjutan program pemberdayaan keluarga dan masyarakat di Masjid Nuurul Jadiid.