Thumbnail
8 months ago
pembukaan kkm kelompok 43 uin maliki malang

SYAHRUL IRFAN AFANDI

Pembukaan KKM di Desa Gading Kembar: Langkah Awal Pengabdian Mahasiswa kepada Masyarakat Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Gading Kembar, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, menjadi penanda dimulainya proses pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Acara yang berlangsung sederhana namun penuh makna ini berjalan dengan khidmat dan tertib, mencerminkan semangat kolaborasi antara mahasiswa, perangkat desa, dan pihak kampus. Kegiatan pembukaan dihadiri oleh Sekretaris Desa Gading Kembar, Bapak Imam, yang mewakili pemerintah desa, serta Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Bapak Hasyim Amrullah, M.A. Kehadiran kedua tokoh ini menjadi simbol dukungan dan kepercayaan terhadap peran mahasiswa sebagai mitra desa dalam menjalankan program-program pemberdayaan masyarakat. Dalam sambutannya, Bapak Imam menyampaikan harapan agar mahasiswa KKM dapat beradaptasi dengan lingkungan desa, menjunjung tinggi etika sosial, serta mampu memberikan kontribusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat Gading Kembar. Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara mahasiswa dan warga agar setiap program yang dijalankan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran. Sementara itu, Bapak Hasyim Amrullah, M.A., selaku Dosen Pembimbing Lapangan, menegaskan bahwa KKM bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami realitas sosial, mengasah empati, serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Menurutnya, keberhasilan KKM tidak hanya diukur dari terlaksananya program, tetapi juga dari sikap, tanggung jawab, dan kemampuan mahasiswa dalam membangun relasi dengan masyarakat. Acara pembukaan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar seluruh rangkaian kegiatan KKM dapat berjalan lancar, memberikan manfaat bagi desa, serta menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa. Dengan dimulainya KKM ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga membawa nilai, gagasan, dan kontribusi positif bagi Desa Gading Kembar.

Thumbnail
8 months ago
Menyambut Awal Semester Genap: Observasi Pendidikan KKM Aksiloka Kelompok 11 di TK dan TPQ

TATA NIA INDAH SHAKIRA

Memasuki dimulainya semester genap tahun ajaran baru pada tanggal 5 Januari, aktivitas pendidikan di lingkungan masyarakat kembali berjalan seperti sedia kala. Momentum ini dimanfaatkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Aksiloka Kelompok 11 untuk melakukan observasi awal kegiatan pendidikan sebagai bagian dari persiapan penyusunan dan pelaksanaan program kerja KKM. Kegiatan observasi dimulai sejak pagi hari dengan mengunjungi TK Al Kautsar Nailun Hamam. Kehadiran siswa KKM bertujuan untuk melihat secara langsung suasana pembelajaran di hari pertama masuk sekolah setelah libur semester. Setibanya di lokasi, siswa disambut dengan suasana sekolah yang mulai kembali ramai oleh aktivitas para siswa dan guru. Pada pagi hari tersebut, siswa KKM ikut mengikuti upacara pagi bersama seluruh warga sekolah. Upacara berlangsung dengan tertib dan menjadi penanda dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar. Melalui kegiatan ini, siswa dapat merasakan langsung atmosfer kedisiplinan dan semangat belajar yang ditanamkan sejak dini kepada para siswa. Selama kegiatan observasi di TK, siswa KKM didampingi oleh Bapak Himam, yang membimbing siswa untuk mengenal lebih dekat aktivitas pembelajaran di kelas. Siswa mengamati interaksi antara guru dan siswa, metode pembelajaran yang digunakan, serta respon siswa dalam mengikuti kegiatan belajar. Observasi ini memberikan gambaran nyata mengenai proses pendidikan anak usia dini yang berlangsung di lingkungan Kampung Qur'an. Setelah menyelesaikan observasi di TK, mahasiswa KKM melanjutkan aktivitas dengan melakukan refleksi dan diskusi singkat terkait temuan-temuan awal yang diperoleh. Hasil pengamatan ini nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam merancang program kerja yang berkaitan dengan bidang pendidikan. Pada hari menjelang waktu Asar, mahasiswa KKM kembali melanjutkan kegiatan observasi ke TPQ. Di lokasi ini, siswa mengamati kegiatan pembelajaran Al-Qur'an yang diikuti oleh para santri. Aktivitas TPQ terlihat berjalan dengan tertib, dengan antusiasme santri dalam mengikuti pembelajaran yang cukup tinggi. Observasi ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai peran TPQ sebagai pusat pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat. Kegiatan observasi tidak berhenti sampai hari sakit. Setelah Salat Isya, siswa KKM kembali melakukan observasi lanjutan di TPQ. Pada malam hari tersebut, siswa mengamati kegiatan kelas kejar paket yang dilaksanakan di lantai dua TPQ. Kegiatan ini menunjukkan bahwa TPQ tidak hanya berfungsi sebagai tempat pendidikan Al-Qur'an, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran alternatif bagi masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan formal melalui program kejar paket. Rangkaian observasi yang dilakukan sejak pagi hingga malam hari ini memberikan pengalaman yang komprehensif bagi siswa KKM Aksiloka Kelompok 11. Siswa tidak hanya melihat aktivitas pendidikan dari satu sisi, tetapi juga memahami kesinambungan kegiatan belajar yang berlangsung sepanjang hari, mulai dari pendidikan anak usia dini hingga pendidikan nonformal bagi masyarakat. Melalui observasi ini, mahasiswa KKM diharapkan mampu menyusun program kerja yang lebih relevan, kontekstual, dan sesuai dengan kebutuhan lapangan, khususnya di bidang pendidikan. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam membangun kontribusi nyata mahasiswa KKM dalam mendukung proses pendidikan di lingkungan pengabdian.

Thumbnail
8 months ago
Menyalakan Semangat Baru: Penutupan KKN UIN Malang di SDN Kedungasem 1 melalui Seminar Motivasi Bahasa Inggris

FAIZATUL PRITA H

Sebagai penutup rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKN), mahasiswa UIN Malang menggelar seminar motivasi belajar Bahasa Inggris di SDN Kedungasem 1 pada 27 Januari 2026. Kegiatan ini ditujukan kepada siswa-siswi kelas VI sebagai bentuk dukungan dan penyemangat dalam meningkatkan minat belajar, khususnya dalam mata pelajaran Bahasa Inggris.   Seminar motivasi berlangsung dengan suasana yang interaktif, edukatif, dan penuh antusiasme. Para mahasiswa menyampaikan materi dengan pendekatan yang komunikatif dan menyenangkan, sehingga siswa-siswi dapat mengikuti kegiatan dengan aktif. Melalui sesi motivasi ini, mahasiswa berupaya menumbuhkan rasa percaya diri serta semangat belajar, terutama bagi siswi perempuan agar semakin berani dan yakin dalam mempelajari serta menggunakan Bahasa Inggris.   Dalam penyampaiannya, mahasiswa menjelaskan bahwa Bahasa Inggris memiliki peran penting di era globalisasi. Kemampuan berbahasa Inggris tidak hanya dibutuhkan untuk menunjang prestasi akademik, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas di masa depan, baik dalam pendidikan maupun dunia kerja. Oleh karena itu, penting bagi siswa sejak dini untuk membangun kebiasaan belajar yang konsisten dan sikap pantang menyerah.   Selain pemaparan materi, kegiatan ini juga diisi dengan sesi tanya jawab dan permainan edukatif yang berkaitan dengan kosakata sederhana dalam Bahasa Inggris. Kegiatan tersebut membuat suasana semakin hidup dan membantu siswa memahami materi dengan cara yang lebih menyenangkan.   Melalui kegiatan penutupan KKN ini, diharapkan siswa-siswi SDN Kedungasem 1 semakin termotivasi untuk terus belajar dan mengembangkan potensi diri. Seminar motivasi pada 27 Januari 2026 ini menjadi momen berharga yang tidak hanya menandai berakhirnya program KKN, tetapi juga meninggalkan semangat baru bagi para siswa untuk meraih cita-cita mereka.

Thumbnail
8 months ago
Acara Pembukaan Kelompok KKM 48 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Desa Pandansari Lor Kecamatan Jabung

WALIDAH AULIA IRHAMNA

Alhamdulillah telah terlaksana pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 48 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada hari Rabu tanggal 23 Desember 2025 bertempat di Balai Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Kegiatan KKM ini dilaksanakan mulai tanggal 23 Desember 2025 - 4 Februari 2026. Pembukaan di hadiri oleh Bapak Aditya Prastian Supriyadi S.H, M.H. selaku DPL kelompok KKM 48, dihadiri juga oleh Kepala Desa Pandansari Lor Bapak Dodik Mulyo Santoso beserta Perangkat Desa. Kegiatan ini merupakan salah satu mata kuliah wajib bagi mahasiswa Sarjana (S1) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang difasilitasi oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) UIN Maulana Malik Ibrahi Malang. Anggota kelompok KKM 48 yang terdiri dari 15 orang dengan rincian 9 Perempuan dan 6 Laki-laki. Pelaksanaan KKM ini merupakan wadah bagi mahasiswa dalam proses belajar pengabdian diri dan bersosialisasi kepada masyarakat sekitar guna penerapan di lingkungan masing-masing. Di Desa Pandansari Lor ini terbagi menjadi 3 Dusun, yaitu Dusun Bayang, Begawan dan Tegir. Pembukaan dipimpin oleh MC yang diawali dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya. Kemudian dilanjutkan sambutan-sambutan oleh perwakilan Ketua Kelompok KKM 48, Kepala Desa Pandansari Lor dan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Dalam sambutannya, Pak Dodik mengatakan bahwa dengan adanya mahasiswa KKM di desa Pandansari Lor dapat membawa manfaat dan membantu pengembangan Wirausaha yang ada di desa. Pak Adit juga menyampaikan bahwa harapannya kegiatan ini dapat berdampak positif bagi masyarakat desa Pandansari Lor dan menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa KKM. Sebagai penutup dari acara pembukaan KKM, dilakukan pemotongan pita secara simbolis oleh Bapak Kepala Desa dan DPL kelompok, kemudian diakhiri dengan do'a dan foto bersama.

Thumbnail
8 months ago
Penyerahan dokumen kepada kelurahan polehan

MOCH. SEPTIAN DWI ARFIANTO

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Aksiloka Kelompok 11 melaksanakan kegiatan konfirmasi dan koordinasi program kerja dengan perangkat RW sebagai bagian dari tahapan awal pelaksanaan kegiatan KKM di wilayah pengabdian. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh program kerja yang direncanakan dapat berjalan selaras dengan kebijakan serta kebutuhan lingkungan setempat. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKM diterima oleh Ibu Mifta selaku perwakilan pihak kelurahan. Pertemuan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan maksud dan tujuan pelaksanaan KKM sekaligus mengonfirmasi rencana program kerja yang akan dijalankan di wilayah RW setempat. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa memaparkan gambaran umum program kerja KKM, termasuk bentuk kegiatan, sasaran program, serta output yang diharapkan selama masa pengabdian. Diskusi berlangsung dengan suasana terbuka dan komunikatif, sehingga mahasiswa memperoleh masukan serta arahan terkait teknis pelaksanaan kegiatan di lingkungan masyarakat. Ibu Mifta menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKM Aksiloka Kelompok 11 dalam melakukan koordinasi sejak awal. Konfirmasi ini dinilai penting agar pelaksanaan program kerja dapat berjalan dengan tertib, terkoordinasi, dan tidak bertentangan dengan agenda maupun aturan yang berlaku di tingkat kelurahan dan RW. Melalui kegiatan konfirmasi dengan pihak kelurahan ini, KKM Aksiloka Kelompok 11 diharapkan mampu melaksanakan seluruh program kerja secara terarah, terstruktur, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Koordinasi yang baik dengan perangkat wilayah menjadi langkah awal dalam membangun kerja sama yang harmonis antara mahasiswa dan masyarakat selama pelaksanaan KKM. 

Thumbnail
8 months ago
Mahasiswa KKM Perkuat Pemahaman Pendidikan dalam Kegiatan PKH di Dusun Begawan

MUHAMAD IQBAL

Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) turut berpartisipasi dalam kegiatan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaksanakan di Dusun Begawan sebagai bagian dari program kerja bertema penanganan kemiskinan ekstrem. Kegiatan yang berlangsung pada 12 Januari 2026 ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman keluarga penerima manfaat mengenai peran pendidikan dalam upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. PKH merupakan program bantuan sosial bersyarat dari pemerintah yang diberikan dalam bentuk dana dan disalurkan langsung ke rekening keluarga terdaftar. Program ini tidak hanya berfokus pada bantuan ekonomi, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan dan kesehatan. Kegiatan di Dusun Begawan ini diketuai oleh Anna Maghfirotul dan diikuti oleh keluarga penerima manfaat setempat. Rangkaian acara dimulai dengan pembukaan oleh Pendamping PKH Dusun Begawan, kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan Mars PKH sebagai bentuk penguatan semangat kebersamaan para peserta. Selanjutnya, peserta menerima informasi terkait kebijakan dan pelaksanaan PKH tahun 2026 guna meningkatkan pemahaman mengenai hak dan kewajiban dalam program tersebut. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh perwakilan mahasiswa KKM, yaitu Vika Widowati, Nanda Fitriyah, dan Fahmi Ulum Saida. Materi yang disampaikan berfokus pada pentingnya pendidikan anak sebagai fondasi utama dalam upaya keluar dari kemiskinan ekstrem. Para pemateri menekankan bahwa orang tua memiliki peran sentral sebagai pilar pendidikan anak di lingkungan keluarga. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengembangan pengetahuan, tetapi juga sebagai investasi jangka panjang yang mampu meningkatkan derajat sosial dan ekonomi keluarga. Oleh karena itu, bantuan PKH diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak, sehingga tujuan utama program, yakni memutus rantai kemiskinan, dapat tercapai. Sebagai penutup sesi materi, pemateri menyampaikan jargon penyemangat kepada para peserta PKH, yaitu "Pendidikan Anak? Tanggung Jawab Kita Semua." Jargon tersebut dimaksudkan untuk menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Selama kegiatan berlangsung, peserta PKH menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan menyimak materi secara aktif. Setelah sesi pemaparan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama antara peserta PKH dan anggota KKM sebagai bentuk kebersamaan, kemudian ditutup dengan doa dan sesi dokumentasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan keluarga penerima manfaat PKH di Dusun Begawan semakin menyadari pentingnya pendidikan sebagai jalan utama untuk keluar dari kemiskinan ekstrem, serta mampu memanfaatkan program bantuan sosial secara berkelanjutan dan tepat sasaran.