ERALDA BIRTHA ALSABET
Tari Gandrung merupakan tarian khas daerah Banyuwangi yang sampai sekarang masih eksis. Tari Gandrung sering ditampilkan saat acara adat maupun peringatan hari besar di daerah Banyuwangi. Namun sayangnya, minat anak muda untuk belajar Tari Gandrung semakin hari menujukkan penurunan yang signifikan. Banyak anak muda yang lebih memilih untuk belajar dance atau lebih kepada budaya barat, daripada belajar budaya Indonesia. Oleh karena itu Mahasiswa KKM Sahwahita UIN Malang berinisiasi untuk menggelar Pelatihan Tari Gandrung di tempat KKM kami terlaksana, yakni di Dusun Curah Leduk, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru, Kabupaten Banyuwangi. Pelatihan Tari Gadrung ini ditargetkan untuk anak-anak, lebih tepatnya siswi MI Miftahul Jadid dan MTs Miftahul Jadid. Alasan dibalik pemilihan target tersebut karena mahasiswa KKM UIN Malang ingin menanamkan jiwa cinta budaya Indonesia sejak dini. Supaya sedari kecil mereka dapat memahami akan pentingnya melestarikan budaya di daerah tempat mereka tinggal. Sebelum dilaksanakannya pelatihan Tari Gandrung, mahasiswa KKM Sahwahita terlebih dahulu mengadakan seminar Tari Gandrung. Tujuannya adalah untuk mengenalkan Tari Gandrung kepada seluruh siswa-siswi serta menarik minat mereka agar mau untuk belajar Tari Gandrung. Kami juga membuka pendaftaran kepada seluruh siswa-siswi MI Miftahul Jadid yang merasa berminat. Pelatihan ini diadakan 2 kali dalam satu minggu, yakni di hari Jum'at dan hari sabtu. Durasi latihan pun tidak lama, kurang lebih hanya 1-2 jam latihan. Pelatih dari Tari Gandrung dipimpin langsung oleh salah satu mahasiswa KKM Sahwahita UIN Malang, yakni Kak Eralda Birtha yang memang sudah sangat berpengalaman dan profesional di bidang ini. Pada hari pertama latihan terhitung terdapat 10 anak yang bergabung. Sembilan anak berasal dari siswi MI Miftahul Jadid, sedangkan satu anak berasal dari MTs Miftahul Jadid. Mereka berlatih dengan semangat dan sangat antusias baik melihat, memperhatikan, serta mempraktekan peragaan tari dari pelatih. Pada hari ketiga latihan, diadakan seleksi untuk memilih 5 penari terbaik yang nantinya akan ditampilkan di Balai Desa Banyuanyar saat penutupan kegiatan KKM. Kepala Desa Banyuanyar, ibu Illa Syilviana sangat mengapresiasi dengan adanya penampilan Tari Gandrung ini. Beliau mengatakan bahwa dengan adanya pelatihan serta penampilan Tari Gandrung yang dibawakan oleh siswi MI dan MTs Miftahul Jadid ini menjadi bukti akan hubungan yang baik serta keaktifan dari mahasiswa KKM UIN Malang untuk berkolaborasi dengan masyarakat terlebih pihak yayasan. Selain itu dari hal ini juga dapat menjadi motivasi bagi generasi z untuk terus berkarya, belajar, dan melestarikan budaya setempat.
MUHAMMAD SUBHAN FAUZAN
Peringatan Isra’ Mi’raj di TPQ As-Syifa’ menjadi salah satu kegiatan yang berlangsung dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk memperingati perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi sarana untuk mengenalkan dan menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada para santri dengan cara yang lebih santai dan menyenangkan. Dalam pelaksanaannya, konsep kegiatan sebagian besar disusun oleh teman-teman KKM. Mulai dari menentukan susunan acara, membagi peran, hingga menyiapkan kebutuhan kegiatan dilakukan secara bersama-sama. Meskipun begitu, kegiatan ini tetap berjalan dengan dukungan dari pihak TPQ, terutama pemilik TPQ As-Syifa’ yang turut memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada para santri sebelum kegiatan dimulai. Sambutan tersebut juga menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan yang dilakukan bersama mahasiswa KKM. Sebelum hari pelaksanaan, teman-teman KKM melakukan berbagai persiapan, seperti latihan untuk pengisi acara, menyesuaikan materi agar mudah dipahami anak-anak, serta menyiapkan konsep kegiatan agar tidak terasa membosankan. Teman-teman KKM juga berperan langsung sebagai pembawa acara, pengisi materi, serta pengisi rangkaian kegiatan lainnya, sehingga suasana acara terasa lebih akrab dan interaktif dengan para santri. Saat kegiatan berlangsung, para santri mengikuti rangkaian acara dengan tertib dan antusias. Kegiatan diisi dengan pembacaan doa bersama, penyampaian cerita tentang peristiwa Isra’ Mi’raj, serta penyampaian pesan-pesan keagamaan yang dikemas dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak. Para santri juga terlihat aktif ketika diajak berinteraksi selama penyampaian materi, sehingga suasana kegiatan terasa hidup dan tidak monoton. Melalui kegiatan ini, para santri diharapkan dapat memahami makna Isra’ Mi’raj, khususnya tentang pentingnya menjalankan ibadah sholat, menjaga sikap, serta meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan antara mahasiswa KKM, pengajar TPQ, dan para santri. Kegiatan peringatan Isra’ Mi’raj di TPQ As-Syifa’ ini memberikan pengalaman yang berkesan bagi semua pihak yang terlibat. Harapannya, nilai-nilai yang disampaikan dalam kegiatan ini dapat terus diingat dan diterapkan oleh para santri dalam kehidupan sehari-hari, serta menjadi salah satu kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi lingkungan TPQ
AMIROH ZAKIYATUS SONIA
Pengabdian masyarakat KKM 166 Baranova di Desa Licin dilaksanakan dengan pendekatan edukatif dan religius. Program ini mengintegrasikan edukasi anti bullying dan kenakalan remaja, penguatan ekonomi digital melalui QRIS, serta pengamalan amaliah keagamaan dalam kehidupan masyarakat. Edukasi sosial diberikan kepada siswa sekolah dasar sebagai langkah pencegahan terhadap perilaku menyimpang sejak dini. Mahasiswa KKM menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh siswa. Di sisi lain, sosialisasi QRIS dilakukan untuk mendorong adaptasi teknologi dalam aktivitas ekonomi masyarakat. Pendampingan ini memberikan pemahaman awal tentang pentingnya transaksi non-tunai yang aman dan efisien. Amaliah keagamaan menjadi penguat utama dalam kegiatan pengabdian ini, karena nilai-nilai spiritual dipandang penting dalam membentuk karakter sosial yang beretika dan bertanggung jawab.
NURHIDAYATUN
UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang terus memperkuat perannya dalam mendukung pengasuhan anak yang ramah dan berorientasi pada kebutuhan tumbuh kembang anak di era digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pola Asuh Anak bertema “Menemukan Gaya Pengasuhan Terbaik untuk Si Kecil” yang digelar di Aula Kertosari, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Rabu (28/1/2025). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Puspaga (Pusat Pembelajaran Keluarga) Kelurahan Ketawanggede dengan KKM PSGA (Pusat Studi Gender dan Anak) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Sosialisasi bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya guru dan wali murid PAUD, terkait pentingnya penerapan pola asuh anak yang tepat, aman, dan bebas kekerasan di tengah tantangan pengasuhan modern. Sosialisasi diikuti oleh Tim Penggerak PKK Kelurahan Ketawanggede, para guru PAUD, wali murid PAUD, serta masyarakat setempat. Keterlibatan UIN Maliki Malang melalui PSGA memberikan penguatan berbasis akademik dan keilmuan dalam upaya meningkatkan kualitas pengasuhan keluarga. Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan Lowokwaru, Ida Wahyuni, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai sosialisasi pola asuh anak sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini. “Kegiatan ini sangat dibutuhkan, terutama bagi para orang tua, karena tantangan pengasuhan anak di era digital semakin kompleks. Edukasi seperti ini membantu orang tua agar tidak salah dalam menerapkan pola asuh,” ujarnya. Sosialisasi menghadirkan Ketua PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Hj. Aprilia Mega Rosdiana, M.Si., sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia mengungkapkan masih banyak ditemukan kesalahan pola asuh di masyarakat, mulai dari minimnya interaksi emosional antara orang tua dan anak hingga kasus kekerasan yang berakar dari pengasuhan yang tidak tepat. “Saat ini masih banyak anak yang diasuh oleh gadget sejak usia dini, sehingga kedekatan emosional dengan orang tua berkurang. Selain itu, orang tua sering kali lebih mendengarkan pendapat orang lain dibanding memahami kebutuhan anaknya sendiri,” jelasnya. Hj. Aprilia Mega Rosdiana menekankan bahwa setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, pola asuh harus disesuaikan dengan kondisi anak agar dapat mendukung perkembangan karakter, kesehatan mental, serta kemampuan sosialnya secara optimal. Ia juga menegaskan bahwa pengasuhan yang baik bukan sekadar mengawasi, tetapi mendampingi anak dengan penuh kasih sayang dan kesadaran. Lingkungan keluarga yang aman dan suportif menjadi kunci utama dalam mencetak generasi yang sehat secara fisik dan psikologis. Kegiatan ini turut didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan KKM PSGA UIN Maliki Malang, Sheila Kusuma Wardani Amnesti, M.H. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dan dosen UIN Maliki Malang dalam kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. “Kegiatan sosialisasi ini menjadi wadah edukasi yang sangat penting bagi orang tua. Pola asuh yang baik tidak hanya mencegah kekerasan terhadap anak, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter dan masa depan anak,” ungkapnya. Melalui sinergi Puspaga Kelurahan Ketawanggede dan KKM PSGA UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menerapkan pola asuh positif, ramah anak, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Upaya ini sekaligus menegaskan peran UIN Maliki Malang sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif berkontribusi dalam membangun keluarga berkualitas dan generasi penerus bangsa yang unggul.
RISTA ENDAH NUR ROHMAH
Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan edukasi sains sederhana di SDN 4 Plaosan pada tanggal 6 dan 7 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan siswa terhadap sains melalui eksperimen sederhana yang menyenangkan juga mudah dipahami. Pada tanggal 6 Januari 2026, kegiatan edukasi sains diikuti oleh siswa kelas 4, 5, dan 6. Sementara itu, pada tanggal 7 Januari 2026, kegiatan dilaksanakan bersama siswa kelas 1, 2, dan 3. Eksperimen pertama membahas tentang terjadinya gunung meletus yang dikaitkan dengan konsep sains sederhana. Siswa dijelaskan terkait terjadinya gunung meletus, setelah itu siswa diajak menyaksikan simulasi gunung meletus menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan, seperti baking soda, cuka, air, sabun, dan pewarna makanan merah. Campuran bahan tersebut menghasilkan semacam reaksi kimia yang menimbulkan semburan dan gelembung menyerupai letusan gunung berapi, sehingga siswa dapat memahami proses terjadinya gunung meletus secara visual dan menarik. Eksperimen kedua adalah balon mengembang tanpa ditiup. Pada percobaan ini, siswa diperlihatkan bagaimana campuran baking soda dan cuka dapat menghasilkan gas yang mampu mengembangkan balon. Melalui eksperimen ini, siswa belajar bahwa reaksi kimia dapat menghasilkan gas yang memiliki tekanan sehingga mampu mengubah bentuk suatu benda. Eksperimen ketiga mengenalkan konsep listrik statis. Percobaan dilakukan dengan cara menggosokkan penggaris plastik dengan rambut, kemudian mendekatkannya ke tisu. Hasilnya, tisu dapat tertarik ke penggaris, yang menunjukkan adanya muatan listrik statis. Eksperimen ini membantu siswa memahami fenomena listrik statis yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Setelah seluruh eksperimen selesai dilaksanakan, kegiatan dilanjutkan dengan kuis interaktif untuk menguji pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan. Suasana semakin meriah ketika siswa yang berhasil menjawab pertanyaan dengan benar mendapatkan hadiah, sehingga menambah semangat dan antusiasme peserta. Melalui kegiatan edukasi sains sederhana ini, mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus bermakna bagi siswa SDN 4 Plaosan, serta menumbuhkan rasa ingin tahu dan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan sejak dini.
MUHAMMAD SYAHRUL IQBAL GUFRONI
Srigading, Lawang – Posyandu sebagai ujung tombak layanan kesehatan dasar tidak hanya menjadi tempat pemantauan kesehatan balita, tetapi juga wadah bagi lansia untuk memeriksakan kesehatannya. Menyadari hal ini, Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 106 Dharmayatra dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan sosialisasi menggunakan poster edukasi “Cegah Stunting Sejak Dini” di dua lokasi Posyandu yang melayani balita dan lansia secara terpadu. Kegiatan dilaksanakan di Posyandu Krajan 1 pada Selasa, 13 Januari 2026 dan berlanjut di Posyandu Krajan 2 pada Sabtu, 17 Januari 2026. Poster edukasi yang disosialisasikan dirancang khusus oleh tim KKM 106 Dharmayatra. Meskipun materi utamanya berfokus pada pencegahan stunting pada balita, kehadirannya di posyandu yang juga dikunjungi lansia membuka peluang edukasi yang lebih luas. Para lansia yang hadir yang sering kali berperan sebagai pengasuh cucu turut mendapatkan informasi berharga tentang pentingnya gizi seimbang dan pola asuh yang sehat untuk generasi penerus keluarga. Di kedua posyandu, suasana terlihat hidup dan penuh keakraban. Anggota KKM 106 tidak hanya membagikan poster, tetapi juga aktif berdiskusi. Mereka menjelaskan poin-poin penting poster secara sederhana, mulai dari pengertian stunting, dampaknya, hingga langkah pencegahan praktis seperti pemberian ASI eksklusif, MPASI bergizi, dan pentingnya imunisasi. Kegiatan ini kembali mendapatkan dukungan penuh dari kader kesehatan setempat. Kader posyandu yang sehari-hari melayani kedua kelompok usia tersebut menyambut baik upaya penyebaran informasi yang dilakukan mahasiswa. Mereka melihat poster ini sebagai alat bantu yang efektif untuk memperkuat pesan-pesan kesehatan yang selama ini mereka sampaikan secara lisan. Dengan menjangkau dua posyandu terbesar di Desa Srigading, KKM 106 Dharmayatra berupaya memperluas dampak edukasinya. Pendekatan yang menyentuh dua generasi sekaligus orang tua muda dan lansia diharapkan dapat menciptakan pemahaman dan komitmen kolektif dalam keluarga untuk mencegah stunting. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kelompok untuk memberikan kontribusi nyata yang berkelanjutan, mewujudkan Desa Srigading yang sehat dan sejahtera dari generasi ke generasi. Salam Pengabdian, KKM 106 Dharmayatra UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Sehat Bersama, dari Balita hingga Lansia.