Thumbnail
8 months ago
Semaraknya Lomba Antar TPQ Dusun Busu Bersama Kelompok KKM 95 Arunika

NADIA ANATASYA

Malang - Pada hari Minggu (25/01/26), Kelompok KKM 95 Arunika mengadakan lomba antar TPQ di Dusun Busu, Desa Slamparejo. Kegiatan ini melibatkan hampir seluruh TPQ yang ada di Dusun Busu. Namun, tidak semua santri TPQ dapat mengikuti lomba karena adanya ketentuan tertentu, seperti batas usia dan jumlah maksimal peserta dari setiap TPQ. Meskipun demikian, antusiasme anak-anak TPQ dan para wali murid tetap tinggi. Anak-anak yang tidak terdaftar sebagai peserta resmi tetap mengikuti dan menyaksikan lomba yang diminati. Bahkan, terdapat beberapa balita yang diikutkan lomba oleh orang tuanya sebagai bentuk latihan keberanian dan pengenalan kegiatan sejak dini. Lomba islami ini terdiri dari tiga kategori, yaitu lomba adzan, hafalan surat pendek dari Ad-Dhuha hingga An-Nas, serta lomba mewarnai. Seluruh juri pada ketiga kategori lomba berasal dari anggota Kelompok KKM 95 Arunika. Lomba adzan dilaksanakan di masjid pada area salat laki-laki, di mana peserta mengumandangkan adzan menggunakan mikrofon. Sementara itu, lomba hafalan surat pendek dilaksanakan di area salat perempuan. Peserta yang mendapat giliran diminta mengambil dua gulungan kertas secara acak yang berisi nama surat dari Ad-Dhuha hingga An-Nas, kemudian membacakannya di hadapan juri. Selanjutnya, juri akan membacakan satu ayat dari surat lain yang tidak diambil peserta sebelumnya, dan peserta diminta untuk melanjutkannya. Pada lomba mewarnai, panitia menetapkan dua kategori pemenang. Juara 1, 2, dan 3 diberikan untuk peserta sesuai batas usia yang ditentukan, sedangkan anak-anak di bawah batas usia akan dinilai untuk kategori juara harapan 1, 2, dan 3. Pengumuman pemenang lomba dilakukan pada acara perpisahan Kelompok KKM 95 Arunika di Dusun Busu. Kegiatan ini kemudian ditutup dengan sesi foto bersama.

Thumbnail
8 months ago
Mahasiswa KKM 95 Arunika Dampingi Kegiatan Posyandu di Dusun Busu

ROSSI ADAWIYAH

Kegiatan Posyandu menjadi salah satu layanan kesehatan yang rutin dilaksanakan di tingkat desa. Oleh karena itu, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Kelompok 95 Arunika menjadikan pendampingan kegiatan Posyandu sebagai salah satu program kerja selama pelaksanaan KKM di Dusun Busu, Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Program ini sejalan dengan tema KKM yang diusung LP2M UIN Malang, yaitu pencegahan stunting. Lima hari sebelum pelaksanaan kegiatan, mahasiswa KKM menerima informasi jadwal Posyandu dari Ibu Angel, selaku istri Kepala Dusun. Kegiatan Posyandu dilaksanakan selama tiga hari, yakni Kamis, Jumat, dan Sabtu, dengan lokasi serta sasaran yang berbeda, mulai dari balita, lansia, hingga ibu hamil. Sejak awal, mahasiswa KKM berkoordinasi dengan Kepala Dusun dan mendapatkan arahan agar tidak hanya melakukan pengawasan kegiatan, tetapi turut membantu ibu-ibu kader Posyandu secara langsung. Program ini bertujuan untuk meringankan tugas kader sekaligus memberikan pengalaman lapangan bagi mahasiswa. Pada Kamis, kegiatan Posyandu dilaksanakan di Balai Dusun Busu dengan sasaran balita dan lansia. Mahasiswa KKM datang lebih awal untuk membantu persiapan tempat, seperti menata kursi dan meja serta mengangkat peralatan Posyandu. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa membantu berbagai tugas, antara lain registrasi peserta, pencatatan data balita dan lansia, membantu tenaga kesehatan dalam mencatat hasil pemeriksaan tekanan darah dan GDA lansia, serta membagikan konsumsi. Di sela-sela kegiatan Posyandu, mahasiswa KKM juga mengajak para lansia yang belum mendapat giliran pemeriksaan untuk mengikuti senam bersama. Senam lansia tersebut dipandu oleh beberapa anggota Kelompok 95 Arunika sebagai upaya menjaga kebugaran dan meningkatkan semangat peserta. Sementara itu, pada Sabtu, kegiatan Posyandu difokuskan pada pelayanan ibu hamil dan balita. Salah satu anggota Kelompok 95 Arunika menyampaikan bahwa keterlibatan dalam kegiatan Posyandu memberikan pengalaman baru bagi mahasiswa. “Melalui kegiatan ini, saya jadi mengetahui cara pemeriksaan tekanan darah dan GDA beserta alat-alat kesehatan yang sebelumnya belum pernah saya pelajari,” ujarnya.

Thumbnail
8 months ago
Kelompok Ranasvara Menjadi Panitia Lomba di TPQ Desa Sumbersuko

SHIRA ADISA AZIZ

Oleh: Shira Adisa Aziz • 10 February 2026, 07:15 Kegiatan Lomba Bersama Santri TPQ Desa Sumbersuko oleh Kelompok Ranasvara Dalam rangka memeriahkan kegiatan di TPQ Desa Sumbersuko, kelompok Ranasvara melaksanakan kegiatan lomba bersama para santri. Pada kegiatan ini, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) berperan sebagai panitia pelaksana yang bertanggung jawab dalam proses persiapan hingga pelaksanaan lomba. Berbagai jenis perlombaan diselenggarakan dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat, keceriaan, serta kebersamaan di antara para santri. Beberapa lomba yang diadakan antara lain lomba makan kerupuk, balap kelereng, balap karung, tepuk air, serta berbagai permainan lainnya. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh antusiasme dan keceriaan, baik dari para peserta maupun dari panitia pelaksana. Para santri tampak sangat bersemangat dalam mengikuti setiap perlombaan. Selain sebagai sarana hiburan, kegiatan ini juga bertujuan untuk melatih sikap sportivitas, kerja sama, serta keberanian anak-anak dalam mengikuti kegiatan bersama. Mahasiswa KKM turut mendampingi dan mengarahkan jalannya lomba agar seluruh kegiatan dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Setelah seluruh rangkaian lomba selesai dilaksanakan, kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara kelompok Ranasvara dan para masyayikh TPQ. Momen ini menjadi simbol kebersamaan sekaligus kenang-kenangan atas kegiatan yang telah dilaksanakan bersama di TPQ Desa Sumbersuko. Melalui kegiatan lomba ini, kelompok Ranasvara berharap dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan dan berkesan bagi para santri. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu mempererat hubungan antara mahasiswa KKM dan pihak TPQ dalam mendukung kegiatan pendidikan serta pembinaan keagamaan di Desa Sumbersuko.

Thumbnail
8 months ago
Botol Bekas, Ide Nggak Bekas:RTH KKM GANISWARA 64 Di Sekolah

NAHDHIYAH TAZKIYATUL WAFIROH

Program kerja RTH (Rumah Taman Hijau) jadi salah satu aksi seru yang digarap oleh KKM Ganiswara Kelompok 64 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di lingkungan sekolah. Lewat program ini, mahasiswa KKM ingin bikin sekolah nggak cuma jadi tempat belajar, tapi juga ruang yang hijau, adem, dan enak dipandang. RTH hadir sebagai bukti kalau peduli lingkungan itu bisa dimulai dari hal-hal sederhana. Proses pengerjaan RTH dikerjakan langsung oleh seluruh anggota KKM Ganiswara 64. Dari nyusun konsep taman, milih spot yang pas di sekolah, sampai eksekusi di lapangan, semuanya dilakukan bareng-bareng. Kerja tim dan semangat gotong royong jadi kunci utama biar RTH ini bisa terwujud dengan maksimal. Yang membuat RTH ini berbeda dari yang lain adalah pemanfaatan botol bekas sebagai media tanam. Botol plastik yang biasanya cuma jadi sampah, di tangan mahasiswa KKM disulap jadi pot tanaman yang estetik. Selain ramah lingkungan, cara ini juga jadi pesan kuat tentang pentingnya daur ulang. Botol-botol bekas tersebut dibersihkan, dipotong, lalu dihias biar tampilannya makin kece. Setelah itu, botol tersebut diisi tanah dan ditanami berbagai tanaman hias serta tanaman hijau. Hasilnya, sudut sekolah jadi lebih hidup dan punya nilai seni yang unik. Keberadaan RTH membuat suasana sekolah jadi lebih segar dan nyaman. Area yang sebelumnya biasa saja kini berubah menjadi ruang hijau yang bisa dinikmati warga sekolah. Nggak cuma buat dilihat, RTH juga bisa jadi tempat belajar santai atau media pembelajaran luar kelas. Lewat RTH ini, siswa diajak membuat lebih peduli sama lingkungan sekitar. Mereka bisa belajar langsung cara merawat tanaman dan memahami bahwa barang bekas masih punya nilai guna. Edukasi lingkungan jadi terasa lebih dekat dan nggak membosankan. Dengan hadirnya RTH di sekolah, KKM Ganiswara Kelompok 64 berharap bisa ninggalin jejak positif yang berkelanjutan. Program ini jadi bukti kalau kreativitas, kepedulian, dan kerja sama bisa menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Dari botol bekas, lahir taman hijau yang penuh makna ?✨  

Thumbnail
8 months ago
The Journey of KKM Wirasenabadra: Menapaki Kaki Langit Desa Taji-Sebuah Perjalanan Profilisasi dan Harapan Konten ini telah tayang di Kompasiana.com dengan judul "The Journey of KKM Wirasenabadra: Menapaki Kaki Langit Desa Taji-Sebuah Perjalanan Profil

ARIZATUL HUMAIRA

Kuliah Kerja Mahasiswa(KKM) bukan hanya sekadar rangkaian program kerja, namun juga sebuah perjalanan pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan realita dalam kehidupan masyarakat secara langsung. Di tengah interaksi, kebersamaan, dan proses pengabdian yang dijalani, KKM menjadi tempat bagi mahasiswa untuk belajar memahami, mendengar, dan tumbuh bersama masyarakat desa. Setiap langkah yang ditempuh tidak hanya meninggalkan jejak, tetapi juga memberikan pengalaman yang bermakna dan membentuk cara pandang dan kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar. Melalui tema "The Journey of KKM Wirasenabadra: Menapaki Kaki Langit Desa Taji-Sebuah Perjalanan Profilisasi dan Harapan", Kelompok Wirasenabadra (Kelompok 167) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, yang melaksanakan KKM pada periode 28 Desember -4 Februari, mendokumentasikan perjalanan selama pelaksanaan KKM di Desa Taji, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Program profilisasi desa dipilih sebagai fokus utama untuk mengenalkan, mengangkat, dan mengembangkan potensi desa, melalui kegiatan pendidikan, keagamaan, dan kemasyarakatan. https://www.kompasiana.com/kkmwirasenabadra3911/69770c94ed64150a9e7c6a45/the-journey-of-kkm-wirasenabadra-menapaki-kaki-langit-desa-taji-sebuah-perjalanan-profilisasi-dan-harapan

Thumbnail
8 months ago
KKM 191 KALEMBO ADE MELAKSANAKAN PROGRAM KERJA EDUKASI TERKAIT PENTINGNYA PENDIDIKAN

ROEZHA HADYANA

Waworada, 18 Januari 2026 - Di Balai Desa Waworada, Kabupaten Bima, teman-teman mahasiswa KKN UIN Malang membawakan acara edukasi tentang pentingnya pendidikan tinggi. Acara ini menampilkan adek-adek dari SMAN 1 Langgudu, SMKN 1 Langgudu, dan SMK Kesehatan Husada Langgudu, serta masyarakat Desa Waworada. Pendidikan tinggi adalah kunci untuk membuka pintu kesempatan yang lebih luas dalam kehidupan. Dengan pendidikan tinggi, kita dapat meningkatkan kualitas diri, meningkatkan kemampuan, dan meningkatkan peluang kerja. Pendidikan tinggi juga membantu kita untuk menjadi lebih kritis, lebih kreatif, dan lebih siap menghadapi tantangan zaman. Teman-teman mahasiswa KKN UIN Malang membagikan pengalaman mereka tentang bagaimana pendidikan tinggi telah membantu mereka dalam mencapai tujuan hidup. Mereka juga membagikan tips dan strategi untuk meningkatkan kemampuan dan mencapai kesuksesan. Adek-adek dari SMAN 1 Langgudu, SMKN 1 Langgudu, dan SMK Kesehatan Husada Langgudu sangat antusias dan aktif dalam acara ini. Mereka bertanya dan berdiskusi tentang pentingnya pendidikan tinggi dan bagaimana cara meningkatkannya. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan inspirasi bagi adek-adek untuk melanjutkan pendidikan tinggi dan mencapai tujuan hidup. Pendidikan tinggi adalah investasi terbaik untuk masa depan, mari kita bersama-sama membangun masa depan yang cemerlang!